[EXOFFI FREELANCE] They Never Know (Chapter 4)

Tittle/judul: They Never Know (Chapter 4)

Author: Annisa Maulidia.

Length: chaptered.

Genre: romance, sad, life, school life.

Rating: 17.

Main Cast:

Sangmi a.ka You

Irene RV

Chanyeol EXO

Sehun EXO

Lay EXO

Seulgi RV

Disclaimer: Fanfict ini dari imajinasi ku sendiri, maaf kalau ada yang typo. Semoga kalian suka..

Author POV

“kita saling mencintai, minggu depan kami akan menikah.”

Bagaikan diserang ribuan jarum dijantungnya, sangmi hanya terdiam menatap lantai, sementara seulgi hanya mengalihkan pandangannya menahan air mata.

“sangmi eomma mohon.”

“terserah.”

Sangmi pun pergi kekamar disusul seulgi dibelakangnya.

“gwenchana, kita akan tetap melakukannya.” Ucap chanyeol memeluk Irene.

Brughh..

Sangmi menutup pintu kamar dengan kencang, sementara seulgi yang dibelakangnya terlonjak kaget, lalu menuju kamarnya.

Sangmi POV

Kenapa bisa seperti ini, dadaku sakit sekali rasanya ingin menangis tapi aku tidak bisa mengeluarkan air mata.

“otthoke..” aku mengusap wajahku kasar, lalu meraih handphone mengetik pesan.

To: Sehun

‘apa kau mengetahuinya?’

Aku pun mengirim pesan tersebut, tak lama ada pesan masuk di hpnya.

From: sangmi

‘maksudmu’

To: sehun

‘aku tahu maksud perkataanmu, jujurlah padaku sehun, kita sudah berteman sangat lama.’

From: sehun

‘aku melihat eomma mu di bar bersama pacarmu, kemarin malam. Saat kita pulang dari kerja kelompok, gwenchana, ada sesuatu, katakana padaku, mianhae aku baru mengatakannya aku tak ingin membuatmu sakit.’

Bahkan sehun sudah lebih dulu mengetahuinya dari pada aku, rasanya ingin terjun dari namsan tower, apa yang harus ku lakukan chanyeol, aku tidak bisa mengatakan apapun, bahkan sebentar lagi kau ingin menikah dengan eommaku.

“kenapa kau mempermainkan aku..”

Ting..

From: chanyeol

‘bisa keluar sebentar, aku ingin berbicara padamu.’

Melihat pesannya saja aku sudah malas bangun dari tempat tidurku, apa aku harus kabur? Ahh.. tidak mungkin pasti aku akan kembali lagi, rasanya ingin mati..

Aku pun bangun dari tempat tidur, berjalan kekamar mandi lalu menyalahkan keran air di bathup hingga penuh.

“mungkin aku ingin menenangkan pikiran dan hatiku, sebentar.”

Saat air sudah penuh, aku mematikannya dan segera masuk kedalam bathup,menenggelamkan semua badan hingga kepalaku.

Tenang.. nyaman.. sesaknya menahan nafas di dalam air lebih baik dari pada mendengar berita mereka akan menikah.

Apa aku sudah gila, hingga melakukan hal bodoh seperti ini, apa aku akan mati, apa semua akan bahagia jika aku mati, apa jika aku mati mereka akan tetap melaksanakan pernikahannya.

Dingin mulai menyeruak disekujur tubuhku, dikit lagi.. dikit lagi..

Blub..blubb..

Argghh…

Aku tak bisa menahannya.

Author POV

Sangmi mengusap kedua wajahnya dan duduk termenung didalam bathup.

“aku sudah gila.”

Ia pun segera keluar dari kamar mandi dengan keadaan basah kuyup, dan berdiri di depan ranjangnya menatap foto keluarga yang tengah tersenyum bahagia, disana ia melihat appa,eomma,seulgi dan dirinya tengah tersenyum senang.

“omong kosong.”

Ia pun meraih foto tersebut lalu membantingnya dan merobek foto tersebut hingga kecil.

Pecahan kaca tersebut terlempar kemana-mana, sobekkan fotonya pun berterbangan dan berserakkan  terbawa angin, ia pun dengan cepat menuju meja belajarnya dan membuka laci, meraih buku hitam sedang yang bertuliskan Album.

Sangmi pun membuka, dan mengambil foto tersebut satu-persatu, mungkin ada 40/50 foto dirinya dan keluarga yang ia simpan dari kecil dan ada foto dirinya bersama chanyeol.

“kalian semua memang ingin membuatku mati.”

Ia pun meraih gunting dan memotong semua foto yang ia pegang, saat ingin mengguting foto keluarga yang didalam fotonya ada chanyeol juga. Sangmi pun menatap foto tersebut dengan seksama.

“bahkan saat ada aku, kalian saling melirik diam-diam.”

Dengan cepat sangmi memotong foto tersebut hingga tangannya terkena guntingan dan berdarah amat banyak.

Sementara di tempat tidurnya handphonenya terus menyala menandakan pesan masuk, namun jika dilihat sudah ada 13 pesan masuk, namun sangmi tidak peduli dan tetap pada kegiatannya.

“aku harus pergi kesuatu tempat. Sehun..”

Sangmi pun meraih handphonenya dan menghapus notifikasi pesan, menekan tombol nomor handphone seseorang.

“hallo, sehun bisa kau antar aku..”

“ketempat yang bisa menenangkan diriku..”

“terima kasih.”

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] They Never Know (Chapter 4)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s