[4thYearsEXOFFI] Monster – Fearlessais_

Chan

Tittle : Monster

Main Cast : Park Chanyeol (EXO), Cha Young Gi (OC)

Genre : Life, Little bit Romance

Rating : PG-15

Summary : “Jika semua pemikiranmu tentangku salah dan juga tentang perasaan mengerikan itu, apa kau masih bersedia berada di sampingku?”

Malam ini rembulan masih tersenyum di cakrawala. Sinarnya yang benderang menerobos masuk melalui jendela kamar Chanyeol yang terbuka. Membuat si empu-nya kamar bertanya-tanya ‘Mengapa rembulan masih bisa tersenyum di atas kebimbangannya?’

Entah apa yang sebenarnya terjadi pada diri Park Chanyeol. Laki-laki dengan seribu tawa dan virus bahagia yang selalu Ia sebarkan, kini tengah duduk termenung. Petang tadi, semuanya baik-baik saja. Namun, ketika malam mulai menyergap, sebuah kekhawatiran mendesak sudut hatinya.

“Rasanya perih…di sini” Chanyeol memukul dadanya keras. Sungguh, Ia tidak berniat melukai gadis itu. Ia tidak berniat membuat gadisnya terluka. Sama sekali tidak.

Hanya saja, mungkin itu hanya perasaan Chanyeol. Hatinya bahkan teriris kala Ia mendengar suara jeritan gadisnya yang memberontak. Namun dengan bodohnya, Ia tidak melakukan apapun selain terdiam. Pengecut.

“Maafkan aku Young…”

Menyesal. Mungkin hanya kata itu yang kini memenuhi pikiran Chanyeol. Tetapi tidak dengan hatinya. Hatinya dipenuhi dengan perasaan ter-gila yang bahkan baru pertama kali dirinya rasakan.

“Andai saja aku tidak melakukan kesalahan waktu itu. Andai saja. Mungkin perasaan mengerikan itu tidak akan menguasai hatiku seperti saat ini. Mungkin sekarang kau bisa tertawa seperti waktu itu. Tidak lagi tertawa di tempat pengap yang mengurungmu sekarang. Kumohon, maafkan aku Young…”

“Ya ! mengapa kau membawaku ke tempat seperti ini, huh?” Young Gi menarik ujung baju yang Min Ji kenakan. Berusaha menahan gadis bertubuh kurus itu agar tidak memasuki tempat yang terdengar sangat riuh dari luar itu. Namun bukan Min Ji namanya jika Ia menyerah begitu saja. Dengan sekuat tenaga Ia mulai menyeret tubuh Young Gi. Membuat Young Gi mau tidak mau pasrah mengikuti Min Ji.

 

“Diamlah Young. Kau tahu ‘kan alasanku mengajakmu untuk ikut bersamaku?”

 

Young Gi mengangguk. “Bertemu pangeran mu, Park Chanyeol !”

 

“Binggo ! tepat sekali. Dan dia ada di sini sekarang ! ough—bagaimana dengan penampilanku? Apa aku terlihat cantik?”

 

Young Gi merotasikankan kedua bola matanya malas. “Kau sudah mengajukan pertanyaan itu ribuan kali ketika di jalan tadi, dan… aku sudah menjawabnya untuk ribuan kali pula” ujarnya kesal.

 

“Lalu, apa aku cantik?”

 

Oh astaga. Gadis bermulut cerewet itu kembali bertanya. Membuat Young Gi mendelik tajam ke arah Min Ji. “Aku hanya takut ketika pertemuan pertamaku bersama Chanyeol, aku tidak memberikan kesan yang baik”

 

“Kau cantik, puas?”ujar Young Gi seraya berjalan menjauh meninggalkan Min Ji dengan cepat. Ia terlalu bosan untuk mendengarkan ocehan sahabatnya itu. “ Ya Cha Young Gi ! tunggu aku~”

Bruk !

 

“Ough astaga !”

 

Seseorang bertubuh gemuk tidak sengaja menabrak tubuh Young Gi. Namun bukan itu yang kini Young Gi permasalahkan, melainkan tubuh Young Gi yang tidak terjatuh meskipun tabrakan tadi cukup kuat menimpa tubuh mungilnya.

 

Young Gi terdiam sejenak. Masih mencoba mencerna apa yang baru saja Ia alami. Namun detik berikutnya, indera penciuman gadis itu merasakan aroma parfum khas laki-laki. Ia jatuh di pelukan seseorang !

 

“Maafkan aku tuan” Young Gi berujar dengan tubuhnya yang masih berada di dekapan orang tersebut. Matanya terpejam erat. Takut jika orang itu akan memaki tindakan cerobohnya itu.

 

Merasa tidak ada jawaban dan tubuhnya masih hangat dalam pelukan orang tersebut, Young Gi membuka matanya perlahan. Tidak berniat mendorong seseorang yang memeluknya, Young Gi malah menatap manik mata seseorang yang sedari tadi memperhatikannya. “Ah, maafkan aku nona” ujar orang tersebut seraya melepaskan pelukannya pada Young Gi.

 

“Ah tidak. Seharusnya aku yang meminta maaf karena tadi” ujar Young Gi tersenyum canggung. Tubuhnya beberapa kali Ia bungkukan sebagai permintaan maaf dan rasa bersalahnya pada orang itu.

 

“Park Chanyeol !” Chanyeol mengulurkan tangannya pada Young Gi. Young Gi yang tampak terkejut, hanya memandang Chanyeol tidak percaya.

“Kau…—Park Chanyeol?” ujarnya kaku. Chanyeol mengangguk. Ia tampak heran. Sepertinya gadis itu mengenal dirinya.

 

“Kau mengenalku?” tanya Chanyeol hati-hati.

 

“Tidak. Hanya saja temanku sering bercerita tentangmu. Dan kau tahu? Ia menyeretku ke tempat berisik seperti ini hanya untuk menemaninya untuk bertemu denganmu. Aish ! menyebalkan”

 

Tanpa sadar Chanyeol tersenyum geli. Gadis itu sangat lucu, pikirnya. Nada bicaranya terdengar seperti anak kecil. “Namamu…?”

 

“Ah, Cha Young Gi !” Kali ini giliran Young Gi mengulurkan tangannya yang langsung disambut hangat oleh tangan besar milik Chanyeol. “Senang bertemu denganmu Young Gi-ssi” ujarnya seraya tersenyum lembut.

Sebuah pertemuan singkat sebenarnya. Tidak ada yang istimewa hari itu. Hanya saja, sebuah perasaan aneh tiba-tiba saja hinggap di hati Chanyeol. Konyol memang jika Chanyeol mengatakan ini adalah cinta, namun itulah kenyataannya. Senyuman Young Gi waktu itu berhasil mengubah hidup Chanyeol seketika.

 

Gadis dengan senyuman berbeda dibandingkan dengan yang lainnya.

 

***

Rintik-rintik hujan mulai jatuh mengenai jendela kamar Chanyeol yang terbuka. Hujan pertama di musim panas. Suara tetesan air hujan yang jatuh bagai irama musik yang mengalun lembut di telinga Chanyeol. Membuat Chanyeol tanpa sadar perlahan mulai memejamkan matanya.

Lama Chanyeol berdiam diri. Mungkin 15 menit. Namun tiba-tiba Ia teringat pada Young Gi. Hujan sangat deras. Petir mulai bergemuruh di atas sana. Dengan segera, Chanyeol mengambil kunci dan berlari ke luar kamarnya. Menuju tempat di mana Young Gi berada.

Tidak butuh waktu lama untuk Chanyeol menemui gadis bernama Cha Young Gi itu. Chanyeol bahkan telah sampai beberapa menit yang lalu. Tetapi dirinya tampak enggan untuk membuka pintu.

Klek.

“Young…” Chanyeol berujar lirih. Berusaha untuk tidak mengagetkan gadis yang kini tengah termenung menatap kedatangan Chanyeol.

“Chanyeol…”

“Ya, ini aku Young”

Mendengar suara Chanyeol kembali terdengar di telinganya, Young Gi memajukan tubuhnya. Mencoba untuk menggapai jari-jari tangan Chanyeol di sela-sela pintu yang terbuka.

“Kau kembali?”

Chanyeol mengangguk. Mata besarnya menatap Young Gi sedu. Sungguh, Ia tidak tega melihat Young Gi dengan baju lusuh yang beberapa minggu ini selalu Young Gi kenakan.

“Apa aku boleh masuk Young?”

Young Gi menggeleng.“Ayahmu akan marah nanti”

“Tidak. Ayahku baru saja pergi” ujar Chanyeol. Dengan senyum yang mengembang, Young Gi menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Chanyeol.

Hening. Ruangan dengan dinding besi itu terasa pengap dan juga sesak bagi Chanyeol. Terlebih ketika dirinya melihat Young Gi yang terduduk lemah di lantai.

“Kau ingin keluar Young?” sebuah kalimat berhasil meluncur dari mulut Chanyeol. Kalimat yang bahkan untuk mengucapkannya butuh paksaan yang kuat dari dalam diri Chanyeol.

“Huh?”

Chanyeol terdiam. Entah harus berbuat bagaimana lagi, Ia benar-benar tidak tahu. Chanyeol terlalu takut untuk sekedar menatap manik mata Young Gi. “Jika aku keluar dari sini, apa mereka akan mengkapku lagi seperti waktu itu?”

Deg. Jantung Chanyeol seakan memberontak untuk berheti kala Ia mendengar penuturan Young Gi.

“Jika semua pemikiranmu tentangku salah dan juga tentang perasaan mengerikan itu, apa kau masih bersedia berada di sampingku?”

“Ya ! kau mengalihkan pembicaraan Yeol”

“Tapi bagaimana jika perasaan mengerikan itu semakin menguasai hati dan pikiranku? Apa yang akan kau perbuat?”

Young Gi terdiam. Tubuhnya yang lemas masih belum bisa sepenuhnya menangkap arah pembicaraan Chanyeol. “Apa yang sebenarnya kau bicarakan Yeol? Dan apa perasaan ‘mengerikan’ yang kau maksud?”

“Kau bodoh Young” Chanyeol tertawa hambar. Tubuhnya Ia rapatkan dengan tubuh Young Gi. Menaruh kepala Young Gi ke dalam dekapannya. “Kau dengar itu? Jantungku yang berdetak 10 kali lipat dibandingkan biasanya jika aku bersamamu. Hawa hangat yang menjalar ke seluruh tubuhku ketika kulitmu menyentuh kulit tubuhku. Apa kau masih bertanya apa perasaan itu Young?”

Lagi. Young Gi terdiam. Namun detik berikutnya Ia tampak terkejut. “Cinta?” gumamnya masih dalam dekapan hangat Chanyeol yang kini berubah semakin erat. “Ya. Karena aku mencintaimu Young. Karena aku jatuh cinta padamu saat pertama kali kau berada di dekapanku waktu itu. Seperti sekarang, perasaan itu semakin menguasai diriku. Hingga… malam itu tanpa sadar aku menciumu. Dan kau yang berlari menghindariku”

“Siang tadi, Min Ji datang padaku. Dia mengatakan semuanya. Semua perasaannya padaku. Bisakah kau mengatakannya untuk tidak mencintaiku?” ujar Chanyeol menatap dalam kedua manik mata Young Gi.

“Atas dasar apa aku harus melakukannya? Lagipula dia berhak melakukannya padamu bukan? Aku bukan siapa-siapa bagimu Yeol ! dan hari itu, aku menyadari satu hal. Aku telah menjadi penghianat bagi temanku !”

“Tidak ! kau kekasihku Young ! kau kekasihku !” teriak Chanyeol keras. Young Gi tampak terkejut mendengar teriakan Chanyeol. Dengan segera Ia melepaskan pelukan Chanyeol dan berjalan mundur menjauhi Chanyeol.

“Young..maafkan aku” ujar Chanyeol penuh penyesalan. Seharusnya Ia tidak membentak Young Gi seperti tadi.

Young Gi menggeleng. “Untuk apa kau meminta maaf, huh? Kau bahkan tidak bersalah Yeol !”

“Karena aku takut kehilanganmu. Karena aku tidak ingin kau pergi dan mengacuhkan panggilanku ! karena aku takut kau tidak pernah kembali untuk menemuiku. Karena aku takut kau akan memberontak ketika kupeluk seperti waktu itu…” Chanyeol menjeda ucapannya.

“Jadi…aku mengurungmu di tempat ini. Karena keegoisanku. Hanya karena perasaan mengerikan itu, aku mengorbankan dirimu hanya untuk keegoisan diriku ! sekarang… apa kau masih berpikir jika aku laki-laki yang baik, huh?”

“Yeol…”

Sungguh, tidak pernah Young Gi bayangkan sebelumnya. Seseorang yang baru Ia temui, melakukan hal sekeji ini pada dirinya. Namun, bukan itu yang membuat hati Young Gi terluka. Bukan karena Ia berada di tempat itu selama berminggu-minggu, melainkan sebuah kenyataan bahwa Chanyeol mencintainya. Chanyeol yang kini tengah menangis di hadapannya.

“Jika kau mencintaiku, mengapa kau harus melakukan hal sekeji ini padaku Yeol?” Young Gi berujar lirih. Setetes cairan bening mengalir dari pelupuk mata indahnya. “Mengapa kau membuatku sekumuh ini, Yeol?”

“Mengapa di antara banyaknya orang ketika pesta itu, aku harus jatuh ke dalam pelukanmu? Dan mengapa kau harus jatuh padaku Yeol? Bisakah kau menjelsakan itu semua? Bahkan aku dengan bodohnya percaya bahwa ayahmu yang melakukan semua ini padaku yang kenyataannya…seseorang yang kupercayai-lah yang melakukannya”

“Maafkan aku Young…” Chanyeol memeluk tubuh Young Gi dengan erat. Kali ini bahkan lebih erat dari sebelumnya. Mencoba meredam getaran yang tercipta begitu dahsyat dari dalam tubuh Young Gi. “Jika kau menginginkan diriku untuk terus berada di sampingmu, mengapa kau tidak memintanya langsung? Aku bahkan akan dengan senang hati melakukannya untukmu Yeol. Tidak peduli jika orang-orang akan memberikanku gelar penghianat. Karena perasaan ‘mengerikan’ itu juga mulai tumbuh dalam hatiku”

“Young..kau?”

Chu !

Sebuah kecupan singkat mendarat tepat di bibir Chanyeol. Hanya sebentar, namun hal itu membuat tubuh besar Chanyeol membeku. “Ya. Aku juga mencintaimu Yeol”

Chanyeol mengedipkan matanya berkali-kali. Masih belum percaya dengan apa yang barusan telinganya dengar. Takut-takut jika itu hanya halusinasi singkatnya. “Maafkan aku. Semua ini salahku juga. Andai saja waktu itu aku tidak berlari dan membentakmu, mungkin semua tidak akan seperti ini. Andai saja ak—“

“Kumohon, jangan mengingat waktu itu. Aku benar-benar merasa seperti monster sekarang. Maafkan aku Young. Maaf membuatmu menderita seperti ini” bisik Chanyeol tepat di telinga Young Gi. Young Gi hanya terdiam. Tangannya Ia lingkarkan lebih erat di pinggang Chanyeol. Begitu pula dengan Chanyeol.

“Jangan pergi lagi. Perasaan ini terlalu kuat untuk kukendalikan. Kau tidak takut berada di sampingku ‘kan?” Young Gi menggeleng. “Aku takut menyakitimu karena rasa cintaku yang berlebihan ini, tapi yakinlah satu hal bahwa aku mencintaimu dengan tulus Young”

Young Gi memejamkan matanya. Mencoba meresapi arti sebuah kata ‘cinta’ yang coba Chanyeol ungkapkan lewat sebuah dekapan hangat dari seorang Park Chanyeol. Rasanya sama. Tidak ada yang berbeda. Sama seperti pertama kali Chanyeol memeluk Young Gi waktu itu. Begitu hangat dan terkesan sangat tulus.

“Kau mencintaiku ‘kan Young?” tanya Chanyeol di sela-sela ciuman mereka. Young Gi mengangguk pasti. “Yakinlah, meski ini terdengar aneh, tetapi aku juga mencintaimu dengan tulus Yeol”

Chanyeol tersenyum lembut. Pandangannya tidak pernah teralihkan pada seorang gadis yang kini ikut tersenyum bersamanya. Sama seperti waktu itu. Waktu dimana dirinya menyimpulkan bahwa semua ini adalah cinta pada pandangan pertama. Waktu dimana semuanya berawal. Sebuah kesalahan pada awalnya, namun itu tidak lagi menjadi masalah bagi keduanya.

Setidaknya mendengar gadis yang Chanyeol akui sebagai kekasihnya itu terus berada di sampingnya, mungkin Ia akan mampu mengontrol perasaan mengerikan itu. Perasaan yang dimana akan dengan sangat mungkin membuat sebagian kewarasanmu terenggut. Perasaan yang konyol namun terasa hangat. Perasaan yang datang tak terduga. Terkadang membuatmu bahagia dan juga terluka di waktu yang sama. Sebuah perasaan yang sering disebut dengan Cinta.

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s