[EXOFFI LINE@] My Boyfriend Forgetful (Oneshot)

myhome_2

[[FF FROM ADDERS]] My Boyfriend Forgetful

Tittle:My Boyfriend Forgetful – Author:Meliniaa Kim (ig:@_meliniaakim) – Cast:Lay, Ban Namgyu – Genre:Fluff – Rating:PG – Lenght:Oneshoot

Perkenalkan namaku Ban Namgyu, kuliah di Seoul International University dan mengambil jurusan ekonomi.Aku punya namjachingu bernama Zhang Yixing yang biasa dipanggil Lay, dia mengambil jurusan seni dan itu membuat kami sulit bertemu karna kami berbeda gedung

Meskipun cerdas, tampan, baik, dan romantis pacarku itu sangat pelupa bahkan ketika menembakku dulu ia lupa menaruh kalung yang ia siapkan untukku dan ternyata kalungnya ia genggam aneh bukan? tapi itu tak pernah mengurangi rasa cintaku padanya

“Hahh~ lama sekali sih dimple” Namgyu memperhatikan anak-anak jurusan seni yang mulai keluar satu persatu

“Gyunie” Lay berlari kecil kearah Namgyu yang kini memanyunkan bibirnya

“Kau marah Gyunie? maafkan aku” namja keturunan China itu mengelus pipi sang kekasih

“Aku lapar bukan marah” Lay terkekeh, kemudian ia menggandeng tangan Namgyu

“Ayoo kutraktir” Namgyu tersenyum cerah

Namgyu makan dengan lahap, Lay hanya bisa tersenyum melihatnya tanpa disadari Lay tengah menggambar wajah Namgyu

‘drrtt’ ‘drrtt’

“Iya? tapi aku sedang bersama kekasihku” Namgyu memperhatikan Lay

“Baiklah aku akan segera kesana” Lay mematikan sambungan telponnya, ia ragu untuk berpamitan pergi

“Eumm Gyunie” Namgyu yang tengah meminum sup daging sapinya menaikkan satu alisnya untuk menjawab Lay

“Aku harus pergi kerumah Baekhyun untuk melesaikan tugas kelompok kami, kau tidak apa-apa jika aku tinggal?” Namgyu tidak ingin ditinggal sebenarnya karna ia masih rindu dengan sang kekasih yang tidak ia lihat dua hari ini

“Tidak apa-apa aku akan baik-baik saja” Lay tersenyum lebar dan berpamitan pada sang kekasih, sebelum benar-benar pergi Lay mengecup singkat bibir Namgyu yang terasa hangat dibibirnya

“Sampai jumpa Gyunie” Namgyu masih blank dengan apa yang baru saja terjadi

Selesai makan Namgyu hendak langsung pulang, namun ia melihat ada kertas dikursi yang tadi Lay duduki dengan segera ia ambil kertas tersebut lalu tersipu melihat gambar dirinya

Namgyu punya banyak gambar dirinya yang ia tempel didinding kamar apartement, dan semua gambar itu Lay yang membuat tapi bukan secara langsung si namja memberikan hasil karyanya melainkan Namgyu yang selalu memungutnya karna Lay menaruhnya sembarangan lalu melupakannya

“Maaf nona ini bill anda” seorang pelayan menghampiri Namgyu yang hendak pergi

“Mwo? apa namja tadi tidak membayar billku?” si pelayan menggeleng yakin

“Selalu saja lupa” akhirnya dengan berat hati Namgyu mengeluarkan isi dompetnya yang sangat pas-pasan

Lay melingkari tanggalan didepannya dengan satu tangan lainnya yang mencoba menghubungi seseorang

‘Hallo’ Lay tersenyum lega

“Akhirnya kau angkat juga, kenapa kemarin tidak menghubungiku dan juga tadi kenapa tidak masuk kuliah?” yeoja yang Lay telpon disebrang sana terbatuk

“Gyunie kau sakit?” Lay mulai khawatir

‘Hatchi hmm’ tanpa berfikir lama Lay mengambil jaket dan bergegas menuju apartement sang kekasih

“Kalau begitu aku akan segera kesana”

‘Tolong belikan aku obat flu dan batuk’ pinta Namgyu dengan suara seraknya

“Ne akan kubelikan” sambungan itu terputus, dan Namgyu sekarang tengah berharap agar Lay tidak lupa membelikannya obat

Lay meletakkan jaketnya disofa yang tersedia dikamar Namgyu

“Uhuk uhuk” Lay terduduk dipinggiran kasur Namgyu

“Gyunie apa kemarin terjadi sesuatu?” Namgyu malas untuk bercerita, tapi ia tak tega melihat wajah penasaran Lay

“Kemarin aku pulang dengan berjalan kaki” Lay membolakan matanya

“Kenapa bisa? kau taukan cuaca sedang dingin sekali” tangan kekar Lay menata helain rambut Namgyu yang menutupi wajahnya

“Ini semua terjadi karna kau lupa tidak membayar makananku, dan uangku pas kemarin dari pada aku dipermalukan disana lebih baik aku pulang jalan kaki” si namja nampak terbengong lucu dengan perkataan si yeoja, membuat Namgyu yang berencana ingin marah kini berusaha menahan tawanya

“Gyunie mianhae aku kemarin terburu-buru jadi aku lupa membayar makananmu, aku berjanji jika kau sembuh akan kutraktir lagi dan tidak akan meninggalkanmu” Namgyu mengangguk lemah sembari merasakan kehangatan kedua telapak tangan Lay dipipinya

“Mana obatku?” Lay berdiri untuk mengambil isi didalam jaketnya, lalu memberikan dua obat yang dibungkus dengan plastik mini berbeda warna namun tanpa tulisan

Namgyu menerimanya dan bertanya “Dimple mana yang untuk flu dan mana yang untuk batuk?” yang dipanggil dimple menggigit bibir bawahnya sembari mengetuk-ngetuk gelas berisi air putih yang hendak ia berikan pada Namgyu, kini Lay sedang mengingat pesan dari apoteker

“eeee aku lu-pa Gyunie” Namgyu menghela nafasnya

Satu minggu ini Lay dan Namgyu tidak bertemu tapi bukan karena sengaja, melainkan karna keduanya disibukkan dengan skripsi dan tugas mereka masing-masing

Hari ini tepat pada tanggal dua puluh lima desember, Lay sengaja tidak menghubungi Namgyu padahal ia rajin sekali menelpon si yeoja

“Kenapa tidak ada pesan atau telepon dari dimple? jangan-jangan ia lupa ahhh mana mungkin! aku akan marah kali ini jika ia benar-benar melupakannya” Namgyu memutuskan untuk pergi kegedung anak seni

Namgyu menemukan Lay yang tengah menggambar sembari memasang earphone ditelinganya, kakinya ia langkahkan untuk bergabung dengan sang kekasih yang duduk dibawah pohon

“Dimple” Lay mendongak kearah Namgyu dengan tatapan yang lucu, alhasil Namgyu pun gemas dibuatnya

“Ada apa Gyunie?” Lay mencabut earphone yang ia pakai

“Eumm apa kau tak ingat hari ini hari apa?” Lay memasang wajah innocentnya

“Hari ini hari Kamis” lalu Lay menepuk jidat

“Ohh iya aku baru ingat, terima kasih sudah mengingatkanku Gyunie” Namgyu berharap Lay benar-benar ingat tentang hari ini

“Aku ada acara untuk melihat pameran di Gangnam, untung saja kau ingatkan kalau tidak pasti hanya aku anak seni yang tak bisa melihat lukisan karya Willem De Kooning” senyum Namgyu menghilang

“Kalau begitu aku pergi dulu kau hati-hati dijalan”

‘Cup’ Lay mencium bibir Namgyu singkat, bukannya senang Namgyu malah menitikkan air mata kecewanya

Sekarang jam 11.30 yang artinya hari jadinya bersama Lay akan habis 30 menit lagi, Namgyu tidak bisa tidur seharian ini ia lesu dan ingin terus menangis

Diluar cuaca sangat dingin ditambah dengan hujan salju yang cukup lebat, membuat hati Namgyu semakin buruk

‘Tok tok’ Namgyu melonjak kaget, siapa malam-malam begini yang berkunjung ke apartementnya?

Dengan perasaan takut dan gelisah ia memutuskan untuk membukakan pintu

“Lay?” Namgyu amat tidak percaya dengan apa yang ia lihat kini, kekasihnya dengan memakai mantel tebal, bibir yang menggigil, tangan yang membawa kado dan satu kue bertuliskan Happy Anniversary Ke-1

“Happy anniv Gyunie, saranghae” ujar Lay dengan bibir yang terus bergetar, Namgyu hanya bisa menangis dan memeluk sang kekasih, Lay pun susah payah membalasnya

“Bisakah kita rayakan didalam? aku benar-benar kedinginan” Namgyu tertawa ringan

Namgyu memotong kue yang dibawa oleh Lay.Kemudian membuatkan coklat panas, dan menyuruh Lay memakai kamarnya

“Kemarilah duduk disampingku” pinta Lay dan Namgyu pun patuh

“Kita sudah satu tahun kan?” Namgyu mengangguk, Lay mengisyaratkan yeojanya agar memeluk pinggangnya dari samping

“Maafkan aku yang selama ini menjadi pelupa, dan berakhir dengan menyusahkanmu atau mungkin membuatmu menangis.Andai saja aku punya satu permintaan yang bisa langsung dikabulkan pasti aku akan meminta agar tak menjadi pelupa lagi” Lay tersenyum sembari menautkan jari miliknya dan milik Namgyu

“Aku tidak akan berhenti mencintaimu hanya karna kau pelupa dimple” Lay melebarkan senyumnya kemudian mencium pipi si yeoja

“Hari ini sebenarnya aku tidak lupa, karna aku sudah melingkari tanggal hari jadi kita agar aku bisa mengingatnya”

“Jadi tadi siang kau berbohong? dan sudah merencanakan semua ini?” kini Lay yang mengangguk reflek Namgyu mencubit pinggang Lay

“Awww appo” jerit Lay

“Rasakan itu! makanya jangan membohongiku, kau tau aku menangis dan gelisah sehari ini, dan kau tiba-tiba datang dengan membawa kue seperti tadi padahal diluar cuaca sedang buruk.Aku ingin membencimu tapi kenapa rasa cintaku lebih besar untukmu hiks” antara perasaan menyesal dan senang yang ada dihati Lay sekarang

“Aku minta maaf, tapi rencanaku berhasil bukan?” sembari menghapus jejak air matanya Namgyu mengangguk

“Ohh iya ini hadiah untukmu” Lay mengambil kotak berwarna merah disebelah tempat tidur Namgyu

“Apa ini?” tanya Namgyu nampak penasaran

“Bukalah” perintah Lay, Namgyu membuka kotak itu dengan hati-hati

“Kaset?” Lay mengangguk

“Itu adalah lagu ciptaanku untukmu, judulnya miracle in december” Namgyu mengembangkan senyum termanisnya untuk sang kekasih, dan ia memeluk kekasih pelupanya dengan erat

“Gomawo dimple, saranghae”

“Ne nado my Gyunie” Lay melepas pelukan mereka

“Mana hadiah untukku?” Namgyu nampak bingung, ia tidak menyiapkan apapun karna dia fikir Lay tidak ingat dengan hari ini jadi untuk apa menyiapkan hadiah?

‘Cup’ untuk pertama kalinya dalam satu tahun Namgyu mencium Lay terlebih dahulu, Namgyu hendak menjauhkan diri dari Lay, tapi dengan cepat si namja menarik tengkuk si yeoja agar mereka berciuman lagi.
END
#EXOFF #MBF

2 tanggapan untuk “[EXOFFI LINE@] My Boyfriend Forgetful (Oneshot)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s