[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 8)

byunpelvis

Regret (Chapter 8 )

Poster by : https://dirtykindi.wordpress.com

Author : ByunPelvis

Cast : Byun Baekhyun, Lee Kyungra (OC/You), Kim Jong In.

Other cast : member EXO lainnya.

Genre : Hurt ,  Romance.

Rating : General.

Leght : Chapter

Disclaimer  : cerita murni dari pemikiran saya. Maaf untuk typo J.

Preview …….

“Kyungra-ya. Kumohon beri aku kesempatan untuk menjagamu!”

Aku memilih diam , apakah namja ini benar benar akan melakukannya setelah apa yang ia lakukan padaku?

“Kyungra-ya jebal…..”

“Aku tidak bisa”

“Kyungra-ya”

Chapter  8 end.

Author eyes’

“Kyungra-ya”

Baekhyun perlahan melepas tangannya dari pipi Kyungra, tubuhnya benar benar terasa  lemas mendengar jawaban Kyungra . Kadar sakit hatinya semakin bertambah, ia menyesal terlambat menyadari perasaannya pada Kyungra.

Bisakah Baekhyun memutar waktu agar lebih baik lagi? Ia sangat ingin terus disamping Kyungra, sangat ingin melindungi gadis yang hidupnya sangat kesepian itu. Ia tau Kyungra membencinya karena kesalahannya sendiri, dan hukum karma itu berlaku. Jadi sekarang ini ia mendapat ganjarannya karena memainkan hati gadis tak bersalah seperti Lee Kyungra.

“ aku sudah memikirkannya. Kita tetap berpisah”

“tidak Kyungra. Jebal, jangan seperti ini . Aku tau aku sangat brengsek.Kau bisa mengataiku tak tau diri karena dengan mudahnya memintamu kembali disaat-“

“kau menyadarinya kan? Kau fikir mudah menerimamu lagi ? Setelah apa yang kau dan teman temanmu lakukan padaku huh? Kenapa kau sebrengsek ini Baekhyun-ssi?”

Baekhyun terdiam. Ia mebenarkan apa yang Kyungra ucapkan. Dirinya memanglah sangat bersalah, ia juga  sangat serakah. Bagaimana bisa namja itu dengan mudahnya  meminta kembali Kyungra yang jelas sudah disakitinya.

Tapi bagaimana jika hati Baekhyun berkata lain? Ia memang benar mencintai Kyungra saat ini. Perasaan itu muncul seiring berjalannya waktu , Baekhyun tak bisa mengelaknya. Bahkan ia tak menemukan alasan mengapa perasaan cinta itu mencul.

Kyungra menatap sedih Baekhyun yang hanya terdiam , ia mengelap kasar sisa air mata yang jatuh sia-sia dipipinya. Setelah dirasanya semua selesai Kyungra  berlalu dari hadapan Baekhyun. Yang diinginkannya adalah kembali apartementnya secepat mungkin.

Sedangkan ditempat yang sama Baekhyun masih mematung. Tangannya terangkat memegang dadanya yang terasa semakin sesak. Rasanya sangat sulit bernafas saat menerima penolakan Kyungra. Ia menoleh , menatap punggung Kyungra yang semakin hilang dibalik pintu.

Baekhyun bersandar pada pintu karena serasa tak sanggup menompang tubuhnya. Namja itu ingin menangis tapi percuma. Tak pernah seumur hidupnya ia merasakan penyesalan sedalam itu, ternyata mencintai seseorang yang membenci kita sangatlah sulit. Baekhyun akan mengatakannya sekali lagi jika ia sangat menyesal.

Tiba-tiba Baekhyun mengingat tentang Kyungra yang sedang tidak sehat. Dengan cepat ia menyambar kunci mobilnya dinakas. Ia akan mengejar Kyungra, tubuh gadis itu masih dalam kondisi kurang baik dan Baekhyun tak mau terjadi apa apa pada Kyungra.

Dengan terburu-buru namja itu keluar dari apartement mewahnya. Baekhyun terus berlari , saat sudah dilantai bawah ia mengedarkan pandangannya. Tak dilihatnya Kyungra sama sekali, ia mengerang frustasi dan menjambak rambutnya karena terlambat lagi.

**

Baekhyun terus  melajukan mobilnya dengan pelan , ia hanya tak ingin pencariannya tak membuahkan hasil.

Tepat dipersimpangan jalan ia menemukan sosok gadis yang dicarinya, dengan cepat ia membuka mobil dan berlari mendekatinya. Dirihnya lengan itu, Baekhyun benar. Sosok dihadapannya memang Kyungra , hatinya sangat lega.

“kenapa kau pergi? Kau masih sakit”

Kyungra diam, dengan kasar ia melepas tangan Baekhyun yang sontak membuat si pemilik tangan tersentak. Ia tak niat seperti itu, entah mengapa hati dan otaknya tak bisa bekerja sama. Kakinya melangkah lagi tapi Baekhyun kembali meraih tangannya bahkan kini lebih erat.

“Kyungra”

“Lepaskan! kenapa kau menguras tenagamu untuk mengejarku?”

“karena aku tak mau hal buruk terjadi padamu. Kumohon tinggalah sampai kau membaik”

“ pergi sana!. Aku ingin pulang”

Kyungra kembali melanjutkan langkahnya, tapi lagi lagi Baekhyun menghalanginya. Namja itu berdiri dihadapan Kyungra membuat jalan  gadis itu terblokir.

“minggir!. Aku mohon minggirlah!” ucap Kyungra semakin lemas. Tenaganya semakin surut dan kepalanya sebenarnya masih sangat pening.

“biarkan aku mengantarmu” Baekhyun terdiam sejenak , menatap dalam gadis dihadapannya. Tangannya terkepal seolah tak sanggup melanjutkan kata katanya.

”Setidaknya untuk…….. terakhir kalinya” Lanjut Baekhyun sangat lirih diakhir kalimat , tapi pendengaran Kyungra masih bisa menangkap.

“jebal Kyungra-ya”

Setelah diam beberapa detik Kyungra menghela nafas , sebenarnya pandangannya masih sedkit mengabur . Mungkin benar  jika ia terlalu nekat akan rugi sendiri nantinya.

Baekhyun sedikit tersenyum, ia tau diamnya Kyungra adalah jawaban setuju. Namja itu menarik lembut tangan Kyungra menuju mobilnya.

.

.

Didalam mobil tak ada pembicaraan yang keluar dari bibir masing masing. Kyungra memandang keluar jendela sedangkan Baekhyun fokus menyetir . Tapi sesekali Baekhyun juga melirik Kyungra dengan ekor matanya, berharap gadis itu menoleh menatapnya .

Ia menghela nafasnya berat, ternyata  sia sia walau hanya berharap Kyungra memandanginya seperti dulu.

.

20 menit berlalu, Baekhyun sudah  didepan apatement Kyungra. Namja itu menoleh dan menemukan Kyungra tertidur sangat pulas.

‘bagaimana ini?’ katanya dalam hati. Rasanya tak tega membangunkan tidur  lelap gadis disampingnya itu, ia tau pasti ini efek demam Kyungra yang belum membaik.

Baekhyun melepas seat beltnya dan segera keluar dari mobil. Dibukanya pintu samping , ia menyelipkan tangannya di tengkuk serta kaki Kyungra dan mengengkatnya secara perlahan. Ya , Baekhyun menggendong Kyungra untuk membawa keapartement milik gadis itu.

Setelah sampai depan pintu ia memasukan kode walau agak kesusahan. Kodenya masih sama, tanggal lahir Kyungra.

Langkahnya kakinya menuju sebuah kamar, perlahan Baekhyun membaringkan tubuh Kyungra saat sudah sampai diranjang  berukuran sedang. Selimut  biru itu ditariknya sampai batas leher Kyungra, lagi lagi wajah polos itu yang Baekhyun lihat. Ia merasakan sesak di hatinya lagi, kini Kyungra yang selalu tersenyum untuknya sudah hilang, Kyungra yang selalu berada didekatnya telah menjauh dan Kyungra yang selalu menyatakan cinta padanya sudah membencinya.

“maafkan aku Lee Kyungra. Aku tau akan sulit untukmu tapi aku mohon”

Baekhyun mengusap pipi tirus Kyungra, mungkin ini terakhir kali ia dapat melakukan itu. Ia sangat tau Kyungra akan terus menghindarinya entah sampai kapan.

“Hei jangan telat makan eum! Jangan memikirkan hal yang terlalu berat! Kau harus bisa membagi waktu istirahat dan kerja.” ucap Baekhyun sembari menyingkirkan poni yang menutupi mata Kyungra .Namja itu tersenyum miris, ia berkata seperti itu seolah akan akan pergi jauh saja.

“cepatlah sembuh. Jangan membuatku khawatir! . Aku pulang……. Kyungra-ya”

Baekhyun berdiri, dengan berat ia melangkahkan kaki menjauhi kamar itu. Setelah keluar apartement Kyungra ia merogoh ponselnya.Dicarinya kontak nama di puluhan daftar panggilan.

Panggilan tersambung saat Baekhyun menyentuh icon call ,  tak lama orang disebrang sana mengangkatnya.

“yoboseyo”

Baekhyun diam beberapa saat , setelah yakin ia mulai berbicara.

Kai-ya. Aku membutuhkan bantuanmu , kumohon untuk kali ini. Ini menyangkut Kyungra”

Baekhyun dapat mendengar Kai menghembuskan nafas kasar  disebrang sana. Baekhyun malu kepada temannya itu, ia malu karena sikap brengseknya.

“wae? jika bukan karna Kyungra aku tak mau bicara padamu Hyung”

“Aku tau. Kai aku mohon datanglah ke apartement milik Kyungra . Ia sedang sakit. Kumhon…”

“mwo?yakk neo-”

Baekhyun memutuskan sambungan, berjalan lurus menerobos hujan yang saat ini turun cukup deras. Sebelum membuka mobilnya ia sempat terdiam.

“hujan?” tanyanya konyol sembari menadah tangannya.  Lihatlah! Bahkan langit sangat tau kesedihannya sekarang, seolah mewakili dirinya yang tak mampu berbuat banyak .

***

Kyungra membuka matanya perlahan, gadis itu sedikit kebingungan saat menemukan dirinya berada dikamar apartement miliknya. Dengan gerakan cepat ia mendudukan tubuhnya, ia hendak turun tapi kakinya lemas dan membuatnya tersungkur.

“akhh.. appo.”

Ia terduduk dilantai. Entah kenapa hatinya menginginkan untuk menemui seseorang. Seseorang yang tadi bersamanya.

“Baekhyun-ah” ucapnya lirih.  Ia barusaja mimpi buruk, mimpi dimana Baekhyun pergi jauh meninggalkannya dan tak pernah kembali lagi.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka, memunculkan tubuh tinggi yang tak asing untuk gadis itu.

“Kyungra-ya!. Kau baik baik saja?”

Kyungra yang tadinya yakin jika namja itu Baekhyun ternyata salah besar. Niatnya untuk berdiri ia urunkan.

“Kai?”

“Astaga, kau masih lemas. Jangan memaksa dirimu Kyungra-ya”

Kai membantu Kyungra berdiri, dibawanya kembali tubuh gadis itu untuk berbaring diranjang lagi.

“Kai bagaimana bisa kau ada disini?”

Kai diam , namja itu tak tau harus jujur atau tidak . Tapi yang pasti ia tak akan mengatakan jika Baekhyun lah yang menyuruhnya.

“aku kemari, tapi Baekhyun Hyung yang membukakan pintu. Ia langsung pergi tanpa mengatakan apapun”

Kyungra tertegun, entah mengapa mendengar Baekhyun pergi membuatnya sedikit kehilangan. Sekarang justru Kai yang berganti menemaninya.

“Kyungra-ya . Kau pasti terlalu lelah belakangan ini. lihatlah! Sekarang kau sekit kan? Kau keras kepala tak mau menurutiku” ucap temannya itu dengan nada khawatir.Kyungra tersenyum tipis, diraihnya tangan Kai untuk digenggamannya.

Nan gwemchana. Gokjeongma!”

“pokoknya mulai besok aku akan mengantar jemput kau ditempat kerja”

Kyungra mengangguk kecil, percuma saja jika ia menolak keputusan Kai. Diliriknya jam dinding disudut kamarnya. Jarum pendek menunjukan pukul 01.00 dini hari.

“Kai, apa kau tak mau pulang?”

“Kau mau mengusirku ya?. Shireo! Aku mau menjagamu disini. Mana tega aku membiarkan gadis cantik yang sedang sakit sendirian”

“tapi-“

“Sudahlah. Sekarang kau harus makan dan minum obatmu itu! Akan kuambilkan bubur didapur”

Kyungra menatap kepergian Kai, gadis itu beralih melihat beberapa bungkus obat dinakas sebelah ranjangnya. Itu obat yang sama saat ia melihatnya dikamar Baekhyun, pasti namja itu yang membawanya.

Tiba tiba perasaan bimbang menyelimutinya. Ia mengusap wajahnya dan menghembuskan nafas berat, gadis itu mengingat keputusan yang ia beri untuk Baekhyun. Kyungra sudah benar benar melepas namja itu.

Memaafkannya atau memberi kesempatan ? Kyungra berfikir seperti itu, tapi mulutnya tak bisa diajak kompromi.

“Kai kenapa kau harus sangat baik padaku?. Maaf, aku belum bisa membuka hatiku untukmu”

***

Baekhyun tidak tidur setelah pulang dari apartement Kyungra. Ia tak peduli dengan kantung matanya yang sudah semakin gelap. Televisi menyala tapi ia tak benar-benar memperhatikan benda itu.

“kenapa aku membiarkan mereka hanya berdua? Arghhh!”

Baekhyun meremas kaleng soju yang ada ditangannya. Namja itu sejujurnya dalam keadaan setengah sadar. Point untuknya yang sudah berhasil menghabiskan 7 kaleng soda dalam semalam. Baekhyun tertawa kemudian menangis, hanya itu yang dilakukannya sejak tadi.

“kau mencintaiku Kyungra-ya, kau tidak membenciku!”

Baekhyun sadar selama ini selalu menyakiti hati gadis-gadis  tetapi sekarang malah sebaliknya. Ia mendapat hukuman karena menyakiti hati wanita yang tak bersalah.

“sakit, disini sangat sakit Kyungra-ya!” ucap namja itu dengan mencengkram dadanya. Malam ini akan sangat panjang untuknya..

.

.

.

Kyungra sudah sepenuhnya sembuh, dan hari ini ia sudah melakukan aktifitas seperti biasanya setelah 2 hari cuti kuliah dan kerja. Tubuhnya sudah 100% membaik.Gadis itu tak henti-hentinya tersenyum melihat Kai yang sedang bermain basket dilapangan. Sesekali Kai melirik dan memberi kedipan mata padanya.

Kyungra tak menyadari jika semenjak tadi ada seorang namja yang duduk dibangku sana sedang menatapnya  dengan sedih

Diremasnya botol plastik yang ada digenggamannya, bahkan air mineral  itu meluap keluar membasahi sudut lapangan. Chanyeol yang duduk disisi kanannya bahkan sampai melongo.

Tatapannya tiba tiba berubah cemas saat melihat Kyungra ditarik paksa oleh beberapa Yeoja.

“yak Baek eodiga?” teriak Chanyeol karena Baekhyun meninggalkan lapangan tanpa sepatah kata.

Baekhyun tak peduli dan dengan cepat  melangkahkan kakinya mengikuti kemana para gadis itu menarik Kyungra.

.

.

Saat ini Baekhyun berada digudang belakang universitas, mengnendap mengikuti seseorang bak pencuri. Ia sangat terkejut saat melihat tubuh Kyungra dihempas kasar bahkan rambut Kyungra dijambak, sebelum mendekat namja itu mengirim pesan kepada Kai.

Langkahnya semakin cepat  menghampiri  dan menepis tangan lancang itu .

“KIM MINJI!!!  Apa yang kau lakukan HUH?”

Baekhyun menarik kasar tangan Minji yang hendak menampar Kyungra.

“B-baekhyun-ah?”

“Yaa!kalian! lepaskan Kyungra dan PERGI sekarang juga !” Bentak namja itu menyuruh kedua teman Minji melepas kedua tangan Kyungra. Minji memberi kode pada temannya untuk menurut. Kini nurusannya akan rumit karena Baekhyun memergokinya.

Baekhyun masih menatap cemas Kyungra yang terduduk lemah dilantai dingin itu. Tak mau menunggu lama Baekhyun menarik Minji pergi , ia menyeret Minji dengan kasar,  membawanya ke tangga jalan menuju atap.

“Baek ! lepaskan aku!” seberapa Minji berusaha melepaskan cengkraman Baekhyun tapi hanya sia sia.

Baekhyun menghempaskan tangan Minji saat sudah sampai atap. Matanya memerah menggambarkan amarah yang begitu besar,

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA KYUNGRA?”

“Baek kenapa kau membentakku? WAE?”

“kau keterlaluan Minji. Jadi ini kau yang sebenarnya hah? Gadis cantik bak seorang dewi  yang dibelakang bermain kasar.  Kau sama saja dengan para gadis bar bar di pup karena bereput pria. Kumohon berhentilah menyakiti orang yang tidak bersalah!”

Minji membualtkan matanya saat mendengar ucapan Baekhyun. Ini pertama kalinya namja yang berada dihadapannya itu membentaknya, bahkan mengatainya. Minji tersenyum miris.

“ahh geurae? Ya! lalu apa sekarang? kau mengingkari janjimu untuk mengencaniku lagi setelah putus dengan Lee Kyungra. Kau masih saja peduli dengan yeoja pemeras itu. Aku sangat muak “

“jaga bicaramu Minji-ya!Kyungra bukan gadis pemeras!” balas Baekhyun tidak terima, ia tau maksud kata kata Minji.

“hah… ia hanya menginginkan kepopuleranmu dan juga uangmu. Dia jalang! Dia hanya yeoja miskin yang -“

Plakk

Baekhyun tak bisa mengontrol emosinya, tangan kanannya terangkat menampar pipi Minji cukup keras. Sungguh ini diluar kendali. Tapi bukankah ia benar? Minji sudah sangat keterlaluan menghina yeoja yang tak bersalah.

“Jaga bicaramu Kim Minji!”

“Baekhyunie kau-,, kau menamparku? Hanya karena gadis sialan itu? maldo andwe! “

“Dengar! Aku menyesal karena pernah menyukai yeoja seertimu! Mulai sekarang aku tak akan peduli dengan apa yang kau lakukan. Jangan pernah mendekatiku lagi!”

Minji syok dan langsung memeluk  Baekhyun saat namja itu hendak pergi.  Baekhyun tentu  langsung melepaskannya dengan kasar.

“Baek! maafkan aku! Jebalyeo. Kita perbaiki semuanya. Aku janji tak akan mengganggunya.”

“ jangan pernah lagi menyentuhku Minji-ssi. Dan jangan berharap padaku. Jebal!”

Baekhyun berjalan meninggalkan  Minji sendiri disana, yeoja itu berteriak frustasi . Mimpinya untuk dapat kembali berhubungan dengan Baekhyun sudah tak bisa terwujud. Ia sangat terobsesi Baekhyun menjadi miliknya.

“arggg sial!”

.

.

“aku akan memberi pelajaran pada para yeoja itu” tutur Kai setelah membawa Kyungra ke ruang kesehatan.

“aku baik baik saja Kai”

“maaf karena tak menepati janji . Aku tak ada disampingmu ”

“gwemchana….. hei Kai mengapa jadi murung begitu eum?” tanya Kyungra membuat Kai kembali tersenyum . Lee Kyungra sungguh berbeda, gadis satu ini selalu berusaha baik-baik saja bahkan disaat hatinya tersakiti.

Kai selalu memikirkan cara untuk melihat senyum itu tetap bertahan. Apapun itu Kai akan membuat hidup Kyungra berjalan seperti apa keinginan gadis itu.

**

Kyungra berada di studio musik setelah jam kuliahnya habis, begitu juga dengan Kai dan lainnya. Yeoja itu duduk diam di pojok sofa sembari menahan perih luka goresan pada lengannya.  Sudah menjadi kebiasaanya berada di studio itu untuk membantu para anggota band .

Seperti biasa, Kyungra diperintah oleh salah satu temannya untuk membeli coffe latte. Tapi Kai melarangnya untuk pergi dan menyuruh gadis itu untuk tetap diam.

‘cklek’

Kyungra menoleh saat pintu dibuka, mungkin itu Kai. Kyungra sedikit heran karena namja itu sangat cepat kembali.

Senyumnya seketika luntur saat melihat siapa yang ada disana dan diganti dengan tatapan datar, tentu sembari memalingkan pandangannya.

Tanpa diduganya ,  saat itu sosok Baekhyun lah yang muncul dari balik pintu. Baekhyun juga hanya diam , namja itu rasanya ingin menanyakan kondisi Kyungra tapi jika mengingat sikap Kyungra padanya malam itu membuatnya enggan.

Pada akhirnya kaki Baekhyun  melangkah menuju salah satu ruang , tak ada yang akan dilakukannya didalam sana. Baekhyun hanya duduk menyenderkan tubuhnya  sembari memikirkan Kyungra.

Chanyeol, Sehun dan lainya tiba tiba keluar dari ruang musik dengan menenteng tas masing masing , mereka berjalan menuju pintu membuat Kyungra mengerutkan dahinya karena heran.

Tidak seperti biasanya para namja itu sudah pulang. Gadis itu merogoh ponselnya saat dirasa bergetar.Ada sebuah pesan disana , itu dari Kai yang mengatakan jika namja itu ada sedikit urusan dan harus segera pulang.

Kyungra menghela nafasnya, ia mengemasi barangnya untuk segera keluar dari tempat itu. Tapi baru selangkah tiba tiba lampu padam,  hal itu sontak membuat Kyungra berteriak kaget.  Yeoja itu terduduk kembali  disofa dan ketakutan, sejak kecil ia memiliki fobia diruangan yang gelap .

Mendengar suara teriakan Kyungra membuat Baekhyun dengan cepat keluar untuk menghampiri.

“Kyungra-ya. Gwemchana?”

Kyungra mendengar suara seseorang. Tepat saat itu juga ia melihat sebuah cahaya mendekatinya. Saat semakin mendekat ia merasa seseorang berdiri di hadapannya.

“a-aku takut”

“tenanglah. Aku disini bersamamu”

“B-baek-hyun-ah?”

“ne. naya.. ”

Baekhyun memberanikan diri untuk memeluk tubuh bergetar Kyungra .Ia hanya tak mau gadis itu semakin tersiksa karena ketakutan di ruangan gelap ini.

Setidaknya perasaan Kyungra lega karena ada yang bersamanya meski itu Baekhyun,  orang yang dihindarinya.

“na-fasku sesak . A-ku su..lit bernaf-fas” lirih Kyungra dengan nada lemah. Bisa saja ia pingsan jika tak cepat dibawa keluar.

Baekhyun semakin menerangkan ponselnya, ia tau fobia semacam itu.

“kajja. Kita keluar dari sini. Pegang tanganku”

Kyungra tak menjawab dan hanya menurut , ia tak ada tenaga untuk menolak bantuan Baekhyun.

Mereka berjalan menuju pintu, tepat saat hendak memutar knop pintu lampu kembali menyala. Kedua insan itu saling tatap masih dengan tangan saling menggenggam. Baekhyun khawatir saat melihat wajah pucat Kyungra, bahkan keringat bercucuran dari pelipis gadis itu.

“gwemchana? “

“….”

“Kyung?“

Kyungra masih diam, gadis itu menetralkan dirinya yang masih mengumpulkan oksigen. Gadis itu merutuki fobianya yang kambuh disaat seperti ini, bahkan saat sedang bersama Byun Baekhyun.

“aku mau pulang”

Kyungra tak menghiraukan pertanyaan Baekhyun, tangannya hendak meraih knop pintu tapi Baekhyun mencegahnya.

“Berhenti! Berhenti pura-pura Lee Kyungra” ucap Baekhyun tiba-tiba. Kyungra merasa hatinya tertohok , dan tak sanggup menatap namja disampingnya.

“apa yang kau bicarakan Baekhyun-ssi?”

“berhenti seolah kau tak peduli padaku” ucap Baekhyun lagi, bahkan kini dengan nada dingin. Kyungra mengepalkan kedua tangannya menahan hatinya agar tak goyah.

“Sudahlah minggir saja! Kai sedang menungguku.Jebal! Kami ada janji berdua untuk-”

“HENTIKAN ! Kumohon berhenti Kyungra-ya!”

Kyungra tertegun , Baekhyun baru saja membentaknya. Namja itu semakin menodorngnya hingga membentur tembok dingin. Mata onyx Baekhyun tak pernah lepas dari manik Kyungra.

“apa maksudmu berpura pura?”

Kyungra mencoba untuk tak mengerti apa yang Baekhyun maksud.

Baekhyun tak sanggup membuka suaranya untuk langsung menjelaskan, ia akan menenangkan hatinya sejenak. Ia tak tau ini akan berhasil atau tidak. Tapi dalam hatinya selalu berdoa agar Kyungra memaafkannya dan bisa memandang sebagai pria yang dicintai seperti sebelumnya.

“kau masih mencintaiku Lee Kyungra!”

“……”

.

.

Tbc

Jeng jeenggg…… hallo readersdeul^^. Apa kabarnya?

Masih betah kan ngikutin cerita author Byun yang GaJe ini?

Duhhh kok ceritanya aneh ya? Perasaanku terlalu cepat alurnya. Tadinya pengen ada moment banyak antara BaekRa  tapi author Byun malah keburu-buru menuju konflik.

Gimana dengan Kai ini? Kai harus gimana?

Jawabannya ada di next chapter…

So, tunggu minggu depan ne^^.

Baekhyun balik lagi sama Kyungra? Atau Kai berhasil dapetin Kyungra?.

Author masih bingung^^.

Semoga nanti chapter end bias memuaskan reader..

Ok see you next chapter ^^.

Paii paiii ….

10 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 8)

  1. Emang pantes lu di tampar. . malahan itu blom cukup! Lo yang jalang x huhu
    Sadar dong lo hanya mantan bukan kekasih baek??
    Duh mereka bertemu slalu yah, jangan nyerah baek

  2. Aku kira baekhyun bakal pergi itu dia bakal mati, kecelakaan pas pulang dari aprt kyungra gitu haha, tapi syukurlah itu gak terjadi
    Aku kasian sama Kai yang cintanya cuma bertepuk sebelah tangan, menghawatirkan…
    Eciee baek yang cemburu, sampe ngeremes remes botol minum haha,,
    Ehh enak ya minji ditampar baek, pasti rasanya manis haha.. Rasain tuh, makanya jangan suka ngebuli orang wkwk
    Eh chanhun pergi dari studio, Kai mendadak ada urusan, apa itu cuma skenario supaya baek Dan kyungra bisa baikan? Kalo kayak gitu salut lah sama Kai

  3. Rasain lo minji gangguin kyungra sih 😏
    Baekhyun beneran kena karma. Sekarang berasa banget kalo dia beneran nyesal dan mau balikan sama kyungra. Kalo gitu sih nggak apa-apa deh mereka balikan lagi 😁😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s