[EXOFFI FREELANCE] Miracles in December (Chapter 8)

njj (1)

Title            : Miracles In December (Chapter 8)

Author       : Kim Hazzel

Length        : Chapter

Genre         : Romance, Friendship, Brothership, Sad.

Rating        : Teen

Main Cast :

Oh Sehun

Xi Luhan

Lee Stella (OC)

Choi Ah Ri (OC)

 

Additional Cast :

Member EXO

David Lee

 

Summary   :

 

Apa yang sebenarnya kau sembunyikan dariku?

 

Desclaimer : Hello readers semua. Ini ff buatan author sendiri. Hasil karya author 100%. FF ini juga author publish di facebook exo fanfiction Indonesia.

 

^^Hello guys. Ini lanjutin ff author yang sebelumnya. Semoga bisa sesuai selera readers semuanya. Typo bertebaran. Don’t bash. Don’t be silent readers. Tinggalkan jejak setelah membaca. Terima Kasih^^

 

 

SELAMAT MEMBACA ^^

***

 

 

 

[Chapter8]

Stella memainkan gelas ditangannya. Ia terbangun lebih awal karena mimpi itu lagi. “Kenapa kau berdiri saja disitu? duduklah.” sapa David Lee, kakaknya yang sudah bersiap untuk ke kantor.

“Oppa.. bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” katanya sambil mengoleskan selai pada rotinya. “Apakah ini tentang masa lalumu?” tambahnya.

Stella hanya mengangguk lalu mengambil sebuah roti dan mengoleskan selai nanas dirotinya. David yang melihat hal itu hanya tersenyum.

“Aku merasa ada yang hilang oppa. Dan itu sangat penting. Tapi, entah bagaimana pun caranya agar aku mengingatnya. Tapi…” katanya lalu menghembuskan napas frustasi.

“Kau tahu stella..” David meneguk sisa coffenya sebentar, “Kau sangat membenci selai nanas.”

“Apa?”

Laki-laki itu hanya mengangguk. “Kau sangat membenci selai nanas. Tapi, lihatlah. Sekarang kau bahkan menyukainya.”

Stella masih tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya. Lalu ia melihat kakaknya itu berjalan menuju laci bawah televisi dan mengambil sebuah album foto disana. Laki-laki itu tersenyum melihat salah satu foto yang dilihatnya lalu mengeluarkan foto itu.

“Ini lah anak yang membuatmu sangat menyukai selai nanas..” kata David sambil menyerahkan sebuah foto lama pada adiknya. Sebuah foto berlatar belakang kebun bunga dengan 2 orang anak kecil disana.

“Bukankah ini aku?” tunjuk Stella pada gadis kecil dengan rambut panjang terurainya itu. “Lalu, siapa anak laki-laki ini?” tambahnya.

“Bukankah sudah kubilang. Dia anak yang membuatmu menyukai selai nanas.” kata Kakaknya sambil memakai jasnya, “Kau akan mengingat semuanya jika kau mengetahui siapa anak laki-laki itu Stella. Aku pergi dulu.” tambah David sambil mengacak rambut adik kesayangannya.

Sepeninggal kakaknya, Stella masih memandangi foto itu. Ia merasa ia pernah bertemu dengan anak di foto itu. Tapi dimana? Ah.. Ia sangat membenci dirinya sendiri ketika tak bisa mengingat apapun seperti ini.

Akhirnya ia meletakkan foto itu lalu melanjutkan sarapannya. Namun, tiba-tiba ia berhenti dan kembali menatap foto itu. Kini senyuman telah menghiasi bibirnya. “Oh Sehun..” katanya pada foto itu lalu tersenyum, “Aku tahu kita memiliki hubungan yang sangat terikat. Aku akan mengingat semua.” tambahnya lalu segera bersiap menuju Rumah Sakit sambil membawa foto itu.

 

***

Sehun membuka matanya secara perlahan. Kepalanya benar-benar pusing. Ia mengerang sedikit lalu bangkit untuk mencuci mukanya. Hari ini ia dan member lain sudah kembali ke dorm mereka.

“Oh.. kau sudah bangun?” sapa Baekhyun yang hanya dijawab anggukan oleh Sehun.

“Apa kau sakit? kenapa kau pucat sekali?” Xiumin menghampirinya lalu memegang kening adiknya itu. “Oh Sehun, badanmu panas sekali. Kita ke Rumah Sakit sekarang.”

“Tidak usah hyung. Aku hanya perlu istirahat saja,” katanya meyakinkah para member.

“Benarkah?” tanya Chen.

Sehun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia pun menuju kamar mandi diikuti dengan tatapan semua member yang sekarang berada di dorm.

“Sehun-a…” teriak D.O mengagetkan semua member ketika melihat Sehun terjatuh di depan pintu kamar mandi.

“Kai-a.. cepat siapkan mobil. Kita ke Rumah Sakit sekarang dan Baekhyun, kau hubungi David Lee katakan padanya kita tak bisa latihan hari ini.” perintah Xiumin pada yang lainnya. Ia menggantikan Suho yang saat ini sedang berada di China bersama dengan Lay.

Sesampainya di Rumah Sakit. Sehun langsung ditangani oleh dokter magang. Luhan yang melihat adiknya berada di ranjang dorong itu segera menghampirinya.

“Cepat bawa ke UGD.” katanya lalu mendorong ranjang dorong itu. “Kita angkat pelan-pelan. 1..2..3..” tambahnya lalu memindahkan Sehun ke ranjang perawatan.

Ia pun segera melakukan tugasnya untuk memeriksa Sehun. Semua member menunggu dengan wajah cemas. “Dia hanya kelelahan dan juga dia terlalu banyak fikiran sehingga menyebabkannya stress.” kata Luhan pada member lainnya.

“Apakah dia baik-baik saja?” tanya Chen.

“Tentu saja. Sebenarnya apa yang sedang difikirkannya sampai-sampai kesehatannya menurun begini?”

“Ah.. itu karena…”

“Tidak ada hyung..” balas Kai cepat memotong ucapan Baekhyun, “Mungkin ia hanya kelelahan setelah konser.” tambahnya.

Luhan hanya mengangguk mengerti lalu hendak kembali ke ruangan Sehun. Namun, ia melihat Stella sedang memandang kearah Sehun yang masih tertidur. Ia melihat gadis itu melihat seakan khawatir..?

Ia pun mendekat secara perlahan. Begitu juga dengan member lainnya. “Apa yang harus kita lakukan sekarang? Kurasa Luhan hyung cemburu.” bisik Baekhyun pada Kai.

“Kita lihat saja hyung.” jawab Kai.

Luhan semakin memperhatikan Stella yang sekarang sedang.. memegang tangan Sehun? Sebenarnya apa yang terjadi disini? Apa yang ia lewatkan?

“Stella.”

“Eh.. Luhan-a..” jawab Stella kaget tanpa melepaskan pegangan tangannya.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Tidak ada,” jawabnya. Ia hendak melepas tangannya namun, tak bisa karena Sehun memegangnya dengan erat. Semua orang melihat hal itu, termasuk juga Luhan. Stella merasa seakan sengatan listrik mengalir ditangannya. Kenapa aku seperti ini? batinnya.

Luhan yang melihat Stella masih memegang tangan Sehun lantas berdehem pelan. “Apakah kita bisa bicara sebentar Stella?”

“Ah.. tentu saja.” jawabnya lalu berusaha melepaskan tangan Sehun. “Dia akan dipindahkan ke Ruangan VIP sebentar lagi.” tambahnya pada member EXO lalu pergi meninggalkan mereka.

“Kurasa mereka akan bersatu lagi..” kata Chen pada yang lainnya. “Kau lihatkan akan selalu ada benang tak kasat mata yang menjadi penghubung mereka.” tambahnya.

“Tapi itu akan membuat Luhan hyung terluka.” kata Baekhyun.

“Memang. Takdir benar-benar  kejam kan?” kata Xiumin yang hanya dijawab anggukan oleh yang lainnya.

 

***

Hari ini adalah hari keempat Sehun dirawat di Rumah Sakit. Dan juga tepat hari ke tujuh Stella dan Luhan dikenal sebagai pasangan kekasih. Namun, Stella setiap malam selalu mengunjungi Sehun secara diam-diam. Seperti kali ini, ia melihatnya dari luar pintu.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa tidak masuk saja?” tanya Ah Ri yang tiba-tiba saja muncul. Stella hanya menggeleng. “Kenapa? Kau takut Luhan akan marah?” tambahnya yang membuat Stella menyadari suara temannya itu sedikit dingin.

“Ya. Dia pasti akan marah.”

“Terserah kau sajalah.”

Stella hanya diam melihat kepergian temannya itu. Ia memang merasa aneh ketika temannya agak menjauhinya dan Luhan sejak ia memberitahunya bahwa ia dan Luhan tengah menjalin hubungan. Ia tersenyum memikirkannya. “You’re so stupid.” katanya pada diri sendiri lalu meninggalkan ruangan Sehun.

Luhan yang melihat Stella sedari tadi berdiri di ruangan Sehun hanya diam saja. Ia benar-benar merasa aneh. Ia memandang Sehun yang sedang tertidur di ruangannya. Kemudian ia mengingat kejadian saat ia menemani Sehun dimalam itu. Saat semua member sedang makan. Ia mendengar sehun mengigau memanggil nama Stella. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku.. Oh Sehun? Matamu seakan mengatakan kau sangat mencintainya. Dan aku tak tahu, apa yang harus kulakukan. batinnya.

 

***

Sehun membuka kedua matanya. Ah.. ia menghembuskan napasnya kasar. Ia sudah tak ingin berada di Rumah Sakit ini lagi. Ia tahu setiap malam Stella selalu melihatnya dari luar ruangannya. Dan hal itu membuatnya lemah.

Ia sangat ingin merengkuh gadis itu kedalam pelukannya. Tapi, apa yang ia lakukan sekarang? Ia hanya melihat belahan jiwanya bersama dengan pria lain.

Kau tahu Stella. Setiap kali aku melihatmu berdiri disana untuk melihatku. Ingin sekali aku merengkuhmu. Aku ingin kau melihatku lagi. Aku ingin kau menatapku seperti dulu kau menatapku.

Kau tahu seberapa besar usahaku untuk melupakanmu belakangan tahun ini? Beberapa pernyataan gila sering terfikirkan olehku. Apakah lebih baik kau tidak selamat dari kecelakaan itu sehingga aku tak melihatmu bersama orang lain? hahah bukankah aku sekarang gila?

Namun, sekarang aku tahu apa yang menyebabkanku sakit seperti ini. Bukan kau ataupun Luhan hyung. Tapi karena diriku sendiri. Aku terlalu ragu untuk merengkuhmu ke pelukanku. Aku terlalu ragu untuk mengembalikan kau ke sisiku. Setelah aku merasa yakin. Aku sadar aku telah terlambat.

Karena sekarang kau telah berada di sisi orang lain. Karena sekarang ada dia bersamamu. Dia akan membahagiakanmu. Sedangkan aku? Aku hanya orang yang cukup bahagia melihatmu tersenyum. Meskipun dari belakang. Aku sangat mencintaimu Lee Stella. Belahan jiwaku.

Ia menutup buku catatannya dengan kasar. Tanpa sadar air matanya meluncur begitu saja dari mata indahnya. Ia memeluk buku catatan itu dengan erat. Itu adalah buku yang dikado Stella di ulang tahunnya waktu mereka masih berada di Senior High School.

 

[Flashback On]

“Ini..” kata Stella sambil menyodorkan bungkusan kecil pada Sehun. Mereka saat ini sedang berada di atap sekolah mereka.

          “Apa ini?”

          “Hadiah ulang tahunmu. Bukalah,” katanya lalu duduk di samping Sehun.

Sehun membukanya dengan perlahan. Senyuman jelas terpancar diwajahnya. “Apa ini? Hya. kenapa kau memberiku sebuah diary?”

Stella hanya tersenyum lalu memandang kearah Sehun, “Itu bukan diary biasa.” Sehun hanya memandang kekasihnya itu dengan kening berkerut, “Jika kau menulis semua keinginanmu disini. Keinginannmu akan tercapai.”

          “Hahah… ada-ada saja kau ini.”

          “Aku serius. Jadi, kau tulislah yang baik-baik. Ah dan juga aku ingin kau menumpahkan semua keluh kesahmu disana. Disaat kau sedih ataupun senang.”

Sehun hanya menatap Stella yang sedang memejamkan mata sambil menatap langit. “Untuk apa? aku akan menumpahkan semua itu padamu.”

          “Aku tak akan ada disampingmu selamanya Sehun.” kata gadis itu yang membuat Sehun langsung menatap gadis itu dengan tajam dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Stella.

          “Apa maksudmu? Kau akan memutuskanku?”

          “Hahaha tentu saja tidak.” katanya sambil memegang tangan Sehun, “Kau tahu aku sangat mencintaimu. Aku akan pergi ke Amerika setelah lulus. Aku ingin kuliah kedokteran. Itu adalah cita-citaku. Kau tahu itu kan?” Sehun hanya mengangguk.

          “Maka dari itu selama aku berada jauh darimu aku ingin kau menumpahkan seluruh isi hatimu di buku ini. Kau paham?” lagi-lagi Sehun hanya mengangguk. “Anak pintar,” tambah gadis itu lalu tidur dipangkuan Sehun.

          “Apa yang kau lakukan? Kita sudah harus masuk kelas.”

          “Biarlah seperti ini. Aku ingin berlama-lama bersamamu disini.” katanya sambil memejamkan mata. Sehun hanya tersenyum lalu mengelus rambut kekasihnya itu.

[Flashback Off]

Sehun kembali memeluk buku itu dengan erat. Kenangan lamanya kembali terkuak. Tak disangkanya itu adalah ulang tahunnya yang terakhir dengan Stella. Hal itu lantas membuatnya berfikir, apakah Stella bisa merasakan kalau mereka akan segera berpisah? Dan tiba-tiba saja kepalanya menjadi pusing. Dan.. semuanya gelap.

 

***

TBC. Hayo.. menurut kalian, apa yang akan dilakukan Luhan? Dan apa yang terjadi dengan Sehun selanjutnya? Peasaran? hehe. Tunggu saja Chapter selanjutnya heheh.. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Terima Kasih ^^

 

***

^Behind The Scene^

Sehun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia pun menuju kamar mandi diikuti dengan tatapan semua member yang sekarang berada di dorm.

“Sehun-a…” teriak D.O mengagetkan semua member ketika melihat Sehun terjatuh di depan pintu kamar mandi. Lalu meledaklah tawa D.O

“Hahahahah….”

“Hyung.. kenapa kau tertawa? Aku sudah melakukan adegan ini sebanyak 4kali.” gerutu Sehun kesal sambil berdiri.

“Lagipula, kenapa jatuhmu lucu sekali?” sadar akan ucapan D.O semua member dan kru tertawa sedangkan Sehun hannya menggaruk kepalanya tak gatal.

 

***

“Aku tak akan ada disampingmu selamanya Sehun.” kata gadis itu yang membuat Sehun langsung menatap gadis itu dengan tajam dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Stella.

“Apa maksudmu? Kau akan memutuskanku?”

“Hahahah… ” Lee Yoo Bi semakin tertawa melihat ekspresi lucu dari lawan mainnya itu.

“Noona.. kau harus melakukan dialogmu,”kata Sehun sambil tersenyum.

“Mianhae.. Aku tiba-tiba saja,lupa ketika melihat wajahmu.”

“Baiklah, kita mulai dari awal lagi Kamera… Roll.. Action.”

 

***

^Interview With Main Cast^

 

Oh Sehun :: Annyeonghaseyyo..*bow* Disini,aku berperan sebagai diriku sendiri. hahahah… Aku senang karena bisa menjadi main cast dalam ff debut author Kim Hazzel. Dan aku juga senang bisa bekerja sama dengan Luhan hyung. (Apakah kau juga menyukai bekerja sama denganku?) Tentu saja tidak. Kau sangat cerewet sekali.*bicara dengan Lee Yoo Bi* *mendekatkan kepala ke kamera* kalian tahu? Yoo Bi noona sangat cerewet dan kejam. Kurasa sangat cocok dengan perannya disini.Wkwkwk…

Lee Yoo Bi as Lee Stella :: Apakah aku harus bicara sekarang? Bisakah Luhan dulu? tidak…? Baiklah,aku akan bicara singkat. Jangan lupa terus menunggu kelanjutan ff ini. Sudah bolehkah aku pergi? Kalian tanya kenapa aku buru-buru? Tentu saja,karena Oh Sehun. aku harus menghajarnya karena telah membicarakanku yang tidak-tidak. *Beranjak dari duduknya dan berlari mengejar Oh Sehun*

Xi Luhan :: Aku juga akan bicara singkat. Disini aku berperan sebagai orang yang…jahat? Benarkan?*bertanya pada orang disampingnya*

Park Shin Hye as Choi Ah Ri :: Mungkin saja. Penulis kita kan sangat tidak terbaca.

Xi Luhan :: Ah..Kau benar juga. Lalu kau berperan seperti apa?

Park Shin Hye :: Tentu saja, aku menjad orang baik. tepatnya, sahabat yang baik. Aku rela melepaskanmu demi sahabatku.

Xi Luhan :: kau rela melepasku? Kau mencintaiku?

Park Shin Hye :: Tentu saja.

Xi Luhan :: Yah..tentu saja. aku kan sangat tampan.

Park Shin Hye :: Kau bercanda? Aku mencintaimu di ff ini. kalau asli, kau bukan tipeku.

Xi Luhan :: Kenapa? aku kan sangat tampan.

Park Shin Hye :: Teruslah bermimpi. *Berdiri dari duduk meningglkan Luhan*

Xi Luhan :: Ah.. gadis itu. Hya..Tunggu aku..*mengejar Shin Hye*

 

***

 

 

 

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Miracles in December (Chapter 8)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s