Experiment Chapter 2

PicsArt_07-29-09.29.36

Tittle : Experiment Chapter 2

Author : Butterflight20

Cast : Do Kyung Soo, Jean Ashley, Park Chanyeol, Exo member

Genre : Romance, sad, sci-fi

Lenght : Multichapter

Rated : PG-16

Blog pribadi : Butterflight20

Inspired by : Bongsun a Woman Who Dies When She Loves and Winter Woods

This story is mine, please don’t be plagiator. Don’t be silent readers and please be a good reader

Chapter Sebelumnya : Chapter 1

oOo

yeah, hanya bahan elektronik tapi aku tidak yakin jika fikiranku ini benar kalau…” Ia memandang manik mata Chanyeol. Sedangkan pria itu hanya tersenyum miring seakan tahu arah pikiran Jean.

Senyum yang membuat Jean bergidik.

 

Chapter 2

 

Jean menyesali keputusannya kembali ke tempat terkutuk ini menurutnya. Ia berdiri memandangi gedung tinggi yang menjadi tempatnya bekerja satu bulan ini. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat berusaha mengumpulkan segala keberanian dan semangatnya.

yeah, jika aku ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya, aku harus menjadi bagian dari mereka dan aku akan bersikap seperti awal aku datang kemari.” Ia pun melangkahkan kakinya memasuki gedung.

Suasana yang baru ia rasakan benar-benar aneh. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, pada awalnya ia memang merasa curiga. Tetapi, ia fikir itu karena mereka semua gila kerja dan tidak pandai ber-sosialisasi dengan orang asing. Jean memperhatikan wajah para karyawan yang datar tak berekspresi. Ditengah kebingungannya, ia dikejutkan dengan tepukan pelan dibahunya. Ia membungkuk setelah mengetahui bahwa itu seniornya.

“Annyeonghaseyo senior kim.” Sapanya untuk pertama kali setelah ia kembali bekerja.

Senior Kim tersenyum tipis. “Akhirnya kau berani melangkah kemari Jean.”

Jean tersenyum simpul, ia sangat percaya diri dan bersemangat pagi ini. “Tentu, selain melangkah aku juga akan bekerja.”

Senior Kim mengangguk mengerti dengan keputusan Jean. “Baiklah aku pergi.”

Baru beberapa langkah, Jean menginterupsinya.

“Ah tunggu senior Kim, bagaimana dengan robot waktu itu?.”

Senior Kim pun mendengus, ia tampak tak suka dengan topik yang dibicarakan. Dan Jean sukses membuat mood seniornya hancur sepagi ini. “Buang saja ke rongsokan atau ke tempat pembuangan.”

“Tapi semua itu bukan salahku, bukan aku yang merancangnya.” Butuh kekuatan yang besar untuk Jean mengucapkan serangkaian kalimat itu. Terdengar simple untuk beberapa orang tetapi sungguh menghadapi senior Kim itu benar-benar menakutkan. Ia mempunyai aura yang agak gelap disekelilingnya.

Senior Kim menatap tajam Jean, seolah hanya dengan tatapan dapat membunuh siapapun. “Tapi kau yang menyelesaikannya, jadi itu semua salahmu.” Ketus senior Kim.

Jean pun menghela napas, butuh kesabaran juga menghadapi seniornya ini. “Lalu apa aku harus membawa robot itu pulang?.”

“Terserah, dia sudah menjadi milikmu terserah mau kau apakan. Jangan bawa dia ke hadapanku karena aku tidak suka.”

“Baiklah, aku mengerti. Tapi, ada yang aneh kenapa robot mu dan robot yang biasa ku rancang itu berbeda?.”

Senior kim tersenyum miring mendengar ucapan Jean. “Aku tidak menyangka, seluruh dunia tahu kau Jean Ashley ilmuwan muda yang jenius tapi kau tidak mengerti apapun.” Ia menepuk kepala Jean seakan gadis itu adalah anak kecil. “Kau terlalu naif, tapi ku rasa pengetahuanmu masih kurang. Kau masih terlalu muda untuk tahu apa yang ada disekelilingmu dan dunia ini.” Ia pun pergi berlalu.

Jean berdecak sebal mendengar penuturan seniornya yang arogan. “Aku membuat kesimpulan bahwa orang-orang disini aneh.” Gumam Jean pada dirinya sendiri.

“Dan kau baru sadari itu bahkan setelah satu bulan kau disini.” Suara bass dari belakangnya membuat Jean terkejut. Selain aneh, ternyata mereka juga suka membuat orang jantungan. Jean refleks mencubit dan memukul pria itu, sedangkan laki-laki bertubuh jangkung itu hanya mengeluhkan sakit seraya terkekeh.

“Chanyeol, apa kau robot?.” Chanyeol terdiam beberapa saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Jean.

“Jean…”

Jean memandang Chanyeol penuh tanya, ia menunggu jawaban apa yang akan dikatakan Chanyeol. “Ya, aku memang robot.” Ujar Chanyeol dengan raut datar.

Jean berdecak sebal seraya memukul lengan Chanyeol. “Aku sedang tidak mau bercanda.”

Chanyeol terbahak melihat ekspresi konyol gadis itu. “Maafkan aku Jean, tapi sepertinya masalah kemarin berdampak besar pada IQ mu. Sebaiknya kau pergi mengecek seberapa drastisnya nilai IQ mu itu turun.” Ia pun meletakkan telunjuknya di dagu menggesturkan dirinya tengah berfikir. “Mungkin saja sudah berada di level 50 yang artinya kau itu idiot.”

Jean mengumpat dan memukuli Chanyeol hingga pria itu meringis kesakitan. “Tsk… rasakan itu idiot.”

“Hey, kalian disini hanya untuk bermain atau bekerja?.” Tegur salah satu karyawan disana.

Chanyeol dan Jean berdehem seraya merapikan penampilannya. Chanyeol segera melangkah mendahului gadis itu sebelum sebuah sepatu melayang dikepalanya seperti kejadian yang pernah ia alami sebelumnya. Jean mendengus ia berjalan disamping Chanyeol seraya berbisik. “Apa semua orang disini dan percobaannya adalah manusia sungguhan?.”

Chanyeol menggeleng, ia mendekatkan mulutnya ke telinga Jean. “Tidak semua, kau bisa bandingkan mana robot dan mana manusia. Soal percobaan, ya yang sebenarnya adalah mereka menggunakan manusia sungguhan.”

Jean berhenti sejenak, ia masih mencerna ucapan Chanyeol. Ayolah dia adalah orang yang jenius, dimana otak pintarnya saat ini? Kenapa mereka seakan pergi begitu saja saat ia memasuki negara ini. “Artinya robot waktu itu, dia juga manusia sungguhan? Sungguh ini gila.”

Dan bagian paling tidak ia mengerti adalah tujuan seniornya melakukan semua ini.

Jean segera bergegas memasuki ruang laboratorium untuk mengecek keadaan robot itu. Gadis itu meringis ngeri melihat keadaan tubuh pria malang itu.

oOo

Jean berdiri dilaboratium rahasia miliknya, laboratorium yang ia rancang terletak dibalik lemari besar dengan kode rahasia untuk membuka pintunya. Jean menatap nanar seorang pria yang tergeletak diranjang. Ia merasa kasihan dan merasa bersalah karena bagaimana pun, robot itu adalah seorang manusia. Walaupun pria itu sudah menjadi mayat, tetapi tetap saja tindakan itu ilegal. Bagaimana mungkin Jean tidak menyadari bahwa Kyungsoo ini adalah seorang manusia?.

“Ku dengar pria itu meninggal karena kecelakaan 3 tahun lalu, sebenarnya masih dapat diselamatkan waktu itu hanya saja ketua tim K101 sengaja membuatnya mati. Saat di rumah sakit, ketua mengunjunginya dan menyuntikkan digoxin dengan dosis berlebih, maka hari itu ia dinyatakan meninggal karena serangan jantung mendadak disertai kejang. Organ tubuhnya masih bagus dan juga ia tampak muda juga usianya masih 20 tahun, oleh karena itu senior Kim ingin menjadikannya sebuah robot. Oh ya, aku menemukan name tag disakunya waktu itu. Namanya adalah Do Kyung Soo, mahasiswa Universitas Seoul dan sepertinya otaknya juga pintar.”

Jean teringat ucapan Chanyeol siang itu, ia pun menghela napas. “Oke baiklah, aku akan mencoba merancangmu Do Kyung Soo. Aku akan membantumu hidup bukan sebagai robot tapi sebagai manusia. Akan ku coba sebisa ku, kesempatanmu hidup telah direbut paksa dan aku akan coba mengembalikannya padamu.”

 

 

 

Sudah 2 bulan sejak hari dimana Jean membawa Kyungsoo kerumahnya. Gadis itu tidak mendapatkan hasil apapun. Eksperimennya selalu gagal, kyungsoo pun tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Berbagai coretan rancangan komponen tubuh Kyungsoo satupun tak ada yang berguna.

Kali ini ia mencoba cara terakhirnya, memasang chip komputer pada tubuh Kyungsoo dan beberapa komponen yang ia minta dari AS. Ia juga memprogram ingatan Kyungsoo dan merancangnya seperti hidup. Nadi buatan yang dapat berdenyut serta jantung buatan yang dapat berdetak. Kyungsoo dirancang memiliki artificial intelligence, mengingat ia sudah bukan sepenuhnya seorang manusia. Jean harus membuatnya dari awal agar ia dapat bergerak dan ‘hidup’. Bersyukur ia tergabung dalam tim ilmuwan AS yang sudah berhasil merancang robot humanity, jadi ia tahu bagaimana robot itu bekerja dan cara merancangnya. Walaupun, dalam kasus kali ini sedikit berbeda.

Jean menghapus peluh di dahinya, ia merasa lelah, kantung matanya sudah menghitam, ia kurang tidur beberapa bulan ini demi merancang robot Kyungsoo. Matanya melebar ketika melihat mata bulat Kyungsoo terbuka dan berkedip. Ia terbangun dari posisi tidurnya lalu berdiri dan membungkuk pada Jean.

“Tuan.”

 

TBC

9 tanggapan untuk “Experiment Chapter 2”

  1. WELL, INI DI LUAR EKSPEKTASI AKU WOW 👏👍👍

    Percaya deh, aku awalnya rada ngeri ternyata kyungsoo itu manusia yang dipaksa jadi robot. Jahat banget sih ketua timnya.

    Aku jadi penasaran apa masa lalu kyungsoo lebih lagi sampe dijadiin sasaran jahat gitu 😣

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s