[EXOFFI FREELANCE] FALL (Chapter 1)

13774835_1810256485871904_1540696732_n.jpg

 

Author:

Seinyeohyun(@Hyerimnim1)

Tittle:

Fall

Main cast:

 -Oh Sehun(exo) -hwang Sejin(oc/you)

Support cast:

-All EXO member, -Kim Shinwa, Jung soojung -and other

Genre:

School life,Drama,Fluff, my be Sad, Romance.

Rating:Teen

PG:17

Lenght: chapter

 

~summery~

Sejin pernah mengalami rasanya jatuh cinta , tapi cinta itu juga yang memberinya rasa sakit yang begitu mendalam baginya. Sehingga gadis itu trauma akan yang namanya cinta.

 

Sehun adalah laki-laki yang tampan , tentu saja dia adalah most wanted disekolahnya , playboy itu juga dia. Bahkan namja itu memiliki kepintaran diatas rata-rata.

 

 

Seorang gadis sedang menarik kopernya yang besar menuju sebuah asrama disekolah ternama diSeoul.

 

ya…Gyeong gi high school , sekolah ini menjadi sekolah favorit di Seoul karena prestasi dan kegiatan yang mereka lakukan selalu membuat orang menatap kagum apa yang sudah mereka kerjakan.

 

Kembali kegadis tadi , dia sudah sampai pada sebuah kamar dengan nomor 297 . Dengan santainya gadis itu mengeluarkan sebuah kunci disakunya lalu mencolokkannya pada lubangnya.

 

Cleck~~pintu itu terbuka , sudah terdapat beberapa perabotan yang disiapkan oleh suruhan orang tuanya.

 

Setelah selesai merapikan barang-barangnya , gadis itu keluar dari kamarnya. Mengelilingi sekolah tidak ada salahnyakan , lagi pula ini hari minggu banyak murid yang pulang kerumah. Jadi sekolah sedikit sepi.

 

Dia menatap kesekeliling sekolahnya dengan tatapan dingin. Kemudian kembali melanjutkan jalannya. Sampai tiba-tiba sebuah bola bassball menggelinding menuju kakinya. Gadis itu mengambil bola itu lalu menatap kesekelilingnya.

 

‘tidak ada orang’batinnya ,saat gadis itu ingin melempar bola itu kembali seseorang menahan tangannya. Mata mereka bertemu beberapa saat , namun gadis itu langsung memutuskan kontak diantara mata mereka.

 

“lepaskan” ucap Sejin -gadis itu- dingin , lalu membuang pandangannya.

 

“jangan salah paham , aku hanya ingin mengambil bola yang ada ditanganmu itu” ucap seorang namja tinggi yang sedang memakai pakaian bassballnya. Astaga Sejin benar-benar bodoh , apa yang sudah ia pikirkan.

 

“ambillah” tanpa mengatakan apapun lagi , gadis itu langsung pergi tanpa mempedulikan panggilan namja itu.

 

“aneh dan….menarik” namja itu kemudian hanya menggidikkan bahunya lalu kembali kelapangan bassball.

FALL

FALL

FALL

FALL

FALL

Pagi sudah kembali menyapa penduduk Seoul hari senin ini. Semua kembali keaktivitas masing-masing. Termasuk Sejin yang sudah memakai seragamnya.

 

“aku pergi dulu , kau keruang seonsaengnim dulukan?” Sejin hanya mengangguk menanggapi teman sekamarnya yang baru yaitu Soojung a.k.a Krystal.

 

Setelah selesai dengan kegiatannya Sejin langsung menggendong tasnya lalu pergi.

 

 

Seluruh mata saat ini tertuju pada seorang gadis cantik yang berdiri didepan mereka bersama seorang guru.

 

“anak-anak kita kedatangan murid baru , namanya Hwang Sejin. Dia pindahan dari Busan art High school, silakan na’ perkenalkan dirimu sendiri” Sejin mengangguk kepada Han seonsaengnim.

 

“Aku Hwang Sejin” gadis itu membungkuk pada teman-teman barunya.

 

“perkenalkan diri kalian masing-masing” perintah Han seonsaengnim.

 

“aku kim joonmyeon , ketua kelas 12 b. Senang bisa berteman denganmu Sejin_ssi”

 

“aku Jung Eunji , senang mengenalmu Sejin_ssi”

 

“aku Jaehyun , kau bisa memanggilku Jae atau apa saja. Asal jangan orang gila” beberapa murid tertawa.

 

“Aku Kim Taehyung , most wanted disekolah ini” sontak saja ucapan Taehyung tadi dihadiahi sorakan mengejek dari teman-temannya.

 

“aku Kim Shinwa , Bangapta”

 

“aku Jung soojung , teman sekamarmu”

 

“hai cantik…aku Park Chanyeol , kau bisa memanggilku chagi ,honey , baby” kembali sorakan mengejek menghiasi kelas.

 

“ya…kenapa kalian sirik eo? Aku jomblo sekarang”

 

“aku Byun Baekhyun , kita bisa makan siang bersama nanti”

 

“wooooo….GENITTT”

 

“aku Kang Seulgi , bangapta”

 

“aku Son Wendy , bangapta . Semoga kita jadi teman baik”

 

“aku Wu Yi fan , Kau bisa memanggilku Kris atau Yi fan”

 

“aku Huang Zi Tao , kau bisa panggil aku Zi tao”

 

“aku Lee Haeri , bangapta”

 

“aku Park Jiyeon”

 

“aku kim jong in , kau bisa memanggilku Jong in oppa”

 

“wooo”

 

Kali ini tatapan mereka bertemu kembali.

 

“aku tidak perlu berkenalan denganmu , kau pasti tau aku” gadis itu mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.

 

“sudahlah , kau duduk dikursi sebelah namja itu.” ucap seonsaengnim

 

Sejin hanya mengangguk lalu duduk disebelah namja itu , sedangkan sang namja hanya tersenyum menang menatap Sejin.

 

“baiklah , kita mulai pelajaran hari ini” setelah itu semua fokus pada pelajaran Han seonsaengnim.

 

 

Sejin memberesi buku-bukunya , tapi sebuah buku mendarat begitu saja didepannya.

 

“pakailah , kau begitu payah dalam pelajaran matematika. Berapa IQmu eo?” Sejin hanya melotot tanpa mengambil buku yang disodorkan namja itu.

 

“tolong pergilah , urus urusanmu sendiri” Sejin beranjak pergi , namun tangannya kembali di tahan namja itu.

 

“aku membantumu , kenapa kau sombong sekali?” ucap namja itu sedikit kesal.

 

“aku tidak butuh bantuan siapapun , jangan menggangguku lagi. Tuan tanpa nama” namja itu melotot mendengar setiap kata yang dilontarkan gadis didepannya. Sejin pergi tanpa menghiraukan panggilan namja itu.

 

 

“ya…ya kau tau ada murid baru dikelas 12b , aku melihatnya berbicara dengan Sehun oppa. Tapi apa kalian tau apa gadis itu , dia berbicara begitu dingin dengannya. Heol dia pikir dia siapa?bersikap seenaknya” ya…kira-kira itulah serangkaian kata yang bisa ditangkap Sejin.

 

‘jadi nama namja itu Sehun , pasti dia terkenal. Ahhh…apa peduliku ,dia namja gila’ batin Sejin setelah itu dia kembali melanjutkan makannya.

.

.

.

 

.

Atap sekolah menjadi tempat Sejin untuk mengasah otaknya yang begitu tumpul itu , ya…ini sebuah fakta bahwa gadis itu begitu payah dalam pelajaran. Berbanding balik dengan sikap dinginnya yang lebih cenderung sering dipakai oleh para murid-murid pandai biasanya , tapi Sejin sebaliknya.

 

Disana gadis itu mengeluarkan beberapa materi yang dibahas hari ini , kembali mengulangnya karena boleh jujur , pelajaran yang diterangkan gurunya tadi kira-kira hanya 20% yang dapat iya cerna , sisanya Nihil.

 

“ahhh…kenapa otak ini” ucap Sejin sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.

 

“hei bodoh…kau akan membuat otakmu semakin bebal kalau kau terus mengetuknya” sontak Sejin langsung memalingkan wajahnya mencari asal suara tadi.

 

“kau?” Sejin menatap tak suka kepada namja itu.

 

“aku tidak percaya , gadis bodoh seperti mu bisa berwajah orang jenius eo?” gadis itu lebih memilih memberesi bukunya dan ingin beranjak pergi.

 

“hei ayolah…kau gadis pertama yang menolak kehadiranku. Apa aku seburuk itu eo?” namja itu mulai frustasi dengan sikap Sejin.

 

“benarkah? Itu berarti aku gadis yang cukup pintar untuk memilih namja yang baik dan yang mana yang ‘BERBAHAYA’” Sejin menekan kata berbahaya pada kalimatnya.

 

“woww , kau menganggapku ‘BERBAHAYA’ ? Kita lihat seberapa ‘BERBAHAYA’nya aku?” namja itu menarik tangan Sejin hingga gadis itu menjadi begitu dekat dengannya.

 

“Se-sehun_ssi , lepaskan” berontak Sejin.

 

“ou…jadi kau sudah tau namaku , tentu saja kau juga tau seberapa populernya aku” Sehun semakin mendekatkan wajahnya kearah Sejin.

 

“aku suka bibir tipismu , terlihat begitu manis” gadis itu terbelalak lalu segera memberontak.

 

“ya…lepaskan”

 

“aku akan melepaskanmu , jika kau mau jadi FAKE GIRLFRIEND ku. Eotthe?” tanya Sehun dengan senyum nakalnya.

 

“mwo?kau gila. Shireo…cari saja gadis lain. Aku bukan gadis yang pandai berakting dan berpacaran , carilah yang lebih lihai” Sehun semakin mendekatkan wajahnya.

 

“tapi hanya kau yang tidak menyukaiku , jadi jawablah atau aku akan menciummu” Sejin semakin gelisah. Keduanya benar-benar dekat saat ini. Dengan terpaksa Sejin menjawabnya.

 

“a-arraseo…” Sehun tersenyum menang setelah itu , bibir namja itu sudah menyapu lembut bibir Sejin . Membuat gadis itu teerkena serangan jantung dadakan.

 

Sehun melepaskan ciumannya terdengar suara kecupan mereka diakhir ciuman itu.

 

“itu hadiahmu karena menerimaku , terima kasih” setelah itu Sehun meninggalkan Sejin yang mematung.

Gadis itu dengan tangan bergetar menyentuh pelan bibirnya. Beraninya namja itu menyentuhnya , tapi apa daya ia bahkan tidak mampu mengerakkan tubuhnya.

.

.

.

.

.

.

Sejin berjalan dikoridor sambil membaca materi pelajaran matematika hari ini , tiba-tiba seseorang merangkul bahunya.

 

“selamat pagi sayang” sontak saja ucapan orang itu membuat riuh dikoridor.

 

“kau dengar , apa yang dikatakan Sehun oppa?”

 

“apa mereka berkencan?” Sejin memandang kearah Sehun , yang dipandang malah tersenyum manis kearahnya.

 

“dengar teman-teman semua , mulai hari ini Hwang Sejin resmi menjadi kekasih Oh Sehun” semua yang ada disana memekik kaget , bahkan ada yang pingsan.

 

“jadi jangan pernah seorang pun dari kalian yang mengganggunya. Kalau tidak kalian akan berhadapan denganku” semua mengangguk paham . Setelah itu Sehun merangkul Sejin menuju kelas mereka.

 

 

Istirahat tiba , Sejin memilih untuk pergi keperpustakaan . Oke …ia harus belajar sekarang , dulu dia hanya santai dan menganggap pelajaran itu remeh. Lalu ini lah hasil yang ia tanam .

 

“kau melupakan makan siangmu” sebuah suara berat menggema disetiap sudut perpustakaan yang saat ini begitu sepi.

 

“aku tidak lapar , dan jangan menggangguku” tapi namja itu tidak mengindahkan ucapan Sejin . Ia malah duduk dihadapan gadisnya , menatapnya lekat dengan tangan kanan menumpu dagunya.

 

Gadis dihadapannya menyelipkan rambut lurusnya kebelakan telinganya lalu menatap kesal ke arah namja itu.

 

“kenapa kau menyuruhku jadi FAKE GIRLFRIEND mu eo?” tanya Sejin akhirnya. Yang ditanya hanya tersenyum miring.

 

“aku ingin menunjukkan pada seseorang bahwa aku bisa lepas dari bayang-bayangnya , namun pada kenyataannya aku belum bisa lepas dari” Sejin semakin mendatarkan tatapannya lalu kembali fokus pada buku dihadapannya.

 

“ya…kau mendengarku bercerita atau tidak?” gadis itu hanya menggidikkan bahunnya acuh.

 

Sehun tertawa meremehkan “cihh…aku baru pertama kali melihat orang bodoh berwajah jenius , memang tidak bisa dipercaya.” kali ini Sejin mendongakkan kepalanya. Lalu

memberesi buku-bukunya.

 

“kau mau kemana?” tanya Sehun melihat Sejin mulai memberesi bukunya.

 

“kemana aku pergi itu bukan urusanmu” Sejin beranjak dari kursinya. Namun baru dua langkah gadis itu beranjak , tangan besar Sehun menahannya lalu menarik tangan gadis itu hingga saat ini dia sudah berada pada jarak yang begitu dekat dengannya.

 

“lepaskan…kau mau aku berteriak” Sehun tersenyum miring.

 

“berteriaklah sepuasmu , tidak akan ada seorang pun yang akan menolong mu sayang” Sejin mulai panik , matanya menelisik kesana sini mencari jalan keluar.

 

“kumohon Sehun_ssi lepaskan aku” Sehun tersenyum menang semakin mendekatkan wajahnya.

 

Cup~lagi bibir Sehun menyesap bibir Sejin , gadis itu terbelalak dengan sekuat tenaga ia mendorong namja itu dan memukul mukul dadanya. Tapi apa daya tenaga Sehun jauh lebih besar darinya.

 

“kumohon Sejin_aa , sekali ini saja tolong aku” suara Sehun terdengar begitu rapuh.

 

“a-rraseo” setelah itu Sejin pergi meninggalkan Sehun.

.

.

.

.

 

.

.

Malam sudah menyapa penduduk Seoul , seorang gadis sedang mematutkan dirinya didepan cermin.

 

“kau benar-benar berkencan dengan Sehun , Sejin_aa?” tanya Soojung yang duduk dikasurnya sambil memperhatikan Sejin.

 

“em” Sejin menggumam kecil. Tiba-tiba ponselnya berdering , dengan gerak malas gadis itu mengambilnya.

 

“em , aku akan kesana” setelah itu Sejin memutuskan sambungannya dan mengambil tas selempang yang bertengger manis dikasurnya.

 

“soojung_aa aku pergi dulu” Soojung hanya mengangguk.

 

 

Sehun sudah siap dengan kemeja jeans , serta jeans hitan sobek-sobek dan kakinya dibalut dengan sepatu snekers putih.

 

Sejin juga begitu cantik dengan kemeja putih kebesaran , serta jeans biru gelap membalut kaki jejang nya , dipadukan dengan sepatu kets putih dan sling bag biru miliknya.

 

“wahh…ternyata kau pintar juga kalau so’al fashion” Sejin hanya menatap datar Sehun.

 

“cepatlah…” namja itu langsung membukakan pintu mobil untuk gadisnya itu.

 

“kita akan bertemu dengannya dicafe , jadi bersikaplah layaknya kau mencintaiku” Sejin hanya menggumam menjawab namja disampingnya.

 

 

Flower heart cafe adalah sebuah cafe yang terletak tak jauh dari distrik Myeongdong berkawasan diCheong dong.

 

Keduanya sudah keluar dari mobil yang mereka tumpangi , Sehun dengan percaya diri memnggenggam erat tangan Sejin.

 

Kring~~ pintu cafe terbuka , tidak banyak orang malam ini , jadi cafe sedikit sepi. Sebuah punggung yeoja membelakangi mereka.

 

“Irene_ssi…” panggil Sehun , yang dipanggil pun langsung berbalik dan tersenyum. Namun senyum itu perlahan pudar saat melihat seseorang berada disebelah namja itu.

 

“eo…perkenalkan dia Hwang Sejin kekasihku , kau sendiri saja ? Dimana Bogum?” Irene menatap Sejin dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

“duduklah….aku dan Bogum sudah berpisah” Sehun tersenyum menang namun tak ada dari mereka yang menyadarinya.

 

“oh sayang sekali , padahal aku ingin mengajak kau dan Bogum double date dengan kami” Sehun mengerling kearah Sejin , dan dibalas gadis itu dengan senyuman yang terkesan dipaksakan.

 

“aku ingin memberitahu mu , kalau mulai besok aku akan pindah kesekolahmu… Jadi aku ingin meminta bantuanmu” jelas Irene to the point , ia mulai merasa gerah dengan pemandangan didepannya.

 

“oh tentu saja…kami berdua akan membantumu , benarkan sayang?” tanya Sehun kepada gadisnya.

 

“n…ne” Irene tersenyum canggung kearah Sejin.

 

“kau sudah pesan makanannya. Ayo kita makan . Sayang kau makan duluan aku akan memesan satu porsi lagi untukku” Sehun mengelus puncak kepala Sejin lalu memanggil pelayan . For your information Irene hanya memesan 2 porsi makanan , dia pikir Sehun datang sendiri. Sebenarnya dia mau terus terang , tapi yang ia dapatkan adalah sesuatu yg memahitkan.

 

Setelah selesai makan malam , mereka bertiga pulang. Awalnya Irene ingin duduk dikursi penumpang disebelah Sehun . Tapi namja itu menolaknya halus sehingga yahh saat ini Irene duduk dikursi penumpang dibelakang. Melihat pemndangan Sehun terus mencium punggung tangan Sejin.

 

.

.

 

.

.

.

.

.

Sejin menyusuri koridor menuju area sekolah , saat tiba-tiba ia berpapasan dengan Irene yang sedang menarik kopernya.

 

“eo Irene_ssi butuh bantuan?” tanya Sejin , Irene hanya tersenyum dipaksakan sembari berucap.

 

“aniyeo… Sejin_ssi , aku hanya menaruh koper ini dikamarku setelah itu aku akan masuk kekelas” Sejin mengangguk-angguk paham , lalu berpamitan dengan Irene.

 

 

Sejin berdiri disisi pembatas atap sekolah , menikmati semilir angin yang menyusuri kulit pucatnya. Tak berapa lama suara atap terbuka membuat llamunannya buyar.

 

“kau merindukanku sayang…?” tanya Sehun sambil tersenyum miring dan menghampiri Sejin.

 

“berhentilah , tidak ada orang disini. Jadi tidak perlu bersikap manis dihadapanku” Sejin juga menghampiri Sehun.

 

“urusan kita sudah selesai , Irene sudah berpisah dengan kekasihnya dan kau bisa leluasa mendekatinya. Jadi perjanjian kita sudah berak-” belum sempat kata-kata Sejin rampung Sehun lebih dulu menyelanya.

 

“apa aku mengatakan padamu , kalau aku menyuruhmu menjadi FAKE GIRLFRIENDku hanya untuk membuat gadis itu kembali pada ku , tidakkan?. Aku hanya ingin memberikannya pelajaran dan sepertinya dia kembali mengejarku” Sejin mendecih sinis.

 

“cihh…percaya diri sekali. Jadi sampai kapan aku jadi FAKE GIRLFRIENDmu eo?” gadis itu menatap Sehun begitu datar.

 

“sampai dia tidak malu mengatakan padaku kalau dia masih mencintaiku” Sejin membuang wajahnya kesamping.

 

“bagaimana kalau nanti kau mencintaiku?” Sehun terdiam sejenak mencari jawaban yang pasti diotak cerdasnya. “kenapa diam?”

 

“itu tidak akan terjadi” kali ini Sehun berubah menjadi dingin , Sejin menyeringai.

 

“itu mungkin saja , kita sudah 2 kali berciuman. Bahkan kedepannya kita mungkin akan lebih sering lagi melakukannya. Eotthe eo?” Sejin tersenyum menang ‘mana otak cerdasmu Oh Sehun’ batin Sejin tertawa keras.

 

“sudah lah…ayo kita lanjutkan sayang” Sejin berjalan meninggalkan Sehun yang mematung.

 

“kita lihat saja Hwang Sejinn , siapa yang lebih dulu jatuh” Sehun menyeringai begitu mengerikan setelah itu meninggalkan atap sekolah.

.

.

.

 

..

 

..

.

.

TBC

 

 

Annyeong chingudeul…..Bagaimana GAJE/ALAY/PICISAN/NGEBOSENIN , ugh gak tau ah yang pasti ini dibuat dengan jerit payah author sendiri. Maaf dengan typo yang bertebaran dimana-mana.

Dan satu lagi ini ffnya author buat perchapter kurang lebih 2500 chapter , jadi maaf kalo kependekan. Author juga punya real life yang sibuk banget .

Jadi mohon pengertiannya yahhhh.

Jangan lupa tinggalin jejak yahh hargai kerja keras author.

Satu lagi rating bisa naik yah suatu saat , jadi bagi yang dibawah umur tolong jangan baca. Tapi kalo nekat tanggung sendiri dosanya yethh….

 

Annyeong….

 

 

 

Regrat

Sehun’s WIFE

9 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] FALL (Chapter 1)”

  1. numpang baca y kak 😀
    haha sehun gagal move on.. kasian sejin cuma jadi pacar bo’ongan.. awas jatuh cinta beneran lo hun 😀

  2. oke ini seruuuu bgt ceritanya
    sehun cool abis dsini….suka bgt sama karakter doi dsini 🙂

    aq jadi sdikit kasihan sama sejin, dia cuma jadi pelampiasan sehun aja dsini,huhuhu….
    jangan” sehun jadi playboy jg gara” irene lagi…..buruan move on deh hun,hehehe….

    lebih sebel lagi skrg irene satu sekolah ama sehun,
    entah knp aq gk begitu suka sama dia,hehehe….. #mian

    oke aq tunggu nextnya kak 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s