Dear EXOFFI, anneandreas

2381116_orig

cooltext201198240932047

.

26 Agustus 2016

Siang yang sejuk di hari ulang tahun EXO FanFiction Indonesia, waktu yang menurut Reen akan cocok sekali dimanfaatkan untuk mengobrak-abrik isi kamar seseorang, apalagi si empunya kamar sedang tidak ada. Reen terkekeh sebentar saat niatnya untuk mengobrak-abrik kamar sasarannya sudah bulat. Ia melempar pandang ke kanan dan kiri, hingga akhirnya pandangannya menumpu pada sebuah benda kotak kecil yang tergeletak asal di atas meja pojok kamar.

“Apa ini? Anne’s Diary? Huh gadis itu kolot sekali, ketinggalan jaman.” cemooh Reen sambil tersenyum mengejek. Ia baru hendak melemparkan benda itu lagi ke tempat asalnya ketika tiba-tiba saja serangan kepo menerpa dirinya, membuat ia akhirnya memilih untuk membuka buku kecil bersampul kuning itu.

 .

7 April 2015

Finally yah, Puja dewa kerang! Invite an udah diterima.
Hari ini resmi jadi author EXOFFI. Yuhuuu, ulalaaaaa~

 .

Nyaris saja Reen mengumpat karena sebuah kalimat penuh ke-alay-an di lembar pertama buku yang sedang dipegangnya itu. Namun kemudian ia mengangkat jari-jarinya seolah menghitung, “Jadi sampai hari ini manusia itu sudah 1 tahun 4 bulan 19 hari menjadi keluarga EXOFFI. Hmm, lumayan juga dia!”

Kemudian ia membuka secara asal lembar-lembar berikutnya. “Tidak penting sekali, isinya sebagian besar hanya umpatan pekerjaan atau delusi tidak berujung.” komentar Reen ketus namun tangannya tetap tidak berhenti membalik kertas-kertas penuh tulisan itu.

 .

“Yaaak!! Apa yang sedang kau lakukan? Kembalikan diaryku pada tempatnya!” jeritan seorang gadis menginterupsi kegiatan yang sedang Reen lakukan. “Oh, Anne. Kau sudah kembali. Kupikir kau tidak akan pulang cepat.” jawab Reen tanpa sedikitpun rasa bersalah.

“Kau! Gadis tidak sopan! Aku menyesal menciptakanmu!” teriak Anne sambil memburu langkah ke arah Reen dan merampas kasar buku miliknya dari tangan gadis itu, sementara si gadis yang menjadi sasaran amukan berdiri menantang. “Kalau tidak ada aku, kau tidak akan mungkin terpilih jadi author EXOFFI tahu!” omelnya ditambah sebuah jambakan untuk si gadis yang sedang menahan emosi.

“Kalau tidak ada aku, memangnya kau pikir orang-orang akan mengenalmu?” sebuah jambakan balasan dilayangkan pada OC ciptaannya itu, membuat posisi kedua gadis itu kini seimbang –saling menjambak dan melemparkan tatapan mematikan.

“Memangnya kau pikir kau kau yang membuatku terkenal?” jerit Reen.

“Tentu saja aku!” Anne membalas dengan nada yang sama kerasnya.

“Justru karena aku memainkan karakter dengan baik makanya ada yang mau membaca FanFicmu!”

“Aww!” Anne memekik dan menatap Reen ganas sambil mengusap kepalanya kasar. Pasalnya beberapa helai rambutnya sudah berpindah ke genggaman gadis itu. Ingin rasanya ia menerjang Reen dan bergelut dengan gadis itu di lantai, untung saja sebuah kalimat yang seringkali ia dengar tiba-tiba saja terngiang di kepalanya, ‘Yang waras ngalah.’

.

Setelah ia meyakinkan dirinya bahwa lebih baik mengalah agar dianggap waras, Anne menurunkan tangannya dan bersedekap, “Kau, ngapain kemari? Bukannya main saja sana di duniamu. Kau ‘kan lagi libur.”

“Aku datang untuk mengingatkanmu kalau hari ini ulang tahun blog kesayangan kita, tahu!” jawab Reen dengan nada sedikit melembut, mungkin ia ingin dianggap waras juga. Huh, jangan harap. Anne sudah merebut kewarasannya lebih dulu.

“Aku tahu. Memangnya kau pikir aku bodoh? Makanya aku ingin pulang cepat supaya bisa menulis diary.” jawab Anne sementara Reen mendengus, “Kau ini katanya author, kolot sekali sih masih nulis diary segala.”

.

Darah Anne kembali mengalir ke kepalanya akibat ejekan dasyat yang dilontarkan Reen, namun sekali lagi ia berusaha merapal mantra di kepalanya, “Yang waras ngalah.. Yang waras ngalah..”

“Gak usah nulis-nulis diary. Ngomong aja langsung di sini. Aku yakin orang-orang nyimak kok.” lanjut Reen dengan nada yakin, entah apa yang dipikirkan Anne saat ia menciptakan Reen hingga gadis itu bisa memiliki karakter seperti saat ini.

“Huh. Aku bahagia jika orang-orang menyimak kita. Jadi mereka tahu karaktermu yang sebenarnya. Selama ini aku selalu memberimu karakter seorang gadis baik, manis dan menyenangkan. Bahkan seringkali menjadi gadis yang tersakiti dan butuh dilindungi. Biarkan orang-orang tahu betapa sengkleknya dirimu.” balas Anne dengan suara mendesis yang ia atur sedemikian rupa agar Reen tetap mendengar dengan jelas. Dan Anne yakin bahwa gadis itu memang mendengar desisannya, lihat saja matanya yang sekarang berkilat marah. Tapi sebelum Reen melawan, Anne menyela lagi.

 .

“Ah. Annyeonghaseiyo. Anne imnida. Bangapseumnida.” kata Anne sambil membungkukkan tubuhnya.

“Sok Korea kau. Tulisan saja salah-salah.” potong Reen sambil berdiri mengambil tempat di samping Anne, namun Anne tidak memperdulikannya. Yang waras ngalah.

“Anne di sini sedang bersama OC paling kurang ajar sedunia, mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke-4 untuk EXO FanFiction Indonesia. EXOFFI selalu di hati dan semakin terdepan!”

“Selamat Ulang Tahun EXOFFI, blog kesayangan kita semua!” lanjut Reen sambil membungkukkan badannya. “By the way, aku tidak kurang ajar.” Reen memberi klarifikasi sementara Anne hanya mengibaskan tangan tidak peduli.

 .

“Anne mengucapkan terimakasih kepada Budir EXOFFI, Arum Heena Park, yang telah menerima mbak Anne jadi author di blog kece ini walaupun waktu itu mbak Anne baru kambek di dunia tulis menulis. Terima kasih untuk kesempatannya, mbak Anne bahagia bisa ketemu banyak author dan belajar banyak menulis dan menyalurkan pikiran-pikiran absurd yang seringkali muncul di otak. Reen, bilang makasih sama budir Arum, kalo bukan karena budir Arum baik hati, kamu gak bakal ada.” Anne menepuk pundak Reen.

“Makasih budir Arum tersayang!” tambah Reen dengan senyum mengembang sempurna. Sepertinya ia sudah melupakan sepenuhnya adegan jambak-menjambak yang tadi digelutinya.

 .

“Mikirin masa-masa baru bergabung di EXOFFI, ingat nggak kalo dulu aku nggak punya teman?” Anne menoleh pada OCnya yang membalas dengan anggukan, “Iya, kamu suka blogwalking sendirian. Terus bahagia ngeliat foto kamu ada di daftar EXOFFI’s Staff.

“Yah, nggak usah buka kartu juga bisa kali.” umpat Anne sementara Reen tertawa.

“Tapi ‘kan akhirnya tanggal 8 Juni 2015 aku berani komentar di salah satu FanFic punya staff lain. Sambil sok kenal gitu deh, eh gak nyangka dia welcome banget dan jadinya deket sampe sekarang. Tau ellapanbelashi, kan? Kalo nggak ada dia, mungkin aku masih luntang-lantung entah berapa lama. Tissue mana tissue.” lanjut Anne setengah menerawang.

“Tentu aku kenal dia. l18hee itu Nida Khaula, kan? Aku ‘kan temannya Runa, masa nggak kenal pemiliknya. Dia baik, aku suka dia. Aku suka. Apalagi dia sekarang sedang menulis FanFic yang aku jadi tokoh utamanya juga. Kau tahu ‘kan Le Dernier Arret?” jawab Reen membuat Anne melempar lirikan tajam, “Tentu saja aku tahu Le Dernier Arret. Kan Nida menulisnya bersama denganku, bahkan tanggal rilis teasernya saja tepat satu tahun anniversary kami. Bilang saja kau ingin promosi gratis di sini!”

“Ketahuan deh.” Reen terkekeh.

“Untuk Nida, gomawo udah mau berteman sama aku dari awal. Meskipun aku setengah nggak waras kaya gini. Makasih juga belakangan ini kamu dengan sabarnya menanggapi semua chat aku yang hampir semua isinya cuma ‘Pucing pala dedek’, paling excited nyemangatin aku. Juga pengen bikinin aku warung Mie ayam. Semoga anniv-anniv kita yang selanjutnya kita tetap sengklek bersama. Amiiinnn.” Anne melanjutkan.

.

“Tapi setelah Nida, aku jadi lebih berani berinteraksi dengan orang-orang lain. Iya, kan? Apalagi waktu itu reborn dilakukan. Eh, reborn atau hiring admin ya? Aku lupa. Itulah pokoknya. Pokoknya EXOFFI jadi punya satu admin yang super duper membuat dunia perwordpressanku berubah jauh lebih menyenangkan. KaDel bebhmuach, tau KaDel ‘kan? Awalnya aku manggilnya ndoro lalu berubah jadi KaDel soalnya semua manusia di muka bumi ini manggilnya begitu. KaDel orang pertama yang rela ngumpulin semua staff yang rumahnya dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, dibikinin grup di medsos yang isinya semua staff EXOFFI. Kece ‘kan? Kalo bukan karena KaDel, staff EXOFFI gak bakal solid kaya sekarang dan aku mungkin nggak bakal punya banyak teman author. Jempol!! Makasih KaDel untuk semuanya ya..” celoteh Anne bahagia.

Reen mengangguk-angguk setuju, “Aku tahu ndoro Della. Kau paling bahagia kalau dia memanggilmu ‘dek’. Ndoro Della juga pernah membuat FanFic untukmu ‘kan? Dua kali. Tentu saja tokoh utamanya aku dan Xiumin oppa nomu nomu saranghae saranghaeyo, aku bahagia. Terima kasih ndoro Della.” timpal Reen, mengabaikan Anne yang melemparkan tatapan sinis padanya.

 .

“Lalu, kau ingat juga ‘kan setelah grup di medsos yang lambangnya warna hijau itu ada, temanku jadi semakin banyak? Bahkan aku mulai bingung untuk mengabsennya satu per satu. Buku absen mana buku absen.” Anne menggaruk-garuk kepalanya.

“Ceritakan Arin saja dulu, kembaranku itu lho.” celetuk Reen.

“Oh, iya! Tapi dia itu kembaranku, bukan kembaranmu! Kami yang membuat kau jadi punya kembaran. Jadi kau kenal dopplegangerku IRISH itu ya? Kau tahu CHENFFI? CHENFFI juga dibuat oleh kami lho.” kata Anne bangga.

“Tadi kau menyindirku melakukan promosi gratis di sini, kau sendiri promosi CHENFFI di sini. Dasar!” Reen menepuk keras lengan Anne, sekon kemudian dibalas dengan tepukan sama kerasnya di paha Reen. Membuat kedua gadis itu lagi-lagi saling menatap garang, pergelutan siap dilanjutkan.

“Suka-suka aku! Jadi kau kenal Irish atau tidak?” jerit Anne.

“Kau bercanda? Tentu saja aku kenal. Author mana lagi yang membuatku jadi hantu salju di hari ulang tahunmu, lalu juga jadi robot yang entah dari masa lalu atau masa depan. Ia bahkan membuat FanFic untuk ulang tahunmu seminggu penuh, aku masih ingat bagaimana OC yang lain dimunculkan olehnya cuma untuk merayakan ulang tahunmu yang tidak seberapa itu.” jawab Reen ketus.

“Setidaknya Irish mengingatkanmu kalau bukan hanya kau OC yang kumiliki. Jadi kalau kau kurang ajar padaku, aku bisa kapan saja memecatmu.” sahut Anne dengan nada mengancam membuat Reen memicingkan matanya.

“Terima kasih ya pemiliknya Arin, saudara kembarku yang kusayangi. Aku berharap Arin dan Reen akan langgeng sampai dunia berakhir, karena kenangan kita banyak sekali. Mari kita buat keluarga Do Berjaya dimana-mana. Mansae!” sahut Reen, tidak memedulikan ancaman Anne.

“Kenanganku dengan Irish lebih banyak tahu!” potong Anne tidak suka.

“Aku yang lebih banyak!” pekik Reen.

“Terserah! Yang waras ngalah! Kita lanjut saja. Untuk Irish, yang sering banget chat sampe entah berapa panjang termasuk suka aku racunin supaya mengumpat bersama aku. Sampe kita berencana bikin pabrik lem bersama. Juga suka curhat masalah pribadi, bener-bener rasanya kaya punya kembaran yang lagi tinggal di luar kota. Jangan lupa kolab kita ya!” lanjut Anne.

.

“Oh, iya. Omong-omong kenangan, aku juga jadi ingat kalau dulu waktu awal-awal grup heboh itu terbentuk kalian membuat kolab, kan? Huh, aku sebal sekali. Tidak ada aku di sana. Sebal.” Reen bersedekap, menunjukkan dirinya tidak menyukai kenangan itu.

“Kenapa juga semua orang harus membuatmu menjadi tokoh utama FanFic mereka?” Anne mengibaskan rambut Reen kasar.

“Kau ngajak bertengkar lagi, ya!” Reen menaikkan intonasi suaranya.

“Terserah. Diam dulu, aku mau mengenang. Pengalaman kolab pertamaku, kau tahu ‘kan? Waktu itu untuk event ulang tahun Lay, aku berkolab dengan Tissa. Sayang sekali Tissa resign dari blog karena kesibukan real life nya. Tisya tisyu kaNe berpesan nggakbole lupa sama kita yaaah. Tetep nongol di grup edan yaaah! Eumm lalu, aku kolab lagi untuk ulang tahun Kris, kali ini bertiga dengan Hamida Pampin Honnor dan Mega PutriNami. Kolab cerita sedikit komedi cinta segitiga gitu deh, kapan-kapan kita kolab lagi, yuk! Terus… Oh, iya! Dulu juga ‘kan pernah ada kolab wajib yang diundi itu lho pesertanya. Ingat ‘kan? Waktu itu kebetulan aku bersama Rani shrneeey dan Hamida lagi, sepertinya aku berjodoh dengan mantan Jongin yang satu itu. Hahahahaa.. Kau tahu? Tokoh utamanya waktu itu perempuan hantu lho.” tutur Anne panjang lebar penuh semangat, sambil sesekali tertawa dan menepuk-nepuk pundak Reen yang hanya mendengarkan setengah hati.

“Pokoknya terima kasih ya Tissa, Hamida, Mega, dan Rani. Kalian membuat manusia ini melupakanku sesaat. Terus berteman baik sama dia, ya. Walaupun si Anne ini anaknya agak aneh.” sahut Reen sambil menutupi dahinya dengan tangan, berjaga agar pukulan Anne tidak mengenai kepalanya.

.

“Kau tidak mau cerita ketika kau diangkat jadi admin? Bahkan aku masih ingat betapa bahagianya kau waktu itu.” lanjut Reen, kali ini ia menoleh menatap Anne yang menyungging senyum tiba-tiba. “Iya, ya? Aku kelihatan bahagia sekali ya?” Reen mengangguk semangat.

“Memang bahagia tahu rasanya jadi admin, apalagi KaDel mempercayakan aku untuk memegang Freelance dan pegang 2 pages juga. Padahal aku mah apah atuh, sampe dikasih kepercayaan begitu. Tissue mana tissue. KaDel mana KaDel.” Anne terlihat menerawang sementara Reen menggeleng-geleng heran.

“Sepertinya otaknya sakit.” gumam Reen pelan.

“Aku mendengarmu OC kurang ajar!” desis Anne membuat Reen terkekeh.

.

“Lanjutkan saja lanjutkan.” sela Reen sambil mengibaskan tangannya.

“Sejak bergabung dengan jajaran admin, aku jadi semakin sengklek ya? Padahal ‘kan aku ini gadis yang lemah lembut dan baik hati ya….”

“Bolehkah aku muntah?” potong Reen, membuat Anne membekap mulut gadis yang ada di sampingnya itu lalu mengguncang-guncang tubuhnya, “Kau bisa diam tidak!”

Mengambil waktu untuk diam sebentar, Anne melanjutkan.

“Untuk jajaran admin. Admin lama.. Admin yang udah resign.. Admin baru.. Anne sayang kalian semua. Sini baris supaya Anne pelukin satu-satu.” sebelum Reen sempat berkomentar, Anne membekap lagi mulut gadis yang ada di sampingnya itu. Sementara Reen memberikan isyarat dengan tangannya kalau ia tidak akan mengganggu Anne lagi.

.

“Bahagia waktu ingat kita kerja sama-sama, rempong sama-sama, planning dari jauh-jauh hari untuk Event besar kita yang sudah sampai dipuncak ini. Rapat berkali-kali sampai tengah malam. Semuanya saling kerja dan bahu membahu sampai nyaris botak -iyain aja, nggak ada yang komplen, nggak ada yang sok jadi bos, nggak ada yang singut-singutan, nggak ada yang sok paling ingin bersinar, semuanya membuat kami sepakat memakai nama Team Xoxo. Dari Team Xoxo, aku belajar banyak banget tentang kerja sama tim, belajar bahwa peribahasa ‘berat sama dipikul ringan sama dijinjing’ masih berlaku sampai hari ini. Selain para admin ada juga volunteer baik hati dari Staff Author yang sudah membantu kami dan bergabung dengan Team Xoxo, Intan SHIN TAMA dan Almira Shuu yang ngajarin aku mengumpat sastra, sampe sekarang aku masih sering pake umpatannya huehehehe. Gomawo sudah mau bersusah-susah sama kami untuk menyukseskan Xoulmate.”

“Semoga Xoulmate sukses! Bukunya laris! Amin!” Reen menambahkan.

.

“Untuk KaDel bebhmuach yang mempercayakan Anne jadi admin, sekali lagi terima kasih. Terima kasih untuk selalu bersedia dek Anne /uhuk/ gangguin tiap kali aku ngerasa galau atau kerjaan ada yang nggak bener. Dari curhat urusan blog sampe curhat urusan masa depan kita lakukan. Hidup 9091 squad! Untuk jajaran admin Freelance, ataupun yang sudah pindah tugas –termasuk aku sendiri huahaha, untuk Nida l18hee yang minta maaf sampe berkali-kali kalo nggak bisa nugas -kamu nggak perlu gitugitu amat Nid- dan suka menawarkan diri untuk ngebantuin sesuatu, juga temen untuk diskusi tentang juri sama-sama, aku yang paling bahagia waktu kamu akhirnya keracun mau jadi admin. Untuk Yasmin ECCEDENVY cucuku yang kusayangi sekaligus manusia yang akan berada di garis depan untuk mendukung hubunganku dengan Umin. Untuk Hamida Pampin Honor semoga kamu cepat move on dari jongen buakakakaka. Tapi kamu pindah dari Admin Freelance, sana kamoh sana! Becanda. Untuk Bunga vvixxo ini mana nama pena kamu aku nggak bisa ngetag. Untuk Nada baekludeer yang pada awal-awal jadi admin Freelance suka nanya ‘Kak kerjaanku tolong dicek sudah benar atau belum?’ yaelah Nada, aku bukan hakim penilai salah atau benar keleus, kamu ngebantu aja jajaran admin sudah berterima kasih kok. Aku kangen goyang BUKA SITIK JOSS! sama kamu. Ayo kita goyang lagi!! Untuk Arrum ARRYLEA yang baru saja diangkat jadi admin Freelance karena terlalu sering aku repotin, orang yang ikut-ikutan Yasmin pengen jadi cucuku juga. Okelah aku sekarang punya cucu dua. Kakek kamu siapa? Naega gwaenchanha hahahaha. Untuk Jul Zulaipatnam yang juga baru bergabung sama Admin Freelance, ayo bekerja sama dengan baik! Siap-siap aku recokin hidupnya, ya. Untuk kalian semua, sekali lagi makasih selama ini selalu rela direcokin sama KakNe, dari terbitnya matahari hingga pada terbenamnya bahkan sampai bulan sudah berkuasa di langit malam (#eaaaa). Nggak pernah protes dijapri dan ditagih berkali-kali untuk nugas. Ke depannya mari kita terus majukan EXOFFI, prioritas kita untuk memberikan wadah bagi author Freelance. Semangat!!” seru Anne sambil mengepalkan tangannya.

Fighting!!” sahut Reen.

.

“Untuk admin Line@ Fely LyWoo yang terlampau sering nolongin KakNe yang terlampau sering juga ngerepotin kamu, nomu nomu gomawo saranghamnida. Untuk Arrum ARRYLEA yang tadinya admin Line@ sampe dipindah ke Freelance karena terlalu sering nolongin aku, Mianhae.. Gomawo.. Saranghae.. Untuk admin Line@ baru yang pindah dari Freelance HamHam si pampinhorror, baek-baek di Line@ jangan ngerepotin Fely sama KaDel ya. Line@ udah tembus 15k itu semua karena kerja keras kalian –ya okelah, kita semua tapi kalian lebih –oke. Inget pertama kali kita mulai dari nol, kalian daebbak!! Tetap seperti padi yang makin berisi makin merunduk ya.. Semoga EXOFFI Line@ semakin jaya!!” tutur Anne panjang dan penuh semangat sementara Reen mengangguk-angguk setuju.

 

“Untuk admin Wattpad Christy Christy Wu, perawat kece yang sering banget juga aku repotin –gomawo gomawooo, dan yang kemarin sombong karena abis meet up sama kembaran aku. Yakinlah kalo KakNe adalah gadis yang lemah lembut dan baik hati. Tetep berjuang dengan wattpad walaupun umurnya masih seumur jagung (#eaaaa), belajar dari tim Line@ suatu saat EXOFFI Wattpad bakal sekeren Line@. Fighting!! Untuk admin Instagram, ibu bidan kembaranku yang baru saja berulang tahun Irish IRISH. Tanpa disuruh berinisiatif untuk mengedit poster-poster FanFic sebelum dipost di Instagram, dan hasilnya kece. Kamu keren, lanjutkan! Jadikan EXOFFI Instagram juga jadi medsos terkece se-Instagram. Kamu cepat sembuh, supaya nanti kebagian aku repotin ya, huahahaha.”

“Tidak sopan.” sahut Reen sementara Anne tidak memerdulikannya.

.

“Untuk admin Facebook Farah honeybutter26 sama Tata Irene a.k.a Tata Kaweh L.Kyo, semangat terus mengangkat Facebook! Untuk Farah yang lagi KKN di tempat yang agak serem didengar ceritanya, semangat! Pake lotion nyamuk jangan lupa, kapan-kapan kita mainan Maknae Triplet lagi, kasian Maknae Triplet kabarnya semakin tenggelam. Untuk Tata Kaweh si ibu perawat, yang dulu sering juga aku repotin, nomu gomawo lohh.. Untuk admin Library yang jadi couple(?) tugas aku, Tata Ori truwita sekaligus adik ipar aku yang sekarang sering beralih ke lelaki lain –hiks, gomawo saranghae udah handle tugas aku ketika aku sibuk. Ayo sama-sama kita buat Library EXOFFI menjadi Library terkece dan terlengkap seDunia Perwordpressan Indonesia. Semangaaat!! Dan janji kita membuat kolab harus kita realisasikan, harus!! Untuk manusia-manusia sengklek di grup Edan yang sering ngobrol sama aku. Untuk Grace Gecee si adik ipar yang entah kenapa sering banget punya bias sama kaya aku. Sepertinya tipe cowok ideal kita sama, buahahaha. Terima kasih sering nyepam aku pake foto Umin. Untuk Acu a c u yang suka rebutan Hoshey sama aku dan nyuruh aku ngeblock OA yang nyebelin itu -dan akhirnya aku block dan kamu senang wkwk- Aku kangen liat kamu nyepam buahaha. Untuk Dea deagoldea teman satu Sumatra, satu etnis yang kalo di IG kita sering dibilang mirip dan paling sering komen di IG aku, kapan-kapan aku mau main ke sana ah mau kionghi buahahaha. Terakhir, untuk semua staff EXO FanFiction Indonesia, aku berharap suatu saat kita bisa gathering dan ketemuan semuanya. Amin! Ayo kita jadikan EXOFFI semakin terdepan! Saranghae!!!” Anne menutup kalimatnya dengan menarik napas panjang, dadanya masih terasa menggebu-gebu.

“Ann?” panggil Reen.

“Kenapa? Kau khawatir padaku ya? Aku tidak apa-apa, Reen.” jawab Anne lembut, menyadari perhatian dari OC kesayangannya. Sekon kemudian matanya membulat serta menaikkan sebelah alisnya karena ia melihat Reen menggeleng pelan.

“Aku tidak khawatir padamu, Anne. Aku hanya berpikir kok kau sering sekali merepotkan orang-orang lain ya.” tawa Reen lepas setelah ia mengucapkan kalimatnya, bahkan ia sampai terbahak hingga memegang perutnya yang sakit akibat tertawa. Anne hanya menelan ludah kesal.

.

“Sudah, aku sudah selesai Reen. Cepat bangun. Kau berlebihan, dasar OC alay.” Reen segera bangkit sambil memasang wajah kesal setengah mati, namun ia tetap menurut dan berdiri lagi di samping Anne. “Sudah aku juga sudah, aku hanya ingin bilang jangan bosan-bosan melihatku dimanapun. Dan untuk semua orang, aku selalu bersedia berperan sebagai maincast di FanFic kalian. Syaratnya cuma satu kok, harus pairing Xiumin oppa nomu nomu saranghae saranghaeyo ya.” Anne melirik ke arah Reen dan secepat kilat menamparkan telapak tangannya di dahi gadis itu.

“Aww. Kau ingin kujambak lagi ya?” pekik Reen.

“Nanti saja, tunggu ulang tahun EXOFFI tahun depan. Kita bertemu lagi seperti ini, atau mungkin aku akan bersama OC ku yang lain.” Anne tertawa sementara Reen dengan sigap langsung memeluk Anne dengan erat. “Lepaskan aku, kau OC jelek!” ketus Anne namun Reen tetap enggan melepaskan pelukannya.

.

“Lepas dulu pelukannya, atau aku akan benar-benar menghapus namamu dari daftar OC ku!” Tepat setelah kalimat Anne berakhir, Reen langsung melepaskan pelukannya. Anne tertawa.

.

“Baiklah yeoreobun. Terima kasih sudah mau menyimak kami berdua yang sungguh tidak jelas ini sampai akhir. Untuk nama-nama yang mungkin terlewat dan tidak tersebut, dengan hati yang paling dalam Anne meminta maaf –bukannya Anne sengaja melupakan kalian hanya saja otak ini kapasitasnya terbatas. Mianhae.. Salahkan saja Reen yang tidak mengingatkan Anne.”

“Kok aku?” potong Reen.

“Iya sajalah. Dasar bawel! Untuk kalian yang namanya tidak sempat disebut percayalah KakNe mengenal kalian semua para staff dan menyayangi kalian semua. Sampai jumpa di ulang tahun EXOFFI tahun depan, ya. Annyeong!” Bersama Reen, Anne membungkukkan badannya hormat.

.

.

.

“Oke, sudah selesai. Sekarang kita bahas urusan pribadi kita, Reen. MENGAPA KAU MEMBUKA DIARY MILIKKU TANPA IZIN! KAU MAU MATI YA!!” pekik Anne.

Reen kaget mendengar jeritan kuat dari Anne, membuat ia teringat akan keusilannya beberapa saat yang lalu. Namun bukannya permintaan maaf yang ia berikan, Reen justru terbahak lalu berlari ke luar dari kamar Anne.

“Tunggu, mati kau OC kurang ajar!” Anne berlari mengejar.

 

.

.

 

fin.

 

 

– NB –

 

aku siap menerima pertanyaan: “Kak Anne sehat?”
dan segera memberikan jawaban: “Tubuh sehat, otak sepertinya tidak.”

juga pertanyaan: “Kak Anne ini kepribadiannya ganda, ya?”
jawab lagi: “Anggap saja begitu! BUAHAHA!”

wakwaaaaww

.

Maapin konsep loppeletteu aku yang absurd ini.

Aku gak pernah bikin surat cinta, sih. Kalo nerima surat cinta sih biasa.

*dilempar ke kolam lele*

.

Makasih buat semua yang udah mau buang-buang waktunya
baca loppeletteu aku ini dari awal sampe akhir.

Aku berharap bisa langgeng di EXOFFI sampe…

sampe ya lama banget lah pokoknya.

.

sekali lagi Anne, dan semua OC milik Anne mengucapkan:

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-4

EXO FANFICTION INDONESIA

49 thoughts on “Dear EXOFFI, anneandreas

  1. Anne bnrn msh sk nulis diary? Sk warna kuning kah? Saya nulis diary wkt jmn kls II high school kyny, tu jg cm bbrp bln ja. Bc love letter anne ini ky lg bc komik/nntn film kartun yg tkh utama’ny digerecokin sm so2k ilusi ciptaan dy sendiri yg bs hdp gt😀 omo.. anne yg klo bls komen ini sopa– kesan’ny anak baik2 gt, trnyt.. klo di rmh maen jambak aja?! Serem..!! jambak2an dah ky lg rebutan umin aja, wkkk~ tp si reen jg sm, klo di ff mostly kan dy calm, dewasa, lemah lembut/butuh dilindungi tp trnyt.. maen bc diary creator’ny tnp ijin, usil bgt! hihih.. xan emang 11-12
    Diri ini msh menanti lnjtn LDA.
    Sm nida mo join bk warung mie ayam, sm irish mo join bikin pabrik lem ^ ^ jiwa2 enterpreneur bgt! Blm bc hsl kolab kamu yg bwt ultah my 1st bias di exo, kris! Apa jdl’ny? Pengen bc 
    Pas bc blsn irish yg brupa ff ini awal’ny kbayang arin & ellie itu ky reen muncul’ny bnrn gt, tp trnyt muncul dr tab gmbr, jd kbayang ff code name liv  kepo nih sm foto xan yg nykp’ny irish pun ga bs bedain. Whoah, di bln klhrn ku & chen ini anne mo mengikat janji suci pernikahan, chukhahae..😀 have a happy married life ya..
    Happy 4th anniversary exoffi, I do really hope akan ada gathering.. ketemuan sm para author ksayangan jg readers lain 

    • Whuaaaaa ini panjang sekaliiiii.. Aku suka baca yang panjang-panjaaaang.. *lalu joget*

      Sekarang sih udah enggaa, cuma karena nggakmau kalah sama iriseu yg bikin loveletter abnormal, eh aku kepikir pake konsep hal yang dulu aku sukai.. huazeeek wkwkwk..

      Buahahahhaha..
      Iya itu kami memang begitu..
      Keliatannya aja baik, tapi kami suka jambak-jambakan.. Sttt, diem diam ajaa.. Malu wkwkwkw..

      LDAnya nantii yaaa.. Penulisnya sebelahnya lagi cuti kawin #eh wkwkwkw
      Buahhahha iyaa, lulusan ekonomi jadinya bawaannya pengen bisnis aja wkwkwk..

      Hihihii.. Fotonya masih ada di hape aku kok wkwkwk..
      Makasiiiiihhhh hihihihihi..
      Pengen adanya gatheriinngg, gathering sama readers juga biar rame biar seruuu..

  2. IKUTAN KAK NE YHA, KOMENNYA ALA FANFIKSI.

    TITLE: COMMENT
    CAST: (RC) IRISH; (OC) ARIN DO & ELLIE KIM
    MENTIONED: EXO’S BAEKHYUN
    GENRE: COMEDY, SURREALISM
    LENGTH: FICLET
    RATE: TEEN

    Agustus. Ya, Irish cinta kata Agustus. Karena tentu, ada banyak hal spesial yang terjadi padanya di bulan Agustus. Ulang tahun, perayaan kemerdekaan negaranya, ponsel baru, dan kecelakaan. Ups. Kecelakaan. Ya, jangan lupa bahwa ia baru saja mengalami kecelakaan yang cukup parah.

    Jadilah, minggu siang yang biasanya Irish lalui dengan mengetik fanfiksi harus berakhir dengan sebuah lamunan.

    Kini, Irish tengah duduk di depan laptop di pangkuan, tangan kiri terbalut gips dan ponsel di tangan kanan. Sejak tadi ia menghela nafas terus, ya, mungkin dia galau karena Baekhyun belum membalas perasaannya.

    Tapi tunggu, perhatikan siapa yang sedang mengawasi Irish sedari tadi.

    “Katanya lelah, tapi masih juga membalas komentar.” adalah Arin, saudara kembar Reen, yang tengah berucap cukup ketus pada Irish.

    “Apaan sih, kan ane lagi sibuk-sibuknya bacain Love Letter.” Irish membalas tak mau kalah, sementara Arin hanya memutar bola mata acuh.

    “Dia mulai berimajinasi tentang abs Baekhyun lagi, pasti.” Ellie Kim, mengimbuhkan, diliriknya Arin sebelum ia menatap Irish dengan mata menyipit, “Iya kan? Akui saja, kau memang byeontae, ada berapa puluh gambar abs di galeri ponselmu, huh?”

    Sebagai jawaban, Irish hanya meletakkan ponselnya, jemarinya lagi-lagi bersarang di atas keyboard laptop. “Terus maunya ente berdua, ane kudu begimane?” tanyanya dongkol.
    Arin menyunggingkan sebuah senyum. “Berkomentarlah di Love Letter Reen, Irish-ah. Aku juga mau muncul di dalam komentar.”

    Irish hanya mengembang-ngempiskan cuping hidungnya, sebelum ia akhirnya mulai mengetikkan komentar di lembar Microsoft Wordnya sambil membaca Love Letter milik salah seorang ‘kakak’ virtual yang katanya punya wajah identik dengannya dan disebut sebagai dopplegangernya, dan kebetulan juga, akan menikah di tahun ini, Beth Sianne Andreas.

    “Eh anjir, Arin liat noh, kembaran ente jambak-jambakan sama penciptanya.” Irish tergelak, hampir-hampir lengan kirinya ia pakai untuk memukul laptop jika saja ia tidak ingat perkara bahunya yang masih belum bekerja dengan fungsional.

    Arin, dengan tatapan datar hanya membalas tawa Irish dengan cemoohan. “Apa rusukmu sudah baik-baik saja?” tanya Arin membuat Irish tersadar bahwa sebenarnya ia tidak sanggup tertawa terbahak. Tapi bagaimana lagi, adegan jambak-jambakkan antara OC dan RC begitu menggelikan.

    “Bodo, daripada ente ane close tab?” ucap Irish, melirik sadis ke arah Arin.

    Tak lama, Ellie ikut campur lagi. “Hey, lihat, Irish. Dia bicara tentangmu!” ucap Ellie dengan suara melengking khas miliknya.

    Segera atensi Irish beralih pada bagian dimana namanya disebut dalam Love Letter milik kembaran virtualnya.

    “Oke, ente berdua diem dulu, jangan bawel, ane mau ngetik balesan buat kak Anne.” pesan Irish, meminimize dua buah tab yang jadi jalan bagi Arin dan Ellie untuk bicara dengan bebas.
    Dan… mulailah Irish mengetik dengan segenap tenaga..

    ‘Dear kak Ne, sebenernya aku ngerasa engga waras juga karena bikin epep di kolom komentar, tapi berhubung tangan aku lagi susah payah berjuang, maapkan hasilnya enggak maksimal, engga di beta juga, ini Ellie sama Arin tadi mencungul di tab gambar, terus ane close tab karena mereka berisik. Huhu. Dan maap ya buat Reen karena udah muncul jadi hantu, jadi robot, jadi makhluk astral dan enggak punya cerita dengan sad ending karena yang buat engga suka sad ending sekaligus pecinta fantasy dan science fiction. WKWKWKWKWKWKWKWK.’

    ‘Dan juga, terima kasih buat kak Ne karena udah menginget gimana aku bikin semua fanfiksi yang ada main castnya bias kak ne sama lagu-lagu favorit kak ne sama Ocnya kak Ne semua😄 aku bener2 bangga karena kak ne masih inget itu’

    ‘Salam juga dari Arin buat adiknya yang tersayang, Kyungsoo, sama Oppa astral mereka, Do Minjoon. Katanya, Arin itu sebenernya kalem, dia enggak terima karena fanfiksi kita yang berjudul NexxxLaxx enggak debut-debut, dia tadinya mau jambak aku, tapi sayang dia bukan Lee Jongsuk aka Kang Chul yang bisa keluar dari cerita buat ngebunuh penciptanya.’

    ‘Syukur alhamdulillah juga karena pada kenyataannya enggak bisa begitu. Kak ne bayangin gak gimana seremnya kalo bias-bias yang udah aku nistain di EXO Birthday Project keluar semua? Terutama Dokter Do… aku mungkin udah tinggal batu nisan…’

    ‘DAN PLIS KAK NE, aku ngakak karena keinget sama Mbak sebut saja bunga, sama pabrik Lem yang kita harap2kan bisa ditumpahin di bandara biar bias nempel sama kita, sama mbarion gitu kita kolaborasi, hmm, sepertinya pabrik lem ini adalah sebuah rencana perusahaan besar di masa depan, perlu aku buat kah versi fanfiksinya?’

    ‘Sekali lagi buat kak ne, aku bener-bener seneng karena berasa beneran punya kakak, yang sampe emak aku aja bingung bedain foto kita yang pake masker, LOL sekali, masa iya emak aku engga tau yang mana anaknya. Mungkin kak ne kapan2 ayo kita ketemu, mungkin kita emang sodara yang dipisahkan…’

    ‘Salam buat Reen karena dia harus kupinjem secara paksa buat fanfiksi aku tahun depan ya kak Nne, salam ketjup dari Arin juga buat kembaran kesayangannya. Dan juga, salam Desember, sepertinya bulan Desember aku akan melanggar rules lagi…’

    ‘Terima kasih kak Ne, karena udah jadi sosok ‘kakak’ yang enggak pernah aku punya, selalu dengerin curhatan aku dengan sepenuh hati meskipun kak Ne enggak tau (belum tau lebih tepatnya) siapa aku sebenernya, kak ne juga selalu sabar karena aku ilang2an dan seringkali lupa sama amanah yang udah dititipin. Kucinta kak ne ~ sukses bulan Septembernya ~ maaf aku enggak bisa cuti buat ke Lampung T.T’

    “Sudah puas?” Ellie melirik bagaimana ekspresi puas Irish setelah mengetik begitu panjang. Sementara Irish sendiri tidak ambil pusing, tanpa pikir panjang ia close tab dua buah gambar yang menampakkan visualisasi dua orang Original Character yang ia ciptakan.
    Ellie Kim.
    Arin Do.

    Well, beruntunglah Irish karena para OC itu tidak bisa keluar dari laptop untuk mencekiknya, mengingat bagaimana ia punya hobby menganiaya pemeran dalam cerita, mungkin ada banyak pemeran fanfiksinya yang menaruh dendam.

    Dan sekarang, Irish sepertinya butuh istirahat. Tangannya sudah membiru akibat mengetik nonstop sejak dua setengah jam yang lalu. Nafasnya juga mulai sesak karena rusuk yang patah tempo hari.

    FIN

    • WAAAAAAAKKKK INI KOMENTAR TERPANJANG SEPANJANG MASAAAAAAAA…
      ADA ARIN SAMA ELLIE JUGAA AAAAAKKKKHH *PELOKIN ATU ATU*

      Ciyeeee hapenya uda baru ciyeeeee… :v

      DI LOPPELETTEUNYA NIDA DIA MEMBONGKAR DENGAN JELAS TAHUN KELAHIRAN AKUUU DAN DI SINI KAMO MEMBONGKAR NAMA AKU YANG SESUAI DENGAN AKTA KELAHIRAN YAAAMPOOOONNN. YAAAAMPOOOONNN..

      Jangan sampe bahu kamu sakit garagara baca loppeletteu akuuu, nti aku dimarain mama kamu wkwkwkwk..

      Nggak apa-apa, Reen barusan bisikin aku katanya dia bahagia koook, peran seperti itu menantang katanya. Peran dari aku gitugitu aja, Reen bilang aku nggak seru. Tapi gakusah ngomong sama Reen lagi, soalnya dia pingsan barusan aku tabok wkwkwkw.

      Iyaaaah tadi sebelum pingsan Reen juga komplen kenapa dia gak debut bareng Arin lagi katanya padahal idenya udah lama katanya, aku bilang iya abis itu aku tabok dia. :v

      BUAKAKAKKAKKKAKKAK jangan ah serem banget kalo sampe mereka semua bisa keluaaarrrr, apalagi si dokter Do dan lemarinya yang mengerikan yampoooonnn..

      LOL wkwkwkwkwk, kalo gitu nti kalo aku mau ketemu mama kamu aku pake masker aaah wkwkwkw.. Jangan-jangan kita putri yang tertukar.. /gak/beda tahunnya kebanyakan/plak

      Nanti aku sampein ke Reen kalo dia udah siuman dari pingsan, tapi reen pasti setuju kok wkwkwkwk..
      Ndakpapaaaahhh, cukup doanya aja buat akooohhh, aku sudah bahagiaaaaa…

      Iriseu harus istirahaaaatttt…. mumumumumu..

  3. Ingin ku beristigfar bacanya hahaha. Kakneaaann ampun, nenek-ku. Atulah :’v aku sayang nenek pokonya ah udah ini love letter tapi ff juga jadi gimana?:((( wkwkw.

    Salam sayang dari cucumu♥♥♥♥♥♥♥

  4. Ping-balik: Dear EXOFFI, Shuu – EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping-balik: Dear EXOFFI, Shuu – EXO FanFiction Indonesia

  6. Woaa kak anne ini lucuu loh love letternya ditambah lagi ada si reen walaupun dia disitu ngeselin bgt wkwkk ngomongin reen aku jadi kangen sama le dernier arret ditunggu yaa kak hiksss aku kangen sama cast2nya terutama sehun-runa pasangan favorit aku wkwk
    Aku juga pengen ngucapin selamat ulang tahun yaa exoffi doanya yang terbaik aja dehh ^^

    • wkwkwkwk.. iyah reen itu aslinya ngeselin, dia gak sepolos dalam FF wkwkwkwk..
      iyah tungguin yaaa, yaampooon kami kelewat sibook sampe ga sempet nulis /plak /alesan
      jadi semangat soalnya ada yg nungguiiinnn…
      aku aminin doanyaaaaa..

  7. Kak Ne, ini love letter apa ff? Wkwk

    Eh tapi bagus… aku suka bacanya. Keren kak 💕

    Btw, aku anaknya sering nganggur bareng laptop kok kak. Jadi jangan sungkan buat minta tolong hihi 😁

    Nado saranghae kak Ne~ 😘😘😘😘 /kisseu dari aku dan Xiumin oppa/

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s