ONE WAY

oneway

ONE WAY (Squel Of SIDE)

Suho/Han Seo Yeon (OC)

Romance, Angst

Oneshoot/PG-15

Sebelumnya (SIDE) :

Suho dan Han Seo Yeon adalah sepasang suami-istri. Dimana setiap harinya, keluaraga kecil mereka diselimuti keharmonisan. Namun, sebuah penyakit psikologi menimpa Suho sehingga image keluarga bahagia itu sirnah. Akankah keluarga kecil mereka kembali utuh seperti sedia kala? Find in ONE WAY…

 

 

Seo Yeon terjaga di tengah malam. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, penyebab sukarnya ia terlelap dengan pulas. Sepasang kaki jenjangnya tidak bisa bertumpu di satu titik. Ia berjalan mundar-mandir di depan jendela kamarnya yang berukuran 3×6 meter. Cukup jauh bagi rute langkah kecilnya. Temarang pancaran bulan baru menembus tirai tipis kamar itu. Semakin memperjelas raut gelisah milik Seo Yeon. Tangannya gemetar sambil memainkan ujung baju piamanya. Keringat dingin pun dengan lancar terjun bebas dari peipisnya.

 

Sejak kemarin sore, Suho tidak pulang kerumah. Nomornya tidak aktif, sulit bagi Seo Yeon untuk menghubungi suaminya itu. Kemudian ia berinisiatif menyusul Suho ke kantornya. Sesampainya disana, Seo Yeon tidak menemukannya. Kala itu rasa khawatir mulai berkecamuk dihatinya. Sebelumnya Suho belum pernah seperti ini. Yang lalu-lalu, pria itu selau memberi kabar dimana dia berada sekarang dan sedang apa dia. Walaupun Seo Yeon tidak bertanya duluan. Namun tetap saja Suho akan melakukan itu.

 

Sempat terlintas dibenaknya untuk menanyakan keberadaan Suho kepada mertuanya. Tapi dengan cepat ia mengurungkan niat tersebut. Masalahnya: jawaban apa yang akan Seo Yeon berikan kepada mertuanya itu jika mereka balik bertanya. Dan yang paling penting, orang tuanya tidak boleh tahu mengenai masalah ini. Seo Yeon enggan untuk kedua kalinya harus dipisahkan dengan suaminya seperti kejadian waktu itu. Tekadnya untuk menangani masalah ini sendiri sudah bulat. Harusnya ia tidak perlu melibatkan orang tuanya lagi. Ya, pasti bisa.

 

Seo Yeo tidak kehabisan akal. Ia mencoba menghubungi semua kontak teman Suho yang ada di buku telfon. Hampir semua nomor yang ia hubungi memberikan jawaban yang sama, mereka tidak tahu dimana Suho sekarang. Di sisi lain, usahanya itu tidak sia-sia. Seo Yeon mendapat informasi bahwa suaminya mendapat masalah besar di kantornya. Suho kehilangan setengah saham perusahaan akibat ditipu oleh client-nya. Perusahaan suho terancam bangkrut dan nasib ribuan karyawan ada di tangan pria itu yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

***

 

Aroma obat-obatan yang tajam dan bebauan rumah sakit yang khas tertangkap indera penciuman Seo Yeon. Meskipun ia tidak menyukainya, ketergantungan Seo Yeon akan Oksigen memaksanya untuk tetap menghirup aroma-aroma tersebut. Seo Yeon menengok ke arah sebuah ruangan yang di depan pintunya terdapat tulisan ‘Psikiater’. Aktifitas itu ia lakukan sejak satu jam yang lalu secara berulang-ulang. Menunggu orang itu dengan air wajah yang gelisah. Karena hanya orang itu lah satu-satunya harapan Seo Yeon untuk mengetahui dimana Suho.

“dokter Byun, ini ada laporan program kerja bulan lalu. Silakan tanda tangan di lembar pengesahannya.” Seorang suster menghadang pria yang baru saja keluar ruangan Psikiater.

“baiklah. Simpan saja dimejaku ya.”

“iya, dokter.”

Baekhyun tertegun mendapati wanita itu ada di kursi tunggu. walaupun hatinya sedang kacau, Seo Yeon memaksakan seulas senyum kepada pria berjas putih itu.

“bisa kita bicara sebentar?”

“iya, masuklah! Kita bicara diruanganku.” Balas Baekhyun diakhiri dengan senyumannya yang khas.

 

Seo Yeon mengekor pria itu, masuk kedalam ruang praktiknya. Aroma terapi yang menyejukkan menyambut wanita itu. Baekhyun bilang aroma ini bisa membuat orang tenang, sekalipun yang sedang depresi. Seo Yeon tersenyum miris. Andaikan itu berlaku padanya juga, pikirnya.

“apakah kau tahu dimana Suho?”

“aku sudah dengar kabar Suho dan…” Baekhyun menghembuskan napas berat “maaf, aku tidak bisa memberikan jawaban yang kau inginkan.” Lanjutnya.

“kau sungguh tidak tahu?” Seo Yeon mencoba menegaskan kembali.

Baekhyun menggeleng lemah. “kau jangan khawatir. Suho Sudah dewasa. Dia pasti baik-baik saja.” Sambung Baekhyun.

Seo Yeon menyelidik manik pria itu. Kembali mencari fakta sebisanya. Fakta yang sebenarnya dari pria yang sudah bertahun-tahun menjadi sahabat karib suaminya itu.

***

 

Baekhyun memarkirkan mobilnya di bagasi sebuah bangunan yang ia sebut villa yang ia beli 2 tahun lalu dengan tujuan investasi. Karena orang itu, ia jadi rutin datang ke tempat ini. Sebelumnya, mungkin bisa dihitung jari ia berkunjung ke sini. Baekhyun sengaja membawa orang itu ke villanya yang ada dibilangan Jeonju, provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan dengan alasan kota ini masih asri dan tenang lingkungannya. Jauh dari kata bising. Hal nya pusat kota Seoul.

“dia datang ke tempat praktekku, lalu menanyakanmu.” Baekhyun menghampiri Suho yang tengah terduduk di balkon kamar.

Suho tersentak dari lamunannya, lalu menatap tajam sepasang mata teduh pria itu. “tenang saja, aku tidak mengatakan mengenai keberadaanmu.” Lanjut Baekhyun yang membuat otot-otot wajah Suho mengendur. Baekhyun tahu ekspresi ketakutan pria itu. Suho sangat khawatir akan melukai istrinya lagi jika ia pulang kerumah dengan keadaan seperti ini. Namun disisi lain dan tanpa Suho sadari bahwa tindakannya itu menyiksa perasaannya.

“berikan tanganmu, biar kuganti perbannya.” Kata Baekhyun seraya meletakan kotak P3K dimeja yang berada di samping Suho.

Raut wajah dengan ekspresi datar itu menurut. Ia mengulurkan tangannya yang terluka. Luka itu ia dapat beberapa hari yang lalu. Malam itu, Suho datang ke apartemen Baekhyun dengan tangan yang berdarah-darah, serta serpihan benda kaca masih tersisip ditangannya. Penyakit biadap itu tidak hanya melukai orang yang di cintai Suho, tapi sekarang penyakit itu semakin ganas dan merambah dirinya sendiri.

“sampai kapan kau ingin bersembunyi disini?”

“sampai aku benar-benar pulih.”

“….” tidak ada respon dari Baekhyun, karena ia sendiri tidak dapat memastikan kapan hal itu akan datang.

“ah…sulit dipercaya. Begitu banyak pasien sakit jiwa di dunia ini. Tapi kenapa aku harus mengobati sahabatku sendiri.” Runtuk Baekhyun seraya meninggalkan balkon.

Suho hanya tersenyum masam ketika mendengar celotehan sahabatnya itu. Ia suka omelan ini itu yang dilontarkan Baekhyun, karena dari situ Suho mengetahui seberapa peduli nya Baekhyun padanya.

 

***

 

Malam semakin larut, minyisakan kesunyian diantara cakrawala. Gumpalan-gumpalan mega hitam pekat menyelimuti atmosfer kota Seoul dengan sempurna, tanpa celah. Membuat kilat hanya bisa menari-nari diatasnya. Menggelitik sang awan untuk melepaskan beban nya. Sampai akhirnya, tetes air dengan intensidas tinggi mengguyur kota Seoul disertai dengan halilintar yang meletup-letup. Cukup keras hingga membuat Seo Yeon terjaga di pertengahan malamnya.

Bunga tidur itu datang lagi. Sakit dan gelap layaknya setangkai mawar hitam penuh duri. Seo Yeon terlampau resah. Pasalnya mimpi itu begitu nyata. Suaminya sedang sendirian, tersimpuh lemah di sudut ruangan yang gulita dengan luka di sekujur tubuhnya yang mengeluarkan darah segar. Delusi itu mampu menggerakan sepasang kaki Seo Yeon ke luar rumah, lalu menerobos hujan lebat tanpa pelindung apapun hanya bermodalkan pakaian yang melekat ditubuhnya.

Baekhyun berjalan limbung menuju pintu apartemennya untuk menghentikan bunyi bel yang entah siapa yang sedang menekannya di luar sana. Dan itu sangat mengganggu di tengah malam.                Takut-takut penghuni apartemen di sebelahnya meneriakinya. Huft, itu lebih mengganggu.

Kelopak mata Baekhyun terbuka sempurna ketika mendapati sesosok perempuan di balik pintu apartemennya. Pakaian perempuan itu basah kuyup, tubuhnya bergetar hebat karena menggigil, dan wajahnya pucat pasi dengan bibir yang membiru.

“seo…seo Yeon.” Ucap Baekhyun tergagap.

“hiks…hiks…aku mohon beri tahu aku dimana Suho.” Balas Seo Yeon sambil terisak.

Degh. Harus Baekhyun akui, ikatan batin sepasang suami-istri itu amatlah kuat. Baekhyun tidak berfikir dari mana perempuan itu tahu. Saat ini ia hanya bisa menangkap keyakinan di sorot mata Seo Yeon yang membuat Baekhyun tidak sanggup mengelak lagi. “baiklah, aku akan mengantarmu ke tempat Suho tapi ganti dulu pakaianmu.” Ucap Baekhyun akhirnya.

“kau tenang saja, Suho dalam keadaan baik.” Kata Baekhyun yang melihat perempuan itu memainkan ujung kemejanya karena gelisah. Kemudian ia kembali fokus menyetir.

“apakah dia melukaimu?”

“tidak. Kasusnya tidak seperti dulu lagi. Malah sebaliknya.”

“maksudmu, sekarang dia melukai dirinya sendiri?” suara Seo Yeon mulai meninggi.

issh…kenapa aku kelepasan bicara itu. Runtuk Baekhyun dalam hatinya. Karenya perempuan itu jadi bertambah khawatir kepada Suho. Sudah susah payah ia menenangkan Seo Yeon dan sekarang malah membuat pikirannya berantakan lagi dengan satu tembakan. Bodoh.

 

***

 

Hujan lebat masih berlangsung saat Baekhyun dan Seo Yeon menginjakkan kaki di villa itu. Mereka terkesiap ketika Suara pecahan benda kaca menyeruak di villa itu. “astaga…dia melakukannya lagi.” Gumam Baekhyun seraya berlari ke arah kamar Suho. Diikuti Seo Yeon dibelakangnya.

“aaaaagggrrr…” suara erangan terdengar dari kamar itu. Suara Suho yang begitu kesakitan. Baekhyun dan Seo Yeon bertambah panik. Baekhyun terus saja menggedor-gedor pintu itu, disertai Seo Yeon yang meneriakkan nama suaminya itu. Namun Suho tidak kunjung membuka pintu itu. “ck…sial.” umpat Baekhyun kemudian ia melesat keluar rumah dan berniat memecahkan kaca jendela dari luar sana.

“suho- ah, ini aku…Seo Yeon. Aku mohon hentikan. Jangan menyakiti dirimu sendiri!” ucap Seo Yeon memelas. Tak ada tindakan yang bisa ia lakukan kecuali memohon sambil menagis sesegukan di depan kamar itu. Pikirannya sudah kacau. Bahkan telah merambah kemana-mana. Takut menerima dugaan terburuknya.

Pintu berhasil dibuka. Cipratan air hujan bebas masuk melaui jendela dengan kaca yang sudah hancur. Diiringi hembusan aingin yang membabi buta. Sosok itu terduduk lemah dilantai sambil bersandar di sofa. Seo Yeon menghambur ke arah suaminya yang tampak mengenaskan. Persis seperti yang ada dalam mimpinya.

“Seo Yeon-ah…maafkan aku.” Lirih Suho dalam pelukan istrinya. Jangankan untuk membalas dekapan istrinya, untuk sekedar menghela napas saja, rasanya berat sekali. Emosi sialan itu telah menguasainya. Menyeretnya ke dalam lubang terdalam sisi buruknya. Dan berkali-kali pula Suho menyesali itu.

“ini bukan salahmu.” Balas Seo Yeon seraya membelai pipi Suaminya yang penuh dengan luka gores. Suho apakan benda-benda kaca itu sampai-sampai percikannya bersarang diwajah Suho. Dan membekas disana.

Malam ini, Baekhyun menjadi satu-satunya saksi hidup kisah memilukan sepasang insan itu. Ia sama sekali tidak merasa sungkan untuk menerobos hujan dan memecahkan kaca jendela itu. Karena menurutnya, itu adalah hal yang setimpal pada akhirnya. Ia belajar satu hal dari mereka bahwa saat hati dan tindakan tak lagi sama, masih ada satu jalan yang bisa mereka tapaki bersama yaitu jalan cinta yang telah mereka junjung sejak sumpah suci itu diucapkan.

 

~THE END~

 

16 tanggapan untuk “ONE WAY”

    1. Hehe…iya nih, ak pengen buat karakter yg berbeda ja dri yg biasanya. Ak hrap km dan reader yg lain suka. Oia…jujur ak lum pernah buat ff chapter. Emm…ak kurang mahir hehe. Well, thanks ya Gita untuk komennya yg membangun.

  1. eohh. ini squelnya^^

    huhhh., nyesek kak 😦
    apa suho gx bisa di sembuhin ya?
    web pribadi kakk dmna??
    aku gx tau..,hihihi#garukkpala

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s