[EXOFFI Facebook] That’s Day.. – Vignette

14199182_1058773700906680_5116554117919017657_n

That’s Day.. (Sehun Vers.)

Author : WhiteBLove

Cast : Oh Sehun . Oh Casya . Oh Jae Mi.

Genre : Hurt. Family.

Summary : Tanggal dimana kehidupan dimulai. Dan tangal dimana kehidupan berakhir.

Ket : This story pure from my Imagination!

https://whiteblove.wordpress.com/

 

 

“OUR LITTLE LOVE!”

 

Jendela besar yang berada dihadapan seorang gadis kecil dengan rambut sebahunya ini tengah berembun. Hujanlah yang membuat suasana pagi ini begitu kelabu. Awan abu tak mau pergi meski hanya sesaat padahal hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh sang gadis kecil.

Seharusnya ia sudah berada di sebuah ruang yang penuh dengan bangku berderet serta tas berwarna baby blue nya menggantung disisi kursinya, oh.. Jangan lupakan dengan teman-teman barunya yang harus ia kenali satu persatu. Serta seorang wanita yang akan ia panggil ‘guru’.

Jika bukan karna hujan yang turun sejak tadi malam, setidaknya gadis kecil ini sudah memiliki teman dekat meskipun hanya satu.

Neneknya yang super perhatiaan pada gadis kecil ini tidak mengizinkan cucu permpuannya tuk pergi ke sekolah meskipun ini adalah hari pertama untuk masuk sekolah baru.

 

Seorang pria jangkung tengah tersenyum dari kejauhan memandangi tubuh kecil putri semata wayangnya yang baru menginjak umur ke-5 sejak dua bulan lalu.

Perlahan pria ini berjalan menghampiri gadis kecilnya seraya membawa selimut kecil yang siap ia berikan agar sigadis tidak kedinginan.

“Wah.. Sepertinya disini ada yang kedinginan”ucapnya seraya menutupi tubuh kecil sang gadis dengan selimut.

“Casya tidak kedinginan, Ayah”tegas sang gadis kecil dengan suaranya yang terdengar manja.

“Sungguh? Lalu kenapa sedari tadi Grandma memakai baju yang tebal? Apa Casya tidak merasa kedinginan?”

“Tidak!”tegas sang gadis kecil

Pria ini hanya tersenyum seraya menyetarakan tingginya dengan putrinya. Tangan kekar pria ini sedikit memperbaiki posisi selimbut berwarna Baby Blue dipahu Casya.

“Pasti diluar sangat dingin”ucap Sehun

Casya hanya terdiam meskipun ia tau bahwa sang ayah tengah mencoba berbincang dengannya.

Sehun juga ikut terdiam. Ia asik memandangi wajah putrinya dari samping seraya terus tersenyum.

“Ayah.. Kenapa pagi ini awan sangat gelap? Kemana perginya matahari?”tanya Casya yang kini menatap langit melalui jendela besar dihadapannya.

“Entahlah.. Sepertinya matahari sedang sakit gigi, hampir sama seperti Casya yang jika sakit gigi tak mau keluar dari kamar”jelas Sehun

“Karna rasanya sangat sakit”Casya membeladiri

“Mungkin itu pula yang dirasakan oleh matahari”

“Jadi matahari tidak akan datang jika dia masih sakit gigi?”

“Mmm.. Entahlah!”

“Tapikan Casya harus sekolah agar bisa belajar dan punya banyak teman.. Bukankah begitu, ayah?”

Sehun mengangguk seraya memasang wajah seriusnya yang biasa ia tunjukan saat rapat direksi.

“Nanti jika Casya tidak sekolah.. Casya tidak akan pintar”jelas Casya seraya

“Mungkin nanti ayah akan menyuruh guru Casya untuk datang kerumah.. Casya bisa belajar dirumah bukan?”

“Tapi nanti Casya tidak punya banyak teman”terang sigadis kecil dengan wajah murungnya.

Sehun sedikit terdiam. Sudah sedari kecil Casya tak punya banyak teman karna selalu terkurung didalam rumah besar ini.

“Ahh.. Benar juga.. Baiklah, dimana tas kecilmu? Casya harus sekolah agar punya banyak teman”

“Tapi bagaimana dengan Grandma?”

“Kita pergi berdua saja, jangan biarkan paman Kim tau.. Agar Grandma juga tidak tau”

Sebuah senyum terukir dibibir kecil Casya saat mendengar ide gila sang ayah.

Sehun berdiri mencari keberadaan tas kecil milik putrinya yang ternyata tergeletak diatas tempat tidur.

Meskipun Sehun membiarkan Casya pergi sekolah, ia-Sehun tak mengizinkan putrinya terkena angin hujan yang dapat membuat Casya kedinginan. Casya terbalut oleh jaket tebal yang membuatnya terlihat seperti orang eskimo dengan kupluk berbulunya.

“Apa hangat?”tanya Sehun

“Ayah.. Diluar sedang hujan, bukan sedang badai salju”

Sehun tertawa kecil seraya memandang tubuh Casya yang terlihat lebih berisi karna jaket tebalnya.

“Ayah tau.. Hanya saja ayah tidak mau putri ayah kedinginan.. Baiklah ayo kita berangkat”

Sehun berdiri dan langsung menggapai tangan mungil milik Casya. Tapi Casya terdiam tak merespon meski ia tau ayahnya tengah mengajaknya untuk segera pergi. Sehun menyadari ada sesuatu yang ia lupakan disaat moment penting seperti ini.

Sehun kembali keposisinya yang semula, menyetarakan tingginya dengan Casya.

Tangan kecil Casya yang masih berada dalam genggamannya ia arahkan ke dada bidangnya yang terbalut mantel tebal berwarna hijau army.

Sehun mulai tersenyum seraya terus menatap mata indah Casya.

“Omma.. Hari ini adalah hari pertama Casya sekolah.. Casya berjanji pada Omma, Casya akan menjadi gadis kecil yang pintar, baik dan memiliki banyak teman.. Omma jangan khawatir, Casya tidak akan cengeng di sekolah nanti..-”

Casya tak berani melanjutkan ucapannya saat mata Sehun mulai memerah meskipun senyum ayahnya masih terukir manis.

Casya terdiam sesaat dan segera melapaskan tangannya dari dada bidang sang ayah.

Pelukan hangat dari putri kecilnya berhasil menghangatkan hati Sehun saat pikirannya teringat pada wanita yang kini telah berada disurga.

Siapa sangka. Degup jantung Sehun adalah degup jantung Oh Jae Mi juga, yang tak lain adalah mendiang istrinya.

 

5 Tahun lalu Jae Mi pergi karna ulahnya. Ya, Sehun terus menyalahkan dirinya karna penyakit sialan yang pernah ia idap dulu.

Organ tubuh yang menjadi dalang hidupnya sakit. Ia tak dapat menahan diri untuk tak menunjukan rasa sakit didadanya saat rapat direksi yang ia pimpin tengah berjalan. Sejanak rapat harus terhenti karna dirinya harus dilarikan kerumah sakit.

Mendengar berita penyakit suaminya kembali kambu membuat Jae Mi kehilangan akal. Ia pergi dengan mobil sedan hitamnya disaat keadaannya yang tengah mengandung delapan bulan buah cintanya dengan Sehun.

Berniat bertemu dengan suaminya, Jae Mi malah bertemu dengan ajalnya.

Mobil yang Jae Mi kendarai berhasil dihantam mobil yang tengah oleng dari arah berlawanan.

 

Hari itu. 12 April. Jae Mi meninggal dunia.

Hari itu. Hari ulang tahunnya. Ulang tahun Sehun.

Hari itu. Buah hati mereka terlahir karna harus diselamatkan.

Hari itu. Sehun harus segera menjalani oprasi transflantasi jantung.

Hari itu. Sehun harus merelakan Jae Mi pergi kesurga.

Hari itu. Jantungnya kembali berdetak. Bukan. Bukan jantung Sehun. Melainkan jantung Jae Mi yang hidup didalam tubuh Sehun.

 

Ternyata Jae Mi tetap hidup. Hanya saja sekarang ia tinggal ditempat baru. Didalam tubuh pria yang ia cintai.

 

Pikiran Sehun selalu melayang kesana saat tubuh kecil Casya berhasil menghangatkan hatinya yang terus mengingat tanggal sialan itu.

Tanggal kehidupan dimulai bagi putri kecilnya. Dan tanggal kehidupan berakhir bagi pasangan hidupnya.

 

Casya melepaskan pelukannya dan langsung menatap mata sang ayah. Kini mata Sehun

kembali putih. Tak merah seperti tadi.

“Ayah.. Ayo kita berangkat! Jangan sampai paman Kim tau kita pergi ke sekolah!”ucap Casya setelah memastikan bahwa ayahnya baik-baik saja.

Sehun terkekeh mendengar cara bicara putrinya yang menurutnya imut. Sejenak ia berdiri. Tersenyum lalu menggandeng kembali tangan gadis kecilnya.

“Ayo! Kita jangan berisik agar paman Kim tak dengar!”ucap Sehun yang lalu membawa gadis kecilnya pergi dari ruangan bernuansa baby blue ini.

 

~*~

 

“Ayah! Casya sudah punya teman baru! Namanya Libra. Kami punya tas yang sama. Rambutnya juga pendek seperti rambutku. Dia baik, ayah!”

 

FIN~

 

3 thoughts on “[EXOFFI Facebook] That’s Day.. – Vignette

  1. Kakk ini bneran sedih bangtt 😢😢
    Apa lgi pas bagian ini “Omma.. Hari ini adalah hari pertama Casya sekolah.. Casya berjanji pada Omma, Casya akan menjadi gadis kecil yang pintar, baik dan memiliki banyak teman.. Omma jangan khawatir, Casya tidak akan cengeng di sekolah nanti..-” dan juga Hari Itu 6x (?)..
    Euhh sedih deh pokoknya kak 😢

    Ditunggu cerita yang lainnya kakk

  2. 😥😥 :’D sedih ihhh.. sedih bagiaan Hari itu… hari itu… hari itu.. ya bagiaan ittu iihhh😥 dapet banget feelnyaaaa..😥

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s