Attracted to You #4

collage-9

Attracted to You #4

EXO’ Chanyeol | Oh My Girl’ YooA | Red Velvet’ Wendy | EXO’Kai

Romance,Hurt

General

Chaptered

Claralaluchaipark aka TianiEXO

Ketika kau menyadarinya,

Kau baru sadar bahwa

Kau ingin menarik perhatian

Dari dia…

Attracted to You

 

 

“Yoo Yeon Ju?”

Pikiran Yoo langsung menerawang jauh, sehingga membuat kepalanya sangat sakit.

“Aku bukan Yoo Yeon Ju” Yoo merintih kesakitan sambil memegang kepalanya.

“Hei, kau tidak apa-apa?” Kai yang merasa khawatir langsung memegang kedua bahu Yoo.

“Kepalaku sangat sakit” rintih Yoo.

“Kalau begitu, sebaiknya kau tidur dulu” ucap Kai khawatir, harus diakui bahwa gadis di depannya ini terlihat sangat mengkhawatirkan.

“Tidak, aku harus ke tempat bibiku sekarang juga” Yoo dengan sekuat tenaga berusaha untuk berdiri, namun kakinya sangat lemah untuk berdiri sehingga Ia terjatuh.

“Tapi, bagaimana mungkin kau sudah parah seperti ini. Apa ka mau memaksakan tubuhmu?” ucap Kai yang sedikit kesal karena Yoo tidak peduli dengan tubuhnya yang bisa dilihat sangat lemah.

“Ada hal penting yang harus aku sampaikan pada bibi” Yoo mulai meneteskan ar mata.

“Jangan menangis dulu, hei”

“Aku ingin tahu kebenarannya” Yoo terisak membuat Kai merasa tidak sanggup menahan rasa ibanya.

“Biar aku antar” ucapan yangkeluar dari mulut Kai, seketika membuat Yoo berhenti terisak dan menengadah melihatnya.

“Benarkah?”

“Kau sangat lemah, untuk berdiri saja sudah tidak bisa. Lebih baik harus ada yangmengantarmu. Kalau tidak kau bisa seperti tadi dan itu sangat merepotkan” ucap Kai panjang lebar.

“Terima kasih” ucap Yoo sambil sedikit tersenyum.

“Ternyata benar, kau mungkin bukan dia. Tapi kau mirip sekali, ah bukan tapi sama” ucap Kai sambil duduk berjongkok di depan Yoo.

“Biar aku bantu menggendongmu”
Yoo yang merasa kaget dengan perlakuan Kai, hanya tersenyum tipis dan segera naik ke punggung Kai.

“Kau sangat ringan” ucap Kai setelah mengangkat Yoo.

“Baguslah, kau lebih mudah kan untuk menggendongku”

“Benar juga, tapi tidak bagus buat gadis yang seumuran denganku dengan berat badan seperti ini” sambung Kai lagi.

“Apa boleh buat, memang beginilah keadaanku”

“Kalau sudah pulang ke rumahmu nanti, makanlah nasi setidaknya tiga mangkuk tiap jam makan. Aku jamin kau akan segera bertambah berat nantinya”

“Tiga mangkuk? Apa kau pikir perutku ini sebesar mesin kulkas?”

“Hahhaa, tidak mungkin ada orang dengan perut sebesar piring kulkas” Kai tertawa kecil.

“Kita akan segera pergi, aku pikir aku akan berlari agar lebih cepat sampai ke tempat bibimu”

“Baiklah, aku akan pegangan. Aku nanti tunjukkan jalannya saja”

 

“Ayo kita berangkat”

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

Chanyeol dengan gelisah mengendarai mobilnya, Ia sudah pergi ke berbagai macam tempat yang mungkin akan didatangi oleh Yoo.

“Sial, kemana dia pergi?!” Chanyeol dengan emosi membanting stirnya ke pinggir jalan.
Malam semakin gelap, sehingga tidak banyak orang yang melewati jalan tersebut.

Tiba-tiba, pikiran akan suatu tempat yang belum Ia datangi memenuhi pikirannya.

“Tempat kerja bibinya”

 

Segera dengan sigap, Chanyeol langsung melaju kencang dengan mobilnya.

“Pasti dia ada disana” batin Chanyeol namun tiba-tiba seorang melintas di jalan dan membuat Chanyeol terkejut dan langsung mengerem mobilnya mendadak.

Hampir saja, kalau Chanyeol tidak cepat-cepat memberhentikan mobilnya mungkin orang itu telah tewas karena terlempar.

Chanyeol segera turun dari mobilnya untuk memastikan apakah orang yang hampir ditabraknya baik-baik saja.
Tampak seorang lelaki dengan wajah terkejut sambil berdiri mematung didepan mobilnya,

“Kalau, kau jalan haru-“ ucapan Chanyeol terhenti ketika melihat seseorang yang digendong laki-laki itu.
Seseorang yang digendong pun sama terkejutnya dengan Chanyeol

“Chanyeol-ssi” ucap Yoo yang ternyata digendong oleh seorang lelaki yang tidak dikeal Chanyeol.

“Kau” Chanyeol mengepalkan tangannya kuat, emosi telah mencapai ubun-ubunnya.
Segera saja Ia dengan kasar langsung menarik Yoo dari gendongan lelaki itu, tanpa memedulikan rintihan Yoo yang kesakitan karena tarikannya.

“Hei, apa yang kau lakukan?!” Kai yang merasa terkejut dengan apa yang dilakukan Chanyeol terhadap Yoo langsung marah saat itu juga.

“DIAM!” bentak Chanyeol keras namun Kai tetap tidak mau melepaskan tangannya dari Yoo meskipun Yoo kini sudah berada dalam gendongan Chanyeol.

“Jangan kasar terhadap dia!” marah kai.

“Memangnya kau siapa?!” sambung Kai dengan emosi, sambil terus berusah merebut Yoo kembali saat Chanyeol hendak membuka pintu mobil.

“Aku kekasihnya!” satu ucapan keras dari Chanyeol membuat Kai melepaskan genggaman tangannya dari Yoo seketika itu juga.

 

Chanyeol segera memasukkan Yoo ke dalam mobil dengan kasar sehingga membuat Yoo merintih kesakitan dan segera naik ke mobilnya sendiri dan melaju meninggalkan Kai yang hanya bisa mematung di jalanan tesebut.

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

“Chanyeol-ssi, kau jangan marah seperti itu” Yoo mulai berbicara kepada Chanyeol, karena dilihatnya Chanyeol tampak sangat emosi dengan wajah yang sudah memeah.

Chanyeol hanya diam dan tidak membalas satu pun perkataan yoo, Ia lebih focus mengendarai mobil dengan kecapatan yang sangat tinggi.

“Chanyeol-ssi, jangan terlalu kencang” ucap Yoo karena Chanyeol menyetir dengan sangat tak terkendalikan.

“Chanyeol-ssi, jangan seperti ini” Chanyeol menggeram langsung memberhentikan mobilnya dengan mendadak membuat Yoo sangat kaget.

“Kau pikir siapa yang membuatku mengendarai mobil seperti ini?” Tanya Chanyeol,

“Aku” jawab Yoo tanpa rasa takut sedikitpun.

“Tapi, kau tidak perlu sampai mencariku seperti itu. Aku akan baik- baik sa-“

“Baik-baik saja katamu?! Oh, dengan namja itu ternyata”

“Kai-ssi adalah orang yang baik, dia mau mengantarku ke tempat bibi”

“Lalu kau senang bersandar pada punggungnya?! Kau ternyata senang ya bersama pria tak dikenal”

“Chanyeol-ssi saat itu aku sangat membutuhkan bantuan dan Kai mena-“

“Lalu kau setuju saja?! Kau memang dasar wanita yang-“ omongan Chanyeol terhenti ketika melihat Yoo meneteskan air matanya.

“Jangan seperti ini padaku” Yoo menghapus air matanya yang berjatuhan, “Aku hanya ingin tahu kebenarannya. Kenapa susah sekali” Yoo tidak bisa membendung tangisannya lagi.

Chanyeol keluar dari mobil, kemudian masuk ke bagian kedua mobil dimana Yoo sedang duduk disana.

 

 

“Kau benar-benar membuatku-“ Chanyeol langsung memeluk Yoo erat.

“Chanyeol-ssi sesak sekali, aku sulit bernafas” ucap Yoo sambil menepuk bahu Chanyeol pelan, namun itu malah

membuat Chanyeol semakin mempererat pelukannya.

 

“Benar-benar membuatku…” Chanyeol menenggelamkan kepalanya di pundak Yoo.

 

 

“Kembali kepadamu”

 

 

Dua kata yang keluar dari mulut Chanyeol, membuat Yoo tidak dapat berkata-kata. Tepukannya di bahu Chanyeol pun terhenti, matanya yang tadi melebar akibat perlakuan Chanyeol perlahan dilemaskannya.

“Aku minta maaf” ucap Yoo sambil memegang kedua lengan Chanyeol.

“Dan terima kasih” Yoo menutup matanya perlahan, membiarkan dirinya yang merasa kesakitan kepala sedari tadi terhanyut dalam tidur.

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

Satu hal yang membuat Wendy hanya mematung di depan makan malamnya adalah perkataan Chanyeol tadi.

 

“Wendy, kalau tidak cepat nati supnya kedinginan” ucapan sang ibu pun tidak dihiraukan olehnya. Wendy hanya bisa mematung. Bahkan sup asparagus kesukaannya pun tidak dihiraukannya sama sekali.

“Aku tidak lapar” ucap Wendy pelan lalu bergegas meninggalkan meja makan,sehingga semua keluarga yang ada di meja makan hanya bisa terheran dengan perilakunya yang tidak biasa itu.

Sesampainya di kamar, Wendy langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur.

 

“Aku sudah tahu dari awal” ucap Wendy dengan suaranya yang perlahan mula serak, air mata mengalir pelan di pipinya.

 

“Aku sudah tahu dari awal, bahwa kau tidak pernah sekalipun menatapku” Wendy menghapus air matanya kasar.

“Tapi aku tidak bisa”

“Bagaimana mungkin aku hanya bisa menatapmu saja?” Wendy melihat bingkai foto yang ada terpajang foto antar dirinya dengan Chanyeol.

 

“Aku sangat menyukaimu”

 

 

“Tapi mengapa, hanya dia”

 

 

“Hanya dia yang kau…”

 

 

 

 

“Pikirkan?”

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

 

ARGHHHHHH, akhirnya selesai chapter ini. Hahahhhaha, kayaknya udah lama ya kelanjutannya. Soalnya saya baru dapat ide setelah dengar berulang-ulang kali lagunya Red Velvet yang One of These Nights itu baru langsung kena dah.

Mohon maaf bila ada kesalahan yang membuat teman-teman pada bingung,

Saya mohon maaf lahir batin ya, terlambat ngucapinnya karena baru posting ff sih.

Terima kasih telah mau membaca

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment! ^_^

 

collage (11)

One thought on “Attracted to You #4”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s