[4thYearsEXOFFI] She’s Not Weird Girl – SwanKim

She's Not weird Girl

Tittle : She’s Not Weird Girl

Author : SwanKim

Genre : Friendship, Romance

Rating : G

Summary : Eunbi menghapus kasar buliran bening yang tak terasa mengalir dipipinya, Fitnah buruk pada Tuhannya tiba-tiba melintas kala ia teringat janji Tuhan yang mengatakan bahwa setiap umat di ciptakan adil berpasang-pasangan. Benarkah itu berlaku juga padanya?

Ia berjalan anggun memasuki ruang kelas, surai lembutnya menari indah, senyum simpul di parasnya mampu membuatnya terlihat bak seorang dewi. Gadis cantik yang menggenggam seluruh kesempurnaan yang di idamkan setiap gadis. Salah satunya diriku, gadis dengan sebutan ‘Gadis Aneh’ ini sungguh menyatakan kecemburuannya pada gadis yang memiliki sebutan ‘si Tuan Putri’. Ada apa dengan teman kelasku yang begitu kejam memberi kami sebutan yang luar biasa memiliki arti kontras?

 

“Alice.” Oh, kepalaku spontan menoleh ketika kudengar suara Jongin -anak laki-laki yang terkenal playboy dikelasku- itu sedang berdiri disamping meja Alice (nama si Tuan Putri) dengan kedua tangannya yang ia masukkan kedalam dua sisi kantong celananya. Aku berdecak pelan, Apa dia mencoba terlihat keren sekarang?

 

“Di Pesta dansa kelulusan minggu ini, Apa kau mau pergi dengan—ku?” Jongin bertanya dengan kalimat yang ia atur sedemikian rupa. Membuatku nyaris saja menyemburkan tawa jika aku tidak mengingat tentang sopan santun.

 

Aku melirik sekilas kearah Alice yang sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Jongin, ia masih terlihat sibuk dengan buku kumpulan rumus kalkulus ditangannya. Ya ya, selain cantik ia adalah juara kelas bertahan. Sangat berlawanan denganku yang— Ah, tolong jangan tanyakan lagi.

 

“Alice?” Jongin mengibaskan tangannya didepan wajah Alice. Aku memutar bola mata malas, dan memutuskan untuk tidak lagi memperhatikan tingkah bodoh Jongin.

 

Karena aku tau pasti, bagaimana adegan selanjutnya.

 

“Berhenti mengangguku, atau Sehun akan melakukan sesuatu padamu.” Binggo! Jawaban yang selalu sama yang Alice katakan jika para murid laki-laki bodoh dengan konyolnya memberanikan diri mendekati Alice.

 

Dapat tertangkap jelas helaan nafas kecewa Jongin, ia pundung berjalan lemas kembali ke bangkunya, kulihat teman-temanku yang lain memberikan semangat pada Jongin dan sebagian lagi merutuki kebodohan Jongin. dan aku, adalah termasuk dalam sebagian yang merutukinya.

 

“Kenapa ia begitu putus asa? ia bahkan masih punya segudang stok teman perempuan.” Gerutuku dalam hati.

 

***

 

Princess and Prince. Beautiful and Handsome. Tidakkah mereka sangat serasi?” Kicauan Nana,—sahabatku dengan suara berisiknya yang begitu menganggu ritualku mengaduk mie instan di jam istirahat kami.

 

“Siapa?” Tanyaku pura-pura bodoh, tentu saja aku tau siapa yang ia maksud.

 

“Alice dan Sehun.” Jawab Nana cepat tanpa ada jeda sedikit pun, aku menghela nafas. Tidak adakah topik lain yang lebih menarik dari ini?

 

“Kau tau? Mereka kembali memenangkan Award The Charming Couple of the week. Mengalahkan pasangan Wu Yifan dan Cathy.”

 

Uhuk. Uhuk.

 

Seketika aku tersedak diakhir kalimat Nana. Bukan, bukan karena aku terkejut mendengar Alice dan Sehun yang mengungguli pasangan fenomenal senior kami Wu Yifan dan Cathy. Aku tersedak karena kuah mie instanku yang ternyata masih terlalu panas.

 

“Kau baik-baik saja, Eunbi?” Nana menepuk punggungku sambil menyodorkan segelas air putih yang langsung ku tenggak habis. Aku mengangguk sambil mengangkat telapak tanganku.

 

“Maaf, kau pasti masih belum bisa melupakan Sehun.” Nana berucap dengan nada sedih yang memuakkan, Oh. kenapa sejak tadi topik pembicaraan kami hanya berputar pada Alice-Sehun?

 

“Jangan mengada-ada. Aku bahkan sudah tidak menyukainya satu detik setelah aku tau bahwa ia mengencani Alice, Sehun tidak ada bedanya dengan laki-laki lain, dia melihat gadis hanya dari paras luarnya saja.” Sungutku sebal ketika Nana menyinggung kembali perihal perasaanku pada Sehun, Pangeran Alice yang tak lain adalah Pangeran di sekolah ini juga. Siapapun akan langsung menganggukkan kepala jika ada yang mengatakan bahwa Sehun tampan. Garis rahangnya yang tegas, dengan lekuk wajah yang nyaris tak ada cela. Belum lagi, bakatnya yang gemilang dibidang sport. Gambaran sempurna seorang laki-laki bukan?

 

“Eunbi! Mereka!” Lagi-lagi dengan suara berisiknya yang khas, Nana berteriak tepat ditelingaku yang membuatku harus menggosok kupingku yang sudah memerah, aku memutar pandanganku mengikuti arah jari telunjuk Nana.

 

Dan menyesal lah, karena jari telunjuk itu mengarah pada sejoli yang sedang berjalan memasuki area kantin dengan tangan si gadis mengapit mesra dilengan lelakinya. Tatapan para siswa penghuni kantin pun terfokus pada mereka. Cih, apa hebatnya sih?

 

“Eunbi, tidakkah kau merasa bahwa Sehun tidak bahagia bersama Alice?” Ucapan konyol sekaligus payah Nana membuatku merasa tertarik sekarang.

 

“Mana mungkin.” Ujarku dengan nada yang kubuat-buat malas, satu suap mie instan meluncur ke tenggorokanku setelah kupastikan bahwa kuahnya sudah dingin.

 

“Kau tidak memperhatikan? Sehun selalu terlihat tertekan saat berdekatan dengan Alice. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang tidak kita ketahui.” Seru Nana meyakinkanku, aku meniup poniku sebal lalu menatap kearah Nana.

 

“Berhenti membicarakan mereka atau aku akan mati kebosanan mendengar bahasanmu yang selalu berputar pada itu-itu saja.” Nana mengerucutkan bibirnya atas keluhanku, sedangkan aku mengangkat cuek kedua bahuku.

 

“Baiklah, Baiklah. Tapi ngomong-ngomong, di hari Pesta dansa kelulusan, kau sudah mendapat pasangan?” dengan mata yang berkedip dua kali menatapku tanpa dosa, Nana justru menyinggung perihal yang selama beberapa hari ini aku coba hindari, Pasangan dansa. Demi kecantikan dewi Aprhodite yang agung, ingin sekali aku merebus mulut sahabatku ini yang melempar pertanyaan terlampau sopan. Dalam arti sebaliknya, tentu saja.

 

“Belum.” Jawabku santai, yang ternyata membuat Nana sontak mengeluarkan ekspresi wajah yang luar biasa berlebihan. Aku terjengit seketika melihatnya.

 

“ASTAGA EUNBI! KAU BELUM MENDAPAT PASANGAN DANSA SAAT PESTA KELULUSAN HANYA TERSISA TIGA HARI LAGI. YATUHAN! KENAPA KAU MENGIRIM SAHABAT YANG BEGITU PAYAH PADAKU. KENAPA!” Racau Nana tanpa mempedulikan tinggi frekuensi suaranya mampu menarik perhatian beberapa pasang mata yang menghujami kami dengan tatapan tajam.

 

Oh, Nana Selalu berlebihan.

 

 

 

 

 

***

 

—FLASHBACK, 1 YEAR AGO—

 

Pagi begitu dingin terasa, aku berjalan tergesa kearah gerbang sekolah sambil mengeratkan coat hitam hangat kesayanganku. Mungkin musim dingin kali ini membawa angin dari kutub utara.

 

Dingin.

 

Aku memutuskan untuk mempercepat langkahku hingga berhasil melewati gerbang sekolah, kulirik murid-murid lain juga melakukan hal yang sama.

 

Aku masih begitu fokus dengan langkahku hingga tiba-tiba sesuatu menganggu fokusku.

 

Suara gonggongan anak anjing terdengar keras dari arah pohon besar disampingku. Aku menghentikan langkahku sejenak, kepalaku sontak melongok keatas pohon itu.

 

Apa puppy tersangkut lagi?

 

Satu pikiranku tertuju kearah sana, Puppy adalah anak anjing jantan yang kutemukan di sekitar halaman sekolah minggu lalu. Tidak ada yang berani mendekatkan diri mereka pada anak anjing keturunan Bully Whippet yang terkenal buas dan berbahaya itu, terkecuali diriku.

 

Aku dan Puppy (nama yang kuberikan padanya) begitu dekat, aku sering mengajak puppy berjalan-jalan di jam istirahat yang tidak jarang membuat para murid lain berlari ketakutan, aku juga pernah beberapa kali membawa puppy ke kelas ku yang berakhir dengan mendapat makian dari teman-temanku karena mereka mengatakan aku telah membahayakan nyawa mereka, itulah mengapa mereka semua menyebutku sebagai gadis aneh, gadis yang akan menjadi pilihan terakhir untuk dijadikan sebagai kekasih.

 

“Puppy?” Aku memutari pohon besar sekolahku tempat dimana aku mendengar gonggongan anjing kecil dari sana.

 

Kenapa tidak ada?

 

Hatiku mulai berdebar gusar, aku yakin mendengarnya tadi. Kemana puppy?

 

 

 

Mataku terus saja menelisik kearah ranting-ranting pohon itu hingga suara bedebam tanah terdengar cukup keras, aku membulatkan mataku.

 

Apa puppy terjatuh?

 

Kakiku membawaku ke sisi lain pohon besar itu, dan perasaan lega menguar kala mataku menangkap sosok anak anjing kecil berkulit kecoklatan dengan nyaman menghangatkan tubuhnya dipelukan seorang murid laki-laki.

 

“Apa namanya puppy?” murid laki-laki itu mendekat kearahku sambil mengusap lembut bulu puppy. Ini pertama kalinya aku melihat ada murid yang tidak takut pada puppy.

 

Aku menganggukkan kepalaku, tersenyum tipis kearahnya.

 

“Ya, namanya puppy. Kau tidak takut?”

 

“Tidak. mana mungkin laki-laki takut pada anak anjing?”

 

DEG!

 

Seketika jantungku berdebar kencang, perasaan apa ini? Kulihat murid laki-laki (yang telah menyelamatkan puppy) itu memberikan puppy padaku. Tersenyum sekilas sebelum mengucapkan.

 

“Tidak ada yang aneh jika seorang gadis menyayangi seekor binatang sebuas apapun binatang itu.”

 

Ujarnya lembut yang membuatku mematung seketika, mataku membulat dengan debaran aneh dijantungku.

 

Oh Sehun.

 

Ya, aku sempat melirik kearah nametag nya. laki-laki pertama yang tidak menatap aneh padaku di sekolah ini.

 

Mataku menatap lembut punggung laki-laki yang mulai berjalan menjauh, dan detik itu juga aku merasa —aku mengaguminya.

 

—FLASHBACK END—

 

 

 

 

 

***

 

Kim Eunbi.

Gadis yang merasa bahwa dunia ini sungguh tak adil padanya, Bagaimana tidak? Hanya karena semata-mata ia memiliki sifat penyayang pada segala jenis binatang, membuatnya seolah menjadi pembunuh keji berdarah dingin di mata seluruh temannya. Apa salah jika seorang manusia saling menyayangi pada sesama makhluk hidup?

 

Tidak.

 

Karena satu-satunya yang bersalah disini adalah kalian!

 

Sikap kalian yang sama sekali tidak pernah mencurahkan kasih sayang pada sesama dengan hanya mengandalkan cibiran ‘busuk’ pada orang lain yang melakukannya.

 

Cih, Menyebalkan!” umpat Eunbi kesal sambil memandangi kartu undangan pesta dansa kelulusan.

 

Eunbi menghapus kasar buliran bening yang tak terasa mengalir dipipinya, Fitnah buruk pada Tuhannya tiba-tiba melintas begitu saja kala ia teringat janji Tuhan yang mengatakan bahwa setiap umat di ciptakan adil berpasang-pasangan.

 

Benarkah itu berlaku juga padanya?

 

***

 

“Selamat pagi, puppy.” Eunbi melemparkan senyum pada anak anjing berbulu kecoklatan. Seolah tau bahwa sang majikan datang, Puppy sontak melompat ke pelukan Eunbi dengan sesekali mengenduskan hidungnya ke perut Eunbi. Eunbi tertawa geli.

 

“Kau tau aku datang rupanya. Baiklah anak manis, akan ku beri kau hadiah.” Sembari merogoh sakunya mengambil beberapa permen yang sudah ia siapkan, mata Eunbi tak sengaja menelusuri ke sekitar kandang Puppy yang terlihat sangat bersih. Seingatnya, kemarin kandang itu cukup kotor karena Eunbi belum memiliki waktu untuk membersihkannya.

 

“Siapa yang membersihkannya?”

 

Tangan Eunbi terjulur ke arah mulut Puppy memberikan permen rasa strawberry. Eunbi tersenyum lega melihat Puppy yang begitu lahap menghabiskannya.

 

“Kau haus?” Pertanyaan Eunbi langsung dijawab dengan gonggongan nyaring dari Puppy, Eunbi tertawa lalu segera berdiri.

 

“Okay! tunggu disini ya.”

 

Segera, Eunbi pun berjalan kearah kantin dengan niatan membelikan Puppy sekaleng susu. Walaupun di kepala Eunbi saat ini penuh dengan tanya mengenai siapa yang sudah membersihkan kandang Puppy, namun Eunbi tak ingin ambil pusing karena satu-satunya yang berpotensi melakukannya hanyalah petugas kebersihan. Ya, Eunbi yakin itu.

 

“Bibi, satu kaleng susu.” Eunbi memberikan beberapa lembar uang setelah sekaleng susu berada ditangannya. Saat akan melangkah pergi, sebuah pembicaraan dua murid perempuan tiba-tiba menarik perhatiannya.

 

“Kau sudah dengar? Sehun dan Alice, mereka putus.”

 

“Apa? kau serius?”

 

“Ya, Temanku adalah teman dekat Alice. dia bilang, Alice yang memutuskan Sehun.”

 

“Wow! Bagaimana bisa?”

 

“Tidak ada yang tau bagaimana bisa itu terjadi.”

 

Tak ingin terlalu jauh lagi mendengar pembicaraan dua murid perempuan itu, Eunbi pun memutuskan untuk pergi dari sana. Meskipun rasa penasaran begitu mendominasi pikirannya, Eunbi tak begitu ambisius untuk ingin tau. Itu bukan urusannya.

 

“Siapa dia?”

 

Ketika kaki Eunbi sudah tiba di halaman taman belakang sekolah, tempat dimana kandang Puppy berada. Iris mata Eunbi menangkap punggung lebar seorang murid laki-laki berambut hitam sedang mengusap lembut bulu Puppy. Tak ingin menunggu lama bertanya-tanya, Eunbi pun menghampirinya.

 

“Kau siapa?” Lirih Eunbi dengan nada yang berhati-hati.

 

 

 

Mendengar ada suara lain disana, murid laki-laki itu pun menoleh pada Eunbi yang membuat pupil mata Eunbi melebar seketika. Nafasnya bahkan ikut tersenggal tiba-tiba.

 

“Oh Sehun? Ka—kau?”

 

Sehun yang menyadari keberadaan Eunbi pun segera meleparkan senyumnya, “Hai Eunbi!”

 

Dia tau namaku?

 

Mata Eunbi masih membulat tak percaya, ia kira kenangan satu tahun lalu tak akan pernah terulang lagi. Namun melihat detik ini Sehun memeluk Puppy hangat, membuat gunung es yang ada di hati Eunbi mencair seketika.

 

“Puppy, ayo katakan salam pada Ibu.” Sehun berkata manis pada Puppy sambil menggerak-gerakkan kaki Puppy kearah Eunbi.

 

“Halo ibu, terimakasih sudah merawatku selama ini. Ayah juga sangat berterimakasih.” dengan suara dibuat-buat, Sehun berkata seolah Puppy lah yang mengatakannya. Membuat Eunbi semakin tak memahami situasi.

 

“Apa ini?”

 

“Terimakasih, Eunbi.”

 

“Terimakasih untuk?”

 

“Merawat Puppy. Mmm— sebenarnya puppy adalah anak anjingku. aku yang membawanya kemari.”

 

Kali ini Sehun berhasil membuat Eunbi menganga tak percaya, Puppy adalah anak anjing Sehun?

 

“—dan maaf, selama ini aku banyak merepotkanmu karena merawat puppy seorang diri.” Lirih Sehun menundukkan kepala, Eunbi tak bisa lagi berkata-kata. Tenggorokannya tercekat.

 

“Aku banyak berhutang padamu, Eunbi.”

 

 

“Sehun, tapi— a—aku masih tidak percaya ini. Bagaimana puppy bisa disini jika puppy milikmu?”

 

Sehun menarik lengan Eunbi lembut, membawanya duduk diatas rumput taman. Tersenyum getir sebelum menjelaskan,

 

“Orangtuaku melarang merawatnya, mereka memaksa untuk membuangnya saja karena puppy adalah jenis anjing berbahaya. Tapi karena puppy sangat berharga bagiku, aku tidak bisa membuangnya dan memutuskan untuk membawanya ke sekolah agar kami bisa bertemu setiap hari, namun karena segala macam kesibukanku disekolah membuatku tidak bisa fokus merawatnya. Tapi, betapa beruntungnya diriku karena ternyata puppy menemukan ibu sepertimu.”

 

BLUSH~

 

Satu kalimat terakhir Sehun berhasil membuat pipi Eunbi merona seketika.

 

“Dan, aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu. Mmm— aku akan membawa puppy ke Jepang setelah hari kelulusan.”

 

Eunbi yang tadinya sibuk memegangi pipinya yang memerah, langsung terkejut ketika Sehun mengatakan hal itu.

 

“A—apa?”

 

“Hehe, Apa terlalu mendadak? Keluargaku memintaku untuk kuliah disana jadi aku juga akan membawa Puppy.”

 

Perasaan Eunbi yang tadinya berbunga sontak seolah teraduk menjadi sedih ketika Sehun mengatakan akan membawa Puppy pergi jauh. Puppy juga sesuatu yang berharga bagi Eunbi mengingat kedekatan mereka selama dua tahun terakhir.

 

“Kau benar-benar akan membawanya?” Ujar Eunbi sedih yang membuat hati Sehun terenyuh.

 

Sehun menganggukan kepalanya,

 

“Maaf.”

 

Helaan nafas berat Eunbi terdengar, bagaimana pun juga puppy memanglah milik Sehun dan Eunbi tidak punya hak apapun disini.

 

“Asal kau merawatnya dengan baik.”

 

Sehun tersenyum lebar mendengar perkataan Eunbi. Ya, Sehun akan merawatnya dengan baik.

 

“Terimakasih.” Sehun melompat senang kearah Eunbi, bahkan tanpa sadar ia memeluk Eunbi erat dengan Puppy yang berada ditengah diantara mereka.

 

Eunbi membulatkan matanya kaget, namun ia tak menolak karena Eunbi tahu ini adalah pelukan pertama dan terakhir untuk mereka.

 

***

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Pesta dansa kelulusan. Walaupun Nana selalu saja meributkan tentang Eunbi yang payah, mungkin kali ini ia harus menarik perkataannya karena kenyataannya Eunbi yang selalu mereka sebut sebagai Gadis aneh, terbukti mampu membawa keterkejutan.

 

Semua mata tertuju pada satu arah, yang tak lain adalah Sehun yang menggandeng Eunbi disampingnya.

 

Eunbi sendiri juga tak mempercayai hal ini bisa terjadi, saat Sehun menawarkan diri menjadi pasangan dansanya.

 

Eunbi melirik kearah Alice, Sang tuan putri yang selalu menjadi objek kecemburuannya tersenyum sendu. —Sehun menjelaskan, alasan mereka putus adalah karena Alice tak bersedia menunggu Sehun kembali dari Jepang 5 tahun kemudian.

 

Wow! Hidup dengan begitu ajaib berputar. Eunbi dapat merasakan jika teman-temannya tak lagi memandangnya sebagai gadis aneh, melainkan gadis Cinderella berhati tulus merawat anak anjing yang tak lain adalah milik sang Pangeran.

 

Siapa yang menduga hal ini akan terjadi? Bahkan di mimpi sekalipun, Eunbi tak pernah membayangkannya.

 

“Apa dandananku aneh?”

 

“Tidak.”

 

“Aku pasti aneh,”

 

“Heyy! berhenti mengatakan dirimu aneh, Kau bukan gadis aneh.”

-END-

66 tanggapan untuk “[4thYearsEXOFFI] She’s Not Weird Girl – SwanKim”

  1. Kereeeennnn >.<
    duuhh senyum" sendiri baca ini ff .. Mereka jadian gak sih ? Atau itu cuma ajakan ke pesta dansa, gak lebih ?? Iiihhh keburu end siihhh …

  2. Jadii.. itu anjingnya sehun?? Aww.. >< sempet speacless waktu tau itu anjing punya sehun, 😂 btw, itu eunbi sama sehun jadian kan? Masa enggak?? Jadian beneran kan?? 😂 lol, :'v ok kak.. yang pasti ff ini kerenn.. ^^ keep writing ya kak!! Fighting!! Sukses selalu untk ff" kakak yg lainnya. … ^^

    1. Jadian gak yaaaa? duh, kalau jadian nanti kasian Eunbi dong pacaran nya LDR sama Sehun yang kuliah di Jepang wkwkw

      Btw, makasih ya komennya. 😊

  3. Halo, SwanKim selamat yah udah jadi nominasi cerita favorit 😀

    Ah, di sekolahku nggak ada pesta dansa kalau lulusan jadi nggak bisa menjelma sebagai Cinderella.

    Aku suka friendship-nya kental sih kalau menurutku. Dan sebenernya aku nggak bisa memahami kenapa hanya karena suka binatang aja dianggap aneh? Menurutku temen-temen sekolahnya Eunbi mungkin kekurangan bahan alasan biar bisa ‘main musuh-musuhan’. Kalau tingkah Eunbi mirip kucing yang suka nyuri sih masih maklumlah yah ada yang ngucilin. Nah, cuma karena sayang hewan kok yah pada rempong amat.

    Ceritanya lumayan ringan, konfliknya juga sederhana, cara ngatur alurnya pun enak dinikmati.
    Karakter Eunbinya cukup nonjol meski Sehun agak sedikit remang-remang. Aku belum terlalu yakin dia suka ke Eunbi sebenarnya. Ada faktor yang kurang ‘klik’ dikit soal dia sama Alice.
    Setting-nya oke, meski saat baca aku bisa anggap itu di mana aja. Belum terlalu khusus menggambarkan sebuah sekolah di kota apa.

    Aku masih nemu typo sih beberapa soal penggunaan ‘di’ dan ‘ke’. Terus paling kayak :
    :
    Menyesal lah ~> Menyesalah
    Apapun ~> Apa pun

    Buat yang lain-lainnya, jangan bosan buat nulis. Semangat terus, Kak. Maaf kalau ada kata-kata yang nyinggung. Niatnya cuma berbagi aja kok. Sukses dan semoga menang yah 😀

    simbak1016@gmail.com

    1. Gak tau tuh, temen kelas Eunbi mah pada jahat2. Padahal Eunbi anaknya baek, penurut, dan penyayang wkwkw.
      Temen kelasku aja walaupun hobi nyolong bulpen gak aku musuhin tuh >< hahaha

      Oh iya, makasih ya kritik dan sarannya. Semoga kedepannya aku bisa memperbaiki tulisanku jadi lebih baik. 😊

  4. OMOO!!! LucunyA mereka kok bisa sih, bener ceritanya emang fluffy banget sampek bingung mo ngomong apa gara” manisnya

    pesannnya juga ngena jadi kita gak boleh mandang sebelah mata orang lain gitu aja apalagi ngasih julukan aneh” 😀
    sehun sama alice gak cocok syukur lah mereka putus wkwkwk sequel donk author 😀

  5. Hello, SwanKim––sejenak keinget drama Mr. Goodbye baca namanya XD
    Aku mau tanya satu hal dulu deh, Eunbi sama Sehun ga pernah jadian sebelumnya, ya? Jadi Eunbi itu sekedar naksir Sehun aja setahun yang lalu?
    Orang yang sayang ama segala macam binatang itu emang orang yang baik ya, jadi kek Eunbi yang jadi Cinderella dadakan berkat si Puppy, ga sia-sia ngurusnya kalo bisa deket ama cogan *-*)/\
    Tapi Eunbi ekstrem euy Puppy dikasih permen, untung yang strawberry bukan cokelat :’v

    Nah sekarang aku mau bahas penulisannya, CMIIW before ~

    Penulisan kata depan “di” dan “ke” ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kalau menyatakan tempat contoh : di pipinya, ke arah Alice, di samping, ke atas
    Tapi ada juga penulisan “di” yang penulisannya disambung sebagai imbuhan contohnya : diciptakan

    “Aku berdecak pelan, Apa dia mencoba terlihat keren sekarang?”
    ^ setelah koma bukannya seharusnya huruf kecil ya?
    “sebagian lagi merutuki kebodohan Jongin. dan aku, adalah termasuk dalam sebagian yang merutukinya.”
    ^ setelah titik harusnya “dan” ditulis kapital, kan?
    Dan sepertinya masih ada beberapa kalimat yang aku temukan di mana penulisan kapitalnya terbalik, mungkin typo ^^

    “Alice dan Sehun.” Jawab Nana cepat tanpa ada jeda.
    => setahuku begini, “Alice dan Sehun,” jawab Nana cepat tanpa ada jeda.
    Dan beberapa lagi yang hampir serupa ~

    “Kau tidak memperhatikan? Sehun selalu terlihat tertekan saat berdekatan dengan Alice. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang tidak kita ketahui.” Seru Nana meyakinkanku, aku meniup poniku sebal lalu menatap kearah Nana.
    => “Kau tidak memperhatikan? Sehun selalu terlihat tertekan saat berdekatan dengan Alice. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang tidak kita ketahui!” seru Nana meyakinkanku, aku meniup poniku sebal lalu menatap ke arah Nana.

    “Menyodorkan segelas air putih yang langsung ku tenggak habis.”
    => Kutenggak

    kutub utara => Kutub Utara

    Puppy itu nama anjingnya, kan? Sebaiknya ditulis pake kapital semua deh, aneh liatnya kalau ga seragam penulisannya.

    Segitu aja sih, jangan tersinggung ya ^^
    Semangat nulisnya, Authornim!

    email : hannianizza@gmail.com

    1. Eunbi gak pernah jadian kok sama Sehun, cuma naksir aja wkwkw. kan Sehun cogan, susah dapetinnya ><
      Puppy emang doyan banget permen strawberry sampe kalau dikasih permen coklat marah2. wkwkw

      Oh iya, makasih ya kritik dan sarannya. Semoga kedepannya aku bisa memperbaiki tulisanku jadi lebih baik. 😊

  6. Udah nulis komen panjang2 eh ilang 😦
    yaudahlah 😦

    Selamat thor masuk kandidat 5 besar finalist. Menurutku pribadi aku enjoy baca keseluruhan cerita dari awal sampai eh tiba2 udah end aja. aku gak terlalu nilai panjang lebar salah2nya soalnya menurut aku kalau enak dibaca tulisannya udah cukup 😀

    Sherlamei@yahoo.com

  7. Halooo kak SwanKim^^ Sebelumnya selamat yaa bisa masuk nominasi ff favorit.

    Oke, jadi aku mau memberikan kritik dan saran untuk kakak ya, semoga bisa diterima dan apabila ada kata-kata yang kurang berkenan aku mohon maaf~

    Di sini aku menemukan banyak penggunaan kata depan dan kata imbuhan yang kurang pas digunakan. Koreksi dariku ialah jika kakak ingin merujuk pada nama tempat seperti “di sini” maka kata “di” harus dipisah. Berbeda dengan kata “di” yang berperan sebagai imbuhan, maka penggunaannya digabung. Contohnya dipindah (di + pindah).

    Selanjutnya dari penggunaan kata-kata yang sesuai dengan KBBI.
    1. Nafas >> Napas
    2. Tau >> Tahu
    3. Memperhatikan >> Memerhatikan

    Kemudian ada beberapa kata juga yang typo dan kurang efektif.
    1. Para murid laki-laki, di mana para di sini sudah menyatakan jumlah lebih dari satu alangkah lebih baiknya jika diubah menjadi para murid lelaki atau murid laki-laki.
    2. Ia pundung berjalan lemas kembali ke bangkunya.
    Nah setelah kucari arti dari pundung itu gundukan tanah; sarang semut. Jadi kusimpulkan
    kakak typo ya di sini.
    3. Mengangguku >> Menggangguku.

    Lanjut ke penggunaan tanda hubung ya. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing, contohnya di-smash.

    Terakhir penggunaan tanda pisah untuk memperjelas kalimat ada koreksi dariku.
    Kicauan Nana, —sahabatku dengan suara … >> Kicauan Nana—sahabatku—dengan suara …

    Terlepas dari itu semua, secara tema, alur, sumarry, penokohan, dan yang lainnya membuatku cukup menikmati keseluruhan cerita serta pesan moral untuk tidak melihat seseorang hanya sebatas fisik juga tersampaikan dengan baik. Akhir kata sekian dariku, mohon maaf ya kak sekali lagi jika ada yang kurang berkenan. Semoga selanjutnya tulisan kakak semakin baik lagi^^

    Email : whitearmor908@gmail.com

  8. cieee cieee Sehun jadi anak ganteng nih, cocok banget sama Eunbi yang biasa2 aja saling melengkapi lah. Manis euy pas bagian
    “Halo ibu, terimakasih sudah merawatku selama ini. Ayah juga sangat berterimakasih”
    pengen juga digituin sehun wkwkkwk. Good job!

  9. Ahh, sweet overload.
    Untuk keseluruhan cerita aku suka kak ><
    apalagi ternyata Sehun adalah pemilik dari anjing yang Eunbi rawat. Semacam plot twist bagi akuu ❤

    Gak nyangka ternyata Eunbi jadi Cinderella padahal temen-temennya nganggap dia weird girl hehehe. Aku sukaaaa ❤

  10. sweet. cocok lah sehun buat karakter cowo ganteng-manis-lucu. overall bagus, cuma penggunaan tanda baca dan kaidah-kaidah kepenulisan masih ada yang kurang tepat.

    gitu aja deh. alurnya oke kok, diksinya juga ga ada masalah. keep writing ya! 🙂

  11. Cinta mah ga bakal kemana… Cocok buat eunbi….
    Ga nyangka puppy punya appa kaya sehun yg tamvanya ga ketulungan wkwkwk puppy adenya vivi kali yak XD
    Btw ngegantung eonn endingnya… Butuh sequel kayanya biar seru hehehe

  12. Apa tidak kependekan? Hehe pengen cerita selanjutnya. Waah.. Ternyata puppy membawa keberuntungan untuk eunbi di balik sebutan ‘Gadis Aneh’ untuk eunbi, tapi apa sehun dan eunbi berkencan?

  13. Wahaaa manis sekali. Tapi pertanyaannya apakah sehun mencintai eunbi?? Akh segala sesuatu tidak harus tentang cinta sihh hehe. Aku harap ada lanjutannya semalat berjuang

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s