DECISION [EPISODE 10-END] – by GECEE

req-grace-decision1

GECEE proudly present

 

D E C I S I O N


WITH
Park Hyemin as Han Jaein (Jane Han)
EXO’s Chanyeol as Park Chanyeol
EXO’s Baekhyun as Byun Baekhyun

 

Ide ceritanya punya Gecee, tapi ChanBaek dan OC bukan punya Gecee. Mereka adalah kepunyaan Tuhan YME, keluarga mereka, dan agensi mereka. Ini hanyalah sebuah karya fiksi, jika ada kesamaan nama, kejadian atau tempat, itu Gecee buat tanpa maksud apapun. Menyalin / mengambil cerita ini tanpa izin sangat dilarang.

Previously on DECISION:
[TEASER] | [EP 1] | [EP 2] | [EP 3] | [EP 4] | [EP 5] | [EP 6] | [EP 7] | [EP 8] | [EP 9]

Thanks to KAK I R I S H for the amazing poster

 

“You are my destiny, you are.”

–My Destiny (Lyn)

 

 

 

==HAPPY READING==

TIGA tahun kemudian…

Udara musim gugur pada pagi hari itu terasa dingin menusuk-nusuk kulit. Sepanjang jalan terlihat daun-daun maple yang mulai menguning, atau yang jatuh berguguran dengan warna kecoklatan. Jane mengancing jaket hitamnya lebih rapat, berusaha menghalangi angin dingin yang berusaha menembus kulitnya. Sesekali gadis itu menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, berusaha menghangatkan tangannya yang sepertinya mulai membeku. Sedikit rasa menyesal menghampirinya karena ia tidak membawa sarung tangannya. Demi alasan praktis, Jane meninggalkan sarung tangannya di apartmennya, dan sekarang tangannya mulai membeku.

Jane mengedarkan pandangan ke sekeliling, kemudian pandangannya tertumbuk pada barisan mahasiswa dengan baju hitam putih. Rambut setiap mahasiswa putri diikat dua dengan pita warna-warni. Itu adalah kumpulan mahasiswa yang sedang mengikuti kegiatan orientasi dan pengenalan lingkungan kampus. Kakak-kakak senior berjalan mengelilingi mereka dengan ekspresi wajah yang dibuat-buat marah. Jane patut bersyukur karena jurusan seni dan desain yang ia ikuti tidak melaksanakan kegiatan tersebut sekarang, di awal semester. Jurusan seni dan desain baru akan melaksanakan kegiatan itu nanti pada akhir semester pertama. Jane tersenyum. Pemandangan yang ia saksikan barusan membuatnya teringat akan masa pengenalan lingkungan sekolah SMA-nya.

Telepon genggamnya berdering. Jane merogoh tasnya dan mengeluarkan benda berwarna putih yang sudah meraung-raung itu. Gadisitu melihat sekilas siapa yang meneleponnya pagi-pagi seperti ini. Nama Byun Baekhee tertera di layar. Jane menekan sebuah tombol kemudian menempelkan telepon genggam itu di telinganya. “Yeoboseyo?

YA! HAN JAEIN!”

Jane menjauhkan telepon tersebut dari telinganya begitu mendengar suara teriakan Baekhee di ujung telepon. Gadis itu mendecakkan lidah. Sahabatnya yang satu itu belum berubah rupanya.

“Tidak perlu berteriak. Tanpa berteriak pun aku sudah bisa mendengar suaramu dengan jelas,” sahut Jane. “Ngomong-ngomong kau belum tidur? Jam berapa sekarang di Seoul?”

“Jam dua belas malam. Insomniaku kambuh lagi, jadi aku tidak bisa tidur. Padahal sudah seharian ini aku mengikuti banyak kegiatan. Jurusan kedokteran tidak mudah rupanya. Badanku lelah sekali, tetapi entahlah, mataku rasanya tidak mau terpejam. Jadi aku hanya berbaring saja di tempat tidur. Oh ya, bagaimana kabarmu? Kapan kau akan kembali ke Seoul?”

Jane tertawa kecil. “Astaga, aku baru pergi satu setengah bulan yang lalu dan kau sudah merindukanku seperti ini? Aku merasa tersanjung.”

Terdengar suara Baekhee mencibir di telepon. “Jangan terlalu percaya diri,” cetus gadis itu. “Bukan aku yang merindukanmu, tetapi Baekhyun.”

Kali ini Jane benar-benar tertawa keras. “Dalam hati kau juga merindukanku, bukan? Bagaimana keadaan di Seoul?”

“Tidak ada yang berubah,” jawab Baekhee. “Aku dan Baekhyun masuk kampus yang sama, tetapi berbeda jurusan. Aku memilih jurusan kedokteran sementara Baekhyun memilih jurusan arsitektur. Baekhyun oppa bilang bahwa suatu hari nanti ketika ia sakit aku harus memeriksa dirinya dan harus siap jika ia tidak membayar.” Gadis itu mendengus. “Huh, enak saja. Bisa rugi bisnis dokterku nanti.”

Jane mengangguk. “Apakah Baekhyun sudah punya kekasih sekarang?”

Terdengar suara helaan napas di ujung telepon. “Hmm… entahlah. Baekhyun hanya bercerita kepadaku bahwa ia sedang mendekati seorang gadis cantik dari jurusan kuliner. Siapa ya namanya? Hmm… Kalau tidak salah Oh Hani.” Baekhee sepertinya mengubah posisi tidurnya karena Jane mendengar suara gemerisik. “Ya! Ceritakan padaku tentang Paris!”

“Tidak ada sesuatu yang spesial. Kau pasti ingin mendengar cerita tentang menara Eiffel yang megah itu, bukan? Sabarlah. Aku belum sempat ke sana. Selama ini aku sibuk mengurus administrasi kuliah serta mencari tempat tinggal, jadi aku belum sempat untuk berjalan-jalan. Tetapi yang pasti di dekat apartment tempat tinggalku sekarang ada sebuah kedai kopi yang menyediakan kopi yang begitu lezat! Suatu saat aku pasti akan mengajakmu ke sana. Kau pasti akan menyukainya!”

Jeongmal??”

Jane mengangguk. “Tentu saja.” Kemudian seulas senyum jahil terukir di bibirnya, dan ia bertanya, “Ngomong-ngomong, kau sudah punya kekasih?”

Suara Baekhee yang tergelak terdengar oleh Jane. “Aku baru saja akan menceritakannya kepadamu.”

“Ada apa?”

“Aku sekarang berpacaran dengan Sehun oppa!” Suara Baekhee terdengar ceria, dan beberapa detik kemudian terdengar suara teriakan girang dari gadis tersebut.

Jane mengernyitkan dahinya. Baekhee mengucapkan nama tersebut seolah-olah Jane telah mengenal kekasih baru gadis itu. Tetapi kenyataannya, otak Jane sama sekali tidak bisa mengenal nama tersebut.

“Sehun oppanugu?” tanya Jane akhirnya karena otaknya sama sekali tidak bisa memberi sebuah petunjuk tentang nama tersebut.

Baekhee mendecakkan lidahnya. “Astaga… Kau tidak ingat kakak kelas yang menjaga kelas kita saat masa pengenalan lingkungan sekolah tiga tahun yang lalu?”

Jane menggelengkan kepalanya. Yang benar saja, mana mungkin ia bisa mengingat wajah kakak kelas yang ia lihat pertama dan mungkin yang terakhir kali tiga tahun yang lalu? Dan menurutnya, orang tersebut mungkin bukanlah seseorang yang penting untuk diingat, maka dari itu otaknya tidak bisa mengingat wajah orang yang dimaksud.

Tetapi perlahan-lahan wajah seorang lelaki muncul di bayangannya. “Sehun…. Apa maksudmu, Oh Sehun sunbae?”

BINGO!!” seru Baekhee di ujung telepon.

“Astaga…” Jane mendecakkan lidahnya, tidak percaya. Rasanya ia ingin tertawa terbahak-bahak, begitu keras. “Bagaimana mungkin? Sejak kapan?”

“Uhm… sejak tiga jam yang lalu. Aku memutuskan untuk berpacaran dengannya tiga jam yang lalu. Sebenarnya Sehun oppa sendiri sudah memintaku untuk menjadi kekasihnya dari empat hari yang lalu. Setelah aku memikirkannya, rasanya tidak ada salahnya jika aku berpacaran dengannya. Dan kau tahu? Sehun oppa berkata bahwa ia telah menyukaiku sejak kita kelas satu! Menarik, bukan?”

Jane hanya tertawa kecil mendengar penjelasan Baekhee tersebut. “Selamat kalau begitu…”

Terdengar suara Baekhee menguap. “Oh, aku sudah mulai mengantuk. Aku tutup teleponnya ya, kapan-kapan kita bercerita lagi. Jangan lupa ceritakan padaku bagaimana kehidupan kampusmu, dan terutama apabila kau sudah mempunyai pacar. Mengerti?”

“Mengerti,” jawab Jane sambil mengangguk. Beberapa detik kemudian panggilan terputus.

Jane menghirup napas dalam-dalam, mencoba memasukkan udara pagi yang dingin dan segar ke dalam paru-parunya. Mendengar suara Baekhee membuatnya rindu akan Seoul. Sepertinya masih banyak yang harus ia jalani sebelum kepulangannya nanti ke Seoul. Waktu kepulangannya masih lama.

Terlalu asyik menikmati udara musim gugur yang dingin membuat Alicia tidak melihat ke mana ia berjalan. Benar saja, kepalanya yang ditutupi oleh topi wol bertabrakan dengan dada seseorang.

Je suis désolé, je ne regardais pas oú je vais, donc je viens…” (Saya minta maaf, saya tidak melihat kemana saya berjalan, jadi saya hanya…)

“Han Jaein?:

Jane serta merta mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggil namanya barusan. Ia tidak pernah memberitahukan nama koreanya kepada teman-temannya di Paris. Apakah ada salah satu kenalannya di Korea yang kebetulan sedang berkunjung ke Paris?

Mata Jane terbelalak begitu mengetahui siapa yang berdiri di hadapannya. Seketika hatinya bergejolak. Perasaan rindu, perasaan senang, perasaan haru, perasaan sayang, semuanya bercampur di dalam hatinya. Tanpa ia sadari setetes air mata meluncur turun menuruni pipinya.

“Park Chanyeol?”

Lelai di hadapannya ini tersenyum. “Geurae. Naya.”

Jane membuka mulutnya, tetapi tidak ada suara yang keluar. Ia terlalu terkejut untuk mempercayai bahwa semuanya ini bukan mimpi.

“Selama ini kamu baik-baik saja?”

Tak ada jawaban yang bisa Alicia berikan selain sebuah anggukan.

Ketika Chanyeol memeluknya, Jane tidak cukup kuat untuk menolaknya. Tidak cukup kuat untuk membohongi dirinya sendiri bahwa selama ini lelaki itu tidak berarti apa-apa untuknya. Jane terisak di balik pelukan Chanyeol yang hangat, menemukan satu-satunya hal yang selama ini ia cari.

“Jangan pergi lagi.”

Hanya itu kata-kata yang dapat Jane ucapkan kepada Chanyeol. Namun, kata-kata itu ternyata cukup untuk lelaki itu karena ia mengangguk dan mempererat pelukannya.

Ada suatu saat dimana manusia tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat dimana manusia berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan yang penuh penyesalan. Tetapi saat ini, Alicia hanya ingin mengikuti kata hatinya – kemana pun hatinya membawanya.

Dan kali ini, hatinya membawa Jane menuju cinta.

 

E N D

 

A/N

Untuk semua pembaca setia, dari episode 1 sampe ending ini, yang udah setia komen, yang udah sabar lumutan nungguin updatenya ff ini, Gecee bener-bener berterima kasih 🙂

Serius, aku nggak tahu bagaimana harus mengekspresikan rasa terima kasihku pada kalian semua. Kalian yang sudah memberi dukungan dengan apresiasinya, kalian yang terus menyemangati aku untuk update, yang nunggu chapter berikutnya… Mungkin rasa sayang oppa tidak cukup untuk menggambarkan kebahagiaanku sekarang #lebay

Kalian yang sudah mengikuti perjalanan Jane, Chanyeol, dan Baekhyun, yang sudah sedia Gecee bikin baper, yang kesel sendiri ngebacain tokoh-tokohnya, yang greget sendiri baca alur ceritanya yang sangat absurd, Gecee sangat berterima kasih.

Ini adalah project pertama Gecee, masih amat banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Kedepannya, Gecee berjanji akan kembali membawa project berikutnya yang bisa dipastikan jauh lebih baik dari ini, dari mulai ide cerita hingga waktu update 😀

Banyak banget yang sebenarnya ingin Gecee sampaikan, tapi bingung gimana harus mengatakannya… Yang pasti terima kasih sedalam-dalamnya dan sebesar-besarnya…

Tetap sayang sama oppa-oppa kita tercinta ya 😀

 

© 2016 GECEE’S STORY
(
http://gcchristina.wordpress.com/
)

22 tanggapan untuk “DECISION [EPISODE 10-END] – by GECEE”

  1. Dan akhirnya mereka bertemu kembali. Emm rada kecepetan menurutkuu. Dan bingung kenapa tetiba jane milih lanjut ke paris. Aku kira dia di seoul dan chanyeol yg balik ke seoul hehehe. Tak apalah. Yg penting mereka kembali bersatu. Aku bahagiaaaaa hehehe.
    Ditunggu karya selanjutnyaa. Semangaatttt!!!
    -XOXO-

    1. iyaaaaa… akhirnya jane-chanyeol mempunyai happy ending yaaa 😀 hehehe maafkan untuk alurnya yang mungkin agak cepat, feelnya jadi kurang kerasa ya ._.

      tapi terima kasih sudah mau membaca dan meninggalkan jejak… 🙂

  2. Astagaa mereka pisah uda tiga tahun?
    Akhirnyaa yah mereka bisa ketemu lagi sebenarnya agak kurangg tapi gapapa aku juga terharu bacanya gak kebayang jdi jane pasti rasanya campur aduk bahagia senang sedih daan yeayy mrk semua happyending ^^
    baekhyun gak galau lagi dan si cerewet baekhee sama sehun oppaa cieee cieeee wkwkwk
    Congrats yaa kak buat project pertamanya ^^
    Ditunggu cerita lainnyaa okeoke? Hihi
    Fightingg kak gecee!!~

    1. iyaaaa… 3 tahun … lama yaaa ._.
      hehehehe maafkan kalau kurang dapet feelnya yaa.. 😀 tapi terima kasih loh sudah mau mengikuti, sudah mau baca 🙂 okeeee… stay tune terus ya utk next projectku 🙂

  3. keren gecee!! cumaan.. pertemuan jane ama chanyeol kurang dramatis tuuh..
    tapi gapapa deh, udah keren ini mah bisa sampe end.. saya kalo bikin cerita pasti macet muluu..
    semangat buat project” selanjutnya yaa..
    aq bakal nungguin cerita gecee.. 🙂

    1. wahahhaa… terima kasih utk pujiannya 🙂
      iya.. agak kurang dapet ya feelnya? maafkan ya sebelumnya….
      terima kasih juga utk semangatnya 😀

  4. ahhh ya ampun udah end aja….kuranggggggggggg
    hahaha abaikan..
    sebenernya endingnya kurang jleb di ati…
    tapi congrats buat project pertamanya yaaa….kutunggu karya” yg lainnya…

  5. 3 tahun berpisah, akhirnya ketemu lagi.. ckckck :$
    Makasih thor.. udah ngasih bacaan buat kita-kita (?) Hehe 🙂
    Keren ffnya… suka’ sama ceritanya…

    Tetep semangat thor, selamat berimajinasi lagii… 🙂

  6. sebenernya ini pendek mah, tapi tetep bagus sih. syukurlah kalo baeki nggak galau2 terus, dan semuanya baik2 saja. jane juga ketemu ama chanyeol lagi. thanks for your story, authornim. di tunggu story lainnya, fighting!!

    1. iyaaa… kependekan dan kurang feel ya? ._. maafkan ya..
      hehehee.. terima kasih sudah mau baca ff absurdku ini juga yaaa 🙂 stay tune saja utk project berikutnya 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s