[EXOFFI FREELANCE] Prevert Sehun #4

Pervert Sehun #4.jpg

Title :

[Drabble] Pervert Sehun #4

Author :

Kusumaningpark99

Leght :

Drabble Series

Genre :

Romance, Comedy, Absurd, Marriage Life etc

Rating :

PG 17

Cast :

  • Oh Sehun (EXO)
  • Kwon Yoora (OC)

Disclaimer :

Kembali lagi dengan Drabble buatan asli anak negeri. karya saya yang murni hasil pemikiran saya sendiri tanpa ada unsur plagiat.

Series sebelumnya :

Pervert Sehun #1

Pervert Sehun #2

Pervert Sehun #3

Sumarry :

“yak! Itu suara apa?”

“itu suara kencingku.”

“aish, kau sungguh menyebalkan.”

“Yoo aku melihatmu mengintip.”

“kapan?”

“baru saja.”

“jangan bicara omong kosong, cepat, atau aku akan meninggalkanmu.”

ceklek…’

“yak, Yoo kenapa kau meninggalkanku?”

“dasar makhluk cabul, resletingmu belum kau naikkan.”

Don’t Be A Plagiator~~

Don’t Be A silent Readers~~

Happy Reading~~

–Pervert Sehun #4–

-Author Pov-

Semua berawal dari Oh Sehun yang dengan lancangnya memberikan serangan maut pada Yoora. Sebenarnya ini menjadi membingungkan antara menyalahkan Sehun sendiri atau Yoora yang memang keterlaluan. Apalah daya? Author sendiripun sudah tidak kuasa saat mendengar jeritan memekakkan keluar dari mulut Sehun. Apalah mau dikata jika setelah kejadian mengerikan yang merupakan salah satu kejadian mengerikan yang pernah dilalui sepasang pengantin baru itu. Bisa dikatakan jika ini semua hanya sebuah replika penghantar dari kehidupan baru yang akan mereka lalui.

Walaupun dipikir-pikir tidak ada kejadian manis yang terselip walaupun setitik yang bisa dijalankan. Kenangan menyakitkan sekaligus kenangan pahit, sepahit biji Mahoni. Dan dapat disimpulkan bahwa kehidupan yang baru akan dimulai itu penuh dengan jeritan menyakitkan dari mulut Oh Sehun. Siapa yang patut disalahkan disini? Sehun, Yoora atau author yang membuat cerita ini?.

Memang bukan hal yang tidak wajar jika kita menemukan kejadian-kejadian mengerikan pada bahtera rumah tangga. Tapi, sungguh patut disayangkan jika manusia bak malaikat seperti Sehun harus melaluinya. Iming-iming membuatkan cucu untuk kedua orang tuanya, yang berakhir mengenaskan saat ‘barang berharganya’ menjadi sasaran empuk dari  tendangan Yoora. Author menggeleng kasihan dan turut bersimpati, jikalau ‘barang berharga’ Sehun akan membekas luka. Entah luka fisik atau luka batin, yang jelas hidup ini akan dilaluinya dengan perasaan merana.

Malangnya nasib Sehun, tapi apa mau dikata? Ini semua juga ulahnya sendiri bukan?. Tak tanggung-tanggung setelahnya, tanpa rasa bersalah Yoora meninggalkan Sehun yang mengaduh kesakitan di depan pintu. Yang jelas, ia menahan emosinya yang sudah mencapi ujung tanduk yang keluar saat ia menerima perlakuan tak senonoh dari Sehun.

Bukannya Yoora bemaksud berniat jahat atau apa, hanya saja ia belum siap  jika harus melakukan ‘itu’ dengan Sehun, kalian mengertikan tentang ‘itu’ yang dimaksud?. Namun, sungguh mengejutkan saat baru dua langkah Yoora dirajut, lampu di ruang tamu mati dengan spontan. Ia hanya menggeram tertahan kala merasakan ujung bajunya ditarik lalu sebuah pelukan ia rasakan dibagian pinggangnya. Siapa lagi pelakunya jika bukan Sehun, seseosok laki-laki yang takut akan kegelapan. Bukannya suami yang seharusnya melindungi istrinya, lah ini malah sang suami yang meminta perlindungan dari istrinya.

Tangan Yoora mencoba melepaskan tangan Sehun yang masih dengan setia memeluknya erat dari belakang. Okelah, saat ini Yoora sudah mulai merasakan kerisihan. Namun, ia mengurungkannya saat pelukan pada pinggangnya semakin mengerat. Dan alhasil ia menuntun Sehun untuk melangkah ke kamar mereka, dan mungkin akan berakhir dengan Sehun yang akan setia memeluknya hingga listrik kembali hidup.

Tangan Yoora telah memegang gagang pintu kamarnya, ia berhasil melewati beberapa rintangan dengan menggunakan flash ponselnya. Dengan berbagai pikiran berkecamuk ia telah menyeret Sehun menuju kamar. Dan sekarang ia menuntun Sehun menuju ranjang, tidak bisa dipungkiri kini Sehun mendadak gemeteran.

“jangan tinggalkan aku!” pintanya dengan nada suara yang terdengar bergetar. Apakah Sehun menangis?.

“oke, tapi jangan sampai kau macam-macam padaku!” dengan sejuta kenangan menjengkelkan Yoora membaringkan tubuhnya di sebelah Sehun yang sudah berbaring. Ia bersedekap dada sembari menyenderkan punggungnya pada kepala ranjang, sedangkan Sehun sudah membenamkan tubuhnya pada selimut.

Yoora kembali mendesah menahan emosi, kala tangan Sehun kembali menarik pinggangnya. Uh, sungguh jika bukan karena pesan terakhir ibu Sehun sebelum ia berangkat, ia takkan mau melakukan ini. Dan sekelebat ide jahil melintas di otak Yoora.

“Hun, aku melihat bayangan hitam dibelakangmu.”

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

“hehe, hanya bercanda.”

“kau pikir ini lucu?”

“entahlah, kurasa begitu. Melihat wajahmu yang sok keren menjadi wajah ketakutan menurutku sangat menyenangkan.” Yoora tertawa setan membayangkan itu semua.

“Yoo, kenapa kau menurutiku saat aku memintamu untuk tidak meninggalkanku?”

“Oh, jadi kau ingin aku pergi? Ya sudah, selamat bersenang-senang dengan hantu cantik di belakangmu Oh Sehun. Mungkin ia mau melaksanakan malam pertama dengamu, aku-“

“yak! Yak! Aku benar-benar takut, aish jika saja lampunya tidak mati aku pasti akan memperkosamu.”

“benarkah? Lakukan saja jika kau bisa!”

“hehe, mian. Aku tidak akan melakukannya untuk sekarang, karena saatnya tidak tepat.”

“oh, iya. Kenapa kau takut kegelapan?”

“aku, punya phobia dari kecil.”

“begitukah?”

“hem…”

“apakah kau mulai peduli padaku?”

“apa maksudmu?”

“buktinya kau tahu kalau aku takut kegelapan.”

“ibumu yang mengatakannya padaku.”

“Oh…”

“Yoo….”

“…….”

“Yoo….”

“hem, wae?”

“aku-“

“apa?”

“aku kedinginan.”

“lalu?”

“hangatkan aku!”

“MWO??”

“tidak jadi.”

“kau pikir aku tidak mendengar apa yang kau katakan?”

“maaf, tapi aku punya satu pertanyaan untukmu.”

“apa?”

“kenapa kau menerima perjodohan itu?”

“memang ada pilihan aku harus menolaknya?”

“…..”

“entahlah.”

“bukannya kau sangat membenciku?”

“tuh kau tahu.”

“lalu?”

“apanya yang lalu?”

“apa kau masih membenciku hingga saat ini?”

“menurutmu?”

“aku juga tidak tahu, tapi menurutku iya.”

“…..”

“Yoo, apa kau mencintai Luhan?”

“kenapa kau bertanya seperti itu?”

“tidak tahu.”

“lepaskan pelukanmu! Aku mau ke kamar mandi.”

“ikut.”

“yak! Kau mau kutendang lagi?”

“tidak, tapi aku takut.”

“ish, baiklah kau boleh ikut. Tapi di luar oke?”

“apa? Itu sama saja.”

“lalu kau inginnya bagaimana?”

“ikut bersamamu masuk ke kamar mandi.”

“kau gila? Aku mau pipis, dan aku tidak sudi kau ikut ke dalam.”

“Yoo, jebal! Hem?”

arasseo, tapi kau tidak boleh mengintip, oke?”

“aku tidak akan mengintip, tapi melihat bolehkan?”

takkkk

auwww

“rasakan! Buang pikiran mesummu itu, atau aku akan meninggalkanmu sendiri disini!”

“ya, ya.”

chamkkaman!”

palli!”

“………….”

“ah, tidak jadi.”

wae?”

“nanti kau mengintipku.”

ani, tapi sekarang aku ingin pipis.”

“sana! Kutunggu disini.”

“tidak Yoo, aku takut. Kau harus ikut aku ke kamar mandi.”

“kau gila? Shireo.”

jebal, ini sudah diujung.”

“yak! Yak!” Yoora berteriak saat tiba-tiba tangannya ditarik paksa oleh Sehun. Dan yang lebih menyebalkannya, Sehun menariknya menuju ke dalam kamar mandi. Lebih tepatnya lagi, Yoora mendengar bunyi sesuatu yang memekakkan telinganya di malam yang sunyi dan gelap ini.

“yak! Itu suara apa?”

“itu suara kencingku.”

“aish, kau sungguh menyebalkan.”

“Yoo aku melihatmu mengintip.”

“kapan?”

“baru saja.”

“jangan bicara omong kosong, cepat, atau aku akan meninggalkanmu.”

ceklek…’

“yak, Yoo kenapa kau meninggalkanku?”

“dasar makhluk cabul, resletingmu belum kau naikkan.”

Kedua tangan Yoora menangkup menutupi seluruh wajahnya dari pemandangan yang berasal dari celana Sehun. Tangan Sehun segera tergerak untuk menaikkan resletingnya sesaat setelah ia mengecek dan melihat resleting celananya masih terbuka. Ia nyengir kemudian dan berjalan kearah Yoora yang masih setia menutup mukanya. Yoora belum sadar karena ia masih enggan untuk melirik sedikitpun kearah Sehun, memastikan jika Sehun sudah menaikkan resletingnya atau belum.

Sehun menyeringai, dalam keadaan gelap seperti inipun ia dapat melihat wajah bersemu Yoora yang berdiri kaku di sana. Salah satu tangannya naik, terulur untuk memegang pundak Yoora, setelah berada di samping  Yoora. Merasakan sentuhan pada pundaknya, Yoora yang kaget berjingkat dan…

‘BRUKKKK’

Romantis, bisa dikatakan begitu. Saat ini Sehun dan Yoora asik bertindihan di lantai dengan posisi Sehun di bawah tubuh Yoora. Beruntungnya, bagi Sehun dengan tak sengaja sebuah benda lembut menempel pada pipi kirinya dengan hangat. Perlahan namun pasti, ia menarik sudut bibirnya membentuk senyuman lebar. Bisa diterjemahkan, jika Sehun mendapat keuntungan besar dalam adegan ini. Karena…

“Yoo, aku merasakan sesuatu menyentuh dadaku.” Menyadari itu, dengan kilat Yoora melirik arah yang dimaksud Sehun. Matanya membulat dan dengan kekuatan penuh ia mencoba bangun dari tubuh Sehun. Malangnya, Sehun menahan pergerakan Yoora dengan sangat kuat karena ia tahu seberapa besar kekuatan Yoora.

Yoora meronta, di bawah kuasa Sehun yang kini membalik posisinya menjadi Sehun di atas dan Yoora di bawah. Mata mereka bertemu dalam kegelapan,  masing-masing dari mereka bisa melihat secercah sinar terpancar di kedua bola mata masing-masing. Mereka diam, begitupun Yoora yang semula memberontak dengan kekuatan supernya. Perlu diabadikan momen ini, dan perlu di catat dalam buku sejarah momen romantis yang pernah pengantin baru ini lalui.

Walaupun sebenarnya Sehun merasakan sakit pada punggungnya yang berhasil mendarat dengan lancar di lantai keras, namun tidak disangka ia akan mendapatkan keberuntungan yang bisa menyembuhkan nyeri punggungnya seketika. Detik demi detik mereka lalui masih dengan posisi tersebut, berkedip pun tidak.

Yoora tidak sadar, perlahan wajah Sehun mendekat kearahnya. Semakin mengikis jarak antara wajah mereka, meninggalkan sejuta kepolosan wajah Yoora yang tidak berkedip sedikitpun. Jarak yang tercipta benar-benar terkikis memberikan degupan jantung yang tak bisa dikatakan normal pada mereka.

Tangan Yoora berada disisi tubuhnya, sedangkan tangan Sehun mendarat di samping kepala Yoora. Benar, walaupun Yoora seringkali memberontak dan menghadang acara mesum yang selalu Sehun coba, tapi entah perasaan macam apa ini sehingga ia benar melupakan tentang itu semua.

Seperti sebuah nyanyian penghantar tidur, lumatan lembut Sehun pada bibir Yoora memberikan suara lirih di kesunyian malam. Yoora diam, tak menolak maupun menerima. Bahkan ia tak bereaksi apa-apa selain matanya yang mengerjap kosong kearah Sehun. Masih dengan adegan tersebut, Sehun semakin memperdalam ciumannya dengan menekan bibirnya ke bibir Yoora. Selalu ada dorongan yang menyertai niatan Sehun, tapi ia merasakan sesuatu yang berbeda kala bibirnya bersentuhan langsung dengan bibir Yoora.

Ia tahu, jika setelah ini semua ia pasti akan menerima konsekuensinya. Tapi apalah daya, jika nafsunya sebagai laki-laki selalu tergugah walaupun berhadapan dengan makhluk sejenis Yoora. Ia sangat mengakui, ia memiliki perasaan yang berbeda antara mantan-mantan kekasihnya yang sudah tidak bisa dihitung itu dengan Yoora. Gadis itu, telah sepenuhnya merebut fokusnya, menjadikannya laki-laki paling berpikiran mesum menurut Yoora. Ia juga tidak tahu kenapa ia selalu seperti itu jika disandingkan dengan Yoora.

Ataukah Yoora memiliki magnet antik yang bisa memikat makhluk sejenis Sehun. Tidak ada yang tahu, namun Yoora memiliki pesona tersendiri di mata Sehun yang sudah hapal dengan tabiat-tabiat para gadis. Membicarakan soal perasaan yang tak akan ada habisnya, Sehun mengakuinya jika ia memang sudah memiliki perasaan pada Yoora. Tapi, ia tidak tahu bagaiman perasaan Yoora terhadapnya. Yang ia tahu, Yoora memiliki dendam tersembunyi yang tertuju padanya.

Kadang pikiran dan hatinya bergumul membentuk sebuah spekulasi, tentang hal menarik dari seorang Kwon Yoora. Banyak yang menghindar jika harus disandingkan dengan Yoora, si gadis cuek, dingin, anti-sosial dan penyendiri. Ia mengenal Yoora, dan begitupun dengan Yoora, walaupun mereka selalu berakhir dengan keringanan tangan Yoora yang selalu menyakiti tubuh Sehun, dan Sehun-pun memang selalu menjahilinya.

Mereka teman satu kelas, namun juga tidak bisa dikatakan teman karena Sehun hanya mengganggu Yoora, dan Yoora sendiri yang selalu merasa terganggu karena kehadiran Sehun. Itu dulu waktu mereka masih menginjakkan kakinya di SMA, dan sekarang bisa dilihat hubungan mereka yang telah memasuki jenjang pernikahan paksa alias perjodohan menyebalkan menurut Yoora. Tidak tahu sisi menurut Sehun, yang bisa dilihat jelas bahwa laki-laki itu tidak keberatan dengan pernikahan mereka.

Kembali pada cerita awal, dimana kedua manusia itu masih asik dengan kegiatan ‘ciuman’. Bisa dibilang, ada angin apa yang menerpa sosok Yoora yang tiba-tiba menjadi gadis penurut, hanya untuk malam ini. Dan …..

‘ting…..’ listrik telah menyala, dan itulah hal yang menyadarkan Yoora dari kekosongan matanya entah kenapa. Ia mengerjap pelan, membiasakan matanya dengan sinar lampu yang telah menyala terang. Ia telah sepenuhnya sadar dari alam bawah sadarnya, dan mendorong Sehun dari atas tubuhnya.

Yoora menegakkan tubuhnya dan langkah kakinya terajut keluar dari kamar itu. Sehun, ia hanya bisa berekspresi, apa yang telah kulakuakan?. Kenapa bibir Yoora selalu menjadi candu tersendiri untuknya?. Ia bahkan tidak bisa mengontrol nafsunya untuk lebih dan lebih menyumbu bibir Yoora. Lagi dan lagi, bibir Yoora seperti magnet berlawanan yang selalu menarik bibir Sehun utnuk terus menempelkannya.

Kepalanya terangkat, menyadari jejak kepergian Yoora yang entah kemana. Ia memukul kepalanya pelan, ia selalu lepas kendali jika sudah berhadapan dengan sosok gadis bernama Kwon Yoora itu. Ia memegang bibirnya, masih terasa sentuhan bibir Yoora yang masih membekas dengan kuat. Rasa manis dan lembut bersamaan selalu ia rasakan saat bibirnya dengan lancang mencium bibir Yoora.

‘aku, semakin dan semakin terjatuh dalam pesonamu Kwon Yoora.’

-TBC-

Hai hai i’m back with Pervert Sehun #4. Bagaimana? Makin seru atau membosankan? Menurutku sih makin keisni makin membosankan, ya karena feel-nya semakin berkurang di setiap series. Oh iya, jika ada yang tanya kenapa series ke 4 ini banyak dialognya, itu karena moment-nya waktu gelap-gelapan jadi author nggak bisa lihat ekspresi Sehun sama Yoora#alasan#. Entalah, aku juga lagi nggak ada feel, hasilnya absurd bgt kan?. Ini udah aku usahain buat momen romantis antara Sehun dan Yoora, entah hasilnya bisa dikatakan romantis atau enggak yang jelas aku udah usaha sekuata tenaga. Udah sampai sini aja curhatan hatiku, maafkan diriku yang belum bisa menyenangkan hati readers tercinta. Please comen, thanks for reading.

-SEKIAN-

-SEE YOU LATER-

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Prevert Sehun #4

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s