[4thYearsEXOFFI]Soulmate for Sera – Shafa Jung

artworks-000140776551-hcvxf3-t500x500 copy_¸±±¾

Title : Soulmate for Sera

Author : Shafa Jung

Genre           : Friendship, Love, Sad, Angst

Rating          : G

Summary : Senyumnya itu membuat Sera merasa seolah merasakan hidup kembali setelah terkurung dalam dunia gelapnya. Setelah sepeninggalan orang tuanya 4 tahun yang lalu. Sera benar-benar merasa bahwa Sehun akan memberikannya semangat untuk sembuh dan Sera yakin akan hal itu.

Soulmate for Sera

 

Sehun melangkah riang menuju sebuah toko bunga yang kini tinggal beberapa meter lagi darinya. Ibunya hari ini berulang tahun dan dia ingin memberikan kejutan. Laki-laki itu sejak tadi terus tersenyum manis entahlah apa yang membuatnya bahagia. Mungkin karena sekarang cuaca begitu cerah mengingat ini adalah musim semi.

Dia berhenti sebentar lalu memandangi seorang gadis didalam toko bunga yang sedang merangkai bunga tulip warna-warni. Sehun kembali tersenyum lalu sesaat kemudian merapikan seragamnya dan masuk kedalam toko bunga. Sehun sangat suka dengan toko bunga sejak ia kecil karena ibunya sering mengajaknya ketempat itu. Tapi karena kini usianya yang sudah menginjak 17 tahun maka sangat tidak mungkin dia berkunjung ke toko bunga. Bisa-bisa dia diejek teman-teman sekolahnya. Setiap sepulang sekolah dia selalu melewati toko bunga yang ia kunjungi sekarang. Gadis itu, dia selalu disana. Kadang sedang merangkai bunga, kadang minum teh hangat sambil mengamati jalanan didepan tokonya atau menulis sesuatu dibukunya.

Annyeonghaseyo.”sapa Sehun saat masuk kedalamnya. Gadis itu hanya tersenyum sebagai responnya. Lalu Sehun meletakkan tas sekolahnya disebuah kursi kosong dan laki-laki itu mencoba berkeliling mencari bunga-bunga yang menurutnya bagus. Toko bergaya vintage itu membuat Sehun ingin berlama-lama disana apa lagi ada gadis yang selalu ingin ditemuinya diujung sana.

“Ini tolong rangkaikan untukku ya, ibuku hari ini berulang tahun aku ingin memberinya kejutan.”ucap Sehun gembira dan lagi-lagi gadis itu hanya tersenyum. Senyumnya itu sangat manis bagi Sehun namun Sehun yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan dibaliknya.

Sehun ingin sekali bertanya siapa namanya tapi sayangnya dia tidak cukup berani untuk itu. Dia hanya mampu melihat gadis itu dengan anggunnya merangkai bunga pilihannya. Surai hitamnya dicepol keatas menyisakan beberapa helai disekitar telinganya. Bibir mungilnya selalu tertutup rapat dan Sehun rasa gadis itu tidak pernah berbicara.

“Sehun-ah!”panggil seorang laki-laki dari ambang pintu membuyarkan lamunan Sehun. Sehun menoleh mencari tahu siapa yang datang dan merusak momen yang paling dia tunggu.

“Hei! Oh Sehun?”laki-laki tadi berjalan cepat kearah Sehun mencoba menyadarkan lamunan Sehun.

“Junmyeon sunbae?”Sehun sedikit terkejut melihat kehadiran sunbae-nya itu.

“Ada perlu apa?”tanya Junmyeon sambil menepuk pundak Sehun pelan.

“Ah! Ibuku ulang tahun hari ini jadi aku ingin memberikannya sedikit kejutan.”jelas Sehun seraya mengalihkan pandangannya pada bunga-bunga ditangannya.

Junmyeon tersenyum mendengarnya.

“Kau mengenalnya?”tanya Sehun setengah berbisik pada Junmyeon.

“Dia adiku Kim Sera.”ujar Junmyeon pelan dan Sera tersenyum. Bisa dipastikan Sehun akan meloncat gembira sepulang nanti.

Ternyata gadis yang selama ini diincarnya adalah adik sunbae-nya. Junmyeon, Sehun sangat dekat dengan laki-laki itu mengingat dia ada didalam satu organisasi yang sama, osis. Bukankah itu membuatnya lebih mudah untuk mendekati Sera?

***

Sunbae!”panggil Sehun ketika Junmyeon berjalan masuk perpustakaan.

Junmyeon menoleh kearah Sehun dan dia ternyum ramah.

“Ada apa?”tanyanya.

“Aku ingin bicara.”jawab Sehun lalu mengikuti langkah Junmyeon masuk kedalam perpustakaan.

Junmyeon duduk disamping Sehun setelah mendapatkan buku yang ia cari.

“Mau bicara apa hun?”tanya Junmyeon sambil membolak balik lembaran buku ditangannya.

“Kim Sera.”ucap Sehun pelan dan Junmyeon seketika menutup bukunya beralih memandang Sehun sarat akan kekhawatiran.

“Aku ingin mengenalnya, boleh?”tanya Sehun dengan imutnya.

Junmyeon menghela nafasnya panjang lalu menyebar pandangannya kederetan rak yang berjajar rapi dengan ratusan buku disana. Laki- laki itu terdiam cukup lama sambil sesekali memandang rangkaian huruf disampul buku yang baru saja dipinjamnya. ‘Cara Mengatasi Berbagai Jenis Trauma’

“Dia bukanlah adikku hun.”ucap Junmyeon datar.

“Lalu?”

“Dia adalah putri dari orang kepercayaan ayahku. Namun karena sebuah kejadian 4 tahun silam dia resmi menjadi adikku.”jelas Junmyeon  tenang.

Sehun memandang Junmyeon bingung. Bagaimana bisa?

“Saat itu sebuah kecelakaan besar membuat Sera kehilangan keluarganya. Ledakkan yang amat besar itu membuat pendengarannya tak berfungsi lagi dan dia mengalami trauma yang begitu serius sampai-sampai dia tidak bisa bicara hingga saat ini. Kau masih ingin mengenalnya?”tanya Junmyeon memastikan.

Sehun tertegun sejenak, Pantas saja Sera tak pernah berbicara padanya meskipun beberapa kali ia mencoba menyapanya. Pantas saja dia selalu diam dan hanya tersenyum pada siapapun yang datang ketoko bunganya. Ya karena dia tuli dan tidak bsa bicara.

“Hey! Aku ini ingin mengenalnya apa salah?”Sehun menatap Junmyeon penuh arti ketulusan.

“Baiklah besok jam 10 kutunggu ditoko bunganya.”

Sehun tersenyum mendengar penuturan Junmyeon. Oh! Mungkin besok adalah hari minggu yang bersejarah untuknya.

***

Sera hanya termenung memandangi laki-laki didepannya yang tengah asik dengan bubble tea yang baru saja dipesannya. Dia ingin sekali berbicara namun berulang kali dicoba tetap tak bisa.

Sehun tersenyum sambil menyodorkan bubble tea pada Sera agar gadis itu meminumnya. Sera menerimanya dengan sebuah anggukan tanda terimakasih. Senyumnya itu membuat Sera merasa seolah merasakan hidup kembali setelah terkurung dalam dunia gelapnya sepeninggalan orang tuanya. Sera benar-benar merasa bahwa Sehun akan memberikannya semangat untuk sembuh dan Sera yakin akan hal itu. Usai menghabiskan bubble tea, mereka pergi kesebuah toko buku. Sera sangat suka membaca buku dan gadis itu selalu menghabiskan untuk membaca buku.

“Sera!”panggil Sehun namun laki-laki itu segera merutuki tindakannya setelah mengingat bahwa Sera tidak akan mnedengarnya.

Sesaat kemudian Sehun melangkah mendekati Sera dengan membawa dua buah note kecil ditangannya. Sehun menyerahkannya pada Sera.

Dan ada sebuah kalimat yang tertulis dihalaman pertamanya.

‘Kita teman sekarang.’

Sera tersenyum membacanya lalu memandang Sehun dan kemudian mengangguk cepat.

Kim Sera, Sehun tahu benar bahwa gadis itu sangat kesepian. Mungkin tidak jika dilihat secara kasat mata karena Junmyeon selalu ada untuknya. Tapi jiwanya begitu terkurung jauh didalam masa lalunya yang kelam, Sera butuh teman. Teman untuk berbagi cerita, teman untuk membantunya keluar dalam kisah tragisnya, teman untuk jiwanya…

***

Sera melangkah riang menuju SMA tempat Sehun bersekolah. Sudah beberapa hari ini dia selalu datang kesana saat jam istirahat tiba lalu membawakan bekal untuk Sehun juga Junmyeon. Mereka akan makan bersama dipinggir lapangan sepak bola lalu bergurau bersama.

Dan ketika jam pulang sekolah tiba Sera akan menunggu Sehun didepan gerbang sekolah lalu mengunjungi tempat-tempat yang selama ini ingin Sera kunjungi. Secara psikologis Sera berkembang cukup baik akhir-akhir ini. Dia tidak lagi ketakutan ketika berkunjung kemakam kedua orang tuanya. Gadis itu lebih sekarang lebih nyaman ketika makan bersama keluarga Junmyeon.

Tempat yang selalu dikunjunginya ketika senja tiba adalah sebuah danau yang terletak tak jauh dari rumah Junmyeon. Disana hanya ada mereka berdua bersama puluhan kupu-kupu yang beterbangan. Sera selalu suka suasananya karena begitu damai terlebih ketika Sehun bersamanyanya disana. Gadis itu seolah ingin menghentikan saat-saat membahagiakan dihidupnya seperti saat ini.

Ya! Waktu telah benar-benar berhenti sekarang, Bagi Sera dan kebahagiaannya sejak beberapa detik yang lalu.  Ketika mobil sedan warna hitam menghantam tubuh mungilnya hingga terpental sejauh 3 meter lalu semuanya begitu gelap dari pandangan Sera.

“Terimakasih ya hun.”ucap Junmyeon sambil duduk disebelah Sehun.

Junmyeon tersenyum tulus pada hobae-nya itu.

“Untuk apa?”tanya Sehun datar karena ia merasa tidak melakukan apapun untuk Junmyeon.

“Sera lebih sering tersenyum sekarang.”

Sehun tak menjawab dia hanya membalasnya dengan senyuman. Bahagia? tentu, Sera sudah jatuh cinta padanya dan itu berarti dia akan segera menyatakan cintanya pada Sera.

“Junmyeon adikmu kecelakaan!”teriak seorang siswa yang berlari kencang kearah Junmyeon dan Sehun.

Junmyeon masih mencoba untuk tenang sementara Sehun,Oh dia sudah lari sejak beberapa detik yang lalu.

“Kim Sera!!”tangis Sehun ketika mendapati gadis itu tergeletak penuh darah ditengah jalan bersama bekal untuknya yang berceceran.

Sehun segera menghampirinya dan membawa gadis itu ke pangkuannya. Berulang kali Sehun menepuk pipinya tapi Sera tetap terpejam dengan raut wajahnya yang tenang, tak berkutik sama sekali.

Wajahnya begitu tenang dan damai, tak ada sedikitpun gurat rasa sakit disana.Sera tetap terlihat cantik dengan bibir ranumnya yang terbentuk sebuah senyum tipis. Seperti seorang bidadari surga yang tengah tertidur pulas dipangkuan seorang pangeran tampan.

****

“Trauma Sera semakin buruk, mungkin dia akan kehilangan kemampuan berbicara untuk selamanya.”Jelas dokter Jang pada keluarga Junmyeon tadi setelah memeriksa keadaan Sera.

“Kim Sera.”panggil Sehun dengan suara seraknya karena laki-laki itu terlalu banyak menangis sejak siang tadi. Bau obat-obatan begitu tajam merasuk kedalam indera penciumannya. Detik jarum jam beradu dengan bunyi pada monitor EKG menjadi teman Sehun saat ini. Gadis yang akhir-akhir ini selalu disampingnya kini dia terbaring diranjang putih bersama beberapa alat medis yang membantunya untuk bertahan hidup selama satu minggu ini.

Junmyeon dan keluarganya berada diluar sejak tadi. Mereka terlibat perundingan kecil bersama orang tua Sehun. Hari ini ayah Sehun harus berangkat ke Hokaido karena pekerjaan dan menetap disana.

“Tolong bujuk Sehun untuk ikut bersama kami.”ucap ibunya penuh harap pada Junmyeon.

“Aku akan mencobanya.”ucap Junmyeon lalu melangkah masuk kedalam ruang ICU namun Sehun lebih dulu membukanya dari dalam.

“Sera bangun!”ucap Sehun gembira.

“Kim Sera?”panggil Sehun sambil terus menggengam tangan gadis itu erat seolah tak akan membiarkannya pergi.

“Karena kau sudah sadar maka aku harus pergi, maaf tidak bisa menunggumu hingga benar-benar pulih.”ucap Sehun membuat ayahnya yang mendengar tersenyum lega.

“Oh-Se-Hun”ucap gadis itu terbata-bata. Setelah 4 tahun lamanya tak bersuara.

Junmyeon dan keluarganya sontak mendekat memastikan bahwa mereka tak salah dengar.

“Kau bicara? Kim Sera?”Sehun seolah tak peraya kala gadis itu menyebut namanya. Sungguh! Sebuah kejutan yang luar biasa indah disaat dokter mengatakan bahwa dia akan kehilangan kemampuan bicaranya lalu sekarang Sera malah sembuh dari traumanya.

“Aku akan kembali satu tahun lagi, Dan pastikan bahwa kau akan datang ketempat yang sering kita datangi akhir-akhir ini. Terhitung satu tahun dari sekarang, oke?”Sehun mengelus pelan surai gadis itu.

“Kita soulmate kan?

Sera mengangguk pelan dengan senyum tipis diwajah pucatnya. Menatap Sehun dengan mata sayunya seolah tak akan bisa menatap laki-laki itu untuk selamanya.

Dan Sehun dengan berat hati meninggalkan Sera yang baru saja bangun dari komanya. Mobil yang ditumpangi Sehun pun segera melesat cepat menuju bandara    Incheon karena tidak ada waktu lagi, sebentar lagi pesawat menuju Hokaido akan segera lepas landas.

****

“Hyung kenapa kau membawaku kemari? Aku ingin bertemu Sera.”ujar Sehun kesal saat Junmyeon membawanya kesebuah makam.

“Kau bilang kau ingin bertemu Sera kan?”balas Junmyeon lalu berjongkok didepan sebuah makam.

“Sera-ya ada yang datang.”ucap Junmyeon, setenang apapun pria itu namun Sehun dapat mendengar bahwa suara Junmyeon mulai bergetar menahan tangis.

“Hyung aku tidak ingin bercanda sekarang.”ucap Sehun tak kalah risau.

“Satu tahun yang lalu ketika mobil yang kau naiki meninggalkan rumah sakit, saat itulah Sera meninggalkan kami semua Hun.”jelas Junmyeon sambil meraba nisan dihadapannya.

“Maafkan aku hun maafkan aku yang tidak bisa menjaga Sera, maaf.” bahu Junmyeon mulai bergetar dan pelan-pelan air matanya luruh. Langit seolah runtuh kala Sehun memandang deretan huruf yang terukir pada nisan didepannya. Hatinya benar-benar hancur hingga rasanya sangat sakit. Sakit hingga menjalar keseuluruh anggota tubuhnya yang lain. Sera telah pergi dan tidak akan kembali lagi untuk selamanya. Sehun menatap nanar makam dengan bunga tulip yang masih segar diatasnya itu. Hari ini tepat satu tahun kepergian Sera.

“Aku membencimu hun!”ucap Junmyeon sadis membuat Sehun sontak menatap bingung kearah Junmyeon.

“Bagaimana bisa setelah 4 tahun lamanya aku berusaha menyembuhkan trauma Sera dan ketika dia berbicara pertama kalinya hanya menyebut namamu, ini tidak adil!”gerutu Junmyeon dengan wajah cemberutnya.

Sehun tersenyum kecil.

“Karena aku adalah soulmate-nya, jadi kau tidak boleh iri padaku.”Sehun merangkul pundak Junmyeon lalu mulai melangkah pergi.

Berat memang melepaskan Sera pergi bagi seorang Oh Sehun,Namun Sehun yakin bahwa inilah yang terbaik untuk Sera. Sehun juga yakin bahwa Sera sedang bahagia disurga sekarang bersama kedua orang tuanya.

Sera akan bahagia meskipun Sehun tak lagi disampingnya. Jiwanya akan selalu menemani Sehun dan Sehun akan selalu erasakan kehadiran gadis itu setiap saat.

The End

 

 

4 tanggapan untuk “[4thYearsEXOFFI]Soulmate for Sera – Shafa Jung”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s