[4thYearsEXOFFI] Holiday In Jeju – A.L

Poster

Tittle       : Holiday In Jeju

Author     : A.L

Genre       : Romance.

Rating      : PG

Summary  : Liburan tiba!. Suyeong gadis yang jutek pada laki-laki. Harus terpaksa mengikuti kemauan temannya, yang akan ikut berlibur bersama laki-laki ke Pulau Jeju.

 

Bunga-bunga bermekaran sangat indah disepanjang jalan kota Seoul. Kicauan burung-burung membentuk sebuah melodi lembut yang terdengar ditelinga seorang gadis. Sepasang mata bulatnya mengagumi sekeliling pemandangan yang disuguhi depan matanya. Gadis itu menghela nafas, lalu meminum secangkir vanilla latte diatas meja yang beberapa menit lalu dipesannya. Ia lantas beralih menatap seorang gadis berambut pendek yang baru saja memasuki cafe dimana dirinya sendiri berada.

            “Suyeong-a!” ucap gadis berambut pendek itu sambil melambaikan tangannya, dan berjalan mendekati Suyeong.

            “Ya!, kenapa kau lama sekali, aku sudah menunggumu selama 1 jam,” gerutu Suyeong, gadis itu menggembungkan pipinya kesal. Minhyo terkekeh melihat tingkah sahabatnya, lalu mencubit pipi Suyeong dengan gemas.

            “Mian1.Tadi, aku membatu oppa-ku dulu, baru aku pergi kesini” ucap Minhyo, sambil menduduki kursi didepan Suyeong.

            “Kau mau memesan sesuatu?” tanya Suyeong, ketika Minhyo sudah duduk dengan nyaman dikursinya.

            “Tidak usah” jawab Minhyo.

            “Lalu, apa yang mau kau katakan padaku?”

“Aku mau mengajakmu liburan ke Pulau Jeju, bersama chanyeol dan temannya” ucap Minhyo, ia menatap Suyeong dengan mata berbinar-binar. Minhyo ingin sekali mengajak sahabatnya ini liburan.

            “Temannya laki-laki?” tanya Suyeong lagi.

            “Tentu saja, kau maukan?” tanya Minhyo.

            “Tidak, aku tidak mau” tolak Suyeong cepat, ia tidak mau liburan bersama laki-laki, bahkan ia lebih mau mengurung diri dirumah bersama buku-bukunya. Minhyo mendesah pelan, jawaban Suyeong tidak sesuai dengan harapannya.

            “Oh ayolah, Suyeong, mereka baik kok, tidak semua laki-laki yang sifatnya buruk seperti dalam pikiranmu itu” ujar Minhyo meyakinkan Suyeong.

            “Tapi, bagaimana jika mereka genit lalu mereka mempunyai sifat yang sangat-sangat buruk” ucap Suyeong.

            “Kau ini lebay sekali, mana mungkin mereka akan berbuat genit padamu.” Minhyo menatap geli Suyeong, ia melihat ekspresi yang diberikan Suyeong padanya. Ekspresi ketakutan yang dibuat-buat.

            “Bisa saja, kitakan tidak tahu, apa saja yang dipikirkan oleh laki-laki. Dan juga, kau tak usah membela pacarmu itu”

            “Iyalah aku harus membelanya, dia kan pacarku. Tapi, aku aneh juga melihat sifatmu. Kau berubah menjadi lembut ketika berada didekat perempuan, dan sebaliknya ketika berada didekat laki-laki kau berubah menjadi sosok yang menyeramkan” ujar Minhyo. Suyeong yang mendengar perkataan Minhyo, menahan diri agar tidak memberi pukulan pada gadis didepannya.

           Suyeong mendengus. “Menyeramkan apa maksudmu?” ucap Suyeong. “Kau ingin kupukul, huh?” ucap Suyeong lagi, menahan diri setengah mati untuk tidak memukul kepala gadis berambut pendek itu yang sayangnya menjadi sahabatnya.

            “Memang kenyataan begitu” ucap seseorang mengintrupsi pembicaraan Suyeong dan Minhyo. Suyeong mengalihkan pandangannya dan melihat pemuda tinggi tegap yang berada tak jauh dari tempatnya.

Minhyo ikut mengalihkan pandangannya.“Oh, wasseo2?”.

Suyeong melirik Minhyo yang tampak sangat berbeda dengan beberapa detik lalu. Nada suaranya menjadi riang ketika melihat pemuda bernama Chanyeol itu. Suyeong yang awalnya kesal semakin kesal dengan kedatangan Chanyeol. Ia kemudian melirik pemuda yang berada dibelakang Chanyeol, pemuda yang sedari tadi berkutat dengan ponselnya.

Minhyo yang sadar dengan keberadaan Baekhyun, langsung menyapanya. “Anyeong3 Baekhyun-a!” sapa Minhyo riang.

Ne4, anyeong Minhyo-ya!” sapa Baekhyun balik, lalu menyimpan ponselnya kedalam saku celana. Baekhyun mengalihkan pandangannya dan menatap gadis didepan Minhyo yang juga sedang menatapnya. Chanyeol yang melihat ekspresi kebingungan Baekhyun dan Suyeong, langsung memperkenalkan keduanya.

“Suyeong ini Baekhyun, dan juga Baekhyun ini Suyeong” ucap Chanyeol.

Byun Baekhyun imnida5” ucap Baekhyun dengan senyuman, lalu mengulurkan tangannya mengajak Suyeong berjabat tangan. Beberapa detik Suyeong terus menatap tangan itu, dan seketika tersadar saat Minhyo menyenggol bahunya dan menyuruhnya untuk membalas jabatan tangan pemuda didepannya. Ragu-ragu Suyeong membalas jabatan tangan itu.

Kang suyeong imnida.” Setelah mengatakan sederet kata itu, Suyeong melepaskan jabatannya dengan cepat. Minhyo melihat wajah Suyeong yang berubah menjadi kaku, lalu tertawa didalam hati. Ia menyuruh Chanyeol duduk disebelahnya dan Baekhyun disamping Suyeong. Suyeong memberi tatapan membunuh pada Minhyo, ketika gadis itu menyuruh pemuda—Baekhyun—itu untuk duduk disampingnya.

“Jadi, bagaimana liburannya?” tanya Minhyo pada Chanyeol dan kedua temannya.

Suyeong menatap jendela dengan tatapan datar, mengabaikan pertanyaan Minhyo, sedangkan Baekhyun kembali memainkan ponselnya. Minhyo kesal melihat kedua temannya yang tidak memberikan jawaban atas pertanyaannya. Ia menggebrak meja, membuat Baekhyun dan Suyeong terkejut sekaligus melihat kearahnya.

Ya!, dengarkan aku, kalau aku sedang bicara?!” teriak Minhyo yang tidak bisa menahan amarah.

“Ah, mian, apa yang kau bilang tadi?” tanya Baekhyun. Ia meletakkan ponselnya diatas meja, lalu menatap Minhyo.

“Jadi bagaimana liburannya?” tanya Minhyo lagi.

“Liburan?, bukankah Chanyeol bilang kita liburan ke Pulau Jeju, dan masalah tempat aku akan menyumbang villa,” Baekhyun menjawab, membuat Chanyeol dan Suyeong sekarang meliriknya.

“Baiklah tempat sudah, mobil?, siapa yang akan menyumbang?”

“Aku saja, dirumahku ada mobil, sepertinya tidak dipakai selama liburan ini,” Chanyeol mengajukan dirinya, dan memandang ketiga temannya.

“ Lalu, hari apa kita berangkat?” tanya Suyeong, kali ini membuka suaranya.

“Kau ikut Suyeong-a!” seru Minhyo gembira.

“Tidak, aku tidak ikut” jawab Suyeong dingin.

Aish, sudahlah kalian ini!, bagaimana kalau besok, aku ingin cepat-cepat liburan” ucap Chanyeol, yang langsung disetujui Baekhyun dan Minhyo, tetapi tidak dengan Suyeong.

“Besok bukankah terlalu cepat” sahut Suyeong.

“Ah sudahlah, yang penting sudah banyak memilih besok, jadi besok saja” seru Minhyo tiba-tiba.

“Bagaimana Suyeong-a?” tanya Baekhyun dan memberikan puppy eyes miliknya. Sebenarnya Baekhyun sangat kesal melihat gadis jutek disampingnya, tapi mau bagaimana lagi, gadis ini teman barunya. Suyeong menatap Baekhyun datar.

Suyeong mendengus. “Baiklah” ucap Suyeong akhirnya.

£££

            Sepanjang perjalanan ke Pulau Jeju, Suyeong menatap keluar jendela mobil. Selama perjalanan, tak seorang pun dari mereka berbicara, kalaupun berbicara hanya yang penting-penting saja. Baekhyun terlihat sibuk dengan ponselnya, Chanyeol sibuk mengendarai mobil, dan Minhyo sibuk dengan barang-barang yang dibawanya. Suyeong tersenyum bahagia ketika melihat hamparan laut luas, ia sangat ingin berdiri dipantai sana, dan menghirup udara segar dipagi hari.

            Mobil tiba-tiba berhenti, membuat Baekhyun dan Minhyo menatap keluar. Ternyata,  mereka sudah berada didepan villa milik Baekhyun. Chanyeol membuka pintu mobil dan bergerak turun. Suyeong ikut bergerak membuka mobil, lalu melangkahkan kakinya keluar. Didepannya, Minhyo sedang melakukan hal yang sama.

            “Ini villa mu Baekhyun?” tanya Minhyo ketika tubuhnya sudah berada diluar mobil. Suyeong melihat keseliling pemandangan didekat villa, mulutnya tak henti-henti mendecak kagum.

            “Iya, ayo masuk!” ucap Baekhyun, lalu melangkahkan kakinya kedalam villa.

£££

            Baekhyun berjalan menuju sofa ruang tengah villa. Ia mengempaskan tubuhnya pada sofa empuk. Baekhyun memejamkan mata sebentar, lalu membukanya lagi. Ia menatap sekeliling villa, nyatanya masih seperti dulu, tidak ada yang berubah. Baekhyun bangkit dari sofa, dan berjalan menuju dapur, ia membuka kulkas, lalu mengambil sebotol air putih dan meminumnya.

            “Kurasa semua yang kita perlukan sudah lengkap disini” ucap Baekhyun. Mengalihkan perhatian Minhyo dan Suyeong.

            “Iya, sudah. Villa-mu sangat keren” ungkap Minhyo. Matanya terus menelusuri setiap sudut villa.

            “Dan kamar tidurnya, dilantai 2, ya” ucap Baekhyun lagi.

            “Suyeong-a, taruh barang dikamar yuk” ucap Minhyo mengajak Suyeong, untuk membawa barang-barang mereka kekamar.

            “Iya.” Suyeong menatap Baekhyun yang sedari tadi memperhatikannya. Tetapi pemuda itu mengalihkan pandangannya, ketika ia melihat kearahnya. Kenapa dengannya? Pikir Suyeong.

Minhyo dan Suyeong membawa semua barang-barangnya kekamar. Begitu juga dengan Baekhyun dan Chanyeol. Mereka membawa barang masing-masing kedalam kamar yang tersedia.

Setelah selesai, mengemas barang masing-masing kedalam lemari pakaian. Suyeong berjalan kedepan villa. Ia melihat bintang-bintang pada malam hari.

“Katanya hari ini kemungkinan akan mendung. Tapi, untung nggak, ya” ujar Baekhyun yang sudah berdiri disamping Suyeong.

“Emm” sahut Suyeong, masih melihat bintang-bintang yang bertaburan dilangit pada malam itu.

Baekhyun menatap Suyeong yang terus melihat kearah langit. Mata gadis itu mengatakan kalau ia sangat suka pemandangannya. Jujur saja, ia juga suka melihat pemandangan langit malam ini. Sangat indah. Dan ia juga suka suasana damai di villa ini. Tidak seperti Seoul yang sangat berisik akan kendaraan. Baekhyun kembali melihat kearah Suyeong. Ia tertegun, ketika melihat senyuman manis yang tertera diwajahnya.

“Kau manis” ucap Baekhyun tanpa sadar.

“Mwo?”

“Ah, tidak ada apa-apa”

£££

Hari Pertama Liburan

“Pantai, kami datang!” teriak Minhyo, sambil berlari-lari menuju mulut pantai. Suyeong tersenyum, melihat tingkah laku Minhyo yang menjadi kekanak-kanakan.

Baekhyun tersenyum tipis, melihat Minhyo menarik-narik Suyeong untuk bermain ditepi pantai. Hasilnya, Suyeong kalah dan ikut bermain. Wajah Suyeong memberengut, tujuannya kepantai bukan bermain-main, ia hanya mau melihat pantai dan memotret sedikit pemandangan disini.

“Suyeong!” panggil seseorang. Suyeong dan lainnya serentak menoleh kearah pemuda yang baru saja memanggil Suyeong. Senyum Suyeong mengembang tak kala melihat pemuda itu. “Jeongsu!” ucap Suyeong. Pemuda yang bernama Jeongsu itu berjalan menuju Suyeong dan berhenti didepannya.  “Sedang apa kau disini?” tanya Suyeong.

“Hanya liburan. Kau?” tanya Jeongsu. “Liburan bersama teman” jawab Suyeong, “Oh iya, ini temanku,” menunjuk Minhyo, Chanyeol, dan Baekhyun, lalu memperkenalkan mereka.

Lee Jeongsu imnida.” Jeongsu memperkenalkan dirinya dihadapan teman-teman Suyeong.

Byun Baekhyun imnida

Baekhyun bisa mendengar suara enggan yang berasal dari mulutnya sendiri. Pemuda itu—Jeongsu—selalu saja memperlihatkan senyuman yang mungkin menurut dirinya manis kepada teman-temannya. Sungguh membuatnya tidak ingin melihat pemuda itu. Cih, apa-apaan itu, ia bahkan mengelus-elus puncak kepala Suyeong.

“Suyeong, Baekhyun. Aku dan Chanyeol akan kesana, dan Jeongsu, kamu sama Suyeong-kan?” ucap Minhyo dibalas anggukan dari Jeongsu. Akhirnya Minhyo dan Chanyeol pergi. Sekarang tinggalah mereka dengan suasana canggung yang menyelimuti.

“Suyeong-a!, kita kesana yuk.” Tunjuk Jeongsu, menghilangkan suasana canggung diantara mereka. Ia menggenggam tangan suyeong dan menunjuk arah jalan.

Baekhyun ternganga dibelakang mereka. Bahkan anak itu tidak mengajakku, pikirnya. Ia kemudian hanya mengikuti mereka dari belakang. Sekali-kali ia melihat Jeongsu mencubit pipi Suyeong sambil tertawa. Membuat Baekhyun kesal, dan mengalihkan pandangannya.

“Baekhyun-ssi, bisakah kau mengambil foto kami berdua?” tanya Jeongsu. Memberikan kamera polaroid milik Suyeong kepada Baekhyun.

Dan sekarang, ia menyuruhku?. Baekhyun tak habis pikir, dengan pemuda bernama Jeongsu itu. Sebenarnya, apa mau anak itu?. Baekhyun terpaksa mengambil kamera itu. Ia menghadapkan kamera, kearah mereka yang sudah bersiap-siap mengambil gambar, lalu membidiknya.

Jeongsu mengambil kembali kamera itu. “Gomawo6” ucapnya. Ia melihat hasil gambar itu. Tak buruk, pikirnya. Kemudian ia kembali menggenggam tangan Suyeong dan mengajaknya ketempat lain.

“Woah deabak7, anak itu mencoba mengukur emosiku rupanya” ucap Baekhyun. Ia menatap tajam pemuda itu, dadanya bergemuruh, dan wajahnya merah padam menahan amarah.

“Kau kenapa?, mukamu merah tuh” ucap Chanyeol yang tiba-tiba sudah berada disamping Baekhyun.

“Tidak ada” jawab Baekhyun ketus. Ia membalikkan badannya, dan berjalan berlawanan arah. Ia tidak mendengar dan tidak mau mendengar panggilan Chanyeol.

“Ini yang disebut mereka liburan?. Cih, mungkin bagi mereka, tapi bagiku tidak.” Baekhyun terus berjalan, meninggalkan teman-temannya yang bingung.

“Dia kenapa?” tanya Chanyeol pada Minhyo.

“Entahlah” jawab Minhyo.

£££

Hari Kedua Liburan

Taman Hiburan. Tempat yang selalu disukai semua orang. Tak jarang orang dewasa mengajak anak-anak mereka kesana untuk liburan. Disana juga tempat yang bagus untuk pasangan kekasih yang sedang kasmaran. Dan sekarang, itulah pilihan yang tepat untuk Baekhyun dan teman-temannya liburan.

“Ramai banget” seru Minhyo. Ketika mereka sudah berada didalam Taman Hiburan.

“Iya” ucap Jeongsu membenarkan perkataan Minhyo.

“Naik apa dulu, ya?” tanya Minhyo.

“Rumah hantu!” usul Jeongsu.

“Ide bagus!” ujar Chanyeol sambil memberikan satu jempolnya kearah Jeongsu. “Ayo” ajak Chanyeol, dan berjalan duluan.

“Kita sudah membeli tiketnya. Jadi, apa yang kalian tunggu, ayo masuk!” ajak Minhyo, lalu melangkahkan kakinya kedalam Rumah hantu.

Didalam sana, Baekhyun dan Jeongsu terus memperhatikan sekelilingnya. Mereka tak mungkin takut pada hantu bohongan. Walaupun mereka bilang, mereka tidak takut pada hantu, tetapi gerakan kaki mereka sangat lambat.

“Kalau takut, kau boleh pegang tanganku” ucap Baekhyun pada Suyeong.

Suyeong mengangkat alisnya. “Jangan-jangan kau yang takut?” ucap Suyeong balik.

“Bu-bukan, siapa bilang?” jawab Baekhyun, lalu kembali memperhatikan sekelilingnya.

“Tidak ada, tapi wajahmu yang mengatakan”

“Suyeong-a!, aku ahlinya Rumah hantu, jadi kau dekat-dekat saja denganku” ucap Jeongsu. Menarik Suyeong mendekat kearahnya. Ia bisa menatap wajah Baekhyun yang berubah menjadi kesal.

“Eh, ada pintu?, tapi dua?” tanya Minhyo.

“Aku pilih kanan” ucap Baekhyun.

“Aku pilih kiri” ucap Jeongsu.

“Ya sudah, kalian buka saja keduanya” ujar Suyeong.

“Baiklah” ucap Baekhyun dan Jeongsu serentak. Mereka melangkahkan kaki kepintu masing-masing. Setiba didepan pintu itu.

“Satu..dua…tiga!.” Mereka membuka pintu itu secara bersamaan. Muncul-lah seorang bapak-bapak berwajah hancur dan bermata satu didepan mereka dengan baju berlumuran darah.

“AAAAAAA”

£££

“Apa itu tadi?” tanya baekhyun, setiba mereka diluar. Wajahnya pucat pasi sama seperti Jeongsu.

“Aku tak menyangka, kalian sepenakut ini” ucap Chanyeol menyindir mereka. Setidaknya, ia tak ikut berteriak seperti Baekhyun dan Jeongsu.

“Aku berteriak, karena wajahnya didepan wajahku” ucap Baekhyun, membela dirinya.

“Jadi, setelah ini apa?” tanya Minhyo, sekalian menyela perdebatan tak berguna mereka.

“Jet Coaster!” seru Jeongsu tiba-tiba. Menghilangkan rasa takut yang pernah membentuk ditubuhnya.

“Ayo!”

Selama berjalannya Jet Coaster, yang terdengar hanyalah suara “Kyaa..Kyaa” dari seluruh penumpang.

“Kyaa, seruu!” sahut Minhyo. Sehabis turun dari Jet coaster. “Biasa saja” ucap Baekhyun. Ia kemudian menatap Suyeong yang sepertinya sedang gelisah.

“Kau kenapa?” tanya Baekhyun pada Suyeong. “Tidak ada” jawab Suyeong. Baekhyun terus memperhatikan Suyeong yang tidak seperti biasanya. Sejak turun dari Jet Coaster wajahnya memerah dan tubuhnya terlihat lemas. Tapi, tak mungkin gadis jutek sepertinya takut naik Jet Coaster.

“Sekarang kita makan, dimana?.” Minhyo bertanya pada teman-temannya. Sebelum pergi Minhyo dan Suyeong membawa bekal untuk makan siang mereka nanti. “Di dekat pohon itu, disana tidak terkena matahari.” Jeongsu menunjuk pohon sendiri yang berada didekat Bianglala. Semuanya mengangguk setuju.

“Woah, makanan ini enak, cobalah.” Chanyeol memberikan sepotong Kalbi8 kemulut Minhyo. “Iya, buatanmu enak sekali, Suyeong-a!” puji Minhyo sembari tersenyum lebar.

“Tidak biasa saja” ucap Baekhyun.

Minhyo mengangkat alisnya sebelah. “Itu karena kau iri”.

“Kenapa aku harus iri?”

“Baekhyun iri..Baekhyun iri…hahaha.” Minhyo senang begitu dirinya bisa membuat wajah Baekhyun memberengut.

Suasana menjadi hangat, ketika mereka tertawa bersama-sama. Dibawah pohon yang rindang, disana mereka mengakrabkan diri masing-masing. Seakan-akan dunia itu, dunia milik mereka. Liburan yang awalnya tidak mengesankan bagi mereka, menjadi sangat mengesankan. Dan liburan seperti inilah yang mereka inginkan.

END

   Foot Note.

Mian1 : Maaf

Wasseo2 : Sudah datang

Anyeong3 : Selamat Pagi

Ne4 : Iya

Byun Baekhyun imnida5 : Nama Saya Byun Baekhyun

Gomawo6 : Terima kasih

Daebak7 : Hebat

Kalbi8 : Daging sapi panggang

2 tanggapan untuk “[4thYearsEXOFFI] Holiday In Jeju – A.L”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s