[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 9)

Bad Guy Beside Me (Chapter 9)

 

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : General

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun, Byun Baekhyun

Additional cast : Xi Luhan, Kris Wu, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Yoon Jihye (OC)

 

🎬🎬🎬

 

 

Desember 1993,

Seoul, musim salju tengah turun kala itu. Dinginnya begitu menusuk tulang, menyelinap disetiap persendian. Ranting-ranting pohon yang telah meranggas dimusim gugur, kini tengah dalam diam dibalik selimut salju. Kang Jo Eun, wanita 29 tahun yang kini tengah mengandung anak keduanya terlihat sibuk didalam dapur.

 

“Eomma!”panggil seorang anak laki-laki berusia sekitar 2 tahun pada ibunya yang tengah memasak didapur kecil rumahnya.

 

“Ada apa sayang?”

 

“Aku lapar.”

 

“Sebentar ya ibu akan menyiapkan makan untukmu.”

 

Sang ibu tersenyum seraya memberika sepiring nasi bersama lauknya pada anaknya.

“Apakah adikku didalam tidak lapar bu? Dia tidak pernah makan.”tanya sang anak seraya menunjuk perut sang ibu yang mulai membesar dikehamilannya yang menginjak 5 bulan.

 

“Dia belum bisa makan sayang.”

 

“Jika dia sudah keluar aku akan menyuapinya bu!”ucap sang anak dengan penuh semangat.

 

“Ya, dan tentu saja kau harus mengajarinya menjadi anak hebat sepertimu Lu!” Jo eun mengusap pelan surai coklat putranya.

 

“Kita akan menjadi tentara seperi ayah! Hormat!”

 

Flashback end

 

Luhan tersenyum kecut ketika setetes air mata lolos dari mata rusanya. Dengan segera pria itu menghapusnya. Sehun yang dulu belum bisa makan. Sehun yang dulu yang belum bisa berbicara dengan bibir mungilnya itu. Sehun kecil yang polos dan lucu. Ya! Itu Sehun yang dulu. Sekarang dia tidak lebih dari pria yang selalu makan dengan hasil kejahatan. Pria yang berbicara kasar bahkan berani membentak kakaknya sendiri. Pria yang brengsek dan kotor.

 

“Mianhae eomma, mianhae.”tangis Luhan kembali luruh. Rasa bersalah yang amat besar kini tengah menyelimuti hatinya. Betapa ibunya kecewa melihat putra keduanya yang kini tumbuh menyedihkan itu.

 

Sejak tadi ponselnya terus berdering dan menunjukkan nama yang sama. ‘Kris’ dia tak mungkin meneleponnya sebanyak itu jika tidak ada keperluan yang amat penting. Namun Luhan seolah tak peduli, dia seolah tak ingin lagi terlibat dalam kehidupan Sehun. Meskipun disisi lain dia begitu ingin membuat adiknya meninggalkan kehidupan gelapnya.

 

***

 

Yeri berlari kecil kearah ayahnya yang tengah duduk dimeja makan.

 

“Ada apa hm?”tanya ayahnya seolah tahu bahwa Yeri ingin membicarakan sesuatu.

 

“Ini tentang Sehun ayah.”

 

Raut wajah sang ayah yang tadinya berbinar kini perlahan berubah menjadi ketidaksukaan terhadap topik pembicaraan putrinya.

 

“Ayah harus segera menangkapnya!”

 

“Ini sangat sulit Yeri, dia itu anggota mafia yang tergolong sangat hebat. Kejahatan mereka begitu terorganisir. Itu menyulitkan ayah untuk menangkapnya. Lagi pula jika ayah menangkapnya maka ayah juga akan tertangkap karena posisi yang ayah dapat sekarang tak lain karena bantuan Sehun dan mendiang ayah angkatnya.”

 

“Ayah angkat?”tanya Yeri memastikan.

 

Flashback on

 

Korea Selatan tengah mengalami kerugian besar dibidang pendidikan. Uang senilai 10 miliar won yang harusnya digunakan untuk beasiswa para mahasiswa hilang entah kemana. Tak ada yang berani menguak kasus ini lebih dalam. Karena tak ada yang tahu siapa yang berasa dibalik ini semua.

 

“Joo Seok Bin, dia sempat mendengar pembicaraanku denganmu ditelepon.”ucap Kim Jaehyun-pemimpin tentara angkatan darat- pada Im Woo Sik seorang menteri pendidikan.

 

“Anggota pasukan khusus itu punya keberanian yang tak bisa dianggap remeh. Dia pasti akan mengungkap kasus ini.”Woo Sik mengetukan sepatunya kelantai.

 

“Dia harus dihabisi.”ucap Ahn Kyung, mentri pertahanan.

 

Ketiganya merupakan orang dibalik hilangnya uang 10 miliar won. Mereka merampok uang itu secara halus dan membunuh seorang saksi yang melihatnya kala itu. Namun kini Seok Bin menjadi saksi yang lain.

 

Hingga ketiganya memutuskan untuk mengirimnya ke Palestina yang saat itu tengah dilanda kekacauan luar biasa. Dengan kedok tugas negara dan berakhir kematian. Tak peduli siapa saja yang akan merasa terpukul atas kematian anggota pasukan khusus itu. Seolah dibutakan oleh miliaran won dan kekuasaan.

 

Flashback end

 

“Ayah!”panggil Yeri membuat lamunan ayahnya buyar.

 

“Ya! Ayah akan segera menangkapnya!”ucap tuan Kim mantap.

 

Sebelum Sehun tahu bahwa orang yang telah dibantunya menjadi perdana menteri itu adalah orang yang ikut andil dalam pembunuhan ayah kandungnya. Perdana mentri harus segera melenyapkan pria itu sebelum pria itu yang melenyapkannya dan membeberkan pada media bahwa beliau adalah penjahat.

 

***

 

‘Brak!’Sehun membuka pintu ruangan Luhan dengan kasar. Sontak Luhan segera menghapus air matanya. Sorot matanya kini menunjukkan kebahagiaan ketika tahu Sehun yang datang. Pria itu melangkah mendekati Sehun.

 

“Jangan berfikir bahwa aku datang untuk meminta maaf atas ucapanku lusa. Aku hanya ingin mencari tahu apa yang kurasa harus tahu.”ucap Sehun ketus.

 

“Duduklah dulu.”Luhan tetap dalam ketenanganya. Tak ada gurat marah sedikitpun diwajah malaikatnya.

 

“Katakan padaku apa yang kau ketahui tentang ayah!”

 

“Ayah? Jonghun?”

 

Sehun menggeleng kuat dengan sorot mata tajamnya ia terus menatap Luhan dengan arti yang tak jelas.

 

“Ayah…”ucapan Sehun terpotong ketika ia menyadari bahwa ia tak mengetahui nama ayah kandungnya sendiri. Luhan menarik salah satu sudut bibirnya. Memandang adiknya itu dengan tatapan remeh.

 

“Lihatlah dirimu, bahkan kau tak tahu nama ayahmu hun! Apa yang ingin kau ketahui hah? Apa kau mengenal ayahmu? Apa kau pernah memiliki rasa hormat padanya?”

 

Tubuh Sehun kini lemas tak bertenaga. Ucapan Luhan seperti sebuah racun yang perlahan menghujam setiap persendian tulangnya. Membuat Sehun benar-benar menyadari betapa jahatnya dia.

 

“Kim Seok Bin, itu nama ayah kita. Seorang ayah yang begitu menjunjung tinggi kehormatan negara. Seorang ayah yang pemberani dan tangguh. Ayah yang berperan besar dalam melindungi negaranya.”ucap Luha pelan namun penuh penekanan. Sehun tak bergeming sedikitpun.

 

“Dan dia memiliki putra bungsu yang bahkan senantiasa menghancurkan negaranya sendiri. Apa kau bisa membayangkan betapa kecewanya ayah disana hun?”Luhan kini menatap tajam Sehun yang mulai merubah raut wajah marahnya sejak tadi. Raut bersalah kini tergambar jelas diwajahnya.

 

“Pulanglah, kurasa kau tak perlu tahu tentang ini.”Luhan lalu kembali ketempat duduknya, pura-pura tak peduli dengan Sehun yang masih menatapnya kosong dari ambang pintu ruangannya. Luhan begitu paham akan perasaan kalut Sehun sekarang, tidak bisa dipungkiri bahwa ikatan batin mereka begitu kuat.

 

Luhan terus mencoba fokus pada pekerjaannya. Sesekali ia menoleh pada Sehun namun ia kembali pada berkasnya.

 

“Aku akan pulang.”ucap Sehun pelan lalu menutup pintu ruangan Luhan. Saat itu juga air mata Luhan kembali menerobos pertahanannya sendiri. Ia menangis begitu keras hingga Sehun menghentikan langkahnya.

 

“Mianhae eomma, Mianhae appa.” tangis Luhan.

 

Sehun meremas kuat jari-jari tangannya. Seperti ada emosi yang kuat didalam hatinya yang tak sanggup terbacakan. Berulang kali pria itu mengatur nafasnya, mencari-cari keberanian untuk membuka pintu ruang kerja Luhan. Namun lagi-lagi ia merasa bahwa tenaganya telah habis. Apa sebenarnya yang terjadi pada keluarganya? Sehun tak sanggup menerka-nerka apa yang terjadi sebenarnya. Hanyalah Luhan yang tahu jawabannya. Tunggu! Bukan kah Kris pasti tahu?

 

Sehun kembali melanjutkan langkahnya keluar dari gedung Lu corporation. Tujuannya, dia akan kembali ke Seoul dan menanyakan hal ini pada Kris.

 

***

 

“Ajhussi..”panggil Nayeon kini dengan nada memohon. Namun pria paruh baya berseragam polisi didepannya itu tak bergeming sedikitpun. Park Ajhussi lebih memilih diam dan tak merespon teman putranya itu.

 

Sejak tadi Nayeon terus mendesaknya untuk memberitahu siapa pembunuh Baekhyun. Ia nekat melarikan diri dari pengawal suruhan Sehun lalu mendatangi kantor polisi.

 

“Ajhussi kumohon,jebal.”kini suara Nayeon terdengar bergetar menahan tangis.

 

Park Jiwoo menghela nafasnya kemudian menyingkirkan pekerjaannya.

 

“Aku tidak tahu, yang pasti pembunuhnya adalah penjahat profesional sehingga aksinya begitu rapi.”dusta Park Jiwoo.

 

“Kau bohong ajhussi! Pasti Chanyeol yang menyuruhmu berbohongkan?”tanya Nayeon tak patah arang.

 

“Aku benar-benar tidak tahu. Kasusnya sudah ditutup minggu lalu.”

 

Nayeon menggertakan giginya geram. Bagaimana mungkin sebuah kasus ditutup begitu saja tanpa ada penyelesaian.

 

“Ajhussi!!”kini gadis itu benar-benar kehabisan kesabarannya. Ini keterlaluan.

 

“Temui aku besok dirumah. Pastikan Chanyeol tidak tahu tentang ini.”titah Park Jiwoo pelan.

 

***

 

‘Bugh!!!’sebuah pukulan keras menghantam perut Sehun-lagi- lebam diwajahnya sudah tak dapat terhitung lagi. Darah segar juga sepertinya tak mau berhenti mengalir dari sudut bibirnya. Pria itu masih dalam cengkeraman dua pria kekar dilengannya.

 

‘Bugh!’kini giliran pungguhnya dihantam balok kayu. Sehun tak berniat sedikitpun untuk menyerang pada gerombolan pria yang tengah mengeroyoknya sejak tadi. Entahlah, pria itu hanya sesekali meringis kesakitan disekujur tubuhnya tanpa berontak.

 

Hingga akhirnya ia terkapar lemas tak berdaya dilorong jalan.

“Eomma…”ucap Sehun lemah diiringi air mata yang perlahan mengalir dari mata hazelnya. Hari semakin gelap dan Kris belum juga datang menolonya.

 

Seluruh tulang ditubuhnya seolah remuk. Inikah rasanya dipukuli hingga nyaris mati? Bukankah Sehun sering melakukan hal kejam seperti ini? Memukuli orang hingga tak sadarkan diri lalu meninggalkannya begitu saja.

 

“Sehun!!”teriak Kris dari ujung lorong. Pria tinggi itu nampak berlari mendekati Sehun.

 

“Sehun-ah! Kenapa kau ta melawan huh? Kenapa kau bodoh sekali?” Kris menampar pipi Sehun pelan. Sementara Sehun hanya tersenyum dengan mata sayunya kala melihat air mata mengalir dimata Kris. Sehun tahu benar betapa khawatirnya Kris saat melihatnya dalam keadaan seperti ini.

 

“Cepat bawa aku pulang bodoh!”titah Sehun dengan suara parau.

 

“Tunggu!”

 

Kris mengurungkan niatnya untuk memapah Sehun.

 

“Nayeon dirumah?”tanya Sehun.

 

“Tidak, dia sedang keluar.”

 

“Suruh dia tidur dirumah Jihye malam ini. Dia tak boleh melihatku seperti ini.”lanjut Sehun.

 

***

 

Nayeon melangkah gontai keluar dari kantor polisi. Haruskan dia melarikan diri lagi besok?

 

“Yoo Nayeon!”panggil seseorang dari dalam mobil yang terparkir tepat didepan pintu keluar kantor polisi.

 

“Pulanglah, Sehun pasti sangat membutukanmu dimasa sekaratnya.”ucap gadis itu sadis. Lalu mobil itu melaju meninggalkan Nayeon yang masih berusaha mencerna kata-katanya.

 

“Kris awas kau!”ucap Nayeon geram yang sadar bahwa dia telah dibohongi oleh Kris.

 

***

 

“Kalau kau kasar seperti itu aku bisa mati!”rutuk Sehun kesal.

 

“Hei! Do you forget boy?”tanya Kris dengan logat inggrisnya.

 

“Ya! Kau adalah dokter lulusan Oxford tapi sayang kau malah bergabung dengan para mafia.”ejek Sehun, namun sepertinya ia harus menyesali ucapannya setelah Kris membersihkan lukanya dengan kasar.

 

‘Brak!’pintu kamar Sehun dibuka dengan kasar. Lalu Nayeon muncul dengan wajah khawatir.

 

“Kris!”desis Sehun pelan.

 

“Aku sudah menyuruhnya menginap dirumah Jihye.”ucap Kris tak kalah pelan.

 

“Apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini hah?”tanya Nayeon khawatir.

 

“Siapa yang menyuruhmu pulang?”tanya Sehun dengan suara yang terkesan marah.

 

“Yeri! Gadis itu menyuruhku pulang!”

 

Tbc…

38 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 9)”

  1. rumit banget ya hidupnya sehun.. apa lagi rencana yeri itu.. ngapain dia pura pura baik ke nayeon nyuruh nayeon cepat pulang buat sehun.. jgn jgn rumah sehun mau diserang lagi..

  2. Ihhhhhh kok jadi kesel bngt ama yeri gitu bgt sih 😀😀😀 penasaran bngt ama apa yg terjadi dgn keluarga sehun

  3. Komen chap 8 nya disini aja ya thorr..
    Woahhhh daebakk!! Masalahnya makin mumet. Suka sama momen2 sehun sm nayeon..
    Btw, ini kalo dijadiin drama korea beneran seru kali yak! Soalnya thriller gitu.
    Mangat thorr!

  4. hiii.. kasian sehun nya dipukulin.. hah ??? Kris itu dokter toh ternyataa…. Tak terduga banget sih…
    next chapter cepet eonni… fighting… keep writing..

  5. Masalahnya makin complicated banget
    Jadi Jonghyun itu bukan ayahnya kandungnya Sehun toh
    Dan semoga Nayeon ga ngejauhin Sehun pas tau siapa yg bunuh Baekhyun yahh meskipun itu mustahil hehe

  6. Klw nayeon tau ternyata sehunlah dibalik kecelakaan mobil yg menewaskan baekhyun gimana perasaan nayeon ya? Ap dia bakal ninggalin sehun? Penasaran sama kelanjutan.y d tunggu next chap.y πŸ™‚

  7. ohhh jadi gitu,,,anak sama ayah sama jahatnya…gk nyangka aku..huhhh tumpas aja semua hun..
    yeri jahat gitu kan turunan ayahnya…huhh gk nyangka aku

    nayeon kalo tau yg bunuh baekhyun itu sehun gimana yaa…ahhhh jadi gila itu pasti sehun..

  8. duh,nayeon marah banget tuh pasti karena sehun babak belur kek gitu. jangan sampe deh sehun ditangkep ama suruhannya yeri
    ditunggu lanjutannya authornim. fighting^^

  9. huhh., bca yg ini nyesek kakk.,
    luhan, sehun..huft

    sehun kasian kak, knapa juga sehun gx ngelawan sih..

    next kak dtunggu klanjutanya

  10. yeri, why are you so mean ???

    ini keren bgt kak, aku suka. sehun kenapa nggk mau nglawan ? terus kris yg dulunya lulusan oxford kedokteran malah jd mafia ? Kasian Nayeon juga πŸ˜₯

    aku tunggu lanjutannya ya kak….
    Semoga Happy Ending daaaaaahhh

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s