[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 10)

cover bgbm_.jpg

Bad Guy Beside Me (Chapter 10)

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : General

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun, Byun Baekhyun

Additional cast : Xi Luhan, Kris Wu, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Yoon Jihye (OC)

๐ŸŽฌ๐ŸŽฌ๐ŸŽฌ

ย 

ย 

Kau begitu terasa dekat namun nyatanya begitu jauh

Aku mencintaimu dan aku akan memilikimu

Tak mungkin jika berhenti sekarang

Bahkan momen ini berakhir ketika aku jauh darimu lagi

Ini lebih kejam dari apapun yang bisa kubayangkan.

 

 

‘Brak!’pintu kamar Sehun dibuka dengan kasar. Lalu Nayeon muncul dengan wajah khawatir.

 

“Kris!”desis Sehun pelan.

 

“Aku sudah menyuruhnya menginap dirumah Jihye.”ucap Kris tak kalah pelan.

 

“Apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini hah?”tanya Nayeon khawatir.

 

“Siapa yang menyuruhmu pulang?”tanya Sehun dengan suara yang terkesan marah.

 

“Yeri! Gadis itu menyuruhku pulang!”

 

“Jadi ini ulah Yeri?”tanya Kris.

 

Sehun tak peduli soal itu, ia bahkan sudah tau karena orang-orang tadi memang familiar dimata Sehun. Yang Sehun khawatirkan bagaimana Nayeon bisa bertemu Yeri?

 

“Kau bertemu Yeri?”selidik Sehun.

 

“Ya, dia menemuiku dikantor polisi tadi.”jawab Nayeon. Oh! Dia melakukan hal bodoh lagi. Bukankah hal ini harus dirahasiakan dari Sehun?

 

“Ada perlu apa kau kesana?”Sehun kini mencoba menenangkan hatinya sendiri yang mulai kacau.

 

“T-tidak! Aku mencari Chanyeol, kata Jihye dia sedag bersama ayahnya.”dusta Nayeon.

 

“Kris, obati lukanya ya aku mau mandi dulu.”ucap Nayeon lalu melenggang keluar dari kamar Sehun.

 

Kris menatap Sehun cemas sejak tadi pria itu masih menatap kosong pintu yang telah tertutup itu. Rasa khawatir begitu terlihat lewat raut wajahnya. Ya! Nayeon menemui Park Jiwoo dan Sehun yakin akan hal itu. Sebentar lagi Nayeon akan pergi. Semua memang harus seperti itu, Sehun bersalah dan ia pantas dihukum.

 

***

 

Sehun membuka matanya perlahan ketika sinar matahari mengusik tidur nyenyaknya. Pria itu menghembuskan nafas kasar kala merasakan sakit yang amat sangat disekujur tubuhnya. Sesaat kemudian ia tersenyum saat mendapati segelas susu dan sandwich dinakas dekat tempat tidurnya. Sehun lalu meraih sebuah note kecil yang tertempel didekatnya.

 

‘Aku keluar sebentar, Aku akan kembali sebelum jam 11.’

 

Sehun sontak beranjak dari ranjangnya lalu mencuci muka dan segera meninggalkan rumah.

 

‘Dia pasti dikantor polisi!’batin Sehun seraya memasang sabuk pengaman. Lalu ia tersadar bahwa ini hari minggu, Park Jiwoo akan libur jika hari minggu. Sehun akhirnya memutuskan untuk mencari Nayeon ke kedai kopi.

 

***

 

“Chanyeol!”gertak Jihye kesal lantaran sejak tadi pria itu hanya memainkan game diponselnya sementara Jihye terus mengerjakan tugasnya.

 

“Sebentar lagi!!!”rengek Chanyeol.

 

‘Tring!!!!’denting lonceng didepan pintu kedai menandakan seseorang baru saja datang dan aura menengangkan begitu tercipta disekitarnya.

 

“Oh Sehun!”ucap Jihye sontak Chanyeol dan Kyungsoo menghentikan kegiatan mereka.

 

Pria berjaket coklat itu melangkah mendekati meja mereka. Dari langkahnya terlihat jelas bahwa ia tengah buru-buru.

 

“Dimana Nayeon?”tanya Sehun.

 

“Dia belum datang mungkin sebentar lagi.”jawab Kyungsoo apa adanya.

 

“Chanyeol, apa ayahmu dikantor polisi sekarang?”

 

Chanyeol sontak menoleh pada Sehun.

 

“Dia dirumah.”

 

Sehun menghela nafasnya gusar. Hanya ada satu kemungkinan. Nayeon sudah mengetahuinya sekarang dan setelah ini gadis itu akan mengemasi barang-barangnya dan pergi.

 

“Nayeon pasti menemui ayahmu sekarang.” sontak Chanyeol bangkit dari duduknya.

 

“Ini tidak bisa dibiarkan! Kita harus menyusulnya!”Chanyeol kemudian berlari keluar dari kedai diikuti Jihye, Kyungsoo.

 

Sehun mengedikan bahunya heran melihat ketiga sahabat Nayeon seolah tak rela jika Nayeon tahu kebenarannya. Bingo! Sehun punya teman baru rupanya.

 

***

 

Nayeon masih duduk disofa ruang tamu kediaman Park Jiwoo. Sementara sang pemilik rumah masih membuatkan minum untuknya. Tak lama pria paruh baya itu keluar dari dapurnya dengan nampan berisi dua buah jus jeruk ditangannya.

 

“Ajhussi?”

 

Park Jiwoo hanya tersenyum kemudian duduk dihadapan Nayeon.

 

“Kau sungguh ingin tahu?”tanya tuan Park. Gadis itu mengangguk yakin.

 

“Kau tidak akan menyesal?”tanyanya lagi dan Nayeon memberikan respon yang sama.

 

Park Jiwoo diam sesaat, keraguan begitu besar terus menghantuinya sejak tadi. Sesekali tuan Park mengetuk-ketukan kakinya ke lantai. Berharap Chanyeol pulang dengan tiba-tiba.

 

“Seseorang yang begitu dekat denganmu!”ucap Park Jiwoo.

 

“Appa!!!!”sebuah suara bass yang cukup keras terdengar dari pintu depan. Sesaat kemudian Chanyeol bersama kedua sahabatnya masuk kedalam rumahnya.

 

“Ah Nayeon disini? Kau mencariku?”tanya Chanyeol basa-basi.

 

Belum sempat Nayeon menjawab, Sehun sudah menyusul masuk.

 

“Lain kali jika mau pergi kau harus kuantar.”Sehun tersenyum pada Nayeon lalu meraih lengan gadis itu dan membawanya pergi.

 

“Maaf sudah merepotkan tuan.”ucap Sehun seraya tersenyum ramah pada Park Jiwoo.

 

***

 

Sebagaimana eratnya daun yang melekat pada rantingnya jika musim gugur tiba maka tak akan ada yang tersisa satupun. Sebagaimana dingin salju yang menebal dimusim dingin kala musim semi tiba seolah tak berbekas. Semua akan pergi pada waktunya. Nayeon akan pergi jika waktunya telah tiba.

 

“Makanlah!”titah Sehun kesal karena sejak tadi gadis didepannya itu terus saja mengaduk-aduk makannya tanpa memakannya sedikitpun.

 

“Yoo Nayeon!”panggil Sehun kala Nayeon tak meresponnya sedikitpun.

 

“Wae?”Nayeon memutar bola matanya malas.

 

“Kau menghancurkan rencanaku! Jika kau tidak datang aku pasti sudah tahu siapa yang membunuh Baekhyun!”ucap Nayeon. Oh! Bukankah hal ini tak boleh diketahui Sehun? Kenapa Nayeon bodoh sekali?

 

“Kau masih mencari pelakunya?”

 

“Ya! Dan Park Ajhussi tahu!”

 

Sehun melempar garpunya kelantai. Pria itu dengan segera menyeret Nayeon kedalam kamarnya. Tanpa peduli Nayeon yang berteriak meminta dilepaskan.

 

“Aku tak akan membiarkannya!”ucap Sehun sadis kemudian melenggang pergi.

 

“Kau yang membunuh Baekhyun kan?”sontak pertanyaan Nayeon menghentikan langkah Sehun begitu juga detak jantungnya.

 

Sehun menggeleng kuat saat fikirannya mulai kacau. Pria itu memejamkan matanya sesaat.

 

“Kenapa diam?”tanya Nayeon seolah memancing amarahnya. Sehun kemudian melepaskan genggamannya.

 

“Jangan bicarakan dia! Aku tidak suka!”

 

Sehun kemudian melanjutkan langkahnya sebelum emosinya kembali memuncak. Nayeon benar-benar menyebalkan hari ini. Haruskah Sehun pergi ke bar sebentar? Lalu bagaimana jika Nayeon kabur dari rumah lagi?

 

***

 

Malam selalu sama, ia hadir lalu diikuti sunyi. Terlebih jika Kris tidak datang. Tak akan ada orang yang selalu mengoceh dengan logat inggrisnya yang mmm memusingkan kepala. Sehun sedang asik dengan pistolnya dihalaman belakang sementara dua bodyguard selalu saja siap siaga didepan pintu.

 

Nayeon tengah menikmati coklat panasnya didepan televisi. Tak ada yang menarik.

“Lebih baik aku tidur saja.”gumam Nayeon. Namun suara heels yang beradu dengan lantai marmer terdengar kian mendekat membuat Nayeon berfikir, siapa?

 

Gadis dengan setelan casual itu memutar bola matanya malas saat mendapati Nayeon diruang tv.

 

“Dimana Sehun?”tanyanya ketus. Yeri, gadis itu menerobos masuk rumah Sehun meskipun para penjaga telah mencegahnya.

 

Nayeon masih diam seolah tak ingin dipusingkan dengan kehadirannya yang hanya akan memicu keributan.

 

“Dasar gadis tuli!”rutuk Yeri lalu gadis itu melangkah kehalaman belakang karena ia telah hafal kegiatan Sehun setiap harinya.

 

Benar saja, Sehun masih asik dengan pistol hitamnya. Pandangannya fokus pada sasaran tembak diujung sana.

“Kau tak berubah rupanya.”ucap Yeri setelah berdiri disamping Sehun.

 

“Untuk apa kau kemari?”tanya Sehun tanpa mengalihkan fokusnya.

 

“Untuk memastikan bahwa orang-orang suruhanku tidak membunuhmu malam itu.”jawab Yeri datar. Tak ada ekspresi apapun diwajahnya selain wajah sadisnya itu. Bukankah Yeri selalu begitu?

 

“Lain kali kau harus menyewa orang yang lebih handal.”ujar Sehun lalu mendekatkan wajahnya pada Yeri.

 

“Apa perlu kupinjami orang-orangku?”tanya Sehun yang lebih menjurus pada ejekan. Yeri hanya menarik sudut bibirnya sebagai respon. Sehun kembali dengan kegiatannya.

 

“Kau masih tak mau kembali?”tanya Yeri.

 

“Padamu?”Sehun balik bertanya kemudian menembakkan satu peluru pada sasaran tembak.

 

“Kembalilah, jika kau ingin semua orang disekitarmu selamat.”ucap Yeri pelan namun begitu menusuk.

 

Sehun menurunkan pistolnya lalu menghembuskan nafasnya jengah. Jengah dengan ancaman Yeri tentunya.

 

“Kuperingatkan sekali lagi, jangan menyakiti Nayeon ataupun Kris. Jika kau menyakiti mereka, maka-“Sehun menggangtungkan kalimatnya kemudian meletakkan ujung pistolnya dipelipis Yeri.

 

Yeri masih diam, namun pandangan matanya seperti menyampaikan berbagai pesan. Sehun tak peduli, jika ia harus membunuh Yeri maka ia akan melakukannya.

‘Cup’ dengan tiba-tiba Yeri merangkum pipi Sehun lalu mendaratkan bibirnya dibibir Sehun.

 

Nayeon mematung tak jauh dari mereka berdua. Yeah! Sangat sakit tentunya. Terlebih saat Sehun membalas ciuman Yeri. Heol, ini adalah pemandangan paling menyedihkan setelah makam Baekhyun.

 

“Oh Sehun!”panggil Nayeon. Suaranya bergetar menahan tangis.

 

“Sial!”Sehun kemudian melangkah mendekati Nayeon tapi gadis itu telah berlari keluar rumah.

 

“Telepon Kris, suruh dia membawa alat operasi daruratnya!”titah Sehun pada seorang bodyguard.

 

Sang bodyguard menaikan sebelah alisnya. Alat operasi darurat? Untuk apa? Siapa yang terluka?

 

***

 

“Yoo Nayeon!!!”teriak Sehun saat Nayeon terus berlari menjauh darinya.

 

“Jangan ikuti aku!”teriak Nayeon. Matanya sudah sangat sembab. Kakinya mungkin sudah sedingin es sekarang, dia terus berlari tanpa alas kaki.

 

‘Dor!’sebuah peluru akhirnya melesat tanpa peringatan dari pistol Sehun.

 

“Argh!” Nayeon sontak terduduk kala merasakan sakit dibagian betisnya. Tangisnya semakin menjadi ditengah gelapnya malam. Samar-samar dilihatnya Sehun melangkah mendekat.

 

“Jangan pernah lari dariku atau aku akan melakukan hal yang lebih mengerikan dari ini.”ucap Sehun sadis lalu menggendong Nayeon pulang.

 

Mungkin malam ini Nayeon akan berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tak akan melarikan diri dari pria yang tengah menggendongnya sekarang. Luka dibetisnya sudah sangat cukup untuk membuatnya jera. Sebesar apapun cinta Sehun padanya pria itu tetaplah psikopat yang tak memandang korbannya. Sekalipun Nayeon begitu dicintainya maka jika ia marah tak ada hal yang tak mungkin.

 

Nayeon, dia hanya terdiam didalam gendongan Sehun sembari merasakn ngilu dikakinya. Begitu jelas terdengar bahwa jantung Sehun berdetak sangat cepat ditelinga Nayeon. Setetes air mata kembali membasahi pipi tirus Nayeon. Bukan, bukan karena luka dikakinya. Ini adalah pertama kalinya jantung Sehun berdetak secepat itu selama ini. Dalam keadaan apapun Sehun akan tetap tenang tapi jika menyangkut kehilangan Nayeon maka dia akan sangat kacau, itu yang dikatakan Kris padanya kemarin.

 

***

 

“Nayeon kenapa kakimu?”tanya Kris seraya tergopoh-gopoh medekat.

 

“Tolong obati dia Kris.”ucap Sehun sambil merebahkan Nayeon ke sofa.

 

“Kau yakin? Lebih baik kita kerumah sakit.”ucap Nayeon seraya menatap Kris ragu.

 

“I want to tell you about something Nayeon.”ucap Kris.

 

“Dia adalah seorang dokter lulusn Oxford yang salah jalan.”ucap Sehun. Kris menatap Sehun kesal.

 

“Kau melukai Nayeon?”tanya seseorang dari ambang pintu kamar Sehun.

 

Sehun refleks menoleh kearahnya kemudian kembali fokus pada Nayeon tanpa mempedulikannya lagi.

 

“Apa kau tak ingat? Kau tidak boleh melukainya apapun yang terjadi. Kau masih tidak bisa memegang kata-katamu sendiri? Pria apa kau ini?”lanjutnya.

 

Sontak Sehun mendekatinya lalu memcengkeram kerah pria itu dan mendorongnya keluar dari kamar.

 

“Kris!”panggil Nayeon khawatir.

 

“Luhan punya cara sendiri untuk menyelamatkan diri.”ucap Kris singkat.

 

Sementara diluar kamar Sehun masih menatap tajam Luhan yang tengah dipojokkannya ke tembok. Tak ada respon dari Luhan selain berbalik menatap hazel adiknya itu.

 

“Jangan bicara apapun pada Nayeon!”titah Sehun pelan.

 

“Bukankah tidak apa-apa? Jika Nayeon tahu semua dia tak akan melarikan diri, bukankah kau sudah mengancamnya?”tanya Luhan dengan nada remeh.

 

“Brengsek kau Lu!”gerta Sehun lalu sebuah pukulan berhasil mendarat dipipi kiri Luhan.

 

“Wow, ini akan berbekas. Padahal aku ada rapat penting besok.”ucap Luhan santai. Keduanya masih diam hingga sebuah pukulan mengejutkan Sehun.

 

“Tidak adil jika aku terluka dan kau tidak. Maafkan kakak!”ucap Luhan kini membalik posisi hingga Luhan lah yang memojokkan Sehun.

 

“Kau tau? Ayahmu itu meninggal karena dikirim ke palestina oleh para pejabat negara? Karena ayahmu adalah saksi utama kasus korupsi. Dan sekarang kau malah membuat orang itu sukses disanjung rakyat Korea Selatan sebagai perdana mentri yang hebat, cih! meskipun sebenarnya dia bejat!”ucap Luhan.

 

“Maksudmu?”Sehun masih kesulitan mencerna ucapan Luhan.

 

“Ayah kandungmu! Sengaja dikirim ke Palestina yang tengah kacau saat itu agar ayahmu cepat mati lalu ketika ayahmu sudah mati Jonghun segera membunuh ibumu agar dia bisa mengambilmu lalu dijadikan peliharan yang kelak akan meneruskannya!”jelas Luhan. Tak terasa kini tubuh Sehun lemah tak berdaya jika saja Luhan tak menahan kerah bajunya mungkin ia sudah merosot kelantai sejak tadi.

 

“Jangan bohong hyung!”ucap Sehun berharap kakaknya berbohong sekarang.

 

“Berhentilah sampai disini!”ucap Luhan lalu pergi.

 

Sehun akhirnya roboh kelantai dengan tatapan kosong. Bibir mungilnya bergetar ketakutan. Pria itu mengalihkan pandangan pada kedua tangannya yang berlumuran darah. Tangan kotor yang bahkan kini terlihat sangat kotor setelah Luhan memberitahu kebenarannya. Sungguh menyedihkan, Sehun menggigit kuat-kuat bibir bawahnya berusaha menahan agar tidak menangis.

 

Hingga air matanya menetes untuk pertama kalinya dari hazel indahnya. Sehun berulang kali memukul kepalanya sendiri. Merutuki betapa bodohnya dia selama ini. Tanpa disadari Kris sejak tadi melihatnya dari pintu kamar Sehun. Pria itu menahan tangis saat melihat betapa kacaunya Sehun setelah mengetahui semuanya.

 

“Kris? Apa yang terjadi?”tanya Nayeon pelan. Sebelum berbalik arah menatap Nayeon, Kris mengatur nafasnya terlebih dahulu. Hingga senyum tercetak dibibir tebalnya.

 

“Tidurlah, kau harus istirahat.”ujar Kris seraya menarik selimut agar menutupi tubuh Nayeon.

 

“Terimakasih dokter!”ucap Nayeon. Kris kembali terseyum.

 

“You’re welcome dear.”

 

***

To be continued…

 

31 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 10)”

  1. Gk tau knapa sedih bngt pas luhan bilang yg sebenarnya ke sehun ttg ayah mereka apalagi abis dengar iti sehun nangis hiks.. Hiks.. Hiks.. Jadi ikutan nangis diriku pasti rasanya nyesek bngt ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ author tanggung jawab bikin anak orang baper nih ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

  2. Ih yaampun sehub, itu nayeon lohh?! Masa ditembak jugaa?! Kasian ihh :(( sehun bakalan beribah ga nii? Aku harap dia berubah, jangan jahat jahat hun wkwk
    Ini bakalan happy ending ka? Aku ga terima ih shafa kalo ini sad ending wkwkwkw
    Next ditunggu yaa, jangan lama lama Xd gomawo ๐Ÿ˜€

  3. Ohh! Jadi semua karna jonghun, aduhh sehun pasti terpukul banget hatinya setelah tau semuanya.
    Wawww kin seru ni thorr! Lanjut lanjutt!! Mangat thor!
    Sering2 bikin ff yg cast nya sehun yaa

  4. Kasian banget sih hidup.a sehunnie ku ๐Ÿ˜€ thor jgn pisahin nayeon sama sehun yaa.. Kan kasihan sehun, ternyata disini sehun adalah korban ;-( ;-(
    konflik.a udah pada muncul nih… Seru seru

    next ya thor ditunggu chap 11 nya.. FIGHTING!! ๐Ÿ˜‰

  5. ya ampunnnn… tragis banget sih cerita hidup nya sehunnn… Nayeon jangan tinggalin sehun yaaa… plizzzz… plizzzz plizzz
    keep writing eonni

  6. Kok pas baca part ini ada nyesek2nya yaaa :’) aaaahh kasian sehun :’) tapi mau bagaimanapun dia hrs tau kbnrnnya… aku selalu suka liat ekspresi luhan yg tenang ๐Ÿ˜€ keep writing kak!

  7. Saking sayangnya nayeon sampe d tembak?,, ko ngeri ya cara sehun mempertahankan nayeon, menghalalkan segala cara.. well.., tpi aku suka, watak sehun dari awal juga emang keras.
    Ngenes juga bayangin sehun yg d jadiin robot penerus musuh..
    Kak.. aku suka sifat nayeon yg ceroboh ma ceplas ceplos,, munculin lagi lah kangen.. tdi ada sih tpi dikit.

  8. Nah nah nah Sehun kamu udh ngecewain ayah mu, berharap setelah ini kamu ngelakuin hal yg bener

    Kaget pas Sehun brani nembak Naeyeon, Sehun bener bener gila -_-

  9. itu kenapa si sehun main tembak aja, duh kok malah jadi psikopat sih ๐Ÿ˜
    akhirnya luhan mau memberitahukan kebenaran kepada sehun, pasti berat buat sehun,
    dan itu si yeri kenapa semakin nyebelin sih, coba kalau dia tau kebenarannya,

  10. apa ini apa? nayeon ditembak? whatthe?! . itu juga sehun cepet sadar dong! kapan kamu sadar nak? /pukpuk/ ditunggu lanjutannya yaa authornim. fighting^^

  11. idihh., si yeri main nyosor aja..ck sehun juga knapa nrima aja sih..

    huhh., sehun juga tega banget deh, main tembak kaki nayeon aja..

    next kak dtunggu klanjutanya

  12. Aaa…. kerennn bayangin Kris yg sangar tapi lembut, Luhan yg sayang bgt sama adeknya plus sehun yg psyco tapi sekarang jadi rapuh. Ditunggu bgt lanjutannya. Seruuu

  13. Ahh padahal kalo ketahuan sekarang bakalan seru haha
    Yaelah dasar psyko gila, katanya cinta tapi nyakitin sampe kaya gitu, tau kebenaranya jadi kaya gitukan.
    Jadi baekhyun gak akan dihidupkan lagi dari kuburnya? wkwk
    Padahal aku lebih suka nayeon baekhyun

  14. Entah namanya obsesi, posesif apa psycho ckck
    Sayang nayeon, tp nembak kaki nayeon :s
    Btw, setuju bgt kalo sehun bunuh aja tuh si yeri, ama bapaknya skalian wkwkwk

    Nextnya ditunggu eonn XD

  15. okee luhan udah ngasih tau..sekarang cepatlah bertindak hun…dan beritahu kebenarannya ke nayeon, sapa tau dia bisa ngerti…aku jadi nayeon pastii udah ketakutan lah…sak cinta”ne sehun tapi kalo sampe nembak kan ngeri jg lahhh…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s