[4thYearsEXOFFI]Dandelion – Chan

cover ff

Title : Dandelion

Author : Chan

Genre : Drama

Rating : PG-13

Summary :  Kak Kyungsoo selalu menatap hempasan Dandelion dengan senyuman yang jarang ia tampilkan, ya.. senyum penuh keceriaan. Namun dibalik senyuman yang menyertai  indahnya hempasan Dandelion terdapat penyesalan yang tak berujung.

DANDELION

KyungHee P.O.V.

Kling… kling…         

            Hembusan angin di siang hari ini kurasa cukup kuat hingga dapat menggerakkan lonceng yang berada di depan pintu masuk toko sederhana ini. Namun hal tersebut tidak dapat mengalihkan perhatianku pada sosok di balik bidang bening tersebut. Dapat kulihat sosok lelaki dengan dandanan sederhana dipermanis dengan bingkai lensa yang menghiasi mata bulatnya sedang asik menatap hempasan dandelion yang bertebangan di udara. Aku sendiri tak tahu apa yang membuatku selalu terpukau melihat sosok tersebut melakukannya, ya.. dia selalu berlari ke depan saat terdapat angin seperti hari ini dan menatap hempasan dandelion–dandelion tersebut dengan senyuman diraut wajahnya. Mungkin karena senyuman.. ya senyuman itu, senyuman yang jarang terlihat saat bersamaku ataupun orang lain.

            “ Kyunghee-ya.. ada apa..? apa yang kau lihat ?” tanpa kusadari sosok tersebut telah masuk ke dalam toko dan sekarang ia menatapku aneh.

            “Ah… tidak kak.. aku hanya melihat bunga mawar didekat jendela sana kupikir itu sangat cantik. Oh ya.. kak Kyungsoo bisa tidak mengantarkan pesanan buket bunga ini ?” tanyaku sembari mengambil buket bunga yang berada di sampingku.

            “Bisa kok.. taruh saja disitu sama alamatnya. Aku akan mengantarnya setelah mengambil jaket.” Sosok itu berlalu menuju ruang istirahat untuk mengambil jaketnya kemudian kembali lagi dan membawa bunga beserta alamatnya keluar dari toko ini.

            Sosok tersebut adalah kakak ku, Do Kyung Soo. Begitulah ia, terkesan cuek namun sebenarnya dia adalah sosok yang ceria namun itu semua berubah beberapa tahun terakhir, senyum yang ia perlihatkan tidak menggambarkan keceriaan namun seperti menyimpan sebuah kesedihan. Ia akan memperlihatkan senyum penuh keceriaan hanya disaat menatap dandelion yang terkena terpaan angin di halaman depan toko bunga ini. Aku sendiri tak tahu apa yang telah terjadi, aku ingin mengetahui segalanya namun aku takut kak Kyung Soo marah kepadaku.

Kling….

            “Selamat datang di Do Florist..” Suara lonceng itu menghentikan lamunanku dengan reflek diriku mengatakan kata – kata tersebut  dan membungkuk kearah pintu.

            “hya.. Kyunghee-ya..” Pembeli tersebut mendekat kearahku yang tengah selesai mengambil beberapa bunga krisan dari dalam pot.

            “Siapa Anda, bagaimana Anda dapat mengetahui nama saya ?” tanyaku heran karena orang ini mengetahui namaku. Apa jangan – jangan dia penguntit ? ah.. tidak.. tidak mungkin.

            “aigoo.. uri dongsaeng neomu kwiyowo.. kau tak ingat aku..?” pria berwajah bulat ini kembali bersuara ditambah dengan bibir yang di pout kan semakin menambah bingung diriku. Aku hanya membalasnya dengan gelengan kepala.

            “Aku Minseok.. Kim Minseok.. apa kau sekarang ingat ?” tanyanya padaku. Aku berusaha mengingat dan..

            “Ahhhh… Kim Minseok. Kak bakpao… hyaaa… aku ingat sekarang, aku kangen kakak.” Diriku langsung menghambur kedalam pelukan kak Minseok.

            Perkenalkan dia Kak Minseok, salah satu sahabat dari kakak ku. Dianugrahi wajah yang rupawan serta tingkat kecerdasan yang mumpuni mampu membuat siapa saja menjadi jatuh hati kepada mereka. Namun sebetulnya mereka tidak hanya berdua, tapi ada satu lagi, yaitu Kak Chanyeol. Tapi saat ini aku tak tahu kak Chanyeol dimana.

            “Kyunghee-ya.. kau sendirian disini ?”

            “Enggak kok kak.. sama kak Kyungsoo disini, tapi sekarang dia sedang pergi mengantarkan pesanan.” Jawabku sembari memberikan teh chamomile kepada kak Minseok.

            “oh.. begitu.” Sosok didepanku ini mulai menyesap teh yang kuberikan tadi.

“Oh ya kak, kenapa kau tiba–tiba pulang ke sini ? apakah kakak ada masalah di China sana ? Apa jangan–jangan kau dikeluarkan dari universitasmu ?” tanyaku penuh selidik.

            “Enak aja.. aku nggak senakal itu Kyunghee-ya. Aku kesini karena ini masa liburan, jadi ya aku pulkam lah..”

            “Ahhh.. aku mengerti. Hehehe maaf ya kak. Peace.”

Kling….

            “Oh.. itu kak Kyungsoo datang.” Ucapku seraya menatap kak Kyungsoo yang tengah masuk kedalam toko.

            “Kyungsoo… weits.. bro, apa kabar ? baik – baik aja kan ?” ujar kak Minseok dengan diiringi gerakan salaman khas anak – anak muda.

            “Woy.. baik aja nih bro. tumben pulang kampung.. jangan bilang kalau dikeluarin dari universitas.” Selidik Kak Kyungsoo sembari memabalas jabatan tangan kak Minseok.

            “Emang ya.. kakak – adik sama aja selalu nuduh orang ganteng sembarangan. Aku udah gak senakal itu lagi, bro. Udah tobat.”

            “Hahahaha… santai bro. Bercanda aja kali.”

            Mereka berdua saling bercengkrama, mungkin melepas rasa rindu lebih tepat untuk menggambarkan keadaan ini. Aku dapat melihat raut bahagia itu terlukis kembali pada wajah kak Kyungsoo. Daripada aku mengganggu mereka, aku beranjak dari tempat itu menuju halaman depan untuk menyirami bunga – bunga yangmulai kekurangan asupan hara tersebut.

….

KyungSoo P.O.V.

            “Minseok-a, bagaimana dengan keadaan Chanyeol ? apa kau sudah menemukan keberadaannya ?” Setelah melihat Kyunghee beranjak keluar menuju taman, aku segera menanyakan hal tersebut kepada sosok laki – laki berwajah bulat di hadapanku ini.

            “hmmm.. entahlah Soo.. aku tak dapat menemukannya, aku sudah mencarinya diamanapun. Bahkan menyewa orang untuk mencarinya. Namun hasilnya nihil. Aku rasa dia telah pindah ke Negara lain.”

            “Oh begitu..” tiba – tiba suaraku melemah dan kurasakan rasa itu datang kembali.          “Kyungsoo-ya.. apa kah Kyunghee tau tentang hal ini ? apa dia menanyakan keadaan Chanyeol ? ”

            “Tidak Minseok-a.. dia sama sekali tidak menanyakan hal tersebut. Tapi suatu saat dia pasti akan mengetahuinya. Kau tenang saja, Kyunghee sudah dewasa untuk mengetahui hal ini.” Ucapku seraya menatap gadis yang saat ini tengah menyirami bunga baby’s breath di halaman depan.

            “Ah.. syukurlah. Aku hanya khawatir dia sangat kehilangan dengan tidak adanya Chanyeol selama ini karena Kyunghee paling dekat dengan Chanyeol jika dibandingkan dengan diriku bahkan dirimu, kakaknya sendiri.”

            “Kyungsoo.. sepertinya aku harus pergi sekarang, aku sudah  janji dengan keluargaku untuk makan malam dirumah. Kau tak perlu khawatir, nanti kalau ada berita tentang Chanyeol, aku akan segera menghubungimu.”

            “Baiklah.. thankyou Minseok-a..”

            “Anytime Bro.. for our friendship.” Setelah mengucapkan kalimat tersebut, sosok tersebut berbalik dan berjalan menjauh dari toko bunga ini.

….

KyungHee POV

Kling…

            Dengan perlahan diriku masuk kedalam toko bunga. Sudah 15 menit semenjak kak Minseok pergi dari bangunan kayu ini, kulihat kak Kyungsoo sedang mengecek persediaan bunga yang berada pada rak penyejuk. Aku sangat takut mengatakan hal ini namun bagaimanapun ini kelalaianku, aku harus mengatakannya.

            “kak…”

            “Iya, ada apa.. kenapa kau terlihat seperti ketakutan ?” sosok didepanku menatap dengan tatapan heran melihat diriku berbicara dengan nada yang mungkin terlihat seperti berbisik daripada berbicara.

            “hmm.. aku ingin bilang sesuatu tapi kakak jangan marah ya..”

            “iya… emang ada apa sih..?”

            “itu kak.. tadi waktu Kyunghee nyiram bunga, gak sengaja Dandelion yang ada di bawah rak pot itu, aku injek kak.. tapi… tapi Dandelion nya masih hidup kok kak.”

            Aku memberanikan diri menatap kak Kyungsoo. Dapat kurasakan kekesalan di balik bingkai lensa tersebut. Namun kak Kyungsoo hanya diam, padahal aku sudah siap untuk dicuekin selama 1 minggu.

            “Maaf ya kak.. maaf banget, aku tahu itu sangat berharga buat kakak tapi aku gak sengaja.” Ucapku memelas meminta maaf kepada kak Kyungsoo yang tak bergeming sama sekali sedari tadi. Tiba-tiba.. kedua tangan tersebut merengkuhku kedalam pelukannya.

            “Tidak apa-apa.. selama itu masih hidup, kakak tidak akan mempermasalahkannya. Kyunghee ini sudah sore, ayo kita pulang. Kau mau ice cream ?” senyum kak Kyungsoo membuatku nyaman dan seketika membalasnya dengan anggukan.

….

KyungSoo P.O.V.

            Gadis manis di depanku ini melahap ice cream coklat nya dengan lahap sampai-sampai sisa ice cream ada di sudut bibirnya. Dia sangat lucu, aku tak dapat menahan diriku untuk membersihkannya.

            “hya.. kak apa yang kau lakukan ?” Dapat kulihat muka Kyunghee memerah menahan malu karena aksiku membersihkan bibirnya dari sisa ice cream dengan tanganku tadi.

            “aku hanya membersihkan mulutmu. Lihatlah dirimu, makan ice cream saja masih seperti anak kecil.”

            Aku dapat melihat sepasang mata tersebut memancarkan kekesalan diperkuat dengan bibirnya yang sedang menggerutu. Entahlah bagiku dia semakin lucu. Namun disisi lain setiap aku melihat wajahnya, selalu saja ada rasa penyesalan yang mengikutiku.

            “kak.. aku mau tanya, tapi kakak janji tidak akan marah ya.. kalau aku tanya hal ini..” Ucapnya sambil mengacungkan jari kelingkinnya kepadaku.

            Tanpa berpikir panjang, aku mengaitkan jari kelingkingku dengannya. Aku dapat merasakan bahwa ini memang saatnya ia mengetahui sesuatu “ iya janji.. ada apa KyungHee-ya ?”

            “kak.. sudah beberapa tahun setelah hari kelulusan dirimu dari SMA, aku tidak pernah melihat kak Chanyeol berkumpul denganmu dan juga kak Minseok. Apa ada sesuatu dengan kak Chan ? dimana dia sekarang kak ?” Kyunghee menatapku penuh arti seperti menginginkan diriku menjelaskan semuanya kepadanya.

            “hmm.. baiklah akan kakak ceritakan.”

  • FLASHBACK –

5 tahun yang lalu..

            “hya.. apa yang kau lakukan kepadaku ?” tanya seseorang bertubuh tinggi dihadapanku yang sekarang tersungkur jatuh setelah kuhadiahi satu pukulan yang cukup keras dipipi mulusnya.

            “apa yang aku lakukan..? aku sedang memberi hadiah kelulusan untuk sahabatku. Bagaimana kau senang dengan hadiahnya ?” tanyaku meremehkan sosok didepanku. Ya.. aku marah, aku marah pada sahabatku sendiri.

            “Kyungsoo-ya, apa maksudmu dengan hadiah tersebut ? memang apa yang aku lakukan terhadapmu ?” Chanyeol kembali bersua, perlahan bangkit dan mendekatiku.

BUGH…

            “kau masih bertanya? cihh.. kau sadar kau itu telah merebut Jung Hana dariku Park Chanyeol…” teriakku yang sudah tak dapat membendung emosi dalam tubuh ini.

            “apa.. apa maksudmu ? sadarlah Kyungsoo.. aku tak pernah berkencan dengan Hana mu itu..” dia berkata dengan menggengam kerah bajuku dan kurasa ini semakin kuat.

            “hah… Bullshit..” Aku kembali berteriak diwajahnya.

            “Asal kau tau Kyungsoo, berita tersebut bohong dan sekarang kau lebih percaya berita daripada sahabatmu sendiri ? hah bodoh.. terserah kau saja, aku sudah muak menjelaskannya.” Sosok di depanku melepaskan kerahku dengan sedikit mendorongku keras ke belakang, ia berbalik dan menjauh pergi dari hadapanku.

            “Kyungsoo…” Seketika diriku membalikkan badan dan menatap sosok yang memanggilku tersebut.

            “ada apa minseok-a.. pergilah aku ingin sendiri.” Diriku ingin pergi, namun Minseok menghalangi jalanku.

            “Ada apa Soo ? kau bisa ceritakan kepadaku. Mungkin aku dapat membantumu. Jangan biarkan persahabatan kita hancur karena wanita.” Sosok tersebut berbicara dengan lembut, tangan kanannya yang sekarang berada di pundakku menyalurkan kenyamanan untukku.

            “Baiklah, aku akan menceritakannya. Tapi dirumah saja.”

  • FLASHBACK END –

            “Lalu karena berita tersebut pertemanan ini hancur ?” tanya Kyunghee dengan mata yang masih menatap intens diriku meminta penjelasan lebih.

            “tidak.. bukan itu satu-satunya alasan. Saat aku dan Minseok pulang, aku melihatmu pingsan tak sadarkan diri dengan luka dikeningmu, dan pada saat itu kau pulang dengan digendong oleh Chanyeol. Karena melihat kondisimu, aku segera melepaskanmu darinya dan menuduhnya bahwa ia yang melakukan ini padamu. Chanyeol berusaha menjelaskan namun karena amarahku masih meledak-ledak, kami berakhir pada pertengkaran. Minseok yang keluar dari rumah setelah membaringkanmu di sofa langsung melerai kami. Dan setelahnya Chanyeol pergi dan tak kembali lagi dihadapan kita sampai sekarang.”

            “Ah.. aku ingat.. pada saat itu aku sudah menjelaskannya kan kak bahwa kak Chanyeol yang membantuku dari kejaran preman. Dan waktu aku sadar, aku ingat menanyakan keberadaan kak Chanyeol, kakak bilang dia pergi jauh. Jadi kakak bohong sama aku ? jadi ini semua gara-gara aku ?” Aku dapat melihat, wajah gadis di depanku ini mulai memerah seperti menahan tangis. Disaat seperti ini aku tahu kalau Kyunghee kecewa terhadapku dengan menahan tangisnya. Ya.. dia tidak akan mudah menangis, dia akan menahannya.

            Dengan lembut kuraih tangannya dan ku usap perlahan, mencoba untuk menenangkan dirinya. “Tidak.. kau tidak salah dalam hal ini. Ini semua salahku, salah Do Kyungsoo yang egois pada waktu itu. Tidak mendengarkan penjelasan Chanyeol, aku malah percaya pada berita yang ternyata itu semua bohong. Kyunghee-ya.. apa kau tau kenapa kakak selalu senang melihat Dandelion tertiup angin ?”

            Dia hanya menggeleng namun masih menatapku. “Kakak suka melihat dandelion terkena terpaan angin karena Dandelion memiliki arti keinginan terkabulkan. Disaat terkena terpaan angin, kakak selalu berdoa agar bertemu dengan Chanyeol dan semuanya kembali seperti semula.”

            “ah.. jadi itu alasan kakak suka sama Dandelion.. tak apa kak, aku percaya tuhan akan mengabulkan doa kakak.”

….

KyungHee P.O.V.

            Aku dan kak Kyungsoo berbincang-bincang sepanjang jalan. Kini aku dapat melihat senyum itu kembali meski sedikit. Tiba-tiba langkah kami terhenti ketika menyadari ada 2 orang yang tengah berdiri di depan pintu masuk rumah kami. Kak Minseok dan satu sosok lain yang sangat ingin ditemui kak Kyungsoo. Kak Kyungsoo mendekat perlahan kearah sosok tersebut, tiba-tiba kak Kyungsoo berulutut dihadapannya.

            “Maaf… maaf Chanyeol.”

            “hya.. apa yang kau lakukan ? berdirilah.. kau memang bodoh tapi kau sepenuhnya tidak salah. Aku sudah memaafkanmu Soo.” Kata kak Chanyeol sembari berusaha membantu kakak ku berdiri.

            Disini aku dapat merasakan butiran bening jatuh dikedua pipiku. Dari tempatku berdiri, aku juga dapat melihat kak Minseok terpaku dan sedikit terharu dengan pertemuan ini. Disini juga dapat kurasakan kekuatan senyuman kak Kyungsoo disetiap hempasan Dandelion tersebut.

  • SELESAI –

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s