[EXOFFI FREELANCE] BROTHER(S); School Life (Chapter 2)

BROTHER(S)_ School's life [Chapter 2].PNG

 

BROTHER(S); School’s life

Originally by Delza Algiwity

Love; incest, family, romance.

Cast: Park Daelja (OC); Kim Jongin (EXO), Park Chanyeol (EXO); Byun Baekhyun (EXO); Oh Sehun (EXO); Do Kyungsoo (EXO); Kim Myungsoo (INFINITE)

[Contain Harsh-Words; R-17; typo(s)]

“Dan adapun orang yang menganggap dosa itu indah. Salah satunya aku, yang melakukan berbagai hal yang tidak masuk akal dengan kakak kandung ku sendiri.”

 

Bel berdering tepat saat ke-enam saudara tersebut tiba di sekolah. Mereka berangkat dengan satu mobil van mewah berwarna hitam. Bukan berarti mereka tidak memiliki mobil pribadi, hanya saja Myungsoo hanya memberikan izin mengemudi mobil sendiri setelah lulus dari SMA. Dan anaknya setuju akan itu, karena, alasan dari keputusan Myungsoo adalah kehadiran Daelja. Hanya dia yang tidak memiliki kendaraan apapun. Bukankah sudah dijelaskan bahwa gadis itu sudah bergantung kepada kakak-kakaknya? Maka dari itu, ia tidak perlu memiliki kendaraan apapun. Karena keberadaan saudara-saudara tampannya jauh lebih berharga daripada sebuah mobil Ferrari. Ke-empat kakaknya memiliki mobilnya masing-masing, sedangkan Kyungsoo memilih motor.

“Aku pergi, oppa.”

“Aku juga, hyung.”

Daelja dan Kyungsoo pamit duluan. Mereka memang menghindari perhatian orang-orang, dan itu akan terjadi jika ke-enamnya jalan bersama.

“Daelja sayang, kalau kau lapar ke kelasku saja!” Itu Chanyeol.

Gadis itu hanya mengangkat ibu jari nya sembari tetap berjalan menuju kelasnya. Dengan Kyungsoo di sisi kanan sambil membawa tasnya.

—-

Peluh terus berjatuhan, membuat Daelja menatap lapangan basket dengan sebal. Sekarang, ia sedang menunggu Chanyeol dan Sehun latihan basket. Sudah berlangsung selama 1 jam, membuat Daelja yang awalnya semangat menjadi lesu seperti handphone yang kehabisan baterai.

Walaupun ditemani dan “dilayani” dengan Kyungsoo, kesebalannya tidak hilang begitu saja. Bagaimana tidak, gelar jenius yang Kyungsoo dapatkan membuatnya selalu dan selalu membaca buku. Kapan dan dimana saja.

Appa is calling

Manik cokelatnya berbinar; dengan cepat ia menjawab panggilan itu,

“Appa!!!!”

“Hey, hey~ pelan-pelan.” Terdengar kekehan kecil di seberang sana, membuat Daelja semakin rindu pada sosok Ayahnya.

“Aku kangen appa!!! Pulanglah sebentar!!!!” Ujarnya manja; membuat Kyungsoo mengalihkan pandangannya dari buku tebal itu dan mencubit pipi Daelja pelan. Entah mengapa, ia sangat gemas jika Daelja bermanjaan seperti itu.

“Aku tidak janji, sayang. Sibuk sekali disini, bahkan aku merasa aku tidak memiliki handphone. Sulit sekali untuk menghubungi kalian. Bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik-baik saja, dan oppa juga baik-baik saja. Sekarang aku masih di sekolah menunggu Chanyeol oppa dan Sehun oppa latihan basket.”

“Oh begitu, kemana Baekhyun, Jongin dan Kyungsoo? Kalian sudah makan?”

Gadis itu melirik Kyungsoo yang tadi mencubit pipinya, “Kyungsoo di sampingku, membaca buku. Dan Baekhyun oppa sedang berada di rumah temannya, nanti kami akan menjemputnya. Jongin oppa, pulang duluan, katanya capek. Dan, belum. Kami belum makan, aigoo!”

Lagi, terdengar kekehan di seberang sana, “Kalau begitu perhatikan makan kalian. Beritahu oppamu untuk selalu menjagamu. Appa harus kembali bekerja, appa kangen kalian!”

Dengan lesu, gadis itu menjawab “Aku juga, appa.” Dan sejurus kemudian, sambungan terputus. Ia menghela napas kecewa, dan Kyungsoo yang melihat itu hanya menepuk kepalanya.

“Mereka sudah selesai,” Ucap Kyungsoo yang membuat Daelja menegakkan kepalanya dengan antusias. Chanyeol dan Sehun berjalan ke arahnya dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya. Membuat Daelja terpana akan pesona kedua kakaknya tersebut.

“Ayo pulang, sayang.” Chanyeol mengulurkan tangannya, tapi, gadis itu tidak menyambutnya.

“Gendong aku.”

—-

Kyungsoo dan Chanyeol tidur sepanjang jalan. Kini, mereka sedang menuju ke rumah teman Baekhyun yang ternyata jaraknya tidak dekat. Membuat Chanyeol dan Kyungsoo yang kelelahan memilih beristirahat di sepanjang jalan. Hanya Daelja, Sehun, Supir, dan alunan lagu Taeyang – Eyes, Nose, Lips.

“Kalau lelah, tidur saja.” Ujar Sehun sembari merentangkan kedua tangannya; mengajak Daelja untuk masuk ke dalam dekapannya. Tentu saja, ia langsung masuk ke dalam dekapan itu. Menyandarkan kepalanya di dada bidang Sehun; menghirup aroma tubuhnya yang selalu mampu membuatnya nyaman.

“Oppa, aku suka dipeluk denganmu.”

“Kalau begitu, aku akan memelukmu tiap waktu.”

“Pindahlah ke kamarku. Tidur bersamaku, agar aku bisa memelukmu terus.” Sehun terpaku di tempatnya. Benar kata Chanyeol, Daelja memang adik manis yang polos dan manja. Ucapannya itu selalu menjurus pada hal yang berbau romantis. Membuat semua saudaranya merasakan getaran yang sama ketika bersamanya. Getaran itu disebut, cinta.

Tangannya ia angkat untuk mengelus kepala gadis itu, berusaha calm¸”Tidak bisa. Badanku akan sakit jika kau peluk semalaman.” Jawabnya dengan setengah hati. Sebenarnya Sehun sangat ingin tidur bersama adiknya tersebut, tapi, lelaki akan sangat berbahaya jika diberikan kesempatan. Eventhough, Daelja adalah adik kandungnya.

20 menit perjalanan, akhirnya Baekhyun telah berada di dalam mobil; lengkap dengan cengiran tak berdosanya. Bayangkan, demi dia, semuanya harus pulang terlambat. Bagaimana keadaan Jongin dirumah? Mengingat, ia tak akan makan sebelum adik-adiknya lengkap.

“Baekhyun oppa nakal. Membiarkan Jongin oppa kelaparan.” Daelja memandang Baekhyun dengan sebal.

Mian, honey. Tugas kelompok tidak bisa ditinggalkan.” Baekhyun menggaruk pipinya yang tidak gatal kemudian beralih mencium pipi Daelja, “Maafkan oppa~”

Sehun yang melihat itu langsung memukul kepala Baekhyun dan menyuruhnya untuk tidur saja. Ia masih ingin memeluk adiknya itu.

Ahjussi, tolong lebih cepat. Aku khawatir pada Jongin oppa.”

Dibalas dengan anggukan kepala, Daelja kembali menyandarkan kepalanya di dada Sehun dan mulai memejamkan matanya. Tanpa seorangpun yang tahu, bahkan sang supir pun, Sehun mengecup bibir Daelja. Cukup lama, sehingga kecupan itu berubah menjadi lumatan kecil secara perlahan.

—-

“Jongin oppa! Kau dimana?!” Gadis itu masuk ke dalam rumah dengan cepat. Langsung menuju lantai 2 untuk mengecek keberadaan Jongin. Betapa leganya dia saat mendapati kakaknya itu terlelap. Seragam masih melekat di tubuhnya, yang berarti, dia memang kecapaian dan menunggu adik-adiknya pulang.

Daelja mendekati Jongin dan mengecup bibir pria itu lama. Membuat Jongin bergerak dan membuka kelopak matanya secara perlahan, “Kau menempelkan bibirmu. Untuk apa, cantik?” Ia tersenyum, kemudian menarik tubuh mungil gadis itu. Menyuruhnya untuk berbaring dan Jongin memeluknya dari belakang. Ah, ya, mereka memang tidak pernah memakai kata “ciuman” atau “mencium”. Ia menjauhkan kata-kata vulgar itu dari otak adiknya yang polos.

“Oppa, jeongmal mianhae. Baekhyun oppa ada tugas kelompok, dan rumah temannya sangat jauh. Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu!” Jongin terkekeh, “Gwaenchanha, cantik. Aku tetap menunggumu.” Ia mengelus kepala Daelja dan mengeratkan pelukannya. Mengecup puncak kepala gadis itu berkali-kali, membuat Daelja tersenyum senang.

Pintu diketuk oleh Baekhyun, “Jongin and my honey Daelja, ayo makan.”

Jongin melepaskan pelukannya dan mengajak Daelja keluar, namun gadis itu menggeleng.

“Peluk sebentar lagi,” Jongin hanya tersenyum kemudian kembali memeluknya. Cukup lama, sampai terdengar suara cacing perut milik Daelja; membuat keduanya tertawa dan memutuskan untuk segera turun.

Makan siang berlangsung dengan damai, tak ada yang berbicara sesuai dengan etika yang diajarkan oleh Myungsoo.

“Tadi appa menelpon dan katanya dia kangen sama kalian.” Ucap Daelja setelah makan. Kyungsoo sudah kembali ke kamarnya, diikuti dengan Baekhyun. Chanyeol, Jongin dan Sehun menolehkan kepalanya ke arah gadis itu, “Kapan?” Tanya Sehun.

“Tadi, saat aku menunggu oppa latihan basket.” Sehun hanya mengangguk dan Chanyeol mengerucutkan bibirnya, “Ia tak menghubungiku.”

“Dia akan menghubungimu kalau sempat. Cantik, istirahatlah. Chanyeol dan Sehun juga, bersihkan dirimu kemudian istirahat.” Walau hanya berbeda waktu sedikit, aura Jongin memang menyatakan bahwa ia adalah anak pertama. Ketiganya mengangguk dan berjalan ke kamarnya.

Namun, ada yang aneh. Saat Daelja memasuki kamarnya, ia merasa ada yang mengikutinya. Oh tidak, bayangan-bayangan aneh mulai merasuki otak Daelja. Dengan takut ia menoleh ke belakang, dan mendapati Chanyeol yang sedang……telanjang dada.

To Be Continued­

 

 

 

 

 

21 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] BROTHER(S); School Life (Chapter 2)

  1. Sebaiknya kata kangen diganti jdi rindu aja soalnya lebih enk gitu heheh.. tulisannya udh bgus kokk..dan ya ampun dicium sma kakaknya enk bgt trus itu si cy ngapain lgi diblkng daelja uwwaaa pensaran ditunggu yah Fighting!!

  2. Wuaaa asikkk ff yang aku tunggu updatenya cepatt hihi
    Aku yang baca senyum senyum sendiri sambil bayangin mereka semua ahh seru bgt ya klau jd daelja punya oppa kek mereka statusnya sodara kandung tapi nyatanya kaya punya hub khusus wkwkw
    Ditunggu yaa kak kelanjutannya ^^
    Fightingg!!~

  3. MwoO_o
    Sebenarnya ada apa dengan keluarga ini???
    Tapi aku tetep suka sama ceritanya, bikin org yang baca jadi senyum”..kkkk

    Bisa dipanjangin kah?
    Menurutku ini kpendekan kak^^v

    Next kak dtunggu klanjutanya^^

    • hehehehe salahkan imajinasiku yang liar hueheueheue entah kenapa aku suka hubungan incest. tapi ga sampe parah HAHAHAHA.

      rencananya emang mau pendek2 aja:( tapi diusahain kok, lagian ini masi perkenalan kok.

      makasih udah luangin waktu untuk baca💛💙💜💚❤️

  4. waaaa…. baca ni ff buat aku gk berhenti senyum senyum sendiri.. hehehe
    updatenya juga cepet, seneng deh.. hahahaha
    ngomong ngomong chanyeol ambigu banget ya ngikutin adiknya ke kamar ama telanjang dada? ngapain??? hahaha
    pokoknya aku tunggu next chapternya ya.. semoga updatenya cepet lagi.. hehe semangat ya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s