[4thYearsEXOFFI] That Day – Naima

PhotoGrid_1469227575938

Tittle                 : That Day

Author              : Naima

Genre               : Sad, friendhip

Rating               : G

Summary          : Yooa tidak ingin dia, baekhyun,dan chanyeol ragu-ragu dan menyesal dalam kasus dimana mereka yang mendapatkan luka. Yooa berjalan untuk sementara kemudian berhenti dan melihat kembali. Rasanya seperti baekhyun akan berdiri disana berbagi air mata dengannya dan chanyeol.

 

Sinar mentari pagi itu terlalu dalam menembus cendela kaca melewati bunga baby breath diatas meja sebelum cahayanya terjatuh ke lantai. Chanyeol terbantu cahaya tersebut untuk menyadari dimana keberadaannya sekarang. Dia masih berada di rumah sakit. Dia mengerjapkan matanya lalu mencoba untuk duduk menyandar pada bantal. Chanyeol menoleh. Chanyeol baru sadar pasien disampingnya memperhatikannya.

“baekhyun-ssi ?” sapanya pada seseorang dengan selang pada mulutnya tersebut. pasien tersebut tiba-tiba meneteskan air mata. “wa..wae ?” Tanya chanyeol yang tentu tidak mendapat jawaban karena peralatan kesehatan pasien disampingnya tidak memungkinkan penggunanya untuk berbicara.

Baekhyun membuang muka ke arah lain. Melihat perlakuan baekhyun padanya Chanyeol hanya menaikkan pundaknya acuh lalu kembali membaringkan tubuhnya. Sebenarnya chanyeol penasaran dengan penyakit apa yang diderita baekhyun sampai dia baru sadarkan diri pagi ini tetapi, chanyeol mengabaikan rasa penasarannya pada seseorang yang bahkan dia hanya tahu namanya dari papan pengenal identitas pasien yang ada diranjangnya.

“chanyeol oppa!” seseorang masuk sambil membawa beberapa plastik buah dan bunga. Chanyeol kembali terbangun mendengar suara yang selalu dia rindukan tersebut. Kim yooa. Yooa segera mengganti bunga pada vas bunga lalu duduk disamping ranjang chanyeol. “kau harus makan dulu oppa” ucap yooa sambil mengeluarkan semangkuk bubur dari dalam tasnya. Lalu membantu chanyeol menyandarkan tubuhnya pada ranjang. Entah kenapa perhatian dan perlakuan yooa membuat chanyeol memikirkan baekhyun. Chanyeol merasa beruntung karena selama dia sadar, dia belum pernah melihat keluarga bekhyun berkunjung. Hanya keluarga chanyeol yang hampir 24 jam bergantian datang. Mungkinkah baekhyun menangis karena saat dia sadar tidak ada keluarganya disampingnya ? batin chanyeol yang dibuyarkan oleh sesendok bubur kearahnya.

“aku sangat beruntung memilikimu” ucap chanyeol pada yooa sebelum menyantap bubur dari tangan yooa.

“sepertinya kau sudah sembuh, kau bahkan sudah bisa merayuku sekarang” ucap yooa membuat keduanya tertawa. Suara tawa mereka telah terbiasa menyatu dengan bau obat khas rumah sakit dan irama alat pendeteksi jantung.

Tiba-tiba terdengar suara datar dari alat pendeteksi jantung. Yooa menghentikan suapannya pada chanyeol dan menoleh ke arah suara tersebut. Alat pendeteksi jantung baekhyun. Prang!!! Yooa menjatuhkan mangkuk bubur chanyeol “BAEKHYUN OPPA!” yooa menghambur ke ranjang baekhyun membuat chanyeol mengernyitkan dahi kaget

“oppa ? yooa ah, kenapa kau memanggilnya oppa?” tanya chanyeol pada yooa tapi yooa mengacuhkannya

“baekhyun oppa andwae, eomma, dokter!” yooa mulai menangis panik dan bingung tetapi chanyeol lebih bingung. Dokter dan perawat segera berdatangan karena suara yooa. tidak hanya itu, sekarang keluarga chanyeol berdatangan tetapi bukan untuk menyapanya. Mereka semua mengerubungi ranjang baekhyun membuat chanyeol semakin bingung dengan apa yang terjadi. Dia mencoba bertanya tetapi semua orang mengacuhkannya. Keriuhan di ruang tersebut membuat kepala chanyeol terasa sakit.

“yooa, ponselmu berbunyi. Hei, sebenarnya kenapa ini ?” lagi-lagi tidak ada yang mendengarkan chanyeol. Chanyeol meraih tas yooa untuk mengambil ponsel yang berdering tersebut. Tapi, ponselnya berhenti berdering. Dan sesuatu terjatuh dari dalam tas yooa. surat. Untuk yooa dari…, baekhyun ? chanyeol segera membuka surat tersebut dan membacanya.

“yooa ah kau tahu. Ketika Tuhan menciptakan sesuatu untuk berpasangan, Tuhan membuat sesuatu yang bertolak belakang. Surga berpasangan dengan neraka, siang berpasangan dengan malam dan panas berpasangan dengan dingin. Mereka berpasangan tetapi tidak mungkin bersama. Yang membuatku bingung adalah kenapa saat kata pasangan tersebut sampai pada manusia, mereka justru membuat sesuatu yang sama ? kenapa kau memberiku gelang yang sama dengan milikmu ? kenapa kau mencari tahu apa kesukaanku dan mencoba menyamainya ? aku tidak tahu jawabannya tapi chanyeol tahu. Chanyeol selalu membuatmu kesal bukan ? dia seperti membencimu tapi kau tahu ? dia mengatakan padaku kalau dia menyukaimu kim yooa. kau tahu sendiri bagaimana persahabatanku dengan chanyeol. aku tidak bisa menerima atau menolak perasaanmu padaku. Aku ingin langkah yang aku ambil membuatmu dan chanyeol bahagia.aku akan memberikan jantungkuku padanya” chanyeol memegangi kepalanya. Dia berfikir keras mencari ingatan tentang siapa sebenarnya baekhyun dan yooa. chanyeol menerima yooa karena saat dia bangun, semua orang telah mengenalkan siapa diri mereka kembali pada chanyeol begitupun yooa Tapi tidak dengan baekhyun. Tidak ada satu orangpun yang membahas baekhyun. Chanyeol hanya tahu jika baekhyun adalah pasien rumah sakit ini yang dirawat disampingnya. Tapi, surat tersebut menunjukkan kedekatan chanyeol dan baekhyun melebihi kedekatan chanyeol dengan yooa.

“oppa,” lirih yooa pada chanyeol yang membawa suratnya sambil memegangi kepalanya. “op..pa” panggil yooa lagi yang tidak tahu harus bagaimana karena chanyeol telah membaca suratnya tersebut. chanyeol masih terpaku pada surat tersebut sampai suara yooa membuatnya mendongak. Chanyeol menoleh ke ranjang baekhyun tapi baekhyun sudah tidak ada disana. Keluargaya juga tidak ada, hanya yooa. “apa aku yang membunuhnya ? aku yang melukainya ?” chanyeol mulai menangis. “tak peduli bagaimana aku merindukannya tapi aku tidak bisa mendengar kenangannya” chanyeol ingat bagaimana wajah baekhyun menatapnya sambil menangis pagi ini, membuat perasaan chanyeol terluka. chanyeol tiba-tiba mencari-cari ujung infusnya dan mencabutnya dari tangan begitu saja.

“oppa kenapa kau seperti ini ? kau tidak bersalah. Bukan kau yang menginginkan sakit ini” yooa mencoba menahan tangan chanyeol karena infus tersebut belum sepenuhnya tercabut. “aku yang membunuhnya” ucap chanyeol lagi. “aniya, bukan kau, tapi aku oppa. aku bahkan tidak tahu kalau kau sakit” yooa memeluk chanyeol. Chanyeol tiba-tiba tidak sadarkan diri.

“sebenarnya aku juga menyukai yooa chanyeol” ucap baekhyun pada chanyeol yang sedang asyik bermain playstation.

“hyung, kau tidak bisaa curang. Aku tidak percaya, caramu mengalahkanku benar-benar aneh” balas chanyeol yang tetap melanjutkan permainannya.

“tapi aku mengatakan yang sebenarnya” baekhyun melepaskan playstationnya membuat chanyeol berhenti memencet tombol untuk menyerang karakter baekhyun di game yang mereka mainkan.

“hyung, jangan bercanda dan lanjutkan peramainanmu”

“chanyeol, maaf” baekhyun branjak pergi.

“hyung,” chanyeol menahan tangan baekhyun. “temani aku kontrol sore ini” ucap chanyeol. Baekhyun hanya mengangguk. Chanyeol dan baekhyun sudah seperti saudara kandung, keluarga chanyeol bahkan beberapa kali mempercayakan baekhyun untuk menemani chanyeol kontrol.

Baekhyun tahu jika chanyeol menderita gagal jantung terminal. Chanyeol telah mendapatkan pengobatan yang maksimal namun, terkadang dia masih sering mengeluh sesak nafas atau keterbatasan aktivitas. sayangnya kali ini dokter mengatakan hasil kontrol chanyeol yang cukup mengejutkan. Dokter memberitahu baekhyun jika chanyeol membtuhkan transplantasi jantung.

“chanyeol, kau ingin es serut kacang merah ?” tanya baekhyun begitu keluar dari ruang dokter.

“wae ? apa keadaanku membaik sampai-sampai kau ingin merayakannya ?” tanya chanyeol. Baekhyun hanya mengangguk lalu menarik lengan chanyeol. Mereka kemudian naik scooter bersama.

Chanyeol memarkirkan scooternya disamping jalan. Mereka harus menyebrang dengan berjalan kaki untuk sampai ke penjual es serut langganan mereka.

“aku saja yang memarkirkannya, kau pasti sudah tidak sabar” ucap baekhyun mengambil alih scooter dari tangan chanyeol. Ya, chanyeol memang sangat suka es serut kacang merah. Baekhyun memarkirkan scooter dan chanyeol menyebrang lebih dulu.

Baekhyun baru akan mengambil nomer parkirnya tapi dia melihat chanyeol berhenti di tengah jalan sambil memegangi dadanya. Chanyeol sesak nafas. Baekhyun melepaskan scooternya begitu saja dan berlari ke arah chanyeol. Bersamaan dengan itu, sebuah mobil melaju kencang kearah mereka. Baekhyun mendorong chanyeol begitu saja kemudian hanya kerumunan orang yang dapat baekhyun lihat. Baekhyun melihat sekeliling mencoba menemukan chanyeol tetapi yang dia lihat hanya darahnya yang berceceran dan orang-orag yang terus berdatangan mengerumuninya.

Bakhyun sadarkan diri dan telah berada di rumah sakit. Hal pertama yang dia ingat adalah chanyeol harus melakukan transplantasi jantung. Dia melihat sekeliling dan dia menemukan chanyeol dirawat disampingnya. Disana juga ada keluarga chanyeol yang sudah genap tiga tahun menjadi keluarganya juga karena mereka mengangkat baekhyun sebagai putra mereka dan juga ada yooa. baekhyun dapat mendengar percakapan mereka mengenai keadaan chanyeol yang mengalami benturan sangat keras dikepalanya yang mungkin akan membuatnya amnesia saat sadar nanti. Hanya benturan dikepalanya, tidak lebih.

“dokter, boleh saya bertanya sesuatu ?” tanya baekhyun pada dokter yang mengontrolnya saat malam, ketika keluarganya telah istirahat. Dokter tersebut mengangguk.

Keluarga chanyeol mendapat kabar yang menggembirakan dari dokter pagi itu, bahwa chanyeol mendapat pendonor jantung yang cocok. mereka tentu senang dan terharu. Meskipun pendonor  tidak ingin diketahui identitasnya, keluarga chanyeol percaya kepada sang dokter bahwa jantung pendonor yang ditawarkan tersebut cocok untuk chanyeol.

Semua persiapan transplantasi sudah siap. Keluarga chanyeol bingung ketika dokter juga membawa baekhyun dan saat itulah keluarga baekhyun mengetahui siapa pendonor tersebut. Dan yooa mengetahuinya saat dia membaca surat dari baekhyun saat di rumahnya.

Baekhyun mendapat jantung pengganti setelah jantungnya dia berikan pada chanyeol tetapi jantung tersebut tidak dapat beradaptasi dengan tubuh baekhyun. Baekhyun terkena infeksi dan pendarahan hebat. Dokter telah berusaha sehingga baekhyun mengalami koma saat chanyeol sudah tersadar dari komanya. Yooa kira dia dapat menaruh harapan lebih pada kondisi baekhyun. Tapi, takdir berkata lain.

Yooa bahkan ada di ruang tersebut dan melihat sendiri isyarat alat pendeteksi jantung baekhyun hari itu. Dia panik. bagaimanapun dokter mengatakan hal yang tidak ingin yooa dengar tapi harus yooa terima.

Chanyeol menggerakkan ujung jarinya perlahan membuat yooa terbangun. “oppa ?” yooa menenangkan chanyeol dengan mengelus jari chanyeol lembut. Chanyeol membuka matanya perlahan. “chanyeol oppa” ucap yooa lagi. Chanyeol menoleh ke arah yooa lalu yooa memeluk chanyeol. Chanyeol sudah melupakan kejadian sebelum dia pingsan kemarin. Yooa dan keluarga chanyeol bahkan harus memperkenalkan diri mereka lagi pada chanyeol.

Yooa tidak ingin dia, baekhyun,dan chanyeol ragu-ragu dan menyesal dalam kasus dimana mereka yang mendapatkan luka. Yooa berjalan untuk sementara kemudian berhenti dan melihat kembali. Rasanya seperti baekhyun akan berdiri disana juga. Berbagi air mata dengannya dan chanyeol.

One thought on “[4thYearsEXOFFI] That Day – Naima”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s