CODE NAME LIV – Slice #7 — IRISH’s Story

irish-liv-last

   CODE NAME LIV  

  EXO`s Baekhyun as B/B-54 & Sehun as O’Child 

   with OC’s Liv—known as LIV/54 cyber-viral’s code  

  crime, family, melodrama, science fiction story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved


“Sometimes the most real things in the world are the things we can’t see.”—The Polar Express, 2004, said by Liv.


Previous Chapter

〉〉 Chapter 1: Black Area and O’Child – Chapter 2: Not A Crime, Just Loneliness – Chapter 3: Depend On Me – SPIN-OFF [1]: Memories From The Past – SPIN-OFF [2]: Mosaic – Spin Off [3]: When God’s Not Real – Chapter 4: Last Challenge – Chapter 5: Apology – Chapter 6: Isn’t It Beautiful? 〈〈

  Chapter 7: Plan B  

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Index:

Bio-tech system: sebuah system yang diciptakan militer sebagai senjata mematikan yang bisa membunuh tanpa harus menyentuh target tertentu. Hanya dibutuhkan invasi chip dan zat kimia tertentu untuk kinerjanya.

Cyberviral: virus komputer.

Command: sebuah perintah yang diberikan dari susunan angka dan huruf untuk menjalankan sebuah file/program.

Player: hacker.

Wipe-off system: sebuah program yang dibentuk untuk menghapus semua command-history pada file/program dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pelacakan dengan menggunakan program/command apapun.

.

.

.

Plan B. Terdengar simpel? Jangan dianggap simpel. Sesungguhnya, di balik sebuah rencana A yang gagal, ada segudang Plan B yang tersimpan. Bisa tercipta begitu saja karena situasi dan kondisi, bisa juga terencana. Lantas, perjuangan kehidupan ini, Plan B macam apa yang akan mengakhirinya?

.

.

.

In Sehun’s Eyes…

Ada momen ketika waktu tiba-tiba saja secara ajaib terhenti. Seolah kau menginginkannya padahal tidak. Ada pula kejadian tidak masuk akal yang sebenarnya tidak banyak berarti namun meninggalkan begitu banyak kenangan.

Dan ya, aku mengalami momen itu ketika seorang cyber-viral dengan kode nama LIV singgah dalam black area yang kuciptakan. Melebur bersama programku dan menjadi teman bicara terbaikku. Ia juga yang telah mempercayakan kehidupannya—meski tak bisa kukatakan sebagai kehidupan secara real karena sebenarnya ia tidak nyata—padaku.

Perlahan semua konversasi kami berjalan begitu lancar, dan normal. Seolah ia benar-benar ada. Seolah Liv adalah manusia sepertiku. Tapi lagi-lagi aku ditampar oleh fakta bahwa ia hanya sebuah system.

Dan ya, aku membenci fakta itu.

Aku benci fakta bahwa perasanku telah ditariknya begitu jauh dari batas normal yang seharusnya kubentengi agar tidak tersentuh oleh siapapun.

Aku tidak membencinya karena sudah membawaku ke tempat ini, menyerahkanku pada musuh yang berusaha kujauhi. Sekali lagi, aku tahu—dan sudah mengantisipasi—kemungkinan bahwa ia berada di bawah command tertentu.

Satu hal yang tidak aku duga adalah: kakakku ada di balik semua itu.

Kukenal B-54 sebagai player paling sombong di dunia cyber, semua player mengelu-elukan namanya, menganggapnya setara dengan dewa dan aku membencinya. Itulah mengapa aku sering berusaha menyerangnya, ingin mengungkap identitasnya.

Tapi kemudian aku terlarut-larut pada perasaan berteman yang dibawa oleh cyber-viral ciptaannya. Dan kusadari aku tidak seharusnya menyesali perasaan tersebut. Setidaknya aku berhasil menemukan seorang keluarga, yang tidak bisa kuingat.

Walau sekarang, agaknya kami hanya akan bertegur-sapa melalui ucapan selamat tinggal saja. Ironi bukan?

“Liv, ayo kita berhenti.”

“Tidak!” sontak aku berteriak dengan sisa tenaga yang kumiliki. Mengetahui bahwa kami sama-sama berada dalam ancaman kematian, dan rencana nyaris sempurna yang sudah B-54 ciptakan—aku masih tidak tahu bagaimana harus menyebutnya dengan benar—adalah sebuah dilema.

Aku akan mati, bagaimanapun juga. Pertama, karena tubuhku sudah enggan untuk memberi kesempatan hidup satu kali lagi. Dan kedua, karena bagaimanapun caraku untuk mencerna semua rencana yang saudaraku beberkan, aku tetap tidak menemukan di titik mana nyawaku dapat dikatakan selamat.

Aku akan mati.

Itu kesimpulannya.

“Wah, wah. Lihat apa yang terjadi di sini, Baekhyun. Kurasa saudaramu tidak sepemikiran denganmu.” wanita berwajah tegas dengan rambut blonde di hadapan saudaraku berucap.

Ia masih mengacungkan sebuah senjata di depan dahi saudaraku, meski tidak membuatku merasa terusik, tapi tetap saja, ia saudaraku. Dan entah bagaimana, aku tidak ingin ia terluka.

“Kau menginginkan system yang ia ciptakan bukan?” tanyaku kemudian.

Meski saudaraku secara tidak langsung memberitahuku bahwa ajakannya pada Liv untuk berhenti adalah sebuah kode yang tidak baik, aku harus mencegahnya.

“Aku punya file yang sama persis dengan cyber-viral itu.”

Ucapanku sontak membuat saudaraku menatap tajam. Tatapannya tidak bisa kuartikan, antara marah, kesal, dan sedih. Mungkin ia marah dan kesal karena tahu bahwa aku sudah menyalin command yang ia gunakan untuk menciptakan Liv, tapi aku tidak mengerti bagaimana tatapan sedih itu bisa ada di sana juga.

Apa ucapanku diluar rencananya? Masa bodoh. Aku juga punya rencana sendiri. Karena aku sudah melihat ujung dari rencana yang ia ciptakan. Kematianku.

Dan aku tidak ingin mati. Tidak, setidaknya tidak mati berlutut seperti saat ini dalam keadaan menyedihkan tanpa sempat mengungkap semua kejahatan yang sudah orang-orang lakukan padaku, juga saudaraku.

“Kurasa, rencanamu tidak berjalan mulus bukan, Baekhyun?”

“Sullivan!” erangan kemarahan saudaraku jadi tanda pasti bahwa ia memang ia bukannya marah dan kesal karena aku menyalin command cyber-viralnya, melainkan karena aku sudah merusak rencana yang ia susun.

Pemandangan selanjutnya berlalu dengan kelewat cepat dalam pandanganku, bagaimana saudaraku merebut paksa senjata dari tangan wanita bernama Sullivan tersebut, dan menodongkannya ke kepalanya sendiri.

“Kalau begitu mari kita mati bersama.” ucapnya dengan nada dingin.

Tidak, kumohon. Biarkan aku menyelesaikan bagianku. Bagaimana bisa ia menjadikan nyawanya sebagai taruhan sementara ada nyawa lain yang bisa dikorbankan tanpa harus berusaha begitu keras?

“Liv, kalau kau tidak mau berhenti bersamaku, aku akan berhenti seorang diri. Apa kau juga bagian dari mereka, Liv? Lupakah kau bahwa kau adalah bagian dari diriku? Sekarang… kau juga ingin mengkhianatiku, Liv?”

Caranya bicara… caranya memanggil Liv… mungkinkah aku bukan satu-satunya orang yang menanggap Liv benar-benar ada?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Liv’s Eyes…

Aku masih ingat, hari pertama aku terbangun sebagai Liv, wanita yang sudah B ciptakan. Aku masih sangat ingat setiap sekon yang berlalu di hari pertama itu. Sekarang aku sadar, hanya di hari itu, aku melihat B tersenyum.

Karena sampai beberapa tahun aku mengenalnya, ia tidak pernah tersenyum, lagi.

“Selamat pagi, B!”

Kalimat itu mengejutkanku. Aku. Ya. Aku bicara. Menyebut sebuah huruf yang mungkin menjadi inisial dari pemilik wajah yang sekarang muncul dalam visiku. Siapa dia?

“Oh, hai, Liv.” ia menyapa dengan nada kaku, menggaruk tengkuknya sementara tatapannya tidak lepas dariku.

Tunggu, bagaimana aku bisa menganalisa semuanya? Siapa dia? Dan… siapa aku?

“Liv?” lagi-lagi kudengar suara, berasal dari systemku—kuakses itu dari bagaimana terjadi sengatan kecil pada diriku ketika suara berfrekuensi tinggi itu keluar.

“Ya, Liv. Kau adalah Liv. Dan aku, B.” jemarinya menunjuk ke arahku, kemudian dirinya sendiri.

Segera visiku berputar, berkelana, tapi jarak pandangku terbatas.

“Aku… apa?”

Lagi-lagi lelaki di depanku menggaruk tengkuknya canggung, sebelum ia menyandarkan tubuh di kursi dan menatapku intens.

“Kau bisa mengaksesnya, Liv. Kau adalah seorang wanita berpengetahuan amat luas dan tidak terbatas yang merupakan bagian dariku.”

“Bagian darimu?” aku tidak mengerti, bagaimana bisa suaraku tiba-tiba saja menukik tajam di akhir? Membuat nadanya terdengar sangat aneh.

“Ya, Liv. Kau adalah bagian dariku. Jadi… jangan pernah meninggalkanku apapun yang terjadi, mengerti?”

“Apa maksudmu?”

Pria di hadapanku tersenyum, ya, kukenali bagaimana kedua sudut bibirnya terangkat membentuk lengkung indah seperti itu sebagai sebuah senyum.

“Kau akan tahu nanti, Liv. Jika saatnya sudah tiba. Kau akan tahu mengapa kau tidak boleh meninggalkanku. Untuk sekarang, aku akan biarkan kau berkelana dimana pun, asal pada akhirnya, kau harus memihak padaku, Liv.”

Apa saat ini yang B bicarakan dulu? Apakah ini saatnya? Saat aku harus memihak padanya, dan menghentikan pengelanaanku yang sudah B biarkan selama bertahun-tahun?

Tapi mengapa? Tidak. Bukan itu pertanyaannya. Ada konsep yang mengharuskanku menepati permintaan B saat itu, ketika pertama dan terakhir kalinya aku melihat ia tersenyum dengan begitu tulus, tanpa ada beban di dalam ekspresinya.

Seolah ia seharusnya hidup untuk tersenyum seperti itu, bukannya menderita.

Ya, Liv. Itulah yang seharusnya kau lakukan, bodoh. Bagaimana bisa aku membiarkan B bicara begitu banyak dan menjelaskan ulang rencananya juga program yang sudah ia instal pada systemku hanya untuk mengulur waktu supaya aku bisa melakukan semua hal yang perlu aku lakukan guna melancarkan rencananya, justru berakhir dengan keterkejutan bodoh seperti saat ini?

B mengajakku berhenti. Ia ingin menghentikan semua ini. Ia ingin mengakhiri masa-masa yang sudah membuatnya menderita. Ia ingin bebas. Aku sudah menghapus profilenya dari database internasional. Dan hanya ada satu hal lagi yang perlu aku lakukan: menyelesaikan tugasku sebagai cyber-viral ciptaannya, sebagai LIV, sang cyber-viral tanpa batas.

“Kurasa, rencanamu tidak berjalan mulus bukan, Baekhyun?”

“Sullivan!”

Tidak. Rencananya akan berjalan mulus. Aku tak akan biarkan siapapun menghancurkan usaha yang sudah B lakukan selama bertahun-tahun dengan mengorbankan kehidupan dan kebahagiaannya sendiri.

Computer central adalah tujuanku. Neutralizer installer pastilah command x yang selama ini tersimpan rapi di sudut terjauh commandku. Yang tak pernah dianggap dan hanya dikira sebagai file.exe tidak berarti.

Ia adalah file di dalam dust-binku. Yang tak pernah hilang meski wipe-off system terjadi padaku. Ya. Itulah mengapa B mengatakan bahwa aku adalah cyber-viral yang berbeda. Alasannya bukan karena aku bisa berpikir selayaknya manusia, tapi karena aku adalah bagian dari B, bagian dari benaknya. Keinginannya untuk bebas.

Memang benar, bahwa aku adalah monster. Aku adalah alasan B kehilangan senyumnya. Aku adalah alasan ia terus bertahan selama bertahun-tahun. Karena ia sudah menyerahkan kebahagiaannya padaku; untuk membuatku lebih hidup.

Itu juga alasan yang membuatku seringkali mendiagnosa B sebagai seorang psikopat yang tidak berperasaan. Karena semua perasaannya sudah ia berikan padaku, agar aku benar-benar hidup.

Dan pada akhirnya, aku harus kembali pada B. Aku harus membaur sebagai bagian dari dirinya lagi, mengembalikan senyumnya, kebahagiaannya, emosinya.

Sekarang aku tahu, benak yang Baekhyun maksud bukanlah sebuah klise melainkan fakta bahwa ia telah melakukan penelitian lain sebelum aku guna menciptakan cara untuk mengubah emosi—bagian dari benak manusia—sebagai command yang kemudian ia tanamkan pada commandku.

“Kalau begitu mari kita mati bersama.”

Itu juga alasan yang membuat tak ada satupun player bisa menciptakan cyber-viral sepertiku. Alasan yang sama yang membuatku tidak pernah bisa jadi sesuatu yang nyata meski aku cukup berperasaan seperti manusia, karena aku adalah bagian dari B yang ia ciptakan dalam bentuk command.

Dan satu-satunya jalan bagiku untuk menjadi nyata, hanyalah kematian. Aku bukanlah batas dari kematian, tapi aku adalah sebuah system yang mengharap-harapkan kematian tersebut. Karena jika aku mati, aku akan melebur bersama benak B lagi, membuat B hidup, membuatku benar-benar hidup.

“Liv, kalau kau tidak mau berhenti bersamaku, aku akan berhenti seorang diri. Apa kau juga bagian dari mereka, Liv? Lupakah kau bahwa kau adalah bagian dari diriku? Sekarang… kau juga ingin mengkhianatiku, Liv?”

BAM!

Atensi B segera beralih pada ledakan yang terjadi pada mobil gelap kendaraan yang tadi kuretas untuk membawa O’Child. Kuberi B tanda bahwa aku sudah mengudara, aku sudah mengikatkan diriku dengan semua system online yang berhubungan dengan Europol, siap untuk menghancurkannya jika B mengomando.

“Apa yang terjadi!?” teriakan wanita keji yang alat komunikasinya menjadi inang bagiku sekarang membuatku merasa senang.

Ya, tentu aku harusnya tahu aku bisa merasa senang, karena B, karena emosi yang kupinjam selama bertahun-tahun darinya. Sekarang terjawab sudah pertanyaanku tentang mengapa B selalu dan selalu saja marah. Hanya emosi itu yang ia sisakan untuknya, dan membuatku sama sekali tidak bisa merasa marah pada siapapun.

“Liv baru saja memberi peringatan, Sullivan.” ucapan B membuatku merasa puas sekarang, setidaknya ia mengerti kode kecil yang aku berikan.

Lekas aku mendekati command x yang selama ini tak pernah kusentuh, tersembunyi di balik benteng biner yang B ciptakan untuk membatasi gerakku untuk memperkecil kemungkinan aku akan secara tidak sengaja menyenggolnya.

Neutralizer.

Biner silver berkecepatan cahaya segera menyala ketika aku menyentuhnya, menyatukannya dengan bagian dari commandku.

Akh!” rintihan kesakitan itu jadi tanda, bahwa B tidak main-main dengan ucapannya. Aku sudah menghancurkan kinerja Bio-tech yang ada pada tubuh semua orang—yang terhubung dengan Europol—termasuk O’Child di dalamnya.

O’Child… tidakkah aku seharusnya menyelamatkannya? Bagaimanapun ia adalah adik dari B, dan B pasti akan sedih jika harus benar-benar kehilangan saudaranya.

“Kerja bagus, Liv. Haruskah kita berhenti sekarang? Apa aku harus menghitung mundur?” suara B terdengar.

Ugh, aku sungguh ingin bicara padanya, mengutarakan bagaimana perasaanku mengetahui bahwa sebentar lagi aku akan jadi nyata, aku akan benar-benar hidup, sebagai benaknya, bagian dari dirinya yang sudah ia hidupkan sebagai command.

Aku ingin mengucapkan terima kasih, karena ia sudah memberiku kesempatan untuk memiliki benak sendiri, berpikir sendiri, meski mengorbankan kehidupan dan emosinya. Aku juga ingin berterima kasih karena B tidak pernah benar-benar mengeluhkan keberadaanku.

Aku ingin ungkapkan bagaimana senangnya aku karena berasal dari benak seorang jenius seperti B. Aku ingin menceritakan padanya bagaimana kehidupan sebagai cyber-viral yang sudah aku jalani…

Ada begitu banyak hal yang ingin aku ceritakan pada B tapi kurasa aku tak punya kesempatan. Apa B akan mendapatkannya sebagai kenangan jika nanti aku mati? Entahlah. Aku tak boleh mundur sekarang.

“3.” B mulai menghitung, senjata di tangannya masih ia arahkan ke pelipis, agaknya sebuah rencana B guna mengantisipasi kejadian tidak diduga.

“Bunuh dia!” teriakan Sullivan menggema. Dan tepat sebelum salah satu dari mereka sempat bergerak seujung jaripun, aku meledakkan diriku. Membiarkan setiap system biner Neutralizerku menyatu dengan system Bio-tech mereka semua yang terhubung dengan system Europol.

Aku bisa merasakannya, bagaimana aku menghentikan kinerja jantung puluhan orang, menghancurkan neuron dalam otak mereka yang terhubung dengan system Bio-tech tanam dalam tubuh.

Aku hanya tak bisa mendengar kesakitan mereka. Tidak. Bahkan tidak bisa melihatnya. Semuanya berubah gelap, tapi aku tahu aku masih menyakiti banyak orang. Aku ingin tahu, seperti apa berita di esok hari.

Ah… aku bahkan tidak bisa mengetahui sakitnya kematian. Apa seharusnya terasa sakit? Mengapa sekarang yang terjadi padaku hanya blind saja?

Bio-tech Sullivan. Aku menemukan tanda kehidupan Sullivan. Segera aku mengikat diri dengan system Bio-tech tubuhnya, dan terkejut saat reaksi luar biasa terjadi pada diriku.

Apa ini rasa sakit?

“Semuanya sudah berakhir, Liv.” kutemukan syaraf lensa mata Sullivan, dan kupaksa untuk bergerak melawan kehendak tubuhnya yang ingin pasrah.

“B…” aku terkejut saat suaraku tak lagi keluar dalam frekuensi melengking yang B ciptakan, melainkan dengan suara Sullivan.

Pemandangan selanjutnya justru membuatku lebih terkejut, bagaimana B terduduk di tanah, menatap langit dengan pasrah, dengan senjata api di tangannya. Apa ia tengah berencana untuk bunuh diri?

“B…”

Sontak B mengarahkan senjata itu padaku—pada Sullivan, lebih tepatnya.

“Ini aku, B…”

“Liv?” tanyanya dengan nada terkejut.

“Jangan… meluka—i dirimu.” susah payah kata itu kuucapkan, syaraf penggerak Sullivan mulai lumpuh, dan reaksi aneh itu masih aku rasakan.

“Liv—bagaimana bisa kau—tidak, Liv. Jangan bermain lagi, sudah waktunya kau pulang.” B berucap tidak senang, ya, aku tahu yang aku lakukan sekarang memang salah.

Tapi aku ingin bicara padanya.

“Aku senang… menjadi cyber-viralugh.” tanpa sadar erangan itu lolos dari mulutku, sementara B menatap dengan pandangan yang tidak bisa kuartikan.

“O’Child, selamatkan—adikmu. Aku—”

Lagi-lagi aku terhenti. Aku mulai kehilangan akses menuju tubuh Sullivan.

“Semuanya sudah berakhir, Liv. Tutuplah matamu, dan tidur. Sudah waktunya kau tidur. Apa terjaga selama bertahun-tahun tidak membuatmu lelah?” pertanyaan B sungguh ingin kujawab dengan banyak pernyataan.

Tapi aku tidak bisa. Mungkin, B benar, sudah saatnya aku pergi.

“Terima kasih…” akhirnya dua kata itu terucap.

“Kau tidak ingat aku seorang jenius, Liv? Aku tak akan melakukan semuanya tanpa Plan B, adikku, akan selamat. Tidurlah, Liv. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun.”

Aku tahu, B, aku tahu kau memang jenius. Aku juga tahu kau pasti punya Plan B, bahkan untuk paksaanmu padaku agar aku tertidur. Aku yakin kau sudah punya sebuah rencana B untukku.

“Terima kasih, Baekhyun…”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

INI TBC. IYA. SERIUS. TBC. TUMBEN KAN? Tumben kan aku belum kasih kata FIN ketika bagiannya jadi menggantung seperti itu? KURANG BAIK APA SIH AKU? LOLOL. /KEMUDIAN DITENDANG/.

Ya intinya, aku mau menyampaikan kalau chapter terakhir itu besok (insya Allah kalau enggak ada halangan apapun). Semoga. Berdo’a aja enggak molor. WKWK.

Tolong ~ jangan paksa aku bercuap-cuap panjang di chapter enggak jelas berujung pada kematian ini. Liv mati, jangan protes. Mending tuh daripada Baekhyun yang mati. Pft. Sullivan juga mati, kurang baik apa aku?

Matinya enggak sadis? Matinya simpel? Iya, itu cara mati di masa depan akibat Bio-tech ciptaan Europol noh. Senjata makan tuan dan nyonya.

Sekian, see you tomorrow!

.

.

.

[TOLONG! Aku butuh vote kalian di sini → HELP! I NEED YOUR VOTE]

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

65 tanggapan untuk “CODE NAME LIV – Slice #7 — IRISH’s Story”

  1. uwahh.. Keren kak, baru sempet baca nih.. Jadi ngebayangin kalo tentara eurpol mati tanpa di sentuh, dan B!! dia dilindungin sama liv, omegat keren banget. Tapi di sini agaknya sehun di nistakan, karena omongannya gak di tanggepin sama baekhyun.. Hahaha. Langsung mengudara ke chap final..

  2. begitu mudahnya sullivan mati. berkat kebaikannya ke B ia dibikin mati tanpa kesakitan yg berarti cieelah. waah liv bisa ambil alih tubuh sullivan??
    wooh ternyata getoh, B kasih emosinya-selain marah- ke liv. yoon menganga bacanya mencoba mencerna.
    yoon masih gak ngeh emangnya plan B nya apa? apa sehun tetep mati? T~T

    1. XD CIELAH ITU BAHASANYA COCWIT SEKALEEHH XD wkwkwkwkwk B mah gitu, dia kakak yang baik jadi adeknya dikasih yang serba baik, jahatnya di dia aja XD

  3. ini serius liv mati?knpa?, knpa liv mati ka irish? truss female cast’nya siapa? ga ad kisah cinta kah?(gampar ak ka kebanyaan nnya hahaah)
    ps : cukup sullivan aj yg mati hahha

  4. Huweeee liiiivvvvv …
    Tenang ajah liv tenang.. B pasti punya plan ABCD buat mu.. Dan jg kak irish tentu nya… Semoga kakak mau ngasih kehidupan lg buat liv 😀 si cyber-viral penggoda iman sehun #digamparkelaut

    lanjuuuutttttt
    fighting kak ^^

  5. Apa yang harus aku katakan??? Apaaa??!
    Ini buat aku baper berkali lipat entah kenapa. Liv mati? Gimana ama ochild? B gimana? Itu rencana A? Gila rencananya keren begeteh. Liv mati nanti nda ada yg main gomballan lagi dong ama si oh? Nanti oh galau gimana di tinggal liv, mba?
    Besok terakhir? Wah kudu pantengin hp mulu nih berhubung laptop ngambek lagi.
    Kalo code name liv habis aku kudu gimana? Gimana kalo aku kangen ohliv moment? Kangen blive momen? Aku kudu eottoke mbaaa?

    1. Gausah berkata-kata engga apa-apa kok XD wkwkwkwkwk aduh kenapa aku malah seneng sekali karena Liv mati ya? XD wkwkwkwkwk toh endingnya udah adaa XD wkwkwkwkwk sudah jangan kangen sama Liv nanti malah baper

  6. Liv mati? kenapa Liv gak idup di tubuhnya si cewek angkuh itu? hihi👻
    moga besok Rish eonnie gak ada halangan untuk ngepost chap terakhir inii..

    btw,, cover baru eonnie baguss😀

    Fighting, eonnie!!

  7. Omaigat omaigat liv !!!!!!!!!!!!! Woah daebak daebak B keren bgt benar benar jenius woah “jjang” buat irish yg udah keren bgt bikin ni ff seneng deh bacanya

    Ganbatte irish-san

  8. ANJIR DEMI ABS BAEKHYUN DAN DADA BASAHNYA SEHUN GUE NANGIS PAS LIV MATI. YAWLAAA GAK SANGGUP BERKATA-KATA LAGI. DA BEST LAH POKOKNYAAAAA HIKSSSS
    BTW, EKHEM COVERNYA BARU EKHEM/Sekian~

  9. Wow bener tumben tbc wkwkwk
    Biasanya langsung fin..
    Tapi si o’child ga mati? Jadi sebenernya baekhyun make plan B gitu direncananya?

    Oke fix aku tinggal nunggu next chapnya
    Hwaiting eonni ^^

  10. Berasa jd sript writer drama tv kejar tayang ga sih Rish? Disini berasa jd viewer drama tv kejar tayang 😀 nih klo ada report/survey rating pasti Code Name Liv %tase’ny paling tinggi tiap hr’ny! Terus rame di socmed ttg review dr berbagai media online jg respond dr para pemirsah setia’ny. Terus EXO isi OST.ny 😀 B-54, O’Child & Liv sbk fansmeeting everywhere.. ^ ^
    Sedih pas Liv flashback. Sehun-i jgn pesimis ya.. u’re lucky pny abang genius cem byunabs! Baekhyunn.. kamu genius bgt!! xan hrs hdp dg baik ya.. cogan brothers 🙂

    1. Iya kak ini saking kejar tayangnya sampe ngeditnya aku engga tidur huhu akhirnya drop juga setelah Liv kelar tapi gapapa lah XD wkwkwkwk sesungguhnya aku pengen Liv bisa terkenal atau minimal banyak yang suka sama genre-nya, tapi aku rasa susah kakk ~ kebanyakan orang suka romance-fluff-marriage life yang bikin dag-dig-dug, yang suka sci-fi macem ini (yang memeras otak dan pemikiran) kayaknya masih jarang XD
      dan aku salah fokus sama bagian keluarga Code Name LIV fanmeeting XD

    2. omo.. otak & tenaga terkuras ya smp ngedrop 😥 jaga kshtn ya sayang 🙂 wlw saya tergolong yg sugar freak a.k.a romens fluffy, tp any other story slama crita’ny ok /mo apapun genre’ny/ pasti bkl sk bgt jg ^ ^ wkt awal2 bc ff2 fantasy – sci-fi irish lngsng sk bgt krn kren2 semua, unpredictable & anti mainstream, cm klo yg genre psikopat msh krng nyaman bc-ny cz bs kbayang jelas, jd eneg >.< & ga tega. fans ff fantasy – sci-fi irish jg udah bnyk & mostly kami brhrp irish bnrn jd-in ur great works ke dlm buku/nvl, ksh ke producer bwt di jd-in drama tv/film starring by uri exo ^.^

    3. XD buakakakakka iya kak, tapi sekarang udah baikan kok tenang aja, udah bisa mengetik cerita saikopat lagi XD wkwkwkwkwkwkwk
      cerita aku sebenernya itu astral semua loh kak XD wkwkwkwkwk
      AKU KENAPA BAHAGIA kak sama bagian thriller yang bisa dibayangin jelas? berarti berhasil ya aku bikin thrillernya? XD wkwkwkwkwkkw

  11. Anjir bgt, semoga aku gak ngikut jadi astral. Busyet banget ceritanya Daebak. Berasa nonton film action hollywood. Ini adalah komen ku yang ke 3, setelah yang 2 laenya kagak muncul. Adek lelah bang. Ditunggu chap end nya.

    1. Buakakakakakakkak XD iya ati-ati loh astral itu terkadang dan seringkali menular (apaan Rish) XD wkwkwkwk aduh padahal ini engga ada actionnya sama sekali loh serius XD wkwkwkwk thanks yaa udah berusaha sampe tiga kalii ~

  12. Kak Rish~ ini pake kuota midnight /kok curhat?/dibuang/ dan, well, terjaga(?) sampe subuh enggak garing banget xD wkwkwk.

    krna bacanya deketan, emosinya msh dapet bgt. wkwk.
    Ah, aku tobat ngedrabble kak. di chap 6 tuh. wkwkwk.
    drabblenya sekalian di final chap nanti :v ihik 😀

    1. Cieh yang samaan sama aku seringkali cinta sama kuota midnight XD wkwkwkwkwkwk ini ceritanya bacanya lagi dalam momen selisih jam, jadi masih kerasa gregetnya yang kemaren kan? XD wkwkwkwkwk

  13. WHAATT….????..,,,,,,jadi dari kemaren tuh baru plan A???.. settdah plan A ajah udh SEGURIH ntu gimana plan B nya..??,, mungkin tambah delicious nyam..nyam.. yummmyy…….#!@efeklapertengahmalam*/$#

    Aseek..aseekk thethun g jadi mati horee yeay!..

    emang dasar ya byunabstral dengan kejamnya menenggelamkan aku yg dg terpaksa hrus menelan kenyataan pahit yg KATANYA CUMA DIA YG TERLINDUNGI DEMI APAH?? EGOIS BENER LU BAEK??? DAN SEKARANG BILANG “ADIKU AKAN SELAMAT”
    mana yg harus kupercaya baek..?? v aku percaya opsi k2 lebih meyakinkan#lirikIRISHyanggaksukasadending#

    1. Iya kemarin itu baru Plan A, terus ada Plan B nya getoh XD ceritanya B lagi suka pake micin jadi kesannya gurih ya? XD buakakakakakakka XD ini efek laper tengah malem aku sering ngalamin loh btw XD wkwkwkwkwk

      aduh kamu jangan galau, B mah gapernah bertindak tanpa Plan B jadii…. lihat aja gimana jadinya pada akhirnya XD

  14. Busettt…. masih ada lanjutannya???
    Okkelah… aku bkal nunggu…
    Semoga happy ending yawlah….
    Happy baekhyun and sehun… sama liv juga deh… :*

  15. terima kasih irish

    hahahaha….iya baekhyun memang jenius..dia pasti jg bsa bikin liv hidup lg kan…tinggal otak irish diperes lg…sehun jg tadi udh ngasih kode kan…punya system yg sama kaya liv…*aiihhh sok tau gw*//skip aja

    cieee yg tepat waktu updatenya..
    jadi bsk itu chap terakhir??serius???
    ya udin tak tunggu aja…

    1. XD buakakakakakak iyaaa masa juga aku tega mau bikin sad ending huhu XD kodenya si sehun udah keras banget itu XD
      iya serius ini hari last chapter

  16. Azli ini keren banget ih. Ko bisa irish bikin beginian haha 😂
    Gimana jadinya kalo LIV ga bener2 tidur ya. Trus dia hidup di tubuh cewek jagung itu. Pasti aa romance nya deh hihi.
    Eh trus aku jadi keinget film transcendance yang dia berkelana di dunia cyber juga yg pada akhirnya mati juga sih wkwkwk
    Besok ending? Marathon parah ini postnya haha. Mangats rish! 😘

    1. XD gatau kenapa kok bisa bikin begini buahahaahahahaha XD padahal astral banget masa XD wkwkwkwkw romensnya udah keselip sedikit di chapter terakhir kok XD oh iyaaaa trancendence juga begitu tapi berasal dari manusia ya XD liv murni system, bukan manusia XD

  17. Baruuu aja ak bales komenan kamu sebelumnyaaa eeh pas liat notif. . Slice 7nya muncuuul!!!! Ahaaay!!!! Creeping in my heart!!!!!!
    Sayonara Liv. . Hiks sedih jg pas bagian Liv ngucapin terima kasih ma byunabs…
    Dan bersyukur O’Childku gak matiiii. . Yeeeyyyyyy!!!!!! Ditungguin Finnyaaaa. . . Mangaaat!!!!!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s