[4thYearsEXOFFI] EXO Heartbreak Story – Whitelil

exo heartbreak story

Title:                           EXO Heartbreak Story

Author Pen’s Name:     Whitelil

Cast:                            Kim Joonmyeon

Byun Baekhyun

Kim Jongin

Oh Sehun

Im Seoran (OC)

Choi Jihae(OC)

Kim Soon (OC)

Kim Jieun (OC)

Genre:                          G

Ratting:             PG-15

Summary:                     Karena setiap kisah cinta selalu diikuti dengan kisah patah hati. Jatuh cinta memang tak pernah semudah yang kita bayangkan karna kita tidak akan tau bagaimana jalan cerita cinta kita. Kapan kita bahagia, dan kapan kita akan patah hati, dan kita harus selalu siap setiap saat untuk menerimanya.

-Author POV-

***

-Part I: “This is Not a Winter Love Story”-

***

Seorang yeoja memasuki lobby sebuah gedung mewah dengan percaya diri. Parasnya cantik dan terlihat berkelas. Ia mengenakan dress merah selutut, mantel tebal berwarna cream dan heels 12cm-nya. Siapa yang tak kenal salah satu bangunan paling elit di daerah Gangnam itu? Sebuah perusahaan agensi tempat bernaung idol dan aktor papan atas Korea, Dream-K Entertainment. Beberapa staff di kantor tersebut satu persatu menyapanya. Beberapa trainee yang terlihat berlalu lalang juga sibuk melakukan bow padanya. Yeoja itu terus berjalan hingga akhirnya berhenti di depan sebuah ruangan bertuliskan Vice President. Kim Joon Myeon. Yeoja itu pun memasuki ruangan tersebut.

“Chagiya? Kau sudah sampai rupanya” ucap Joonmyeon lalu berdiri dari kursinya. Ia mencium pipi yeoja itu sekilas, lalu yeoja itu pun duduk di hadapannya.

“Ada apa pagi-pagi datang kemari?” tanya Joonmyeon dengan senyumnya.

“Aku ingin putus”

“Ah.. Hahaha kau bercanda kan?”

“Aku tidak sedang bercanda”

“Waee? Kenapa sangat tiba-tiba??”

“Aku bosan menunggumu. Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Dan kau juga tak menepati janjimu untuk menikahiku”

“Seoran-a janjiku padamu belum lewat, kan? Aku berjanji untuk menikahimu satu tahun lagi. Kau juga masih muda saat ini kenapa kau ingin buru-buru menikah?”

“AKU TIDAK BISA MENUNGGU SELAMA ITU! Geumanhajaa.. Uri”

“Jangan katakan itu Seoran-a aku tau kau tidak serius mengatakannya, kan? Iya kan?”

“KIM JOONMYEON! GEUMANHAE! Aku serius.. ingin putus darimu”

“Aku sudah siap menikahimu, sungguh. Tidak bisakah kau menungguku satu tahun lagi? Masih ada satu hal yang harus ku capai di perusahaan ini”

“Shirreoyo”

“Seoran-a jangan seperti ini padaku” Joonmyeon memandang yeojanya lirih.

Yeoja itu tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari tas tangannya.

“Ini undangan pertunanganku. Acaranya minggu depan. Ku harap kau mau datang”

“Mwo? Apa kau sudah gila?”

“Mianhamnida, Kim Joonmyeon-ssi”

“Aku tidak akan datang, aku akan membatalkan pertunangan itu”

“Geumanhae Joonmyeon-a. Aku akan bahagia dengannya” yeoja itu tersenyum lirih.

“APA SELAMA INI KAU TIDAK BAHAGIA DENGANKU? HAH?”

“Aku rasa aku harus pergi dari sini. Terimakasih atas segalanya, Kim Joonmyeon. Kau namja yang sangat baik. Aku pamit” yeoja itu pun melangkah keluar dari ruangan Joonmyeon.

“Seoran-aa! Seoran-aaa! IM SEORAANN!!! HAAAHHHH!!!”

***

-Part II: “When The Cherry Blossoms, Our Relationship Fade”-

***

Seorang yeoja tengah menunggu seorang namja di sebuah kafe. Ia memilih duduk di sisi jendela. Memperhatikan pejalan kaki berlalu lalang, dan memandangi bunga ceri yang baru bermekaran. Musim semi telah tiba, semua orang bersuka cita menyambutnya. Tak lama, seorang namja masuk ke dalam kafe lalu duduk di hadapan yeoja itu.

“Ada apa denganmu hari ini? Jarang sekali kau ingin bertemu denganku” ucap yeoja itu seraya menyeruput matcha latte kesukaannya. Namja itu terdiam. Menarik nafas dalam-dalam lalu menyeruput hot americano miliknya.

“Aku ingin putus, Jihae-ya”

Uhuk uhuk uhuk uhuk. Yeoja itu sontak tersedak mendengar kalimat yang keluar dari mulut namjanya.

“MWOOO??”

“Aku rasa aku tidak bisa menjalani semua ini denganmu lagi” ucap namja itu dengan wajah datar.

“YAA! BYUN BAEKHYUN! Woaahh jinjjaaa” yeoja itu memegang tengkuknya.

“GEURAE! Aku juga ingin putus denganmu. Kau pikir aku tahan dengan sikap dinginmu? Kau jarang mengirim pesan padaku, jarang meminta bertemu denganku, kalaupun bertemu kau lebih banyak terdiam. Percuma saja. Aku tidak merasakan pacaran denganmu” ucap yeoja itu kalap. Ia benar-benar kesal setengah mati pada namjanya.

“Aku selama ini bertahan dan bersabar dengan sikapmu karna aku pikir kau bisa berubah. Nyatanya? Berani-beraninya kau memutuskanku? NIGA MWONDE ?” lanjut yeoja itu lagi.

“Geurae” ucap Baekhyun singkat.

“YAA bukankah kau keterlaluan? Aku yang seharusnya memutuskanmu karna kesalahanmu padaku terlalu banyak. APA SALAHKU PADAMU?”

“Aku hanya tidak butuh pacar sepertimu” yeoja itu kembali membelalakkan matanta. Tidak butuh katanya?

“YAA aku juga tidak butuh pacar sepertimu. Tidak ada gunanya. Baiklah kita putus” Jihae pun mengeluarkan ponselnya lalu tiba-tiba menelfon seseorang. Baekhyun hanya mendengarkannya baik-baik.

“Oh? Chanyeol-a eodiya? Aah bisakah jemput aku di kafe W di daerah Hongdae? Geurae ku tunggu” klik. Yeoja itu mengakhiri panggilannya.

“Ya siapa yg baru kau telfon itu? Chanyeol..?”

“Uhm” jawab Jihae acuh.

“Maksudmu.. Park Chanyeol?”

“Ndeee apakah ada Chanyeol lain yang kau kenal di kampus?” jawab Jihae dengan nada sebal.

“Namja terkenal itu? Atlit renang nasional itu?”

“YAA SEKALI LAGI KAU BERTANYA..”

“Jihae-ya bukankah kau keterlaluan? Apa kau selama ini dekat dengannya?” tanya Baekhyun tiba-tiba.

“Wae? Apa urusanmu? Kau bukan pacarku lagi kan? Lagipula selama ini aku merasa seperti tidak punya pacar” balas Jihae dengan dingin. Sepertinya ia ingin agar Baekhyun menyesali perbuatannya.

“Jihae-ya, sikapku memang dingin padamu tapi bukan berarti aku punya yeoja lain selain kau. Aku tidak pernah mendekati siapapun selain kau. Memang sifatku saja yang seperti ini”

Tiba-tiba ponsel Jihae berdering. Sebuah panggilan masuk dari Chanyeol.

“Aku tidak perduli. Aku tidak ada urusan dengan itu” ucap Jihae lalu detik berikutnya ia mengangkat telfon dari Chanyeol.

“Ndeee? Ah kau sudah sampai? Tunggu, aku keluar sekarang” Jihae pun segera bangkit dan meninggalkan Baekhyun begitu saja.

“Jihae-ya! Jihae-yaaa! Choi Jihae!!” Baekhyun memanggil yeoja itu beberapa kali tapi yeoja itu hanya melambaikan tangannya dingin. Tak sedikitpun ia menoleh lagi ke belakang.

***

-Part III: “Rain in Summer Always Has A Meaning”-

***

Seorang yeoja sedikit berlari menuju sebuah taman, hujan gerimis membahasi Seoul sore itu dan yeoja itu tak terlihat membawa payung. Ia memandang jauh ke tengah taman, tempat dimana sebuah kursi taman bercat putih berada. Disana seorang namja tengah duduk, beberapa kali memandang sekeliling.

“Jongin-a..” yeoja itu menghampiri namja tersebut. Namja itu menoleh lalu tersenyum tipis.

“Soon-a. Dari mana saja aku sudah menunggu hampir satu jam” ucapnya lembut, masih dengan senyuman.

“Mian jalanan sangat macet” ucapnya lalu duduk disisi Jongin.

“Mau kemana kita sekarang? Hari sedang hujan, sebaiknya kita pergi dari sini” ucap Jongin lalu bangkit dari duduknya.

“Kkajima” Soon segera menarik tangan Jongin untuk kembali duduk, “disini saja, aku tidak akan pergi kemana pun” ucapnya membuat Jongin mengerutkan kening.

“Kau bisa sakit jika hujan-hujanan begini” ucap Jongin, tapi tetap duduk kembali di samping yeojanya.

“Tidak masalah. Ada yg ingin aku bicarakan, sangaatt penting” ucap Soon, berkali kali berpikir ulang di dalam hatinya.

“Geurae. Apa yang mau kau bicarakan?”

“Beberapa hari lalu aku mengobrol banyak hal dengan seseorang…” ucap Soon menggantung.

“Berbicara dengan siapa?”

“Eng.. Kim Dahye” Soon kembali menunggu reaksi Jongin.

“Aahh Kim Dahye?”

“Apa kau mengenalnya? Dia baru datang dari Amerika sekitar dua minggu yang lalu”

“Dia seniorku di sekolah dulu, lalu dia pindah ke Amerika karena kuliah disana. Benar kan? Memangnya ada apa?”

“Aku yang seharusnya bertanya, ada apa antara kau dan Kim Dahye?”

“Nothing.. Dia hanya seniorku di sekolah”

“Geojitmal hajima” jawab Soon langsung.

“Aku tidak berbohong. Memangnya ada apa? Apa dia mengatakan sesuatu padamu hingga kau bertanya seperti ini?”

“Dia mantan pacarmu kan?” Jongin terdiam. Namja itu terlihat berpikir.

“Nde” jawabnya pelan.

“Kenapa kau tidak pernah bilang? Jangan jawab karna aku tidak pernah bertanya” gertak Soon lagi.

“Apakah masalah jika ia mantan pacarku? Hubungan kami sudah berakhir sejak dua tahun lalu kenapa kau ingin membahasnya?”

“Bohong!”

“Geumanhae Soon-a”

“Kapan terakhir kali kau berkomunikasi dengannya? Kapan terakhir kali bertemu dengannya?” cecar yeoja itu lagi.

“Aku tidak tau, sudah lama sekali”

“KIM JONGIN..” Soon menaikkan nada bicaranya, “aku baru berbicara dengannya kemarin! Kau pikir apa yg kami bicarakan?”

“Apapun yang ia katakan padamu, aku mohon jangan percaya. Kau harus lebih percaya padaku, aku ini pacarmu”

“Apa alasanku harus lebih mempercayai pacarku dibanding sepupuku?” Jongin langsung terdiam.

“Kim Dahye.. saudara sepupumu..?” tanyanya hati-hati.

“Kau tidak tahu? Dua minggu yang lalu kau bertemu dengannya kan? Kau yg menjemputnya di bandara kan? Pantas saja, saat sebuah mobil berhenti agak jauh dari rumahku, aku sedikit curiga. Kenapa teman Dahye itu tidak mampir dulu, dan bahkan menurunkan Dahye agak jauh dari rumahku. Neo kkuna..”

“Soon-a ini tidak seperti yang kau pikirkan…”

“Memangnya kau tau apa yang aku pikirkan? Mobil siapa yang kau pakai untuk menjemput Kim Dahye?”

“Soon-a ini benar-benar tidak seperti yang kau pikirkan, aku bisa jelaskan”

“Aku ingin putus”

“Jangan katakan itu..”

“Satu tahun setengah. Aku sudah menjadi pacarmu satu tahun setengah Jongin-a. Dan selama itu kau masih berkomunikasi dengannya setiap hari? Setiap ia berlibur kesini bahkan kau selalu menyempatkan bertemu dengannya? Lalu apa gunanya semua ini?”

“Soon-aa aku hanya menghargainya sebagai senior”

“Bullshit. Kau sangat mengecewakan Kim Jongin. Kita sudahi saja hubungan kita. Aku sudah cukup dengan semua sikapmu”

“Soon-a. Jangan mengatakan hal itu terus…”

“Mianhae Jongin-a….” Soon pun berlalu meninggalkan Jongin.

Hujan gerimis di musim panas masih senantiasa menjadi penonton setia kisah cinta Jongin. Seolah tau jika hari ini, sebuah kejadian tak terlupakan menimpa Jongin. Setiap hujan di musim panas memang bukan hujan biasa dan memiliki arti tersendiri bagi setiap orang.

***

-Part IV: “Autumn, I’m in Love”-

***

Seorang yeoja terus berlari di sebuah lintasan lari bersama beberapa atlit lainnya. Garis finish benar-benar sudah di depan mata dan sedikit lagi yeoja itu akan sampai disana. Ia terlihat tangguh dan belum terlihat akan menyerah. Dan…

“YAAAAA KIM JIEUN MENYENTUH GARIS FINISH!!! KIM JIEUN DIPASTIKAN MENUJU KE FINAL UNTUK PERLOMBAAN LARI 2500M WOMAN TINGKAT NASIONAL!!!!”

“KIM JIEUN! SA-RANG-HAE! KIM JIEUN! SA-RANG-HAE!” dari tribun penonton, tempat dimana suara-suara itu berasal, sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak laki-laki sibuk bersorak, lengkap dengan atribut layaknya seorang fans. Senyum lebar sontak terbentuk di bibir Jieun.

“Ah keluargaku tercinta, rasanya beruntung sekali memiliki kalian…” ucap Jieun.

“Larimu bagus juga” ucap seseorang membuat Jieun menoleh kaget.

Siang itu Jieun baru saja keluar dari ruang ganti, bersiap-siap untuk makan siang. Masih ada pertandingan final besok jadi yeoja itu harus beristirahat hari ini. Yeoja itu baru saja akan menghampiri keluarganya yang tengah menunggu di tempat parkir, hingga tiba-tiba seorang namja asing menghampiri Jieun dan berkata jika larinya bagus. Membuat Jieun sangat bingung.

“Kau siapa?” ucap Jieun mengerutkan kening. Jieun tidak merasa pernah mengenal namja ini sebelumnya.

“Namaku Oh Sehun” ucap namja itu dengan percaya diri lalu mengulurkan tangan. Jieun memandangnya ragu, lalu akhirnya menjabat tangannya.

“Kim Jieun” ucap yeoja itu dengan senyum terpaksa.

“Aku sudah tahu. Ayo kuantar pulang”

Mwooo? Apa dia berniat menculikku? Hey, kita baru saja kenal! Pikir Jieun dalam hati.

“Terimakasih atas tawarannya tapi keluargaku sudah menungguku di parkiran” ucap Jieun lalu ia pun meninggalkan namja aneh itu begitu saja.

“Aku tau kau pasti takut. Kau berpikir jika aku mungkin saja berniat menculikmu, kan? Hahaha tidak usah takut. Aku teman Jongin. Kau kenal Jongin kan? Kau boleh bertanya tentangku padanya” ucap Sehun tetap mengikuti Jieun. Ia berjalan tepat di samping Jieun membuat yeoja itu semakin ketakutan.

Yeoja itu tak memperdulikan ucapan Sehun dan berjalan semakin cepat.

“Ah Jieun-ya” ucap Sehun seraya menarik lengan Jieun. Jieun sontak berteriak kaget.

“YA jangan berteriak seperti itu aku bukan orang jahat” ucap Sehun panik.

“Berhenti mengikutiku” Jieun memasang posisi waspada.

“Oke oke aku tidak akan mengikutimu, tapi dengan satu syarat. Berikan id-line mu padaku” ucap Sehun lalu mengulurkan ponselnya.

iPhone 7? Woah!! Ponsel keluaran terbaru yang harganya sangat mahal itu? Namja ini memilikinya? Aku semakin yakin jika ia adalah penjahat. Jangan-jangan ia mafia perdagangan manusia! Mafia zaman sekarang kan sangat kaya raya. Pikir Jieun di dalam hati.

“Sirrheoyo” ucap Jieun lalu kembali berjalan cepat.

“Kalau begitu aku akan terus mengikutimu”

“Kalau begitu aku akan berteriak jika kau penjahat! Jangan macam-macam! Semua orang disini mengenalku!”

“Arrasseo arrasseo aku tidak akan…” Swiingg~ Jieun berlari secepat yang ia mampu menuju mobil keluarganya. Eomma appa selamatkan aku!

Malam itu, Jieun akhirnya menanyakan tentang Oh Sehun. Ia menyerah setelah bergelut dengan logikanya, karna hatinya sesungguhnya ingin menanyakan tentang Sehun. Maka malam itu, ia menyuruh Jongin datang ke rumahnya. Kim Jongin adalah sepupu Jieun tercinta. Ia sangat dekat dengan Jieun karna usia mereka hanya terpaut satu tahun. Rumah Jongin tak jauh dari sini dan mereka kuliah di kampus yang sama. Maka jadilah Jieun sangat dekat dengan Jongin.

“Yaaa ternyata kau tertarik juga padanya?” ucap Jongin lalu tertawa meledek.

“Ani! Aku hanya bertanya karena ia menyuruhku untuk bertanya padamu”

“Hahaha kenapa kau sensitif sekali. Sehun adalah sahabatku sejak SMP, apa aku tidak pernah bercerita sekalipun tentangnya?” Jieun menggeleng. Jieun bahkan tak pernah mendengar nama itu.

“Dia sangat baik, aku mengatakan ini bukan karna dia menyukaimu. Dia anak orang kaya, sangat kaya, ayahnya memiliki banyak bisnis di luar negri. Tapi satu hal, dia playboy dan senang main perempuan”

“Jinjjayo?”

“Eo. Tapi dia sudah menyukaimu sejak lama. Sering sekali ia menanyakan tentangmu padaku”

“Bagaimana dia bisa kenal aku?”

“Tentu saja dariku, pabo (bodoh). Dia juga beberapa kali menonton perlombaanmu”

“JINJJA?”

“Kalau kau mau dengannya aku bisa mendekatkan kalian”

“Sirrheo”

“Waaeee? ”

“Kau bilang dia playboy dan senang main perempuan. Kenapa juga kau malah menyodorkan saudaramu ini pada namja playboy seperti itu”

“Dia tidak serius dan hanya bersenang-senang dengan perempuan perempuan itu”

“Ah sudahlah. Aku tidak mau dengar. Sudah sana kembali ke rumahmu”

Line!! Sebuah notifikasi tiba-tiba masuk ke ponsel Jieun. Jieun meraih ponselnya cepat.

Oh Sehun add you as friend by id.

Jieun membelalakkan matanya, “YAA OPPA! Apa kau yg memberikan id-line ku pada Oh Sehun?”

“Dangyeonhaji”

“YAAA WAEEE”

Line!! Sebuah pesan tiba-tiba masuk setelahnya.

Annyeong Kim Jieun. Kau pasti sedang menanyakan tentangku pada Jongin, kan? Ayo pergi denganku besok. Akan ku jelaskan apapun yang membuatmu penasaran.

“YAAA KIM JONGIIINNN APA KAU MAU MATI?!”

SIRRHEOYO.

Aku pun segera membalas pesan tersebut dalam capslock.

***

END.

 

 

3 tanggapan untuk “[4thYearsEXOFFI] EXO Heartbreak Story – Whitelil”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s