[EXOFFI FREELANCE] In The Car (Ficlet)

In The Car-

 

 

In The Car

 

Author : Annonwoo

Song Yena (OC) and Byun Baekhyun (EXO)

Other Cast : can you find yourself.

Fluff, Romantic, School Life | PG

Ficlet

.

 ©2016

.

.

.

“Tenang saja balas budi telah di siapkan.”

.

.

.

::::::::::

Yena POV:

Awalnya begini

Ketika aku sudah duduk di kursi untuk menyantap dadar gulung dengan seragam rapi pun harum menyerbak hendak pergi sekolah, Tiba-tiba  telingaku langsung di suguhi sapaan suara paruh baya_yang tak lain adalah ibuku dengan apron coklat melilit pada tubuh berisinya_lantas di balas dengan senyum manis di bibirku. Aku pikir hari ini akan menjadi yang terbaik sepanjang masa seperti sebelumnya, dengan bukti malam hari tertidur dengan pulas, bangun dengan sendirinya tepat sesudah fajar (khusus untuk yang ini biasanya aku selalu bangun siang), lalu ibu yang memasak dadar gulung kesukaanku_yup itu yang ku pikir. Setidaknya, sebelum ibuku melanjutkan apa yang beliau katakana yang lantaran buat bahuku menurun dengan lemas.

“Ayahmu sudah berangkat 10 menit yang lalu, sepertinya ada meeting pagi. Katanya dia minta maaf.”

 

Benar seperti itu awal pagi ku.

Yeah… kalau kejadiannya begitu sepertinya aku lebih tenang naik bus walau harus berdesak-desakan dengan penumpang lain yang hendak sekolah ataupun kerja daripada berakhir numpang di-mo-bil-o-rang-la-in.

Oh God! Dan aku baru tahu kalau pemilik mobil yang ditumpangiku rupanya milik Son Eunseo, si tuan Putri, anak yang di bicarakan murid kelas dengan intonasi ibu-ibu rumpi, Putri dari Tn dan Ny Son pemilik sekolah yang dikenal dengan para lulusannya yang di kirim kuliah ke luar negeri (Itu sekolahku dan dia, omong-omong) Gadis yang berpolah dingin, menyebalkan, angkuhnya minta ampun, pedas nya tak tertolong dan apapun itu (aku tak begitu mendengarkan rumpian orang).

Dan disini lah aku sekarang, di dalam mobil, bersama sang putri, ummm dan… sepupunya juga. Kebetulan yang sangat sukses sehingga membuatku mengumpat sekaligus menyesal telah mengikuti usulan ibu agar menumpang pada tetangga baru di sebelah_yang sialnya memang Son Eunseo.

Aku menyesal kembali tatkala mendapati pemuda berperawakan sewajarnya di dalam mobil yang ku tumpangi ini. Iya dia sepupunya Tuan putri. Maksudku, kenapa dari sekian banyak sepupu yang di miliki Eunseo harus pemuda tampan nan manis di pandang itu? Kenapa pemuda yang tampan nan manis itu harus senior Byun? Kenapa sepupu Eunseo harus senior Byun yang akhir-akhir ini aku sukai? Kenapa dia ada disini? Kenapa? Kenapa? Oh tidak! Lengkaplah sudah penyesalan ku.

Nah… sekarang aku sudah duduk di dalam mobil bersama mereka, berharap ada sapaan menyeruak untukku yang baru datang. Ya… berharap, hanya berharap saja tidak lebih maupun sebaliknya, karena aku tahu betul dia tak akan melakukannya. Kenapa apa? Ya karena hal seperti itu tak pernah ada di dalam kamus seorang Seo Eunseo-menyapa orang terlebih dahulu. Boro-boro sapaan, menoleh secuil pun tidak, mereka sibuk dengan tugasnya masing-masing, senior Byun dengan kertas-kertasnya, Tuan putri dengan Handphonenya.

Huh! Seingatku yang angkuh itu hanya Tuan putri seorang, tapi kenapa sepupunya jadi ikut-ikutan?.

Aku mendengus samar. Berkumpul dengan orang-orang ini sangat tak sedap, apalagi kalau di campur dengan rasa canggung_ini hanya untuk ku_sekaligus hening. Apakah benar tak ada secuil pun embel-embel kenalan?, Lihatlah… Senior yang telah membuat jantung ku berdetak melebihi abnormal selama satu pekan akhir pun tak kalah bisunya, dia benar-benar tak menoleh barang seinci (yang sekarang membelakangiku. Dia duduk paling depan dengan supir) dari kertas-kertas putih itu.

Memang, sebentar lagi Ujian akhir akan di laksanakan. Mengingat senior Byun ada di tahun terakhir sekolah menengah, ya tapi tidak segitunya juga dia mengacuhkan seorang tamu. Biasanya dia selalu tersenyum ramah pada gadis-gadis di sekolah ataupun asing, dia mudah bergaul, selalu banyak topik yang akan ia gunakan, itu yang ku kenal dari sosok nya, sekarang kenapa dia begitu acuh? Seolah-olah dia memang benar-benar sedang sib_

Ahh… benar, mungkin dia sedang sibuk, aku lupa kalau dia peringkat satu di angkatan kelas tiga sekarang. Hal ini sangat wajar jika dia harus belajar keras untuk kelulusannya beberapa bulan lagi. Tenang lah Yena, Iya… Byun Baekhyun tidak sejahat itu, kok.

Lima menit pun berlalu. Dan suasana di dalam mobil masih datar-datar saja. Sungguh! Ini bukan tipikal seorang Song Yena, yang hanya tercenung sendirian menanggapi suara dari balikan-balikan kertas sebagai latar musik pagi hari. Apa harus aku yang pertama buka suara? Apa harus aku yang memulai konversasi awal? Mungkin tidak, wajah mereka saja tidak bersahabat untuk diajak mengobrol dan aku pun sudah tak peduli dengan keheningan ini. Baiklah, biarkan saja seperti ini sampai mobil yang kutumpangi tiba di depan gerbang sekolah.

 

Srettt

 

Ekor mataku langsung menangkap gadis di sebelah menghempaskan Handphone miliknya. Air mukanya menyaratkan akan kejengahan. Sekon kemudian gadis itu menengok ke arahku, sama cepatnya dengan ekor mataku menghadap ke depan seperti semula_seolah tak ingin ketahuan.

“Kau mengenalku bukan?” Rasa gengsi milik tuan Putri tak bertahan lama rupanya.

“Yena, kau temannya Kim Jongin, kan?” Ucapnya lagi. Kontan membuatku menganggukan kepala yang saat itu sudah menatapnya. Dia kenal aku dan kenapa dia bicara soal Jongin sahabatku?

“Baiklah, kalau begitu kenalkan aku padanya.”

Seperkian sekon kemudian rahangku turun dengan konyol. Aku terkejut bukan main. Ah, Sekarang aku tahu mengapa dia di sebut-sebut sebagai Putri Jeseon. Tidak hanya wajah rupawan dan bersifat angkuh, rupanya dia juga tak suka basa-basi (langsung intinya) atau_kalau di drama saeguk_perintah seorang putri yang harus dipatuhi.

“Tenang saja balas budi telah di siapkan.”

Dia berucap kembali setelah tujuh detik yang lalu tak ada secuilpun reaksi dariku. Karena aku terlalu terkejut. Ohh… tentu aku terkejut, bagaimana bisa? Bagaimana bisa seorang Son Eunseo menyukai Kim Jongin yang terkenal dengan tolakan mautnya itu. Kalian tahu? Jongin itu tak dapat di luluhkan, separuh pun tak akan bisa, acap kali aku mendengar ocehan pun rengekan beberapa gadis yang di tolak cintanya oleh Jongin, lalu berakhir dengan sang gadis menangis di hadapanku salagi kedua tangannya menggenggam tangan ku atau gadis itu mememarahiku dengan amarah yang menggebu-gebu layaknya hutan kebakaran_alasannya? Yeah… mungkin karena aku seorang gadis yang paling dekat dengan Kim Jongin, jadi kemungkinan besar mereka melampiaskannya padaku.

“Diam, ku anggap iya.” Baiklah sepertinya ia semakin jengkel dengan aku yang semakin melohok tertohok, sehingga ia dapat menyimpulkan seenaknya.

“Baiklah… balas budi ku begini.” Gadis angkuh itu mulai bersedekap, terpatri dengan jelas kalau dia sedang menyeringai samar. Dan aku hanya diam juga malas mendengarkan.

“Minggu jam 2 siang, tunggulah di rumahmu. Tepatnya di lapangan tenis milikmu.” Dia mulai berucap bak tuan Putri sebagai pembukaan untuk balas budi, ta-tapi… balas budi apa ini!? Kenapa lapangan tenis kesayangan ku harus di sangkut pautkan? Benar-benar gadis ini!

Jengah, aku memutar bola mata karena harus mengikuti keinginan Tuan Putri yang meluncur barusan sampai ketika…

“Kak Baekhyun akan kesana. Dia tidak ada teman bermain sejak pindah rumah kesini.”

…sebuah kalimat penuh kelugasan meluncur dari mulut Eunseo.

 

Matilah aku! Sejak kapan dia jadi mata-mata?

 

Oh, dia menang, tersenyum puas, dan aku berusaha tak terlihat seperti orang bodoh sekarang.

“Kak pindahlah kebelakang, aku ingin di depan dengan Pak Jung! Pak Jung fokus saja dengan jalan, jangan menguping apapun! Oke!?”

Ini kalimat terpanjang kedua yang kudengar dari bibir Tuan putri. Detik kemudian senior Byun sudah berada di luar setelah Pak Jung menepikan mobilnya di sisi jalan. Ku lirik gadis di sebelahku  dengan wajah… entahlah, aku tak bisa menggambarkannya.

“Tenang lah aku akan memakai Earphone, jadi bicaralah sepuasmu dengannya.”

Dagunya ia layangkan pada sosok pemuda di luar selagi telinganya di sumpal Earphone juga bibirnya yang tersenyum samar. Lalu segera membuka pintu dengan semangat (kurasa aku melihatnya begitu) bersamaan dengan munculnya pemuda tampan nan manis itu yang akan masuk. Oh Tuhan! siapa saja tolong ingatkan aku untuk berkedip!

Aku tak biasa melihatnya sedekat ini.

“Gadis itu kalau sudah ada maunya pasti sangat merepotkan. Kenapa pakai pindah bangku segala? Oh, Sampai mana tadi? Astaga sampai mana aku bacanya? Aish!. Ah-dasar Eunseo, dia sangat merepotkan, kalau tahu begi_….. E-eh. Hei…?”

Dia mengibas-ngibas tangannya ke depan wajah ku dengan kedua alis mengkerut dalam. Perlahan-lahan kepala ku mulai di putar ke depan, aku tersenyum canggung setelah menatap nya sebentar. Mati lah aku! Pasti ini gara-gara aku yang terlalu lama menatapnya, sehingga akhirnya dia meluncurkan tatapan aneh pada ku.

“Maaf Sunbae.” Aku berucap selagi kepalaku menunduk dalam. Rambut-rambut yang ku gerai, tanpa sengaja berjatuhan sehingga rambut ini menutupi sebagian wajah ku yang memang saat itu sedang meronanya karena malu. Kudengar dia sedikit tertawa.

“Detak jantung mu sangat keras”

 

Hah!

Kami menoleh secara bersamaan. Dia tersenyum kepada ku, dan aku hanya memandang wajahnya seperti orang bodoh.

“Kau pasti sangat menyukai ku, ya? Nona Song.”

Omma!! Dia… Senior Byun… Ahh… Rasanya aku ingin mati saja.

 

Fin.

 

 

A’N:

Aaaa… Baekhyun kesayangan #pelukbaekhyun. Aku mambawa Ficlet lagi, kali ini abang baekhyun favorit aku. Sebenernya ini adalah ff pertama ku yang ada di laptop, takut tulisannya kurang di mengerti, atau bahasanya kurang paham, atau ceritanya aneh atau emang tulisan akunya jelek? L , maaf kerena aku masih dalam tahap pembelajaran. Paham kan ceritanya? Udahlah pahamin aja #maksa. Tadinya agak bingung yg ini mau di publish atau gak, tapi daripada bulukan di laptop mending publish aja sekalian. Yaelah, maaf aku ber’note tak berguna gini, maaf endingnya aneh, but… terimakasih sudah mampir di ffku yang palingg… absrud ^^ see you next fic…

 

Muchlove

Annonwoo

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] In The Car (Ficlet)”

  1. Ohooo knp nggk di buat chapter aja kak? ceritanya lucuu… itu untung si Yena gak pingsan ya wkwk 😀 suka sm karakternya Baekhyun :v keep writing kak! 😉

    1. Ohooo /ikutan :D/. Klo buat chap, syang nya aku udah gk punya ide /Plak/ tapi makasih yahh udah suka dan mampir ke fic recehan ini.

  2. Pft sekali ente wewen… si baek na malu malu meong*bhaks
    Itu mah doangna detak jantung si yena di kasih speker makanya ampe kedengeran ama si baek. Wkwkkwkw……
    Keep writing and fighting dongsaeng!!!

    1. Siapa yang malu…? Perasàan di sini yg malu itu si yena deh… ck ck ck.. makanya teh simak baik-baik ceritanya…
      Tapi makasih yaa udah sempet mampir… walaupun di reallife nya sempet gk ada kabar..^^

    2. Bhaks ternyata yang membuka pintu dengan semangat si eunso bukan si baek wkwkwk
      Tapi na sama bae lah, si baek nya juga pasti mau*pftmaksa
      Iya sama sama
      Aku tadi ada tambahan pelajaran,jadi na te ka pondok*soksibuk

    3. Yaa.. kita gk tau gimana respon si baek, blm tentu si baek nya mau :p /bhaks/ kan ini gk ada lanjutannya… kita gk bakalan tau.
      Aku gk ngarep kamu dateng ke sini loh melonnn… dari awal kita kan lagi saling menjauh. HAHA /evillaugh/

  3. Astaga Byun Baekhyun ….
    Segitu keras kah detak jantungnya si Yena sampe Baekhyun denger :o:o.
    Sequel sequel.
    Keep writing ya fighting ;);).

    1. Iya seperti kata komen di atas, hati yena itu udah di pasang speaker, jadi kedengeran deh /gak/
      Makasih yaa… tapi aku gk mau bikin sequel… karena otak bener-bener udah buntu..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s