[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You Season 2 (Chapter 1)

PhotoGrid_1470535099794

 

Tittle                           : The One Person Is You Season 2 (Chapter 1)

 

Author                       : Dancinglee_710117

 

Main Cast                 :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Hyojin (OC)
  • Kim Myungsoo / L (INFINITE)
  • Park Jiyeon (T-ARA)

 

Other Cast                :

  • Bang Yongguk (B.A.P)
  • Kang Rae Mi (OC)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Park Yoora (OC/Chanyeol sister)
  • Kim Jong In / Kai (EXO)
  • Kim Hyoyeon (SNSD)
  • Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)
  • Kim Himchan (B.A.P)
  • Jung Yong Hwa (C.N. BLUE)
  • And other you can find in the story

 

Genre                        : Romance, Comedy, Drama, Friendship, Family, Sad, and other

 

Rating                        : T

 

Length                       : Chapter

 

 

~Happy Reading~

*Author POV*

 

[Sehari sebelum kedatangan Chanyeol ke Korea]

 

“Yak! this boy really want to die?!”

 

Hyojin meremas ponselnya dengan segala emosi yang ia punya, menggeram dengan keras tidak peduli berapa banyak orang yang menatapnya dengan heran sekaligus ketakutan.

 

“Apa dia salah satu pasien professor Kang?”

 

“Kurasa iya, assisten dosen bilang hari ini kelas kita akan menganalisis pengidap krisis identitas.”

 

“Huwaaaa aku tidak ingin-”

 

Ucapan gadis itu terhenti begitu Hyojin berdiri di depannya, berkacak pinggang sambil memberikan tatapan tajam.

 

“A-a-apa?” tanyanya dengan tergagap, merasa terintimidasi oleh Hyojin yang nampak begitu menyeramkan baginya. Ia takut kalau Hyojin akan menyerangnya atau lebih parah melakukan bunuh diri di depannya seperti pengidap krisis identitas kebanyakan.

 

“Kau kenal Bang Yongguk?”

 

“B-B-Bang Yongguk mahasiswa ju-jurusan hukum?”

 

Hyojin menurunkan tangannya, “Iya! yang wajahnya menyeramkan itu!” ujarnya dengan mata berbinar namun wajah bringas, ia tidak sadar kalau gadis yang ia ajak bicara sedang ketakutan karenanya.

 

“Me-memangnya… kenapa?”

 

“Aku tidak melihatnya sejak pagi dan dia tidak dapat dihubungi, apa kau melihatnya?”

 

Menelan ludah susah payah gadis itu memberanikan diri lagi untuk menjawab, “Tidak.” Dengan pelan lantas membungkuk minta maaf.

 

“Ck. Menghabiskan waktu saja!” kesal Hyojin tanpa menatap gadis itu. Ia pun pergi sambil kembali menghubungi nomor Yongguk yang tersimpan di kontaknya selama tiga tahun lebih itu.

 

“YAK!, jika kau benar-benar ingin mati tak usah repot bunuh diri! Tunggu aku dan akan aku pastikan inisial namamu terletak di Koran dengan berita utama ‘PRIA BODOH DIBUNUH KARENA MENGABAIKAN PANGGILAN TEMANNYA!’ aissh menyebalkan!”

 

Hyojin mengirim pesan suara kepada Yongguk kemudian berjalan dengan perasaan jengkel, kakinya menendang angin dan wajahnya tampak muram. Gadis itu terus menatap lantai serta melamun, tidak sadar kalau sedari tadi Rae Mi berada disampingnya, mengobrol dengannya walau tidak mendapat tanggapan apapun.

 

“Hyojin!, dari tadi kau tidak mendengarkan ya?!”

 

Hyojin menoleh, lantas terkejut karena amarah Rae Mi -yang sebenarnya tidak terlihat seperti amarah, malah seperti merajuk dengan wajah polos.

 

“R-R-R-Rae Mi-ah…”

 

“Kau kenapa? Ada masalah? Sejak tadi aku bicara padamu tapi kau tak menjawab, apa kau sakit?” tanya Rae Mi dengan sekali tarikan nafas.

 

“A…ku tidak sakit. Hanya sedang kepikiran sesuatu saja.”

 

“Dan apa itu?”

 

Hyojin menelan ludah susah payah, ia tak yakin ingin mengatakan ini kepada sahabat wanita satu-satunya itu atau tidak. Pasalnya ‘ini’ ada hubungannya dengan gadis bermata sayu tersebut. Dan ‘hubungan’ yang Hyojin maksud adalah suatu hubungan yang bisa saja mengorek luka lama Rae Mi.

 

“Bukan apa-apa, hanya tugas rumit dari dosen Im. Hahahaha.”

 

Gadis itu memutuskan untuk tidak menceritakan yang sebenarnya kepada Rae Mi, dan membiarkan gadis itu termakan oleh bualannya.

 

“Ya ampun, memangnya sulit sekali ya? Ahahahaha…”

 

‘Beruntung dia percaya’

 

“Eh kudengar besok Chanyeol akan kembali ke Korea ya?”

 

Meskipun tidak sedang minum atau makan sesuatu, nyatanya Hyojin bisa tersedak karena ucapan Rae Mi barusan. Gadis itu batuk sampai terbungkuk-bungkuk. Rae Mi yang panik tidak bisa melakukan apapun selain menepuk punggung Hyojin, berharap batuk Hyojin segera mereda.

 

“Uhuk!…haaah~ bagaimana kau tahu?”

 

“Eoh?” Rae Mi mengedipkan kedua matanya beberapa kali lantas menjawab, “Bukannya dia mengirim pesan kepada kita semua?”

 

“Maksudnya ‘kita semua’? siapa saja?”

 

“Itu…” Rae Mi menatap langit-langit, “Kau, aku, Sehun, Jong In, Yongguk, Himchan dan juga Zelo.”

 

Kening Hyojin mengerut ketika mendengar nama terakhir yang Rae Mi sebut.

 

“Zelo? Siapa?”

 

“Ya ampun! Anak akselerasi! Anak buahnya Yongguk itu! yang rambutnya selalu berganti warna dan punya model yang unik!”

 

“Jun Hong maksudmu?. Yak! sejak kapan dia bergant nama menjadi Zelo?”

 

Rae Mi menggelengkan kepala lalu memasang ekspresi heran. “Hyojin-ah… itu berita lama!. Satu kampus sudah mengetahui nama panggung Jun… Jun…” ia kesulitan mengingat nama asli Jun Hong. “Ah siapalah itu!, dia kan memakai nama Zelo sejak dia mengikuti kompetisi rap jalanan!”

 

Hyojin mengangguk-anggukan kepala paham.

 

“Tapi… jangan memanggil nama panggungnya jika sedang berada di kampus! Dia tidak menyukainya!” imbuh Rae Mi, bicara dengan nada berbisik seperti anak sekolah dasar yang sedang berbagi rahasia.

 

“Kau barusan memanggil Jun Hong dengan nama panggungnya. Di kampus.” Hyojin mengingatkan Rae Mi dengan wajah dan nada bicara yang sama, datar.

 

Buru-buru Rae Mi menutup mulutnya, “Omo!, bagaimana ini? semoga Zelo -ah maksudku Jun Hong maupun fansnya tidak mendengar!” ia panik sendiri. “Kalau begitu, aku pergi dulu ya, sebentar lagi ada kelas Madam Mi, kami memanggilnya begitu karena dia nampak sangat cantik dan selalu berpakaian mencolok seperti pemilik bar malam hehe… pai pai!”

 

Rae Mi berlari kecil melewati lorong sembari sesekali berbalik untukmelambai kepada Hyojin yang juga balas melambai padanya.

 

“Dia sebenarnya polos atau idiot sih?” komentar Hyojin seraya tersenyum miris.

 

Setelah Rae Mi benar-benar pergi dan menghilang dari pandangannya, barulah Hyojin sadar. Seharusnya dia bertanya pada Rae Mi lebih lanjut soal dirinya yang mengetahui waktu kepulangan Chanyeol, juga pesan yang pria tinggi itu berikan kepada yang lain, serta keberadaan Yongguk saat ini yang sudah Hyojin cari-cari sejak pagi.

 

“Bodoh! bodoh! bodoh!”

 

Sayangnya Rae Mi sudah pergi dan yang bisa dia lakukan adalah berbalik arah menuju ruang konseling sambil memukul kepala berkali-kali sebagai pelampiasan kekesalannya yang kedua.

 

***

 

Kantin kampus. Cukup ramai karena memang sudah jam istirahat apalagi keberadaan Trio Trouble Maker yang kembali membuat masalah sehingga menjadi pusat perhatian seluruh mahasiswa yang berada disana. Namun kali ini berbeda, bukan Yongguk yang memulai perkelahian sepihak itu, melainkan Jun Hong yang mengintimidasi seorang mahasiswa baru. Dimana pria ‘beruntung’ tersebut menghina kemampuan rap Jun Hong tanpa tahu bahwa orang yang dia hina sedang duduk tepat dibelakangnya dan siap menghajarnya saat itu juga.

 

“Maafkan saya sunbae-nim… sa-saya tidak berniat menghina sunbae-nim…” mahasiswa baru itu memohon sambil bersujud dihadapan Jun Hong.

 

“Lantas apa? Tadi kudengar ‘Zelo? Namanya terlalu bagus bahkan untuk anjing peliharaanku’ kau samakan aku dengan peliharaanmu?” sindir Jun Hong seraya memutari tubuh mahasiswa tersebut.

 

“Bu-bukan begitu…”

 

“Aaah~ ada lagi! ‘Rap? Dia hanya bicara dengan cepat! Mana pantas kumur-kumur begitu disamakan dengan rap?’ rupanya selama ini aku berkumur dengan hebat sampai mengalahkan Rapper yang lain.” Jun Hong beralih pada Himchan yang sedari tadi hanya duduk menyimak, “Hyung!, sebaiknya aku apakan dia? cukur rambutnya sampai botak atau suruh dia meminum air toilet?”

 

Mendengar itu sang mahasiswa baru menelan ludah ketakutan, sementara Himchan menjawab dengan santai dan ingin Jun Hong segera menyelesaikan urusannya.

 

“Terserah, pokoknya selesaikan dengan cepat!. Tapi kupikir opsi kedua lebih baik, benar kan Yongguk?”

 

Tak ada jawaban dari sang ketua. Yongguk sama sekali tak menanggapi atau bahkan memperhatikan kelakuan anak buahnya. Tangannya sibuk memainkan ponsel dan matanya fokus melihat layar dengan wajah serius.

 

“Kenapa? Lee Hyojin terus-terusan menerormu?”

 

Tebakan Himchan mampu membuat Yongguk salah tingkah lantas memasukan ponsel ke saku jaket dengan cepat. Himchan tak menuntut jawaban, dia biarkan pertanyaannya tak dihiraukan dan hanya menjadi angin lalu bagi Yongguk. Toh dengan melihat sikap Yongguk barusan sudah cukup menjadi jawaban untuknya.

 

“Oh iya, besok kepulangan Chanyeol, kau tidak ingin pergi ke bandara untuk menjemputnya?”

 

Yongguk mendengus kesal, “Kenapa aku harus? Memangnya kami seakrab itu? memangnya dia bocah yang kehilangan tangan dan kaki sehingga harus dijemput?!”

 

“Memangnya kau harus berkata sekejam itu?!” tanpa segan Himchan memukul kepala Yongguk serta mengejek Yongguk yang terlalu banyak menggunakan kata ‘memangnya’. “Lain kali aku suruh Hyojin untuk menghajarmu sampai kehilangan tangan dan kaki!”

 

“Tak perlu repot-repot.”

 

Yongguk terjatuh bersama dengan Himchan, terlalu kaget karena kedatangan Hyojin yang tidak mereka duga.

 

Hyung! Kalian tak apa?!”

 

Jun Hong langsung berlari menghampiri kedua kawannya kemudian membantu mereka untuk bangun.

 

“Kau pasti sudah membaca pesan-pesanku kan? Juga sudah mendengar pesan suara terakhir yang aku kirimkan padamu kan?” tanya Hyojin sambil berkacak pinggang. “Tapi kenapa kau tidak membalas atau menelponku balik huh?, kau tidak tahu betapa lelahnya aku mencarimu kesana-kemari sampai dikira orang gila?”

 

“Bukankah kau memang orang gila?”

 

“APA?!”

 

“Ponselku hilang.” Jawab Yongguk lirih seraya memalingkan wajah, untunglah Hyojin masih bisa mendengar suaranya. Gadis itu pun mendekati Yongguk, merogoh saku jaket pria itu tanpa ragu dan mencari ponsel milik Yongguk dengan cepat.

 

“Yak! apa yang kau lakukan?!” Yongguk mencegah Hyojin yang ‘meraba-raba’ tubuhnya.

 

Himchan menggelengkan kepalanya, “Gadis ini benar-benar tidak tahu aturan.”

 

“Dengan mudahnya dia meraba tubuh seorang pria.” Imbuh Jun Hong yang tak kalah herannya.

 

“Baguslah, karena sekarang ponselmu akan benar-benar menghilang.” Ujar Hyojin setelah menemukan ponsel Yongguk, kemudian melempar ponsel tersebut kesembarang arah.

 

“YAK!” teriak Yongguk. Ia pun berlari untuk mencari ponselnya.

 

“Lee Hyojin! Kau sudah gila ya?!”

 

Jun Hong tidak terima atas perlakuan Hyojin pada Yongguk, pria itu memegang bahu Hyojin lalu menggoncangnya dengan keras. Dengan cepat Hyojin bisa menghentikan gerakan pria berambut pirang tersebut, ganti Hyojin yang memegang bahu Jun Hong, menendang perutnya dengan keras sampai pria yang lebih muda darinya itu jatuh bersujud tak jauh dari mahasiswa baru yang dia intimidasi.

 

“Bukankah ini yang namanya ironi?, bersujud setelah membuat orang lain bersujud. Heh! beraninya kau mengganggu anak baru dijurusanku?”

 

Jun Hong tak bisa berkata-kata, mulutnya sibuk mengeluarkan rintihan kesakitan dengan kedua tangan memeluk perutnya.

 

“Te-terima kasih!”

 

Mahasiswa yang Jun Hong ganggu tadi membungkuk hormat kepada Hyojin, berterima kasih pada seniornya tersebut karena merasa Hyojin sudah membantunya dari gangguan anggota trio pembuat masalah.

 

“Terima kasih untuk apa?. Seharunya aku juga menghajarmu karena sudah menimbulkan kerusuhan ditempat umum! Kau pikir aku tidak melihat apa yang kau lakukan tadi sehingga membuat tiga serangkai ini terpancing emosi?!”

 

“Ti-tiga serangkai dia bilang?” Himchan mengulangi kata-kata Hyojin dengan nada tak percaya.

 

“Pastikan kau menjaga kata-katamu apalagi kepada senior yang lebih tua!”

 

Hyojin hendak berbalik dan kembali memarahi Yongguk, tapi kesombongan mahasiswa baru itu kembali muncul setelah dia yakin bisa mengalahkan Hyojin. Apalagi Jun Hong sudah tumbang, Himchan nampak tak peduli, dan Yongguk masih mencari ponselnya disetiap meja kantin.

 

“Memangnya kau siapa? Kau tidak tahu kekuasaan ayahku di Korea huh?!”

 

Hyojin menyeringai, merasa ada mangsa baru yang bisa dia jadikan sebagai pelampiasan amarahnya. Dia berbalik, menyiapkan kalimat yang bisa dia gunakan untuk membalas si mahasiswa sombong itu. Kalimat yang jauh berbeda dari saat dia masih menjadi pewaris grup Jaeguk milik Lee Dae Ryeong -pria tua yang menghancurkan sebagian besar hidupnya. Kali ini, apa yang dia katakan akan membuatnya bangga terhadap dirinya sendiri.

 

“Aku?. Aku hanya seorang Lee Hyojin, gadis yang bekerja keras untuk melanjutkan hidupnya dan tidak membanggakan kepunyaan milik siapapun. Kau sudah paham, anak manja?”

 

***

 

“Myungsoo! Kim Myungsoo! Myungsoo-ya!”

 

“Kau hanya perlu memanggilku sekali, tidak perlu melakukannya berkali-kali.”

 

Jiyeon terkekeh dengan imutnya, membuat pria manapun yang melihatnya sanggup untuk meleleh ditempat. Tentu saja, gadis cantik berambut panjang dan kaki yang jenjang, siapa yang tak bertekuk lutut pada pesona Park Jiyeon?. Mahasiswi populer di kampus Yonsei dan juga seorang model ternama di Korea Selatan. Selain itu sikapnya yang selalu baik serta ramah kepada orang-orang tak luput menjadi sorotan mahasiswa lain hingga menjadikannya sebagai ‘gadis idaman Yonsei’.

 

“Sudah puas tebar pesonanya?”

 

Yah, tidak semua pria menyukai pria cantik, atau lebih tepatnya… Myungsoo, sang pangeran kampus yang selalu digadang-gadang sebagai pasangan Jiyeon, sepertinya tak ikut tertarik dalam pesona ‘sang putri’. Entah karena mereka sudah berteman lama, atau karena sebutan ‘pangeran playboy’ yang Myungsoo sandang membuatnya tak jatuh hati pada gadis itu.

 

“Yak!, kenapa hanya kepadaku kau bersikap dingin?. Pada gadis lain, bahkan yang baru kau temui, Kim Myungsoo pasti akan memberikan rayuan mautnya!” rengek Jiyeon.

 

Myungsoo berhenti berjalan dengan tiba-tiba, membuat Jiyeon ikut berhenti karena refleks lalu tak segaja menabrak bahu tegap pria itu. Ia hendak protes, atu setidaknya berseru kesal pada Myungsoo. Namun jarak wajah mereka yang begitu dekat menghentikan kata-kata Jiyeon.

 

“Jadi, kau mau aku rayu?” tanya Myungsoo dengan senyuman mautnya.

 

Mendadak Jiyeon sesak nafas. Matanya terus menatap mata Myungsoo tanpa sanggup berpaling, keindahan maha karya Tuhan semacam wajah rupawan Myungsoo tidak bisa Jiyeon tolak untuk dilihat.

 

“Hahahaha!” tawa Myungsoo seraya sedikit menjauh dari Jiyeon, “Lihat! Lihat!, wajahmu itu menunjukkan kalau kau menyukaiku! Hahahaha!”

 

Jiyeon memegang kedua pipinya yang sudah merona seperti tomat, mencibir Myungsoo yang masih tertawa sampai terbahak. “Yak! mana mungkin aku menyukai pria aneh sepertimu!, juga, bisa berhenti tertawa tidak?!” dengan emosi Jiyeon menginjak kaki Myungsoo lantas pergi dengan cemberut, mengabaikan Myungsoo yang kesakitan lalu memanggil namanya.

 

“Hei! Marah?” tanya pria itu dengan nada menyesal, “Maaf oke?” ia kedipkan sebelah mata pada Jiyeon.

 

“Cih!, permintaan maaf ditolak!” balas Jiyeon dengan bibir mengerucut.

 

“Kembalikan bibirmu ke posisi awal sebelum aku menciumnya.”

 

“YAK!”

 

Myungsoo kembali tertawa melihat pipi Jiyeon yang memerah. Gadis itu terus memukuli bahu Myungsoo tanpa ampun, meski pukulan itu sama sekali tak terasa sakit bagi pria itu.

 

“Wah! Wah! Wah! Masih pagi dan kalian sudah bermesraan saja.”

 

Jiyeon dan Myungsoo menoleh mendengar suara wanita yang mereka kenali.

 

“Bora-ya!”

 

Jiyeon menghambur ke pelukan gadis berambut sebahu bernama Bora tersebut. Myungsoo yang tidak mau menganggu -ataupun diganggu- kedua gadis itu pun memutuskan untuk pergi setelah memberi isyarat pada Jiyeon.

 

“Sudah lama tidak bertemu!” ujar Jiyeon dengan nada manja, masih memeluk Bora dengan eratnya.

 

“Padahal aku hanya pergi satu bulan, sudah serindu itu kah?”

 

Pertanyaan Bora mendapat anggukan dari Jiyeon sebagai jawabannya.

 

“Kalau Myungsoo yang pergi, kau tidak akan merasa kehilangan?. Kurasa malah akan lebih parah dari ini…”

 

Jiyeon tak menjawab, sorot matanya terlihat sedih, sayangnya sang sahabat tak bisa melihatnya. Namun mendengar desahan nafas Jiyeon yang lemah sudah cukup menjelaskan perasaan gadis itu.

 

“Jika dia pergi darimu, atau malah menemukan gadis lain yang dia cintai bagaimana? Kau masih sanggup berdiri dan tersenyum didepan Myungsoo?”

 

Jiyeon menggeleng lemah.

 

“Dan kau masih tidak mau mengungkapkan perasaanmu?”

 

“Kami bersahabat… aku tak ingin merusak persahabatan kami…”

 

“Itu jika dia menolakmu!, jika dia menerima perasaanmu bagaimana?” Bora melepas pelukan Jiyeon, memegang bahu gadis itu lantas memberinya tatapan serius. “Berhenti memikirkan kemungkinan terburuk dan cobalah mengaku padanya!. Soal ‘iya’ atau ‘tidak’nya jangan terlalu dipusingkan, lagipula, pria mana yang akan menolak si cantik Jiyeon?!”

 

“Ada. Namanya Kim Myungsoo. Aku hampir ditolak bahkan sebelum mengatakannya!”

 

“Itu kan masa lalu! Sebelum kau jadi secantik-” Bora menutup mulutnya dengan cepat, menyadari kalau tadi itu seharusnya tak ia katakan pada Jiyeon karena bisa menyakiti perasaan sahabatnya. Terbukti dari perubahan wajah gadis itu yang menjadi dingin dan muram.

 

“Kau tenang saja, selama dia masih menjadi seorang playboy aku yakin bisa mendapatkannya.”

 

Kemudian Jiyeon beranjak pergi meninggalkan Bora dengan rasa bersalahnya.

 

“Jiyeon-ah!”

 

“Jika aku tak bisa mendapatkannya, maka yang lain juga tidak boleh.”

 

Kalimat terakhir dari Jiyeon membuat Bora khawatir. Ia melihat arah kepergian sahabatnya itu dengan cemas, takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Bora hanya bisa berharap Jiyeon baik-baik saja.

 

***

 

“Permisi… pesanan ice coffe dosen Im!” seru Hyojin seraya memasuki ruangan dosen untuk memberikan pesanan kopi sang dosen.

 

Di ruangan itu tak hanya ada dosen Im, namun juga dua dosen lain yang sedang sibuk sendiri-sendiri juga seorang pria muda yang tengah berkonsultasi pada dosen Im. Hyojin menebak pria itu adalah mahasiswa dan merupakan seniornya dijurusan psikologi.

 

“Oh iya!, lama sekali aku menunggunya!” dosen Im yang baru selesai menyalin data mahasiswa tersebut, berdiri menghampiri Hyojin.

 

Tak langsung membayar, dosen Im malah sibuk mengomentari Hyojin mengenai pekerjaan paruh waktu yang ia lakukan. Menurut pria tua dengan rambut setengah botak itu, Hyojin hanya menghabiskan waktu untuk kuliah, menganggap Hyojin tak mempunyai niat untuk belajar apalagi cuti semester yang Hyojin ambil kembali pria itu ungkit.

 

Ingin sekali Hyojin mengumpat pada pria tua itu dengan penuh emosi jika saja ia tak ingat bahwa nilai dari sang dosen sangat berpengaruh agar dia tidak mengulang. Apalagi kebencian sang dosen akibat cuti kuliahnya sudah cukup mempengaruhi nilai Hyojin beberapa waktu ini. Jadi ia putuskan untuk bersabar lebih lama menghadapi pria tersebut.

 

“Tapi… semua terserah padamu. Toh jika kau tidak lulus pada mata pelajaranku juga lebih baik.”

 

“Hahaha… jangan berkata seperti itu, saem. Saya janji tidak akan mencampur aduk antara pekerjaan dan pelajaran kok.”

 

‘Padahal kau yang juga menyuruhku membawa kopi dari café padahal aku harus mengerjakan tugas sialanmu! Dasar bedebah!’

 

“Janji hanya sekedar janji. Tapi yasudahlah… oh iya, kalau kau ada kesulitan soal mata kuliahku, kau bisa tanyakan pada Myungsoo, dia seniormu, cepat beri salam!”

 

Dosen Im memperkenalkan mahasiswa yang sedari tadi hanya duduk menyimak. Hyojin pun membungkuk sembilan puluh derajat pada pria yang sama sekali tidak dia kenal, dan pria bernama Myungsoo itu hanya tersenyum seraya memberikan tatapan remeh pada penampilannya. Meski tak begitu terlihat, tapi Hyojin sangat hafal dengan tatapan semacam itu. karena kebanyakan pria yang pertama bertemu dengannya pasti menganggapnya gadis jadi-jadian dan payah soal fashion. Jangan lupakan soal Chanyeol saat pertama bertemu dengannya dulu!.

 

‘Oh tidak! kenapa aku jadi memikirkan pria menyebalkan yang minggat ke Thailand itu?!’

 

“Ini uangnya, lain kali jangan berjualan dikampus, mengerti?”

 

‘Sialan bapak tua ini! dia yang suruh aku menjual kopi padanya dan dia yang larang aku berjualan di kampus?. Jika bukan karena nilai sudah aku masukan potassium kedalam kopinya!’

 

“Ya, saem.” Ucap Hyojin dengan senyum lebar. Buru-buru gadis itu meninggalkan ruangan terkutuk bagi setiap mahasiswa fakultas psikologi tersebut. Langkahnya terhenti di tangga menuju lantai satu, duduk di salah satu anak tangga sekedar mengistirahatkan kakinya yang lelah karena pekerjaan di café.

 

“Semoga tidak ada yang rusak dari ponsel Yongguk.” Ujarnya kembali mengingat hal bodoh yang sudah ia lakukan karena emosi tadi, “Lebih lagi aku belum gajian minggu ini… aaarggghh!”

 

Ia mendengar langkah yang turun dari tangga, gadis itu berdiri, tak mau orang tersebut mengomel karena dirinya menutupi jalan. Ia pun memutuskan untuk kembali berjalan, toh waktu istirahatnya sudah hampir habis karena mengantar kopi pada dosen Im. Sayangnya, sifat ceroboh Hyojin tak kunjung hilang. Tali sepatunya yang tidak terikat hampir saja membuat dia jatuh kebawah jika seseorang tak menahan tubuhnya.

 

“Kau tak apa?”

 

Dia ingat wajah itu, wajah pria yang sudah menolongnya dan kini berhadapan dengan dirinya. Dia adalah senior bernama Myungsoo yang ada diruangan dosen Im dan memberikannya tatapan mengejek. Pria yang sangat tampan setelah Hyojin melihatnya dari dekat.

 

“I-ya… terima… kasih… sunbae?”

 

Pria itu tersenyum, “Ya, aku seniormu, panggil saja Myungsoo sunbae, atau…” ia membisikan sesuatu ke telinga Hyojin, “…oppa.”

 

Hyojin tersenyum kikuk, merasa geli dengan kelakuan seniornya itu. Ia paham apa yang dilakukan Myungsoo barusan adalah untuk menggodanya, tapi sayang Hyojin tak mempan pada hal semacam itu karena terlalu sering berhadapan dengan Yongguk yang sering menggodanya lebih dari apa yang Myungsoo lakukan.

 

“Sampai jumpa lagi, ya?”

 

Hyojin mengangguk lemah seraya tersenyum palsu, tidak enak membuat pria setampan Myungsoo terlalu lama untuk menunggu jawaban atas pertanyaan yang sebenarnya tak perlu Hyojin jawab. Hanya saja, dia tak ingin berlama-lama dengan pria itu meskipun Myungsoo sudah menolongnya tadi.

 

“Malas saja bertemu dengan pria cassanova semacam dirinya!. Jika aku bertemu lagi dengannya berarti kami terikat dalam sebuah takdir, yah, takdir yang kejam!”

 

***

 

[Hari kepulangan Chanyeol]

 

Hyojin mendorong tubuh Myungsoo sampai jatuh terduduk. Jiyeon dan kedua temannya menghampiri pria itu dan membantunya untuk berdiri.

 

“Yak! kau sudah menyakiti Myungsoo!” seru gadis berkacamata tak terima, padahal orang yang Hyojin dorong nampaknya sama sekali tidak kesakitan, malah tersenyum lebih lebar.

 

“Yak! aku juga hampir mengalami pelecehan oleh temanmu yang bernama Myungsoo itu!” balas Hyojin tak kalah marah, kemudian terdiam karena mengingat sesuatu. “Ja-jadi kau Myungsoo… senior kesayangan pria tua -eh maksudku dosen Im?”

 

Myungsoo tak menjawab, cuma tersenyum seraya mengedipkan sebelah matanya pada Hyojin.

 

‘Sialan! Bisa-bisa dia mengadu yang tidak-tidak pada pria botak itu!. Tu-tunggu! Bukankah ada hal yang lebih penting lagi untuk diurusi?!’

 

“Hyojin-ah!”

 

Hyojin menoleh sekali lagi dari pria yang sudah membuatnya menunggu itu. Pria yang tinggi? Masih sama seperti tiga tahun yang lalu. Telinga lebar? Masih sama, senyuman konyol? Masih sama. Hanya saja…

 

“Rambut… merah…”

 

“Apa? Rambut? Kenapa? Keren kan?” tanya Chanyeol bertubi-tubi dengan percaya diri.

 

“Ya ampun… dia pasti sudah gila!” ucap Hyojin pada dirinya sendiri. “Yak! memangnya Negara api mau menyerang? Kenapa salah satu pasukannya tersesat sampai kemari?. Wah! Dunia pasti sudah mau kiamat!”

 

Hyojin beranjak pergi, namun baru beberapa langkah ia kembali mendekati Myungsoo juga Jiyeon dan kedua temannya yang masih berada ditempat yang sama.

 

“Kau. Pria. Mesum!” ujarnya dengan penuh penekanan dan tak lupa menunjuk wajah Myungsoo agar pria itu paham kalau yang dia maksud adalah sang senior. Setelah itu Hyojin benar-benar pergi, bahkan tak menghiraukan Chanyeol yang terus memanggil serta mengejarnya.

 

“Sampai jumpa lagi!”

 

Bukannya takut Myungsoo malah berseru senang seraya melambaikan tangan kepada Hyojin. Gadis itu tak berbalik atau sekedar menoleh, dia acungkan jari tengah tinggi-tinggi sebagai penegas bahwa Hyojin tak mengharapkan pertemuan apapun lagi dengan Myungsoo.

 

“Wah! Gadis gila!” umpat teman Jiyeon dengan penuh emosi.

 

Sementara itu, Chanyeol, yang mengikuti Hyojin dan menyaksikan kelakuan tak sopan gadis itu, melongo. Ia sampai menjatuhkan kopernya dan melamun beberapa detik sampai dia sadar bahwa Hyojin baru saja melewati pintu keluar bandara. Chanyeol memungut kopernya lantas menyeretnya dengan cepat untuk menyusul gadis urakan tadi.

 

“Hoi! Nona tanpa etika!”

 

Hyojin berhenti, bukan karena panggilan Chanyeol tapi karena dia sudah sampai dimobil Sehun yang terparkir sedari tadi bersama Sehun didalamnya. Sehun keluar dari mobil, menyadari keberadaan Chanyeol lalu tertawa dengan keras melihat penampilan baru pria itu.

 

“Hahahahaha… hoi Park Chanyeol! memangnya Negara api sudah dekat ya? Hahahahaha!” sindir Sehun.

 

Chanyeol cemberut, mencibir Sehun juga gadis tengik yang sudah menghina gaya rambut barunya itu. Ia mendekati mobil Sehun, membuka bagasi dan meletakkan kopernya disana tanpa persetujuan Sehun. Tapi pria berkulit putih susu itu tak masalah, toh memang tujuan awalnya untuk menjemput Chanyeol dari bandara.

 

“Hanya satu koper? Kau hanya liburan di kampung halaman?”

 

“Tidak, barang-barang lain akan dikirim ke apartemen dan sampai besok pagi.”

 

“Keluargamu?”

 

“Hanya aku dan kakakku yang pulang. Ayah dan ibuku memutuskan untuk tetap tinggal sampai semuanya beres.”

 

Chanyeol membuka pintu mobil bagian belakang dan memasukinya setelah Sehun mempersilahkan, pria itu sendiri memutari mobil menuju kursi kemudi. Hyojin? Sejak bertemu dengan mobil Sehun, gadis itu sudah masuk dan duduk disamping kemudi sambil memasang raut wajah kesal.

 

“Lalu kakakmu? Dia juga tinggal bersamamu?” Sehun kembali bertanya, mewakili Hyojin untuk bertanya. Kawan yang peka terhadap temannya, Sehun lah orangnya.

 

“Entahlah, dia tidak bilang. Tapi yang jelas, Yoora noona tidak akan menjadi gelandangan di Korea.”

 

“Oooh.” Sehun terdiam, memandang wajah Hyojin yang masih cemberut disampingnya.

 

“Apa nona disampingmu tidak merindukanku?”

 

Sehun terkekeh dengan pertanyaan Chanyeol, apalagi perubahan wajah Hyojin yang semakin masam membuatnya ingin tertawa keras. Tapi dia menjaga perasaan Hyojin. Lagipula, dia tidak ingin gadis yang duduk disampingnya itu berulah dengan merusak mobil barunya.

 

“Sebaiknya kita bahas nanti dirumah Jong In.”

 

“Apa Jong In membiarkan orang asing masuk?”

 

Akhirnya Hyojin bersuara.

 

“Kurasa aku bukan orang asing, nona.” Chanyeol semakin gencar memancing emosi Hyojin.

 

“Kau hanya pengendali api menyebalkan!, Sehun-ah! Kau pengendali udara dan aku pengendali air, mari kita hajar pria menyebalkan ini!”

 

Sehun tertawa, “Maaf Hyojin, kau lebih pantas menjadi pengendali tanah yang pemarah, hahahaha!”

 

“YAK!”

 

Dan sebelum Hyojin menghancurkan seisi mobil, maka Sehun dan Chanyeol putuskan untuk berhenti menjahili gadis itu.

 

“Hello, friend.” Lirih Hyojin pelan sekali, “Jadi dia masih menganggap ini pertemanan…”

 

 

~To Be Continue~

 

Hello angel~~~ *brb nyanyi bareng Chen*Chen kaget*Chen menghilang karena bukan salah satu tokoh di FF ini*

 

Haloo readers-deul baik yang sudah lama maupun pembaca baru kekekeke~ gimana chapter 1 nya? Oh iya, author juga kaget pas baca prolognya kok jadi chapter2? Dipikir ada FF yang judulnya sama gitu eh ternyata punya aye sendiri wwkwkwkw!. Pokoknya nih FF yang ada Hyojin sangklek kopelan sama Chanyeol mah adanya di FF TOPIY punya author dansingli wkwkwkwk *sok*dihajar cast lama yang udah protes dari prolog*

 

[Mini FF / Pojok Author]

 

Author : “Dikarenakan Yoo Jae Suk sawan akibat tidak sanggup mewawancari Hyojin. Maka interview kali ini author yang akan menjadi MC-nya hehehe.”

 

Jong In : “huuuu~ pilih kasih!” (ngacungin jempol kebalik di muka author)

 

Author : “Udah deh, pokoknya ada interviewnya juga atuh!. Nah, kali ini saya berhadapan dengan tokoh tambahan di FF TOPIY season 2 ini! ada Sehun! Jong In! Yongguk dan juga Kang Rae Mi!” (tepuk tangan sendiri)

 

Rae Mi : (ikut tepuk tangan karena kasian sama author) “Eh yang lain kemana thor? Kok cuman berempat?”

 

Author : “Empat-empat dulu elah, ribet kalau kebanyakan bikin dialognya.”

 

Yongguk : “dih males amat!”

 

Author : “Udah deh, jangan pancing emosi. Oke gausah perkenalan yak arena author males ngetik.” (mengabaikan protes dari Sehun-Jong In-Yongguk, Rae Mi mah lempeng aja hidupnya) “Pertanyaan pertama, kesan dan pesan karena tidak menjadi pemeran utama di season 2 padahal kalian pemain lama?”

 

Sehun : “AUTHOR KEJAM!” (angkat banner HunHan -eh?)

 

Jong In : “Masa ya kita udah jadi sahabat Hyojin masih jadi ‘other cast’ mulu!”

 

Yongguk : “Ini namanya author tidak berperikeEPEPan!” (bawa pengacara dari kantor bokapnya)

 

Rae Mi : “Gapapa kok, kan aku udah pernah, jadi gentian sama yang lain, soalnya takut pembaca bosen kalau konfliknya itu-itu mulu dan pemainnya juga itu-itu mulu.”

 

Author : (menangis terharu akan kePEKAan tokohnya) “Anak baik…hiks… contoh tu temen elu! Kagak pakek banyak protes dia terima apa adanya!” (mau emosi tapi gajadi soalnya Yongguk pamer otot kawat tulang besi) “Ehehe, tapi tenang, kalian bakal dapet bagian sendiri-sendiri kok. Nah pertanyaan kedua, sebenarnya ini pertanyaan dari author karena ga ada ide buat pertanyaan lain. Menurut kalian kopel apa saja yang bakal muncul di season 2?”

 

Sehun : “HUNHAN?” (kembali angkat banner HunHan)

 

Jong In : “Kaisoo? Eh disini pasangan gua Hyoyeon noona jiiirrr.”

 

Yongguk : “Yong-Jin.” (gagal move on)

 

Rae Mi : “Rae-Thor!” (teriak seneng)

 

Author : “Duh Rae Mi kesayanganku… kayaknya elu ngefans banget sama gua yak?” (terharu jilid dua)

 

Rae Mi : “Eh bukan!, Rae-Thor itu singkatan Rae Mi sama Thor, yang punya palu gede ituloh…anak avengers!”

 

Author : (gagal terharu) “Sorry, tontonan gue bukan avengers, tapi power ranger sama avatar aang!” (kesel sendiri)

 

Udah ah! RCL Juseyoooo~~~

25 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You Season 2 (Chapter 1)”

  1. Eonni, Hyojin sama Yongguk aja eonn..*puppy eyes*
    Trus si Sehun sama kakaknya si Chanyeol .
    Trus si Rae Mi sama Myung soo dah.
    Dan si Chanyeol buat gue aja:v

  2. gw suka sama pendirian hyojin…patut tak contoh….hahaha

    iya sempet kaget jg pas TOPIY udh chpter 2 aja…aku cari” apa aku yg ketinggalan..ehh ternyata kesalahan authornya …

    makin seru…lanjutttt

  3. Alasan gue baca ff ini karena gue suka karakternya hyojin yg galak+brutal uuuu bahkan sampe season 2 pun sikap nya gk berubah dan gue makin suka 😁 entah knapa gue tiba-tiba pengen hyojin jadi sama yongguk aja ya haha(efek kasian sama yongguk) wkwkk 😂 ya pokoknya di tunggu aja deh next chapternya cerita nya makin seru nih 😅😊

  4. Myungsoo suka sama hyojin, jiyeon suka sama myungsoo. Ntar jiyeon bakalan demen sama chanyeol ga??? Ah penasaran. Ga usah tebak2 ntar malah meleset lagi tebakannya ekwk
    Seru kaaaaaak !!!

  5. yeyeyeyeyeye
    comeback!!!!!!!!!!
    Dengan crita menarik yg kayaknya bakalan mengasyikkan!!! smoga ga absurd!!!
    negeri api ceye menyerang dan di kalahkan oleh thornya rae mi (hehehehe)
    kok bsa kesitu ya????tau ah gelap

  6. aku kirain di prolog.. myungsoo tertarik sma jiyeon… hahahahaaa… slah pham.. rupanya dia tertarik sma hyojin..

    kita sma thor.. kesukaan nonton avatar Aang.. avatar korra tidak smenarik avatar Aang yg dlu.. menurutku?

    di tunggu Chap selanjutnya…

  7. aku kirain di prolog.. myungsoo tertari sma jiyeon… hahahahaaa… slah pham.. rupanya dia tertarik sma hyojin..

    kita sma thor.. kesukaan nonton avatar Aang.. avatar korra tidak smenarik avatar Aang yg dlu.. menurutku?

    di tunggu Chap selanjutnya…

  8. Waaww akhirnya chap 1 dipublish juga
    Ketawa ketiwi baca ini
    Jangan bilang nanti myungsoo suka hyojin
    Aku masih ngeship chanji couple thorr
    Jangan pisahin mereka lagi
    Semangat aja buat authornya
    Ditunggu chap berikutnya

  9. Aaaaahhh makasih author udah up capet, 😀😘😚
    gokil bgt aku smpek ngakak nggak jelas baca ini ff.. semangat trus ya authornim😀😊 ditunggu klanjutanya ya😃😄
    Pengen liat momen CHANJI donk thor😀😀(reader penuntut/hehe abaikan)

  10. Kayaknya myungsoo mulai tertarik ama hyojin ni ^^.
    Akhirnya chanyeol pulang dan kenapa mereka masih berteman thor.

    Ditunggu chap selanjutnya thor ^^

  11. Pertanyaan gue cuma satu buat author. Lu waktu nulis ini lagi sehat kan? xD
    Elaaaah, author terkiplik yg pernah gue temuin/?
    tapi kenapa laki gue di nistakan di chapter ini? Segala negara api-_- rambut merah gpp kali thor, hunhan aja pake warna pink gada yg protes kkkk~
    Betewe apdetnya jan lama2 thor, gue udah lelah menunggu *eaaaaak *kaboooor

  12. Chayeol udah pulang,udah nggak sabar nunggu moment chayeol hyojin.Dan pasti.y kebersamaan dan kegilaaan persahabatan hyojin,sehun,kai.Soal.y suka banget ama persahabatan mereka.D tunggu next chap.y thor fighting 🙂

  13. hyojin sikap nya masih sef dulu malahan makin brutal haha
    agak terganggu sihh sma sikap si nona hyo ini.. kekeke
    cuma dia cast utama cewe jadi gak ppalh lanjut aja..
    hyojin ngode chan buruan tembak supya gak hanya di anggap temen aja
    bca dari awal berharap ada momen romantis chanjin nya..
    di tunggu ya thor !

    semangat

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s