[EXOFFI FREELANCE]Bad Guy Beside Me (Chapter 8)

coverr bgbm

Bad Guy Beside Me (Chapter 8)

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : General

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun, Byun Baekhyun

Additional cast : Xi Luhan, Kris Wu, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Yoon Jihye (OC)

🎬🎬🎬

 

Seoul, selalu memiliki cara sendiri untuk memanjakan setiap orang yang menapakan kakinya disana. Selalu memiliki titik keindahan diberbagai sudutnya. Terlebih musim semi tengah berlangsung saat ini. Pohon sakura banyak yang berbunga dipinggir jalan. Angin bertiup segar membawa sisa-sisa embun pagi dan juga hangat matahari yang memang terasa begitu nyaman dirasakan.

Sehun membuka matanya pelan ketika menyadari bahwa seseorang tak lagi tertidur disampingnya. Kemana Nayeon? Sehun mulai mengingat-ingat apa yang terjadi dan kemana gadis itu. Rasa khawatir mulai menyelinap ke dalam hatinya. Sehun takut jika Luhan benar-benar membawa gadis itu pergi. Pria itu kemudian bergegas memakai kaosnya lalu keluar dari kamar.

“Yoo Nayeon!”panggilnya sambil mempercepat langkahnya menuju dapur.

Sehun membuang nafasnya lega ketika mendapati Nayeon tengah memasak disana.

“Kenapa bangun sepagi ini hah?”tanya Sehun kesal karena biasanya Nayeon baru akan bangun ketika Sehun telah membangunkannya.

“Kakakmu tadi pulang ke Cina dan dia mengetuk pintu kamarmu tapi kau tak bangun, jadi aku saja yang bangun. Dia bilang ada rapat penting pagi ini.”jelas Nayeon.

“Dia sepertinya sangat sibuk ya”Nayeon menduga-duga sambil memindahkan omeletnya kedalam piring.

“Apa dia juga kaya hun? Sepertinya dia adalah orang yang sangat kaya.”lanjutnya kini dengan suara pelan.

“Aku lebih kaya!”sahut Sehun kesal lalu pria itu segera meminum segelas susu dimeja makan.

“Jangan pergi kemanapun tanpa aku mulai saat ini.”ucap Sehun tegas.

Nayeon menyeritkan alisnya.

“Bertemu sahabat-sahabatku?”tanya Nayeon.

“Bersama pengawal.”ucap Sehun dan raut wajah Nayeon berubah murung mendengarnya.

“Bukankah aku kekasihmu? Kenapa seperti tawananmu saja?”

Sehun menoleh memandang Nayeon bingung. Kekasih? Sejak kapan? Apakah Sehun pernah menyatakan cintanya?

“Tadi malam setelah melakukannya kau bilang kita kekasih!”lanjut Nayeon.

Sehun tersenyum simpul.

“Ya kita kekasih tapi sebentar lagi kau akan menjadi tawananku.”Sehun tersenyum sinis setelah mengakhiri kalimatnya lalu beranjak kembali kekamarnya untuk mandi dan bersiap pergi.

***

Nayeon menyandarkan punggungnya disandaran sofa. Tak ada yang bisa ia lakukan sore ini. Bukankah lucu jika pergi kekampus bersama body guard? Ini bukan drama korea, mana mungkin Nayeon diperlakukan seperti ini.

“Menyebalkan!”decak Nayeon kesal.

Gadis itu meraih ponselnya lalu membaca barisan nama dikontaknya. Berharap ada seseorang yang bisa menghilangkan rasa bosannya.

“Eomma”gumam Nayeon saat membaca kata Eomma dikontak ponselnya.

 “Ah tidak aku tidak mungkin menghubunginya sekarang, dia akan memarahiku karena aku tidak mengunjunginya akhir-akhir ini.”

Nayeon menghela nafasnya ketika mendengar deru sebuah mobil yang berhenti dipelataran rumah Sehun.

“Dia sudah pulang.”gumamnya pelan lalu melangkah malas untuk membukakan pintu.

Sehun, pria itu selalu menawan dimata Nayeon. Ia punya seribu pesona yang membuat Nayeon terjerat dalam permainan konyolnya. Tak ada yang tahu jika pria berwajah tampan dan memiliki style dandy itu menyimpan pistol dibalik jaket hitamnya.

Sehun tersenyum ketika melihat tubuh mungil Nayeon muncul dari dalam rumah. Senyumnya itu selalu tulus untuk Nayeon tapi gadis itu selalu merasakan bahwa ada hal besar yan disembunyikan Sehun darinya. Entahlah, instingnya mengatakan begitu.

Kini memang benar, senyumnya terasa berat hari ini. Setelah ucapan Luhan kemarin ia terus menganggunya.

Flashback on

 

“Pergilah keluar negeri dan Nayeon akan baik-baik saja bersamaku.”ucap Luhan.

 

Sehun menatap tajam manik rusa milik kakaknya itu. Mencoba mencari-cari maksud dari pernyataannya. Apakah Luhan jatuh cinta pada Nayeon? Atau ada maksud yang lain?

 

“Bukan begitu, aku hanya akan melindunginya. Tidak lebih.”Luhan tersenyum menenangkan.

 

“Tidak!”

 

“Nayeon akan terluka hun!”kini suara Luhan terdengar lebih keras.

 

“Bagaimana aku bisa mempercayakan gadis itu padamu?” Sehun tak yakin, ya tentu saja dia tak yakin. Luhan adalah pria kaya raya yang bisa saja membuat Nayeon jatuh cinta. Mengingat wajah Luhan memanglah tampan.

 

“Terserah hun! Kau persis seperti yang Kris ceritakan. Keras kepala!”ucap Luhan kesal.

 

“Ya! Aku keras kepala! Aku tidak tahu cara mencintai seseorang dengan benar dan itu semua karena kau! Kau meninggalkanku di Korea bersama Jonghun dan kau hidup bahagia di Cina! Kau adalah kakak yang jahat!”Sehun mengakhiri kalimatnya lalu pergi sebelum kemarahannya meledak dan mengacaukan semuanya.

 

Flashback end

 

“Hun?”tegur Nayeon membuyarkan lamunan Sehun.

Pria itu tersenyum lagi, kini senyumnya benar-benar terasa hampa.

“Kau sudah makan?”tanya Sehun saat masuk kedalam rumah.

“Sudah, kau sendiri?”tanya Nayeon yang mengukuti langkah Sehun dari belakang.

“Aku tidak lapar.”jawab Sehun lalu merebahkan tubuhnya disofa.

Nayeon duduk tepat disamping kepala Sehun. Gadis itu mengelus pelan surai hitam Sehun. Sementara sang empu hanya diam terpejam.

“Nayeon.”panggil Sehun.

 “Hm.”

“Jika aku nanti diserang, apa yang akan kau lakukan?”tanya Sehun. Pria itu benar-benar tak ingin mendengar jawaban Nayeon jika gadis itu memilih pergi darinya.

“Aku akan berada disampingmu.”jawab Nayeon.

Sehun refleks membuka matanya lalu menatap Nayeon tak percaya.

“Jinja?”

Nayeon hanya mengangguk pelan.

Tentu saja Nayeon akan disampingnya. Yoo Nayeon begitu mencintai Sehun. Ia akan melakukan apapun untuk pria itu. Karena Nayeon belum tahu bahwa Sehunlah yang menghancurkan hidupnya. Bahwa Sehun telah melenyapkan ayahnya juga Baekhyun.

“Meskipun aku menghancurkan hidupmu?”tanya Sehun yang masih dalam lamunannya.

“Maksudmu?”tanya Nayeon bingung.

“Sehun…”Nayeon mengguncangan bahu Sehun.

“Ah ya? Aku bilang apa tadi?”tanya Sehun.

Nayeon menghela nafasnya panjang.

“Kau lelah Hun, istrahatlah.”

***

 Nayeon tengah sibuk dengan masakkan makan malamnya. Mungkin ia akan makan malam sendirian karena sejak tadi Sehun belum juga bangun.

“Hello!!”sapa seseorang yang baru saja masuk kedalam rumah Sehun. Nayeon tersenyum, dia tidak akan makan malam sendiri.

“Kris!”panggil Nayeon.

“Kemarilah! temani aku makan malam.”lanjutnya.

“Wow dengan senang hati.”tak butuh waktu lama Kris sudah sampai didapur bernuansa hitam itu.

“Kemana Sehun?”

“Dia tidur sejak sore tadi. Aku tidak tega membangunkannya Kris.”jelas Nayeon, Kris hanya mengangguk pelan.

“Kris?”

“Hm.”Kris masih sibuk mencicipi ayam goreng buatan Nayeon.

“Sebenarnya Sehun kenapa?”

Kris menatap Nayeon bingung. Mencari-cari alasan Nayeon menanyakannya dengan curiga. Hingga Nayeon lebih memilih tersenyum.

“Selama kau disisinya maka dia akan baik baik saja. Ayo makan! Aku sudah lapar sekali.”ucap Kris seolah mengalihkan topik pembicaraan.

***

Sehun duduk santai disofa ruang tvnya bersama secangkir kopi favoritnya. Kopi asal Indonesia yang masuk dijajaran kopi termahal dunia. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD 100 per 450 gram.

Sehun yang sangat menyukainya dan Nayeon berhasil dibuat ternganga olehnya. Dimalam hari ia akan menghabiskan beberapa botol Carlsberg’s Jacobsen Vintage No.1, bir dengan harga $400 untuk 375 ml nya. Lalu berakhir diatas ranjang mewahnya bersama Nayeon. Kemudian ketika pagi datang ia akan duduk manis dengan secangkir kopi mahal.

“Kasus pembunuhan Byun Baekhyun masih berlanjut. Pihak kepolisian akan segera mengungkap pelakunya dalam waktu dekat ini.”

‘Krak!!’ Sehun melempar remote tv-nya kasar.

Pria itu segera berbalik arah memastikan bahwa gadis yang seingatnya tadi berdiri dibelakangnya telah pergi dan tidak melihat aksinya melempar remote tv. Oh mungkin memang sudah takdirnya Sehun sial hari ini. Nayeon masih berdiri mematung ditempatnya dengan tatapan kosong.

“Se sehun-a”ucap Nayeon terbata bata.

‘Grep’ Sehun meraih lengan Nayeon dan mencengkeramnya kuat lalu menyeret gadis itu untuk masuk kedalam kamarnya.

“Apa yang kau lakukan?”tanya Nayeon takut.

Pria itu tak menggubris pertanyaan Nayeon. Gadis itu dilemparnya keranjang big size didalam kamar. Tak lupa Sehun merampas ponsel Nayeon.

“Oh Sehun!”gertak Nayeon marah namun sorot tajam dari manik elang Sehun kembali membuatnya bagai seonggok daging tak bernyawa.

Sehun kemudian pergi meninggalkan Nayeon yang telah dikuncinya didalam kamar.

“Kau mau kemana hah?”tanya Kris seraya mengikuti langkah cepat Sehun menuruni tangga rumahnya.

Sehun membuka laci dimeja ruang tamunya dan meraih sebuah pistol disana.

“Kau mau membunuh siapa hah?”

Tak ada jawaban dari Sehun, pria itu masih diam meskipun Kris tahu bahwa Sehun tengah diliputi amarah yang luar biasa. Pria itu melangkah keluar rumah mendekati mobilnya.

“Jika kau benar akan membunuh Park Jiwo maka aku akan mngatakannya pada Luhan sekarang!”ucap Kris mengancam.

Sehun menghentikan langkahnya lalu berbalik memandang Kris. Jangan lupakan senyum meremehkan yang tercetak dibibir Sehun.

“Kau fikir aku takut?”

“Tidak! Kau fikir aku percaya bahwa Luhan benar-benar kakakku? Bagaimana jika itu hanya ide belakamu saja?”tanya Sehun.

Kris terdiam, bukan karena dia kalah. Karena pemikiran Sehun begitu jauh dari akal sehatnya. Bagaimana bisa Sehun berfikir bahwa Kris lah yang merencanakan semua ini? Sesaat kemudian Sehun melemparkan sebuah kunci pada Kris, membuat Kris yang tengah melamun terlonjak kaget.

“Beri dia makan, jangan sampai dia keluar dari kamar.”ucap Sehun lalu pria itu masuk kedalam mobilnya.

***

 “Lu!”Kris geram pada seseorang diseberang sana. Sampai-sampai ingin melempar ponsel yang ia gunankan untuk menelpon sekarang.

“Biarkan dia melakukan hal yang ia sukai.”ucap Luhan santai.

“Tidak! Bagaimana jika nanti dia ditangkap? Dia akan menghampiri Park Jiwoo dikantor polisi!”Kris begitu khawatir akan kelanjutan hidup sahabatnya itu sekarang.

“Tidak mungkin, aku akan menjaminnya.”suara Luhan terdengar tetap begitu tenang.

“Arghhh!!”erang Kris marah kemudian menutup teleponnya.

“Kris!!!!!! Buka pintunya!!!”teriak Nayeon dari dalam kamar Sehun.

Kris membuang nafasnya kasar sambil memijat kepalanya yang begitu nyeri.

 ***

Sehun telah menodongkan pistolnya tepat kearah kepala seorang pria paruh baya bernama Park Jiwoo. Sejak tadi tak ada kata apapun yang terucap dari bibir masing-masing. Hanya saja ketegangan begitu terasa diantara keduanya. Angin berhembus tenang dan hati Sehun masih saja bergemuruh sejak tadi. Terlebih tempat mereka yang kini tepat diatas gedung kepolisian, oh! Berani sekali pria itu.

“Kau benar-benar ingin membunuhku?”tanya tuan Park tetap mencoba tenang.

“Tentu! Aku tidak ingin membuat urusan yang lebih panjang!”jawab Sehun sarkatis.

Tuan Park hanya tersenyum simpul seolah tak gentar dengan pistol yang sudah siap menembus kepalanya itu.

“Kau tidak ingin mencari tahu siapa yang membunuh ayah kandungmu?”tanya tuan Park yang kali ini berhasi menurunkan pistol Sehun.

“Maksudmu?”

“Ayahmu itu mati karena ada unsur kesengajaan.”ucap tuan Park.

“Tanyakan pada kakakumu, dia lebih tahu.”lanjut tuan Park lalu meninggalkan Sehun dengan santainya.

Jika ayahnya meninggal karena unsur kesengajaan lalu bagaimana dengan ibunya apakah juga memiliki unsur kesengajaan?

Sehun melangkah gontai diarea gangnam. Tak ada keinginan hatinya untuk pulang hari ini. Mungkin sekedar menikmati pemandangan Seoul akan lebih menenangkan hatinya sekarang. Pria itu duduk disalah satu bangku taman. Sesekali gadis-gadis kecil 5 tahunan mendekati dengan senyum malunya.

“Ada apa huh?”tanya Sehun lembut. Oh ayolah Sehun hanya akan seperti itu jika bersama Nayeon.

“Oppa jadilah namja chingu ku.”ucap gadis tadi.

“Mwo? Keurae, siapa namamu cantik?”

“Kim Yeri imnida.”

Sehun tertegun sebentar setelah mendengar namanya.

“Aku tidak mau pacaran denganmu karena namamu Yeri.”ucap Sehun ketus.

“Wae? Yeri adalah nama yang bagus, ibuku memberikannya karena ibuku ingin aku tumbuh seperti Kim Yeri, dia adalah putri perdana mentri yang cantik juga sangat baik!”

“Mwo?”Sehun berusaha menahan tawanya agar tak meledak saat ini.

“Dia sering datang kesekolahku dan mengajak kami bermain-main. Oh! Yeri unnie!”gadis kecil itu berlari mendekat pada seorang gadis berambut hitam dengan balutan dress warna toska selutut begitu terlihat anggun dan menawan. Sehu terdiam memandanginya, tak ada niat sedikitpun untuk menyapanya.

“Apa kabar hun?”tanya Yeri pelan.

“Baik, sangat baik!”ucap Sehun datar. Pria itu beralih memainkan ponsel milik Nayeon yang tadi disita olehnya.

“Kau mengganti ponselmu?”tanya Yeri ketika melihat ponsel keluaran Apple terbaru ditangan Sehun.

“Ini milik Nayeon.”jawab Sehun apa adanya.

“Yoo Nayeon? Berani sekali dia masih mendekatimu?”

Sehun menatap Yeri tajam dengan manik hazelnya.

“Jangan mengganggu Nayeon, kau itu bukan siapa-siapaku lagi.”ucap Sehu tegas seolah begitu benci pada siapapun yang mengusik Nayeon.

“Tapi aku mencintaimu!”

“Dan aku tidak!”Sehun memandang sekitarnya. Tak ada yang menarik, sungguh! Sehun ingun segera pergi menjauh dari gadis disampingnya.

“Sudah 8 tahun kita bersama dan kau dengan mudahnya mengkhianatiku demi seorang gadis tidak jelas seperti Nayeon. Jangan salahkan aku jika nanti kau mati lalu aku akan mengawetkan jasadmu untuk dipajang didalam kamarku! Aku akan melakukan apapun agar kau bisa kembali padaki, tak peduli itu harus merenggut nyawa Nayeon.atau bahkan dirimu”ucap Yeri kejam.

“Kau berfikir aku adalah psikopat? Salahkan dirimu yang membiarkanku larut dalam kehidupan gelapmu selama bertahun-tahun.”lanjutya.

“Jangan lukai Nayeon bahkan seujung kukupun!”Sehun beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah pergi.

Senja datang menyapa, semburat jingga menghiasi langit Seoul sore ini. Musim semi yang indah untuk semua warga Korea. Mercedes Benz SL Class seharga 222.900.000 won itu melesat cepat membelah jalanan Seoul yang belum terlalu padat karena jam kantor baru akan berakhir setengah jam lagi. Sehun sesekali menghantam stir mobilnya saat ucapan Yeri kembali terngiang ditelinganya.

***

Kris menaiki satu persatu anak tangga dirumah Sehun dengan membawa segelas susu dan sepiring salad buah. Sejak tadi Nayeon terus meminta makan padanya. Lebih mengherankan lagi bahwa semua makanan yang dimintanya benar-benar habis diperut Nayeon yang kecil itu.

“Klek!”Kris memutar knop pintu kamar Sehun.

“Na-“ucapan Kris terhenti ketika mendapati Nayeon telah tertidur pulas.

Kris menghembuskan nafasnya pelan lalu meletakkan makanan yang dibawanya tadi ke nakas dekat ranjang. Pria itu menarik sebuah selimut untuk menghangatkan tubuh Nayeon.

“Tidurlah, kau menyusahkan dasar gadis tengik!”cela Kris diiringi kekehan pelan.

Tap tap tap!

Suara pijakan kaki terdengar menggema didalam rumah mewah Sehun.

” Lihat, orang gila itu sudah pulang.”ucap Kris pelan.

Tak lama kemudian Sehun sudah muncul dari balik pintu.

“Apa dia makan dengan baik Kris?”tanya Sehun yang kini berdiri disamping Kris.

“Sangat baik, pagi tadi dia meminta ramen lalu dua jam kemudian dia berkata padaku ingin makan nasi dengan daging panggang lalu setelah itu dia meminta burger cheese dan tteobokki dan terakhir dia meminta segelas susu dan salad buah namun sekarang dia malah tidur.”jelas Kris panjang lebar.

Sehun tersenyum lalu mengusap puncak kepala Nayeon.

“Dasar rakus!”ucap Sehun gemas.

“Pulanglah Kris terimakasih sudah menjaganya seharian ini.”

“Kau menggagalkan kencanku karena menjaga bocah ini seharian dan kau hanya berterimakasih, oh ini bukan dirimu!”gerutu Kris sebal.

“Besok aku akan mentraktirmu!”

“Kau juga berhutang penjelasan padaku!”ucap Kris mengingatkan.

“Kita bahas itu besok.”balas Sehun singkat lalu menutup pintu kamarnya.

Sehun merebahkan tubuhnya disamping Nayeon. Pria itu menatap nanar langit-langit kamarnya dan sesaat kemudian beralih menatap gadis mungil yang terlelap disampingnya. Sehun memiringkan tubuhnya menghadap Nayeon.

Jari-jari kekarnya menelusuri setiap lekuk wajah cantik Nayeon. Memainkan surai coklatnya lalu mencubit gemas pipinya.

“Hey! Kau makan banyak lalu tertidur seperti orang mati.”ejek Sehun kesal ketika tak mendapat respon dari Nayeon.

Sehun masih saja menggodanya hingga Nayeon mersa terusik. Gadis itu kemudian merubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap Sehun. Sehun tersenyum gemas lalu ia menarik hidung Nayeon membuat sang pemilik hidung terusik dan lebih memilih menenggelamkan wajahnya didada bidang Sehun.

“Tidurlah.”Sehun mendekap gadisnya itu.

“Saranghae Nayeon-a”ucap Sehun pelan sambil mengelus surai coklat Nayeon.

“Nado.”balas Nayeon mengejutkan Sehun. Gadis itu kemudian melingkarkan tangannya dipinggang Sehun. Mencoba menepis jarak antara keduanya hingga terlelap.

Seolah tak ingin dipusingkan dengan kejadian pagi tadi, Nayeon memilih untuk tidur sejenak lalu membahasnya nanti. Karena tak bisa dipungkiri bahwa dada bidang Sehun memberikan kenyamanan luar biasa untuknya.

***

“Aku harus bertemu Luhan hyung secepatnya Kris. Mencari tahu siapa ayahku sebenarnya.”ujar Sehun.

Kris masih dalam keterdiamannya usai mendengar penjelasan Sehun. Seolah tak ingin memberi respon apapun untuk topik ini. Seolah tak ingin Sehun tahu tentang bagaimana keluarganya dulu.

Kris menyebar pandangannya, taman rumah Sehun yang tidak terlalu luas namun terlihat apik dan rapi. Setiap detailnya ditata sedemikian rupa hingga memberikan kesan tenang bagi setiap orang yang memandangnya. Sayang, Kris tidak menemukan ketenangan sama sekali.

“Kris!”sentak Sehun membuat pria cina itu terlonjak dari lamunannya.

“Apa yang kau lamunkan?”tanya Sehun curiga.

“Tidak ada.”jawabnya diiringi kekehan pelan yang terkesan dipaksakan.

Sehun tidak boleh tahu bahwa kematian ayahnya direncanakan oleh kelompok petinggi negara yang salah satunya adalah perdana mentri, Ayah Kim Yeri. Sehun pasti akan langsung menghabisi nyawa perdana mentri tak peduli resiko yang akan dihadapinya.

 Tbc…

-Sehun’s Bedroom-

-Sehun’s kitchen-

-Sehun’s home-

36 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE]Bad Guy Beside Me (Chapter 8)”

  1. jgn jgn nayeon hamil lagi banyak banget makannya.. aku jadi takut kalau rahasia tetang kematian baekhyun sama ayah nayeon diketahui nayeon gimana hubungan nayeon sama sehun..

  2. makin seru… ga nyangka ya perdana menteri menjadi salah satu orang yang membunuh ayah sehun

    btw apa Nayeon hamil ? napsu makannya seperti orang hamil saja

  3. kak shafa.. kok bisa sih bikin cerita sekeren ini.. feel nya dapet banget… banyak sweet moment sehun nayeon.. aku suka banget… next kak.. cepat ya kak.. hehe
    keep writing kak..

  4. Kirain nayeon uda tahu kalo sehun yg ngebunuh baekhyun. Kan di chap lalu dia dtg k cafe pas chanyeol cerita k temen2nya….
    Bagus deh kalo belum tahu jadi masih bisa liat momen mereka berdua. G tau gimana jadinya kalo sampe nayeon pergi ninggalin sehun. Bakalan hancur bgt hidup sehun mungkin…

  5. ternyata sehun tidak keras kepala kalau bahas masalah ayahnya,
    btw yeri juga tau apa gak tuh kalau ayahnya ikut andil dalam pembunuhan ayahnya sehun,
    pasti bakal marah besar kalau sehun tau, nayeon juga bakal marah besar kalau tau sehun udah bunuh ayahnya dan baekhyun,

  6. Duhh masalahnya makin rumit aja, ternyata kematian ayah Sehun itu pembunuhan toh

    Semoga dichap berikutnya masalahnya bisa terselesaikan ^^

  7. tuh kin tuh kin…apa maksud luhan?? jadi luhan tau semuanya tapi sehun gk..woahh bisa uring”an itu sehun…

    wait!! nayeon makannya bnyk jangan” dia hamil anak sehun??
    omoo…nextt…

  8. semudah itukan nayeon melupakan baekhyun, aku masih berharap baekhyun di hidupkan lagi wkwk
    Yaelah sehun gegabah banget jadi orang, gak bisa dikasih tau lagi. Udah aja titipin nayeon sama luhan, pasti aman, dari pada nantinya kalian berdua yang jadi korban.

  9. Hai chingu.. aku sebenernya reders lama v bru komen d sini,, d chapter 6+7 entah knpa aku kurang dapet peel nya.., rasanya d capter itu karakter sehun agak melenceng dri karakter awal.. n sekarang udh balik lagi, peel nya jga udh mulai kerasa.., aku juga kangen sma sifat nayeon yg ceplas ceplos bikin greget..

    Eh buseet itu kata” yeri bikin ngeri juga..

    화이팅 친구야…….!!!!!!!😄😄

  10. Akhirnya di lanjut lg eonn :”D
    Penasaran sm reaksi nayeon klo tau baek meninggal gegara sehun haahaa * ketawa evil
    Udh mulai bahas dibalik kematian ortu sehun yaa hmmmm sepertinya masih complicated :s
    nextnya klo bisa dipanjangin lg boleh :3 \banyak maunya/ wkwkwk
    nextnya ditunggu banget eonn 😀 keep writing ~

  11. duh., makin runyem aja nih masalahnya..
    tapi nambah serruu ceritanya^^

    apakah Nayeon hamil#Plaakkk..coz itu diakan masa iya minta makanan sama kris yg agak gmna gtu ya + apa perutnya gpp menampung makanan segitu banyaknya?

    Next kak dtunggu klanjutanya^^

  12. Wehehe makin rumit nih ceritanya! Seru bingo!
    Sebenarnya ayahnya sehun dibunuh siapa?
    Trs nayeon gimna ya klo tau semuanya.?
    Huaaaa penasaran..
    Next ka! Fighting

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s