[EXOFFI FREELANCE] A Sweet Blood and The Lucifer (Chapter 2)

cats

Title                         : A Sweet Blood And The Lucifer (Chapter 2)

Author             : Kim Hazzel

Length             : Chapter

Genre               : Fantasy, Family, Romance, Sad.

Rating              : Teen

Main Cast        :

  • Taeyeon (SNSD) as Princess of Silla
  • Lee Jin Ki / Onew (Shinee) as Prince of Goryeo
  • Baekhyun (EXO) as Prince of Goryeo
  • Kim Hyuna as Peri surga and Cheuksin
  • Xiumin (EXO) as Hwanin
  • Suho (EXO) as Hwanung
  • Changmin (TVXQ) as Lucifer

Additional Cast        :

  • O (EXO) as Malaikat maut
  • Chen (EXO) as Malaikat maut
  • Chanyeol (EXO) as Prince of Silla

Summary         :

Kau terlahir dengan kecantikan yang alami. Aku akan memberimu nama Princess Tae. Yang berarti Matahari.

Desclaimer       : Hello readers semua. Ini ff buatan author sendiri. Hasil karya author 100%. Ini lanjutan ‘A Sweet Blood and The Lucifer chapter 1’ Semoga suka.

^^Don’t bash. Don’t be silent readers. Tinggalkan jejak setelah membaca. Warning, typo bertebaran. Terima Kasih.

^^SELAMAT MEMBACA ^^

 

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[Chapter 2]

 

Kerajaan Goryeo telah berpesta ria. Sang Permaisuri telah melahirkan seorang 2 pangeran kembar yang sangat tampan. Keduanya memiliki kulit cerah dan memiliki aura yang sangat kuat.

“Paduka.. ini adalah anak pertama paduka.” kata seorang tabib sambil menggendong bayi laki-laki dan menyerahkan pada Rajanya, Leeteuk.

Raja Leeteuk itu pun segera menggendong anaknya. “Kau sangat tampan. Kau akan menjadi penerusku kelak. Wajahmu seputih susu. Senyumanmu yang akan membuat semua orang terbuai. Aku akan memberimu nama.. Lee Jin. Ya, Lee Jin Prince of Goryeo.”

Selesai berkata. Ia menyuruh orang istana untuk mengumumkan nama anaknya yang pertama pada seluruh rakyatnya. Rakyat sangat bersuka cita dan mulai mengagung-agungkan nama Pangeran Lee Jin.

Selang beberapa menit, keluar lagi seorang tabib yang juga menggendong seorang bayi laki-laki yang juga tak kalah tampan.

“Paduka.. ini adalah anak kedua paduka.” kata seorang tabib sambil menggendong bayi laki-laki, “Wajahnya begitu bersinar. Dan senyumannya sangat meneduhkan siapapun yang memandangnya.” tambahnya.

Raja Leeteuk menyerahkan Lee Jin kepada pengasuhnya dan menggendong anak bungsunya. “Kau benar, dia memiliki aura yang sangat cerah.” ia memandang anaknya yang sedang tersenyum lebar itu. “Kau akan menjadi kekuatanku kelak. Aku akan memberimu nama Lee Baek. Kau akan menjadi pangeran yang pemberani. Dan kau akan menjadi cahaya bagi semua orang.” tambahnya sambil tersenyum.

 

Lagi. Semua rakyat kembali mengagung-agungkan nama putra kedua Raja mereka. Mereka sangat bahagia mendengar kedua Pangeran yang sangat tampan. Tak bosan-bosannya mereka mengagung-agungkan nama kedua Pangeran itu.

“Bagaimana keadaan Permaisuri?”

“Beliau baik-baik saja paduka.”

“Aku akan menemuinya.” katanya lalu segera menemui Permaisurinya yang sedang terbaring lemas dengan keringat di keningnya. “Terima kasih. Terima kasih karena kau telah melahirkan dua orang putra yang sangat tampan. Aku bahagia.” katanya sambil mencium kening istrinya.

Sang Permaisuri hanya tersenyum, “Dimana kedua Pangeranku?” Hendak Raja menjawab, tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan kedua pangeran yang sedang digendong oleh pengasuh. “Berikan padaku,” kata Permaisuri.

“Kalian benar-benar sangat tampan,” kata Permaisuri sambil mencium kedua anaknya yang sedang tersenyum. Raja juga ikut tersenyum melihat keluarga kecilnya itu.

 

***

 

 

 

“Ayah.. apakah sebentar lagi, adikku akan keluar?” tanya seorang anak laki-laki kecil yang tak lain adalah seorang Pangeran dari Kerajaan Silla. Kim Chan.

“Tentu saja. Kau harus mengajak main adikmu nanti. Kau mengerti?” kata Raja Siwon pada putra sulungnya yang berumur 3 tahun itu.

“Baiklah. Aku akan mengajaknya bermain kuda dan panah.” jawab Pangeran kecil itu dengan antusias.

Raja hanya tertawa mendengar semangat dari anaknya itu. Memang, dari umur 2 tahun putra sulungnya sangat tertarik dengan pedang, panah dan kuda.

Pintu kamar pun terbuka dan menampakkan tabib. Raja segera bangkit diikuti dengan pangeran, “Bagaimana keadaannya?”

“Permaisuri dan Putri anda baik-baik saja paduka.”

“Putri?” tanya Raja bingung.

“Ya, Permaisuri melahirkan seorang Putri yang sangat cantik.”

Raja Siwon pun tersenyum senang. Berbeda dengan Pangeran yang sedikit kecewa. “Kenapa kau tidak senang?” tanyanya pada anaknya.

Pangeran hanya menggeleng, “Aku tak akan bisa bermain pedang dengannya.” mendengar hal itu sang Raja duduk menatap putranya.

“Apakah kau ingin menemui adikmu Kim Chan?” tanya Raja yang dijawab anggukan antusias oleh Pangeran.

Mereka pun masuk kamar dan melihat Putri yang sedang dipeluk oleh Permaisuri.

“Ibu…”

“Ah.. Kim Chan. Kau mau melihat adikmu?”

 

 

 

“Iya.” mendengar itu, Permaisuri langsung menggendong putrinya dan memperlihatkan pada Kim Chan.

“Kenapa kau menangis nak?” tanya Raja yang melihat putranya itu menangis.

Pangeran menghapus kasar air matanya, “Tidak ayah.. aku hanya terharu. Dia begitu cantik.” katanya yang membuat kedua orangtuanya tertawa.

“Kau benar Chan. Adikmu benar-benar cantik.” kata Raja sambil menggendong Putrinya, “Kau terlahir dengan kecantikan yang alami. Aku akan memberimu nama Tae. Yang berarti Matahari. Kim Tae.”

“Cantik.” kata Pangeran dan Permaisuri bersamaan. Mereka pun lalu tertawa bersama-sama.

“Kau mau kemana Chan?” tanya Ratu ketika mendapati putranya hendak keluar.

“Aku akan berlatih pedang ibu. Aku ingin melindungi adik. Aku tak akan membiarkannya terluka sedikitpun.” katanya lalu pergi meninggalkan orang tuanya.

Permaisuri melihat kearah putrinya yang sedang tersenyum,”Kau lihat? kakakmu sangat menyayangimu Tae.”

“Benar. Mereka akan saling melindungi kelak.” tambah Raja lalu disambut senyuman oleh Ratu Boa.

 

***

 

 

Seorang peri sedang bersemedi di goa buatannya. Ia memulihkan kekuatannya yang semakin hari semakin berkurang.

Hyuna yang sedang bersemedi itu tiba-tiba saja merasakan adanya kedatangan orang lain di tempatnya. “Keluarlah kalian sebelum aku membunuh kalian semua.”

“Maafkan kami Ratu Lucifer.”

Lucifer? mendengar nama itu membuat hatinya sakit. Bertahun-tahun ia telah mengelilingi bumi dan tak menemukan jejak Changmin sama sekali. “Siapa kalian?”

“Kami pengikut anda Yang Mulia,”

“Aku tidak butuh siapapun.”

“Tapi, itu adalah wasiat terakhir pemimpin kami Raja Lucifer atau anda mengenalnya dengan.. Changmin.” kata salah satu orang itu.

Hyuna langsung membuka kedua matanya dan melihat 4 orang sedang berlutut kepadanya. Ia pun lantas berdiri.

“Dimana Changmin?”

“I.. itu…”

“DIMANA DIA!!!!”

“Dia sudah meninggal Yang Mulia.” mendengar itu, tubuh Hyuna limbung ke belakang. keempat pemuda itu langsung menangkapnya.

“Maafkan kami Yang Mulia.” Hyuna memejamkan matanya erat-erat. Kini dendamnya kembali membara. Ia akan melaksanakan sumpahnya. Ia harus merusak Kerajaan Langit.

“Siapa nama kalian?” tanya Hyuna yang sudah bisa mengendalikan dirinya.

 

“Saya Jonghyun.” kata seorang pemuda berkulit tan.

“Saya Taemin.”

“Saya Key.”

“Dan saya Minho. Kami adalah pasukan yang dibentuk oleh Raja Lucifer sebelum beliau meninggal.” jelasnya.

Hyuna hanya mengangguk-angguk. “Baiklah, sekarang kita akan bekerja sama untuk menghancurkan manusia dan Kerajaan Langit.”

“Sesuai perintah anda Yang Mulia.” kata mereka serempak. Hyuna yang mendengar itu hanya tersenyum. “Pertama, kalian harus mencarikan aku darah seorang gadis untuk memulihkan kekuatanku.”

“Baik. Kami akan melakukannya.” Hyuna tersenyum licik melihat pasukannya kini melakukan perintahnya. Sekarang saatnya membalaskan dendammu Changmin. Aku bersumpah.

 

***

 

“Semuanya sudah dimulai,” kata Hwanin sambil melihat Bumi dari langit.

Hwanung hanya menatapnya dengan sebal. “Kau terlalu lamban. Lihatlah, nanti akan ada korban yang akan berjatuhan Xiumin.”

“Aku tahu.”

“Kau tahu tapi kau hanya diam saja dan menontonnya? Kenapa kita tidak kembali pada aturan awal lagi, hem?” bujuk Hwanung.

Hwanin pun berdiri lalu menatap dewa itu. “Kadang aturan itu harus fleksibel Suho. Kau tahu itu kan?”

 

“Tapi itu yang membuat dunia ini aman dan tentram.”

“Tenang saja, setelah ini semua juga akan tenang.” jawab Hwanin lalu meninggalkan Hwanung.

“Dasar kau!! kenapa kau selalu saja sesukamu..!!” teriak Hwanung.

Hwanin yang mendengar teriakan Hwanung dari Surganya hanya tersenyum sambil mengelus kelincinya, “Kau tahu aku tak berniat membuatnya kesal bukan? Dia hanya tidak terlalu sabar. Tapi, kenapa selalu saja ada kebimbangan dalam hatiku ini?”

 

***

 

 

TBC. Nantikan chapter selanjutnya chingu. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Terima Kasih. ^^

 

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] A Sweet Blood and The Lucifer (Chapter 2)”

  1. wah..main cast nya udah lahir…duhh chanyeol sweet bngt yaa..pengen deh punya kakak kek gtu
    kakak??? pacar aja deh..uhhh ngayal

    seru..seru..kerenn..lanjut yakk
    konfliknya blm mulai ini

    1. Ngayal gak dilarang kok hehe. Kalo chanyeol tak kasih2 aja, baekhyun jangan hehe..

      Tetep ditunggu kelanjutannya ya dear 🙂 semoga gak bosen.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s