Angel Beside Me (chapter 1) by.PutriNami

Title : Angel Beside Me // Author :PutriNami //Main cast : Oh Sehun (EXO), Jung Cheyeong (DIA/IOI), Kim Jongin a.k.a Kai (EXO), Chunha (OC)// Length: Chapter// Genre : Comedy, romantic, Fantasi (mungkin), AU//Rating :General// Poster By : Kimiham

angel beside me

 summary : bagi para penghuni langit, terlaranglah bagi mereka untuk menginjakkan kaki di bumi tanpa persetujuan kasiar langit. entah hukuman apa yang akan di dapatkan penduduk langit jika melanggar aturan langit. seluruh penduduk langit pun mematuhi aturan tersebut. namun lain halnya bidadari yang satu ini – Chunha. hanya karena mendengar suara seorang gadis yang meminta pertolongan – membuat Chunha nekat untuk turun ke bumi, hingga pada akhirnya membuat Chunha menjalani hidupnya menggunakan tubuh dari gadis yang nyatanya telah memilki seorang tunangan yang sangat dingin.

Warning Typo bertebaran

 

 

HAPPY READING GAESS ^^

 

Dahulu ada seorang gadis kecil berambut coklat bermata hasel tengah tersesat dalam hutan yang sangat gelap.gadis kecil itu di kejar oleh beberapa goblin jahat penghuni hutan. anak itu telah kehilangan ibunya. Ibunya telah di makan oleh goblin jahat yang mengejarnya. anak itu ketakutan dan terus berlari. Sampai akhirnya anak itu kelelahan dan bersembunyi di balik batu besar yang ada di dasar jurang. Anak itu menatap langit yang menampakkan bulan yang sangat indah serta bertabur bintang yang menambah kesan indah pada bulan itu. anak itu berdoa pada Tuhan. Anak itu berdoa agar bisa selamat dari goblin yang mengejarnya. Goblin yang mengejarnya semakin mendekat – Dan setelah doa anak itu terucap, tiba-tiba saja cahaya bulan yang sangat menyilaukan berkumpul hingga berbentuk sebuah jembatan menuju langit. Tanpa berpikir panjang, anak itu berlari melewati cahaya bulan menuju langit. Si goblin yang tak menyerah mengejar anak itu, berlari mengikuti anak itu. namun baru beberapa langkah goblin itu menginjakkan kakinya pada cahaya, cahaya bulan telah menghilang hingga membuatnya jatuh dalam jurang yang sangat dalam. Semenjak kejadian malam itu, gadis kecil itu tak pernah terlihat lagi di bumi.

 

 

~~

 

 

Para penduduk langit tengah di sibukkan oleh beberapa pekerjaan harian untuk menentukan takdir-takdir manusia yang ada di bumi. Para tetua sedang mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan langit dan bumi serta memantau keadaan bumi di bawa sana.

 

Selain para tetua, di langit juga terdapat banyak bidadari dan dewa yang sangat cantik dan tampan. Para dewa muda itu tengah di sibukkan untuk ujian persiapan menjadi pekerja langit sedangkan para bidadari di tugaskan untuk membantu urusan istana. Namun berbeda dengan bidadari yang satu ini. bidadari ini hanya duduk termenung  memandangi air mancur yang ada di tengah taman  istana langit. Sejak tadi wajah cantik bidadari itu sangat kusut, bibirnya ia monyongkan. Entah sudah berapa lama bidadari itu hanya berdiam dan sesekali melempar batu ke dalam kolam.

 

“menyebalkan sekali” gumam bidadari itu, dan melempar satu batu lagi ke dalam kolam. Bidadari itu bernama Chunha. Bukan tanpa alasan Chunha duduk di taman istana dengan wajah kusut serta bibir monyong. Seperti biasa Chunha sedang merasa kesal, kesal pada para tetua yang melarangnya masuk ke dalam ruang monitor bumi.

 

Dalam ruang monitor bumi terdapat sebuah layar besar yang menampilkan keadaan bumi sekarang. Selain para tetua langit, tak ada yang boleh memasuki ruangan itu. karena bersifat rahasia, ruangan itu di jaga sangat ketat. Namun entah dengan cara apa, pernah sekali Chunha berhasil masuk ke dalam ruang monitor itu. untuk pertama kalinya Chunha terpukau melihat keadaan bumi saat ini. sangat berbeda dengan saat Chunha hidup di bumi dulu. Dan sejak saat itu Chunha semakin tertarik untuk merasakan hidup di bumi sekali lagi.

 

Bagi para bidadari dan dewa yang berasal dari manusia – setelah beberapa tahun mereka menjadi bidadari dan dewa, mereka telah melepaskan jiwa manusia yang melekat dalam diri mereka. Namun berbeda dengan Chunha, sudah beratus tahun berlalu setelah chunha resmi menjadi bidadari, Chunha masih saja memiliki jiwa manusia yang sangat besar yang melekat dalam dirinya. Sifat jujur dan polos serta melakukan apa saja yang di katakana hatinya. entah apa yang harus di lakukan kaisar langit untuk menghadapi sifat manusia Chunha.

 

Hampir seluruh penduduk langit di buat sakit kepala atas kelakuan Chunha. Chunha di kenal sebagai bidadari pembangkan serta pembuat rusuh. Semua itu terjadi karena rasa keingin tahuan Chunha yang sangat besar. Dan karena itulah tingkat derajat chunha sebagai bidadari tak penah meningkat – masih berada di dasar, setara dengan bidadari yang baru saja di angkat.

 

“ada apa ?? kau buat masalah lagi??” suara lembut nan ramah membuah Chunha memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.

 

“Oppa, kenapa semua penduduk langit jahat padaku??” chunha memeluk pria bersuara lembut itu. dan menangis ke dalam pelukannya. Pria itu adalah seorang dewa muda yang sangat tampan. Dewa muda itu bernama reyeol. Reyeol juga merupakan seorang manusia yang akhirnya di angkat sebagai dewa. Kira-kira usia reyeol berada satu tingkat di atas Chunha, maka dari itu Chunha telah menganggap Reyeol sebagai kakaknya sendiri. Dan sekarang Reyeol telah berada pada dewa tingkat atas. Reyeol terkenal akan kemampuannya sebagai Dewa yang beribawa, sangat pantas untuk di angkat menjadi calon menteri langit nantinya.

 

“semuanya sedang membicarakanmu. Kau mencoba menerobos masuk ke ruang monitor lagi??” Chunha mengangguk mengiyakan. Reyeol hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu. “kau nakal sekali. bagaimana mungkin derajat mu bisa naik jika kelakuan mu tak pernah berubah??”  ucap Reyeol menyentik dahi Chunha.

 

“aku hanya merindukan bumi oppa” ucap Chunha Lirih.

 

 

~~

 

 

Telah menjadi rahasia umum jika ada banyak sekolah yang memiliki sistem senioritas bahkan pembulyan yang bisa di bilang kejam. Salah satunya Korea. Bukan hanya terjadi dalam sebuah drama remaja sekolahan. Pembulyan benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata sekolah. Seperti yang terjadi pada salah satu SMA terkenal yang ada di kota Seoul. Sky High Internasional School sekolah bertaraf internasional yang sangat terkenal. Ada banyak murid yang berprestasi yang membanggakan sekolah. namun di balik semua itu, ada banyak siswa yang bermasalah yang bersekolah di sana. Entah bagaimana cara mereka masuk di sekolah itu. yang pasti mereka semua adalah anak dari kalangan atas, baik  swasta maupun pemerintah. Bagi orang tua mereka, memasukkan anak mereka di sekolah bertaraf internasional sejenis Sky High merupakan kebanggaan tersendiri.

 

“dasar cewek cupu, aneh, jelek. Tempat mu itu bukan di sekolah ini. Kau masih berani masuk sekolah sini”

 

Gadis berkaca mata kepang dua itu tersungkur, seragam yang semula putih bersih tanpa cacat kini sudah tak terlihat lagi. ujung bibir gadis itu robek akibat tamparan yang di terimanya tadi.

 

“melihat wajahmu saja sudah membuat ku muak” gadis cantik yang sejak tadi memaki gadis malang itu berdecak pinggang dengan sombong.

 

“mengapa kau sangat membenciku??” akhirnya, ucap gadis malang dengan keberanian yang setengah mati ia kumpulkan.

 

Gadis cantik itu terkekeh geli setelah mendengar ucapan gadis malang di hadapannya. Dengan tatapan meremehkan, ia memandangin mata hasel yang penuh ketakutan itu.

 

“mengapa aku sangat membencimu???hmmmm” gadis cantik itu mengetuk-ngetukkan jarinya di dagu, seolah berpikir keras akan jawaban apa yang akan ia katakana. Setelah berpikira panjang, dengan tampang penuh kebencian, gadis cantik itu tersenyum licik dan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis malang itu “ mau tau alasannya??” ucap gadis cantik itu. “ itu karena aku tak suka dengan perempuan jelek. Rasanya mataku menjadi buram saat melihatmu”

 

Gadis malang itu kini menangis, tak percaya dengan jawaban yang ia terimanya. “lisa maafkan aku” ucap gadis malang itu lirih.

 

“jangan pernah menyebut namaku lagi dengan bibir kotormu itu, sungguh menjijikkan” gadis cantik bernama Lisa itu kini meninggalkan gadis malang itu seorang diri, menangis di tengah gudang sekolah yang sangat sepi dan gelap karena matahari sebentar lagi membenamkan dirinya.

 

“Lisa maafkan aku” gumam gadis itu di tengah tangisnya.

 

 

~~

 

Sedikit demi sedikit matahari telah menyembunyikan bayangnya, kini warna orange ke gelapan mulai muncul menghiasi langit korea – Senja. Sebentar lagi, cahaya mentari di gantikan oleh cahaya bulan, cahaya yang selalu setia menerangi kegelapan lagit di atas sana.

 

Dari atas gedung bertingkat lima, seorang lelaki muda sedang asiknya duduk menyendiri. Bersandar pada tembok sambil menghisap sebuah puntung rokok yang kini tengah terbakar yang menghasilkan sebuah asap yang sedikit menyengat di hidung. Namun bagi lelaki itu, bau asap seperti itu sudah sangat familiar di hidung mancungnya.

 

Lelaki itu memandangi keindahan langit senja sambil terus menghisap batang rokok yang setia di jarinya. Wajahnya datar, tanpa memiliki satu ekspresi yang menyiratkan sesuatu. entah lelaki itu sedang menimati keindahan langit senja, atau entah ada sesuatu yang lelaki itu pikirkan. Entahlah. matanya hanya memandang langit senja. Di tambah angin yang sedikit bertiup menggerakkan rambut hitamnya.

 

Lelaki itu sedikit melirik ke arah sumber suara yang tiba-tiba saja masuk ke dalam telinganya. Lelaki itu melirik dengan wajah datar pada pintu yang sedikit terbuka. Sosok seorang gadis yang mengenakan seragam yang sama seperti lelaki itu kini muncul dari balik pintu. Wanita itu berjalan dengan pandangan kosong. Berjalan gontai sambil sesekali gadis itu hampir tersandung akibat menginjak tali sepatunya yang tak terikat. Gadis itu terus berjalan hingga gadis itu berhenti tepat di ujung gedung tanpa pembatas.

 

Lelaki itu terus memandangi gadis di ujung sana. Masih dengan wajahnya yang sangat datar tanpa menunjukkan satu ekspresi. Lelaki itu masih saja menghisap rokok yang ada di jarinya dengan lihai. Hingga tiba-tiba sebelah alis lelaki itu terangkat – walau masih dengan wajah datar. Lelaki itu masih memandang lekat apa yang gadis itu perbuat.

 

Gadis itu menangis di ujung sana. Gadis itu terus menangis dengan diam. Pundaknya bergetar akibat menahan suara tangisnya.  Gadis di ujung sana berdiri menghadap langit dengan tatapan sendu.

 

Kini rokok lelaki itu telah terbakar habis. Lelaki itu kini beranjak dari duduknya yang mungkin telah di ganggu oleh kedatangan gadis itu. lelaki itu berjalan meninggalkan gadis di ujung sana dengan acuh. Namun suara yang cukup mengganggu telinganya yang membuat lelaki itu terusik berhasil membuat lelaki itu mengarahkan pandangannya ke sumber suara.

 

Wanita itu telah membuang tas sekolahnya dari atas gedung, yang entah berisi apa hingga membuat sebuah suara yang cukup keras. Dan sekarang, tiba saatnya giliran gadis itu yang bersiap untuk menjatuhkan dirinya dari atas gedung tempat kakinya berinjak. Hingga suara seorang lelaki berhasil menunda niatannya.

 

“apa dengan mati bisa membuat semua masalah terselesaikan??” tanya lelaki itu datar

 

Gadis itu mengangkat alisnya kebingungan. Entah apa jawaban yang harus gadis itu katakan. Ia sendiri tak tau akan jawaban atas pertanyaan  lelaki di hadapannya kini. Gadis itu hanya diam. Memandang kosong.

 

Lelaki itu berbalik, bersiap untuk meninggalkan gadis itu. lelaki itu tersenyum. Mungkin lebih tepatnya tersenyum sinis. Entah apa yang baru saja lelaki itu lakukan, sungguh lelaki itu telah menyelamatkan seorang gadis walau tanpa niat sebelumnya.

 

Gadis itu memandang punggung lelaki itu yang semakin menjauh meninggalkannya.

 

“Sehun” gumam gadis itu lirih.

 

~~

 

 

“Cheyeong Noona, kenapa Noona belum pulang juga?? Aku mengkhawatirkan mu.

.Eunwo”

 

 

“Eunwo” gumam gadis bernama  Cheyeong itu lirih. Cheyeong menghembuskan nafas panjang dan melanjutkan langkahnya kembali.

 

Di setiap langkahnya, Cheyeong terus memikirkan kejadian yang baru saja iya alami. Jika bukan karena lelaki itu, mungkin saja cheyeong telah di butakan oleh keadaan dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

 

Dalam pikirannya, cheyeong terus memikirkan ucapan lelaki bernama Sehun itu. apa dengan mati bisa menyelesaikan semua masalah dalam hidupnya?? Ada banyak hal yang membuat Cheyeong untuk mengiyakan pertanyaan itu.

 

Hidup yang dulunya bahagia, penuh dengan canda tawa serta kehangatan yang menyelimuti keluarganya kini telah tiada. Semua kehangatan dan kebahagian Cheyeong berakhir sejak kedua orang Cheyeong meninggalkannya akibat kecelakaan pesawat 5 tahun yang lalu.

 

Cheyeong yang dulunya sangat ceria kini menghilang, tergantikan oleh Cheyeong yang pemurung dan penyendiri. Cheyeong memutuskan untuk menutup dirinya pada siapapun. Baginya, hanya ada Eunwo, adik kecilnya yang begitu iya sayangi.

 

“Eunwo maafkan Noona. Noona mu sangat bodoh, bagaimana mungkin aku meninggalkan adik kecilku seorang diri” lagi-lagi cheyeong bergumam lirih. Cheyeong menyesali perbuatannya.  Jawaban dari pertanyaan lelaki itu adalah tidak. Masalah tidak akan berakhir jika iya mati. ada banyak tanggung jawab yang harus Cheyeong pikul. Dan yang paling penting adalah Eunwo adiknya.

 

Cheyeong memandang layar ponselnya, menekan tanda pesan pada layar ponselnya dan bersiap untuk mengetik balasan pesan Eunwo tadi.

 

“Eunwo-ya, maafkan noona. Noona janji akan membawakanmu ice krim. Sebentar lagi noona pulang ^^”

 

Sesaat setelah pesan terkirim, dari arah kanannya, terdengar suara kelakson yang cukup besar. Kelakson itu berasal dari sebuah truk pengantar minyak yang sangat besar. Tanpa Cheyeong sadari, ia menyeberang saat lampu lalu lintas telah berubah warna dari hijau ke merah.

 

Rasanya seketika kaki Cheyeong sangat berat untuk di gerakkan. Matanya seakan menyatuh pada cahaya lampu truk yang semakin mendekat. Tampak truk itu berusaha untuk menghentikan laju, namun sepertinya sia-sia. Truk itu terus melaju hingga dentuman keras tak dapat di hindarkan.

 

 

~~

 

“siapapun tolong aku. kumohon”

 

Seketika Chunha menghentikan aktifitasnya dari menyirami tanaman langit yang telah berumur ribuan tahun. Chunha merasa telah mendengar sesuatu. seorang gadis yang memohon pertolongan.

 

Chunha melihat sekitar namun hanya ada beberapa binatang suci  dan tanaman kaisar langit di sekitarnya. Apa binatang dan tanaman itu yang berbicara?? Rasanya tak mungkin. Suara gadis itu terngiang  tepat di telinganya.

 

 

“kau mau kemana?? “ tanya Reyeol keheranan saat melihat Chunha berlari melewatinya.

 

“ke Bumi. Aku harrus ke Bumi Oppa” teriak Chunha yang berhasil membuat Reyeol membelalakkan matanya.

 

 

“oppa lepaskan aku. aku harus ke Bumi sebelum para tetua mengetahuinya” sebisa mungkin Chunha memberontak saat Reyeol berusaha untuk menghentikan rencana Chunha  untuk turun ke bumi. Bagi para penghuni langit, menginjakkan kaki di bumi adalah hal yang paling terlarang. Entah hukuman apa yang akan Chunha terima jika kaisar langit mengetahui rencana Chunha.

 

“oppa ku mohon, ada yang membutuhkan bantuanku di bumi. Sekali saja. kumohon ijinkan aku untuk turun ke bumi” Mohon Chunha.

 

“Andwe. Kau tak boleh turun ke Bumi. Mungkin saja kau hanya salah mendengarnya”

 

“tidak mungkin. Aku dengan jelas mendengarnya. Ku mohon oppa”

 

Entah harus bagaimana lagi Reyeol menghadapi gadis yang telah ia anggap sebagai adiknya itu. Chunha sangat keras kepala. Chunha selalu melakukan apa saja yang mengganjal di hatinya dan berjalan sesuai hatinyanya inginkan. Inilah sifat alami manuasia yang tak dapat Chunha lepaskan dari dalam dirinya. Rasa keingin tahuan yang besar mengalahkan semuanya.

 

 

~~

 

Sebuah ruangan bernuangsa putih. di dalamnya ada seorang gadis terbaring lemah. Tubuh gadis itu di penuhi luka serta ada banyak kabel yang telah menempel di tubuhnya. Hanya ada suara yang berasal dari salah satu alat rumah sakit yang terdengar di ruangan itu. gadis itu terbaring lemah tak berdaya.

 

“kami telah bekerja semaksimal mungkin. Cheyeong sedang mengalami Koma akibat benturan di kepalanya” jelas Dokter yang merawat cheyeong pada seorang wanita paruh baya yang terlihat sangat modis. Wanita itu adalah bibi Cheyeong, adik dari ayahnya.

 

Wanita itu tak sendiri, di sebelahnya ada seorang anak kecil dan seorang lelaki yang kiranya sebaya dengan Cheyeong.

 

“apa ada kemungkinan Cheyeong bisa sadar kembali??” tanya wanita itu.

 

“kami tak dapat memastikan itu. kemungkinannya sangat kecil. Hanya keajaiban lah yang dapat membantunya”

 

Wanita itu tampak kesal setelah mendengar penjelasan dokter yang merawat Cheyeong. Tak ada raut wajah kesedihan ataupun rasa ibah di wajahnya. Membuat yang melihat terheran. Apakah wajah itu pantas di tunjukkan oleh keluarga seorang korban??

 

“mengapa anda memanggilku ke tempat ini?? aku rasa aku tak memiliki kepentingan di sini” ucap lelaki di sebalahnya datar dengan wajah dingin.

 

“bukankah dia adalah tunangan mu???”

 

“aku rasa anda melupakan sesuatu. semuanya terjadi karena bisnis. Pertunangan ini hanyalah sebuah bisnis” setelah mengatakan semuanya, lelaki itu berbalik meninggalkan bibi Cheyeong dengan wajah datarnya.

 

“apa kau bilang??? yah kau benar, semuanya hanya karena sebuah bisnis. Tapi apa kau lupa?? Jika terjadi sesuatu pada Cheyeong, maka semuanya akan hancur. Tak terkecuali kau dan keluargamu”

 

“aku bisa saja menikahi mu jika perlu. Ayah ku akan melakukan apa saja demi mempertahankan perusahaannya” ucap lelaki itu dan kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda.

Bibi Cheyeong terbelalak mendengar perkataan lelaki itu. dasar gila. Bagaimana mungkin ia menikahi anak ingusan seperti dia. Itulah yang ada di pikiran bibi Cheyeong.

 

Di lain sisi, dokter yang mendengar pembicaraan mereka terlihat kebingungan. Alih-alih merasakan kesedihan akan salah satu keluarga yang terkena musibah – dokter tak melihat itu pada mereka. Bisa-bisanya mereka membicarakan perusahaan di saat seperti ini.

 

 

Kembali pada ruang tempat Cheyeong di rawat.  Cheyeong merasakan kesakitan yang luar biasa. Mengapa tak ada siapapun di ruangan ini??? kenapa semuanya meninggalkan Cheyeong??.

 

Cheyeong melihat semuanya dengan jelas. Namun sangat aneh, Cheyeong tak bisa menggerakkan tubuhnya. Ia seakan melekat pada kasur rumah sakit tempat ia berbaring.

 

Cheyeong mencoba untuk melihat di sekitar sekali lagi, sekiranya untuk meminta pertolongan. Dan secara kebetulan, Cheyeong melihat ada seorang lelaki yang entah siapa itu sedang berdiri memandangnya.

 

“Chogiyo. Bisakah anda membantu ku??” ucap Cheyeong.

 

Lelaki itu diam sejenak. Lelaki itu berjalan mendekat ke arah Cheyeong, memastikan waktu kerjanya. Lelaki itu bukan dokter ataupun perawat. Lelaki itu mengenakan jubah hitam tanpa mengenakan tudung. Pakaiannya sangat aneh. Cukup menakutkan jika di perhatikan. Namun wajahnya sangat tampan.

 

“anda siapa??? bisakah anda membantuku??” ucap Cheyeong lagi. entah mengapa, Cheyeong sama sekali tak peduli akan keanehan lelaki itu. yang ia butuhkan sekarang adalah bangkit dari tempat tidurnya.

 

“aku adalah penjemputmu” ucap lelaki itu pada akhirnya.

 

“apa maksud mu?? kau mau membawaku kemana??”

 

“ke surga. Tapi sebelum itu, kau harus ikut dengan ku ke alam bawah tanah” jelas lelaki itu.

 

“apa aku telah mati??”

 

“belum, tapi akan. Selamat, penderitaan mu di Bumi akan berakhir” ucap lelaki itu sedikit heboh. Heboh?? Apakah adengan mencabut nyawa semenyenangkan itu??. aneh.

 

“sebenarnya kau siapa?? apa kau malaikat pencabut nyawa??”

 

“yap, anda benar sekali. aku adalah malaikat pencabut nyawa. Nama saya Kai. agar tak mengerikan, anda bisa memanggil saya dengan malaikat kai” ucap malaikat itu memperkenalkan diri. Aneh sekali malaikat itu.

 

“jika aku mati, lalu bagaimana dengan tanggung jawab yang harus ku pikul di bumi?? Semuanya akan berantakan. Bagaimana dengan adik ku??”

 

Tiba-tiba sebuat buku catatan bewarna Coklat muncul di kedua lengan malaikat itu. malaikat itu membukanya dan mencoba untuk mencari sesuatu  entah apa itu. “tunggu sebentar” ucapnya tanpa melepaskan pengheliatannya pada buku itu. “nah ini dia” ucap malaikat itu sampai bernafas legah.

 

“pada tanggal 2 september 2016 tepatnya pada pukul 18.35 . nona Jung Cheyeong berencana untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Namun gagal setelah Tunangan dari nona Jung Cheyeong berhasil mencegahnya” ucap malaikat itu sambil membaca isi catatannya.

 

“tunangan yah??” gumam Cheyeong samar yag mungkin malaikatpun tak mendengarnya.

 

“bukankah anda sebelumnya ingin mengakhiri hidup anda?? Sekaranglah waktunya” lanjut malaikat itu.

 

“Ta..Tapi”

 

 

 

“dokter, pasien sudah sadar dari komanya” ucap salah satu suster yang merawat Cheyeong. Tanpa menunggu waktu lama, dokter yang sadang berbicara dengan bibi Cheyeong segera masuk ke dalam ruangan Cheyeong.

 

Mengikuti langkah dokter, bibi Cheyeong juga melangkah masuk, memastikan kondisi Cheyeong saat ini.

 

Tadinya lelaki itu ingin meninggalkan tempat berbau obat tersebut, namun karena sedikit penasaran, lelaki itu memutuskan berbalik saat mendengar kondisi tunangannya yang kembali sadar. Bukannya lelaki itu peduli akan kondisi tunangannya, namun melainkan penasaran sekaligus ia juga ingin memastikan kondisi gadis itu, sebenarnya bukan kondisi gadis itu melainkan masa depan perusahaannya. Bukankah ia bertunangan hanya karena sebuah bisnis??

 

 

“Nona cheyeong, apa anda telah sadar sepenuhnya??” tanya dokter yang merawatnya.Cheyeong mengangguk mengiyakan

 

“jika mataku telah terbuka, itu artinya aku telah sadar” ucap Cheyeong tampak percaya diri. Walau keningnya mengeryit tanda menahan rasa sakit di tubuhnya.

 

“aku pikir kau sedang koma” ucap bibi Cheyeong datar.

 

“apa kau mendoakan ku koma dalam waktu lama?? Kau pasti senang jika semua itu terjadi” mata bibi Cheyeong terbelalak saat mendengar perkataan Cheyeong. Apa gadis ini benar-benar cheyeong??? Apa yang salah dengannya?? Mengapa gadis ini berani berbicara seperti itu padanya???

 

Walau ikut keheranan melihat sikap Cheyeong yang sangat aneh, lelaki itu tak menunjukkan sesuatu di wajahnya. Wajahnya tetap saja datar dan dingin. Tak ada satu ekspresipun di wajahnya.

 

Lelaki itu berbalik dan ingin melangkah keluar dari ruangan tersebut, namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat mendengar namanya keluar dari bibir gadis itu.

 

“Oh Sehun. kau ingin meninggalkan tunangan mu??”

 

“Oh – Se – Hun??” gumam Sehun terkejut namun tetap mempertahankan ekspresi datarnya. apa gadis itu baru saja menyebut namanya?? Bagaimana mungkin?? Apa gadis itu adalah orang yang sama??.

 

jadi ini tunangan Jung Cheyeong??? Menarik juga. Dari wajahnya saja sudah memuakkan seperti ini. bagaimana bisa kau bertahan dengan lelaki seperti itu bahkan kau menyayanginya?? Baiklah, sebelum misi ini berjalan, sebaiknya aku memulai dengan mengubah sifat buruknya. Aku akan melelehkan es yang ada di hatinya dengan kekuatan dewi ku”

 

“Oh Tuhan. Bidadari ini telah mengacaukan tugas pertamaku sebagai malaikat pencabut nyawa. Aku harap  para tetua dan petinggi bawah tanah dapat mengampuniku”

TBC

hai hai, ketemu lagi kita ^^. aku muncul lagi nih di cerita terbaru PutriNami. seperti biasa, kali ini aku muncul bersama abang ku terkece – Sehun :* .

sekedar infomasi aja, aku buat ff ini karena terinspirasi dari salah satu novel yang judulnya “Moon in the Spring”. suka banget aku dengan novel itu. ada yang udah pernah baca belum??? . tapi di ff ini aku buat dengan dengan latar belakang anak sekolah juga dan pewaris tahta /elah alay banget/ hehe biarin/ .

emm ngomong apa lagi yah aku . .. … .. Oh iya, aku mau terima kasih buat kalian yang udah setia baca ff aku yg kemarin. makasih buat kalian :* . semoga aja kalian suka dengan ff ku kali ini ^^

7 thoughts on “Angel Beside Me (chapter 1) by.PutriNami

  1. itu chunha kan yg jdi cheyeong??? trus cheyeong kemana??? gk mungkin mati kan?? kai jadi malaikat tampan yeayyyy..eh slah, malaikat pencabut nyawa…serem tapi ganteng tuh rasa”nya menggoda tau…

    aku penasaran banget…kutunggu kelanjutannya

  2. Es beku, Es beku, bentar lagi mau leleh!
    Jadi arwah chunha masuk ke tubuhnya cheyoung? Terus arwahnya cheyoung di bawa sama malaikat kai? Karena masih belum jelas silahkan di teruskan kak, aing tunggu pokoknya (tungguin esnya leleh) ㅋㅋㅋ
    Fighting

  3. Hm… Inii jiwa chunha masuk ke dlm tubuh Cheyeong? Chunha brhasil ke bumi? Trs gmn dgn jiwanya Cheyeong? Aahh seru nih, next next next😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s