[EXOFFI FREELANCE] SKYREACH (Chapter 5)

skyreach

SKYREACH (Chapter 5 – The Beginning)

Main Cast                   :

  • Oh Sehun
  • Kim Eunbi
  • Byun Baekhyun
  • Jang Nana
  • Do Kyungsoo

Genre              : Mystery, Romance

Author                        : Aichan

Length                        : Chapter

Rating             : T

Disclaimer      : FF ini murni hasil karya imajinasiku. Semua yang ada di FF ini hanya fiksi belaka. Maaf jika banyak typo. Jangan lupa kritik dan sarannya. Don’t be plagiat. Happy Reading.. ^^

**Part 5**

AUTHOR POV

Hari ini entah kenapa menjadi hari yang paling tenang menurut Sehun di sekolah barunya. Setelah kasus besar yang berhasil ia pecahkan beberapa waktu lalu, keadaan sekolah benar-benar kacau. Semua orang membicarakan kasus itu, tanpa mengetahui kalau yang menbongkar semua itu adalah salah satu siswa pindahan disekolah mereka. Mereka lebih fokus membicarakan tentang bagaimana Hyena yang ternyata seorang pengedar narkoba. Sejak kejadian itu, sekolah membuat kebijakan baru. Hampir setiap hari, akan ada pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh para guru setiap pergantian bel pelajaran yang dirasa terlalu menyusahkan untuk anak-anak. Hal itu juga berpengaruh pada kondisi belajar mengajar yang terganggu akan kebijakan itu. Namun menurut kepala sekolah itu merupakan cara terbaik saat itu untuk menjaga anak-anak didiknya dari hal-hal yang tidak diinginkan dan yang lebih utamanya lagi untuk tetap menjaga nama baik sekolah. Keadaan sebelumnya benar-benar memperburuk nama baik sekolah, dan itu membuat kepala sekolah harus bekerja keras lebih ekstra untuk memulihkan nama baik sekolahnya itu.

Seminggu telah berlalu sejak kejadian itu, pemeriksaan rutin juga hanya dilakukan setiap awal pelajaran saja mulai saat ini, dan juga, akhirnya Sehun benar-benar bisa melihat kembali senyuman hangat yang sangat dirindukannya.

“Apa kau mendapat pesan dari Kyungsoo?” ucap seorang gadis yang tiba-tiba sudah berjalan berdampingan disamping Sehun. Ia memiringkan kepalanya memandangi Sehun dengan tatapan menerawang. “Menurutmu, apa yang ingin dibicarakannya ya?”

Sehun tersenyum kecil mendengar pertanyaan gadis itu. Ia kemudian merangkul bahu gadis itu erat-erat sambil mendekatkan kepalanya ke pundak gadis itu. “Apalagi kalau bukan menanyakan hal-hal yang ingin ia ketahui tentang kasus Jihyun,” ucap Sehun masih mempertahankan posisinya.

Gadis itu merasa risih dengan perlakuan Sehun saat ini, ia mencoba melepaskan rangkulan dari Sehun dan setelah itu mulai menjaga jarak. Ia kemudian menatap Sehun dalam-dalam, begitu yang ditatapnya hanya menunjukkan ekspresi datar, gadis itu langsung menghembuskan nafas panjang. “Sehun, sebenarnya apa yang terjadi padamu?” tanya gadis itu sambil melipat kedua tangannya didada. “Ingat, saat ini kita sedang disekolah, jangan sekali-kali kau berani menyentuhku, apalagi merangkulku seperti tadi. Aku sudah bosan menjadi bahan pembicaraan, jadi jangan melakukan hal-hal yang membuat orang lain salah paham.”

“Jadi, kalau begitu, jika ini bukan disekolah aku baru boleh merangkulmu, huh? Lagipula aku tidak membuat siapapun salah paham dengan sikapku,” ucap Sehun.

“Sehun, ada apa denganmu?”

Sehun diam untuk beberapa detik. Kemudian ia mendekatkan wajah nya pada gadis yang ada dihadapannya dan memandangnya lekat-lekat. Ia kemudian berdeham pelan. “Hanya ingin melakukannya saja. Aku hanya ingin melakukannya, apa tidak boleh?” ucap Sehun yang setelah itu memiringkan kepalanya. “Aku baru menyadari ini akhir-akhir ini. Menghabiskan waktu bersamamu membuatku sadar, kalau ternyata, aku benar-benar merindukanmu, Eunbi.”

Eunbi membulatkan matanya mendengar perkataan Sehun. sedetik kemudian, ia melangkah mundur mencoba mengatur jarak dengan Sehun dan mencoba untuk mengontrol tubuhnya untuk tetap tenang. Eunbi mencoba tertawa untuk mengurangi keterkejutannya. “Ya, Oh Sehun,” ucap Eunbi sambil menepuk bahu temannya itu berulang-ulang. “Kenapa kau baru menyadarinya sekarang, huh? Aku memang orang yang mudah untuk dirindukan. Kita sudah lama tidak bertemu, wajar jika kau merindukanku. Aku juga sangat merindukanmu, Oh Sehun.”

Sehun menghembuskan nafas panjang mendengar jawaban Eunbi. “Bukan itu yang ku maksud, Eunbi,” ucap Sehun sambil menarik ujung bibirnya tipis. “Apa kau tidak mengerti?”

Eunbi mengedipkan matanya berulang-ulang. Ia kemudian menaikkan sebelah alisnya memandang Sehun tanpa berniat untuk menjawab pertanyaannya. Sedetik kemudian, Eunbi tersenyum kecil. “Sebaiknya kita pergi ke atap dan bertemu dengan semuanya sesuai ajakan Kyungsoo. Kupikir, mereka sudah menunggu kita.”

Eunbi berjalan perlahan mendahuli Sehun yang masih berdiam diri ditempatnya. Terlihat Sehun mengacak rambutnya frustasi, ia kemudian mendecakkan lidahnya berulang-ulang. “Bodoh,” ucap Sehun sambil mengamati punggung Eunbi yang mulai menjauh. Setelah itu ia menggigit bibir bawahnya pelan. “Kenapa aku mengatakan itu padanya. Sudah pasti dia tidak akan mengerti, Eunbi memang selalu seperti itu. Tapi, barusan apa yang telah aku lakukan? Aah, kenapa aku jadi seperti ini?”

***

EUNBI POV

Aku sampai lebih dahulu di atap sebelum Sehun. Ya, benar, aku meninggalkannya. Jangan salahkan aku, itu semua karena apa yang baru saja Sehun katakan padaku. Bagaimana mungkin Sehun bisa berubah menjadi pria seperti itu dalam waktu semalam?

Tanpa sadar, aku menyinggungkan senyumanku sambil merasakan jantungku yang ku pikir ingin melompat dari tempatnya. Apa yang terjadi pada diriku? Ini benar-benar berlebihan. Awalnya saat Sehun mulai merangkul tanganku aku masih bisa menahannya, tapi saat ia berkata kalau dia merindukanku, pikiranku benar-benar kacau. Itu semua jadi mengingatkanku tentang bagaimana cara Sehun menghentikan ucapanku saat itu. Benar, itu tepat diatap, dan Sehun berhasil membuatku sangat terkejut karena berpikir dia akan menciumku. Aih, sebenarnya apa yang telah ia pelajari di Jerman? Kenapa melakukan hal itu padaku?

“Kau datang lebih awal.”

Suara itu menghentikan lamunananku. Sontak aku langsung menolah ke belakang dan tersenyum ramah melihat kedatang orang yang sekarang mulai mendekat ke arahku. Ia membalas senyumanku sambil melambaikan tangannya. Jarang aku melihatnya terenyum seperti sekarang ini, bahkan ia juga sempat melambaikan tangannya padaku. Kyungsoo yang ku tau, pasti akan bersikap dingin pada setiap wanita. Apa mungkin dia tidak menganggapku sebagai wanita ya?

“Kupikir kau akan datang bersama Baekhyun dan Nana, bukankah kalian sekelas?” tanya Kyungsoo padaku sambil memainkan jari-jarinya.

“Kupikir kau juga akan datang dengan Sehun karena kalian sekelas,” ucapku asal menanggapi pertanyaan Kyungsoo dengan senyuman. Ya, seharusnya Sehun akan datang bersamaku kalau saja dia tadi tidak membuatku gugup seperti tadi. Bahkan aku sengaja meninggalkan Nana dan Baekhyun untuk menghampiri Sehun lebih dahulu, tapi pada akhirnya, aku juga meninggalkannya.

Kyungsoo tertawa kecil mendengar ucapanku. “Kau tau sendiri hubunganku dengan Sehun seperti apa kan. Kami tidak begitu dekat di kelas. Aku hanya berharap ia mau menanggapi pesanku dan datang ke tempat ini,” ucapnya.

“Tenang saja, mungkin sebentar lagi ia akan sampai ditempat ini. Aku tadi sempat bertemu dengan Sehun,” ucapku sambil melipat kedua tanganku didada. “Tapi ngomong-ngomong, sebenarnya apa yang ingin kau katakan, huh?”

Kyungsoo menarik ujung bibirnya. Ia kemudian memandangku dengan tatapan menerawang. “Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan pada Sehun mengenai Jihyun. Apa kau menerima semua saja tentang ucapan Sehun saat itu? Tentang pendapatnya pada kasus Jihyun begitu saja?” ucap Kyungsoo yang masih menatapku seolah ingin aku langsung menjawab pertanyaannya. Melihatku hanya diam, ia meneruskan ucapannya. “Ada banyak hal yang ingin kutanyakan pada Sehun tentang kasus Jihyun. Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui itu semua begitu saja? Tidakkah kau penasaran?”

Aku menggelengkan kepalaku pelan. “Tidak, aku sama sekali tidak penasaran akan hal itu. Oleh karena itu aku tidak menanyakan apa-apa pada Sehun tentang semuanya, tentang bagaimana ia bisa sampai memikirkan Hyena sebagai pelakunya. Sudah cukup bagiku untuk mengetahui kalau Hyena adalah pelakunya,” ucapku membalas tatapan Kyungsoo. “Aku bahkan ingin melupakan ini secepat mungkin dari pikiranku. Termasuk juga ketika aku menamparmu.”

Kyungsoo terkekeh pelan mendengar ucapanku. “Itu juga yang kupikirkan, meskipun aku ingin melupakannya ternyata itu sulit. Tamparanmu sangat berbekas dan sulit untuk kuhapuskan,” ucap Kyungsoo sambil tertawa kecil.

Mendengarnya mengucapkan kata-kata itu, aku jadi sedikit merasa bersalah. “Maaf, aku tidak sengaja melakukan itu. Tanganku tiba-tiba saja bergerak sendiri karena emosi saat itu,” ucapku sambil tersenyum canggung.

“Aku yang seharusnya minta maaf. Aku mengakuinya, kalau aku memang berhak kau tampar saat itu karena perkataan burukku pada Jihyun. Aku yang salah saat itu, kau tidak harus merasa bersalah.”

“Ya, aku juga sependapat denganmu tentang itu.”

Kyungsoo tertawa kecil menanggapi ucapanku. Sedetik kemudian ia memandang diriku dengan tatapan yang sulit untuk kuartikan. “Ternyata, kau gadis yang menarik ya Eunbi,” ucap Kyungsoo dengan senyuman khasnya.

“Eh?”

***

AUTHOR POV

Pintu besi atap terbuka dengan berisiknya disusul dengan suara tawa orang yang membukanya. Namun, tiba-tiba suara tawa itu menghilang begitu pemilik suara itu melihat pemandang yang jarang dilihat oleh mereka. Salah seorang dari mereka bahkan memandang tidak suka melihat apa yang baru saja dilihatnya.

“Tidak kusangka seseorang yang dingin pada wanita seperti Kyungsoo bisa juga ya tertawa lepas seperti tadi,” ucap salah seorang pria yang dilihat dari papan namanya memiliki marga Byun sambil terkekeh pelan. Ia kemudian mendekat ea rah dua orang yang menjadi pemandangannya sebelumnya dan merangkul bahu kedua orang itu secara bersamaan. “Sejak kapan kalian mulai dekat seperti ini, huh?”

Eunbi yang merasa risih dengan kelakuan Baekhyun langsung menginjak kaki temannya itu keras untuk melepaskan rangkulannya. Entah kenapa, hari ini teman laki-laki Eunbi senang sekali merangkulnya. Baekhyun kini merintih kesakitan mendapati kakinya menjadi pijakan kaki Eunbi.

Nice, Eunbi-ah,” ucap salah seorang gadis bernama Nana sambil mengangkat tangannya mengajak Eunbi untuk highfive. Eunbi pun menerimanya sambil tersenyum lebar dan langsung menggenggam tangan Nana lembut.

Eunbi kemudian memandang sosok pria yang sedang melihatnya dengan tatapan menerawang. Tanpa sadar, Eunbi tersenyum kaku mencoba menyapa pria yang ada disampinya, namun yang disapanya malah terlihat tidak peduli dan malah mengalihkan pandangannya dari Eunbi. Pria itu sekarang menangkap sosok Kyungsoo lekat-lekat.

“Bisakah kita percepat ini saja,” ucap pria itu setelah ia berdeham halus. “Ada yang harus ku selesaikan setelah ini. Jadi, cepat kau katakan pertanyaanmu itu. Aku yakin, kau ingin mengatakan hal tentang kasus Jihyun, pasti kau penasaran mengapa aku bisa menyelesaikan itu semua kan?”

Kyungsoo menarik ujung bibirnyanya tipis menanggapi pertanyaan Sehun. “Sudah kuduga kau memang orang yang pandai menebak, Oh Sehun,’ ucapnya sambil menatap Sehun dengan tatapan menerawang. Sedetik kemudian, ia melemparkan padangannya pada Eunbi dan masih tetap menujukkan senyumanya. “Tapi kupikir, biarlah itu tetap menjadi rahasia. Meskipun, aku sangat penasaran, aku tidak akan menanyakannya padamu. Ku pikir, dengan begitu, hal ini bisa dengan mudah untuk dilupakan. Maaf telah mengundangmu percuma ea rah.”

Sehun memandang Kyungsoo dengan sebelah alisnya yang dinaikkan. Ia kemudian memandang orang yang saat ini sedang ditatap Kyungsoo –Eunbi- dengan ekspresi yang sama. Ia memandang kedua orang itu bergantian dan setelah itu menghembuskan nafas panjang. “Bagiku, itu bukanlah hal yang mudah untuk dilupakan,” ucap Sehun yang sekarang mamandang Eunbi dalam-dalam. “Aku benar-benar berusaha keras untuk memecahkan semua teka-teki kasus Jihyun. Bahkan aku harus merelakan waktu tidurku yang berharga hanya untuk memeriksa semua rekaman CCTV sekolah hingga aku berhasil mengetahui bagaimana Hyena menemukan surat itu. Melihat ibu Jihyun terlihat rapuh saat itu karena merasa dirinya adalah penyebab meninggalnya anak tunggalnya itu, bahkan melihat senyuman yang sangat kusukai tiba-tiba tidak kulihat lagi, itu membuatku benar-benar ingin cepat-cepat menyelesaikan itu semua. Menemukan siapa pelaku sebenarnya meskipun pada akhirnya itu akan membuka luka lain pada orang-orang yang mengetahuinya, tapi aku ingin tetap melakukannya.”

“Bahkan tanpa ea ra tau kami terlebih dahulu tentang semua itu?” tiba-tiba Nana angkat suara setelah Sehun menyelesaikan kalimatnya. Awalnya ia tidak ingin mempermasalahkan hal itu, tapi semakin lama ia pikirkan, semakin lama hal itu juga mengganggunya. “Aku memang percaya kau pasti memiliki alasan kenapa kau tidak ea ra tau kami tentang semuanya dan baru ea ra tau kami diakhir. Tapi, semakin ku pikirkan, semakin aku merasa kau seperti tidak percaya pada kami. Daripada melakukan semuanya sendiri, tidakkah kau seharusnya mencoba untuk bergantung pada orang lain?”

Sehun terdiam beberapa detik mendengar pertanyaan Nana. Ia kemudian membungkukkan kepalanya sambil menarik ujung bibirnya tipis. “Maaf karena aku tidak ea ra tau ini semuanya lebih awal pada kalian, padahal kita dari awal memulai semua ini bersama-sama. Aku hanya takut, takut tidak bisa melindungi kalian semua,” ucap Sehun yang setelah itu mengangkat kepalanya menatap temannya bergantian. “Hyena membunuh Jihyun karena ia mengetahui rahasia terbesarnya. Jika kalian juga mengetahuinya, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Bukan berarti aku tidak percaya kalau kalian bisa melindungi diri kalian sendiri, hanya saja, aku diajarkan untuk tetap mewaspadai segala kemungkinan disaat-saat seperti itu. Maaf.”

Semua terdiam mendengar penjelasan Sehun. Bahkan Nana tampak merasa bersalah pada dirinya sendiri karena jelas-jelas Sehun hanya ingin melindungi teman-temannya.

“Sehun, harusnya aku yang minta maaf karena bertanya seperti itu,” ucap Nana sambil menggigit bibir bawahnya pelan. “Aku hanya penasaran saja dengan hal itu. Makanya aku bertanya seperti itu. Aku baru menyadari kalau kau ternyata punya sisi keren juga ya.”

Sehun tertawa kecil mendengar ucapan Nana. “Daridulu aku memang terlihat keren,” ucap Sehun sambil menunjukkan senyuman khasnya. Ia kemudian menjentikkan jarinya begitu mengingat suatu hal. “Ehm, jika sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, aku akan pergi lebih dahulu. Aku benar-benar harus menyelesaikan sesuatu saat ini. Jangan terlalu dipikirkan tentang ucapanku sebelumnya.”

Setelah itu Sehun mulai berjalan pergi menjauh menuju pintu besi atap yang sudah terlihat sangat tua.

“Pastikan kau mengangkat telponmu ea rahi, ya Sehun. Aku ingin menanyakan suatu hal padamu,” ucap Baekhyun menaikkan suaranya sambil melambaikan tangannya pada Sehun yang sudah mulai membuka pintu atap. Sehun hanya tersenyum menanggapi ucapan Baekhyun tanpa menoleh ke arahnya.

Eunbi yang daritadi hanya diam dan tenggelam dalam pikirannya kini mulai bereaksi menyadari Sehun sudah benar-benar pergi dari hadapannya. Tanpa banyak berpikir, ia mulai berlari mencoba mengejar Sehun sampai tak menghiraukan ucapan teman-temannya yang melihat keanehan Eunbi yang tiba-tiba berlari meninggalkan mereka begitu saja.

Nafas Eunbi terengah-engah begitu ia berhasil menemukan Sehun yang hanya beberapa langkah didepannya. Sehun baru ingin memasuki pintu keluar tangga namun saat itu juga gerakannya terhenti begitu seseorang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang. Baru saja Sehun ingin melepaskan tangan yang berani memeluknya itu namun beberapa detik kemudian ia gagalkan niatnya itu begitu ia melihat bekas luka pada pemilik lengan itu yang sangat dikenal oleh Sehun. Menyadari siapa yang sedang memeluknya, pipi Sehun tiba-tiba memerah.

“Eunbi, apa yang sedang kau lakukan? Apa kau baik-baik saja?” tanya Sehun berusaha senormal mungkin tanpa berani berbalik untuk menatap lawan bicaranya saat ini. Wajahnya mungkin akan tambah memerah jika saat ini ia berani menatap Eunbi. “Apa ada hal buruk yang terjadi padamu?”

Sehun bisa merasakan kalau saat ini Eunbi sedang menggelengkan kepalanya. Beberapa saat kemudian, Eunbi mulai melonggarkan pelukannya. “Hanya ingin melakukannya saja,” ucap Eunbi sambil menenggelamkan kepalanya pada punggung Sehun, mencoba merasakan harum tubuh laki-laki yang ada dihadapannya saat ini. Benar, ini aroma yang selalu Eunbi sukai. “Aku hanya ingin melakukan ini. Sehun, aku benar-benar ingin mengucapkan terima kasih untukmu. Terima kasih karena telah kembali, terima kasih atas semua yang kau lakukan padaku disaat kau kembali. Juga maaf, karena aku begitu menyusahkanmu. Aku tidak ingin kau jauh dariku meskipun aku selalu menyusahkanmu. Aku ingin tetap seperti itu, menyenangkan menyelesaikan semua itu bersamamu.”

Entah kenapa, Sehun mulai memberanikan diri membalikkan tubuhnya. Ia kemudian menatap Eunbi lekat-lekat. Sedetik kemudian, Sehun menyinggungkan senyumannya mencoba menyingkirkan kecanggungannya menatap Eunbi dengan jarak yang sedekat ini. “Kau bebas melakukan apapun yang kau mau, Eunbi. Aku akan berusaha untuk tetap menemanimu. Meskipun kau memang benar-benar menyusahkan,” ucap Sehun sambil mulai mengacak rambut Eunbi pelan. “Aku akan mencoba mengganti kenangan kita selama sepuluh tahun yang hilang. Mulai saat ini, ayo kita buat kenangan yang menyenangkan, Eunbi.”

***

SEHUN POV

Aku tidak menyangka kalau Eunbi akan mengartikan ucapanku kemarin dengan hal ini. Dia benar-benar bodoh atau apa? Aah, seharusnya aku mengatakan hal itu lebih jelas kemarin. Tapi, aku tidak yakin aku bisa mengungkapkannya atau tidak pada Eunbi. Kemarin saja aku benar-benar kewalahan dengan hanya mengatakan hal itu. Semua itu bukanlah gayaku.

Apa kau sudah menandatanganinya? Baekhyun dan Nana bahkan sudah memberikan surat permohonan masuk klub padaku. Cepatlah kau selesaikan.’

Aku hanya bisa menghembuskan nafas panjang membaca pesan yang baru saja aku terima dari Eunbi. Sepertinya Eunbi benar-benar serius tentang idenya. Dia tidak main-main ketika ia memberitahuku untuk membuat sebuah klub misteri di sekolah. Dia benar-benar aneh, disaat semua orang sibuk dan lebih mementingkan untuk belajar, Eunbi malah membuat sebuah klub baru disekolah.

Apa kau tidak ingin memikirkan hal itu lebih dahulu, Eunbi? Bukankah kita sekarang sudah kelas 2, aku takut itu akan mengganggu nilai-nilaimu jika kau membuat klub semacam ini. Pikirkan lagi tentang rencanamu itu.’

Aku tersenyum kecil begitu aku selesai mengirim pesan yang baru saja ku ketik untuk Eunbi. Tanpa menunggu waktu lama, ponselku kembali bergetar, aku sudah bisa menebak siapa pengirimnya kali ini.

Kau ada dimana sekarang Sehun? Apa kau ada di perpustakan? Kalau iya, aku akan segara menyusulmu saat ini juga untuk mengambill surat itu. Sebaiknya kau cepat tandatangani saja.’

Aku hanya bisa mendecakkan lidahku berulang-ulang begitu membaca pesan balasan dari Eunbi. Dia ternyata benar-benar sangat keras kepala, kalau sudah begitu, aku tidak yakin kalau aku bisa menghentikan ide konyol Eunbi. Baru aku ingin memasukan kembali ponselku, namun disaat itu pula aku jadi teringat kalau kertas yang tadi pagi diberikan Eunbi masih ku simpan di dalam sakuku. Aku bahkan belum sempat melihatnya.

Entah kenapa, tanganku tiba-tiba saja mulai bergerak dan mulai munuliskan nama data diri pada kertas itu. Tapi, begitu sampai pada kolom terakhir, dimana ada format yang harus ku tandatangani, tanganku tiba-tiba saja berhenti bergerak.

“Kenapa lama sekali hanya untuk menandatangani surat itu, huh?”

Suara itu mengagetkanku. Jelas saja, tiba-tiba saja Eunbi sudah ada disampingku persis sambil memandangku dan surat yang saat ini ku pegang secara bergantian. Aku hanya bisa menghembuskan nafas panjang begitu melihatnya.

“Sebenarnya kau sebelumnya ada dimana? Kenapa cepat sekali datang ke tempat ini? Bahkan aku belum sempat membalas pesanmu?”

“Itu tidak penting,” ucap Eunbi sambil mengibaskan tangannya. “Hal yang lebih penting adalah surat itu. Sampai kapan kau hanya akan memandanginya?”

“Apa kau benar-benar serius tentang ini?”

“Kenapa kau masih membahasnya, Sehun? Bukankah sebelumnya kau mengatakan padaku kalau aku bebas melakukan apapun yang ku mau. Kau juga berjanji akan menemaniku kan. Membuat klub misteri seperti ini, bukankah akan menyenangkan?”

“Kau salah mengerti tentang ucapanku kemarin, Eunbi.”

“Apa maksudmu?”

Entah keberapa kalinya aku menghembuskan nafas panjang mendengar ucapan Eunbi. “Bukan itu yang ingin ku bicarakan. Tapi tentang klub ini, sebenarnya aku akan dengan senang hati mendukungmu jika saja kau membuat klub belajar, bukan klub misteri seperti ini.”

“Akan membosankan jika aku membuat klub belajar. Lagipula klub belajar sudah ada disekolah ini, kenapa aku harus membuatnya? Ayolah, Sehun, cepat kau tandatangani saja surat ini. Aku butuh satu anggota lagi untuk bisa membuat klub ini, bahkan aku juga sudah membuat nama klub. Jadi, cepat kau selesaikan.”

“Bagaimana jika aku menolak untuk menandatangani ini?”

Aku melihat Eunbi memandangku dengan tatapan tegas. Cukup lama ia memandangku dengan tatapan seperti itu. Beberapa saat kemudian, ia tiba-tiba menarik ujung bibirnya tipis seolah ea rah baru yang muncul begitu saja dari pemikirannya. “Baiklah Sehun, aku tidak ingin memaksamu lagi untuk menandatanganinya,” ucap Eunbi yang tiba-tiba saja memiringkan kepalanya memandang ea rah lain. Saat aku mengikuti arah pandangannya, betapa terkejutnya diriku begitu tau Eunbi sedang menatap Kyungsoo lekat-lekat yang baru ku sadari ia juga ada di perpustakaan dan tengah sibuk dengan buku-bukunya. “Jika kau tidak ingin melakukannya, aku akan meminta Kyungsoo untuk menggantikanmu. Bukankah dia adalah pemegang peringkat pertama di sekolah? Sudah pasti ia akan sangat berguna di klub misteri. Kau sudah tidak  kubutuhkan lagi.”

Baru Eunbi ingin berdiri dari posisinya tiba-tiba saja aku langsung menahan lengannya dan menyuruhnya untuk duduk kembali. “Kenapa kau jadi merajuk seperti ini? Siapa bilang aku tidak ingin menandatanganinya, aku kan tadi hanya bercanda,” ucapku yang kemudian tanpa ragu mulai mengisi satu-satunya kolom yang belum terisi di kertas permohonan klub dan langsung memberikan kertas itu pada Eunbi sambil menunjukkan sebuah senyuman. “Kalau begini, aku sudah resmi bergabung kan.”

Eunbi tersenyum lebar mengambil kertas itu dariku. Sedetik kemudian ia menjulurkan tangannya. “Baiklah. Kalau begitu ayo kita berjabat tangan,” ucapnya masih dangan senyuman. Dengan tatapan ragu aku mulai menerima jabatan tangannya. “Selamat datang di klub misteri Skyreach, Oh Sehun. Ayo, kita berusaha untuk bekerja sama dengan baik dalam kegiatan klub kedepannya.”

Aku langsung mengerutkan kening begitu Eunbi mulai menyebut nama klub yang dibuatnya itu. Cara Eunbi menyebut nama klubnya itu benar-benar lucu. Seharusnya ia menghabiskan waktu luangnya untuk belajar bahasa inggris bukannya membuat klub misteri seperti sekarang ini. “Jadi, nama klub ini Skyreach?” ucapku sambil menatap Eunbi dengan pandangan menerawang.

“Ya, Skyreach,” ucap Eunbi yang seolah bangga dengan nama yang disebutnya itu. “Jihyun yang membuat itu. Aku baru saja membaca sebuah puisi karya Jihyun yang berjudul Skyreach dimajalah sekolah bulan lalu dan itu benar-benar sangat indah. Puisi itu menceritakan tentang usaha yang tak pernah sia-sia sampai jangkauan langit sekalipun jika kita tidak menyerah. Semua yang kita lakukan akan mencapai langit jika kita berusaha keras. Mimpi itu, tentu saja Skyreach.”

 

**TBC**

 

Haaaiii semuanyaa….

Disini udah dijelasin nih kenapa judul fanfiction ini Skyreach. Sebenernya nama itu terinpirasi dari salah satu judul lagu Jepang, yang berhubungan aku suka sama lagu itu dan kebiasaan aku kalo buat judul FF suka pake judul lagu, ya jadilah seperti itu…

Aku  ga bosen-bosennya mau ngucapin terima kasih buat kalian-kalian yang suka baca fanfiction ini dan masih mau nunggu ini. Peluk satu-satu.. :**

Okayy, see you dikasus selanjutnyaa.

Oh, ya, jangan lupa tinggalkan jejaknya yaa yang sengaja ataupun ga sengaja baca cerita ini. wkwk..

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] SKYREACH (Chapter 5)”

  1. ada bberapa typo kak,hehehe….
    suka bgt sama moment sehun-eunbi waktu pelukan 🙂
    tp dsni eunbi lemot bgt ya menangkap maksud dr kata” sehun, jadi greget sendiri deh….
    itu kyungsoo jgn bilang dia suka eunbi??? andweeee…..gk rela gue…

  2. Ada typo yang ea rah membuat diriku bingung… :/ dan keknya ini baru awal cerita mengingat sejarah judul itu baru terungkap kkk… Btw Kyung suka Eunbi nih? Wah Sehun bisa jealous tingkat korea tuh wkwk… oke ditunggu lanjutannya author 😉

    1. Iya, typo itu muncul begitu saja pas aku edit FF ini di hp. Sepertinya ada kesalahan dari aplikasinya. Baru sadar pas baca ulang tpi sayangnya FF ini udah terlanjur dikirim. Hehee.. Maaf yaa.. 😁😁
      Kyung suka tidak yaa sama Eunbi? Tunggu ajah kisah selanjutanya. Kkeekee.. Thanks udah mau baca FF ini. hohoho..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s