[EXOFFI FREELANCE] Let Me Know (Chapter 4)

Screenshot_2016-08-04-23-08-26-1

Judul : Let Me Know

Author : pujichoi

Length : Chapter

Genre : Sad, family

Rating : 16+

Cast : Shin Hyera

Oh Sehun

Xi Luhan

And Other

Author note : jika ada tulisan miring itu adalah flashback dan makasih yang selalu setia membaca fanficku yang abal-abal ini.. aku butuh komentar kalian buat penyemangatku =].

Hyera membiarkan rambut panjangnya terbawa oleh angin musim panas, kali ini ia benar-benar ingin sendiri dan ia membolos mata kuliahnya lagi entah sudah yang keberapa kali ia membolos dalam semester ini bahkan ia tidak takut jika nilai turun atau posisinya di ambil oleh Kyungsoo “Hyera?” Hyera melihat kebelakang dan terkejut saat melihat Sehun berjalan kearahnya selama 3 tahun ini ia tidak pernah bertemu dengan Sehun bahkan kini jarak mereka terbilang jarak paling dekat bahkan rambut hitam Sehun ikut terbawa angin “ada yang ingin aku bicarakan padamu” Sehun berjalan mendekati Hyera “jika itu tentang kejadian 3 tahun yang lalu sebaiknya kau pergi karna aku tidak ingin membahasnya” ucap Hyera dengan nada sinisnya dan  Hyera pergi meninggalkan Sehun yang hanya diam di tempatnya.

 

Di malam natal salju turun cukup lebat dan Hyera masih setia menunggu kehadiran Sehun walaupun ini sudah 1 jam semenjak waktu perjanjian mereka, dengan sweater hitam dan syal merah Hyera menunggu di Hangang Park. Hyera mengosok-gosokan tangannya karena dingin dan sudah beberapa kali menelepon Sehun namun ponsel Sehun tidak aktif membuatnya berdecak kesal lalu lima menit kemudian ponselnya berbunyi dan dengan semangat ia mengangkat teleponnya berharap itu dari Sehun “Sehun kau dimana?” Tanya Hyera langsung “Hyera ini aku Baekhyun kau ada dimana?” Hyera melihat layar ponselnya dan nama Baekhyun tertera di sana “Hangang Park, aku kedinginan apa kau tau dimana Sehun?” Tanya Hyera “aku pikir kau bersamanya bukannya kalian ada janji?” Hyera mematikan ponselnya dan Baekhyun mengumpat di sebrang sana. Hyera akhirnya berjalan memilih pulang dari pada menunggu Sehun dan ia berjanji aku menghabisi Sehun besok namun langkahnya terhenti saat ia melihat dua sosok yang ia kenal tengah berjalan membelakangi mereka “Sehun,Sunmi” dan ketiganya saling menatap dan terkejut terutama Sehun yang lupa akan janjinya bersama dengan Hyera.

 

Hyera dari tadi belum menjalankan mobilnya ia hanya diam di dalam bahkan tidak menyadari jika kedua temannya Jieun dan Yehyun menatapnya dari jauh “ada apa dengannya?” Tanya Jieun dan Yehyun mengangkat bahunya “ia membolos kelas prof. Song lagi” ucap Yehyun keduanya masih memperhatikan mobil Hyera “tapi dia begitu semenjak tadi malam” sambung Jieun dan Yehyun menatap sahabatnya itu penasaran dan pada akhirnya mereka berdua berjalan menghampiri mobil Hyera namun belum sampai di mobil Hyera mobilnya sudah melaju sangat kencang “wah dia pembalap yang hebat” Yehyun mengacungkan jempolnya sedangkan Jieun menatap Yehyun dengan kesal “pantas saja Kyungsoo tidak mau padamu” omel Jieun ia kesal pada Yehyun karna Yehyun tidak pernah mengerti “ yayaya kenapa kau membawa bawa nama Kyungsoo” teriak Yehyun ia mengejar Jieun yang sudah berjalan lebih dulu.

 

Luhan menatap Kim Ahra dari atas sampai bawah kalau bukan karna ayahnya ia tidak mungkin mau berteme dengan Ahra yang selalu mengejarnya tiga tahun ini “oppa kau mau makan apa?” Tanya Ahra “aku mau pergi dari sini” jawab Luhan dan itu membuat Ahra menjadi sedih dan Luhan benci itu “makan apa saja, tapi aku alergi terhadap siput dan tidak suka bawang” ucap Luhan membuat Ahra tersenyum lalu Ahra memanggil pelayan restoran dan memesan makanannya dan lima menit kemudian ponsel Luhan berbunyi “aku mendapat panggilan dari rumah sakit, jadi kau bias makan sendirikan?” Tanya Luhan lalu ia permisi pamit pada Ahra dan anakn mengajak Ahra makan siang lain waktu. Luhan berdiri agak jauh dari restoran tadi kebetulan ia tidak membawa mobil lalu sebuah mobil sport berwarna merah berhenti di depannya, Luhan tersenyum lalu masuk ke dalam mobil “kau menolongku lagi” ucap Luhan sedangkan Yixing sahabat Luhan tertawa melihat tingkah Luhan yang berbohong pada Ahra untuk kesekian kalinya “aku merasa kasihan pada Ahra Lu, kau cukup keterlauan” ucap Yixing dan Luhan tampa tidak perduli bahkan ia mengambil snack milik Yixing di jok belakang membuat Yixing memprotes kesal.

 

Hyera berhenti di depan akademi musik menunggu Hyejin pulang dan ia baru membaca pesan jika Hyejin memiliki kelas tambahan  karna minggu  ini ia akan mengisi konser musik, Hyera terkejut saat kaca mobilnya di ketuk oleh seseorang dan orang itu adalah Jongdae “menunggu Hyejin? Mau ke caffe bersama?” ajak Jongdae dan Hyera langsung turun dari mobilnya dan pergi bersama dengan Jongdae kecaffe yang tak jauh dari sana.

 

Luhan melambaikan tangannya pada Yixing dan mengucapkan trima kasih karena mau mengantar Luhan “apa perlu aku jemput?” Tanya Yixing dan Luhan menggeleng “aku bisa pulang sendiri” ucap Luhan lalu Yixing pergi,Luhan menghela nafas lalu masuk kesebuah gedung yang cukup menjulang tinggi ia menelusuri setiap lemari kaca yang penuh dengan temapt-tempat keramik kecil dan foto-foto, Luhan berhenti di sebuah lemari kaca besar berwarna emas dan ia berjongkok dan tersenyum ketika melihat nama yang ia cari. Luhan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah lalu meletakannya di samping tempat abu dengan tulisan Kim Inha di samping itu terdapat foto seorang perempuan yang tersenyum cantik ke arah kamera “maaf aku telat menemuimu, urusanku sangat banyak” Luhan tersenyum lalu ia duduk sambil bersender dan menutup matanya dan 30 menit kemudian Luhan menaruh sebuah memo di memo lainnya di lemari ini lalu pergi setelah mengucapkan trimakasih.

 

Luhan turun dari dalam taksi dan berdiri di luar rumah sakit jiwa Seoul ia sempat menghela nafas antara masuk atau tidak dan akhirnya ia memberanikan diri masuk ke rumah sakit  jiwa, Luhan berjalan sambil melihat beberapa ruangan dan berhenti di sebuah ruangan ia melihat seorang wanita paru baya duduk menghadap jendela dengan langkah mantap Luhan masuk dan membungkukan badannya pada wanita paru baya tersebut, wanita paru baya itu menatap Luhan bingung “bagaimana kabarmu bi?” Tanya Luhan ia duduk di sofa dekat wanita yang ia panggil bibi tersebut dan detik berikutnya wanita itu berteriak dan memukul Luhan dengan tangannya “untuk apa kau kesini? Kau membunuh anakku, anakku yang cantik dan pintar” wanita it uterus memukul Luhan sedangkan Luhan membiarkan tubuhnya di pukul “seharusnya ia tidak berkenalan denganmu, kau membawa sial” wanita itu kembali memukul Luhan dan beberapa suster akhirnya datang mencoba menenangkan wanita itu “anakku Inha” wanita itu memanggil manggil nama putrinya membuat tatapan Luhan menjadi sendu “Luhan? Kau ada di sini? Inha sedang pergi membeli makanan kesukaanmu ayo kita makan bersama” Luhan menahan air matanya dan tersenyum “aku akan menemui Inha dulu kau tunggu disini” ucap wanita  itu dan Luhan tersenyum lalu mengangguk dan terus menerus meminta maaf.

 

“kenapa kau percaya dengan kata-katanya?” Luhan berteriak di dalam mobil ia tidak peduli dengan gadis yang ada di sampingnya “aku tidak percaya dengan kata-katanya hanya saja aku melihat semuanya Lu, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri” gadis itu ikut berteriak “dengar Inha aku hanya membantunya” Luhan menurunkan volume suaranya “tidak Luhan, Sena menyukaimu dari dulu””dan aku tidak menyukainya Inha, bisakah kita tidak membicarakannya sekarang” Luhan berkata sedangkan Inha memalingkan wajahnya “setidaknya kau jujur Luhan dan semua akan membaik kau dan aku” Inha berkata dengan mata yang mulai berkaca-kaca “sudah kubilang bahwa aku-“belum sempat Luhan menyelesaikan perkataannya Inha berteriak dari samping kanan mobil mereka sebuah mobil kontener siap menabrak sisi kanan mobil Luhan dan Luhan terlalu lambat untuk membanting strinya, Luhan sebelum kehilangan kesadaraannya mengenggam tangan Inha yang sudah berlumuran darah “Inha,maaf” dan Luhan kehilangan kesadarannya.

 

Luhan bangun dari tidurnya dengan keringat dingin, ia mengatur nafasnya lagi mimpi itu kembali lagi, mimpi yang benar-benar ingin ia lupakan semasa hidupnya, Luhan berjalan keluar kamarnya dan mengambil air putih dari dalam lemari pendingin ia melihat Sehun juga turun dari kamarnya ia melihat wajah Sehun yang sama panik sepertinya “ada apa denganmu?” Tanya Luhan ia menyembunyikan fakta bahwa ia juga mengalami hal yang sama, Sehun menggeleng setelah meminum air putih ia kembali naik ke kamarnya dan Luhan mengikuti Sehun”bermimpi buruk?” Tanya Luhan dan Sehun hanya menatap kakak tirinya itu lalu berjalan keblakon kamarnya “hyung” Sehun memanggil Luhan dan Luhan tidak menjawab ia hanya melihat ke arah langit malam “jika kau mencintai satu perempuan dan perempuan itu membencimu apa yang akan kau lakukan?” Luhan tidak menjawab dan Sehun tidak memperdulikan itu mungkin Luhan juga memiliki pikirannya sendiri.

 

Bagaimana menurut kalian? Apa cerita membosankan? Plis aku butuh komentar kalian untuk menjadi penyemangatku. Dan maaf aku baru update setelah satu minggu nggak update karna kerjaan kantor yang begitu banyak.. I hope you will enjoy. Kekekeke =]

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s