[EXOFFI FREELANCE] Forbidden Love (Re–Mixed Ver) [Teaser]

forbiddenL

JiYeol Park Present

Forbidden Love (Re Mixed Ver)

[ Teaser ]

Staring

Sehun Of EXO-K as Oh Sehun

Luhan Of EXO-M as Xi Luhan

Kai Of EXO-K as Kim Jongin

Jin Hye Of OC as Oh Jin Hye

Ji Ae Of OC as Kim Ji Ae

Other.

Genre

Dark-Romence, Angst, AU, Psychology, Friendship.

Lenght

Chaptered

Rating

PG-17

disclaimer

This story is pure mine. Dont read if you dont like this story. dont bash, try to be a good reader. Thanks!.

 

 

…The word called Love isnt important If you dont belive that…

 

 

**

Jin hye ingin menangis namun ia masih mampu menahannya, dia mencoba menumpukan tubuhnya yang terasa sangat lemas saat ini pada apapun. Lututnya sudah terlalu lemah untuk sekedar menahan agar tubuhnya tetap seimbang. Dari kejauhan suara jiae terdengar memanggilnya. Jin hye tidak mau lebih tepatnya tidak bisa membuka mulutnya yang terasa kelu untuk sesaat itu, jiae terdengar semakin mendekat kearahnya. Baru saja jin hye ingin membalikkan tubuhnya sebuah suara seperti kaca yang pecah terdengar tepat dibelakangnya, jin hye menebak cangkir minum yang dibawa oleh jiae lah yang jatuh karna gadis itu tidak percaya melihat apa yang terdapat didalam kamar yang mereka amati saat ini. Sama seperti jin hye awalnya, namun semua yang mereka lihat saat ini pasti bukan mimpi, tentu saja karna mereka tidak sedang tertidur sama sekali.

 

Ia masih diam saat jiae mulai berjalan melewatinya, masuk kedalam kamar yang pintunya sudah dibuka lebar oleh jin hye. Bisa dilihatnya jiae menyingkap kasar selimut yang membalut dua tubuh diatas sebuah kasur berukuran king size itu, sedangkan jin hye masih berdiri mematung ditempatnya dan memilih untuk tidak berbuat apapun.

 

“Gadis sialan! Apa yang telah kau lakukan dengan kakakku?!” teriak jiae murka pada gadis yang hanya mengenakan sebuah lingerie didepannya, sedangkan seorang lain diatas ranjang itu hanya bisa menatap terkejut kearah jin hye yang masih setia berdiri didepan pintu kamarnya.

 

Telinga dan mata jin hye tidak sakit untuk bisa mendengar dan melihat jiae yang menampar gadis berpakaian minim didepannya, gadis yang baru saja ditampar itu terlihat marah. Dan dia membalas apa yang diperbuat jiae pada dirinya dengan menampar gadis itu balik berkali kali, mereka berkelahi. Hingga jin hye mulai menemukan dirinya lagi dan cukup kuat untuk bisa menahan tubuh jiae yang mulai tak terkendali memukuli tubuh gadis kurang ajar itu.

 

“Jiae sudahlah.” Ucap jin hye cukup keras, kamar itu seketika hening. Sedangkan gadis tadi memakai kembali pakaiannya yang berserakan dikaki ranjang dengan cepat dan meninggalkan ruangan itu. kini mereka hanya bertiga dikamar itu.

 

“Jin hye, aku bisa jelaskan semuanya.” Pria yang masih terduduk diranjang itu berusaha meyakinkan jin hye yang kini hampir menitikkan airmatanya.

 

“Luhan sudahlah, tidak ada yang perlu kau jelaskan.” Ji ae dengan kondisinya yang masih acak acakkan karna habis bertengkar itu membawa jin hye keluar dari kamar luhan.

 

Sedangkan luhan, disegera memakai pakaiannya kembali dengan gerakan cepat. Kemudian segera berlari keluar dari kamar itu untuk mencegah jin hye pergi walaupun kepalanya masih terlampau pusing saat ini, dia bahkan tidak ingat sama sekali apa yang terjadi padanya tadi malam. Semua niatannya pupus saat sampai didepan pintu masuk dan melihat mobil jin hye sudah meninggalkan pekarangan rumahnya.

 

“Kau sudah tidak memiliki harapan lagi, lu.” Ucap ji ae sambil menepuk bahu luhan pelan, dan masuk begitu saja kedalam rumah tanpa mengucapkan hal lainnya.

 

 

**

 

Suara memekakkan telinga diclub malam itu tidak membuat jin hye terganggu sama sekali, dia sudah mencoba menenangkan dirinya dengan berbagai cara namun tidak berhasil. Dan tempat ini adalah pilihan terakhir, andai saja jin hye tidak takut mati mungkin sudah dari beberapa hari yang lalu ia membunuh dirinya sendiri. Aroma rokok dan alkohol menyembul diudara yang pengap itu dan jin hye tidak peduli, itu lebih baik daripada ia berdiam diri dirumah dan itu malah semakin membuat dirinya tersiksa. Setiap bagian rumah itu selalu mengingatkannya pada luhan.

 

“Kau sendirian?” jin hye yang merasa dipanggil langsung menolehkan atensinya pada seorang pria yang menghirap sebatang rokok yang hampir tertinggal setengah disebelah kirinya.

 

Untuk sesaat jin hye cukup terpesona dengan kesempurnaan sosok pria berkemeja hitam itu, dia memiliki sedikit mimik yang mirip dengan luhan. Dan pria itu hanya menatap lurus kedepan, kearah kerumanan orang mabuk yang menari nari didepan mereka. Jin hye meminum kembali beer miliknya hingga habis, merasa tak percaya dengan sosok yang baru dilihatnya itu. dan sedikit berharap semua ini bukanlah mimpi ataupun halusinasi akibat alkohol yang ia minum sedari tadi.

 

Pria itu mematikan rokoknya yang hampir habis diasbak yang ada diatas meja bar, jin hye masih terpaku ditempatnya dan tak berani bergerak. Jin hye baru menyadari bahwa pria itu terlihat lebih sempurna jika dipandang dari depan secara langsung.

 

“Mau menari denganku?” jin hye agak ragu saat menyambut uluran tangan dari pria itu, bahkan sedikit bergetar saat kulit mereka saling bersentuhan seperti ini. Jin hye masih tidak percaya dia tengah berada dibumi sekarang, kulit pria itu bahkan lebih lembut dari yang bisa ia bayangkan.

 

Pria itu membawanya berbaur ditengah kerumanan orang yang menari nari tak terkendali, jin hye refleks mengalungkan kedua lengannya ditengkuk pria itu saat dia menarik pinggang mendekat secara tiba tiba. Wangi parfum maskulin dari tubuh pria itu menguar saat tubuh mereka semakin berdempet, dan pria itu mulai mendekatkan mulutnya ketelinga kanan jin hye dan bersiap membisikkan sesuatu disana.

 

“Ngomong ngomong, namaku Oh Sehun. Senang bisa bertemu lagi denganmu.” Bisik pria itu pelan.

 

“Aku tidak ingat pernah mengenalmu.” Balas jin hye.

 

“Tentu saja, itu sudah lama sekali.”

 

 

**

 

 

Jiae membalikkan tubuhnya memunggungi sosok lain yang berbaring disampingnya, memilih untuk tidak meladeni tatapan tajam pria itu yang sejak tadi terus bersarang padanya. Dia ingin segera beranjak dari tempat itu namun kedua lengan pria itu mengunci tubuhnya, dia menangis dalam diam.

 

“Berhenti menangis, aku tidak suka melihatmu bersedih saat bersamaku.” Bisik pria itu tepat ditelinganya.

 

“Kau brengsek.” Umpat jiae pelan, pria itu segera membalik tubuhnya. Kemudian menumpukan tubuhnya diatas tubuh ji ae yang sudah terlalu lelah, kulit mereka saling bersentuhan lagi dan itu membuat ji ae muak.

 

“Kau tidak memiliki pilihan lain, diam dan nikmati saja semua ini atau kau mau nyawa jongin kekasihmu itu kuhabisi.” Bisik pria itu sadis.

 

 

**

 

 

Jongin mencekal lengan jiae dengan kuat hingga lengan kanan gadis itu memiliki bekas merah yang kentara dikulit putih susunya, diamnya ji ae hanya membuat jongin semakin marah. Suara debuman keras langsung terdengar diruangan itu ketika jongin meninju dinding tepat disamping kepala jiae, dan gadis itu hanya bisa diam menundukkan kepalanya dalam. Mungkin meleset sedikit saja, kepalan tangan jongin itu akan meretakkan rahang jiae.

 

“Jawab aku! Kemana saja kau kemarin?! Jawab aku jalang!” tak terima dengan kata kata jongin barusan jiae langsung mendongakkan kepalanya.

 

PLAK!

 

Satu tamparan berhasil dilampiaskan jongin pada pipi kiri jiae, gadis itu masih diam dengan airmata yang mulai menumpuk dipelupuknya. Jongin kemudian memelukknya dengan erat, airmata pria itu yang membasahi bahu jiae berhasil membuatnya terkejut. Jongin menangis?

 

“Maaf aku menamparmu, sungguh. Aku hanya ingin tahu apa kesalahanku kali ini.” Ucap jongin serak.

 

“Kau tidak mengerti.” Jiae segera mendorong dada jongin hingga pelukan pria itu terlepas, kemudian meninggalkan pria itu tanpa sepatah katapun.

 

 

**

 

 

“Kau tahu yang kau lakukan dulu itu buruk, ditambah dia mengetahui bahwa kau juga adalah adiknya yang menjadi penyebab kecelakaan fatal yang terjadi pada… ibu kandungnya.”

 

“Apakah kau pernah memikirkan perasaan orang lain yang kau sakiti dulu, jin?”

 

“Kau baik atau sebenarnya kau hanya bersikap seolah menjadi orang yang baik dengan mengatakan semua ini padaku?”

 

“Tergantung apa yang aku dapat setelah aku memberitahumu semua hal ini.”

 

 

**

 

 

“Kau yang berusaha membunuhnya!”

 

“Kenapa kau berpikir aku sejahat itu?”

 

“Tentu saja, kau bahkan memperkosa adikmu sendiri. Untuk membunuh orang yang tidak berarti sepertinya sudah bukan masalah lagi bagimu.”

 

“Kau benar, aku memang sejahat itu tapi jin hye memang pantas mendapatkannya dan kau bahkan menyetujui hal itu bersama jongin. Dan untuk membunuh sahabatku sendiri, kau pikir aku bisa?!”

 

“Persetan dengan persahabatan! Ia koma dan semua bukti mengarah padamu.”

 

 

**

 

 

“Kau yang melakukan percobaan pembunuhan ini?!”

 

“Dia yang memaksaku melakukan semua ini, aku akan melakukan apapun untuk bisa menyelamatkan orang yang kucintai.”

 

“Dia sahabatku….”

 

“Kau tidak membutuhkan sahabat seperti itu, karna dia kau bahkan hampir menjerumuskan orang yang kucintai pada kematian.”

 

“Kau gila!”

 

 

**

 

 

“Semua ini rencanamu?”

 

“Tentu saja, aku harus membalaskan semua sakit hatiku.”

 

“Kupikir kau orang yang baik.”

 

“Well, kau tahu, wajah bisa menipu.”

 

 

==TBC==

 

Lama nunggu ya? ngehehe I’m sorry, I trying guys. Mikirin fanfic ini tuh rada rada, kalo mood lagi bagus mungkin sehari udah selesai satu chapter tapi kalo mood ilang dua minggu baru selesai satu chapter. Lagian JiYeol agak susah bayangin Sehun jadi jahat, pengennya dia jadi dokter baik hati tapi psiko nghehehe. Udah deh see you next time aja:*

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Forbidden Love (Re–Mixed Ver) [Teaser]

  1. ini masih teaser kan ya kak? ditunggu bngt lah lanjutannya. Apalagi ini sehun jadi dokter tapi dianya psycho xD jgn lama² ya authornim. hwaiting^^

  2. Hemmm,,rada ga ngeh percakapan d part tengah dan akhir,seperti prolog,,karna ga tau siapa dengan siapa mereka berbicara.. tp next lg,,moga mpe tamat,dan moga dapat ide lbh cetar dr chaptet ini,,Hwathink!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s