[EXOFFI FREELANCE] Real Life Of Idol ( Chapter 11)

rloi11

Title : Real Life of Idol (Part 11)

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Jung Jijae (OC) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

Support Cast : SMFAMILY

Genre : Romance, Angst, Idol-life, Hurt.

Rating : PG-15

Lenght : Chaptered

Happy Reading^^

Real Life of Idol – Open your eyes

“Jijae, awas!” Teriak Sehun.

Sehun berlari dan langsung melindungi Jijae. Bola itu mengenai kepala Sehun keras sampai-sampai Sehun terjatuh. Fatalnya kepala Sehun terbentur cukup keras.

Jijae meringkuk disana bersama Sehun. Tangan Sehun masih setia memegang Jijae. Jijae perlahan bangun dan menengok orang yang melindunginya.

Jijae menutup mulutnya, kemudian langsung meraih kepala Sehun, “Oppa, apa yang kau lakukan? Wae…” Jijae menangis sambil menatap lemah Sehun.

Sehun tersenyum kecil, “Syukurlah kau baik-baik saja.” Sehun menutup matanya perlahan dan kepalanya benar-benar jatuh dipangkuan Jijae.

Kai membelalakan matanya dan berlari menghampiri Sehun, “Sehun-ah? Ireona!”

“Oppa, aku mohon bangunlah!” Jijae terus menangis dan dia melihat darah ditangannya, “Tolong panggil ambulance, tolong!” Teriak Jijae.

Kai menatap tajam ke arah atap, sudah tidak ada orang disana. Aku benar-benar tidak akan memaafkanmu. –Batin Kai.

Real Life of Idol – Open your eyes

Kai dan Jijae membantu mendorong ranjang yang ditiduri oleh Sehun agar lebih cepat sampai dan ditangani oleh pihak Rumah Sakit. Jijae tidak berhenti menangis.

“Oppa, ireona! Jebal.” Lirih Jijae.

Kai menatap lemah Jijae, kemudian kembali menatap Sehun yang terbaring disana sambil menutup matanya.

Sehun-ah, bertahanlah! –Batin Kai.

Sudah sampai didepan ruang UGD, “Maaf Agasshi, Anda tidak boleh masuk.” Suster itu menahan Jijae, kemudian menutup pintu.

Jijae menatap lemah pintu ruang UGD yang tertutup itu. Dia berjongkok dan menangis sejadi-jadinya.

Kai menatap sedih punggung Jijae, kemudian Kai menghampirinya, “Jijae-ya, uljima! Tidak akan terjadi apapun, percayalah padaku!” Kai menenangkan Jijae dengan menepuk-nepuk bahunya.

Jijae menatap Kai, “Ini salahku, Oppa. Kalau dia tidak melindungiku, dia tidak akan ada disini sekarang. Seharusnya aku yang dibawa ke ruangan itu bukan dia.” Racau Jijae.

Kai memeluk tubuh mungil Jijae yang kacau itu, “Tenanglah! Semua akan baik-baik saja.”

Tangis Jijae semakin pecah, “Oppa, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya? Otte?” Lirihnya.

Kai mengelus lembut rambut hitam Jijae, “Gwenchana, jangan khawatir!”

Jijae melepas pelukan Kai, “Bagaimana bisa aku tenang? Dia seperti ini karena aku.”

Kai memegang erat kedua lengan Jijae, “Semua akan baik-baik saja. Aku pastikan itu.” Kai menatap Jijae sambil tersenyum.

Real Life of Idol – Open your eyes

Member EXO berlari masuk ke dalam Rumah Sakit, Suho yang pertama tiba ditempat informasi Rumah Sakit langsung menanyakan diruang nomor berapa Sehun tinggal.

Mereka langsung memasuki lift dan saat sudah sampai di lantai 5, mereka langsung mencari keberadaan Kai dan Jijae, yang diketahui mengantar Sehun ke Rumah Sakit.

Chanyeol melihat Kai dan Jijae yang sama-sama terduduk lemah dikursi tunggu. Mereka masih menunggu Dokter yang belum keluar dari ruangan itu sedari tadi.

Sementara itu, Jijae menatap tangannya yang masih bersimpah darah. Jijae hampir menangis lagi, dia menahannya dan menundukan kepalanya dalam.

Chanyeol menyenggol pelan Suho yang masih mencari keberadaan mereka, “Itu disana.”

Suho berlari menghampiri mereka dan diikuti oleh member lainnya, “Kai-ya?”

“Hyung.”

Jijae membuka matanya yang terpejam dan menatap member EXO sebentar, kemudian kembali menundukan kepalanya.

Member EXO melihat darah ditangan Jijae, kemudian Suho menatap Kai, “Ada apa ini? Kenapa bisa seperti ini?” Tanya Suho.

Kai diam, kemudian menundukan kepalanya, “Kai-ya, kenapa kau diam?” Tanya Kyungsoo.

“Ini semua salahku. Jangan memojokan Kai Oppa, jika kalian ingin menyalahkan seseorang, akulah orangnya.” Tutur Jijae sambil menatap nanar darah ditangannya.

Semua member EXO menatap Jijae, Kai kaget dengan penuturan Jijae, “Aniya, ini bukan salahnya, Hyung. Jangan dengarkan dia!”

Jijae menatap Kai, “Lalu siapa yang harus disalahkan selain aku? Tidak ada ‘kan? Aku yang salah, jika terjadi apa-apa padanya…” Lirih Jijae.

“Hentikan omong kosongmu, Jijae-ya! Sehun seperti ini bukan karenamu. Kalau kau bertanya siapa yang harus disalahkan, itu jelas bukan kau. Aku, bahkan juga Sehun tahu siapa yang harusnya disalahkan. Jadi berhenti merasa bersalah!” Tutur Kai.

Jijae meneteskan air matanya, kemudian menunduk lemah, “Mianhae. Jeongmal mianhae.”

Tiba-tiba member Section datang dan langsung mengerubungi Jijae, “Jijae-ya, gwenchana?” Khawatir Yoonji.

“Oppa, apa yang terjadi? Bagaimana keadaan Sehun Oppa?” Tanya Eunji pada Kai.

“Semua akan baik-baik saja. Tenanglah!” Ucap Kai, “Sehun pasti bisa melewati ini, aku percaya padanya.” Kai menatap pintu ruang UGD yang tertutup rapat itu.

Member EXO menatap Kai sambil tersenyum.

Terima kasih sudah akur kembali. Ini yang paling aku inginkan. –Batin Baekhyun.

Flashback On.

Usai saling meminta maaf, Kai dan Sehun memasuki ruang latihan EXO dengan senyum merekah. Para member yang melihat itu langsung kebingungan.

Lay menyenggol lengan Chen, “Apa mereka sudah baikan?” Ucapnya pelan.

Chen tersenyum melihat itu, “Aku harap begitu.”

“Hyungdeul, aku bawakan bubble tea, minumlah!” Ucap Sehun.

Sehun memberikan kepada Kai lebih dulu sambil tersenyum, Kai menerimanya dengan senang hati. Hal itu semakin memperkuat dugaan mereka.

Sehun memberikan minuman itu pada Xiumin, “Kalian sudah baikan?” Tanya Xiumin.

Kai mendengar itu juga, kemudian tersenyum, “Kenapa menanyakan itu? Kami tidak pernah bertengkar, Hyung. Iya ‘kan, Sehun-ah?” Tutur Kai.

“Tentu saja, kami hanya berakting.” Canda Sehun.

“Wah, kalian benar-benar menyebalkan!” Gerutu Chanyeol.

Kai dan Sehun hanya tertawa mendengar itu.

Usai menyeruput bubble tea hingga setengah, member EXO kembali latihan. Chemistry antara Kai dan Sehun sebagai double sexy dancer EXO kembali. EXO latihan dengan nyaman dan damai.

Usai latihan Kai menidurkan tubuhnya dilantai, Sehun menghampirinya dan duduk disampingnya. Dia tidak mengatakan apapun dan hanya menyeruput bubble tea miliknya. Karena ini Kai menatapnya.

“Apa kencanmu menyenangkan?” Tanya Kai.

Sehun langsung menatap Kai, “Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau ingin bertengkar lagi?” Tanya Sehun.

“Yak! Apa yang salah dengan pertanyaanku? Cepat jawab!”

“Tentu saja menyenangkan. Apa kau cemburu?” Sehun menatap Kai dikalimat terakhirnya.

Kai tertawa, “Tentu saja, aku menyukainya.”

“Ah, jinjja! Kau bilang kau sudah merelakannya untukku.” Karena suara Sehun yang terlalu keras, member EXO langsung menatapnya.

Kai bangun dan menatap Sehun. Member EXO langsung menghampiri mereka.

“Yak! Apa kalian akan bertengkar lagi setelah berbaikan?” Geram Lay.

Kai masih menatap Sehun, “Aku memang merelakannya untukmu, tapi fakta aku menyukainya tidak bisa diganggu gugat. Kau harus sabar sampai aku berhenti menyukainya, Sehun-ah. Maka dari itu jaga dia, agar aku semakin yakin untuk berhenti menyukainya.” Tutur Kai.

Semua member menatap Kai, “Wah, Kim Kai! Kau benar-benar keren.” Puji Chen.

Kai hanya tersenyum mendengar itu, kemudian kembali menatap Sehun yang masih menatapnya.

“Wae? Kau marah?” Tanya Kai.

“Aniya. Gomawo. Aku akan menjaganya, Chingu-ya!” Tutur Sehun sambil tersenyum.

Flashback Off.

Yoonji memeluk erat Jijae yang menangis, “Tenanglah!”

Eunji melihat darah ditangan Jijae, dia menutup mulutnya karena kaget, “Apa separah itu?” Gumamnya.

Chanyeol yang ada disampingnya langsung menatapnya, “Wae?”

“Aniya. Tangan Jijae…”

“Darah? Kami sudah melihatnya.” Chanyeol kembali menatap tangan Jijae.

Eunji menatap Chanyeol, “Apa Sehun Oppa akan baik-baik saja?”

“Jangan khawatir!”

Sementara itu, Kai langsung teringat pada kejadian tadi. Memori itu terlintas begitu saja dikepalanya. Dia langsung mengepal tangannya.

Aku benar-benar tidak akan memaafkanmu. –Batin Kai.

“Tolong jaga Jijae! Dan beritahu aku jika terjadi sesuatu!” Tutur Kai pada member EXO dan langsung pergi dari sana.

“Yak! Kau mau kemana?” Teriak Suho pada Kai yang sudah menjauh.

Jijae menatap punggung Kai. Dia ingat apa yang dikatakan Kai. Dia tahu pelakunya? –Batin Jijae.

“Eonni, tolong temani Kai Oppa!” Pinta Jijae pada Yoonji.

“Aku? Wae? Memangnya dia mau kemana?” Tanya Yoonji.

“Jebal! Hentikan dia jika berbuat hal yang bodoh!” Pinta Jijae sambil menggenggam erat tangan Yoonji.

Yoonji menatap Jijae, “Baiklah. Aku pergi.” Pamit Yoonji.

Yoonji berlari, tapi tetap saja tidak bisa mengejar Kai. Taksi yang dinaiki oleh Kai melesat jauh sebelum Yoonji sampai disana.

“Ah, eotteokhae?” Bingung Yoonji.

Sementara itu, taksi yang dinaiki Kai melesat dengan cepat atas permintaannya. Beberapa menit kemudian, taksi itu sampai didepan gedung SM. Kai langsung turun dan memasuki gedung.

Kai membungkuk pada Donghae, “Bagaimana keadaan Sehun?” Tanya Donghae.

“Masih belum ada kabar. Nanti akan aku kabari, Hyung.” Kai membungkuk kecil kemudian langsung memasuki lift.

Kai sampai dilantai 4. Bukan masuk ke dalam ruang latihannya tapi dia malah membuka pintu ruang latihan Red Velvet. Para member Red Velvet kebingungan.

“Dimana Seulgi?” Tanya Kai.

“Kami tidak tahu, dia belum datang.” Jawab Wendy.

Kai langsung menutup kembali pintu itu dan kembali masuk ke dalam lift. Dia akan ke atap. Setelah sampai disana Kai tidak menemukan siapapun.

“Sembunyi dimana kau, Kang Seulgi?”

Sementara itu, Seulgi menatap wajahnya dicermin toilet. Sudah hampir 2 jam dia tidak keluar dari sana. Dia ketakutan.

Seulgi membasuh wajahnya dengan air, “Aniya, ini bukan salahku. Ini hanya kecelakaan. Jangan takut, Kang Seulgi.”

Seulgi keluar dari toilet, sedangkan Kai kembali memasuki lift. Kai menekan tombol lantai 4, kali ini dia ingin ke ruang latihannya, ada barangnya yang tertinggal.

Yoonji tergesa-gesa masuk ke dalam gedung SM. Dia melihat lift itu berhenti dilantai 4.

“Kai pasti kesana.” Gumamnya kemudian memasuki lift yang satu lagi.

Sementara itu, Seulgi masuk ke dalam ruang latihannya. Semua member menatapnya.

“Kemana saja kau, Seulgi-ya?”

Kai mendengar itu.

“Aku? Aku hanya…”

“Ah, tadi Kai mencarimu.” Ucap Irene.

“Kai?” Kaget Seulgi.

Seulgi menelan salivanya berat.

“Sikapnya benar-benar dingin tadi, tidak seperti biasanya.” Ucap Joy.

“Kau benar, Eonni.” Ucap Yeri membenarkan.

Seulgi semakin ketakutan. Dan langsung keluar dari sana. Para member kaget dan langsung mengikutinya.

Seulgi kaget melihat Kai ada disana sambil menatapnya tajam, dia benar-benar ketakutan sekarang.

“Eoh, Kai? Kau mencarinya tadi ‘kan?” Tanya Wendy.

“Eum, aku mencarinya.” Kai menatap tajam Seulgi.

Seulgi hendak pergi, tapi Kai menahannya. Seulgi meringis, kemudian menatap Kai.

“Kau mau kemana? Bukankah aku bilang aku mencarimu?” Kai masih menatap tajam Seulgi.

Member Red Velvet kebingungan dengan situasi ini. Sementara itu, Yoonji keluar dari lift dan melihat itu. Dia menghela napasnya.

Ada apa lagi ini? –Batin Yoonji.

Kai menghempas tangan Seulgi kasar, “Apa yang kau lakukan? Tidak bisakah kau berhenti?”

“Mwo? Memangnya apa salahku? Aku tidak melakukan apapun.” Elak Seulgi yang membela dirinya.

Kai menghela napasnya kasar, “Tidak mau mengaku setelah melakukan kesalahan, apa kau pikir aku buta?” Kai meninggikan suaranya dikalimat terakhirnya.

Semua orang yang ada disana kaget dengan bentakan Kai itu. Kai perlahan melangkah ke arah Seulgi, tapi Seulgi terus mundur.

Yoonji sudah tidak tahan, dia menghampiri Kai dan menghentikannya.

Kai kaget dengan kehadiran Yoonji, “Kenapa kau bisa ada disini?”

“Itu tidak penting. Aku mohon hentikan!” Tutur Yoonji.

Kai menatap Seulgi, kemudian menghela napasnya.

“Aku benar-benar tidak akan memaafkanmu seumur hidupku, Kang Seulgi. Sungguh!” Kai menatap nanar Seulgi yang gemetar.

Member Red Velvet kaget dengan penuturan Kai itu, karena yang mereka ketahui Kai dan Seulgi berteman.

“Jika sesuatu yang buruk terjadi, aku harap kau tidak pernah muncul dihadapanku lagi, karena jika kau muncul aku tidak akan tinggal diam, siapapun yang menghalangiku aku tidak peduli.” Tutur Kai.

Kai masih menatap tajam Seulgi, “Aku benar-benar menyesal pernah bertemu denganmu.”

Tiba-tiba ponsel Kai berdering, “Eoh, Hyung?”

“Mwo? Aku akan kesana sekarang.” Kai menutup teleponnya.

Seulgi menatap Kai. Apa terjadi sesuatu pada Sehun? –Batin Seulgi.

“Aku harap ini pertemuan terakhir kita.” Ucap Kai sambil menatap Seulgi.

Real Life of Idol – Open your eyes

“Yak! Kenapa kau terus berlari saat aku memanggilmu tadi?” Geram Yoonji.

“Aku ingin pergi sendiri.”

“Kau tahu? Kalau tidak ada van Section aku tidak bisa mengejarmu. Aku ‘kan takut naik taksi.” Tutur Yoonji.

“Takut naik taksi? Yak! Supirnya tidak akan menculikmu, dia tidak akan untung walaupun menculikmu.” Canda Kai.

“Yak!” Yoonji memukul pelan lengan Kai.

“Tapi… Ada apa denganmu dan Seulgi?” Tanya Yoonji penasaran.

Kai hanya menatap Yoonji tanpa menjawab pertanyaannya.

“Yak! Cepat jawab!” Desak Yoonji.

Kai menundukan kepalanya. Yoonji menghela napasnya, kemudian berfikir sendiri tentang hal itu. Mencoba menebak kira-kira apa yang terjadi.

Yoonji membelalakan matanya, “Apa ini ulahnya?” Tanya Yoonji.

Kai menatap Yoonji.

“Apa dia yang membuat Sehun dan Jijae seperti ini?” Tanya Yoonji, “Jawab aku!” Yoonji menatap Kai.

Kai mengangguk.

“Dasar keterlaluan! Seharusnya kau katakan sedari tadi. Jadi aku bisa menjambak rambutnya. Ah, menyebalkan!”

Real Life of Idol – Open your eyes

Kai dan Yoonji berlari menghampiri mereka semua, “Hyung, otte?”

“Dokter ingin bertemu denganmu, Jijae sudah ada disana. Pergilah!” Ucap Suho.

Kai mengangguk, kemudian langsung pergi ke ruangan Dokter. Kai mengetuk pintu itu, kemudian membukanya perlahan. Jijae terlihat juga disana. Kai langsung membungkuk dan masuk ke dalam ruangan lalu duduk disamping Jijae.

Jijae menundukan kepalanya, Kai menyadari itu, “Jijae-ya, wae? Apa yang terjadi?” Khawatir Kai.

“Ini salahku.” Lirihnya yang kemudian meneteskan air matanya.

“Ini belum pasti. Kita hanya bisa berharap untuk kesembuhannya.” Ujar Dokter.

Kai semakin bingung, “Dokter, sebenarnya ada apa?” Tanya Kai.

“Pertama, aku memanggilmu dan Jijae karena kalian yang berada disana. Tapi karena kau tidak ada tadi, jadi aku hanya memanggilnya. Aku sudah menjelaskan semuanya padanya.” Tutur sang Dokter.

Jijae terus menangis.

“Apa keadaannya buruk?” Tanya Kai.

“Kepalanya terbentur cukup keras, kami belum bisa memastikan karena dia belum siuman.” Tutur Dokter itu.

“Apa ada kemungkinan… Amnesia?”

“Mungkin saja.” Ucapan Dokter itu sontak membuat tangisan Jijae semakin menjadi.

Kai menatap Jijae yang terus saja menangis. Dia juga ingin menangis sekarang, tapi jika dia menangis, Jijae akan semakin terlarut. Dia tidak mau itu terjadi.

Kai menepuk-nepuk bahu Jijae, “Tenanglah! Aku yakin Sehun akan sembuh.”

Real Life of Idol – Open your eyes

Kai berdiri didepan pintu ruang inap Sehun. Kai menatap Jijae yang setia menggenggam tangan Sehun, Jijae terus menatap kekasihnya itu, dan sesekali menangis. Dari sini Kai bisa melihat mereka dengan jelas karena pintu ini terbuat dari sebagian kaca.

Kai menghela napasnya, “Bangunlah, Sehun-ah.” Gumam Kai.

Kai membuka pintu itu, “Kau mau makan apa?” Tanya Kai.

“Gwenchana, aku tidak lapar.” Balas Jijae.

“Kalau kau tidak mau makan, kau akan sakit dan tidak bisa menjaga Sehun. Kau mau seperti itu?” Ujar Kai.

Jijae hanya menatap Kai.

“Aku pergi cari makanan dulu.” Pamit Kai.

Jijae kembali menatap Sehun, “Oppa, ireona! Jangan tertidur seperti ini! Apa kau tidak merindukanku?” Gumam Jijae.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, Jijae melihat seorang suster masuk.

“Permisi. Ini barang-barang milik pasien.” Tutur sang suster.

“Kamsahamnida.” Ucap Jijae.

Suster itu pergi setelah membungkuk kecil pada Jijae.

Diantara barang-barang Sehun itu, Jijae melihat barang yang tidak asing. Jijae mengambil ponsel milik Sehun. Jijae menatap gantungan ponsel Sehun.

“Ini?” Kaget Jijae, kemudian menatap Sehun, “Kau masih menyimpannya?” Jijae tersenyum tapi juga ingin menangis.

Jijae mengeluarkan bandul kalung yang ia pakai, bandul itu berbentuk huruf ‘OSH’.

“Aku tidak menyangka kau masih menyimpannya, Oppa.”

Flashback On.

Jijae tersenyum sambil menatap kedua bandul didepannya.

“Yak! Berhenti menatap benda itu!” Gerutu Eunji.

Jijae hanya mempoutkan bibirnya.

“Cepat bungkus! Lalu berikan padanya.” Ucap Eunji.

Jijae mengangguk dan mulai membungkus hadiah yang akan ia berikan pada Sehun itu.

Jijae dan Eunji mengintip Sehun yang sedang makan seorang diri dikantin. Sehun pergi beli minuman. Jijae berlari dan menaruh hadiahnya di samping piring makanan Sehun.

Tak lama kemudian, Sehun kembali dan melihat sebuah kotak disana. Hanya melihatnya dan melanjutkan makanannya.

Jijae mempoutkan bibirnya, “Apa dia tidak akan menerima kado itu?”

Sehun sudah menyelesaikan makannya, kemudian dia membawa kado itu pergi. Jijae yang melihat itu langsung senyum tak karuan.

“Dia membawa kado itu. Omo!” Histeris Jijae.

Flashback On.

“Aku tidak tahu kalau kau menjadikannya sebuah gantungan ponsel seperti ini. Berbeda denganku, aku menjadikannya sebuah kalung. Lihatlah, inisialmu selalu aku pakai!” Tuturnya sambil menatap Sehun yang bahkan tidak akan bisa menjawabnya.

“Cepatlah sembuh! Aku berjanji akan menjadi lebih baik saat kau sembuh. Aku mohon bangunlah!”

Real Life of Idol – Open your eyes

Jijae memeriksa makanan yang ia bawa dengan sebuah paper bag.

“Sudah lengkap.” Seraya berjalan dikoridor Rumah Sakit.

Jijae melihat Kai yang berdiri didepan pintu ruang inap Sehun sambil menatap ke dalam ruangan.

“Kenapa dia berdiri disana?” Heran Jijae yang kemudian menghampiri Kai.

“Oppa? Kenapa kau berdiri disini?” Tanya Jijae.

Kai menengok ke arah Jijae, kemudian kembali menatap ke dalam ruang inap Sehun. Jijae juga langsung melihat ke sana.

Jijae kaget saat melihat seorang wanita didalam sana sambil menangis, “Apa Beliau… Adalah Eomma-nya Sehun Oppa?” Tanya Jijae ragu-ragu.

Kai mengangguk.

Tiba-tiba saja Eomma-nya Sehun beranjak keluar dari ruang inap. Jantung Jijae berdebar begitu kencang. Banyak hal penyebabnya, mulai dari ini pertemuan pertama mereka dan Jijae-lah alasan Sehun seperti ini. Dia takut Eomma-nya Sehun akan memakinya.

Jijae membungkuk pada Eomma-nya Sehun saat Beliau keluar dari sana, begitupun juga dengan Kai. Eomma-nya Sehun menatap Jijae.

“Apa kau… Yang bernama Jijae?” Tanyanya pada Jijae yang menundukan kepalanya.

Jijae menatap Eomma-nya Sehun, “Benar. Annyeonghasseyo.” Sapa Jijae.

Eomma-nya Sehun tersenyum, “Senang bertemu denganmu, Jijae-ssi.”

Jijae kaget sekaligus senang mendengar itu, “Ne?”

“Aku tidak pernah menyalahkanmu. Aku tahu semua tentangmu, Sehun selalu cerita tentangmu. Aku berterima kasih dan minta maaf padamu jika dimasa lalu Sehun berbuat hal yang mengecewakanmu. Tolong jaga dia!” Tutur Eomma-nya Sehun dengan begitu lembut.

“Aku akan selalu menjaganya, Eomoni.” Balas Jijae.

“Eomoni, Anda tidak perlu khawatir. Aku juga akan menjaga Sehun.” Kai tersenyum pada Eomma-nya Sehun.

“Gomawo, Kai-ya. Terima kasih sudah akur dengannya lagi, aku selalu memarahinya karena itu.” Ucap Eomma-nya Sehun yang membuat Kai tersenyum canggung.

Sudah akur? Apa maksudnya? –Batin Jijae.

Real Life of Idol – Open your eyes

Seulgi turun dari van dan menatap Rumah Sakit didepannya ini. Dia menatap sebuket bunga yang ia pegang, kemudian kembali menatap Rumah Sakit itu.

Dia ragu-ragu untuk masuk ke dalam. Tapi tak berapa lama dia memantapkan hatinya untuk masuk. Akhirnya dia masuk dan sampai didepan ruang inap Sehun.

Dia melihat Jijae yang ada didalam dan menjaga Sehun. Dia menatap Sehun yang masih tertidur selama 3 hari ini. Seulgi menundukan kepalanya.

Sementara itu, Kai yang baru saja kembali ke ruang inap Sehun, melihat Seulgi berada disana membuat langkahnya terhenti. Dia melihat Seulgi yang membawa sebuket bunga dengan wajah penuh kesedihan. Kai menghela napasnya.

“Gadis itu…” Kai hendak menghampirinya.

TBC

KOMEN JUSEYO~

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Real Life Of Idol ( Chapter 11)”

  1. Kenapa aku merasa sehun bakalan amnesia,
    Lupain jijae dan seulgi manfaatin waktu itu
    Huwaaaaa andweeee 😔😭
    Btw kai ma yoonji aja deh,,seulgi kelaut aja sana 😤
    Next juseyo

  2. ahhh gimana ini..aku baper…sehun! ireonaa! jangan membuatku khawatir…jangan sampai amnesia hun-a…aku menyayangimu!!! kkk~~~ drama apaan ini..

    aduhhh bergidik baca chap ini..
    next..yaa

  3. astagaaaa jangan jadiin sehun amnesia dong😢😢udah bagus mereka jadian,malah kena musibah..tp gapapa sih biar makin seru😂😂*plakk
    nah tuu kai sm yoonji aja kl gitu😉😂
    seulgi bener2 deh jahattt bgt..kan jd nyesel liat sehun ky gitu..apa lg yg mau lo lakuin ke sehun sm jijae..kapok dong
    next kak gpl ya😆seneng deh akhirnya dipost jg ff ini🙌
    FIGHTING!💪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s