[EXOFFI FREELANCE] HOLLER (Chapter 12)

HOLLER Chapter 12.jpg

¤

HOLLER

¤

Choi’s

¤

Park Minah – Byun Baekhyun – Oh Sehun

¤

Ocs – EXO members – Others

¤

Complicated-romance – School Life – Fluff

¤

Chaptered

¤

T(eenager)

¤

The OCs and the stories are  purely mine, EXO members belong to EXO-L

¤

“Thinking about your childhood dreams that make you smile.”

¤

Previous Chapters

Teaser and TrailerIII IIIIVV

VIVIIVIIIIXXXI

¤ XII ¤

 

11.00 PM KST

“Sehun-ah! Sehun-ah ireona!”

“Enghh…. Wae?!!”

Sehun menangkis tangan Baekhyun yang sedari tadi mengoyak kasar tubuhnya, mengganggu tidur lelapnya.

 

“Ayahmu…”

Seketika Sehun membuka kedua matanya saat Baekhyun menyebutkan kata ‘Ayah’.

 

“Ayahmu sakit.”

M-mwo?” Sehun bangkit dari tidurnya.

 

“Sehun! Sehun!”

Mina yang entah dari mana tiba-tiba datang ke rumah Baekhyun, masih dengan dress hitam yang ia pakai langsung berlari ke kamar Baekhyun. Ia duduk di sebelah Baekhyun, mengatur nafasnya yang menderu sejenak.

 

“Sehun, Ayahmu sedang sakit sekarang.” lanjut Mina saat nafasnya sudah kembali normal.

“Apa? A-ap-apa yang kalian bicarakan?”

Oppaku mendapat telefon dari sekretarisnya yang melaporkan bahwa Presdir Oh Sojin, ayahmu sedang di bawa ke rumah sakit.”

“Geumhee yang sedang menjemput Ibunya di rumah sakit juga memberitahuku bahwa dia melihat Ibumu di rumah sakit yang sama.” tambah Baekhyun.

 

Sehun terdiam sejenak, wajahnya menyiratkan bahwa ia sedang berpikir.

 

“Baek, bisa kau tinggalkan aku dan Sehun sebentar? Aku akan mencoba berbicara dengannya.”

“A-apa? Em…tck…baiklah.” Baekhyun menjawab sedikit berat hati, ia pun keluar meninggalkan Sehun dan Mina di dalam kamar.

 

“Sehun aku pikir kau perlu menjenguk ayahmu sekarang.”

“Apa? Ak-aku tidak mau.”

“Sehun! Dia ayahmu dan dia sedang sakit sekarang!”

“Aku tidak peduli! Dan mengapa kau berteriak kepadaku!” suara Sehun mengeras seiring suara Mina yang meninggi.

 

“Karna kau bodoh Sehun, bagaimana kalau yang membuat alasan ayahmu sakit adalah kau? Karna kau yang tak kunjung pulang ke rumah?”

“Itu tidak mungkin!”

“Mungkin saja Sehun! Dengarkan aku.” Mina mendekat kearah Sehun, kedua tangannya dengan otomatis menggenggam kedua tangan Sehun.

“Aku pergi dari rumah tidak lebih dari satu minggu, dan saat aku pulang ibuku, ibu angkatku berkata bahwa ia begitu merindukanmu. Tidakkah terpikirkan olehmu bagaimana perasaan Ibu dan Ayah kandungmu saat ini? Mereka bahkan tidak tahu bagaimana keadaan anak bungsunya saat ini. Aku berpikir jika aku berada di posisi mereka Sehun, jadi tolong, aku memohon padamu, kau harus menjenguk ayahmu sekarang.”

Sehun kembali terdiam, kini wajahnya mulai meremang.

 

“Aku akan menemanimu.” tambah Mina.

 

“Aku ikut dengan kalian!”

Baekhyun berteriak, hendak menyusul Mina yang menarik tangan Sehun keluar rumah.

“Tiak Baek, kau harus bersiap untuk olimpiademu besok, aku akan mengantar Sehun. Aku berjanji akan datang besok!” Suara Mina mengecil seiring langkah mereka yang semakin jauh. Baekhyun melihat Mina dan Sehun menaiki mobil Range Rover hitam. Ia dapat melihat yang mengemudi itu dengan samar, Kyuhyun. Namun Baekhyun tidak memiliki pandangan sama sekali siapa Kyuhyun itu.

 

Sepanjang perjalanan, Mina terus memandangi Sehun yang hanya terdiam sambil melihat kearah jendela, sedangkan Kyuhyun terfokus mengemudikan mobil. Jalan raya sudah mulai sepi pada jam malam seperti ini, hanya butuh kurang lebih lima belas menit untuk mereka sampai pada rumah sakit tujuan. Rumah sakit Jin Won.

 

Setelah turun dari mobil dan berjalan ke lobi rumah sakit, Kyuhyun hanya terdiam memandang kedua anak remaja di depan pintu rumah sakit, ia menggelengkan kepalanya tak habis pikir. Mina sekuat tenaga terus menarik Sehun untuk masuk ke dalam, sedangkan Sehun dengan malas berjalan, sesekali ia menahan tarikkan tangan Mina.

 

“Cepat Sehun! Cepat!”

Arraseo! Aku bisa berjalan sendiri.”

 

Mereka bertiga berjalan menuju ruangan yang diberitahu oleh resepsionis. Awalnya resepsionis tersebut enggan untuk memberitahu mereka, namun dengan dalih keluarga, Kyuhyun berhasil membujuk resepsionis tersebut. Langkah mereka berhenti tepat di depan kamar Ayah Sehun.

 

“Kau tidak takut?”

Kata Sehun sambil menoleh kearah Mina.

 

“Takut?”

“Kau akan bertemu dengan Ayah dan Ibuku.”

“Mengapa aku harus takut?”

“Kau pernah melihat singa?”

“Tentu saja, aku sering melihatnya di kebun binatang.”

“Kau pernah melihat badai?”

“Ya, aku melihatnya di film Disaster.”

“Seperti itulah Ayah dan Ibuku.”

“Hm? Apa maksudmu?”

“Kau akan mengetahunya nanti.”

 

Tanpa mengetuk pintu, seseorang sudah membuka pintunya dari dalam karna di dalam ruangan tersebut juga terdapat CCTV yang menampilkan beberapa sudut di kamar itu dan juga di luar kamar.

 

“Tuan Muda.”

Sekretaris Yoo, sekretaris Ayah Sehun sekaligus paman Sehun itu mempersilahkan Sehun untuk masuk. Tak lupa ia mempersilahkan Kyuhyun dan Mina juga sambil sedikit membungkuk kearah mereka bertiga.

 

“Aigoo, lihatlah siapa yang datang.”

Suara berat nan serak itu menyambut mereka saat mereka memasuki ruangan.

 

“Sehun-aaaaaaahhh.”

Ibu Sehun langsung memeluk Sehun sesampainya mereka di dalam ruangan.

“Kemana saja kau selama ini nak? Eomma sangat merindukanmu.”

Eomma Sehun memeluk dan menciumi Sehun di kening, Sehun hanya mematung. Dalam pikiran Mina, Eomma Sehun terlihat sangat ramah dan hangat. Terbukti dari caranya memeluk dan mencium Sehun. Ia sempat tidak percaya dengan omongan Sehun tadi mengenai orang tua Sehun, singa, dan badai apalah itu.

 

Eomma.”

“Kau ini dasar anak nakal! Kau tau betapa khawatirnya Ibumu selama ini? Apa kau lupa dimana rumahmu? Ya Tuhan anak ini membuatku gila! Di tambah lagi Ayahmu yang tidak mau mengerahkan tangan kanannya untuk mencarimu!”

Sehun meringis kesakitan saat Eommanya mulai mencubitnya kecil. Saat melihatnya Mina langsung tersenyum, ia teringat dengan Eommanya yang juga melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan Eomaa Sehun sekarang ini. Mungkin semua ibu seperti itu, batin Mina.

 

Ahnyeonghasimika sajangnim.”

Kyuhyun menyapa Ayah Sehun yang terbaring di ranjang.

“Oh Cho Kyuhyun. Apa yang membawamu kemari? Dan siapa gadis muda ini.”

Ahnyeonghaseo, Park Minah imnida.”

Mina langsung membungkuk saat Kyuhyun menyuruhnya.

“Oh Park Minah? Putri tunggal Shindeongie?”

Mina mengangguk sambil tersenyum mendengar nama Appanya dipanggil seperti itu.

 

“Kau sering bermain dengan Sehun saat kecil bukan? Lihatlah kau sekarang sudah besar, cantik pula. Apa kau yang membawa kabur Sehun? Wah ternyata anakku sudah besar, ia lari bersama teman masa kecilnya.”

Appa!” Sehun protes sambil berjalan kearah Appanya.

 

PLAK!

 

Semua orang di ruangan itu terdiam. Sunyi melanda ruangan tersebut. Lengang. Ayah Sehun baru saja menampar Sehun di depan semua orang. Kyuhyun terkejut, Mina pun terkejut, tidak dengan Eomma Sehun dan Sekretaris Yoo. Mereka berdua sudah dapat menebak bahwa Ayah Sehun pasti akan melakukan hal tersebut.

 

Sehun sendiri hanya terdiam, merasakan perihnya tamparan Ayahnya di pipi kanannya. Mina meraih tangan Sehun sambil memanggil Sehun lirih.

 

“Apa alasanmu meninggalkan rumah selama dua bulan lebih?”

Suara Ayah Sehun menegas, Mina sempat terkejut mendengarnya. Ia semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Sehun.

“Tidak ada alasan lain abeoji, selalu alasan yang sama.”

“Dasar anak bodoh!”

Andweyeo!”

Mina melangkah berdiri di dapan Sehun melindunginya ketika Ayah Sehun mulai mengangkat tangannya kembali. Mina sudah dapat membayangkan apa yang akan Ayah Sehun lakukan, dan Mina tidak ingin melihatnya. Sehun, entah ia adalah patung atau apa karna ia sedari tadi hanya terdiam.

 

Andweyeo Appanim. Sehun hanya tidak ingin melakukan apa yang tidak ia inginkan. Tolong mengertilah.”

 

Ayah Sehun hanya mendengus kesal, ia kembali menurunkan tangannya. Kyuhyun sedikit tersenyum, seperti ia sudah tau bahwa Mina pasti akan melakukan hal tersebut. Melindungi Sehun.

 

“Sehun-ah Eomma mohon pulanglah dulu kerumah, nak. Eomma janji Eomma akan membicarakan hal ini lagi dengan Ayahmu. Mina-yang, tolong antarkan Sehun, ne? Pastikan ia sampai ke rumah.”

*-yang ditambahkan di belakang nama gadis yang lebih muda saat memanggil namanya, untuk anak laki-laki biasanya ditambahkan –goon, Sehun-goon.

“Ne, Eommanim.”

Sahut Mina. Ia langsung menarik Sehun keluar ruangan diikuti dengan Kyuhyun setelah mereka semua membungkuk pada Eomma dan Appa Sehun.

 

Appa Sehun dibawa kerumah sakit karna Hypothyroid yang di deritanya kambuh malam ini. Ayah Sehun bekerja terlalu keras sedangkan tubuhnya sendiri tidak sanggup lagi jika harus bekerja sebegitu kerasnya. Hypothyroid adalah dimana seseorang kekurangan hormon thyroid sehingga fungsi dan kerja otak terkadang terganggu. Penderita Hypothyroid juga tidak dapat melakukan pekerjaan fisik yang berat, karna tanpa melakukan pekerjaan apapun biasanya penderita Hypothyroid sudah akan merasa lelah. Bukan penyakit mematikan sebenarnya, hanya saja tidak dapat di sembuhkan dan jika terlalu parah akan menjadi gondong di leher karna sel tiroid yang bekerja terlalu keras.

 

Sehun sedikit menceritakan tentang penyakit Ayahnya pada Mina dan Kyuhyun saat Mina bertanya mengenai sakit apa yang diderita oleh Ayah Sehun.

 

Oppa, kau juga mengenal Ayah Sehun?”

“Tentu saja, kami pernah bekerja sama untuk membangun jembatan gantung di daerah Namnyang.”

“Oh. Apa Ayah Sehun selalu seperti itu oppa?”

“Tanyakan saja pada anaknya.”

Mina menoleh kearah Sehun yang duduk di kursi belakang, meminta jawaban dari pertanyaannya. Sehun mendengus.

“Sudah kubilang Ayahku itu seperti singa.”

Mina mengerucutkan bibirnya, sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Sehun. Ia beralih menoleh kearah Oppanya yang sedang menyetir, berharap jawaban dari kakaknya itu akan memberi jawaban yang mudah dimengerti oleh Mina.

 

“Hahaha. Tidak. Ayah Sehun adalah orang yang sangat ramah, beliau seakan dapat menyesuaikan diri dengan siapapun lawan bicaranya. Wawasan globalnya sangat luas dan ide-idenya juga sangat cemerlang, beliau bahkan sudah memiliki jadwal kesibukkan untuk beberapa tahun kedepan.”

“Waaaah.”

“Hanya saja saat beliau marah, atau sesuatu tidak sesuai dengan keinginannya…”

Kyuhyun menggantungkan kalimatnya. Ia melirik ke arah Sehun yang juga sedang melihatnya melalui back mirror.

 

“Apa? Kenapa?”

“Kau pernah mendengar raungan singa?”

“Iya, pernah.”

“Beliau berubah menjadi seperti itu.”

“Seperti apa? Bagaimana?”

Mina melipat kedua tangannya sambil kembali mengerucutkan bibirnya, Kyuhyun kembali menggantungkan kalimatnya. Saat ia menoleh ke arah Sehun pun, meminta penjelasan, Sehu hanya tersenyum menarik ujung bibirnya.

 

Sesampainya di rumah Sehun, Mina kembali menarik paksa Sehun. Sehun pun juga hanya berjalan malas menuju rumahnya. Kyuhyun yang hanya melihat mereka dari dalam mobil kembali tersenyum. Dua orang pembantu Sehun menyambut mereka di pintu.

Ahjumanim berjanjilah padaku bahwa kalian tidak akan membiarkan Sehun keluar rumah lagi, pastikan rumah kalian selalu dijaga dua puluh empat jam. Dan satu lagi, pastikan Sehun besok sampai di sekolah, ne? Oh iya, jangan biarkan dia memesan makanan cepat saji.”

Pembantu tersebut hanya tersenyum kearah Mina dan Sehun. Mina mendorong Sehun untuk masuk kedalam rumahnya.

See you tomorrow Oh Sehun. Oh iya, besok aku akan mengajakmu pergi melihat Baekhyun. Tidur yang nyenyak.”

Mina berkata sambil berjalan mundur. Ia langsung terlelap di dalam mobil setelah ia masuk dan Kyuhyun menjalankan mobilnya. Kyuhyun tersenyum melihat adik semata wayangnya itu. Di dalam hati ia bersyukur, adiknya di kelilingi oleh orang-orang baik yang menyayanginya dan ia juga berpikir bahwa Mina pantas mendapatkannya.

 

¤ H O L L E R ¤

 

-Park Minah’s POV-

Entah mengapa aku terus tidak bisa menahan senyumku sejak pagi tadi, sejak aku bangun tidur sampai sekarang, pelajaran pertama di sekolah, Matematika. Setelah ini adalah pelajaran Sejarah, namun Kim sonsaengnim guru sejarah sekaligus wali kelas kami sedang sakit sejak lima hari yang lalu. Sebagian besar siswa akan menjenguknya setelah ini, sedangkan aku akan menjenguk Baekhyun dan Geumhee di Auditorium Universitas Sungkyunkwan. Aku juga akan mengajak Sehun.

 

Kami harus dua kali berganti angkutan umun untuk sampai ke Universitas Sungkyunkwan. Sesampainya di Auditorium kami langsung mencari tempat duduk yang kosong. Di dalam Auditorium terdapat dua layar besar, kami hanya dapat melihat peserta memalui layar karna pelaksanaan olimpiade dilakukan di ruangan yang berbeda dengan Auditorium. Baekhyun sempat mengirim pesan padaku, dan aku membalasnya.

 

One New Message
Kau akan datang kan?

From: Spongebyun

 

Me:
Tentu saja Baek, aku sudah berada di dalam Auditorium bersama Sehun sekarang. Aku juga membawakanmu Kimbab, kau bisa memakannya dengan Geumhee nanti.

 

One New Message
Kau mengajak Sehun? Kalian hanya berdua?

From: Spongebyun

 

Me:
Iya.

 

One New Message
Aku memang sangat mengharapkan kedatanganmu, tapi tidak bersama Sehun. Setidaknya kalian tidak hanya berdua.

From: Spongebyun

 

Me:
Lakukan yang terbaik Baek, buat semua orang bangga!

Fighting!!!

 

One New Message
Setelah ini akan langsung dilaksanakan babak Final, sudahkah kau menyiapkan hadiah untukku jika aku menang hari ini?

From: Spongebyun

 

Me:
Haha, mungkin aku akan mentraktir kalian ke karaoke dan membelikan ayam goreng serta soda untuk kalian.

 

One New Message
Aku ingin segera bertemu denganmu. Aku merindukanmu.

From: Spongebyun

 

Aku tidak sempat membalas pesan terakhirnya, karna selain aku tidak tau harus menjawab apa, juga karna semua orang sudah mulai bersorak sorai sekarang. Layar besar di depan sekarang menampilkan empat pasang siswa dengan seragam yang berbeda-beda memasuki ruangan. Mereka duduk di meja masing-masing, yang bertuliskan A B C dan D, juga terdapat microphone kecil dan bel di meja mereka.

 

Baekhyun dan Geumhee berada di meja C. Mereka berdua terlihat begitu santai, Baekhyun bahkan terus tersenyum sambil menatap layar sedari tadi, aku merasakan seakan ia sedang melihatku. Geumhee sendiri terlihat sangat cantik hari ini, ia mengikat rambut panjangnya yang selama ini selalu terurai.

 

Selama pertandingan berlangsung, Auditorium terasa sangat lengang, padahal ada kurang lebih 300 orang di dalam sini. Aku mengikuti mereka, ikut menghitung soal yang diberikan walau pada akhirnya aku tidak dapat menyelesaikan soal tersebut dan tidak menemukan jawabannya.

 

45 menit berlangsung, Baekhyun dan Geumhee meraih skor tertinggi sementara ini. Memang mereka bukan yang pertama kali memencet bel setelah soal diberikan, namun mereka selalu memberi penjabaran soal yang tepat. Sungguh mereka berdua benar-benar mengagumkan.

 

Akhirnya, sekolah kami yang memenangkan Olimpiade Matematika tahun ini. Baekhyun mengirim pesan padaku bahwa selisih nilai dengan lawannya hanya 0,75 poin. Aku dan Sehun tidak dapat menonton sampai selesai karna kami harus kembali ke sekolah sebelum babak Final di mulai. Sehun hanya mengangguk sekali saat aku memberitahunya sekolah kita menang, berbeda dengan teman-teman sekelasku yang langsung bersorak gembira saat mendengarnya.

 

¤ H O L L E R ¤

 

Baekhyun menungguku di taman sepulang sekolah. Ia tersenyum sangat lebar saat aku menghampirinya.

“Selamat untukmu, pemenang Olimpiade Matematika tahun ini!”

Kataku sambil mengulurkan tangan kananku, Baekhyun meraihnya.

“Apa kau ada acara setelah ini?”

Aku menggeleng.

“Baguslah, aku sedang ingin bernyanyi sekarang dan seingatku ada seseorang yang akan mentraktirku sebagai hadiah kemenanganku.”

Aku tertawa mendengarnya.

“Tentu saja Baek, aku akan memanggil Sehun. Dan dimana  Geumhee? Kita bisa mengajaknya juga.”

“Tapi aku hanya ingin pergi bersamamu, berdua saja.”

Senyum Baekhyun menghilang saat ia berkata. Aku pun terdiam, tak tau harus menjawab apa sekarang. Entah mengapa aku tidak bisa mengiyakan ataupun menolak ajakkannya. Tadinya aku ingin kami berempat pergi bersama. Baekhyun menarik tanganku sebelum aku menjawabnya, kami langsung menaiki angkutan umum yang sedang berhenti di depan sekolah

 

-Author’s POV-

Mereka berdua tidak tau bahwa ada Sehun yang sejak tadi terus megawasi mereka di depan lapangan sekolah, tadinya Mina menyuruh Sehun untuk menunggunya. Sehunpun melangkah keluar gerbang sekolah, sekeretaris Yoo sudah menunggunya di depan mobil. Ia membukakan pintu untuk Sehun.

“Tuan Oh menginginkan makan siang bersama Anda, Tuan Muda.”

Tanpa menjawab, Sehun masuk kedalam Mobil.

 

¤ H O L L E R ¤

 

Keluarga kecil itu menikmati makan siang mereka masing-masing tanpa ada percakapan sama sekali karna itu memang tradisi di keluarga kecil mereka, berbicara setelah selesai makan. Sehun terlihat begitu lahap memakan semangkuk Samgyetang, sudah lama ia tidak makan masakan rumah. Ayah Sehun yang pertamakali memulai pembicaraan setelah mereka menghabiskan makanan penutup.

 

“Kau akan berangkat ke Jerman sebelum ujian tengah semestermu, kau akan meneruskan sekolahmu di sana. Hyungmu akan menemanimu kurang lebih selama satu tahun karna kebetulan ia memiliki clien di Ingolstadt.”

 

Sehun termenung sambil menghabiskan segelas air putih. Ibunya pun terdiam memandang putra bungsunya dengan tatapan yang sedih. Semua orang tau bahwa kehendak Ayahnya tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun.

 

Ne.”

“Kau akan berangkat Minggu depan. Kemasi barang-barangmu, berpamitanlah dengan teman-temanmu.”

 

¤ H O L L E R ¤

 

Visit my personal blog.

9 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] HOLLER (Chapter 12)”

  1. Aku kira ayah sehun datang kerumah baek, eh nyatanya dia masuk rumah sakit
    Ahh baekhyun mulai menunjukan sikap cemburunya, tapi bagus deh, terus perjuangkan mina baek!
    Sehun pergi? Yaudah suruh pergi aja wkwk

  2. sehun mau pergi…
    andweyo!!! minah cepet sadari perasaanmu..tuh sehun mau pergi…ayah sehun tuh gimana sih…ahh tau ahhh kzl kan jadinya

    tapi penassran bngt kelanjutan ceritanya..
    next..

  3. wae wae wae., knapa sehun haris pindah WAEE!! nanti nasib mina gmna???

    sbenernya baekhyun mau bicara apa sama mina??
    duhh penasaran deh kakk.,
    kakk bisa engga sehun jgn pergi lagi, biarin sehun sama mina nantinya,. ya ya ya#pasangaegyo/dgeplakk..^^v

    next kak dtunggu klanjutanya^^

  4. Ping-balik: Chaptered | Choi's
  5. Aaaaa…. Sehun Mau Pergi???? , Gimana dong Mina nya . Padahal Aku ngeshipp banget ama mereka. Banyakin dong moment Sehun mina nya sebelum sehun pergi#Cerewet -,-
    Author yg buAT cerita ini bikin gereget deh. Tapi keep writing terus yah!
    Ditunggu next chapternya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s