[EXOFFI FREELANCE] Holler – Chapter 11

HOLLER Chapter 11

¤

¤
HOLLER
¤
Choi’s
¤
Park Minah – Byun Baekhyun – Oh Sehun
¤
Ocs – EXO members – Others
¤
Complicated-romance – School Life – Fluff
¤
Chaptered
¤
T(eenager)
¤
The OCs and the stories are purely mine, EXO members belong to EXO-L
¤
“Look at you, trapped in the same pattern everyday.”


¤ XI ¤

Salah satu dari mereka, seorang laki-laki yang lebih tua dari Sehun membimbing Sehun agar membawa Mina dan meletakkannya di tempat tidur. Sehun mengekor pria tersebut dan langsung ikut memasuki sebuah kamar saat pria itu membukakan pintunya. Sehun mencoba meletakan Mina di atas ranjang dengan setenang mungkin, pria itu juga ikut membantunya. Mina hanya menggeliat kecil namun ia tidak terbangun.

“Biarkan dia beristirahat, hari ini dia sudah mengalami banyak hal.”
Kata Sehun pada pria itu saat mereka hendak keluar kamar namun pria itu masih terdiam memandangi Mina.

Pria itu mengangguk pada Sehun lalu Sehun meninggalkannya. Pria itu sempat mengelus rambut Mina dan mengecup dahinya. Ia berkata sebelum meninggalkan Mina.
“Aku sangat merindukanmu.”
¤ H O L L E R ¤
“Yeobuseoyeo?”
“Yeobuseoyeo Eommanim.”
“Bagaimana Kyuhyun-ssi? Aku begitu khawatir karna kau tak kunjung memberi kabar padaku.”
“Jweseonghamnida Eommanim, ije gwenchanayeo (sekarang sudah tidak apa-apa), Minah-yang bersama saya dan ia sedang tidur.”
“Aigoo…. Syukurlah.”
Kyuhyun hanya tersenyum dan mengiyakan setiap perkataan Nyonya Park diseberang telefon. Tak banyak yang Eomma Mina bicarakan dengan Kyuhyun ditelefon, seperti biasa, Eomma Mina berpesan agar Kyuhyun tetap menjaganya.

Kyuhyun memandangi Sehun yang baru saja keluar dari dapur menuju ruang tamu tempatnya bersantai saat ini. Sehun tentu merasa risih dengan pandangan Kyuhyun yang tidak biasa. Wajah Kyuhyun seperti mengejek namun juga terlihat sedang menggoda Sehun disaat yang bersamaan. Sehun duduk di sofa yang berseberangan dengan Kyuhyun, ia mengernyitkan kedua alisnya, membalas tatapan Kyuhyun yang aneh itu dengan death glarenya.

“Apa?!”
“Apa?”
“Mengapa kau menatapku seperti itu?”
“Seperti apa?”
Kyuhyun beralih membaca koran di atas meja dengan gaya tidak menghiraukan Sehun dan perkataannya sepenuhnya.

Hening. Tidak ada lagi percakapan yang terjadi diantara mereka, yang terdengar hanya suara detakan jam dinding di atas TV yang menunjukkan pukul 22.02 KST. Tentu semua penghuni rumah tersebut sudah terlelap, yang tersisa hanya kedua anak adam ini. Yang satu asyik membaca buku dengan tenang, yang satunya lagi terfokus pada koran hari ini dengan suara berisik khas ala koran yang dibalik ketika pria itu membalik halaman korannya.

“Kau tidak tidur, pria kecil?”
Suara Kyuhyun memecah keheningan diantara mereka berdua. Sehun terdiam tidak menjawab. Ia tau bahwa Kyuhyun sedang bertanya padanya, tentu saja, hanya saja Sehun merasa kesal saat Kyuhyun terus memanggilnya dengan sebutan itu. Kyuhyun tersenyum geli melihat Sehun yang menahan amarahnya sampai wajah Sehun kini memerah.

“Bagaimana kabarmu?”
Akhirnya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
“Kau bisa lihat sendiri keadaanku.”
“Bagaimana dengan gadis itu?”
“Tck!” Sehun berdecak kesal.
“Hm?”
“Sebenarnya apa yang kau inginkan Cho?!”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya sambil melipat korannya, mengakhiri kegiatannya.
“Aku begitu merindukannya.”
“Kemana saja kau selama ini?”
Kyuhyun memalingkan pandangannya dari Sehun. Bahkan ia tidak bisa menjawab pertanyaan seorang bocah yang berusia sepuluh tahun lebih muda darinya.
“Hanya bekerja. Apa kau menjaga gadis itu dengan baik?”
Sehun tudak menjawab pernyataan dan pertanyaan Kyuhyun. Ia meletakkan buku yang ia baca di atas meja lalu beralih untuk tidur di salah satu kamar yang kosong.
¤ H O L L E R ¤
“Sebelum ayahku meninggal, ia dituduh menggelapkan uang perusahaan oleh rekan kerjanya sendiri.”
Baekhyun diam, menyimak perkataan Geumhee. Mereka berdua berjalan bersama menuju rumah masing-masing setelah selesai berlatih.
“Tentu saja ayahku sangat terkejut sampai ia terkena serangan jantung. Itulah alasan mengapa aku pindah dari rumah, ibuku menyuruhku untuk tidak berkomunikasi dengan siapapun pada saat itu. Aku tidak bisa pindah sekolah karna pada saat itu aku dan Mae sonsaengnim sedang melakukan sebuah penelitian, aku banyak berperan dalam penelitian beliau jadi aku tidak bisa meninggalkan sekolah.”
Langkah Baekhyun melambat, seiring Geumhee menyelesaikan kalimatnya.

“Tidak hanya denganmu, aku juga tidak bisa berbicara dengan teman-teman yang lain. Ibuku melarangku.”
Langkah Geumhee berhenti, tepat di depan rumahnya. Baekhyun pun menghentikan langkahnya dan melihat kearah Geumhee.

“Aku masih menyayangimu sampai saat aku mengatakan ingin mengakhiri hubungan kita. Aku pun masih menyayangingu saat ini, sebagai temanku, sebagai rekan kerja pada olimpiade ini. Kau tau? Aku sangat senang ketika melihatmu bersama Park Minah, sepertinya ia begitu melengkapimu. Siapapun yang melihat kalian pasti akan merasa iri.”
Baekhyun tersenyum. Ia merasa lega.

Sepanjang perjalanan ke rumahnya, Baekhyun terus berpikir mengenai banyak hal. Penjelasan yang cukup masuk akal dari Geumhee, mantan kekasihnya, cinta pertamanya. Tapi kini ia mendapatkan masalah baru. Park Minah. Ia ingin segera menceritakan ini semua pada Mina, menjelaskan bahwa Baekhyun telah melakukan apa yang Mina katakan. Menyelesaikan masalahnya, dan mengakhiri hubungannya yang dulu dengan baik.

Baekhyun sedikit menekuk wajahnya sesampainya ia di depan rumah. Rumahnya gelap gulita, menandakan tidak ada siapapun di rumah itu.
‘Sebenarnya kemana kalian pergi Park Minah, Oh Sehun? Perlukah sampai selarut ini?’

Me:
Sayang, kau dimana? Aku merindukanmu.

Me:
Sehun-ah eodiya? Kenapa kau belum pulang? Apa kau sedang bersama Mina?

Tak mendapat balasan dari pesan singkat yang ia kirim kepada Mina dan Sehun, Baekhyun terlelap. Lagi-lagi tubuhnya memang tidak begitu lelah, tapi otaknyalah yang membutuhkan istirahat.

ZzZzZzZzZzZz…….
¤ H O L L E R ¤
-Park Minah’s POV-
Perlahan aku mencoba membuka kedua mataku. Mengerjapkan kelopak mataku dan menguceknya berkali-kali untuk mengembalikan titik fokus pandanganku. Dimana ini? Ruangan ini begitu hangat, ditambah dengan sinar matahari yang masuk dari jedelanya. Tidak terlalu luas juga tidak terlalu sempit, perabotannya pun sederhana namun sangat lengkap. Ini jelas bukan kamarku, bukan juga kamar Baekhyun.

tok tok tok

Aku hendak berdiri membukakan pintu namun pintu itu sudah dibuka dari luar. Ternyata itu adalah Sehun, aku langsung mempersilahkannya masuk kedalam. Hampir saja aku hendak memeluknya karna aku senang ia masih bersamaku, namun aku mengurungkan niatku karna Sehun memasang wajahnya yang selalu terlihat menyebalkan itu.

“Kau ingin mandi?”
“Aku tidak membawa baju ganti.”
Jawabku setelah menggeleng. Sehun menyodorkan sweater putih, celana pendek dan satu setel pakaian dalam kepadaku. Aku menatapnya, meminta penjelasan milik siapa pakaian ini.
“Aku membelinya di supermarket terdekat. Mandilah, ada banyak orang yang harus kau temui. Mereka sedang menunggumu di ruang makan, kita akan sarapan bersama, aku juga menunggumu di sana.”
“Tapi Sehun-”
Sehun hanya tersenyum sebelum ia meninggalkan ruangan. Memangnya siapa yang ingin bertemu denganku? Dan sebenarnya dimana ini?

Setelah Sehun meninggalkanku, aku berjalan menuju jendela, mendengarkan tawa-tawa kecil yang terdengar dari luar. Di luar sana ada beberapa anak kecil sedang bermain dan belarian. Ya Tuhan, halaman rumah ini begitu luas, bahkan ada taman bunga wang beraneka warna ditengahnya. Sungguh aku ingin pergi keluar. Aku segera menuju ke kamar mandi yang berada di dalam ruangan ini.

Selesai mandi, aku tidak memakai lotion, pelembab maupun bedak karna aku tidak membawanya. Aku hanya menyisir rambutku, mengikatnya ekor kuda. Lalu seperti yang Sehun perintahkan, aku segera keluar kamar menuju ruang makan.

Di luar ruangan ini terdapat lorong dan ada banyak pintu yang menempel pada kedua sisi dinding. Apakah ini panti asuhan? Aku berjalan kearah ruang tengah. Di sini terdapat sebuah TV dan beberapa sofa, serta rak-rak buku, dan pernak-pernik kecil yang tertata rapi.

“Hei.”
Ini tidak mungkin. Aku tidak percaya ini terjadi. Sebenarnya tempat apa ini? Mengapa Cho Kyuhyun berada disini? Aku berjalan mundur ketika ia berjalan kearahku.

“Selamat datang, kau bilang kau ingin bertemu denganku Tuan Putri?”

Ia tersenyum padaku. Seketika itu juga aku merasa bulu di seluruh tubuhku berdiri, dan keringat dingin mulai keluar dari pori-poriku.

“Ya!”
Aku terkejut dan langsung menoleh ke arah lain. Sehun.
“Sehun!”
Aku berlari kearahnya dan langsung memegang erat lengan Sehun, mencoba bersembunyi di balik lengannya. Aku benar-benar takut. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Aku menoleh kearah Sehun saat ia memalingkan wajahnya kearahku. Ia berbisik mengatakan tidak apa, lalu menggandengku menuju ruang makan. Aku menoleh ke belakang, Cho Kyuhyun mengikuti kami.

“Ahnyeong…”
Kami tiba di ruang makan. Benar kata Sehun, disini ada banyak orang. Mereka semua lebih tua dari kami. Salah satu nenek tua berambut putih menyuruhku duduk, aku menarik Sehun agar dia duduk di sebelahku. Sedangkan di seberang meja Cho Kyuhyun duduk bersama orang tua lainnya.

“Sehun, sebenarnya dimana ini? Mengapa kita berada di sini?”
“Ini adalah panti asuhan.”
“Aku tau Sehun, tapi mengapa kita berada di panti asuhan? Bersama Cho itu?”
“Aigoo rupanya kau tidak mengingat kami, ne?”
Nenek tua berambut putih itu menyahut, ia bertutur sambil menaruh nasi di piringku.

“Cheon Minah.”
Kali ini Kyuhyun menyeletuk.

“Kau Cheon Minah. Aku adalah kakakmu, Cheon Kyunho.”
Apa yang sedang Cho Kyuhyun bicarakan? Aku menoleh kearah Sehun, barang kali ia akan menjelaskannya padaku.
“Ayo kita ke taman.”
Sehun mengajakku keluar, meninggalkan para orang tua itu dan juga Cho Kyuhyun.
¤ H O L L E R ¤
“Cheon Minah. Dulu ada sepasang anak laki-laki dan perempuan yang di titipkan di panti asuhan ini, orang tua mereka meninggal karna kecelakaan pesawat. 12 tahun Cheon Kyunho dan 2 tahun Cheon Minah. Seperti anak-anak lain di panti asuhan ini, Kyunho dan Minah tumbuh dengan baik di panti asuhan ini. Dulu aku sering bermain dengan mereka berdua karna selain orang tuaku adalah pemberi donator resmi panti asuhan ini, orang tuaku juga mengenal orang tua Kyunho dan Minah yang sudah meninggal.”

Aku terus memperhatikan Sehun yang berjalan di sebelahku, kami menyusuri taman bunga yang sangat luas ini. Bahkan aku mencoba keras untuk terus memperhatikan Sehun, menghiraukan bunga warna-warni yang bergoyang tertiup angin seakan menyapa saat kami melangkah. Kali ini Sehun membawaku ke ruangan yang cukup besar, tertulis ‘Perpustakaan’ di pintu masuknya.

“Kau tidak mengingatnya?”
Sehun menunjukkan beberapa album foto padaku. Aku terus tersenyum melihat beberapa foto Sehun yang masih kecil, dan, tunggu. Bukankah ini Cho Kyuhyun? Aku mendekatkan foto itu, memastikan apakah yang kulihat sekarang ini tidak salah.

Ternyata benar, orang di foto itu adalah Cho Kyuhyun. Wajahnya mirip dengan wajah yang ada di foto ini, hanya saja yang di foto terlihat jauh lebih muda. Sehun menunjukkanku beberapa foto anak perempuan-yang-mirip-dengan-ku. Tunggu. Apa ini aku? Lagi-lagi aku menoleh kearah Sehun meminta penjelasan.

Sehun mengangguk.
“Cheon Kyunho diadopsi oleh istri dari Presdir Cho Gyeongmoon, pemilik perusahaan kecil yang sekarang berevolusi menjadi perusahaan besar penanam saham dipimpin oleh anak angkatnya, Cho Kyuhyun. Sedangkan Cheon Minah diadopsi oleh Tuan Park Shindeong.”
“Ayahku? Benarkah?”
-Author’s POV-
Mina mematung. Ia mulai dapat mencerna kisah Sehun. Jadi yang Sehun ceritakan itu adalah tentang Mina dan Kyuhyun, mereka bersaudara. Mina berpikir keras, berusaha mengingat kenangan apapun yang pernah ia lakukan di panti asuhan ini. Entah mengapa ia tidak dapat mengingat apapun, ia hanya ingat bahwa dulu ia memiliki seorang kakak laki-laki namun ia juga lupa apa yang terjadi pada kakak laki-lakinya. Mina juga tau bahwa ia bukan anak kandung dari orang tuanya, dan itu bukan masalah besar bagi Mina.

Mina mengerutuki dirinya sendiri yang bahkan tidak dapat mengingat kenangan masa kecilnya. Ia merasa sangat bersalah karna ia tidak menyambut dengan baik para orang tua yang menyambutnya di meja makan tadi, ia bahkan tidak mengingat oppanya, dan Sehun, teman masa kecilnya.

Mina menatap Sehun lekat.
“Hun-ah?”
Hun-ah. Begitulah Mina kecil memanggil Sehun kecil ketika mereka sering bermain dulu. Sehun tersenyum.
“Tunggu, sungguh aku tidak percaya ini. Aku mulai mengingatnya. Aku mengingatmu dan aku juga mengingat Kyunho oppa!”
“Benarkah?”
Kyuhyun memasuki ruangan sambil menggigit Apel merah. Mina langsung memeluknya.
“Opppaaaaa!”
Ia memeluk erat kakak kandungnya yang sempat ia lupakan itu. Mina kembali terisak. Ia terus menyalahkan dirinya sediri.

“Hey hey, uljima.” Kyuhyun beralih memeluk Mina. Ia menyuruh Sehun mendekat dan memberikan Apel yang telah ia gigit pada Sehun. Sehun berdecak kesal.

“Oppa mafkan aku, bahkan aku tidak dapat mengingat satu-satunya keluarga yang kumiliki di dunia ini.”
“Gwenchana Mina-ya, aku tau, aku mengerti. Betapa ibumu benar-benar over protective terhadapmu, sampai kau harus bersekolah dasar dan SMP privat. Benar kan?”
Mina mengangguk, ia masih menangis dipelukkan Kyuhyun.

Bukan short-term memory, tapi kenangan masa lalu Mina hanya tertutup dengan kenangan baru yang mengisi seluruh memori di otak Mina. Kedua orang tua angkatnya sempat membatasi pergaulannya, mengurungnya dirumah bersama beberapa orang rumah. Karna ia masih berusia emam tahun saat itu, tak banyak kenangan masa kecilnya yang dapat ia ingat. Sebelas tahun hidup di keluarganya yang baru cukup, sangat cukup untuk memberi memori baru untuk Mina.

Mina tidak melupakan masa kecilnya, hanya saja ia sedikit kesulitan untuk mengingatnya. Jika ia dapat mengingatpun, hanya sebagian kenangan saja yang dapat Mina ingat, kenangan yang berarti dan membekas untuknya.

“Apa kau akan tetap menikahinya?” Sehun menyeletuk, membuat Kyuhyun tertawa begitu lepas.
“Tentu saja tidak, tenang saja aku tidak akan menikahi adikku sendiri. Perusahaan ayahku dan perusahaan Tuan Park dapat bekerja sama tanpa ada perjanjian apapun. Aku dengan senang hati akan berbagi saham dengan adikku sendiri.”
Mina menangis semakin tersedu. Ia merasa bahagia, takut, sedih, marah, dan kecewa di saat yang bersamaan. Ia hanya terus memeluk kakaknya itu.
“Ayo kita sarapan, Tuan Puteri.”
Mina menikmati waktu sarapan dan makan siangnya di panti asuhan bersama orang-orang disana. Ia sudah mulai mengingat siap orang tua-orang tua di sana dan nenek berambut putih itu. Mina sangat bersyukur ia dapat kembali bertemu dengan oppanya. Ia tidak sabar ingin menceritakan ini semua kepada Baekhyun.

Terkadang menyimpan suatu rahasia akan menuntunmu kepada sebuah kenyataan yang tak terduga.
¤ H O L L E R ¤
“Dari mana saja kau?”
Sehun sedikit terkejut saat Baekhyun membentaknya tepat setelah ia memasuki kamar.
“Dimana Park Minah?”
“Dia pulang kerumahnya.”
“Pergi kemana saja kalian?”
“Aku hanya mengantarnya bertemu dengan keluarganya.”
Baekhyun tersenyum meremehkan, ia tidak percaya dengan apa yang Sehun katakan.
“Keluarga ya? Jadi itu alasan kalian tidak pergi ke sekolah hari ini? Kalian tidak pergi berlibur?”
“Jika kau menuduhku membawa kabur yeoja chingumu, lupakan karna aku tidak pernah melakukannya. Aku hanya mengantarnya bertemu dengan kakaknya di salah satu panti asuhan di Busan. Sekarang ia sedang berada dirumah bersama kakak dan keluarganya. Lagi pula mengapa kau tidak menelfonnya saja untuk memastikan. Dan kenapa kau juga tidak pergi ke sekolah?”
“Besok adalah pertandingan Semi Finalku, Jung sonsaengnim menyuruhku untuk beristirahat saja. Kau benar, aku akan menelfonnya.”
¤ H O L L E R ¤
“Eommaaaaa….”
Mina berlari memeluk Eommanya namun justru disambut dengan cubitan-cubitan kecil oleh Eommanya di sekitar tubuh Mina.
“Dasar anak nakal! Kau tau betapa khawatirnya Eomma selama ini? Tidak pernah membalas SMS, tidak pernah mengangkat telfon. Kau membuat Eomma gila! Appamu yang tidak melakukan apa-apa untuk mencarimu semakin membuat Eomma gila tau!”
“Aaa ampun Eomma, ampun.”
Mina meringis kesakitan, ia tersenyum pada Eommanya dan kembali memeluknya.
“Sudah kubilang kita tidak perlu mencarinya, ia akan pulang sendiri karna memang di sinilah rumahnya. Lagipula aku sudah tau kalau kakaknya sedang mengerjainya.”
“Jadi Appa tau siapa itu Kyuhyun oppa?”
“Tentu saja, bagaimana bisa Appa tidak- aaaaaaa!”
Mina memukul dan mencubit Appanya sebelum ia menyelesaikan kalimatnya.

Mina menjauh beberapa meter dari keluarganya, hendak mengangkat telefon dari Baekhyun. Ia sempat melihat oppanya menyalami Eomma dan Appanya.

“Yeobuseo? ”
“Baekhyun-ah…”
“Mina-ya, aku merindukanmu.”
“Mianhae aku pergi tanpa memberitahumu. Kemarin aku menemui oppaku di panti asuhan, Sehun mengantarku. Kau tidak tahu ya aku memiliki seorang oppa? Haha bahkan aku sendiri baru ingat hari ini bahwa aku ternyata masih memiliki keluarga. Lucu bukan?”
“Aku senang mendengarnya, sayang.”
“Apa kau tidak ke sekolah hari ini?”
“Jung sonsaengnim menyuruhku dan Geumhee untuk beristirahat hari ini karni besok kami aka menghadapi babak Semi Final, aku ingin kau datang.”
“Tentu Baek, aku akan datang. Apa Sehun sudah disana?”
“Hm. Ia sedang menghabiskan cup es krim di depan TV.”
“Aku lupa untuk menyampaikan terimakasih padanya, bisakah kau sampaikan kepada Sehun?”
“Tentu saja.”
“Gomawo. Baek aku harus pergi, Eomma sudah memanggilku.”
“Arraseo, see you later my angel.”
“Bye…”
“I love you.”
tut tut tut…
Baekhyun berkata tepat saat Mina mengakhiri panggilannya, Mina tidak mendengarnya.
¤ H O L L E R ¤
Keluarga Park dan keluarga Cho menggelar pesta makan malam untuk merayakan perusahaan mereka yang telah sah bekerja sama. Beberapa wartawan dan repoter memenuhi jalan di luar gerbang rumah itu karna acara tersebut berjalan tertutup, hanya di hadiri okeh kedua belah pihak dan beberapa pihak yang bersangkutan.

Mina terlihat sangat cantik mengenakan dress hitam atas lutut berlengan panjang yang warnanya begitu kontras dengan dengan warna kulitnya. Rambutnya yang terurai, yang kini berwarna hitam mempercantik penampilannya malam ini. Saru-satunya aksesoris terlihat yang ia pakai adalah bando yang terlihat elegan melekat di surainya.

Selesai jamuan makan malam, Mina berjalan menuju balkon rumah tempat miniatur proyek bangunan yang direncanakan oleh perusahaan Appanya dan perusahaan oppanya berada, meninggalkan para orang tua yang masih asyik bercengkerama.

“Sedang apa?”
Kyuhyun menghampirinya.
“Oppa! Kau mengejutkanku. Ani, aku hanya sedang melihat miniatur bangunan ini. Apa benar oppa yang merancangnya?”
“Tentu saja, kau lupa bahwa oppamu ini adalah arsitek ternama yang paling terkenal di Itaweon ini?”
“Itu tidak lucu, oppa.”

Kyuhyun mengamati wajah dongsaengnya yang terlihat sedang khawatir.
“Apa yang sedang kau pikirkan?”
“Hm?”
“Maksudku siapa yang sedang kau pikirkan?”
“Tidak ada, oppa.”
“Eeeii, kau tidak bisa membohongiku Tuan Puteri. Kau menyukai yang mana? Yang tinggi berambut hitam atau yang pendek berambut cokelat?”
“Apa maksudmu oppa?!”
“Hahaha. Apa kau masih berpacaran dengan siapa dia? Namanya?”
“Baekhyun. Byun Baekhyun. Aku tidak tau, oppa.”
“Apa maksudmu tidak tau? Wah berani-benarinya dia menggantungkan hubungan dengan adikku ini.”
“Ania, anieyeo oppa. Untuk sementara aku hanya ingin sendiri.”
“Benarkah? Lalu bagaimana dengan Sehun?”
“Sehunnie? Sehunnie waeyeo?”
¤ H O L L E R ¤
11.00 PM KST
“Sehun-ah! Sehun-ah ireona!”
“Enghh…. Wae?!!”
Sehun menangkis tangan Baekhyun yang sedari tadi mengoyak kasar tubuhnya, mengganggu tidur lelapnya.
“Ayahmu…”
Seketika Sehun membuka kedua matanya saat Baekhyun menyebutkan kata ‘Ayah’.
“Ayahmu sekarang berada di rumah sakit.”
“M-mwo?”
¤ H O L L E R ¤

Author’s note.

Hallo? Ini pertama kalinya ya saya menyapa kalian di sini? Hehe.

Firstly, terima kasih banyak buat kalian yang selalu mengikuti cerita ini, terima kasih juga lebih banyak buat kalian yang uda ninggalin jejak disetiap bagian cerita ini. Kekuatan terbesar saya adalah komentar kalian. Hihi. Stay tune ya Dear^^

Secondly, kenapa baru sekarang ya saya nulis note? Apakah ceritanya uda berkahir? Jelas belum. Perjalanan mereka masih panjang. Cuma ya baru sekarang aja aku sempet nyelipin note di sini. Kalo kalian baca teasernya pasti uda tau cerita ini nanti berakhir di chapter berapa.

Thirdly, di kesempatan ini juga saya bakal jawab beberapa keambiguan yang sudah kalian pertanyakan. Kalaupun masih ada yang ingin ditanyakan boleh kok langsung di tanyain, pasti akan saya jawab di kesempatan berikutnya.

Q: Jadi baekhyun itu anak yatim??? trus udah punya rumah sendiri, trus sehun numpang dirumah baekhyun,, wae???? kenapa????
A: Iya, Baekhyun dari kecil uda yatim dan pas dia masuk SMA ibunya meninggal karna sakit. Jadi sekarang Baek yatim-piatu. Rumah itu peninggalan Ibunya, si Sehun kabur dari rumahnya sendiri karna gamau sekolah abroad –chapter1- makanya dia tinggal sama Baek sahabatnya dari SMP

Q: Dan sempet bingung gimana caranya anak sma bisa punya mobil mahal.
A: Sehun? Babenya dia pengusaha keyong Dear, dari SMP Sehun uda pegang mobil, lah pas dia kabur dari rumah dibawa dah tu mobil dia, pinter kan tuh anak. kkk

Q: Apakah yang ada difoto kyuhyun itu foto kyu mina hun
A: Iya Dear 

Q:Trus kenapa kyuhyun panggilnya cheon mina yaa..??
A: Berhubung chapter ini uda di jelasin hubungan mereka so jadi gitu Dear, Ayah Kyu sama Mina dulu namanya Chon Sikyung, dan eommanya Bae Jinhee

Q: Dan sebenernya kenapa kyu mengintai mina? Sebegitu cinta kah?
A: Cinta banget lah Dear, namanya juga adiknya sendiri hehe, 24/7/12/365 harus terus diawasin dong

Q: Sebenernya baekhyun itu masih punya perasaan kah ke geumhee??
A: -pertanyaan ini hampir selalu ada di setiap chapter- Saya kasih bocoran ya, Baekhyun itu sayang banget sama Mina tapi dia masih belum bisa ngelupain Geumhee karna Baek belum tau alasan Geumhee memutuskan hubungan mereka, Baek uda ngga sayang kok sama Geumhee tapi karna Baek mencoba membenci Geumhee makanya itu Baek jadi bingung sama perasaannya sendiri. Karna pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan kan tidak baik ya Dear, baik itu rasa sayang ataupun benci terhadap seseorang. Tapi karna Geumhee uda bilang tentang alasannya jadi sekarang Baek uda lega, uda bila ngelepasin Geumhee

Q: Ya bersedia,,, apakah itu kata2 d sbuah pernikahan…???
A: Hmm yang ada di Teaser ya? Iya Dear, they’ll get married soon, as soon as possible.
The last one, ini ff debut saya. Jadi maklumilah gaya bahasanya yang masih labil karna memang ini ff pertama yang saya tulis ketika umur saya masih memungkinkan saya untuk bertingkah labil pula. Haha. Tapi di laptop ada lima judul yang sudah saya buat dan siap saya luncurkan, dengan gaya bahasa saya sendiri yang sudah berkembang menurut saya tentunya karna seiring waktu berjalan saya baru ngerti sekarang gimana sebenarnya penggambaran cerita yang saya inginkan.

Dengan banyaknya kekurangan-kekurangan saya di atas, saya berharap kalian masih setia ya sama cerita ini. Hihi.

Big hug and deep kiss to:
SHINERSB ¤ VEEHUN ^^ ¤ exoup10tion ¤ ChocoYeppeo ¤ morimoi ¤ ZHANGPOET9410 ¤ LABILA ¤ NURLAELY D ¤ blackkyung ¤ Zay Cardova ¤ LYOUNGIE98 ¤ EUNSEO-namamu bagus Dear- ¤ UCHIE VITRIA ¤ GITARANJANI21 ¤ CHANCHAN ¤ SRI1204 ¤ ZHANGPOET9410 ¤ Cindy Jung ¤ LOVE J ¤ Sherly TY ¤ Qeanaqueen ¤ Aprilkyu ¤ indryveronika ¤ sitimudawamah23 ¤ cahyaliana ¤ mayaexol ¤ Hexa ¤ AINIYA BELVA ¤ RAE_RAE ¤ MELANI ¤ leeeeeehs
and others which hasn’t mention yet, maaf kalo salah nulis IDnya. Aku sayang kalian semua.

Written with love, Choi’s.
Visit my personal blog.
HOLLER
¤
Choi’s
¤
Park Minah – Byun Baekhyun – Oh Sehun
¤
Ocs – EXO members – Others
¤
Complicated-romance – School Life – Fluff
¤
Chaptered
¤
T(eenager)
¤
The OCs and the stories are purely mine, EXO members belong to EXO-L
¤
“Look at you, trapped in the same pattern everyday.”
Previous Chapters
Teaser and Trailer – I – II – III – IV – V
VI – VII – VIII – IX – X
¤ XI ¤
Salah satu dari mereka, seorang laki-laki yang lebih tua dari Sehun membimbing Sehun agar membawa Mina dan meletakkannya di tempat tidur. Sehun mengekor pria tersebut dan langsung ikut memasuki sebuah kamar saat pria itu membukakan pintunya. Sehun mencoba meletakan Mina di atas ranjang dengan setenang mungkin, pria itu juga ikut membantunya. Mina hanya menggeliat kecil namun ia tidak terbangun.

“Biarkan dia beristirahat, hari ini dia sudah mengalami banyak hal.”
Kata Sehun pada pria itu saat mereka hendak keluar kamar namun pria itu masih terdiam memandangi Mina.

Pria itu mengangguk pada Sehun lalu Sehun meninggalkannya. Pria itu sempat mengelus rambut Mina dan mengecup dahinya. Ia berkata sebelum meninggalkan Mina.
“Aku sangat merindukanmu.”
¤ H O L L E R ¤
“Yeobuseoyeo?”
“Yeobuseoyeo Eommanim.”
“Bagaimana Kyuhyun-ssi? Aku begitu khawatir karna kau tak kunjung memberi kabar padaku.”
“Jweseonghamnida Eommanim, ije gwenchanayeo (sekarang sudah tidak apa-apa), Minah-yang bersama saya dan ia sedang tidur.”
“Aigoo…. Syukurlah.”
Kyuhyun hanya tersenyum dan mengiyakan setiap perkataan Nyonya Park diseberang telefon. Tak banyak yang Eomma Mina bicarakan dengan Kyuhyun ditelefon, seperti biasa, Eomma Mina berpesan agar Kyuhyun tetap menjaganya.

Kyuhyun memandangi Sehun yang baru saja keluar dari dapur menuju ruang tamu tempatnya bersantai saat ini. Sehun tentu merasa risih dengan pandangan Kyuhyun yang tidak biasa. Wajah Kyuhyun seperti mengejek namun juga terlihat sedang menggoda Sehun disaat yang bersamaan. Sehun duduk di sofa yang berseberangan dengan Kyuhyun, ia mengernyitkan kedua alisnya, membalas tatapan Kyuhyun yang aneh itu dengan death glarenya.

“Apa?!”
“Apa?”
“Mengapa kau menatapku seperti itu?”
“Seperti apa?”
Kyuhyun beralih membaca koran di atas meja dengan gaya tidak menghiraukan Sehun dan perkataannya sepenuhnya.

Hening. Tidak ada lagi percakapan yang terjadi diantara mereka, yang terdengar hanya suara detakan jam dinding di atas TV yang menunjukkan pukul 22.02 KST. Tentu semua penghuni rumah tersebut sudah terlelap, yang tersisa hanya kedua anak adam ini. Yang satu asyik membaca buku dengan tenang, yang satunya lagi terfokus pada koran hari ini dengan suara berisik khas ala koran yang dibalik ketika pria itu membalik halaman korannya.

“Kau tidak tidur, pria kecil?”
Suara Kyuhyun memecah keheningan diantara mereka berdua. Sehun terdiam tidak menjawab. Ia tau bahwa Kyuhyun sedang bertanya padanya, tentu saja, hanya saja Sehun merasa kesal saat Kyuhyun terus memanggilnya dengan sebutan itu. Kyuhyun tersenyum geli melihat Sehun yang menahan amarahnya sampai wajah Sehun kini memerah.

“Bagaimana kabarmu?”
Akhirnya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
“Kau bisa lihat sendiri keadaanku.”
“Bagaimana dengan gadis itu?”
“Tck!” Sehun berdecak kesal.
“Hm?”
“Sebenarnya apa yang kau inginkan Cho?!”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya sambil melipat korannya, mengakhiri kegiatannya.
“Aku begitu merindukannya.”
“Kemana saja kau selama ini?”
Kyuhyun memalingkan pandangannya dari Sehun. Bahkan ia tidak bisa menjawab pertanyaan seorang bocah yang berusia sepuluh tahun lebih muda darinya.
“Hanya bekerja. Apa kau menjaga gadis itu dengan baik?”
Sehun tudak menjawab pernyataan dan pertanyaan Kyuhyun. Ia meletakkan buku yang ia baca di atas meja lalu beralih untuk tidur di salah satu kamar yang kosong.
¤ H O L L E R ¤
“Sebelum ayahku meninggal, ia dituduh menggelapkan uang perusahaan oleh rekan kerjanya sendiri.”
Baekhyun diam, menyimak perkataan Geumhee. Mereka berdua berjalan bersama menuju rumah masing-masing setelah selesai berlatih.
“Tentu saja ayahku sangat terkejut sampai ia terkena serangan jantung. Itulah alasan mengapa aku pindah dari rumah, ibuku menyuruhku untuk tidak berkomunikasi dengan siapapun pada saat itu. Aku tidak bisa pindah sekolah karna pada saat itu aku dan Mae sonsaengnim sedang melakukan sebuah penelitian, aku banyak berperan dalam penelitian beliau jadi aku tidak bisa meninggalkan sekolah.”
Langkah Baekhyun melambat, seiring Geumhee menyelesaikan kalimatnya.

“Tidak hanya denganmu, aku juga tidak bisa berbicara dengan teman-teman yang lain. Ibuku melarangku.”
Langkah Geumhee berhenti, tepat di depan rumahnya. Baekhyun pun menghentikan langkahnya dan melihat kearah Geumhee.

“Aku masih menyayangimu sampai saat aku mengatakan ingin mengakhiri hubungan kita. Aku pun masih menyayangingu saat ini, sebagai temanku, sebagai rekan kerja pada olimpiade ini. Kau tau? Aku sangat senang ketika melihatmu bersama Park Minah, sepertinya ia begitu melengkapimu. Siapapun yang melihat kalian pasti akan merasa iri.”
Baekhyun tersenyum. Ia merasa lega.

Sepanjang perjalanan ke rumahnya, Baekhyun terus berpikir mengenai banyak hal. Penjelasan yang cukup masuk akal dari Geumhee, mantan kekasihnya, cinta pertamanya. Tapi kini ia mendapatkan masalah baru. Park Minah. Ia ingin segera menceritakan ini semua pada Mina, menjelaskan bahwa Baekhyun telah melakukan apa yang Mina katakan. Menyelesaikan masalahnya, dan mengakhiri hubungannya yang dulu dengan baik.

Baekhyun sedikit menekuk wajahnya sesampainya ia di depan rumah. Rumahnya gelap gulita, menandakan tidak ada siapapun di rumah itu.
‘Sebenarnya kemana kalian pergi Park Minah, Oh Sehun? Perlukah sampai selarut ini?’

Me:
Sayang, kau dimana? Aku merindukanmu.

Me:
Sehun-ah eodiya? Kenapa kau belum pulang? Apa kau sedang bersama Mina?

Tak mendapat balasan dari pesan singkat yang ia kirim kepada Mina dan Sehun, Baekhyun terlelap. Lagi-lagi tubuhnya memang tidak begitu lelah, tapi otaknyalah yang membutuhkan istirahat.

ZzZzZzZzZzZz…….
¤ H O L L E R ¤
-Park Minah’s POV-
Perlahan aku mencoba membuka kedua mataku. Mengerjapkan kelopak mataku dan menguceknya berkali-kali untuk mengembalikan titik fokus pandanganku. Dimana ini? Ruangan ini begitu hangat, ditambah dengan sinar matahari yang masuk dari jedelanya. Tidak terlalu luas juga tidak terlalu sempit, perabotannya pun sederhana namun sangat lengkap. Ini jelas bukan kamarku, bukan juga kamar Baekhyun.

tok tok tok

Aku hendak berdiri membukakan pintu namun pintu itu sudah dibuka dari luar. Ternyata itu adalah Sehun, aku langsung mempersilahkannya masuk kedalam. Hampir saja aku hendak memeluknya karna aku senang ia masih bersamaku, namun aku mengurungkan niatku karna Sehun memasang wajahnya yang selalu terlihat menyebalkan itu.

“Kau ingin mandi?”
“Aku tidak membawa baju ganti.”
Jawabku setelah menggeleng. Sehun menyodorkan sweater putih, celana pendek dan satu setel pakaian dalam kepadaku. Aku menatapnya, meminta penjelasan milik siapa pakaian ini.
“Aku membelinya di supermarket terdekat. Mandilah, ada banyak orang yang harus kau temui. Mereka sedang menunggumu di ruang makan, kita akan sarapan bersama, aku juga menunggumu di sana.”
“Tapi Sehun-”
Sehun hanya tersenyum sebelum ia meninggalkan ruangan. Memangnya siapa yang ingin bertemu denganku? Dan sebenarnya dimana ini?

Setelah Sehun meninggalkanku, aku berjalan menuju jendela, mendengarkan tawa-tawa kecil yang terdengar dari luar. Di luar sana ada beberapa anak kecil sedang bermain dan belarian. Ya Tuhan, halaman rumah ini begitu luas, bahkan ada taman bunga wang beraneka warna ditengahnya. Sungguh aku ingin pergi keluar. Aku segera menuju ke kamar mandi yang berada di dalam ruangan ini.

Selesai mandi, aku tidak memakai lotion, pelembab maupun bedak karna aku tidak membawanya. Aku hanya menyisir rambutku, mengikatnya ekor kuda. Lalu seperti yang Sehun perintahkan, aku segera keluar kamar menuju ruang makan.

Di luar ruangan ini terdapat lorong dan ada banyak pintu yang menempel pada kedua sisi dinding. Apakah ini panti asuhan? Aku berjalan kearah ruang tengah. Di sini terdapat sebuah TV dan beberapa sofa, serta rak-rak buku, dan pernak-pernik kecil yang tertata rapi.

“Hei.”
Ini tidak mungkin. Aku tidak percaya ini terjadi. Sebenarnya tempat apa ini? Mengapa Cho Kyuhyun berada disini? Aku berjalan mundur ketika ia berjalan kearahku.

“Selamat datang, kau bilang kau ingin bertemu denganku Tuan Putri?”

Ia tersenyum padaku. Seketika itu juga aku merasa bulu di seluruh tubuhku berdiri, dan keringat dingin mulai keluar dari pori-poriku.

“Ya!”
Aku terkejut dan langsung menoleh ke arah lain. Sehun.
“Sehun!”
Aku berlari kearahnya dan langsung memegang erat lengan Sehun, mencoba bersembunyi di balik lengannya. Aku benar-benar takut. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Aku menoleh kearah Sehun saat ia memalingkan wajahnya kearahku. Ia berbisik mengatakan tidak apa, lalu menggandengku menuju ruang makan. Aku menoleh ke belakang, Cho Kyuhyun mengikuti kami.

“Ahnyeong…”
Kami tiba di ruang makan. Benar kata Sehun, disini ada banyak orang. Mereka semua lebih tua dari kami. Salah satu nenek tua berambut putih menyuruhku duduk, aku menarik Sehun agar dia duduk di sebelahku. Sedangkan di seberang meja Cho Kyuhyun duduk bersama orang tua lainnya.

“Sehun, sebenarnya dimana ini? Mengapa kita berada di sini?”
“Ini adalah panti asuhan.”
“Aku tau Sehun, tapi mengapa kita berada di panti asuhan? Bersama Cho itu?”
“Aigoo rupanya kau tidak mengingat kami, ne?”
Nenek tua berambut putih itu menyahut, ia bertutur sambil menaruh nasi di piringku.

“Cheon Minah.”
Kali ini Kyuhyun menyeletuk.

“Kau Cheon Minah. Aku adalah kakakmu, Cheon Kyunho.”
Apa yang sedang Cho Kyuhyun bicarakan? Aku menoleh kearah Sehun, barang kali ia akan menjelaskannya padaku.
“Ayo kita ke taman.”
Sehun mengajakku keluar, meninggalkan para orang tua itu dan juga Cho Kyuhyun.
¤ H O L L E R ¤
“Cheon Minah. Dulu ada sepasang anak laki-laki dan perempuan yang di titipkan di panti asuhan ini, orang tua mereka meninggal karna kecelakaan pesawat. 12 tahun Cheon Kyunho dan 2 tahun Cheon Minah. Seperti anak-anak lain di panti asuhan ini, Kyunho dan Minah tumbuh dengan baik di panti asuhan ini. Dulu aku sering bermain dengan mereka berdua karna selain orang tuaku adalah pemberi donator resmi panti asuhan ini, orang tuaku juga mengenal orang tua Kyunho dan Minah yang sudah meninggal.”

Aku terus memperhatikan Sehun yang berjalan di sebelahku, kami menyusuri taman bunga yang sangat luas ini. Bahkan aku mencoba keras untuk terus memperhatikan Sehun, menghiraukan bunga warna-warni yang bergoyang tertiup angin seakan menyapa saat kami melangkah. Kali ini Sehun membawaku ke ruangan yang cukup besar, tertulis ‘Perpustakaan’ di pintu masuknya.

“Kau tidak mengingatnya?”
Sehun menunjukkan beberapa album foto padaku. Aku terus tersenyum melihat beberapa foto Sehun yang masih kecil, dan, tunggu. Bukankah ini Cho Kyuhyun? Aku mendekatkan foto itu, memastikan apakah yang kulihat sekarang ini tidak salah.

Ternyata benar, orang di foto itu adalah Cho Kyuhyun. Wajahnya mirip dengan wajah yang ada di foto ini, hanya saja yang di foto terlihat jauh lebih muda. Sehun menunjukkanku beberapa foto anak perempuan-yang-mirip-dengan-ku. Tunggu. Apa ini aku? Lagi-lagi aku menoleh kearah Sehun meminta penjelasan.

Sehun mengangguk.
“Cheon Kyunho diadopsi oleh istri dari Presdir Cho Gyeongmoon, pemilik perusahaan kecil yang sekarang berevolusi menjadi perusahaan besar penanam saham dipimpin oleh anak angkatnya, Cho Kyuhyun. Sedangkan Cheon Minah diadopsi oleh Tuan Park Shindeong.”
“Ayahku? Benarkah?”
-Author’s POV-
Mina mematung. Ia mulai dapat mencerna kisah Sehun. Jadi yang Sehun ceritakan itu adalah tentang Mina dan Kyuhyun, mereka bersaudara. Mina berpikir keras, berusaha mengingat kenangan apapun yang pernah ia lakukan di panti asuhan ini. Entah mengapa ia tidak dapat mengingat apapun, ia hanya ingat bahwa dulu ia memiliki seorang kakak laki-laki namun ia juga lupa apa yang terjadi pada kakak laki-lakinya. Mina juga tau bahwa ia bukan anak kandung dari orang tuanya, dan itu bukan masalah besar bagi Mina.

Mina mengerutuki dirinya sendiri yang bahkan tidak dapat mengingat kenangan masa kecilnya. Ia merasa sangat bersalah karna ia tidak menyambut dengan baik para orang tua yang menyambutnya di meja makan tadi, ia bahkan tidak mengingat oppanya, dan Sehun, teman masa kecilnya.

Mina menatap Sehun lekat.
“Hun-ah?”
Hun-ah. Begitulah Mina kecil memanggil Sehun kecil ketika mereka sering bermain dulu. Sehun tersenyum.
“Tunggu, sungguh aku tidak percaya ini. Aku mulai mengingatnya. Aku mengingatmu dan aku juga mengingat Kyunho oppa!”
“Benarkah?”
Kyuhyun memasuki ruangan sambil menggigit Apel merah. Mina langsung memeluknya.
“Opppaaaaa!”
Ia memeluk erat kakak kandungnya yang sempat ia lupakan itu. Mina kembali terisak. Ia terus menyalahkan dirinya sediri.

“Hey hey, uljima.” Kyuhyun beralih memeluk Mina. Ia menyuruh Sehun mendekat dan memberikan Apel yang telah ia gigit pada Sehun. Sehun berdecak kesal.

“Oppa mafkan aku, bahkan aku tidak dapat mengingat satu-satunya keluarga yang kumiliki di dunia ini.”
“Gwenchana Mina-ya, aku tau, aku mengerti. Betapa ibumu benar-benar over protective terhadapmu, sampai kau harus bersekolah dasar dan SMP privat. Benar kan?”
Mina mengangguk, ia masih menangis dipelukkan Kyuhyun.

Bukan short-term memory, tapi kenangan masa lalu Mina hanya tertutup dengan kenangan baru yang mengisi seluruh memori di otak Mina. Kedua orang tua angkatnya sempat membatasi pergaulannya, mengurungnya dirumah bersama beberapa orang rumah. Karna ia masih berusia emam tahun saat itu, tak banyak kenangan masa kecilnya yang dapat ia ingat. Sebelas tahun hidup di keluarganya yang baru cukup, sangat cukup untuk memberi memori baru untuk Mina.

Mina tidak melupakan masa kecilnya, hanya saja ia sedikit kesulitan untuk mengingatnya. Jika ia dapat mengingatpun, hanya sebagian kenangan saja yang dapat Mina ingat, kenangan yang berarti dan membekas untuknya.

“Apa kau akan tetap menikahinya?” Sehun menyeletuk, membuat Kyuhyun tertawa begitu lepas.
“Tentu saja tidak, tenang saja aku tidak akan menikahi adikku sendiri. Perusahaan ayahku dan perusahaan Tuan Park dapat bekerja sama tanpa ada perjanjian apapun. Aku dengan senang hati akan berbagi saham dengan adikku sendiri.”
Mina menangis semakin tersedu. Ia merasa bahagia, takut, sedih, marah, dan kecewa di saat yang bersamaan. Ia hanya terus memeluk kakaknya itu.
“Ayo kita sarapan, Tuan Puteri.”
Mina menikmati waktu sarapan dan makan siangnya di panti asuhan bersama orang-orang disana. Ia sudah mulai mengingat siap orang tua-orang tua di sana dan nenek berambut putih itu. Mina sangat bersyukur ia dapat kembali bertemu dengan oppanya. Ia tidak sabar ingin menceritakan ini semua kepada Baekhyun.

Terkadang menyimpan suatu rahasia akan menuntunmu kepada sebuah kenyataan yang tak terduga.
¤ H O L L E R ¤
“Dari mana saja kau?”
Sehun sedikit terkejut saat Baekhyun membentaknya tepat setelah ia memasuki kamar.
“Dimana Park Minah?”
“Dia pulang kerumahnya.”
“Pergi kemana saja kalian?”
“Aku hanya mengantarnya bertemu dengan keluarganya.”
Baekhyun tersenyum meremehkan, ia tidak percaya dengan apa yang Sehun katakan.
“Keluarga ya? Jadi itu alasan kalian tidak pergi ke sekolah hari ini? Kalian tidak pergi berlibur?”
“Jika kau menuduhku membawa kabur yeoja chingumu, lupakan karna aku tidak pernah melakukannya. Aku hanya mengantarnya bertemu dengan kakaknya di salah satu panti asuhan di Busan. Sekarang ia sedang berada dirumah bersama kakak dan keluarganya. Lagi pula mengapa kau tidak menelfonnya saja untuk memastikan. Dan kenapa kau juga tidak pergi ke sekolah?”
“Besok adalah pertandingan Semi Finalku, Jung sonsaengnim menyuruhku untuk beristirahat saja. Kau benar, aku akan menelfonnya.”
¤ H O L L E R ¤
“Eommaaaaa….”
Mina berlari memeluk Eommanya namun justru disambut dengan cubitan-cubitan kecil oleh Eommanya di sekitar tubuh Mina.
“Dasar anak nakal! Kau tau betapa khawatirnya Eomma selama ini? Tidak pernah membalas SMS, tidak pernah mengangkat telfon. Kau membuat Eomma gila! Appamu yang tidak melakukan apa-apa untuk mencarimu semakin membuat Eomma gila tau!”
“Aaa ampun Eomma, ampun.”
Mina meringis kesakitan, ia tersenyum pada Eommanya dan kembali memeluknya.
“Sudah kubilang kita tidak perlu mencarinya, ia akan pulang sendiri karna memang di sinilah rumahnya. Lagipula aku sudah tau kalau kakaknya sedang mengerjainya.”
“Jadi Appa tau siapa itu Kyuhyun oppa?”
“Tentu saja, bagaimana bisa Appa tidak- aaaaaaa!”
Mina memukul dan mencubit Appanya sebelum ia menyelesaikan kalimatnya.

Mina menjauh beberapa meter dari keluarganya, hendak mengangkat telefon dari Baekhyun. Ia sempat melihat oppanya menyalami Eomma dan Appanya.

“Yeobuseo? ”
“Baekhyun-ah…”
“Mina-ya, aku merindukanmu.”
“Mianhae aku pergi tanpa memberitahumu. Kemarin aku menemui oppaku di panti asuhan, Sehun mengantarku. Kau tidak tahu ya aku memiliki seorang oppa? Haha bahkan aku sendiri baru ingat hari ini bahwa aku ternyata masih memiliki keluarga. Lucu bukan?”
“Aku senang mendengarnya, sayang.”
“Apa kau tidak ke sekolah hari ini?”
“Jung sonsaengnim menyuruhku dan Geumhee untuk beristirahat hari ini karni besok kami aka menghadapi babak Semi Final, aku ingin kau datang.”
“Tentu Baek, aku akan datang. Apa Sehun sudah disana?”
“Hm. Ia sedang menghabiskan cup es krim di depan TV.”
“Aku lupa untuk menyampaikan terimakasih padanya, bisakah kau sampaikan kepada Sehun?”
“Tentu saja.”
“Gomawo. Baek aku harus pergi, Eomma sudah memanggilku.”
“Arraseo, see you later my angel.”
“Bye…”
“I love you.”
tut tut tut…
Baekhyun berkata tepat saat Mina mengakhiri panggilannya, Mina tidak mendengarnya.
¤ H O L L E R ¤
Keluarga Park dan keluarga Cho menggelar pesta makan malam untuk merayakan perusahaan mereka yang telah sah bekerja sama. Beberapa wartawan dan repoter memenuhi jalan di luar gerbang rumah itu karna acara tersebut berjalan tertutup, hanya di hadiri okeh kedua belah pihak dan beberapa pihak yang bersangkutan.

Mina terlihat sangat cantik mengenakan dress hitam atas lutut berlengan panjang yang warnanya begitu kontras dengan dengan warna kulitnya. Rambutnya yang terurai, yang kini berwarna hitam mempercantik penampilannya malam ini. Saru-satunya aksesoris terlihat yang ia pakai adalah bando yang terlihat elegan melekat di surainya.

Selesai jamuan makan malam, Mina berjalan menuju balkon rumah tempat miniatur proyek bangunan yang direncanakan oleh perusahaan Appanya dan perusahaan oppanya berada, meninggalkan para orang tua yang masih asyik bercengkerama.

“Sedang apa?”
Kyuhyun menghampirinya.
“Oppa! Kau mengejutkanku. Ani, aku hanya sedang melihat miniatur bangunan ini. Apa benar oppa yang merancangnya?”
“Tentu saja, kau lupa bahwa oppamu ini adalah arsitek ternama yang paling terkenal di Itaweon ini?”
“Itu tidak lucu, oppa.”

Kyuhyun mengamati wajah dongsaengnya yang terlihat sedang khawatir.
“Apa yang sedang kau pikirkan?”
“Hm?”
“Maksudku siapa yang sedang kau pikirkan?”
“Tidak ada, oppa.”
“Eeeii, kau tidak bisa membohongiku Tuan Puteri. Kau menyukai yang mana? Yang tinggi berambut hitam atau yang pendek berambut cokelat?”
“Apa maksudmu oppa?!”
“Hahaha. Apa kau masih berpacaran dengan siapa dia? Namanya?”
“Baekhyun. Byun Baekhyun. Aku tidak tau, oppa.”
“Apa maksudmu tidak tau? Wah berani-benarinya dia menggantungkan hubungan dengan adikku ini.”
“Ania, anieyeo oppa. Untuk sementara aku hanya ingin sendiri.”
“Benarkah? Lalu bagaimana dengan Sehun?”
“Sehunnie? Sehunnie waeyeo?”
¤ H O L L E R ¤
11.00 PM KST
“Sehun-ah! Sehun-ah ireona!”
“Enghh…. Wae?!!”
Sehun menangkis tangan Baekhyun yang sedari tadi mengoyak kasar tubuhnya, mengganggu tidur lelapnya.
“Ayahmu…”
Seketika Sehun membuka kedua matanya saat Baekhyun menyebutkan kata ‘Ayah’.
“Ayahmu sekarang berada di rumah sakit.”
“M-mwo?”
¤ H O L L E R ¤

Author’s note.

Hallo? Ini pertama kalinya ya saya menyapa kalian di sini? Hehe.

Firstly, terima kasih banyak buat kalian yang selalu mengikuti cerita ini, terima kasih juga lebih banyak buat kalian yang uda ninggalin jejak disetiap bagian cerita ini. Kekuatan terbesar saya adalah komentar kalian. Hihi. Stay tune ya Dear^^

Secondly, kenapa baru sekarang ya saya nulis note? Apakah ceritanya uda berkahir? Jelas belum. Perjalanan mereka masih panjang. Cuma ya baru sekarang aja aku sempet nyelipin note di sini. Kalo kalian baca teasernya pasti uda tau cerita ini nanti berakhir di chapter berapa.

Thirdly, di kesempatan ini juga saya bakal jawab beberapa keambiguan yang sudah kalian pertanyakan. Kalaupun masih ada yang ingin ditanyakan boleh kok langsung di tanyain, pasti akan saya jawab di kesempatan berikutnya.

Q: Jadi baekhyun itu anak yatim??? trus udah punya rumah sendiri, trus sehun numpang dirumah baekhyun,, wae???? kenapa????
A: Iya, Baekhyun dari kecil uda yatim dan pas dia masuk SMA ibunya meninggal karna sakit. Jadi sekarang Baek yatim-piatu. Rumah itu peninggalan Ibunya, si Sehun kabur dari rumahnya sendiri karna gamau sekolah abroad –chapter1- makanya dia tinggal sama Baek sahabatnya dari SMP

Q: Dan sempet bingung gimana caranya anak sma bisa punya mobil mahal.
A: Sehun? Babenya dia pengusaha keyong Dear, dari SMP Sehun uda pegang mobil, lah pas dia kabur dari rumah dibawa dah tu mobil dia, pinter kan tuh anak. kkk

Q: Apakah yang ada difoto kyuhyun itu foto kyu mina hun
A: Iya Dear 

Q:Trus kenapa kyuhyun panggilnya cheon mina yaa..??
A: Berhubung chapter ini uda di jelasin hubungan mereka so jadi gitu Dear, Ayah Kyu sama Mina dulu namanya Chon Sikyung, dan eommanya Bae Jinhee

Q: Dan sebenernya kenapa kyu mengintai mina? Sebegitu cinta kah?
A: Cinta banget lah Dear, namanya juga adiknya sendiri hehe, 24/7/12/365 harus terus diawasin dong

Q: Sebenernya baekhyun itu masih punya perasaan kah ke geumhee??
A: -pertanyaan ini hampir selalu ada di setiap chapter- Saya kasih bocoran ya, Baekhyun itu sayang banget sama Mina tapi dia masih belum bisa ngelupain Geumhee karna Baek belum tau alasan Geumhee memutuskan hubungan mereka, Baek uda ngga sayang kok sama Geumhee tapi karna Baek mencoba membenci Geumhee makanya itu Baek jadi bingung sama perasaannya sendiri. Karna pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan kan tidak baik ya Dear, baik itu rasa sayang ataupun benci terhadap seseorang. Tapi karna Geumhee uda bilang tentang alasannya jadi sekarang Baek uda lega, uda bila ngelepasin Geumhee

Q: Ya bersedia,,, apakah itu kata2 d sbuah pernikahan…???
A: Hmm yang ada di Teaser ya? Iya Dear, they’ll get married soon, as soon as possible.
The last one, ini ff debut saya. Jadi maklumilah gaya bahasanya yang masih labil karna memang ini ff pertama yang saya tulis ketika umur saya masih memungkinkan saya untuk bertingkah labil pula. Haha. Tapi di laptop ada lima judul yang sudah saya buat dan siap saya luncurkan, dengan gaya bahasa saya sendiri yang sudah berkembang menurut saya tentunya karna seiring waktu berjalan saya baru ngerti sekarang gimana sebenarnya penggambaran cerita yang saya inginkan.

Dengan banyaknya kekurangan-kekurangan saya di atas, saya berharap kalian masih setia ya sama cerita ini. Hihi.

Big hug and deep kiss to:
SHINERSB ¤ VEEHUN ^^ ¤ exoup10tion ¤ ChocoYeppeo ¤ morimoi ¤ ZHANGPOET9410 ¤ LABILA ¤ NURLAELY D ¤ blackkyung ¤ Zay Cardova ¤ LYOUNGIE98 ¤ EUNSEO-namamu bagus Dear- ¤ UCHIE VITRIA ¤ GITARANJANI21 ¤ CHANCHAN ¤ SRI1204 ¤ ZHANGPOET9410 ¤ Cindy Jung ¤ LOVE J ¤ Sherly TY ¤ Qeanaqueen ¤ Aprilkyu ¤ indryveronika ¤ sitimudawamah23 ¤ cahyaliana ¤ mayaexol ¤ Hexa ¤ AINIYA BELVA ¤ RAE_RAE ¤ MELANI ¤ leeeeeehs
and others which hasn’t mention yet, maaf kalo salah nulis IDnya. Aku sayang kalian semua.

Written with love, Choi’s.
Visit my personal blog.

16 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Holler – Chapter 11”

  1. Ping-balik: Chaptered | Choi's
  2. ehh kenapa postnya sampe double gitu…makanya kok panjang bngtttttt…hahahaha

    ahh yaampun akhirnya di chapter ini sdh terjawab semua…setelah selama ini cuma nebak” dan salah! hahaaha
    kyu itu evil bngt yaa pake ngerjain minah segala..untung kan sehun jelasin,, hun-a neo jjang!! bukan!!! authornya yg jjang!! daebak!!

    jadi baekhyun udah gk sayang sama gumhee…balikan lg dong sama minah? trus sehun gimana? jadi selama ini sehun cuma buat ngawasin n ngejaga minah doang? gk kan? gimana nasib hati sehun?? eh..emang sehun ada rasa sama minah?? itu jg yg gk jelas..sehun mah datar” aja..hahaha
    kenapa sama appa sehun???

    ihhh penasaran bngt aku sama kelanjutan nyaa…

    tunggu! namaku! VeeHun! disebut!

    OMG …bangganya aku..hahahahaa..makasih yaa author, keberadaanku diakui /elah bahasanya/

  3. Krain kyuhyun terobsesi ma mina,trnyta kk nya,sbner.a smpet mngkel jg k baeki,cuz trkesan sdkit labil,tp akhir.a gk,kra2 mina milih spa y.., waiting for next chap,keep writing n fighting

  4. eihhh., ternyata kyuhyun oppa-nya mina.,
    aigoo., aku ketipu, kirain mau ngejodohin bneran.. coz si kyuhyun juga pake kek gitu segala..huhh tapi seru juga sih ya…hihihi

    ayah sehun knapa kok bisa ada d rumah sakit??
    woahh disini banyak pertanyaan yg sudah kejawab dan dijelaskan^^

    eohh., ada namaku juga^^
    gomawo., cheonma^^
    dunggu cerita yang siap meluncurnya kak^^
    ..hihi

    next kak dtunggu klanjutanya^^
    Fighting!!

  5. Ohh jadi kyuhyun itu kakak kandungnya mina 😮 kirain dia emang mau nikah beneran sama mina, eh nyatanya cuman ngerjain. Nyebelin banget kan punya kakak kaya kyu haha tapi pengen juga sih punya kakak seganteng kyu wkwk
    Ahh mina bakal milih yg mana ya? Yang rambut hitam tinggi atau yang rambut coklat pendek? Yaudah lah yang pendek aja, aku pengennya mina sama yang pendek, jangan tinggi tinggi haha
    Wah wah ayah sehun dateng, ayoo mau ngapain tuh ayahnya sehun dateng? Mau jodoin sehun sama aku ya haha :v
    Hati hati hun, kena amukan ayahmu wkwk

    Ecie cie namaku kesebut-sebut, seneng deh haha
    Thanks thor, terus berkarya!
    Jangan lupa, buat mina sama baekhyun balikan haha

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s