CODE NAME LIV – Slice #8 [FINAL] — IRISH’s Story

irish-liv-last

   CODE NAME LIV  

  EXO`s Baekhyun as B/B-54 & Sehun as O’Child 

   with OC’s Liv—known as LIV/54 cyber-viral’s code  

  crime, family, romance, science fiction story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved


“Sometimes the most real things in the world are the things we can’t see.”—The Polar Express, 2004, said by Liv.


Previous Chapter

〉〉 Chapter 1: Black Area and O’Child – Chapter 2: Not A Crime, Just Loneliness – Chapter 3: Depend On Me – SPIN-OFF [1]: Memories From The Past – SPIN-OFF [2]: Mosaic – Spin Off [3]: When God’s Not Real – Chapter 4: Last Challenge – Chapter 5: Apology – Chapter 6: Isn’t It Beautiful? – Chapter 7: Plan B 〈〈

  Chapter 8: A Woman Named Liv  

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Index:

Bio-tech system: sebuah system yang diciptakan militer sebagai senjata mematikan yang bisa membunuh tanpa harus menyentuh target tertentu. Hanya dibutuhkan invasi chip dan zat kimia tertentu untuk kinerjanya.

Cyberviral: virus komputer.

Command: sebuah perintah yang diberikan dari susunan angka dan huruf untuk menjalankan sebuah file/program.

Player: hacker.

Repair: perbaikan pada sebuah system/command.

.

.

.

Cinta? Wah, hal mustahil itu sepertinya sudah terjadi di antara dua orang yang sama-sama tidak menerima fakta. Perburuan masih berlanjut, tapi akankah kebersamaan bisa menjadi sebuah jawaban?

Lantas, akhir seperti apa yang kalian inginkan?

.

.

.

In Sehun’s Eyes…

Kebahagiaan, mengapa manusia menginginkannya? Kehidupan, mengapa manusia begitu memperjuangkannya? Keluarga, mengapa manusia hidup bahagia karena memilikinya?

Bagiku, semuanya begitu palsu dan klise. Untuk seorang aku yang bahkan tidak bisa mengingat masa lalu dan dihadapkan pada fakta bahwa saudaraku adalah seorang yang menjadi musuhku selama bertahun-tahun.

Aku masih mengingatnya, malam itu, ketika aku membuka mata dengan rasa sakit di sekujur tubuhku. Begitu menyakitkan, dan tidak akan terlupakan. Malam itu juga aku tahu bahwa aku masih bertahan hidup di atas kematian sesuatu: Liv.

“Kau sudah bangun? Empat hari aku menunggumu terbangun, Sehun. Tinggallah di sini, aku menyewa tempat ini dengan rekening yang aku bobol beberapa hari lalu.” kalimat itu masih menggema dalam pendengaranku.

Bagaimana kemudian saudaraku—yang bahkan sampai detik ini tidak bisa kusebut namanya karena canggung yang menguasai—pergi meninggalkanku di sebuah apertemen kecil di pinggiran kota Seoul.

Aku sendiri tidak tahu ia pergi kemana. Bahkan, tidak kutemukan namanya dalam mesin pencarian atau aktivitas player. B-54 menghilang, orang-orang menganggap ia terbunuh, beberapa menganggapnya meninggalkan dunia cyber karena alasan pribadi.

O’Child juga menghilang. Ya, kuputuskan untuk berhenti dari dunia cyber yang sudah selama bertahun-tahun menguasai benakku, menutup pergaulanku. Kuanggap bahwa bersihnya namaku dari database internasional adalah sebuah awal bagi kehidupan yang baru. Tidak sulit untuk membuat identitas baru di sini, dan mendapatkan pekerjaan juga cukup mudah.

Setidaknya, ada perusahaan kecil yang menerima seseorang tanpa basis pendidikan dan hanya bermodal belajar autodidak. Ya, aku sekarang bekerja di sebuah perusahaan percetakan majalah kecil sebagai technical freelance.

“Oh Sehun, apa kau sibuk sore ini?” aku lekas berdiri dari meja kerja saat suara pimpinanku terdengar. Seperti kebanyakan imej pemimpin yang ada dalam bayanganku, ia adalah pria bertubuh gempal pendek dengan rambut hampir botak.

Jika kalian bayangkan ia hanya bekerja dengan duduk di kursi kerjanya sambil menunjuk ke sana kemari, ia memang seperti itu.

“Aku tidak ada kegiatan sore ini, café sedang dalam renovasi.” ucapku menyahutinya, ia tengah duduk di ujung ruangan dengan mengunyah sebuah burger berukuran besar.

Ia menjentikkan jemarinya, seolah kosongnya jamku adalah pertanda baik untuk keuntungannya. “Kalau begitu ikutlah denganku.” ucapnya memerintah.

“Kemana?” tanyaku, berjaga-jaga jika ia mungkin mengajakku ke tempat yang tidak kuinginkan. Sekon kemudian tatapannya mengelana, tampak berpikir.

“Kau tahu putriku Iriana bukan? Hari ini adalah ulang tahunnya dan ia ingin mendapatkan hadiah sebuah album dari Livya, penyanyi solo remaja yang tenar itu.”

“Lalu untuk apa aku di sana?” tanyaku tidak mengerti.

“Kau ‘kan masih muda, sangat wajar jika kau ada di sana untuk meminta tanda tangannya, bukankah begitu?” sejenak aku terperangah, berusaha memahami maksud dari perkataannya, dan menaruh kecurigaan pada perintahnya.

“Jadi kau ingin aku berdiri di barisan penggemar dengan membawa benda itu?” aku menunjuk ke arah album yang sekarang ada di tangannya.

“Ya, lalu apa Iriana harus ada di sana? Iriana masih berusia lima belas tahun, nak. Dia pasti akan tenggelam terinjak-injak penggemar lainnya. Bagaimana? Akan kuberi kau bonus bayaran jika kau setuju.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Setuju tidak setuju, pada intinya aku harus terjebak di barisan mengesalkan para penggemar. Meski benar ucapan pimpinanku, bahwa pemandangan dirinya yang sudah hampir berusia lima puluh tahun, atau keberadaan putrinya yang berusia lima belas tahun adalah hal yang konyol, tapi mengapa harus aku yang jadi korban?

Karena aku pekerja lepas? Mungkin saja begitu. Tapi setidaknya ia harus memegang ucapannya, bukan? Kukira ia tadi mengatakan bahwa aku harus ikut dengannya, tapi kenyataannya, ia hanya menyerahkan album padaku untuk lantas memerintahkanku pergi.

Alasannya, ia akan menungguku kembali di kantor.

“Dimana aku harus bertanda tangan?” pertanyaan itu membuyarkan lamunanku, aku sadari bahwa sekarang aku sudah berdiri di depan seorang gadis yang menatapku, menunggu.

Sejenak, ekspresinya tampak terkejut, mungkin juga ia pikir aneh juga karena seorang pria ada di barisan penggemarnya, tapi kemudian ia tersenyum, memamerkan wajah manisnya.

“Di sini.” jawabku, meletakkan album tersebut di hadapannya.

“Senang bertemu denganmu,” ucapnya ramah, kemudian menunduk untuk menandatangani album yang kuserahkan padanya—

TES!

“Ah, hujan!” ia berucap terkejut saat tetes hujan mulai berjatuhan. Dengan cepat ia menyerahkan album tersebut padaku sebelum ia berdiri, tampak ingin lekas pergi.

Siapa juga yang mengatur acara seperti ini di tengah halaman luas tanpa atap? Barisan penggemar juga mulai bubar karena hujan yang mulai berjatuhan. Sementara gadis itu menjauh di bawah naungan payung dari beberapa orang yang mengiringinya.

Ya, sudahlah. Yang penting aku sudah mendapatkan tanda tang—

Apa ini?

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Dimana aku harus bertanda tangan?”

Seorang gadis berucap, kala dilihatnya pemuda yang mengenakan topi untuk menutupi wajahnya masih saja berdiri diam dengan menggenggam album di tangan kanannya.

“Di sini.” pemuda itu berucap, mengulurkan album ke meja yang ada di hadapan si gadis, membuat gadis itu tanpa sengaja bertemu pandang dengannya.

“Senang bertemu denganmu,” gadis itu lekas berucap, berusaha menutupi keterkejutan yang sempat tergambar di wajahnya.

“Ah, hujan!” gadis itu baru saja akan membuka konversasi lain saat tiba-tiba saja hujan menginterupsi usahanya. Tentu saja, hal itu membuatnya lekas berlari mencari perlindungan dari hujan.

Sempat ia melempar pandang ke arah si pemuda yang masih berdiri di tempat yang sama, meski ingin membuka konverasi dengan pemuda itu, tapi si gadis tidak bisa. Lebih tepatnya, ia sangat sensitif terhadap air.

Dan ya, jangan tanya apa alasan yang membuat si pemuda berdiri mematung sekarang. Ia baru saja mendapatkan salam pertemuan yang sangat mengejutkan di album yang ada di tangannya.

Sebuah tulisan ‘Senang bertemu denganmu, O’Child’ tertera di sana. Memangnya berapa banyak orang di dunia ini yang tahu tentang identitas asli dan wajahnya? Tidak ada. Bahkan orang-orang Europol tidak tahu tentang identitasnya sebagai O’Child.

Hanya saudaranya, dan satu orang lagi yang tahu.

Diam-diam, pemuda itu—Sehun—memperhatikan tanda tangan yang ada di album tersebut. Tatapannya melebar saat menemukan untaian kata familiar di sana. Tunggu dulu, Sehun harusnya sadar saat bosnya memberitahu siapa nama artis tersebut.

Livya.

“Liv.” bibir Sehun menggumam, lantas dipacunya langkah untuk mengikuti jejak kepergian si gadis yang sudah ia yakini identitasnya tersebut. Susah payah, ia temukan si gadis tengah duduk di dalam sebuah café, dengan selimut melingkar di tubuh dan segelas minuman dengan asap mengepul di hadapannya.

Tidak mempedulikan tanda tutup di depan café itu, Sehun merangsek masuk.

“Tuan, berhenti. Anda tidak boleh ada di sini.” seorang guard bergerak menahan Sehun. “Lepaskan aku!” Sehun berucap cukup keras, mencuri perhatian beberapa orang di sana—termasuk si gadis.

“Paman, tidak apa-apa, dia temanku.” gadis itu kemudian berucap, ia berdiri dan melangkah mendekati tempat Sehun berdiri sekarang. Sementara Sehun sendiri masih berdiri tidak percaya.

“Liv?” ucap Sehun saat jarak mereka sudah dekat. Gadis itu membulatkan matanya, menatap sekitar sebelum meraih lengan Sehun.

“Ayo kita bicara di tempat yang lain.” ucapnya setengah berbisik, sebuah lambaian tangan gadis itu berikan pada orang-orang yang mungkin mengkhawatirkannya, sementara tangannya masih membawa Sehun ke sudut lain café, berdua.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” pertanyaan Sehun jadi pembuka konversasi mereka.

“Kau harusnya menanyakan itu pada B.” ucapan si gadis membuat tatapan Sehun melebar. “Kau benar-benar Liv?” tanya Sehun, meski pertanyaannya terdengar konyol, tapi ia ingin mendapatkan sebuah kepastian.

“Ya, memangnya siapa lagi yang tahu tentangmu?” tanya gadis itu. Sehun kini terpana, perlahan jemarinya bergerak menyentuh wajah si gadis—Liv—berharap bahwa ia tidak sedang bermimpi.

“Bagaimana kau bisa hidup? Kau hanya sebuah cyber-viral, Liv.”

“Aku tahu,” Liv berucap dengan nada muram, tapi sebuah senyum kemudian muncul di wajahnya. “Tapi aku benar-benar terlihat seperti manusia bukan?” tanyanya dengan nada lebih pelan, khawatir jika seseorang mungkin mendengar konversasi mereka.

Sehun bungkam. Ya, memang, gadis yang kini berdiri sebatas bahunya dengan rambut cokelat gelap bergelombang itu benar-benar terlihat seperti manusia. Terlepas dari fakta bahwa Sehun tahu benar identitas si gadis, ada pertanyaan yang sejak tadi belum ia dengar jawabannya.

“Liv, bagaimana kau bisa hi—”

“Ah! Aku sekarang bisa menyentuhmu!” ucapan Sehun terhenti kala sepasang lengan pendek si gadis melingkar di tubuhnya, begitu erat hingga Sehun benar-benar ingin menghapus batas tidak masuk akal yang sedari tadi dipertanyakannya: bagaimana sebuah cyber-viral bisa hidup?

“Aku sangat rindu padamu, kau tahu? Kemana kau pergi selama empat tahun ini? B tidak mau memberitahuku dimana kau tinggal. Dan kau juga tidak pernah terlihat di ether-net lagi.” ucapnya, melepaskan pelukannya sebelum menatap Sehun dengan senyuman lebar di wajahnya.

“O’Child?” ia lagi-lagi berucap karena Sehun tidak kunjung bicara.

“Namaku Sehun, Liv. Berhenti menyebutku seperti itu. Aku sudah meninggalkan identitas O’Child sejak aku terbangun saat itu.” ucap Sehun akhirnya.

“Mengapa?” kali ini si gadis bertanya.

“Apa?”

“Mengapa kau tidak hidup sebagai O’Child lagi? Aku bahkan masih menjadi Liv.”

Sehun memejamkan matanya sejenak. Bagaimanapun masuk akalnya ucapan Liv sekarang, meski pertanyaannya belum juga terjawab, Sehun tetap merasa semuanya begitu salah.

“Kau tidak seharusnya hidup, Liv.”

“A-Apa?” si gadis—Liv—tergeragap, tidak menyangka jika akan mendapatkan respon seperti itu dari seorang yang selama beberapa tahun ini begitu ingin ia temui.

Sehun menghembuskan nafas panjang. “Pertama, album ini bukan milikku, jadi tidak seharusnya kau bertanda tangan dengan menaruh namaku di atasnya. Dan kedua, walau kau sekarang terlihat begitu nyata, kau hanya sebuah system, Liv, yang tidak seharusnya hidup.”

“Sehun, terkadang kau harus percaya, kalau hal paling nyata di dunia ini justru adalah hal yang tidak bisa kau lihat. Tidak bisakah kau percaya kalau aku benar-benar ada?”

“Berikan aku pengganti album ini, nona Livya.”

“O’Child, kenapa—”

“Aku bukan O’Child. Namaku Sehun.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Liv’s Eyes…

Malam sudah menginjak larut, dan lampu kamarku juga sudah padam. Satu-satunya penerangan yang ada hanya cahaya redup dari layar personal computer tak jauh dari tempat tidurku.

Setidaknya, aku tidak sendiri. Seseorang sedang sibuk dengan programnya di sana. Dan mengingat bagaimana ia masih begitu aktif sebagai programmer, aku lagi-lagi teringat pada pertemuan tidak mengenakkanku dengan O’Child petang tadi.

“B, apa kau sibuk?” tanyaku memecah keheningan, tadinya, hanya suara ketukan keyboard saja yang terdengar mendominasi.

“Ada apa, Liv?” B menolehkan pandang, menatapku dengan sepasang matanya yang tak pernah terlihat lelah jika sudah berhadapan dengan computer.

“Apa kau tidak bisa menghapusku?”

“Apa?” ia menegakkan tubuh, menatapku dengan alis berkerut. “Mengapa kau bicara seperti itu?” sambungnya.

Aku terdiam sejenak.

“Aku hanya merasa… sepertinya aku tidak pantas hidup, benar-benar hidup. Kau tahu maksudku bukan? Aku rasa, seharusnya aku lenyap saja saat itu.” ucapku pelan.

“Apa sesuatu terjadi, Liv?”

Aku menatap B, ada kekhawatiran di sepasang matanya, bukti bahwa ia sudah bisa beremosi secara manusiawi meski aku hidup, meski aku ada.

“Aku bertemu dengan O’Child, B. Kau tahu bagaimana aku ingin bertemu dengannya selama empat tahun ini bukan? Aku pikir ia juga akan senang karena bertemu denganku, tapi ia bilang… aku tidak seharusnya hidup.”

“Karena aku sebuah system, aku tidak seharusnya hidup seperti manusia.”

B menghela nafas panjang, ia menyandarkan tubuhnya di kursi sementara matanya terpejam. “Dulu aku juga berpikir seperti itu, Liv.”

“Apa?” aku menatap B tidak mengerti.

“Kupikir kau tidak seharusnya hidup. Hari itu, saat semua benakku kembali, aku merasa sangat senang, karena pada akhirnya aku bisa hidup normal. Tapi beberapa hari setelah itu, aku kembali merasa sendirian.” ucap B.

“Tapi aku sudah merenggut kehidupan seseorang untuk hidup.” ucapku tak senang.

B menggeleng pelan. “EP 3 sudah mati, Liv. Ia mati hari itu, dan aku awalnya ingin membawa tubuhnya ke tempat yang sedikit lebih baik daripada tempat itu. Sebelum pemikiranku berubah.”

“Setidaknya, harapanku untuk membuatmu benar-benar hidup muncul saat kau bisa bicara melalui Sullivan, dari sana aku mengira jika kau mungkin bisa hidup jika terinstal pada tubuh seseorang yang sudah mati dengan system Bio-tech dalam tubuh mereka.”

“Dan lihat? Kau benar-benar bisa hidup. Aku hanya menginstall program dasarmu, Liv. Program yang tertinggal pada chip Bio-tech milik Sullivan, dan kau bisa hidup seperti manusia. Bisa beremosi, bisa berekspresi. Bisakah kukatakan bahwa kau memang satu-satunya penemuanku yang berhasil?”

Aku bangkit dari tempatku sedari tadi berbaring, dan menatap B dengan rasa sesak di dadaku. Aku ingin menangis.

“Tapi mengapa O’Child membenciku?” tanyaku kemudian.

B tersenyum simpul. “Apa kau jatuh cinta pada adikku, Liv?”

“Apa?” aku berucap terkejut.

“Sejak pertama kali kau terbangun dalam tubuh EP-3, kau mencarinya. Kau kira aku tidak tahu saat larut malam kau diam-diam online dan berusaha mencari informasi tentang O’Child? Itu juga alasanku sering bermalam di kamarmu.”

“Awalnya kupikir kau hanya merasa penasaran tentang apa ia benar-benar masih hidup. Tapi caramu bicara sekarang, caramu merasa kecewa atas sikapnya saat bertemu denganmu, aku rasa kau mengalami hal manusiawi itu, Liv. Kau jatuh cinta.”

Tatapanku membulat terkejut.

“Tidak, B! Jangan bercanda!” aku segera memalingkan wajah, bagaimana bisa B menghubungkan ucapanku dengan kata jatuh cinta?

Berbeda dengan reaksiku, B malah berdiri dari tempatnya duduk, dan melangkah ke arahku. Ditariknya tubuhku ke dalam pelukan sebelum ia mengacak-acak rambutku dengan gemas.

“Kau sendiri sudah seperti adikku, Liv. Kau juga sudah bukan bagian dari benakku. Kau adalah Liv, kau manusia—anggap saja hampir seperti itu. Kau kira aku akan melarangmu untuk jatuh cinta meski pada adikku sendiri?”

Kali ini aku terdiam.

“B, apa jatuh cinta akan terasa sesedih ini?” tanyaku.

“Tidak, kurasa seharusnya tidak, Liv. Aku tak pernah merasakannya. Yang jelas cinta bisa membuat bahagia.” B menjawab, lagi-lagi membuatku terdiam.

“Tapi B, mengapa aku tidak merasa bahagia?”

“Apa?” B melepaskan pelukannya, menatapku penuh tanya.

“Aku ingin dihapus, B.”

Cukup lama B terdiam, sampai akhirnya ia menghembuskan nafas panjang.

“Kenapa?” pertanyaan itu juga jadi sebuah tanya bagiku.

“Aku… tidak ingin hidup seperti ini.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Sehun’s Eyes…

Apa ada fakta lain yang lebih tidak masuk akal selain hidupnya sebuah cyber-viral di dalam tubuh manusia? Mungkin aku bukan satu-satunya yang menolak fakta itu, tapi begitu ingin menerimanya.

Aku bergidik membayangkan bagaimana Liv bisa hidup—benar-benar hidup—dalam tubuh manusia, dan takut juga membayangkan kejahatan apa yang sudah kakakku lakukan untuk mendapatkan kehidupan bagi Liv.

Menurut ucapan kakakku saat itu, Liv seharusnya mati. Ia harusnya lenyap bersama Europol dan semua kekejian mereka. Karena Liv adalah mesin penghancur rencana Europol. Masa bodoh jika mereka dalam empat tahun ini sudah bangkit dan membentuk kekuasaan baru juga kekejian lainnya.

Yang jelas aku sudah terbebas dari mereka. Dan tidak lagi ingin terlibat sedikit pun.

“Sehun, seseorang mencarimu.”

Aku mendongak, menatap rekan kerjaku yang baru saja berucap. Setelah semalam bertemu dengan Liv dalam keadaan paling tidak masuk akal, sepertinya aku tahu siapa yang menemuiku.

“Siapa?” tanyaku, menduga bahwa ia pasti tidak bisa menjawab, bagaimanapun Liv adalah seorang public figure sekarang, ia tak mungkin menemuiku dalam—

“Kakakmu, katanya.”

Kakakku? Apa Liv sudah menceritakan pertemuan kami semalam padanya?

“Oh,” aku menggumam, menutup lembar kerjaku sebelum akhirnya melangkah ke bagian depan ruang kerja. Seorang berdiri membelakangiku di sana, dan dari posturnya, kurasa ia benar-benar kakakku.

“Ada perlu apa?” tanyaku membuatnya berbalik.

Ya. Dia. Benar-benar dia. Aku bahkan masih ingat jelas wajahnya. Ia menatapku dari atas sampai bawah, dan tersenyum singkat.

“Kau terlihat baik-baik saja. Apa rasa sakitmu masih sering datang?” tanyanya santai, seolah kedatangannya hanya sekedar tegur-sapa saudara yang tiap harinya bertemu.

“Ya, aku baik-baik saja.” ucapku menyahutinya.

Aku kemudian duduk di sofa kecil yang ada di ruangan tersebut, sementara ia mengikuti dan duduk di hadapanku.

“Liv bicara tentangmu semalam.” katanya memulai konversasi.

“Apa yang sudah kau lakukan? Bagaimana ia bisa hidup?” tanyaku enggan berbasa-basi, pembicaraan tentang Liv yang ia utarakan terkesan bahwa hidupnya Liv bukanlah sebuah masalah.

Ia terdiam sejenak.

“Hari itu, Liv berhasil bicara melalui Sullivan. Dan karena tubuh EP-3 sudah mati, aku menggunakan system Bi0-tech dalam tubuhnya sebagai inang bagi Liv. Dan dia bisa hidup. Semuanya terjadi begitu saja, Liv tidak membunuh siapapun, jika kau berpikir aku membunuh seseorang untuk membuat Liv hidup.”

Helaan nafas panjang tanpa sadar lolos dari bibirku.

“Bukankah commandnya sudah hancur?”

Hey, aku adalah penciptanya, tidak sulit untuk melakukan repair pada command biner Liv, Sehun.” dadaku bergemuruh saat ia menyebut namaku. Bisa kukatakan ini adalah pertama kalinya ia menyebut namaku setelah pertemuan kami.

“Dimana Liv sekarang?” tanyaku kemudian.

Ia menghela nafas panjang.

“Kau bilang ia tidak pantas untuk hidup, mengapa sekarang mempertanyakan eksistensinya?” ia balik bertanya.

“Apa maksudmu?”

“Semalam ia menceritakan semuanya padaku. Pertemuannya denganmu, dan konversasi kalian. Berkat kau, ia tak lagi ingin hidup.” ucapnya sambil mengambil sebuah kotak bening dari dalam saku jaket yang ia kenakan.

“Liv ada di sini, Sehun. Datanglah padaku jika kau ingin bertemu dengannya lagi. Untuk kau ketahui, system Liv tidak akan bisa hidup pada sembarang tubuh.”

Aku menatap nanar chip kecil yang ada di dalam kotak bening tersebut.

“Liv—”

“Berkat kau, ia ingin mati. Dan semalam aku sudah membunuhnya, Sehun. Tapi commandnya utuh di dalam sana. Tubuhnya ada di tempatku. Itu juga tujuanku menemuimu, aku sudah mendengar pergerakan Europol untuk memburu EP lain yang selamat—kita termasuk di dalamnya, bukan?—dan Liv adalah satu-satunya yang masih bisa menembus pertahanan mereka.”

“Jadi, jika kau ingin kembali sebagai O’Child dan menghentikan kejahatan yang mereka perbuat, sebaiknya kau menerima Liv sebagai seorang wanita, bukan sekedar cyber-viral.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Sudah lebih dua bulan berlalu sejak pertemuan Sehun dengan Baekhyun, kakaknya, terjadi. Dan sampai detik ini, chip berisikan command Liv masih tersimpan pada Sehun, tanpa ada niat dari sang pemuda untuk menghidupkannya.

Well, Sehun sudah tahu bagaimana media memberitakan vakumnya Livya sang soloist dari dunia hiburan, dan Sehun juga tidak tahu dimana saudaranya tinggal.

Satu-satunya cara untuk mengetahui kediaman saudaranya adalah dengan mencuri informasi tentang kehidupan baru kakaknya, yang hanya bisa ia lakukan di bawah identitas seorang hacker.

Dari pencarian Sehun selama beberapa hari ini, ia tahu ucapan Baekhyun benar, Europol kembali aktif, dengan rencana lain yang tak bisa Sehun akses jika ia terus berdiam seperti ini.

Lebih dari rasa penasarannya akan apa yang dilakukan Europol, Sehun ingin melihat Liv, lagi. Ia ingin bicara pada Liv, menceritakan bagaimana ia hidup selama empat tahun ini seperti saat ia menceritakan kehidupannya pada Liv saat pertama kali mereka bertemu dulu.

Sehun sudah jelas tahu Liv sudah masuk dalam bagian dirinya yang tidak pernah ia buka pada siapapun. Liv sudah mencuri benaknya, perhatiannya. Dan Sehun sungguh ingin membuang batas tidak masuk akal yang membatasi keinginannya untuk membiarkan Liv untuk tetap ada.

Dan hari ini adalah batas akhir Sehun.

Masa bodoh dengan ketidak masuk akalan, ia ingin Liv hidup.

Jadi, setelah mengajukan permohonan undur diri dari pekerjaannya, Sehun mengemasi barang-barang yang selama empat tahun ini ia kumpulkan di kediamannya, satu-satunya perangkat yang menyala hanyalah sebuah laptop kecil, dimana sekarang ia tengah duduk di hadapannya, menatap dengan ekspresi serius.

“Mari lihat… apa saja yang sudah terjadi selama empat tahun ini.” jemari Sehun sibuk bermain di atas keyboard, menciptakan commandcommand yang sudah begitu lama ia tinggalkan tapi masih ia kuasai dengan baik.

B-54 masih tidak terlihat. Dan kembalinya Sehun ke dalam dunia cyber adalah pertanda bahwa ia akan kembali menghidupkan identitasnya sebagai O’Child, sekaligus tanda bahwa ia akan menemui sang kakak untuk menghidupkan kembali si gadis yang sudah dua bulan ini tertidur.

London Street, Gangnam.” Sehun menggumam, mendapatkan view CCTV satelit yang menunjukkan siluet sebuah perumahan kecil di daerah Gangnam.

Tak butuh waktu lama bagi Sehun untuk mengemasi barangnya secara keseluruhan dan mengambil transport bus menuju daerah Gangnam. Sekitar satu jam ia habiskan di dalam bus sebelum matanya menangkap gedung kecil yang diyakininya sebagai kediaman sang kakak.

Langkah Sehun jadi lebih yakin saat menapaki anak tangga, tahu bahwa kakaknya tinggal di lantai dua dan memiliki tiga buah kamar sekaligus. Ya, Sehun tentu tidak bertanya mengapa kakaknya butuh tiga kamar.

TOK! TOK!

Ketukan mantap Sehun berikan di pintu, ia menunggu beberapa saat sebelum pintu terbuka, menampakkan tubuh sang kakak—Baekhyun—yang tampak lelah.

“Oh, kau datang?” sapa Baekhyun, membuka celah di pintu sembari melangkah mundur, memberi ruang bagi Sehun untuk masuk.

“Aku tidak tidur selama dua hari, Sehun. Berusaha mengawasi gerak-gerik Europol tapi hasilnya nihil, mereka menutupi segalanya dengan sempurna.”

Baekhyun meregangkan kedua lengannya, berusaha melepas penat, sementara Sehun menaruh barang-barangnya di sudut ruangan.

“Dimana Liv?” pertanyaan itu membuat aktivitas Baekhyun terhenti.

“Demi Tuhan, kau tidak ada bedanya dengan Liv. Selalu saling menanyakan satu sama lain.” gerutu Baekhyun sebelum ia melangkah ke arah Sehun dan mengulurkan tangannya.

“Mana chipnya?” tanya Baekhyun, “Kau sudah putuskan untuk membiarkannya hidup?” sambung Baekhyun dengan nada menyindir.

“Kau bilang dia bisa mengetahui apa yang Europol lakukan.” bantah Sehun, mengulurkan kotak bening yang tak pernah dibukanya selama dua bulan ini.

Cih, jangan berbohong. Katakan saja kau rindu padanya.” seloroh Baekhyun, meraih kotak tersebut sebelum ia melangkah menjauhi Sehun.

Tanpa bicara apapun Sehun mengikuti langkah sang kakak yang membawanya ke sebuah ruangan remang. Sehun bisa melihat jelas sebuah tubuh terbaring di atas tempat tidur, tubuh yang dua bulan lalu menemuinya sebagai Liv.

“Apa tubuhnya tidak membusuk?” tanya Sehun.

“Tidak, saat Liv masuk ke dalam tubuhnya, semua organ bisa berfungsi dengan baik. Anggap saja ia koma selama dua bulan ini.” ucap Baekhyun, jemarinya bergerak memiringkan kepala tubuh wanita tersebut, menekan bagian tengkuknya dan terlihatlah sebuah bekas sayatan di sana.

“Aku menemukan bagian sayatan ini di tubuh mereka semua. Kurasa kau juga punya luka yang sama bukan? Hanya saja, Liv sudah merusak sebagian kinerja Bio-techmu sehingga kau tidak mati hari itu.” ucap Baekhyun, menyelipkan chip itu layaknya memasukkan micro-sd ke dalam handphone.

Baekhyun kemudian melangkah ke arah perangkat komputernya, mengetikkan beberapa command di sana sebelum ia menatap Sehun.

“Liv akan bangun dalam dua jam, jangan khawatir.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Liv’s Eyes…

Gelap. Semuanya gelap.

Tidak. Tunggu. Mengapa aku ada?

“Tidak!” aku memekik, terbangun dari tidurku, suaraku masih sama seperti saat terakhir kali aku mengingatnya. Bagaimana aku hidup? Apa B menghidupkan—

“B?” aku menyernyit saat melihat bayangan pria tak jauh dariku. Sungguh? Mengapa B membangunkanku lagi? Apa sesuatu yang buruk terjadi?

Lekas aku mengudara, mencari berita-berita yang sudah aku lewatkan selama—ugh, aku mati selama dua bulan? Dan—tunggu. Europol masih ada? Aku bisa dengan jelas melihat berita-berita online yang mengabarkan penyelidikan Europol tentang kejadian misterius empat tahun lalu.

Mereka memburu semua player yang diketahui masih hidup, EP-6 sudah tertangkap. EP-8 juga sudah tertangkap. Tunggu, Sullivan? Wanita keji itu masih hidup? Apa ia memimpin mereka sekarang? Apa aku masih bisa mengakses informasi mereka?

“B, Sullivan masih hidup! Apa kau mengudara dengan nama B-54 lagi? Mereka tahu kau adalah EP-4.” aku berucap panik.

“Aku bukan B.” suara itu mengejutkanku, sementara bayangan pria yang tadi kulihat mendekat, suaranya sangat familiar.

“Sehun?” ucapku terkejut. Mengapa ada O’Child di sini?

“Aku bukan Sehun. Aku O’Child.”

Samar-samar bayangannya terlihat jelas. Benar. Dia benar-benar O’Child. Tersenyum padaku sebelum ia menarik tubuhku untuk berdiri menjajarinya dan—

Tidak.

Mengapa ia menciumku?!

“Senang bertemu denganmu lagi. Kau tidak tahu aku sangat rindu padamu? Masa bodoh dengan hal dunia gila kita dan ketidak masuk akalan hubungan kita, sebut saja aku sudah jatuh cinta padamu, Liv sayang.”

FIN

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

MAAFKAN. MAAF. Saya enggak tahu harus mengakhiri mereka seperti apa. Harusnya END kemarin di chapter tujuh tapi aku sedikit perpanjang karena ada kemungkinan cerita ini akan berlanjut kalau responnya bagus ;~;

Tolong garis bawahi: KALAU RESPONNYA BAGUS.

Artinya ada dua kemungkinan: satu, ceritanya berakhir di sini kalau responnya biasa saja dan kalian banyak yang menghilang. Dua, ceritanya berlanjut (tapi di tahun depan aja ya, biar utang aku gak banyak di tahun ini). Karena kemarin sepertinya ada yang ingin cerita cyber lagi dengan Sehun lagi. Ya sekalian aja kalau Liv ada cerita kedua, lagian Sullivan masih hidup, meski tanpa bukti otentik.

Sisa cuap-cuap akan berlanjut di AFTERWORD.

Thanks for reading, guys!

.

.

.

[TOLONG! Aku butuh vote kalian di sini → HELP! I NEED YOUR VOTE]

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

 

89 tanggapan untuk “CODE NAME LIV – Slice #8 [FINAL] — IRISH’s Story”

  1. aaaaaaaaa..pengen teriak aahhhh…suka kesel sendiri kalo udha baca punyamu rish,,pasti ga bisa berenti..:( ne kerjaan inem jadi tebengkalai ne gegara kisah cinta cyber yang sangat memusingkan otak tapi menyejukan hati..#apaansihgajelas hahahahahhahaha
    tiap hari slalu ngubek2 ff nya irish…dan selalu tidak pernah kecewa dengan alur ceritanyaa..irsih…jjang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!inem mau lanjut ngebabu dlu ya jangan goda inem dengan crita lain dulu hahhahahahhahaha

  2. Ya ampuuunnn, ini aku malah baru bacaa
    Plis plis plis kaakk, lanjuuut, gregetan sama endingnyaa, kok sullivan masi idupp, trus ituu si sehun napa main nyosor aja diaa, europol itu juga napa masi nyari nyari ep laiin

    Kak rish, pokoknya harus LANJUT!! PENASARAN taukk

  3. Apakah ini rish…ku ngebut bacanya n tetiba ocild nyosor liv oemjiii. “Liv sayang”nya ocild tolong dikondisiin rish:v pengirl cemburu tiati loh LOLOL
    Ini epep keren dah..ga sia” gw baca marathon dari chap1😂

    BUAT SEQUEL YA RISH WAJIBB POKOKNYA /digampar massal/ ku kan slalu setia nunggu epep astralmu:v tahun depan ugha gapapa
    P.s napa si sullivan ga mati ajasih skalian hmzz–😂

  4. Kyak ini plis tolong jebal dilanjutin aku bacanda dagdogdig tau gk!!! Ahhhh sumpah Kalo endnya disini rasanya kaya Ada gantung2nya gituh.. Tapi sumpah kak ini ide ceritanya bagus banget… Kak iris da best! Lanjut yh kak ~^_^

  5. Karena ormik baru selesai kemaren jadilah diri ini baru bisa menjelajah wp dgn aman sentosa :3
    .
    Well, series paporit dadakan ini end–” DAN, DIRI INI SALAH SATU YG MEMINTA KELANJUTAN DARI SERIES INI!!

    1. XD ormik ini apa ya? kayak familiar sama istilahny wkwkwkwk XD aku juga baru fit, baru bisa online dan buka-buka wp inini XD wkwkwkwk nanti kupikirkan dulu season 2 nya

    2. Teganya dirimu kaks–” orientasi akademik sudah kau lupakan–” /dibuang
      iya kak. dipikir2 dulu aja. biar nanti gak nyesel nerima lamarannya /gak gitu nad/ wkwk

  6. huwait.. sehun sama liv cocweeeettt , haha. Aku tereak2 sendiri waktu bagian akhir sehun, haha. Lanjut kakak, akan kutunggu hingga tahun depan. Lanjut ya kakak, pliss

  7. Auchhh… so sweettt .. g kuat dgn kalimat terakhirx.. akhrx mrk brsatu. Ahhh baek sngguh baik hati mnyatukan mrk berdua.
    Ahhh harsx ada season 2 ny author…
    Aku tngg y

  8. Ugh!!! Happy end dan cinta tanpa batas bersatu *eeeaaaakkk

    Aq seperti liv membaca chap terakhir ff ini
    Berjuang untuk menemukan sinyal internet yg pas buat bacanya,huhuhu
    Tiap ninggalin jejak gagal mulu

    Baekhyun semacam makcomblang aja buat liv ama adeknya,hahahaha
    Ending menegangkan dengan saling ancam mengancam antara baekhyun sama mba sul
    Ternyata baek emang punya rncana sendiri dan tahu mba sul memang jahat
    Baekhyun emang daebak
    Aku padamu

    1. XD buakakakakaka alhamdulillahnya happy ending gitu ya XD wkwwkkwwk
      ADUH DUH, MINTA BANTUAN LIV AJA COBA BUAT DICARIIN SINYAL XD wkwkwkwkwkwk

    2. Pantesan itu si baek kalau online apa2 mesti ketempatnya liv dulu, ternyata sumber dari sinyal cepat itu dia,hahahahaha

  9. sehun masih idup kak? bagimana bisa?
    yoon tadi juga gak ngeh artisnya namanya livya. liv ya. plot twist nya~ akhirnya liv bisa hidup jadi manusia~ walopun kalo kena ujan takut konslet wkwk
    tau liv idup gitu jadi keinget bekyun di oao 😀
    dan ending apa ini kaaak??? sumpah sehun sudah tak tahan ternyata wkwk
    europol masih ada? ep lain masi idup? sullivan masiih iduuppp??? biarlah dia mati saja kaak~
    tapi yoon pengen sekueel~ yoon akan kasih respon biar dilanjut. my respon is.. BAGUUUSS KAK RESPONNYA BAGUUS. JADI LANJUT AJAAA.

    1. XD buakakakakak iya dia masih hidup, alhamdulillah XD LIV. YA. LIVYA XD XD WKWKWKKWKWK emang simpel sekali nama Liv setelah jadi manusia XD wkwkwkwkwk
      SEHUN LAGI GA TAHAN, JADI DIA MAIN SOSOR AJA, KENTARA ITU DI CAFE, ASLINYA DIA MAU NYOSOR LIV PAS DIPELUK, TAPI DIA JAGA IMEJ, TERUS AKHIRNYA DIA SOSOR LIV PAS DI END XD

  10. Ya amsyong,eikeh kira si B ada rasa sama liv.trnyata dia cma anggep kayak adek….
    Dan…dan….eih,liv ama sehun…
    Sudah lah.aku juga mau mau mengudara kayak liv

  11. astogeh kaget gue, Liv masih idup. demi jakun Luhan astaga gue kaget.
    acciecieee si Sehun sama Liv cieee.
    betewe ekhem, anu, ekhem kata ‘Liv sayang’ nya bisa dikondisikan gak? ekhem

    lanjut dong Rish eonnie..
    Fighting!! stay healthy❤

  12. what sayang?, jdi sehun jatuh cinta, and liv hidup, and sullivan juga hidup jujur ak ga suka klo sullivan hidup (terlanjur benci ma cewe satu tu) TAPI cerita ga bakal seru klo ga ad sullivan heheh
    sekian ka irish salam miss BBQ

  13. Setelah tersadar dari tidur panjang akibat pengaruh ctm liat-liat notif email ada liv mata langsung seger! Gak seger baca kalimat finalnya sih huweeee:”

    DAN GUE KESEDAK KARENA BACANYA SAMBIL MINUM AIR SI LIV MASIH IDUP! DEMI DEWA UTTRAN GUE CINTA BANGET SAMA LO RISH WKWKWK GAK SAD ENDING ASEKKK

    EUROPOL MASIH JALAN? SULLIVAN MASIH IDUP? ANDDDDDD SEHUN SAMA LIV SALING JATUH CINTA! YEY! NGAKAK SENDIRI PAS ADEGAN KISS SCENE MASA😂😂 WKWK

    LANJUT LAH RISH BIKIN SEASON 2 KALO PERLU SAMPE SEASON 7 KAYAK CINTA FITRI WKWKWK/BECANDA/ KU SUKA BANGET ENDINGNYA RISH!!❤

    Dah segitu aja dulu mau lanjut baca afterwords wkwkwk

    1. DEMI DIO DAN SABUNG AYAMNYA, ANE NGAKAK SAMA EFEK CTM, KADANG KALA CTM EMANG BIKIN TELER YA MBA XD XD WKWKWKWKWKWK TERUS ANE NGAKAK DEMI KROTONYA EKSO YANG BAKAL RILIS BESOK, ITU APAAN DEWA UTTARAN DIBAWA-BAWA? NANTI DIA KESELEK GIMANA?
      btw, iya, europol masih jalan, dan mereka masih diburu XD nanti kalau mood aku bagus aku lanjutin petualangan mereka XD

  14. Riiiiiisssssshhhh. . . Ya ampun sumpah ini akhir yg aku inginin banget. . Suka deeeh. . . Dari awal tuh emang selalu berpikir gimana seandainya kalo liv hidup. . . Suka suka suka. . . Akhir bak movie niiih!!!!
    Kirain ak liv bakal jatuh cinta sama B gak taunya ama O’child wkwkwk
    Sukses utk anothet storynya nnti ditahun depan. . .
    Mangaaaaatttt

  15. Apa ini kak ini enggak masuk akal kenapa sehun jatuh cinta sama liv, tapi aku bahagia sehun sama liv, terus baekhyun ama siapa? ama aku aja yaa boleh? aku bahagia mereka masih hidup, tapi kenapa nyi sullivan juga masih hidup, tolong kak jelaskan gimana caranya biar ini bisa masuk di otakku yg(?) yaaah begitulah, eh gausah deng capek entar

    1. XD engga masuk akal tapi kamu bahagia, apa-apaan ini? apa-apaan? XD wkwkwkwkwkwkwkwk baca ulang ajaahh, pada dasarnya aku juga engga paham kalo di suruh menjelaskan XD

  16. seriusan!! kaget banget pas adegan kiss sehun-liv!!
    omaigat!! sehun!! kamu diam” kok?!

    aq tungguin deh klo mau lanjutinnya taun depan..
    moga di lanjutannya si baekkie dpet pasangan 🙂

    *moga cepetan taun depan ya allah.. *haha readers apaan ini???

  17. Ige mwoya??? Ini lebin gantung dari pada yg kemarin irishhh .. Ihhh parah ga boleh ada kata FIN eonnii

    Gimana kisah sehun liv??? Terusin eonniii
    Gamau tau aku tunggu selanjutnya ga mau tau /maksa yg nulis siapa wkwk/ .

    Eonni aku tunggu ga mau tau yaaa eonniii /ber aegyo ria ceritanya/ wkwk

  18. daebak!!! aku jg jatuh cinta…jatuh cinta sama cerita irish..oh my God.. aku jg setuju dan mendukung kalo masih lanjut…apa” an itu msh blm final betul”..
    kirain B jg cinta sma liv..ternyata gk ya sdh gk papa…baekhyun memang kakak yg baik …memikirkan sampai jauhh mulai dari liv sampe tmpt tinggal…perang sama europol msh berlanjut…ceritanya jg msh berlanjut..harusnya..kkkk~~~

    okeeee….sukses ya irish
    XOXO
    chuuu~~

    1. XD alhamdulillah kalo cerita aku bisa bikin jatuh cinta dan bukannya bikin epilepsi atau sawan XD wkwkwkwkwk BUAKAKAKAK engga doong, B itu cuma demen Liv sebagai adeknya doang, karena bertahun-tahun dia udah kehilangan adeknya XD wkwwkkwk thanks yaaa

  19. Yeye aku bahagiaaaaaa, meskipun dugaan awalku salah kalok b bakal sama liv eh ternyata b itu merupakan sosok lakak bagi dua sejoli yang jatuh cinyaa ah si cabe tumben hak jadi oerusak hubungan orang wkwkw

    Dann kaka lanjjut dongg tahun depan juga hak apa2 hehe
    Asal si cabe tetep ada yaaa, jangan biarkan dia tenggelam dalam kisah cinta dua sejoli absurd macem o’child ama si cliv wkwk

    1. buakakaka aku sebenernya engga pernah berencana buat bikin Liv sama salah seorang bersaudara ini, harusnya Liv mati, sehun-baekhyun bertemu kembali, final XD begitu XD wkwkwkwkwkwk aduh tahun depan semoga aja masih ada yang inget sama cerita astral ini ya XD

  20. Yaa ampuunnn doa ku terkabul >.<
    baekhyun, sehun hidup plus nya liv jg hidup 'secara nyata' yeeeyyy

    liv sehun coo cweettt
    baekhyun kok gak ada pasangan nya, baby baekki sini sini sama aku ajah :v #digamparkakirish

    kereennnn
    kak irish jjang ^^
    next fighting

    1. dibilangin aku kan lagi baik jadi engga bikin end menggantung XD apa harusnya aku end in aja kemarin di chapter tujuh ya? XD wkwkwkwkwkwkwk baekkie besok sama tante Sullivan aja gimana?

  21. YA AMPUN YA AMPUN YA AMPUN AKU KAGET RISH.

    TIBA TIBA ADEGAN KISS SEHUN SAMA LIV YANG NOTABENE HANYA SEBUAH CYBER-VIRAL ITU RASANYA GA MASUK AKAL TAPI NYATA.

    OMAIGATT, AAKK LEMES KAKIKU INIII 😲😲

    1. id kamu membuat aku inget pada Liv XD wkwkwkwkwk JANGAN KAGET, ITU SEHUN UDAH DEWASA, KAN UDAH KANGEN-KANGENAN SELAMA EMPAT TAON, SIAPA TAU ITU RENCANA BUSUK SEHUN BUAT NGEJEBAK LIV-B, HAYOH XD

    1. pada dasarnya aku sebenernya engga ngebuat Liv sama siapapun… harusnya endnya di chapter tujuh kemarin XD tapi kasian nanti ane di demo karena selalu dan selalu bikin end yang gantung

  22. IRIIIIISSH…….!!!!!!!! Seriusan ni bagus bgt ceritanya.. dari kemaren aku tungguin,, n baru kesampean tdi mlm bela”n ngumpet2 nyolong waktu kerja..

    POKOKNYA WAJIB SQUEL KAPANPUN ITU AKU TUNGGUIN IRIIIISSH……

  23. Ga kaget 2 cogan brothers & liv bs survive cz clue’ny jlas bgt di slice #7 ☺ tp ga nyangka bgt Europol kembali aktif, bhkn si Sullivan msh hdp! 😨 How come Rish?! Bner2 org jht susah mati’ny ya! Terus pas liv mati di end slice #7 kmrn, bukan’ny semua info ttg Europol di share ke mn2 ya, yg di slice #6 B ngancem2 Sullivan dg mamerin Plan A sambil ngulur2 wkt itu? Jd ga da triangle love among B, Liv & O’Child nih? Ykn B cm anggep Liv sbg ade aja? Dsr si B, bs2ny dy tegur sapa ma ade satu2ny yg dr kcl terpisah krn tragedy, dg bgitu santai’ny! 😅 monggo di lnjt season 2 thn dpn Rish 😊 pengen bc romens moment O’Liv couple..

    1. XD buakakakakak iya kak aku kan udah bagi2 clue di previous chapternya jadi… gampang aja sih menduga apa yang bakal terjadi di sini XD wkwkwkwkwk nah, itu dia yang masih jadi ganjelan di hati aku kak, karena sebenernya ini belum end tapi sengaja aku bikin putus di tengah jalan XD BUAHAHAHAHAHAHA BESOK DEH TAHUN DEPAN KALO MASIH ADA MOOD AKU LANJUTIN LAGI, KISAH SI SULLIVAN-B XD

  24. Omaigat kenapa nanggung bgt irish !!! Sumpah ini tuh keren bgt ceritanya aq sih pingin nya ada sequel gitu soalnya ini gantung bgt coba,, irish sumpah daebak !!!!!!!!!!!!!!! Sequel pokoknya haha

    Kutunggu sequelnya
    Ganbatte rish

    1. Bismillah doakan saja tahun depan engga ada halangan apapun untuk melanjutkan series Liv ini XD wkwkwkwk karena emang masih ada beberapa yang ngeganjel sih di hati aku tentang cerita ini, kayak kurang maksimal XD wkwkwkwkwkwk thanks yaa

  25. Apa banget ini gue senyum2 sendiri pas bagian si Sehun bilang “Sebut saja aku jatuh cinta padamu, Liv sayang” wadawwww geli gue malu ih baperan banget ya anaknya tuh hihi
    Okedeh sequel rish, biarin taun depan juga, wkwkwk.
    Mangats rish! ❤️

  26. Gods, endingnya manis manis sepet gitu yah?
    Manisnya karena si liv sama sehun saling jatuh cinta.
    Sepetnya, aku masih mikir kalo liv itu cyber viral yang gak berwujud. Jadi kerasa astralnya disini Kak.
    Tapi tapi tapi. Pas bagian sehun bilang si liv seharusnya gak hidup bikin greget banget soalnya sama kaya pikiran aku hoahahahaha (ketawa jahat).
    Kalo gitu ditunggu ff astral bin amajing kakak yang lain yah!
    Se mangaa at

    1. Manis-sepet kayak permen asem ya endnya ini ya? XD wkwkwkwkkwwkk BUAHAHAHAHAHA AKU JUGA MASIH BERPIKIR LIV INI CUMA SEKEDAR FILE DOANG, KALO KEPENCET ‘DELETE PERMANENTLY’ DIA BAKAL ILANG XD WKWKWKWKWK thanks yaaa

  27. Ini dah FIN..END..TAMAT ???????
    Season 2 yaaa…please .. 😉

    Love it !!!!

    Suka akhir yg happy gini…wl dibayangin ngga msk akal ada cyber viral bs hidup ….
    But It’s ok … smua ngga ada yg mustahil tuk imaginasi kak Irish yg sdh diluar batas normal hahahaha

    Smangat kak Irish…Zii tunggu next seasonnya

    1. Iya udah end XD season 2? biarkan aku berpikir duluu XD wkwkwkwkwkwkwkwk sebenernya emang engga masuk akal, tapi yaahh…. mau gimana lagi, buat aja semuanya masuk akal XD

  28. HUWA APA INIIII???!!!!!!
    Ini apaan mba, kok aku jadi baper banget?
    Ochild sialan kamu, B kamu juga, Liv ngajak ribut nih. Tapi yg paling bikin asdfgh itu ochild serius. Apaan itu di akhirnya?
    CIUM? Enak amat loh bang main embat BIBIR ORANG, AKU MAUU /PLAK/
    Dan ini apa ““Senang bertemu denganmu lagi. Kau tidak tahu aku sangat rindu padamu? Masa bodoh dengan hal dunia gila kita dan ketidak masuk akalan hubungan kita, sebut saja aku sudah jatuh cinta padamu, Liv sayang.” LIV SAYANG??? APAAN BANG?! TIDUR DI LUAR!!! SEKARANG!!!!!!!!
    Ah baper sungguh, jahat mba. Ini mah aku beneran nda bisa tidur gegara OLiv moment, Asdfgh aku kudu eottoke?
    MBA JAHAT BANGET SEJAHAT LIV B AMA OCHILD, huwaa tear tear tear.
    Seriusan lah kalo respon baik bakal ada kelanjutannya? Semoga responnyabaiiik jadi aku nisa berbaper ria karena OLiv moment.

    Maafkan jika ada kesalahan penulisan dan kata kata karena saya jujur sudah kehilangan tenaga gegara OLiv, /OLIV MULU DI SALAHIN, gapap kamu memang salah bikin aku ketagihan//plak//.

    1. Kenapa jadi kamu yang baper padahal aku engga bikin cerita yang mengundang kebaperan? XD BUAKAKAKAKAKKAAKKAKAKA NGAKAK AKUT AKU GEGARA DUA CAST ITU DIKATAIN SIALAN XD XD
      ASTAGFIRULLAH, SEHUN MASA DISURUH TIDUR DILUAR, KAN GABISA SAMA LIV NANTI XD XD udah tidur ajaa, sengaja aku postnya malem biar yang baca malem pada kepikiran sama endnya sih ya XD wkwkwk aku salah apa sih deekk XD udah aku bikin bahagia selamanya loh ituu XD wkwkwkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s