[EXOFFI FREELANCE] All Is Patient (Chapter 10)

Poster All Is Patient

Title:

All Is Patient

 

Author:

Candyness

 

Lenght:

Chaptered

 

Genre:

Romance

 

Rating:

PG16

 

Main Cast:

Park Chanyeol (EXO)

Oh Sehun(EXO)

Son Wendy (RED VELVET)

Kang Seulgi (RED VELVET)

 

Other Cast:

EXO member

RED VELVET member

Seohyun (SNSD)

And many more

 

Disclaimer :
Fanfict ini murni karangan Author, dan fiktif belaka.Ff ini juga di publish di candynessblog.wordpress.com

Note:
Chapter 9 memang aku sengaja post di web pribadi aku. Bagi yang belum membaca chapter 9, bisa membaca di https://candynessblog.wordpress.com/2016/08/06/fanfiction-all-is-patient-chapter-9/

Tolong baca note aku di akhir chapter ya. Thank you.

Happy Reading!~

.

“Seulgi-ya, Kau harus kuat” Ayah Sehun menepuk pundak Seulgi. Seulgi tersenyum tipis. “Chanyeol sudah menceritakan semuanya. Kuharap Kau bisa memaklumi tindakan Sehun, kadang Ia keras kepala. Aku tahu Kau tidak tahu masalah tentang Ibu Sehun” Lanjut Ayah Sehun.

“Ne” Seulgi berkata masih menggenggam tangan Sehun.

“Eonni, selamat atas kehamilanmu” Saeron memeluk Seulgi dari samping. Seulgi tersenyum manis.

“Sehun..” Suara Chanyeol. Kemudian semua orang langsung menatap Sehun, tangan Sehun bergerak-gerak dan kelopak matanya mulai membuka, memberikan celah cahaya lampu masuk ke dalam matanya.

Seulgi langsung senang dan bersyukur dalam hati. Sedangkan Chanyeol bergegas mencari Dokter.

“Kau baik-baik saja Nak?” Tanya Ayah Sehun mendekat.

Sehun mengerjapkan matanya pelan beberapa kali.

“Sehun-ah, ada yang sakit?” Tanya Seulgi.

Kini Sehun menoleh ke kanan dan kiri, namun tatapannya langsung berhenti dan menoleh pada Seulgi saat Seulgi mengangkat dan menggenggam erat tangannya dengan pelan, Seulgi juga mengeluarkan tangis bahagia.

“Nugu?” Tanya Sehun dengan menatap sekelilingnya.

 

Chapter 10

Semua orang di sekeliling Sehun langsung terkejut. Saeron juga membulatkan matanya, sedangkan Wendy menutup mulutnya. Lalu bagaimana dengan Seulgi? Kini Seulgi menatap penuh Sehun tak percaya.

“Sehun, ini Aku Seulgi, Istrimu” Ucap Seulgi dengan suara bergetar masih menggenggam tangan Sehun, airmatanya juga masih jatuh satu persatu.

“Se.. Seulgi? Istri?” Tanya Sehun pelan dengan ekspresi penuh tanya.

“Apa Kau tak ingat?” Seulgi berkata lagi. “Ini Appamu dan Adikmu” Seulgi menunjuk Ayah Mertuanya dan Saeron dengan perasaan campur aduk dan tak menentu.

Sehun menatap semuanya lalu menggeleng.Seulgi langsung saja terduduk lemas di pinggiran ranjang rumah sakit. Ia menangis sejadi-jadinya. Sehun hanya bingung di tempatnya. Ia mencoba untuk duduk, namun Chanyeol datang dengan dokter. Dan dokter itu menyuruh Sehun untuk tetap berbaring.

………………………………..

“Karena stress dan cedera, pasien OhSehunmenderita amnesia, ini bisa bersifat sementara tetapi bisa juga dia tidak bisa memulihkan ingatannya. Jadi mengenai tingkat kesembuhan pasien, saya belum bisa menjelaskan”

Ucapan dokter terngiang-ngiang jelas di kepala Seulgi. Kini Ia sedang bersandar di tembok ruang inap Sehun, di dekat pintu.Dari dalam, ada Wendy keluar bersama Chanyeol.

“Seulgi, wae iraeyo?” Tanya Wendy melihat Seulgi menitikkan air mata.

Seulgi langsung berdiri tegak dan mengelap air matanya. Ia menyempatkan diri untuk tersenyum pada Wendy dan Chanyeol.

Wendy memeluk Seulgi. Ia seakan tahu apa yang terjadi pada gadis itu. Tak bisa dipungkiri, Wendy sudah lama bersahabat dengan Seulgi.

“Jangan terlalu sedih. Kita hanya harus berdoa, berusaha, dan bersabar. Aku yakin akan ada jalan keluarnya” Ucap Wendy.

Seulgi tersenyum tipis di pelukan Wendy. Chanyeol yang melihat itu juga tersenyum.

“Aku akan ikut berdoa” Ujar Wendy melepas Seulgi.Seulgi mengangguk-angguk.

“Kami pamit dulu ya. Besok Kami akan datang lagi ke sini. Tak apa kan kalau kutinggal?” Wendy berucap.

Seulgi mengiyakan.

“Jaga diri baik-baik” Chanyeol berkata lalu pergi dengan Wendy meninggalkan Seulgi.

Selepas Wendy dan Chanyeol pergi, Seulgi masuk ke ruang inap Sehun.

Di sana ada Ayah Sehun, Saeron sudah pulang karena besok harus pergi ke sekolah.

Abeonim” Ucap Seulgi.

“Oh, duduklah” Ucap Ayah Sehun yang sedang duduk di sebelah Sehun yang tertidur.

“Sebenarnya.. kemarin saya akan memberikan berita bagus” Ucap Seulgi dengan tatapan kosong ke arah Sehun.

Ayah Sehun mendengarkan Seulgi dengan seksama.

“Namun banyak insiden buruk terjadi dan berita itu belum sempat Saya katakan” Lanjut Seulgi. “Ayah, tolong bantu saya memulihkan ingatan Sehun” Seulgi memohon dan mulai berkaca-kaca. Entahlah berapa kali Ia harus menangis sengsara seperti ini.

Ayah Sehun menatap Seulgi “Mianhanda. Maaf telah membawamu dalam situasi ini” Ujar Beliau.

Seulgi menggeleng “Tidak. Saya pikir ini adalah rencana Tuhan yang akan menjadi pelajaran. Saya yakin akan ada hikmahnya”

“Kau gadis yang kuat” Kata Ayah Seulgi lagi.

Seulgi tersenyum tipis—lagi.

“Abeonim, saya ingin memberitahu Anda sesuatu”

“Bicaralah”

“Itu.. Saya hamil. Usianya hampir 1 bulan”

Seketika Ayah Sehun menegang. Ia seperti mendapatkan air saat dahaga di tengah gurun yang panas dan kering. Benar-benar bahagia.

“Kau serius?” Tanya Ayah Sehun.

“Ne” Seulgi mengangguk.

“Gamsahabnida…. gamsahabnida..” Ayah Sehun membungkukkan badannya pada Seulgi.

“Ayah.. jangan seperti ini” Ucap Seulgi tidak nyaman.

“Aku.. benar-benar bahagia. Terima kasih” Ucap Ayah Sehun.“Kau pulanglah, Kau tidak boleh sampai kelelahan” Ayah Sehun menyuruh “Aku yang akan menjaga Sehun” Lanjut beliau.

“Tidak apa-apa, Anda yang harus beristirahat karena baru saja pulang dari Busan. Lagipula anak ini pasti akan sangat senang berada di dekat Ayahnya” Seulgi mengelus perutnya.

Ayah Sehun menatap Seulgi sebentar lalu tersenyum. Kentara sekali bahwa Beliau memang lelah karena baru saja pulang dari Busan.

“Yakin tak apa?”

“Ne” Seulgi mengangguk mantap.

“Baiklah, nanti kalau Kau butuh bantuan, Aku akan membantu” Ujar Ayah Sehun lalu pergi keluar.

Seulgi mengangguk.

~

Siang harinya..

Kini jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Sehun mulai membuka matanya lagi setelah tidur.

Seulgi yang sedang menyiapkan makan di sebelahnya tersenyum manis kala melihat Sehun. Sehun hanya memandangi wajah cantik di sebelahnya ini dengan wajah datar sekaligus bingung.

“Kau pasti lapar kan?” Seulgi bertanya, Ia mulai mendekat untuk menyuapi Sehun.

“Tidak” Ketus Sehun. Seulgi berhenti. Ia merasa aneh saat itu juga. Sehun yang biasanya perhatian padanya kini menjadi ketus.

‘Kau harus bersabar Seulgi’ Seulgi menyemangati dirinya dalam hati. Ia kembali menyuapkan bubur pada Sehun.

Nan Shireoyo!” Lagi-lagi Sehun menolak dan tangannya bersedekap. Ia masih bingung dengan keadaan sekitarnya. Rasanya semuanya baru. bahkan orang-orangnya.Lagi-lagi Seulgi tersenyum tipis mencoba kuat.

“Kenapa tak mau? Ini enak hun” Seulgi mencoba mencium aroma bubur yang dipegangnya. Namun malang, Seulgi palah mual-mual. Ini karena kandungannya pasti.

Sehun memicingkan matanya. “Kau bilang itu enak?”

Seulgi menyempatkan dirinya untuk mengangguk lalu pergi ke toilet.

Sehun seakan merasakan sesuatu, seperti Ia pernah melihat Seulgi mual-mual. Kepalanya berdenyut-denyut.

Seulgi keluar dari toilet. Ia melihat Sehun memegangi kepalanya.

“Sehun, kau kenapa?” Seulgi terlihat panik.

Sehun tetap memegangi kepalanya yang terasa sakit itu. Ia juga melihat ada sekelebat bayangan kejadian di otaknya, namun Ia tak mengetahui bayangan apa itu.

Seulgi berlanjut memanggil Dokter.

~

09.19 KST

Chanyeol berangkat ke perusahaan dan Wendy menuju ke butik milik Yoora. Wendy meminta suaminya itu untuk singgah sebentar di butik Yoora karena Yoora membuka cabang butik baru, namun tidak begitu mewah seperti butik induk cabang, sayangnya Chanyeol harus mengurusi berbagai hal di perusahaan, jadi tidak bisa.

“Wendy-ya, bagaimana keadaan Sehun?” Tanya Yoora saat Mereka sedang jam santai.

“Ah itu.. Aku kasihan pada istri Sehun” Jawab Wendy dengan sedih.

“Kenapa?” Tanya Yoora lagi.

“Sehun amnesia. Entah sesaat ataupun selamanya. Ia tak bisa mengingat apapun, bahkan keluarganya sendiri sekalipun” Wendy kembali mengingat kesedihan Seulgi sekarang.

“Jinjja?” Yoora terlihat sangat kaget. “Oh, mianhae, tak seharusnya Aku bereaksi seperti itu” Ujarnya lagi.

“Selamat pagi” Sebuah suara masuk ke telinga Wendy dan Yoora.

Yoora dan Wendy menoleh ke sumber suara. Di sana ada Sulli yang tersenyum sinis pada Wendy.

“Ah Sulli, silahkan masuk” Ujar Yoora.

“Lama tak bertemu Son Wendy-ssi” Sulli berkata sambil duduk di sebelah Yoora.

Wendy hanya menganggukkan kepalanya. Yoora menyadari kalau Sulli itu sinis pada Wendy.

“Ada apa Kau kesini?” Tanya Yoora pada Sulli.

“Aah, Aku hanya sedang mampir saja. Apa tak boleh?”

“Tidak. Tentu saja boleh” Wendy yang berkata.

“Ah sepertinya Aku harus kembali menemui client. Aku pergi ya?” Yoora membelah suasana. Ia memang harus menemui client nya sekarang.

“Ah ya, Wendy, apa Kau tak ingat lingkungan ini?” Tanya Sulli.

“Lingkungan apa?”

“Butik ini dekat dengan daerah waktu Kau hampir tertabrak. Maaf Aku dulu menyuruhmu kesana” Sulli pura-pura bersimpati.

Wendy mencerna perkataan Sulli. Mau tak mau, Ia harus memutar memori saat Ia hampir saja tertabrak dan ada Jongdae yang menolongnya. Ngomong-ngomong soal Jongdae, Wendy sudah lama tak melihat lelaki itu.

“Sepertinya Aku pernah melihat Ibu Chanyeol di dekat sini” Sulli berkata lagi. Dan lagi-lagi Wendy harus mengingat pada waktu Ia melihat orang yang mirip dengan Ibunya. Namun bukan. Waktu itu Ia memang merasa wajah wanita itu tidak asing sama sekali. dan tadi Sulli bilang apa? Ibu Chanyeol?

“Lalu?” Wendy muak dengan Sulli. Sulli selalu saja melakukan hal-hal yang membuatnya muak.

“Mungkin saja itu Ibu Chanyeol. Carilah, Kau pasti ingin mempertemukan Ibu Chanyeol dengan anaknya kan?”

Wendy menatap Sulli yang sedang melihatnya remeh.

“Itu bukan urusanmu” Wendy beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Sulli.

“Wuah, apa Aku ditinggalkan?” Sulli berkata pada dirinya sendiri dengan tatapan remeh ke arah Wendy.

……………………………………..

Irene dan Bogum datang ke rumah sakit untuk menjenguk Sehun.

13.07 KST

“Anyeonghaseyo” Sapa Irene dan Bogum pada Seulgi.

“Oh Eonni” Seulgi tersenyum pada Irene, Ia menatap Bogum lalu Irene bergantian.

“Ah ya, Saya yakin Anda masih mengenal wajah saya” Ujar Bogum. Seulgi mengiyakan. Ia memang tahu kalau orang di depannya adalah detektif, namun apa hubungannya si detektif ini dengan Irene?

“Ne. Saya ingat Anda” Ucap Seulgi.

Irene tersenyum. “Dia adalah namjachinguku”

Ah, jadi Park Bogum ini adalah namjachingu Irene.

“Bagaimana keadaan Sehun?” Tanya Irene.

“Kakinya sudah membaik. Mungkin segera diperbolehkan pulang, namun ingatannya..” Seulgi menggeleng dan menghela nafas sambil menatap Sehun yang tertidur lagi, Dokter memberi obat yang membuat Sehun mengantuk.

“Tak apa, semuanya butuh proses Seulgi, Aku yakin Ia akan ingat semuanya nanti” Jawab Irene.

Seulgi mengangguk. “Terima kasih”. Irene tersenyum.

“Ah ya, detektif, apakah Ayahku benar-benar pelakunya?” Tanya Seulgi pada Bogum. Ia benar-benar penasaran tentang Ayahnya yang ditangkap karena kasus kecelakaan Ibu Sehun. Selama ini Ia memang melihat raut muka ayahnya pada Sehun memang aneh. Namun Ayahnya masih termasuk kategori ‘baik’ pada menantunya itu. Seulgi sebenarnya ingin menjenguk ayahnya di kantor polisi, namun Ia merasa enggan, entah kenapa.

“Kami masih melakukan penyelidikan lagi. Aku harap Anda akan bersabar” Ujar Bogum.

“Ne. Saya mohon selidiki semuanya. Kalau memang Ayah bersalah, Saya tidak akan protes jika Ayah akan dihukum” Seulgi berkata.

“Ne” Bogum menjawab mantap.

Selanjutnya, Mereka bertiga sama-sama diam.

“Ah ya, Seulgi, maaf ya Aku tidak bisa lama-lama” Irene akhirnya berbicara setelah hening beberapa saat.

“Oh, gwencana eonni. Gomawo” Seulgi berterima kasih pada Irene dan Bogum yang sudah mau datang untuk menjenguk Sehun.

Irene dan Bogum pun keluar dari ruangan Sehun.

Seulgi merasa lapar sekali, namun Ia harus menunggu Sehun, karena hanya ada Dia dan Sehun sekarang di ruangan ini.

Seulgi memilih untuk tidur dengan posisi duduk dengan kepala di sisi ranjang Sehun. Ia merasa lelah seharian ini.

…………………………………

Wendy menunggu Chanyeol untuk menjemputnya.

“Apa Aku lama sekali?” Chanyeol tiba-tiba bersuara di belakang Wendy, membuat istrinya itu menoleh dan tersenyum.

“Tidak”

“Bagaimana kalau kita menjenguk Sehun sekarang?” Tanya Chanyeol.

“Baiklah” Jawab Wendy.

Chanyeol dan Wendy pun masuk ke mobil.

“Oppa, Aku bertemu Sulli tadi” Ucap Wendy.

“Nugu? kepala Choi? Tumben Kau memanggilnya Sulli” Chanyeol berkata sambil menyetir.

“Aku sekarang sadar kalau Ia tidak begitu baik” Ucap Wendy.

“Omo, ada apa dengan Wendyku?” Chanyeol berkata menghadap ke Wendy sebentar lalu kembali menatap ke depan. Ia terkekeh pelan.

Wendy menghembuskan nafas kasar. Ia kembali teringat dengan perkataan Sulli mengenai Ibu Chanyeol. Apakah benar wanita paruh baya yang Ia temui beberapa bulan lalu itu benar Ibu Chanyeol? Serasanya, wajah wanita itu begitu familiar, namun Ia belum bisa menyimpulkan siapa wanita itu.

“Oppa, boleh Aku bertanya sesuatu?” Wendy bertanya lirih pada Chanyeol dan mendapati anggukan dari pria itu.

“Mm, itu.. mengenai.. Ah tidak jadi, Kita sudah sampai” Wendy mengalihkan topik saat mobil Chanyeol mulai memasuki parkiran rumah sakit.

Chanyeol menghantikan mobilnya lalu menatap Wendy “Apa yang ingin Kau tanyakan?” Chanyeol menautkan alisnya.

“Tidak jadi” Wendy berujar.

“Ayolah, jangan buat Aku penasaran” Timpal Chanyeol.

“Tidak. Aku lupa mau bertanya apa, hehe” Wendy berpura-pura, sebenarnya Ia ingin bertanya seputar Ibu Chanyeol. Selama ini Ia sering melihat Chanyeol bermimpi buruk dengan menggumamkan kata “Eomma” hal itu membuat Wendy penasaran besar.

………………………………………

18.00 KST

Sehun membuka matanya. Ia kembali harus melihat ruangan bertembok putih ini. Ia juga harus menghirup aroma obat-obatan. Matanya menjelajahi isi ruangan ini. Dan disini ada yang berbeda. Biasanya langsung ada senyum manis yang menyapa Sehun setiap kali dirinya bangun, dan itu membuat Sehun berdebar. Entah apa artinya, tiap kali melihat senyum dan wajah perempuan yang mengaku sebagai istrinya, perempuan yang bernama Kang Seulgi itu, Sehun merasa jantungnya berdetak sangat cepat.

Yang berbeda adalah sekarang perempuan itu tidak tersenyum padanya. Namun anehnya Sehun tambah berdebar saat melihatnya, Seulgi tertidur pulas dengan posisi duduk dan wajahnya benar-benar imut seperti bayi beruang di sisi ranjangnya.

Sehun mengamati setiap detail wajah Seulgi. Benar-benar ciptaan Tuhan yang indah. Sehun terus saja mengamati wajah Seulgi, bahkan kini tangannya mulai beranjak untuk mengusap kepala gadis itu. Tapi sayang, pergerakan Sehun berhenti saat mendengar suara orang masuk.

Wendy dan Chanyeol sama-sama menatap Sehun yang tangannya sedang mengusap rambut Seulgi. Mereka bertanya-tanya. Apakah Sehun sudah mengingat siapa Seulgi?

Sehun kemudian duduk tegap saat melihat reaksi Chanyeol dan Wendy.Chanyeol dan istrinya saling tatap, tapi kemudian langsung menuju ke arah Sehun.

“Kau sudah merasa baikan?” Tanya Chanyeol.

Seulgi yang mendengar suara berat Chanyeol terbangun dari tidurnya lalu mengucek matanya. Sehun menoleh pada Seulgi. ‘bahkan Ia tetap sangat cantik saat bangun tidur’ batin Sehun.

Wendy memukul lengan Chanyeol karena lelaki itu telah membangunkan tidur Seulgi.

“Wae?” Tanya Chanyeol.

“Ah, Direktur, Wendy” Seulgi berkata dengan suara parau.

“Kau membangunkannya” Ucap Wendy pada Chanyeol.

“Seulgi, kenapa Kau tidur di situ?” Chanyeol bertanya.

“Aah, Aku terlalu lelah tadi” Jawab Seulgi. Chanyeol dan Wendy manggut-manggut.

“Sehun, Kau sudah merasa baikan? Bagaimana kakimu?” Tanya Chanyeol pada Sehun.

Sehun masih menatap Chanyeol. Suara Chanyeol juga terdengar familiar dalam dirinya, namun sayangnya Ia tak tahu siapa Chanyeol itu. Ia betul-betul tak ingat apapun. Salahkan saja kecerobohannya yang membuatnya kecelakaan dan amnesia serta harus terbaring di rumah sakit seperti ini.

Chanyeol yang mengetahui ekspresi Sehun menjadi paham kalau ternyata ingatan sepupunya itu belum pulih.Tapi, kenapa tadi Sehun mengusap kepala Seulgi? Chanyeol bertanya-tanya dalam hati.

“Ah ya, kakinya sudah sembuh” Seulgi yang menjawab.

Lagi-lagi, Chanyeol dan Wendy hanya mengangguk.

“Seulgi-ya, Kau dirumah sakit ini seharian?” Tanya Wendy.

“Hmm” Jawab Seulgi sekenanya.

“Kau belum mandi?” Tanya Wendy lagi.

Seulgi menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Ia menggeleng kemudian menunjukkan cengirannya.

Sehun mendengar itu, Ia dengar kalau Seulgi sudah menjaganya seharian ini.

“Kau pulanglah” Ucap Sehun pada Seulgi.

Seulgi langsung menoleh pada Sehun. “Tidak, Aku harus menjagamu” Seulgi tersenyum tulus.

“Aku baik-baik saja” Sehun berkata lagi.

“Tapi tetap saja Kau belum pulih. Kau harus me—”

“Kau pikir Aku butuh terus-terusan dijaga? Berhentilah, Aku bukan anak kecil. Kau tahu, Aku merasa terganggu jika Kau terus-terusan seperti ini” Seru Sehun yang cukup membuat Seulgi tertegun menatap iris mata Sehun. ia merasa sesak di dada. Sehun di depannya ini benar-benar berbeda dengan Sehun yang ada biasanya.

“Kau tak mendengar? Kau bisa pulang” Sehun berucap lagi. Kini bukan hanya Seulgi yang tertegun, tetapi Chanyeol dan Wendy juga menunjukkan reaksi yang sama.

Seulgi menatap mata tajam Sehun agak lama lalu berkata “Arasseo, aku akan pulang sekarang juga”

Chanyeol dan istrinya bingung harus melakukan apa saat Seulgi keluar dari ruang inap Sehun dengan mata merah menahan tangis.

“Oh Sehun.. Ke—” Wendy hampir saja memarahi Sehun jika Chanyeol tidak memegangi tangan gadis itu.

Wendy menatap Chanyeol lalu menghela nafas. Ia harus mengejar Seulgi sekarang. sedangkan Chanyeol menatap Sehun.

……………………………..

Seulgi benar-benar merasa sakit hati dengan beberapa kata Sehun tadi. Sehun mengusirnya begitu saja. Ia berjalan cepat di koridor rumah sakit dengan pikiran melayang kemana-mana, benar-benar tidak fokus di jalan sekarang.

Bruk.

Seulgi menabrak seseorang.

“Jeosonghabnida” Seulgi membungkuk pada orang di depannya untuk meminta maaf dengan suara parau.

“Nona Kang, ada apa dengan Anda?” Kata seseorang yang ditabrak Seulgi.

Seulgi mendongak.

“Oh, Direktur Kim Jongin” Seulgi sedikit mengeluarkan senyumnya.

Kim jongin adalah Dirketur sebuah perusahaan elektronik di Seoul. Ia adalah teman dari Park Chanyeol. Perusahaan Jongin juga bekerja sama dengan perusahaan keluarga Park. Seulgi mengenal Jongin karena Mereka sering bertemu saat Jongin pergi ke Kantor Chanyeol. Dan Jongin hafal dengan Seulgi karena Seulgi sering di suruh untuk pulang-pergi ke perusahaan Jongin guna alasan pekerjaan.

“Anda baik-baik saja?” Tanya Jongin.

“Ne” Seulgi menjawab singkat.

“Anda tidak terlihat baik-baik saja” Kata Jongin.

Seulgi menatap Jongin kosong. Ia ingin menangis sekarang juga. Dan benar saja, Ia menangis di depan Jongin, mengundang perhatian beberapa orang yang lewat di sekitar Mereka.

Jongin melebarkan matanya, Ia bingung harus bereaksi seperti apa. Ia tak tahu apa yang dialami Seulgi.

~

Wendy mencari Seulgi yang beberapa menit lalu keluar dari ruang inap Sehun. saat menemukan Seulgi, Ia melihat Seulgi sedang menangis di depan Seorang pria.

Ah, Wendy ingat pria itu. Pria itu adalah Direktur Kim Jongin.

Saat Wendy akan menghampiri Mereka, Seulgi dan Jongin palah berjalan bersama dan keluar dari rumah sakit.

~

Seulgi diajak Jongin untuk makan malam, memang terkesan kurang ajar mengajak istri orang untuk makan malam bersama tanpa alasan, namun Jongin benar-benar tidak tega melihat Seulgi yang terlihat pucat dan sepertinya perempuan itu belum makan sejak siang tadi. Dan herannya, Seulgi palah meminta Jongin untuk makan di kedai ddukbokki pinggir jalan.

Seulgi hanya ingin mengenang kenangan manisnya bersama Sehun di kedai ddukbokki ini, saat Sehun memeluknya dan bersedih hati karena Ayahnya berencana menikah lagi. lalu berlanjut dengan lamaran Sehun yang tiba-tiba. Seulgi menjadi memutar kenangan lama itu, bak kaset yang berputar lancar, seakan kejadian itu ada di depannya sekarang.

Seulgi menghembuskan nafas panjang. Ia benar-benar ingin Sehun cepat pulih. Ia ingin mendengar suara aneh Sehun saat menyanyi, ingin menonton video song triplets bersama, ingin memeluk erat Sehun, dan ingin Sehun menyayanginya setulus hati seperti dulu. Ia benar-benar ingin.

“Kenapa tidak di makan?” Tanya Jongin pada Seulgi yang masih melamun.

“Ah, Saya sedang tidak ingin makan pedas sekarang” Seulgi berkata.

Jongin bertanya dalam hati, kenapa perempuan itu mengajaknya kesini jika tidak mau makan yang pedas-pedas?

“Sebenarnya, Saya sedang mengandung” Ujar Seulgi.

Jongin menghentikan pergerakannya yang sedang menyumpitkan ddukbokki ke dalam mulutnya.

“Benarkah? Selamat” Jongin memberi ucapan.

Seulgi tersenyum tipis. “Terima kasih”

Kini Jongin dan Seulgi sama-sama diam. Jongin tahu kalau Seulgi adalah istri Sehun. bahkan Ia datang di pernikahan Mereka. Jongin juga tahu kalau Sehun sedang di rumah sakit sekarang. Rencananya tadi Ia akan menjenguk Sehun, karena Ia dan Sehun serta Chanyeol sudah menjadi rekan bisnis. Namun rencananya gagal karena Seulgi menangis di depannya.

“Direktur Kim, terima kasih untuk makanannya. Saya akan pulang” Seulgi berdiri lalu membungkuk, kemudian berjalan mencari taxi.

“Saya akan mengantar Anda” Ucap Jongin pada Seulgi.

“Tidak usah, nanti akan ada salah paham” Seulgi tersenyum tipis lalu kembali berjalan.

Tanpa Jongin dan Seulgi ketahui, disana ada Seohyun yang menatap heran Mereka.

“Ini benar-benar hot issue” Ujanya.

……………………………

Beberapa hari selanjutnya, Sehun sedang duduk di ranjang rumah sakit. Ia menatap Seulgi yang sedang menata pakaiannya. Hari ini Dia sudah di perbolehkan pulang. Ayahnya sedang mengurus administrasi sekarang. Setiap malam Ayah Sehun menjaga anaknya ini, sedangkan Seulgi menjaganya sewaktu pagi sampai sore menjelang malam, Ia tak mau Ayah mertuanya meninggalkan pekerjaan yang sayang untuk di lewatkan, toko kue ayah Sehun selalu ramai setiap harinya. Dan sekarang Ayah Sehun sedang mengurus administrasi. Pada awalnya, Sehun selalu menolak untuk di jaga Seulgi, karena di lubuk hatinya, Ia merasakan 2 emosi yang justru bertolak belakang, bahagia dan sedih saat melihat wajah Seulgi, itu membuatnya bingung sekaligus pusing. Namun lama-kelamaan Ia hanya berdiam diri saat istrinya itu menjaganya.

Sehun masih belum percaya kalau perempuan di depannya ini adalah istrinya. Seulgi yang merasa diperhatikan mendongakkan kepalanya. Dan Ia melihat Sehun sedang menatapnya. Seulgi tersenyum pada Sehun.

Dada Sehun terasa berdesir saat melihat senyum itu. Senyum yang sangat cantik dan manis, namun Sehun masih belum bisa berbuat apa-apa jika belum bisa mengingat semuanya.

“Cha! Ayo kita pulang” Seulgi berkata, Ia berlanjut untuk memegangi lengan Sehun. kali ini Sehun tidak menolaknya. Ini pertama kalinya Ia melakukan hal ini setelah kecelakaan.

Mereka berdua keluar dari rumah sakit bersama Ayah Sehun. Sekarang Ayah Sehun yang menyetir untuk mengantar Sehun dan Seulgi menuju ke Apartemen Mereka.

Sesampainya di apartemen, Ayah Sehun langsung pamit karena beliau harus membuat kue pesanan orang.

Sehun dan Seulgi masuk ke apartemen. Wangi apartemen ini membuat Sehun terpejam untuk menikmati harumnya. Ia menyukai wangi itu. Seulgi yang melihatnya tersenyum lebar.

“Kau menyukainya?” Tanya Seulgi.

Sehun mengangguk kecil.

Seulgi merasa senang. Ia bersyukur Sehun sudah tidak ketus padanya.

Drrt.. Drrt..

Ponsel Seulgi berdering. Dari detektif Park Bogum, Ia mengangkatnya.

“Yeoboseyo” Sapa Seulgi.

“Permisi, Nona Kang, apa Anda tidak ingin menjenguk Ayah Anda? Beliau masih tetap diam tanpa memberi keterangan. Beliau ingin berbicara pada Anda” Jawab Bogum di telepon. Seulgi terdiam sesaat bersamaan dengan ekor matanya yang melirik gerakan Sehun yang sedang menuju ke sofa depan televisi.

“Sebenarnya.. Saya ingin bertemu Ayah, namun entah kenapa Saya enggan melakukannya. Yang jelas.. Saya belum percaya pada Ayah”

“Beliau ingin membicarakan sesuatu pada Anda” Ucap Bogum lagi.

“Baiklah, Saya akan mencoba mencari waktu untuk bertemu” Seulgi menjawab lemah lalu mematikan sambungan telepon.

Seulgi menghembuskan nafas lalu tersenyum dan menghampiri Sehun. dan tak terduga, Sehun sedang tertawa menonton kartun Larva. Seulgi terdiam di tempatnya. Sehun begitu tertawa lepas, apakah pria itu tidak mengingat apapun saat menonton kartun favoritnya itu?

Benarkah perkataan dokter kalau Sehun memiliki kemungkinan untuk tidak akan bisa memulihkan ingatannya? Seulgi tersenyum pahit.

Orang yang sedari tadi diperhatikan Seulgi menoleh padanya.
“Kau ingin menonton juga? Kartunnya sangat lucu” sebuah anugerah kalau sekarang Sehun sudah tidak ketus ataupun datar lagi pada Seulgi. Ia senang akan hal itu.

Seulgi menggeleng. “Terima kasih, Aku akan membuat makanan saja” Ia pergi menuju ke dapur.

Seulgi menghirup udara dalam-dalam.

“Kau harus optimis! Sehun pasti akan mengingat semuanya” Seulgi menyemangati dirinya sendiri dengan suara khas orang yang menahan tangis.Sedangkan Sehun masih asyik menonton kartun di televisi.

……………………………..

Seperti biasa, Wendy bekerja di butik Yoora. Kali ini Ia sedang mencari coffee untuknya dan Yoora. ia mencari coffee shop yang tidak begitu ramai.

“Oh, syukurlah. Semoga Dia cepat mengingat semuanya. Dan juga, Kau tidak boleh bersedih” Ujar Wendy yang berbicara di telepon dengan Seulgi.

“Gomawo”Seulgi berucap di telepon.

“Ah ya, sudah ya. Kututup”

“Arasseo”

“Anyeong~” Wendy menutup telepon dari Seulgi. Saat akan masuk ke coffee shop, Ia menatap jalanan di sekelilingnya, rasanya jalanan ini tidak asing. Lagi-lagi, Wendy mengingat perkataan Sulli kemarin tentang Ibu Chanyeol.

Dan entah ini takdir atau apa, Wendy kembali melihat wanita paruh baya seperti saat Ia hampir saja tertabrak mobil dan akhirnya Jongdae yang menolong, Ia mengejar wanita itu. Kali ini Ia tidak langsung menyapa wanita tersebut, Ia terus mengikuti langkah kakinya. Dan setelah sekian lama Ia mengikuti sang wanita, Wendy memasuki sebuah rumah yang masih sangat tradisional. Ia mengeluarkan ponselnya dan melihat foto dari layar benda canggih itu, dan betapa terkejutnya Ia, matanya membulat. Ekspresinya berubah seketika.

 

~TBC~

Oke-oke, ini ceritanya tambah ngelantur.. hehe.. Udah pada baca note di chapter 9 kan? Siapa yang udah add? 😀

RCL^^

20 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] All Is Patient (Chapter 10)”

  1. bukannya pacarnya irene itu suho ? Knp jd bogum?
    aku mencium bau cinta segitiga haha

    endingnya bikin penasaran deh sama chapter selanjutnya..

  2. Namanya orang cinta mau amnesia tetep aja berasa cintanya sama orang yg dicintai *apasiwkwk
    Wah wah ada jongin sekarang😍
    Seohyun jgn jadi mba mba kang gosip kek elah:((
    Ibu ibu yg diikutin Wendy pasti beneran ibunya Chanyeol deh yakin!!
    Btw itu Suho diganti Park Bogum kah? Cie ada Irene Bogum❤

  3. Maaf thor baru baca chap 9 sama 10.. gak tau kalo’ komenku di chap 8 dibales… dan baru tau kalo’ chap 9 ada di blog authornya..hehehe 🙂 pantesan nunggu chap 9 kok lama… eh ternyata /#/@$

    /kok curhat sih/ :3 maafkan!!
    Ditunggu next chapternyaa… jangan kelamaan ya thor, updatenyaa… wkwkwk 🙂 fighting!!

  4. Huah kok bisa sehun amnesia., kasian seulgi dia lagi hamil loh.,
    Duh kak aku nyesek banget bca chap ini waktu sehun sama seulgi..
    Pdahalkan Chanyeol disini udah Sweet banget..

    Next kak dtunggu klanjutanya^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s