Tie Up a Ribbon [FICLET]

ribbon

Tie Up a Ribbon, by. morschek96

AU, Hurt-Romance || PG-16

Im Yoona, Oh Sehun, and

Lu Han

The storyline and poster are belong to morschek96. Don’t be plagiator!

WARNING! Undescribeable Yaoi content .

Background Song : Ribbon (by. BEAST)

***

Terkadang apa yang paling kita inginkan,

terlupakan.

.

.

Malam semakin gelap menjelang senja yang kian mengilang, cahaya jingga keemasan menghiasi ujung cakrawala. Di sela dingin yang mulai menyelimuti, puluhan pasang kaki masih terlihat di sepanjang jalan. Sehun sedang berada di balcon. Memperhatikan jalanan dari gedung tempat MBC Music berlangsung.

Sejenak ia berpikir tentang kehidupan. Bagaimana ia harus berjuang mendapatkan segala ini, dan orang-orang yang menganggap mudah perjuangannya. Ia tersenyum miris.

“Sehun?”

Ia menoleh ke sumber suara, namun terdengar samar. Mungkin hanya seorang staff yang sedang bertugas.

“Maknae? Kau disana?”

Chanyeol muncul dengan membawa sebotol air di tangannya. “Kau tidak ingin pulang, apa yang kau lakukan disini?”

Entahlah

Ia menjawab dalam hati, namun hanya tersenyum menanggapi. Apa yang ia lakukan? Ia tak begitu yakin. Sesuatu dalam dirinya yang terikat, terasa tak sekencang dulu, dan ia tahu mengapa.

“ Tapi— manager hyung bilang kalau kita akan ke gedung SM dulu.”

“Aku akan menyusul sebentar lagi.” Ucap Sehun pelan.

Aku merindukannya.

.

.

***

Semua member duduk dalam ruang istirahat gedung SM di lantai dua. Manager mengatakan jika ada perlu sebentar dengan bendahara agensi. Comeback yang tentu melelahkan. Namun ini pilihan mereka.

Sehun duduk sendiri diatas sofa, ia memainkan game ExoRun dalam smartphonenya dengan tanpa minat. Pandangannya menatap ke luar jendela. Gelap. Daun-daun berjatuhan pelan. Jejak musim gugur masih tertinggal. Jalanan terlihat sedikit sepi. Dalam bayangannya, ia melihat dirinya berjalan dengan seseorang, tangan saling menggenggam.

“Sehunnie…” seseorang memanggilnya. “Ada apa huh? Langitnya runtuh?”

“Tidak lucu noona.” Sehun menatap kearah Yoona yang duduk di sofa sebelahnya.

“Lalu ada apa dengan nafas berat itu?”

Sehun tidak menjawab. Ia hanya melemparkan pandangan ke deretan kafe. Matanya tertuju pada satu tempat yang sangat ia kenal. Kafe kecil itu sudah tutup. Dari kaca bening terlihat kursi di sudut kafe. Ia melihat bayangan tawa ceria di sana.

“Apakah jadwalmu melelahkan?”

“Aku menyukainya noona.” Sehun mengunci layar ponselnya. Mata sesekali terus melihat keluar jendela.

“Baiklah, baiklah. Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan? Kau tidak terlihat terlalu baik.”

“Tidak. Aku hanya baru teringat sesuatu.”

“Mwoya igae?”

“Sesuatu yang mengikat hatiku.”

Yoona mengerjapkan matanya dua kali sebelum fokus menatap Sehun. Lelaki ini tak tampak baik-baik saja. “Ada apa dengan sesuatu yang mengikat hatimu itu?”

“Aku merindukannya, atau— bahkan kehilangannya.”

“Jika kau merindukannya, maka cobalah berhubungan dengannya. Atau jika kau kehilangannya, carilah hal itu kembali.”

Sehun tak menjawab. Sesuatu membentur keras hatinya saat mendengar kalimat itu.

Ia hanya ingin duduk di sudut kafe itu dengan Hyung yang sangat ia sayangi, Luhan. Mengobrol sambil minum bubble tea dan kemudian berjalan sambil memainkan tangan yang tergenggam menuju dorm. Itu yang ia inginkan.

Yoona tersenyum, dibalas dengan senyuman kecil khas Sehun.

Bubble Tea~

***

Rumah tapi ia tidak merasa pulang ke rumah. Beijing berubah dari empat tahun lalu dan entah mengapa ia merasa asing. Ia berdiri di balik jendela besar di kamar hotel. Mencoba menemukan apa saja yang sudah ia lewatkan. Terlalu banyak.

“Luhan kau tidak ikut kami?”

“Tidak. Kalian pergilah.”

Terdengar suara pintu tertutup, lalu ia menjatuhkan diri di tempat tidur.

Inikah keputusan terbaiknya? Meninggalkan Korea Selatan dan kembali ke rumah asalnya. Ia menjawab, ‘iya’.

Tapi, jauh di dasar hatinya, terkadang ia lelah dengan apa yang telah ia ambil. Dan ada saat dimana ia ingin menyerah dan menangis tapi ia tidak bisa. Ia tidak boleh menangis. Dan bodohnya, di saat ia yakin dan bertekad untuk lebih kuat, air mata merembes perlahan.

Luhan sadar hal kecil yang ia inginkan. Menangis tanpa harus sembunyi.

.

.

END or TBC?

Author Note :

Haii.. entah mengapa setelah lihat MV Beast yg baru, yakni Ribbon, aku jadi kepikiran buat bikin FF ini. Jujur aku sempet hamper nangis pas ngetiknya. Aku HunHan hard shipper .

Dan kutambahin Yoona disini sebagai perantara, biar Sehun mau mengungkapkan keluh kesahnya. Aku pilih Yoona karena menurutku dia orangnya wise, dan sosok kakak yang baik.

Jadi baper kan nih…😥

Leave your comment! Because I hate SIDER.

-morschek96

https://morschek96.wordpress.com

4 thoughts on “Tie Up a Ribbon [FICLET]

  1. Gua dapet feel nya😭😭😭😭😭😭

    . Jjang Jjang keren min👏👏👏

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s