Job’s Goal : Finding Love [Special Birthday]

Finding Love-anneandreas

JOB’S GOAL : FINDING LOVE

– EDISI SPESIAL BIRTHDAY –

.

a chaptered fiction with Romance feel in Family and Works life rated by T

staring by

EXO’s Kim Jongdae and Do Kyungsoo

INFINITE’s Nam Woohyun

OC’s Do Kyungrin and Do Ahrin

.

.

thanks for this cute Poster >> l18hee <<

I own the plot

all cast except OC belong to their real life

.

.

⇓⇓ PREVIOUS CHAPTER ⇓⇓

Teaser – Chapter 1 – Chapter 2

.

.

©anneandreas2016

Pagi yang sibuk.

Do Kyungsoo berkutat di dapur dengan berlapis-lapis roti tawar tanpa kulit, tumpukan selada dan bacon, lengkap dengan celemek yang melekat di tubuhnya. Tinggal dengan dua kakak perempuan kembar tidak membuat Kyungsoo berubah menjadi putra mahkota di apartemen mereka. Justru dirinyalah yang hampir setiap hari memasak sarapan. Biasanya ia akan memasak sambil mengomel atau minimal meneriaki kedua kakak kembarnya, Reen dan Arin. Namun pengecualian bagi hari ini, pasalnya kedua gadis itu sedang berulang tahun dan Kyungsoo ingin menghadiahi kedua kakaknya itu dengan kesabaran penuh seharian.

“Adik kesayanganku sedang membuat apa?” nada bersahabat menyambangi telinga Kyungsoo, membuat ia mengalihkan atensi untuk sekedar tersenyum pada sumber panggilan.

“Aku membuat sandwich bacon untuk kalian. Spesial untuk Reen noona kesayangan, tanpa mentimun.”

Di luar prediksi Kyungsoo yang menyangka Reen akan berteriak kegirangan, sang kakak malah melangkah mendekat lalu meletakkan telapak tangannya di dahi Kyungsoo. “Kau demam? Kenapa kau baik sekali padaku?”

“Memangnya hari-hari sebelumnya aku tidak baik? Aku bersikap lebih baik hari ini karena kau sedang ulang tahun, tahu!” jawab Kyungsoo ketus, tidak lupa sambil menepis tangan Reen dari dahinya.

Jinjja? Omona.. Adik kecilku memang yang paling terbaik di dunia!”

Sebelum Kyungsoo sempat menghindar, sebuah pelukan erat dari Reen tak dapat dielakkan, “Jangan peluk-peluk! Aku ini laki-laki dewasa!”

“Biar! Aku sayang kamu laki-laki dewasa!” balas Reen.

 

“Kalian bersisik!”

Sebuah kalimat tegas menginterupsi aktivitas Reen dan Kyungsoo, membuat mereka melepas pelukan dan selanjutnya melempar tatapan galak pada gadis yang baru saja memasuki dapur itu. “Berisik. Bukan bersisik. Tinggal di Jepang tidak membuatmu amnesia terhadap bahasa negaramu, kan?” sahut Reen.

“Terserah. Adikku, kau tidak mau mengucapkan ulang tahun padaku?”

“Selamat ulang tahun, Arin noona.”

Gomawo, sini kupeluk.”

“Tidak.”

 

Sebuah penolakan yang terdengar menyakitkan itu membuat Arin mendengus sementara Reen menghambur tawa, “Minta peluk pada pacarmu saja sana.”

“Ah, iya. Aku baru ingat. Boleh tidak nanti malam aku tidak ikut kalian makan malam? Aku ‘kan punya pacar.” sahutnya dengan penekanan pada kalimat terakhir.

Reen bersekedap dan melemparkan tatapan galak lagi, yang kali ini lebih galak dari yang sebelumnya. “Tidak bisa. Ajak Jongdae saja, kita makan merayakan ulang tahun berlima. Ini ‘kan pertama kalinya kita merayakan ulang tahun bersama-sama lagi. Kau kejam.”

Araso. Bilang saja kalau ulang tahunmu terasa kurang meriah jika tidak ada aku. Kalau begitu aku akan ajak Jongdae makan malam bersama kita.” Arin menimpali.

“Oh ya?” Reen membalas dengan penekanan pada setiap suku katanya.

“Cukup. Dasar anak kembar. Sudah, cepat habiskan sandwich kalian ini.” Kyungsoo mencoba menengahi sambil membawa sepiring sandwich tambahan.

“Aku cukup. Untukmu saja, Kyung. Aku mau pergi ke kantor. Nanti anaknya Byun ahjussi marah-marah lagi. Hiiii..” Reen melangkah mengambil tasnya yang ia letakkan sembarang di karpet ruang tengah, lalu melenggang menuju pintu apartemen. “Jangan lupa pesta nanti malam, Jongdae harus bergabung. Selamat ulang tahun kembaranku!” tambahnya sebelum membuka pintu apartemen.

“Kau juga, eonnie.”

 

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

 

Arin menyesap lemon tea pesanan yang ada di hadapannya, sesekali matanya mengalih pada pintu masuk resto tempat ia dan Kyungsoo berada saat ini. Sang adik yang melihat kegelisahan Arin lantas berucap, “Cari siapa? Reen noona dan Woohyun hyung sedang di jalan. Reen noona sedikit lembur lagi hari ini.”

“Aku tidak mencari mereka, aku menunggu Jongdae. Tadi siang dia bilang dia akan datang, namun mengapa teleponku sekarang tidak diangkat?”

“Mungkin ia sedang di jalan juga. Tunggu saja, Jongdae hyung juga pasti datang. Nah, itu dia….”

Arin segera memutar kepalanya lagi ke arah pintu masuk secepat ucapan adik laki-lakinya.

“…. Reen noona dan Woohyun hyung.” lanjut Kyungsoo.

Dan sebuah gumpalan tissue mendarat di dahi sang adik.

 

“Selamat ulang tahun, Arin.” sapa Woohyun.

Arigatou, onii-chan.” jawab Arin ceria.

“Jongdae mana?” kali ini pertanyaan dari Reen.

“Dia bilang akan datang.” sahut Arin.

“Nah, itu dia..” sela Kyungsoo lalu mengaduh, sebuah gumpalan tissue lagi-lagi membentur dahinya. Pelakunya tentu masih sama seperti yang tadi, Arin. “Aku tidak bohong.” lanjutnya.

 

“Maafkan aku telat.”

Segera Arin menolehkan kepalanya dan senyumnya mengembang sempurna kala mendapati Jongdae benar-benar ada di sana.

“Tuh, kan. Sudah kubilang. Dasar gadis bar-bar.” kata Kyungsoo lagi disambut tawa dari orang-orang yang ada di meja mereka. “Dia ‘kan memang begitu, Kyung. Duduklah Jongdae. Nikmati pesta ini, ya.” Reen menimpali.

Jongdae tersenyum lalu mendudukkan dirinya di samping Arin, “Aku membawa kue. Tapi hanya satu. Kalian bisa berbagi lilin bersama, kan?”

“Waaah, terima kasih calon iparku. Aku sudah lama tidak melakukan ritual tiup lilin.” jawab Reen, membuat Jongdae tersenyum sementara Arin bergumam, “Kasihan.”

“Jomblo yang menyedihkan.” sahut Kyungsoo sambil menutupi kepalanya dengan tangan, takut Reen memukulnya, sementara Woohyun terbahak.

.

.

.

“Saengil chukkahamnida

Saengil chukkahamnida

Saranghanda Kyungrin Ahrin

Saengil chukkahamnida”

Sebuah nyanyian tradisi sederhana mengiringi dua kembar itu sesaat sebelum mereka meniup lilin bersama yang disambut tepuk tangan ringan dari Kyungsoo, Jongdae, dan Woohyun. Lalu mereka melanjutkannya dengan memotong kue dan memakannya bersama-sama, sembari menunggu makanan pesanan mereka datang.

Sementara mereka berbincang, sebuah dering telepon terdengar. Mereka bergantian melempar pandang sampai akhirnya Jongdae menyadari kalau dering itu berasal dari handphonenya. Sesaat ia meminta izin keluar sebentar untuk menerima panggilan itu.

“Bagaimana penelitian obat yang dilakukan Jongdae?” tanya Woohyun pada Arin.

“Katanya sih, sudah sampai tahap akhir. Entahlah, aku berharap perusahaannya memberi ia istirahat. Tidakkah kalian lihat lingkaran hitam di bawah matanya?”

 

“Arin, maafkan aku. Perusahaan memanggil, katanya mendesak.” kata Jongdae tergesa, ia baru saja masuk setelah mengakhiri panggilan.

“Sekarang?” tanya Arin.

Jongdae mengangguk, matanya jelas memancarkan permintaan maaf. Tentu saja ia merasa bersalah, ini adalah hari spesial bagi kekasihnya dan mereka praktis baru bertemu setengah jam hari ini. Jangan tanya pada Jongdae berapa besar rasa sesal yang mengganggunya. Namun, apa daya posisinya sebagai staff peneliti tidak bisa diabaikan secara sembarang.

“Aku berharap tidak akan lama, aku akan berusaha pulang sebelum tengah malam, lalu kita akan duduk-duduk di Sungai Han sampai pergantian hari. Bagaimana?”

“Tidak usah memaksa diri. Sudah, cepat ke kantormu nanti kau dimarahi.” jawab Arin, namun nada bicaranya terdengar sarat akan rasa kecewa.

 

Sepeninggal Jongdae, mereka masih melanjutkan pesta. Entah sudah berapa cola dan paket ayam goreng yang mereka habiskan. Meski sudah cukup umur, mereka memang tidak membiasakan diri untuk meminum alkohol.

Pun Arin terlihat mulai menikmati pesta kembali, dengan usia yang bertambah sudah seharusnya tingkat kedewasaannya bertambah juga, ia bukan gadis yang ingin memonopoli seluruh waktu Jongdae hanya untuk dirinya. Namun sebuah kebohongan namanya jika Arin tidak ingin menghabiskan hari spesialnya bersama sang kekasih.  Jika saja dalam satu tahun Arin boleh memilih satu hari untuk menjadi egois, tentulah ia akan memilih hari ini. Bahkan kepalanya sekarang terasa berat karena otaknya dipaksa memikirkan hal-hal yang menyebalkan, ditambah lagi handphone yang selalu dalam genggaman itu tak kunjung menampilkan panggilan telepon dari Jongdae.

 

“Habis ini kita pergi kemana?” tanya Kyungsoo memecah lamunan.

“Karaoke?” Reen menyahut.

“Sudah jam sepuluh malam. Kau besok tidak bekerja?” kali ini komentar bernada khawatir dari pihak Woohyun.

“Ah, biar saja.  Aku sudah biasa dimarahi oleh anaknya Byun ahjussi itu kok.” sahut Reen lagi.

“Baiklah, tapi janji tengah malam kita harus pulang, ya?” kalimat persetujuan dari Woohyun membuat Reen mengangguk semangat. “Ayo kita lekas berangkat. Supaya tidak kemalaman.” sahut pemuda Nam itu lagi.

“Aku pulang saja, ah.” suara Arin tiba-tiba mengalihkan atensi ketiga manusia yang berada di sekitarnya.

“Kenapa?” tanya Reen.

“Ingin tidur.”

 

Reen tidak memberikan jawaban lantas merangkulkan lengannya di pundak si saudara kembar, “Kau sedih karena Jongdae tidak di sini ya? Dia ‘kan sedang bekerja.”

Arin menggeleng, “Kalian pergi saja. Jangan ikut aku pulang sekarang.”

 

“Ya sudah, tapi kami akan mengantarmu pulang. Oke?” sahut Woohyun dengan nada yang tidak bisa ditolak. Woohyun bukannya curiga Arin akan pergi sendirian atau melakukan hal bodoh tentu saja. Hanya saja ini sudah cukup malam bagi seorang gadis pulang ke apartemen seorang diri. Sebagai seorang teman lama yang lebih tua, Woohyun merasa dirinya harus bertanggung jawab terhadap teman-teman kecilnya itu.

 

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

 

Arin melambaikan tangan ke arah mobil Woohyun yang baru saja menurunkan dirinya di depan apartemen mereka. Sebenarnya Arin masih ingin menghabiskan waktu bersama namun kepalanya sudah terlampau berat karena pikiran-pikiran menyebalkan yang sedari tadi berkelebat di kepalanya.

Menyusuri koridor sambil bersenandung menjadi pilihan Arin guna mengangkat kembali semangatnya. Selanjutnya menekan kode sandi pintu apartemen hingga bunyi dentingan halus terdengar tanda pintu apartemen sudah tidak terkunci, Arin mendorong pintu apartemennya pelan dan matanya mengerjap karena cahaya silau dari celah pintu tiba-tiba menusuk matanya.

 

“Selamat ulang tahun, Do Ah Rin.”

Pandangan mata Arin mengabur karena tanpa diperintah cairan hangat memenuhi pelupuk matanya, siap mengalir keluar. Bagaimana tidak? Sang pacar yang tadi meninggalkan pesta dengan alasan dipanggil perusahaan ternyata ada di dalam apartemennya, berdiri dengan menawan di tengah-tengah barisan lilin yang dibentuk dengan pola hati, sambil memegang sebuket mawar putih.

“Kau tidak mau mendekat kemari? Aku mau peluk.” lanjut Jongdae lagi.

 

Semburat merah memenuhi sepasang pipi milik Arin dan ia berjalan mendekat. Membuat dirinya kini ada di dalam barisan lilin berbentuk hati itu bersama sang kekasih yang lalu menariknya begitu saja ke dalam pelukan, membuat air mata yang sejak tadi terbendung mengalir keluar tanpa aba-aba. “Selamat ulang tahun. Maafkan aku, aku harus pulang lebih dulu dari pesta supaya bisa menyiapkan semua ini. Jangan menangis.”

“Jongdae jahat.” Jongdae tersenyum mendengar rengekan sang kekasih, Arin yang biasanya tegar dan tampak mendominasi ternyata bisa juga lembut dan merajuk seperti saat ini. “Tapi kau kaget, kan? Kau menyukainya, kan?”

Arin mengangguk.

Sekon berlanjut dengan Jongdae yang dengan sabar mendengar semua ocehan Arin, betapa gadis itu sesungguhnya merasa kecewa ketika Jongdae ternyata lebih memilih perusahaan ketimbang acara ulang tahunnya, betapa ia ingin Jongdae ada di sampingnya, dan betapa kagetnya ia melihat sang kekasih ternyata memberikan surprise untuk dirinya.

 

“Eh, tapi? Bagaimana kau bisa masuk ke apartemen ini? Kau ‘kan tidak tahu kode sandinya.” tanya Arin sambil meniup satu per satu lilin yang tadi mengelilingi mereka.

“Kyungsoo yang beritahu.” jawab Jongdae santai.

Alis Arin terangkat tak percaya, “Kyungsoo? Kyungsoo adikku? Jadi, sebenarnya dia sudah tahu rencana ini?”

“Bukan hanya dia, tapi Reen dan Woohyun hyung juga sudah tahu. Mereka semua kompak denganku kok.” Jongdae mengangkat kedua bahunya.

“Kurang ajar mereka.” Arin mendengus tak suka sedangkan Jongdae terbahak.

.

.

.

“Kita tidak mau datang ke karaoke menyusul mereka?” tanya Jongdae sambil membelai rambut Arin yang sedang bersandar di bahunya, menikmati siaran ulang drama kesukaan yang ada di televisi ruang tengah.

“Tidak. Bilang pada mereka pulangnya nanti saja. Aku masih sebal.” jawab Arin ketus, sepertinya gadis ini sudah menemukan karakter aslinya kembali.

 

Jongdae tertawa lalu mengangguk, sementara memindahkan tangannya yang sedari membelai rambut Arin menuju ke pipinya, mencubit pelan pipi gadis yang sangat dicintainya itu.

“Baiklah, aku akan bilang mereka pulangnya besok pagi saja. Biar kita menghabiskan malam di sini berdua, bagaimana?”

Dan pipi Arin pun seketika kembali memerah.

.

.

.

fin.

 

 

Cuit-cuit bahagia:

EDISI SPESIAL ULANG TAHUN ARIN

Jongdae:
“Selamat ulang tahun, sayang. Semoga hubungan kita langgeng ya, aku mencintaimu.”

Woohyun:
“Selamat ulang tahun, teman kecil yang dulu kalem sekarang bar-bar.
Semakin sukses ya!”

Kyungsoo:
“Selamat ulang tahun noona kesayangan.”

Reen:
“Selamat ulang tahun saudara kembar paling keren sejagad raya!
Jadi bidan yang sukses supaya keluarga Do semakin jaya!”

Papa dan Mama Do:
“Selamat ulang tahun, semakin sukses dan membanggakan orang tua.”

Segenap Kru Job’s Goal : Finding Love Mengucapkan

SELAMAT ULANG TAHUN DO AH RIN A.K.A ARIN
semoga semakin berkiprah di dalam dunia FanFiction

AMIN

.

.

.

Nb:

Selain Cloud 9 Series Baekhyun, Job’s Goal : Finding Love Spesial Birthday ini juga didedikasikan khusus untuk Arin. Maksudnya empunya Arin di kehidupan nyata, saudara kembar maya/teman seperjuangan admin/sahabat mengumpat bersama/partner kolab yang belum jadi, I R I S H yang kita semua sayangi dan banggakan.
*tepuk tangan *semprot confetti

Ini kado penutup di hari spesial buat Iriseu.

Tetaplah menjadi IRISH yang baik hati, yang ramah, yang tidak pernah mengeluh menerima rikuesan –bahkan sampe rikuesan yang di luar dunia FanFic–, yang menawarkan dirinya untuk mengumpat bersama dikala galau nan resah, yang terus optimis pada kehidupan yang seolah memperlakukan kita dengan kejam juga tidak adil ini, dan terus berkarya.

Semoga Iriseu cepat sembuh dan kembali menggila di grup dan chat pribadi.

Jangan lupa obatnya diminum, salepnya dipoles,
jangan telat makan dan istirahat yang cukup. *berasa dokter*

Nb lagi:

Nomu nomu Makasih untuk semua readers yang udah baca JGFL edisi spesial ini, dan maapin kalo ceritanya sungguh nggak nyambung dari chapteran sebelumnya. Ini semua karena Iriseu jadi salahin aja dia /plak.

Terimakasih juga yang udah komen atau like. Yang belom, komen dong! Minimal ngucapin ulang tahun untuk Iriseu. Tau IRISH ‘kan? Masa gak tau IRISH sih? Kalo gaktau makanya kenalan di sini. *ini maksa*

Sampai jumpa di chapter atau FanFic aku yang lain yaaa!

 

 

12 tanggapan untuk “Job’s Goal : Finding Love [Special Birthday]”

  1. Berhubung aku reader baru nih kak. Ucapan selamar ultah yang terlalu kelewat sangat terlambat. maafkan. *pletakk/ditimpuksendal.
    Waah aku suka nih sama cerita romance yang manis gini. Walaupun gak ada kaitannya sama chapt sebelumnya, aku suka.

  2. Bener2 ga terduga deh itu chen udah ada di dlm appartment aja lngkp dg lilin2 romantis >//< di ksh 1buket mawar pth dah ky mo nkhn ja, terharu bgt klo jd ah rin, so sweet bgt pcr’ny. Bkl ky gmn ya nanti klo ah rin dah ktmu sm baek?? Visual reen & ah rin kan identik, trus klo kelak baek ada rasa2 sm ah rin, bkl ky gmn dy ke reen yg tiap weekdays krj brng?? Aahh.. ga sbr, nggu scene2 itu ^.^ trus nanti chen kepiye klo diduain ah rin??

    1. Iyaaah chen mah emang romantis gitu anaknya makanya si arin sampe klepek klepek =3
      wkwkwkwk..
      Arin akan diuji ketika nanti dia ketemu sama bekyun wkwkwkw..
      Tapi kalo reen kayaknya uda keburu sebel banget sama si anak CEO menyebalkan /authornya yang baper haha
      Andweeee, chen gabole diduaiinn. chen terlalu unyu buat diduaiinnn.. :”(

  3. INI APAAANN, KUINGIN MENANGIS AKIBAT LIAT POST INI SUBUH SUBUH.
    KAK NE INI APA APAAN KENAPA TETIBA DIRIKUH (?) SAMA MAS JONGDEHHHHH AAAAAAAAKKKKHHHHH KEMAREN BAEK-ELLIE AJA ENGGA CUKUP SEKARANG NAMBAH LAGI ATU YANG AMA JONGDE T.T

    SESUNGGUHNYA ENGGA KUAT NGETIK NGEBUT TAPI DEMI KEJUTAN YANG INI AKU BERUSAHA NGETIK KOMEN PANJANG TAPI ENGGA BISA

    TAPI WHY NAE KOKORO DI SINI ENGGA KUAT, APA INI TANDA PERSELINGKUHAN SAMA JONGDE? APA INI TANDA BAHWA CINTA PADA BYUNABS SUDAH BERKURANG……

    KAK NEEEE NANTI KUKOMEN LAGIIIIHHH

    1. kenapa menangiiiiisss, jangan menangiiissss..
      uljimaaa uljimaaa uljimaaaa..

      iyadooonggg, soalnya si Arin komplen sama aku, dia bilang masa Ellie dibikinin aku enggak, begitu katanya.. Jadi demi Arin aku bikinin deeeehhh.. :v

      Wkwkwkwkwk..
      Kamoh ndak selingkuuuh, kan yg sama cabe si ellie, ini kan arin jadi ndak papah wkwkwkw..

  4. eoh., Udah Fin kak O.o
    masih lanjut kah??

    iihh., jongdae oppa bisa aja so sweet dehh 🙂

    kak Irish hari ini ultah?
    aku taunya bulan agustusnya aja gx tau tanggalnya^^
    kak gpp kah aku ngucapinnya dsini aja ya, izin ya kak^^

    Slamat ultah kak Irish^^
    kakk cepet sembuh ya, tetep jadi kak irish yg baik nan ramah, smoga bikin ff-nya smakin Daebak deh pokoknya^^
    itu aja deh bingung mau ngomong apa lagi..hihi

    makasih sebelumnya loh kak^^
    kakk dtunggu klanjutannya ya^^ kalo ada 🙂
    fighting!!

    1. Ohh., oke deh kak kalo begitu aku tunggu ya^^., kirain udah Fin gitu..hehehe

      Kak., itu yang di Line yg namanya Leyhunnie punyaku..😑

Tinggalkan Balasan ke Deborah sally Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s