[Vignette] Again | by L.Kyo

29-again.jpg

Title: Again | Author: L.Kyo♪ [ @ireneagatha ] | Artworker: Hra@PosterChannel | Cast: Shin Gaeun (OC/YOU), Park Chanyeol (EXO), Luhan (Actor-Singer) | Genre: Sad, Angst, Hurt | Rating: PG-15 | Lenght: Vignette | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

[ https://agathairene.wordpress.com/ ]

 

 

—oOo—

 

H A P P Y R E A D I N G

 

 

Satu ucapan saja, cukup sederat kalimat yang dapat menenangkan batin Gaeun. Jika saja ia bisa mengungkapkannya dengan mudah, tanpa terbayang-bayang oleh masa lalu yang kelam. Jika saja ia sanggup memutar waktu, jika saja ia dapat leluansa mengutarakan perasaan yang selama ini ia sembunyikan. Sederetan andaian yang benar-benar menumpuk diotak Gaeun.

 

Jika orang awam tahu akan kisahnya, bagi mereka mungkin ini seperti perasaan yang sama layaknya anak kecil yang sedang demam. Tapi ini tidak. Ini benar-benar membuat pikiran Gaeun terasa tak tenang selama satu tahun. Terbayang-bayang oleh masa lalu dan nama lelaki yang sempat mendarat dihatinya.

 

Perasaan indah menyukai seseorang bertahun-tahun seakan sudah roboh dalam satu hari saja. Shin Gaeun turut menyesal, rasanya ia ingin mati merasakan rasa sakit untuk kesekian kalinya. Kenapa masa lalu terus mengikuti? Mengotori tiap pikirannya dan menghancurkan semuanya.

 

Gadis itu tak henti memandang display picture seorang lelaki yang tersenyum manis didalam mobil hitamnya. Tangannya berulang kali ragu sekedar menekan tombol call. Atau sederhana saja, menekan tiap bait kata dalam LINE pun ia tak sanggup. Bukan karena ia pecundang.

 

Takut. Rasa takut yang teramat besar selalu menghantui dirinya. Kenangan lama yang ingin dia buang seakan kembali menganggu hidupnya. Kenapa dunia ini begitu sempit? Sungguh, ia ingin memulai semuanya kembali setelah ia menjalani beberapa terapi psikologis karena menderita stres yang membuatnya terpaksa memutuskan sekolah dan melaksanakan home scholling.

 

Ada alasan jelas kenapa ia melakukan terapi yang bisa dikatakan orang awam jika ia adalah mantan gangguan jiwa? Menyebut nama biang keladinya pun sudah menjadi hal terjijik dikehidupannya. Luhan, pria tampan itu yang sempat menjalani cinta selama tiga tahun.

 

Benar memang, lelaki itu membuatnya candu dan tak bisa menolak apapun keinginannya. Berselingkuh? Meniduri wanita lain? Mengambil uang tabungannya untuk berjudi? Berkencan dengan wanita lain? Merokok? Meminum alkohol? Atau yang lebih parah menari erotis didalam karaoke bersama wanita jalang didepan matanya.

 

Ini menyedihkan. Tapi itu sudah menjadi makanan kesehariannya. Lelaki brengsek itu seakan membuat Gaeun buta. Ia masih berumur 17 tahun kala itu. Masih sangat polos untuk mengerti hal yang boleh atau tidak. Polos sehingga ia mau memberikan barang tersucinya untuk Luhan, yang pada akhirnya ia dicampakkan dan berteriak lantang bahwa Shin Gaeun adalah wanita jalang.

 

It’s Bullshit! Seolah pintu hati Gaeun terbuka kala itu. Rasa pedih yang sangat dan rasa sakit yang tak mudah tertutup. Apa yang ia lakukan selama ini? Merusak dirinya hingga ia tak tahu nasib masa depannya? Ia bodoh atau memang ia sengaja melakukannya. Sejak kejadian itu, ia tak mau kesekolah. Makan pun ia hanya beberapa sendok. Ia sibuk menangis tiap malam. Rasa frustasi dan stres berat membuatnya kehilangan akal.

 

Ia harus bercerita dengan siapa. Siapa yang mau mendengarkan gadis kotor sepertinya? Orangtuanya? Heol, ia tidak ingin membuat orangtuanya ikut frustasi. Ia sudah cukup banyak bersalah dan menguras uang mereka untuk kesenangan satu pihak. Display pictures yang menjadi gambaran dan makanan kesehariannya bukan pemilik nama Luhan.

 

Park Chanyeol. Yah, nama pemilik display pictures itu adalah Park Chanyeol. Pria yang membuatnya tergila-gila dalam tiga tahun. Setelah ia memasuki perkuliahan, ada banyak perubahan dalam dirinya. Ia bahagia. Ia bahagia bisa hidup tanpa siksaan dan paksaan dari orang lain.

 

Bebas layaknya anak burung yang terbang untuk pertama kalinya. Sensasi ini begitu indah, ia bisa dengan leluansa tertawa terbahak tanpa tertutupi. Mungkin ia mempunyai masa lalu kelam, tapi berkat lingkungan yang membuatnya dapat berdiri dan tegak. Ada satu hal yang membuatnya betah dalam Kampus. Apa? Ia tak bosan mengikuti club vocal, absen sekalipun tak pernah.

 

Hatinya sedang berdegup kencang. Sangat kencang. Perasaan dimana lama tak pernah ia rasakan. Perasaan hangat dan menyenangkan seraya kupu-kupu menggelitik perutnya. Oh God! Ini memang seperti cinta monyet, menganggumi seseorang dalam diam, mengintipnya dibalik buku dan tembok, mendengarkan petikan gitarnya saat mengiringi kelompok vocalnya. Senyum dan mata itu, seakan menjadi candu.

 

Ya, lelaki itu sudah membuat Gaeun jatuh. Park Chanyeol, sunbae yang sudah membuatnya jatuh selama ini. Tampan, ramah dan sangat baik. Bisa saja ia sebut menjadi penguntit Chanyeol. Ia tahu apartementnya, makanan favoritnya, hobinya dan semacam hal mendasar itu. Satu-satunya lelaki yang membuat Gaeun jauh dari masa kelam.

 

Sapaan singkat dari Chanyeol sudah membuat Gaeun makan lebih dari porsinya. Semangat menggebu dan tujuan yang jelas. Menjadi penguntit pun ia sudah bahagia. Bagaimana dengan menjadi kekasihnya? Oh God! Mungkin itu hanya 1:30 didunia. Jika saja ia berani melangkahkan start lebih dulu, akankah sang sunbae akan menatapnya?

 

Gaeun memang banyak berspekulasi. Hanya saja ia tidak ingin jika perasaannya hanya bertepuk sebelah tangan. Disisi lain ia takut akan rasa sakit yang tidak ingin ia rasakan. Jika itu memang bisa, ia akan mencobanya. Gaeun sempat membuat IG untuk sekedar mengetahui apa yang Chanyeol lakukan. Memandang tiap galeri itu setiap hari seperti makanannya.

 

Dan satu hal yang membuat Gaeun menggeliang, sangat sederhana. Sederhana sekali hingga mungkin kucing peliharaan Gaeun akan meledeknya dibalik suara meongnya. Ketukan double hingga menampakkan lambang love dalam satu frame IG membuatnya tak bisa tidur sehari. Berawal dari itu, ketidaksengajaan ibu jarinya menekan salah satu foto Chanyeol mengubah segalanya.

 

Sejak itu, siapa sangka jika Chanyeol juga ikut memberikan love dalam fotonya. Cinta itu sederhana, hal terkecil namun membuat hati bergetar. Satu langkah awal membuatnya lebih percaya diri. Sapaan dan tatapan intens itu Chanyeol sudah menjadi santapan tiap hari. Hangatnya senyum Chanyeol membuat Gaeun gila karena pipinya tak henti tersenyum. Selama itu. Ya, selama tiga tahun Gaeun dan Chanyeol bertegur sapa dan mengobrol banyak.

 

“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan!” Suara berat Chanyeol menghentikan aktivitas Gaeun yang sedang mengetik tugas dalam laptopnya. Duduk berdampingan dalam satu meja, menikmati secangkir kopi hangat dimusim dingin. Sentuhan kulit yang saling bersentuhan tanpa genggaman erat. Itu indah.

 

“Ya? Apa yang sunbae akan bicarakan?” Gaeun menghentikan tarian tangannya, menatap Chanyeol yang seakan menusuk bola matanya. Suasana menjadi canggung. Tak ada gurauan konyol darinya, tak ada godaan dan ejekan dari Chanyeol yang biasa ia lontarkan. “Kali ini jujur padaku!” Mohon Chanyeol. Dan entah sejak kapan jantung Gaeun berdetak diatas normal.

 

Tatapan tajam dari Chanyeol membuat bertanya besar. Sunbae yang ia kenal terlihat berbeda. Apa ia melakukan kesalahan yang membuat Chanyeol marah. “I.. Iya sunbae? Apa aku melakukan kesalahan?” Gaeun gugup. Sungguh. Ia takut jika Chanyeol pergi meninggalkannya dengan sifat konyolnya yang bisa jadi ia tidak mengetahuinya. Namun orang yang dihadapannya menggeleng. “Apa kau lelah menunggu selama ini?” Chanyeol memajukan kursinya, seakan mendekatkan jarak lebih intim pada keduanya.

 

Embusan nafas hangat dari Chanyeol sukses mengenai kulit hidung Gaeun. “Me.. Menunggu? Apa yang aku tu.. tunggu?” Tak sadar jari Gaeun bergetar, merasakan sensasi dari jantungnya yang semakin tak terkendali. Chanyeol mengulurkan tangannya, meremat tangan Gaeun yang sudah mendingin lalu menariknya ke dada bidangnya, mengarahkannya pada detak jantungnya.

 

Mata hazel Gaeun membulat. What wrong? Sun.. sunbae”. Merasa khawatir, Gauen menarik tangannya namun rematan Chanyeol semakin kuat. “Aku menyukaimu, Shin Gaeun”. Lirih namun menohok jantung Gaeun seakan berhenti berdetak. Apakah ini rasa bahagia yang memuncak? Nyawanya seakan melayang detik itu juga. “Maaf membuat menunggu lama”.

 

Senyum Chanyeol semakin mengembang, seakan menatap geli wajah Gaeun yang semakin shock. Sun.. sun.. sunbae. Su.. suka? Padaku?” Gaeun semakin gagap. Ia tak bisa mengendalikan itu. Sungguh. Ia terkejut bukan main. Sejak kapan Chanyeol menampakkan ketertarikan padanya. Satu kecupan singkat mendarat bebas dibibir mungilnya. Satu kejutan yang membuatnya ingin pingsan. Lebih pingsan lagi saat Chanyeol mengatakan hal termaut dalam hidupnya. “Apakah ini cukup membuatku jadi milikmu Shin?”

 

Kenangan indah pun selalu ia ingat. Kenangan pada kala itu membuat Gaeun tak henti tersenyum. Perjuangan dalam cintanya selama tiga tahun, yang ia percayai sebagai cinta bertepuk sebelah tangan kini sudah menjadi nyata. Lelaki itu sudah menjadi milik seutuhnya. Antara percaya atau tidak, ini merupakan hadiah terindah baginya. Tapi bagaimana jika kebahagiaan bisa kapan terenggut hanya dalam beberapa detik saja?

 

“Kau mengenal Luhan?” Satu pertanyaan Chanyeol setelah itu membuat perubahan besar. Perubahan dimana Chanyeol tak lagi menyapa lebih dulu, kesan dingin yang menyeruak dan tatapan sinis yang tertuju pada Gaeun. Apa ia melakukan kesalahan lagi? “Chanyeol-ah, ada apa denganmu? Katakan padaku! Apa aku melakukan kesalahan?”

 

Pertanyaan itu selalu terlontarkan dari bibir Gaeun, namun yang dituju pun selalu mengelak. Apapun ia lakukan selalu salah dimata Chanyeol. Ia tahu bahwa Chanyeol seperti mencari kesalahan untuknya. Demi apa, ini bukan sifat Chanyeol seperti biasanya. Menangis karena cinta? Ia akhirmya menangis juga. Gaeun bingung apa yang harus ia lakukan untuk membujuk Chanyeol bicara saja.

 

Tentang Luhan yang sempat dilontarkan pada Chanyeol membuatnya was-was. Negative thinking nya pun sudah dijawab saat pesan LINE masuk diponselnya. Satu pesan yang ia tak kenal. ‘Apa kabar Shin? Aku merindukanmu!’ Dan kala itu, tangan Gaeun bergetar. Suara sesenggukan yang sudah ia sembunyikan akhirnya pecah. Luhan kembali masuk dalam hidupnya. Kenangan pahit itu tiba-tiba muncul bak role film yang berputar cepat diotaknya.

 

Pikiran jijik dan ingin mual saat mengenang masa lalu kelam bersama Luhan. Satu pikiran dalam otak Gaeun, Luhan adalah penghancur semua hidupnya. Trauma itu seakan sudah menjadi memori yang sangat jelas. “Kau berkencan dengan Chanyeol? Mudah sekali kau melupakanku Gaeun-ssi!” Satu pesan LINE dari Luhan membuat Gaeun melempar ponselnya.

 

“Gara-gara dia. Gara-gara Luhan, Chanyeol menjauhiku” Gaeun berteriak frustasi, melempar ponselnya seakan jijik saat layarnya menunjukkan wajah Luhan yang tertera jelas. Sungguh, ia ingin menganggap Luhan sudah lenyap didalam hidupnya. Ia sudah melupakannya, tapi pria brengsek itu datang dalam hidupnya. Menanyakan hubungannya dengan Chanyeol.

 

Dan tentu saja apa yang ia lakukan? Tentu saja untuk menghancurkan cinta Chanyeol padanya. “Ayo kita putus!” Satu ungkapan dimana menjadi pertemuan terakhir mereka. Gaeun hanya melihat punggung Chanyeol menjauh, tanpa ada pembelaan apapun didalam diri Gaeun. Ia terlalu berat untuk menjelaskan ini semua?

 

Apa bangganya menjelaskan sebuah aib? Tidak akan dia mengerti. Gaeun menutup matanya, merasakan tetesan air mata yang melewati pipinya. Semua hancur, tak bersisa. Cinta Chanyeol pada Gaeun sudah sirna. Ia tak akan kembali. Tak akan kembali. Dia sudah pergi, meninggalkan bekas luka teramat. Sebegitu menjijikkanya Chanyeol memandangnya?

 

Benar? Tak akan ada orang yang memaafkan hal terkeji dalam hidupnya. Siapa yang mau bersama wanita bekas seperti dirinya? Bahkan pria sebaik Chanyeol tak akan mau memandangnya. Apakah hanya orang-orang brengsek yang mau menerimanya? Entahlah, yang jelas ia tidak ingin mengingatnya. Lagi dan lagi, tak ingin terulang lagi. Ia pergi dan masa lalu kembali. Hal terkutuk yang ingin Gaeun kubur. Andai waktu itu bisa diputar. Masa lalu itu hanyalah sebuah kenangan abu, hilang dan tak akan kembali.

 

-FIN-

Hi~ L.Kyo back ><

btw L.Kyo mau curhat, akhir-akhir ini L.Kyo bikin FF kok angst mulu yak >< entah kenapaL.Kyo keinget mantan mulu yaampooon. Idihhh, ini ga banget sekaleeh yaa ampon. ini karena tragedi ketemu mantan kemarin dikantin pas makan malam. ihhhh, L.Kyo kincep yaampooonnn L.Kyo kudu otokeeh..  WKWKKWWKWK.. Maapkan! Lagi super galau mah emang beginiih -__________- pokoook gemesss pen nyubitt dia sampe bedaraaah :””””””””””””””v

2 thoughts on “[Vignette] Again | by L.Kyo

  1. yahhh gaeun nya kesian bgt😥
    ini ga ada sequelnya kah?
    kesian gaeun ga bahagia😥
    padahal jg sebenernya bukan murni salah dia😥

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s