CODE NAME LIV – Slice #5 — IRISH’s Story

irish-code-name-liv-3

   CODE NAME LIV  

  EXO`s Baekhyun as B/B-54 & Sehun as O’Child 

   with OC’s Liv—known as LIV/54 cyber-viral’s code  

  slight!crime, family, science fiction story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved


“Sometimes the most real things in the world are the things we can’t see.”—The Polar Express, 2004, said by Liv.


Previous Chapter

〉〉 Chapter 1: Black Area and O’Child – Chapter 2: Not A Crime, Just Loneliness – Chapter 3: Depend On Me – SPIN-OFF [1]: Memories From The Past – SPIN-OFF [2]: Mosaic – Spin Off [3]: When God’s Not Real – Chapter 4: Last Challenge 〈〈

  Chapter 5: Apology  

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Index:

Cyberviral: virus komputer.

Ether-net: internet.

Player: hacker.

.

.

.

Sedikit batas antara kebenaran dan kebohongan. Begitu juga batas antara kebencian dan rasa sayang. Kenangan, dendam, persaudaraan, sekarang semuanya dipertaruhkan. Nyawa adalah ancamannya, kematian adalah akhirnya.

.

.

.

In Author’s Eyes…

Siapa yang tidak terkejut kala mendengar deru mesin mobil secara tiba-tiba dari garasi penyimpanan, tanpa ada seorang pun terlihat ada di dalam mobil? Well, agaknya keterkejutan itu membuat langkah pelarian Liv dan Sehun mudah pada awalnya.

Liv berhasil membajak sistem penggerak elektronik mobil yang jadi tempat persembunyian Sehun sekarang. Mereka juga sudah berhasil melewati pintu garasi dengan cukup mudah; hanya dengan bermodal keterkejutan para guard karena melihat mobil kosong berjalan sendiri.

Masalahnya sekarang berlanjut pada hal yang lebih kompleks.

Sehun kekurangan oksigen di bawah sana, mobil mereka masih melaju mengikuti alur jalanan yang Liv dapatkan dari GPS, dan Well… mereka tengah diburu dengan senjata.

Ingin sekali Sehun berpindah dari kolong kursi penumpang, dan duduk santai dengan sabuk pengaman tersemat di badan, tapi ia tidak bisa. Sekarang perutnya bahkan bergolak, akibat Liv yang melajukan mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalanan padat. Membuat Sehun harus berulang kali berpegangan pada sisi kursi pengemudi, berharap tubuhnya tidak terus-terusan diombang-ambing.

“Oh, Liv! Tidak bisakah kau pelan sedikit?” protes Sehun akhirnya mengudara, berbanding terbalik dengan masalah Sehun sekarang, Liv agaknya sudah punya visi tersendiri tentang tujuannya mengemudi gila-gilaan.

“Kita dikejar, O’Child. Apa kau mau mati percuma karena tembakan mereka?” Liv balik bertanya, tak ada nada panik dalam suaranya, tapi bagaimana ia mengemudi sekarang jelas jadi sebuah tanda bahwa ia sebenarnya panik.

“Kalau aku mati, ya sudah. Itu artinya pelarianku telah gagal.” Sehun akhirnya berucap setelah beberapa sekon terdiam.

“Apa?!” pekikan Liv akhirnya pecah, membuat Sehun terkekeh. Rupanya pemuda Oh itu masih tidak jera mengerjai Liv.

“Aku hanya bercanda, maaf.” ujarnya.

Tak ada jawaban dari Liv. Cyber-viral itu malah menunjukkan kekesalannya dengan dua kali menukik tajam di jalan, membuat Sehun mengerang karena tubuhnya menghantam badan mobil dengan cukup keras.

Ugh, baiklah. Aku mengaku kalah. Jangan marah dengan cara yang ekstrim, Liv. Aku lebih suka kau mengomel.” ujar Sehun, paham benar bahwa Liv sekarang tengah menaruh kesal padanya.

“Bisa-bisanya kau bercanda tentang kematian.” Liv menggerutu.

“Aku harus bisa mencairkan suasana.” sahut Sehun enteng.

Mobil mereka sekarang sudah bergerak dengan lebih stabil, tidak terkesan bahwa mereka sedang dalam pelarian. Dan kalau saja orang-orang memperhatikan, tidak adanya seorang pun yang terlihat di dalam mobil harusnya jadi pemandangan yang janggal.

“Memangnya kau tidak takut?” tanya Liv.

Sehun terdiam beberapa saat sebelum ia menjawab. “Aku tidak takut pada kematian, Liv. Apa kau takut?” pemuda Oh tersebut malah balik bertanya.

“Aku takut.” ujar Liv.

Alis Sehun terangkat mendengar penuturan Liv. “Mengapa?” tanyanya.

“Aku sangat takut. Membayangkan dunia yang gelap tanpa bisa menikmatinya, rasanya sangat mengerikan. Tidak akan ada B, tidak ada ether-net… semuanya menakutkan.”

Diam-diam Sehun mengulum senyum.

“Kau tahu apa yang menakutkan bagiku, Liv?”

“Apa?”

“Masa laluku.” Sehun berucap, terdiam sejenak sebelum melanjutkan. “Aku takut mengetahui masa laluku, mengingatnya. Aku tidak ingin mengetahui semua fakta mengerikan yang mungkin ada di masa laluku. Terlebih, aku tidak ingin tahu mengapa kehidupanku jadi mengerikan seperti ini.”

Kali ini giliran Liv yang terdiam. Tak ada sahutan apapun darinya, hanya suara deru mesin mobil yang jadi kawan Sehun sekarang. Tapi setidaknya mendengar deru mesin jadi tanda bahwa Liv masih bersamanya.

“Sehun.”

Sejenak Sehun tercengang saat Liv menyebut namanya.

“Ya?”

“Maafkan aku.” ucapan Liv sekarang membuatnya terdiam. “Untuk apa?” tanya Sehun tanpa penekanan.

Tarikan dan hembusan nafas Liv jadikan sebagai jawaban, sebelum ia kembali berkelakar. “Maafkan aku. Sebenarnya… saat aku berkeliling di dalam personal computer milikmu, aku sudah tahu siapa kau. Maksudku… aku tahu seperti apa masa lalumu.”

“Aku tahu kalau kau adalah seseorang yang dikenal baik oleh orang yang kukenal. Malah, kau adalah orang yang dicarinya.”

“Apa maksudmu?” tanya Sehun tidak mengerti.

“B, penciptaku. Dia adalah saudaramu, Sehun.”

“A-Apa?” Sehun pening sekarang, belum selesai mereka dari perjalanan tidak masuk akal yang masih dijalani, Liv lagi-lagi sudah mengejutkannya.

Bagaimana mungkin ucapan Liv terdengar masuk akal? Sehun bahkan tidak mengingat apapun. Sekarang, ia dihadapkan pada fakta bahwa seseorang yang menciptakan Liv adalah orang yang dikenalnya; terlebih, saudaranya.

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Sehun dengan suara bergetar, sungguh, Sehun tak pernah merasa seterkejut ini, mendadak rasa nyeri di seluruh tubuhnya menegang, membuat Sehun terpaksa memejamkan mata dan menahan erangan kesakitannya.

“Aku melihat salah satu fotomu dengan tentara Europol. Yang ada di personal computermu. Usiamu masih belia saat itu, dan aku ingat… pernah melihat siluet yang sama dalam sketsa ciptaan B.”

“Sketsa tak akan bisa membuatmu yakin, Liv.” ucap Sehun menyahuti.

“Nama kalian. B sering menyebut nama adiknya. Oh. Sehun. Saat mendapatkan akses untuk data pribadimu, aku tahu nama aslimu, juga nama asli B. Dalam database, silsilah keluarga kalian juga sama.”

“Dia… Byun Baekhyun, dan kau… Oh Sehun, kalian adalah dua bersaudara. Kalian, dan player lainnya, akan dimusnahkan hari ini.”

“Dimusnahkah?” belum selesai Sehun dari keterkejutannya tentang fakta bahwa ia adalah saudara dari player yang selama bertahun-tahun menjadi rival, ia sudah mendapatkan fakta lain.

Well, Liv memang selalu berhasil mengejutkan Sehun.

“Sekali lagi aku minta maaf, Sehun.”

“Untuk apa lagi sekarang?” tanya Sehun penuh nada tuntutan.

“Karena aku hanya sebuah cyber-viral yang bergerak dibawah program. Aku seharusnya bisa menghentikan B dan usahanya untuk membunuhmu tapi… aku tidak berhasil. Maaf, O’Child. Bagaimanapun, kau tetap seorang musuh bagi B-54.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kita sudah terlalu lama membuang waktu, Baekhyun.”

“Apa yang kau lakukan?!” Baekhyun mengerang, ditatapnya Sullivan berang, seolah apa yang baru saja Sullivan lakukan.

Ia baru saja melihat siluet wajah ibunya—yang mungkin hampir Baekhyun lupakan dalam benak—saat tiba-tiba saja Sullivan mematikan perangkat komputernya.

“Kita kehabisan waktu.” Sullivan menyahut tenang, “Dan kau mau sibuk dengan perangkat lunakmu?” sambungnya dengan nada menuntut.

Decakan pelan Baekhyun berikan sebagai sahutan.

“Keluar, Sullivan.” ucapnya membuat Sullivan mengerjap cepat, terkejut.

“Apa kau bilang?”

“Keluar. Aku butuh waktu dengan Liv.”

“Baekhyun! Kau—”

“Keluar!”

Teriakan Baekhyun menggema dalam ruangan, membuat wanita berambut jagung di hadapan Baekhyun cukup terkejut. Ia tak pernah melihat ekspresi Baekhyun seserius ini, dan perlawanan pemuda itu agaknya berhasil mengejutkannya.

“Lima menit.” ucap Sullivan sebelum ia melangkah keluar dari ruangan tempat Baekhyun berada. Dua orang guard menjaga pintu Baekhyun di luar, sementara pemuda itu bisa dikatakan sendirian di dalam ruangannya.

Ia tidak sendirian, setidaknya Baekhyun tahu Liv masih menunggu dalam sistemnya. Jadi tanpa pikir panjang Baekhyun menyalakan komputernya lagi, bersabar membuang setengah menit untuk membiarkan Liv bisa mengakses personal komputer miliknya.

“B?” saat panggilan itu terdengar, Baekhyun segera menegakkan tubuhnya dan menatap monitor dengan tatapan serius. Untuk kedua kalinya ia dikejutkan oleh siluet wajah yang muncul di layar. Wajah yang sangat familiar dalam benaknya.

“Jelaskan padaku dalam waktu tiga puluh detik tentang bagaimana kau bisa memiliki siluet wajah seperti ini, Liv.” ucap Baekhyun.

Menyadari bahwa mereka tak punya banyak waktu tersisa, Liv segera menjelaskan.

“O’Child. Dia melakukan beberapa upgrading padaku. Apa aku punya siluet wajah sekarang? Aku tidak tahu sejak kapan ia melakukannya, B. Dan juga, apa kau percaya pada wanita itu? Ia sedang merencakan sesuatu yang buruk. Ia berusaha—”

“Cukup. Aku tak memintamu untuk berkata lebih dari yang kuinginkan.” potong Baekhyun cepat.

Ia melirik ke arah pintu sejenak sebelum kembali menatap Liv, terkejut kala mendapatkan ekspresi terluka yang siluet wajah itu tunjukkan. Demi Tuhan, Baekhyun bisa saja menangis saat ini karena jelas dalam ingatannya, wajah itu adalah wajah ibunya.

“Apa yang kau ketahui tentang O’Child, Liv? Aku tahu kau sudah tahu lebih banyak daripada aku, atau mereka di luar sana.”

Liv menghela nafas sejenak. “Apa kau akan mendengarkannya? Apa kau akan percaya kalau wanita itu jahat?” Liv balik bertanya.

Baekhyun tersenyum simpul. “Kau adalah bagian dari benakku, Liv. Mana mungkin aku tidak mempercayaimu?”

Akhirnya, Liv luluh juga. Bagaimanapun ia memang diciptakan untuk tidak bisa membantah Baekhyun, penciptanya. Sekali lagi, meski Liv ingin, ia tak bisa melakukannya.

“O’Child adalah orang yang kaucari, Baekhyun. Dia adalah adikmu. Aku sudah mendapatkan identitas kalian saat aku menyelinap masuk dalam sistem utama Europol. O’Child membantuku. Aku juga tahu kau adalah EP-4. Adikmu, O’Child, atau… yang kaukenal sebagai Oh Sehun, dia adalah EP-12, B. Europol pasti sama-sama memanfaatkan kalian, tidakkah kau berpikir seperti itu?”

“Dan sekarang, wanita jahat itu memintamu untuk membunuh mereka semua. Itu artinya kau harus membunuh saudaramu sendiri, B. Bukan kebetulan baginya saat ia mengatakan padamu bahwa ia sudah menyelamatkanmu hari itu. Bukan juga kebetulan adikmu bisa ada di Europol. Semuanya—”

“Sudah mereka rencanakan. Aku tahu.” Baekhyun memotong ucapan Liv.

“Kau tahu?” tanya Liv tidak percaya.

“Ya. Liv. Aku tahu. Aku tahu mereka memanfaatkanku. Ada hal yang tidak kau tahu Liv, walaupun aku terlihat senang saat mendengar rencana Sullivan, aku sebenarnya tidak seperti itu.”

“Aku tidak peduli jika harus membunuh player lainnya, EP lainnya. Jika saja kau tidak memberitahuku bahwa adikku adalah salah satu dari mereka, aku mungkin sudah membunuhnya sejak tadi.”

“Dan terima kasih, Liv. Karena sudah kembali padaku untuk menjelaskan semua ini. Terima kasih, karena setidaknya aku tahu, adikku masih hidup. Tapi bagaimanapun, O’Child adalah seorang musuh bagiku.”

“Apa?” Liv kini terlihat tidak percaya.

“Aku harus berterima kasih padanya karena sudah membuatmu memiliki siluet wajah yang sama persis seperti Ibu. Aku bahkan terlalu bodoh karena tak mampu menciptakan hal itu untukmu. Dan maaf, Liv. Karena aku bukan player yang baik.”

“Maaf karena sudah menciptakanmu dan membuatmu harus melakukan berbagai tindakan kriminal karena keinginan egoisku untuk menemukan dalang dibalik kematian keluargaku.”

“Dalam tiga puluh menit, aku akan membunuh O’Child. Sebuah sistem GPS menuju tempat pembunuhan sudah terinstall padamu. Dan kau tidak bisa mengubah programnya. Aku tahu kau akan berusaha menyelamatkan kami—atau setidaknya salah satu dari kami—tapi aku tidak bodoh, Liv.”

“Aku tak akan hidup sendirian, tidak juga mati sendirian. Mereka—Europol—sudah memanipulasi kami, dua belas orang tidak beruntung yang terjebak di sini. Sebuah chip ditanamkan di bagian belakang otak kami dan nantinya akan menjadi jalan kematian.”

Baekhyun kini terdiam. Ia melirik jam di nakas, dan mendesah pelan saat waktu sudah menunjukkan lima menit. Well, ia juga tidak menyangka jika konversasi lima menit dengan Liv akan terasa begitu lama.

“Kau jenius, Liv. Lakukan apa yang kaurasa perlu dilakukan. Karena aku tak akan berhenti dari rencanaku membunuh semua EP, kau yang harus menghentikanku.”

“Apa maksudmu, B?”

Baekhyun tersenyum simpul pada siluet wanita di monitornya. Sekon kemudian pintu ruangan tersebut terbuka. Menampakkan tubuh tinggi Sullivan yang menatap dengan ekspresi tidak sabar.

“Sudah waktunya, Baekhyun.”

Untuk pertama kalinya, Liv menatap wanita itu, Sullivan. Yang telah membuat Baekhyun menciptakannya. Yang telah membuat Baekhyun merencakan pembunuhan atas player lain termasuk saudaranya.

Liv membenci wanita itu, tapi juga menyukainya. Liv tahu benar bahwa ia tidak akan ada tanpa keberadaan wanita itu. Tapi Liv benci karena ia diciptakan di atas nama seorang wanita yang keji.

Liv mengalihkan pandangan saat wanita itu menatapnya, terpukau. Meski ekspresi kaku itu terpasang di wajah angkuhnya, Liv tahu wanita itu tidak percaya jika ia bisa terlihat begitu nyata.

Mungkin selama ini wanita itu pikir Liv tidak akan terlihat nyata. Tidak tahu ia bahwa sudah banyak perubahan yang terjadi pada Liv hingga membuatnya jadi seperti ini. Tapi satu hal yang Liv tahu, wanita keji itu sudah membuat Baekhyun tak bisa berbuat apapun.

“Kumohon, hentikan aku, Liv.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

Writer’s block itu mematikan. Iya, serius, walaupun enggak semematikan kanker sih. Dan beberapa hari ini aku bener-bener terserang virus mematikan itu. Ada banyak penyebabnya; kerjaan yang menumpuk, kurangnya waktu buat jalan-jalan dan cari inspirasi, kurangnya tidur.

For God’s sake… tumpukan laporan seolah jadi penghalang buat tidur. Rasanya mau menyongsong hari esok itu ogah-ogahan sekali. Kalau aja enggak inget kerja adalah bagian dari pengabdian demi membalas budi orang tua. Pft.

Kebingungan juga melanda aku tentang fanfiksi mana yang harus lebih dulu aku publish ketika aku terseok-seok bangkit dari penyakit akut yang menyerang. Berakhirlah aku pada keputusan buat mengakhiri Liv lebih dulu.

Kenapa? Tentu aja karena Code Name LIV adalah fanfiksi yang paling terancam sama kata FINAL. Sudah aku bilang di chapter empat kalau Liv hanya tinggal satu atau dua chapter lagi bukan?

Itu juga alasan aku publish chapter ini pendek. Deadline aku, minggu ini Liv bisa rampung. Jadi insya Allah kalau enggak ada halangan apapun, beberapa hari ini Liv akan kejar tayang.

Jadi hutang fanfiksi chapterred aku tinggal tiga; Springflakes, True Lies, One and Only (MASIH BANYAK YA, HUHU). Enggak apa-apa, nanti pelan-pelan satu-satu diakhiri.

Dan juga, aku sudah bilang kalau akan ada fanfiksi lain yang kudu dan wajib debut di bulan Agustus bukan? Jadi mau enggak mau harus ada yang tersingkirkan demi dia.

Jangan khawatir, Code Name LIV enggak akan kejar tayang dengan skrip yang balapan kok. Pada dasarnya dia memang sudah siap untuk diakhiri dengan sebuah ending melodrama antara saudara Byun-Oh dan virus komputer bernama Liv.

See you tomorrow, guys!

.

.

.

[TOLONG! Aku butuh vote kalian di sini → HELP! I NEED YOUR VOTE]

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

79 tanggapan untuk “CODE NAME LIV – Slice #5 — IRISH’s Story”

  1. Baeekk
    Aduh si baek mah nurut ajaa sama sullivan
    Masa iyaa dia tega bunuh adiknya sendirii
    Kasiaan kaann
    Si oseh tuu yang lu cari baeekk
    Jan dibunuh kenapaaa /gaplok baek/:3

  2. Ahh bingung dgn pmikiran baekyhun.. knp hrs mmbunuh player laiiny. Aku msh bingung apa yg mrk lakukan.. bkkn k mrk hx player bkn yg mmbnuh kluarga baekhyun

  3. Duuhh suliv jahat yaaa
    trus gimana nasib byun-oh … Liv selamatkan mereka liv ayo liv buru liv cepet liv gc gc liv #dihajarlivdeh

    nice niceee
    fighting kak ^^
    oiya kata nya kajima comeback bulan ini kan…. Kutunggu janji mu yaaa~ go go kak irish

  4. Sehun sepertinya dalam bahaya. Kira” Liv bisa menghentikan Baekhyun enggak ya? Maaf baru komen kak Irish gak bilang kalo ff nya udah lanjut sih. *minta di gorok*
    Maaf kak Irish bercanda. Baru buka exo ff indo hari ini. Dan aku kesel banget baca chapter ini karena si Sullivan. Di tunggu chapter 7 nya chapter 6 lagi mau aku baca. Hehe 😄😃

    1. XD tanyakan saja pada Liv apa dia bisa menyelamatkan Sehun dan Baekhyun? XD wkwkwkwkwkwk
      gapapa santai aja XD EH ASTAGFIRULLAH, YANG DITUNGGU CHAPTER 7 MASA XD

  5. Kak irish maafkan diriku karena baru bacaaaa, aku disibukkan denganbenerapa hal yang ada di dunia nyataaa
    dan antara Seneng ama sedih koat banyak baget yg di phost eh tapi udah mau end ajaa huhuhuuu
    Sedih melihat dua bersaudara iru akan saling membunuh dan bertahann

    1. XD buakakak gapapa santai aja aku juga terkadang sibuk dan engga bisa posting toh XD wkwkwkwkw iya aku kejar tayangin si Liv karena dia mau end XD

    2. Bakal kangen dengan si kode2 ini, pas baca ceritanya entah kenapa juga bayangan liv alias visualnya dia agak susah buat aku dapetin, kyk absurd gitu ni sebenernya mukaknya begimana wkwk

  6. Demi apah, sayah yg proudly bc n komen chap 6 bilang lngsng ngerti dlm 1x bc, trnyt.. kembali kesasar! Awal bc chap 6 emang ada sdkt ganjalan, mn lnjtn yg 세훈 sembunyi di dlm mbl, nggu Liv blk stlh ktmu 백 di kmr? Tp lngsng ke bw arus plan B-ny KBBI, jd lnjt trus. Pas mo ngcek blsn Irish di komen chap 5 ko 없어! 😱 Ga da my trace! Cek di chap 4, ada my last trace & br ngeh blm bc chap 5 ni! Mgkn krn td pas cek TL di line ada update-an liv chap 6 jd lngsng bk n bc. Ga bk dr home wp exoffi. Alhmdllh liv bntr lg tamat, wish all d’best bwt cogan brothers 👬 bye2 liv & welcome 기달요 😘

  7. KAK IRISH~ yoon pun sama, terkena serangan readers block #plak palagi pms pun menyerang~
    pokoknya maannggaaaat buat kerjanya, laporannya, lanjutannyaaa~
    ini mulai kebuka semua bentar lagi end T~T kira2 mau diapain ya sama kak irish?? pengennya sih liv langsung cling gitu tetiba jadi manusia trus nylametin b sama ochild, terus mereka hidup cinta segitiga wqwq #khayalanmu basi nak :’D

  8. saoloohh, sehun? mati? nooo!
    ihh bekyun jahat ihh
    rasanya kek mau cekek Sullivan trus ceburin di minyak tanah lalu gue bakar. Udah mukanya angkuh banget. Emesh deh sama Sullivan

    oke, Fighting Rish!!! Stay healthy, ok?😘

  9. Ish…lenyapin aja yg namanya sulivan tuh.bacok aja dah…
    Eilahhh,,jangan sakit thor d sini brdoa untuk mu agar tetap sehat..ciyeh ciyeh

  10. ANJIR TELAT MULU BACANYA GUE AAKKK YAWLAA RISHH WB ITU EMANG MENYEBALKAN BANGET GUE JUGA UDAH SEMINGGUAN INI MENGALAMI WB UNTUNGNYA DAH BALIK LAGI IDENYA WKWKWK

    SUMPAH DEMI APA GUE SPEECHLESS GATAU HARUS BERKOMENTAR APA KARNA FF INI BENER-BENER YANG PALING GUE SUKA HUWEEE DAN MAU TAMAT AJA MASA 😦

    AKHIRNYA MEREKA TAU KALO MEREKA SODARAAN, TAPI KENAPA TAUNYA PAS DAH MAU MENUJU KEMATIAN GINI YAWLAAA SEDIH GUE BACANYA SEDIH 😦 ENDINGNYA MELODRAMA LAGI ASHHHH SEMOGA AIR MATA GUE GAK BOCOR 😦 KEEP WRITING RISH SEMOGA LAPORAN LO CEPET KELAR YEEE AZEK:*

    1. KEPSLOKNYA TOLONG DIKONDISIKAN, KUJADI INGET ABS (APAAN)
      BUAKAKAKAKA ANE UDAHAN TERNYATA WBNYA, CUMA SEBELAS HARI (SEBELAS HARI ITU LAMA RISH) WB ANE XD XD XD WKWK
      ANE DEMEN BIKIN YANG MEPET-MEPET KEMATIAN, KESANNYA GREGET GITU BIAR MALAIKAT IKUTAN NAMPANG DI EPEP XD

  11. kok aku jadi mangkel sama yg namanya sulivan ya..kasian sehun udah terguncang gitu msh aja bisa ngomong…aku tahu baek jg terpaksa..
    ahhh aku penasaran cerita selanjutnya…irish memang hebat kalo bikin aku cengo sama karya”nya…gimana enggak??semua ceritanya alurnya feelnya dapet semua loh….
    ngomong” kak irish pinter buat poster yaa….aku liat di ff karya author lain yg posterny by irish gitu…woaahhhhh prokkkprokkkkprroookkkkkk multitalent bngt irish ini…hahahaha…berasa bangga gitu aku…padahal bukan aku yg buat kkkk~~~

    kalo ending dibuat melodrama…entar nangis dong gue…jangan dibuat mati ya baek-hun nya…

    XOXO
    chuuu~~

    1. jangan mangkel, kzl aja gapapa kok XD wkwkwkwkw ini cerita paling astral yang paling banget palingnya XD wkwkwkwkwkwkwkw ya allah enaknya dibikin mati mereka

  12. KAKRISH BENER-BENER WB TERNYATA, PEMIRSAAH~
    WELL, WB EMG MEMATIKAN! NGGAK MEMATIKAN RAGA ORANG, TAPI MEMATIKAN JALAN KERJA OTAK DALAM MERANGKAI POTONGAN CERITA MENJADI SATU KESATUAN CERITA~ /OKE, INI ABSURD 😀 😀

    UDAH, GAK NGEDRABBLE LAGI DEH. KU KAN SABAR MENANTI SAJA KELANJUTANNYA~ POKOKNYA INI KEREN MAH~

    DILEMANYA KENTAL. AKU LAGI BELAJAR BIKIN NARASI YG SANGGUP BIKIN ORANG KEBAWA SUASANA. U.U~ NAD PERLU BELAJAR BANYAK DARI KAKAK:”)

    ini nggak drabble kan kak? 🙂 😀
    p.s : maapkeun kepslok kak.

    1. INI DRABBLE. BTW, IYA AKU BENERAN WB, BANGET MALAH WB NYA SAMPE GABISA NGETIK APAPUN XD XD WKWKWKWKWKWKWK
      UDAH AH AKU LAGI BERCEPAT-CEPAT RIA MAU NGETIK LANJUTAN CERITA LAINNYA XD

  13. sebenarnya aku gak rela ini cepat berakhir rish….
    ide fanfict ini lain dari yang lain, dan bikin aku harus mikir dan tebak-tebakan pula. dan itu yang bikin fanfict ini favorit sama seperti one end only. tapi apa dayaku,,,, tetep harus say goodbye

  14. Sumpah demi apah chapter ni full kejutan,, eh tapi makin k bawah malah bapeerrr.. jdi deg”n ni ending nya bkal kya gimana..
    Heboh sendiri nih baru maen k sini lagi udh d suguhin ff astralnya IRISH..
    mungkin IRISH bingung nih dg kemunculan aku yg tiba” ,, sebenernya g tiba” jga sih cuma baru nampakin wujud??
    Sebelumnya aku mnta maaf ya udh jdi reders gelap.. kejam bgt ya klo aku bilang “jgn marah”?,, ya udh deh klo mau marah kga apa” v jgn banyak” marahnya.. soalnya aku reders gelap bukan cuma d ff IRISH ajh v d SEMUA FF…!!!!!! alasanya simple v fatal “AKU GAK TAHU CARANYA KOMEN D WF” super duper kudet banget ni org..seriusan kga boOng bru tau kmaren” so.. please ampuni aku IRISH…..
    Keep wreating IRISH FF mu selalu bikin aku tercengang dengan keastralanya makin d baca makin g bsa bedain mana dunia nyata dg dunia astral nya IRISH…
    aku panggil nma aja ya? salam kenal aku 95line..

    1. ending ini masih dirahsiakan XD wkwkwkwkwkw iya sebenernya aku terkejut dan terkesima sekali sama kemunculan kamu wkwk
      thanks a lot ya karena udah berusaha keras buat nemuin cara komen dan akhirnya meninggalkan jejak di sini XD
      btw aku 96 lines hahahah XD

  15. Ooh mba, aku ngilang lama banget ngga sih?
    Aku juga sibuk banget mba, ngga sempet buka laptop ini aja lagi sedikit waktu luang yang aku beka belain baca code name liv yg bikin aku jatuh kejurang /plak/ jatuh cinta maksudnya.
    Maaf ya mba aku belum baca post mba yg lain, ini noh habis komen langsung cuz- sibuk lagi.
    Maaf ya mbaaa, sungguh aku minta maaf. Aku bakal sempatin buat mampir lagi kok mba kalo ada waktu.
    Dan ep ini bikin aku nangis berlian…
    Galau banget seriusaan baper pula.
    Ini endnya gimana. Kagak bisa tidur ini nih namanya mikirin B ama liv.

    1. XD iya lumayan lama tapi tenang aku masih inget sama kamu kok XD wkwkwkwkwk
      gapapa santai aja sama aku mah asal ente sehat wal afiat ane rapopo XD wkwkwkwk

    2. Syukurlah masih ingat daku. Ini harusnya di buat pilem mba, seriusan. Ini pasti keren banget. Buat yook mba. Buat pilemnya, aku contac abang oh ama abang baekya dulu.;-)

    3. Yook mbaa.. Aku otewe jemput abang di pelabuhan, hahaha. Jangan anak sd mba, pingsan semua nanti anaknya. Hahahahah

    4. Itu loh mba pesawat luar angkasa bentuk ubur ubur punyanya abang abang mau sampe bentar lagi jadi aku harus jemput di pelabuhan. /plak/ /gampar sendal swalo dikasih makan roti selai nutella/ /plak/

  16. Syukurlah klo penyakit akut nya dh mulai normal,,bagaimanapun klo berbakat nulis, pasti moodnya bakal balig kesemula,,,
    “” yahh ko ga rela ,kenapa B masih mau membunuh O’child,klo tau itu adiknya.. hemm jadi di tunggu sj lanjutanya akhh..

  17. Uhuhu melodrama. . . Hikss…
    Ak jadi keinget kakanda cabe yg cetar sampe mau bikin aku nangis hiks. . . Okay lupakan!!!
    Yg kena WB cemunguuud aja eaaaaa. . . Saya selaku reader hanya bisa support karya kamu. Semoga bisa kelar yaaaa. . .
    Aku tunggu yaaaaa. . .
    Hwaiting!!!!

  18. Yeayyy akhirnya ka Irish nongol jugakk 😄
    Semangat ya kak ngerjain tugas” kerjanya…
    Jgn d bnuh dong sehunnya baekk ..mending sullivan aja yg di matiin 😄lanjut trs ya kak fightingg!!

  19. Wah udah lama ya ga baca epep irish,,
    Oke fix liv udah pengen selesai hikss

    Tapi gpp aku juga kurang ngerti juga istilahnya wkek /ditendang sama irish/

    Livvv hentikan baekhyunnn
    Padahal aku juga ga tau kenapa baekhyun harus dihentikan wkwk /dimutilasi langsung sama irish wkwk/

    Yaudah ditunggu selanjutnya irish
    Hwaiting ^^

    *Semoga pekerjaannya ga numpuk lagi ya semangat 💪💪💪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s