[4thYearsEXOFFI] SUGAR FLOWER — ByunByulssi

8

Tittle : Sugar Flower

Author : ByunByulssi

Genre : Romace, Fluff, Comedy

Rating : G

Summary : “Jujur, ini kali pertama Baekhyun mengungkapkan rasa cintanya dengan gamblang. Selama –hampir- dua tahun ia menjalin hubungan dengan Min Young, ia nyaris tak pernah mengatakan hal yang menurut Baekhyun adalah sakral.

*

-Happy Reading-

Panas terik matahari menelusup tanpa izin ke dalam bilik Min Young, si pemilik kamar malah sedikitpun tak terusik karenanya. Kedua matanya tetap terpejam meski dihujami sinar matahari di tengah hari –yang jelas tata letak matahari tepat di atas kepala-, bukankah sangat tertera jika ia adalah wanita pemalas? Ck.

Ponse Min Young berdering membuat mata Min Young yang tertutup rapat menjadi terbuka lebar, dengan kecepatan penuh ia mengambil ponselnya di atas nakas. Ia membuka notifikasi line-nya dan berharap seseorang yang ia rindukan mengiriminya sebuah pesan.

Baekhyun-ku

02.13 PM

Ayo pergi ke taman bunga! Mumpung hari ini aku libur les. Bawa bekal yah!!

Min Young menutup mulutnya dengan tangan kanan guna menyembunyikan suaran pekikan senangnya. Min Young merindukan Baekhyun. Yaa, sangat merindukannya, sudah terhitung dua minggu lebih ia tidak bertemu kekasihnya -Byun Baekhyun-, mengingat jadwal belajarnya yang super padat. Wajar saja, Baekhyun adalah anak akselerasi, tidak seperti Min Young si kelas biasa yang mempunyai banyak waktu luang yang sayangnya terbuang dengan sia-sia.

Terhitung dari liburan musim dingin sampai sekarang, Min Young belum bertemu Baekhyun sama sekali. Jika kalian bertanya apakah mereka satu sekolah? Jawabannya tentu saja mereka satu sekolah bahkan sesekali bertegur sapa, tapi menurut Min Young bertegur sapa tak masuk kategori bertemu karena tidak ada pembicaraan lebih.

Min Young adalah tipe wanita yang mudah sekali merindukan kekasihnya. Satu jam tak bertemu, Min Young akan dengan beraninya menghampiri Baekhyun di kelas akselerasinya lalu dengan tak tahu malunya ia akan memanggil nama kekasihnya beserta nama keluarganya dengan keras dengan memberi embel-embel, “aku merindukanmu,” dengan muka cemberut dibuat-buat. Baekhyun tentu saja malu dibuatnya lalu ia akan keluar dari kelasnya dan memarahi kekasihnya itu sambil memukul kecil kepalanya karena saking gemasnya.

Dan jangan tanyakan bagaimana sikap Baekhyun pada Min Yong, jika tak di telepon Min Young, ia bisa tidak mengabari apapun. Jika tidak dipaksa datang ke kelas Min Young, ia tak akan datang. Jika ditanya oleh Min Young kenapa dia melakukan itu, ia akan menjawab seperti ini, “hahaha, tadinya aku akan menelponmu tapi keburu kau duluan, hahaha,” senyuman Baekhyun pun tampak canggung disitu.

Baekhyun itu lucu, ceria, mudah tersenyum juga tertawa. Baekhyun juga sering jahil pada Min Young dan terkadang ia juga terlalu cuek dengan Min Young. Baekhyun juga bukan tipe lelaki yang romantis dan sedikit tak peka. Tapi, seburuk apapun watak Baekhyun, Min Young akan tetap mencintai Baekhyun. Yeah, love is blind, right?

Baiklah, lupakan kisah asmara Min Young yang tidak akan habis-habisnya membahas Byun Baekhyun. Kita kembali lagi ke topik cerita.

Tanpa babibu lagi, Min Young langsung bergegas pergi ke dapur guna membuatkan bekal. Ia membuat telur dadar ala kadarnya juga nasi gulung ditambahi pernak pernik diatasnya. Sebenarnya, Min Young ingin membuat masakan lain juga, tapi apa daya Min Young tak pandai memasak. Memasak telur dadar saja butuh proses yang cukup lama.

“Selesai! Cantik sudah, kuharap Baekhyun tak bosan dengan bekalku,” ujar Min Young dengan puas ketika ia menyelesaikan saus terakhir di atas nasi yang bertuliskan ‘Lov You’ kemudian menutup bekalnya.

***

At Flower Park

03.43 PM

“Kau sudah datang?” wajah Min Young berseri kala melihat Baekhyun sudah berdiri di depannya.

“Ehm, maaf aku sedikit terlambat.” jawab Baekhyun dengan nafas sedikit tersengal.

“Tidak apa, melihatmu saja membuatku senang bukan kepalang,” dan Min Young tak berbohong dengan ucapannya.

“Kau berusaha menggodaku, huh!?” ucap Baekhyun disusul tawa kecilnya. Tawa kecil yang Min Young rindukan, tawa yang membuat mata Baekhyun tertutup rapat kemudian membentuk bulan sabit kecil disana, gigi putihnya terlihat jelas dan rapi, rambut hitam yang terkena sapuan angin bersamaan dengan gugurnya bunga cherry blossom menambah kesan tampan yang membuat Min Young tidak bisa berkata lebih untuk menjelaskan bagaimana kadar ketampanan kekasihnya.

“Ayo makan. Aku sudah lapar,” ujar Baekhyun sambil mengelus perutnya. Min Young mengangguk lalu mengambil bekal di dalam tasnya, mencoba tidak terlihat gugup di mata Baekhyun.

“Telur dadar lagi?” ujar Baekhyun dengan raut muka kaget yang kentara sekali dibuat-buat.

“Maafkan aku, Baekhyunie … Miyong masih belum bisa memasak.” Bibir Min Young tertekuk ke bawah, raut mukanya juga berubah menjadi masam.

“Hahaha,” tawa Baekhyun pecah seketika, “aku bercanda, Miyong sayang.” Baekhyun mencubit gemas pipi Min Young. Min Young kesal, pipinya menggembung tinggi, dan bibirnya juga mengerucut lucu.

“Ngomong-ngomong kau salah menulis kata ‘Lov You’,”

“Sungguh? Kyaa! Ini memalukan!” teriak Min Young menahan malunya sampai-sampai kedua pipinya memerah, “Maafkan aku!”

Baekhyun terkekeh geli melihat sikap Min Young yang tengah malu karena salah dalam penulisan bahasa inggris, benar-benar jauh dari karakter seorang Byun Baekhyun. Mungkin ini yang dinamakan cinta yang saling melengkapi.

“Sudahlah, lain kali aku akan mengajarkanmu bahasa inggris. Kita makan saja ya,” ujar Baekhyun yang bisa membuat mata Min Young Jo berbinar terang bak seorang anak kecil yang berhasil ditipu Ayahnya.

Ten minute later.

“Telur dadarmu bertambah enak, Miyong,” puji Baekhyun sambil mengelus perutnya yang kekenyangan.

“Terimakasih,” Min Young menjawab malu-malu sambil memilin ujung dressnya. Ugh, Baekhyun suka ekspresi ini.

“Wah, kau memakai dress bunga. Kau semakin cantik dan lihat rambutmu, kau menggerainya … Ohh, you’re so pretty,” goda Baekhyun dengan muka jahilnya. Yaa, senang menggoda kekasih lugunya ini. Alih-alih menjawab, Min Young malah menundukkan wajahnya yang sudah memerah.

“Ah, aku jadi mengantuk. Bolehkah aku tidur di pangkuanmu?” tanya Baekhyun, “diam saja berarti kau menjawab iya.” tanpa pesetujuan kekasihnya, Baekhyun menaruh kepalanya tepat di atas paha Min Young.

Ugh, Min Young benar-benar kehabisan kata-kata kali ini, pipinya sudah semerah tomat. Min Young ingin sekali merutuki dirinya sendiri kali ini. Bagaimana ia bisa terlalu mudah jatuh cinta pada Baekhyun? Dimana sisi cerewet Min Young?

Min Young menggelengkan kepalanya pelan, ia tak boleh mudah jatuh cinta pada Baekhyun. Min Young ingin sesekali mengerjai Baekhyun juga. Tetapi ketika melihat wajah malaikat Baekhyun, entah mengapa Min Young merasa tak tega. Nampaknya seorang Jo Min Young sudah benar-benar mencintai Byun Baekhyun, lelaki yang tampannya melebihi pangeran di serial Disney land.

***

Semilir angin sore berhembus pelan, menerbangkan anak rambut Min Young. Beberapa kelopak bunga cherry blossom juga berguguran karena terkena tiupan angin. Min Young diam sejenak merasakam hilir angin yang teramat sejuk. Menutup matanya guna merasakan semilir angin sore di taman bunga.

Terlalu menikmati kesejukan angin sore sampai membuat Min Young lupa pada lelaki yang berada dipangkuannya. Satu detik kemudian atensi Min Young berpindah pada lelaki dipangkuannya. Min Young tersenyum kecil melihat kekasihnya yang terlihat tertidur pulas.

Min Young mengambil bunga yang gugur di sebelahnya lalu menyelipkannya di belakang telinga Baekhyun. Wajah yang putih, bibir merahnya yang tipis, hidungnya yang mancung dan anak rambut hitam Baekhyun yang tertiup angin, ditambah selipan bunga dibelakang telinganya. Min Young terkekeh kecil mengamati wajah kekasihnya.

Satu detik. Dua detik. Tiga detik dan sampai detik kesepuluh, Min Young masih tak mengalihkan pandangannya dari wajah Baekhyun, “cantik, seperti bunga,”

“Berhenti menatapku, Miyong. Kau membuatku malu,” Baekhyun berucap santai sambil merubah posisinya. Min Young terkesiap kemudian mengalihkan wajahnya guna menyembunyikan wajah merah tomatnya. Ugh, sepertinya Min Young yang malu saat ini.

“Aaa-aku tak melihatmu,” Min Young berusaha menyela meski ucapannya sedikit tergagap. Baekhyun yang mendengar suara gagap kekasihnya terkekeh kecil kemudian membuka mata sipitnya.

“Berhentilah menyela, aku terlihat cantik dengan bunga ini, kan?” goda Baekhyun sambil mengamati gelagat gugup Min Young.

“Kau malah semakin lucu saat berusaha membohongiku,” Baekhyun menggoda lagi sambil mencolek dagu runcing Min Young. Min Young yang mendapat perilaku seperti itu kagetnya bukan kepalang. Karena gerak refleks Min Young, Min Young mendorong kepala Baekhyun dan kepala Baekhyun mendarat kasar di atas tanah –yang beruntungnya tertutup kain-.

“Aduh …,” celetuk Baekhyun saat kepalanya menyentuh kerasnya tanah.

Min Young tertawa keras melihat ringisan kecil Baekhyun. Tertawa lepas seperti tidak memiliki beban. Mulutnya terbuka lebar, saking lepasnya mata Min Young yang sedikit tertutup seolah ikut tertawa. Mata bulat yang kecil itu adalah salah satu bagian yang Baekhyun sukai.

Baekhyun mengamati wajah itu dengan lamat. Bagaikan adegan slow motion, bunga yang berguguran menjadi lambat, orang-orang yang tengah beraktifitas di sekitarnya juga ikut melambat. Suara riuh ramai taman, tiba-tiba menjadi senyap. Tawa Min Young juga turut bergerak lambat.

“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu,” ujar Baekhyun lirih.

Tawa Min Young seketika luntur kala mendengar ucapan Baekhyun. Atensinya ia alihkan pada kekasihnya, mata bulatnya menatap Baekhyun penuh tanya, “kau bisa mengulanginya?”

“A-apa!? Memang aku mengatakan apa?” jawab Baekhyun dengan suara gugupnya.

Jujur, ini kali pertama Baekhyun mengungkapkan rasa cintanya dengan gamblang. Selama –hampir- dua tahun ia menjalin hubungan dengan Min Young, ia nyaris tak pernah mengatakan hal yang menurut Baekhyun adalah sakral.

“Aku ingin mendengarnya lagi, kumohon,” Min Young mencoba mendesak Baekhyun untuk mengatakannya lagi. Namun, alih-alih menjawab Baekhyun malah berdiri dari posisinya kemudian ia menyambar minuman yang tak jauh darinya dan meminumnya tanpa memperdulikan detak jantungnya yang berdetak tak karuan.

”Kumohon sekali lagi, hm? Aku tak pernah dengar kau mengucapkan hal–“

“Aku pergi …,” ujar Baekhyun sambil membenahi tata letak bajunya –yang sama sekali tak perlu dibenahi-, kentara sekali jika ia sedang salah tingkah dan pergi meninggalkan kekasihnya begitu saja.

Bukankah mereka pasangan yang sangat manis?

-The End-

Satu komentar pada “[4thYearsEXOFFI] SUGAR FLOWER — ByunByulssi”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s