[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 21)

DREAM - CHAPTER 19

DREAM  –  CHAPTER 21

[SECOND WOMAN]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : NC+18
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTING) -> CHAPTER 11 (DINNER) -> CHAPTER 12 (BAEKHYUN STORY)  -> CHAPTER 13 (JEJU DO – JEJU ISLAND) -> CHAPTER 14 (GEHEIMNIS – RAHASIA) -> CHAPTER 15 (SUNRISE) -> CHAPTER 16 (BEAUTIFUL LIAR) -> CHAPTER 17 (JEALOUS) -> CHAPTER 18 (KIM YERI) -> CHAPTER 19 (JOURNEY) -> CHAPTER 20 (MISSING YOU)

 

“Ada urusan apa kau datang ke sini?” tanya Baekhyun dingin sambil memakai kembali jasnya yang tersampir di kursi kerjanya.

“Apakah aku tidak boleh datang berkunjung untuk menemui calon suamiku?” tanya Sejeong dengan nada manjanya, mengabaikan perkataan dingin Baekhyun padanya.

“Dalam mimpimu.” Ujar Baekhyun kesal sambil memutarkan matanya jengah. Sejeong hanya tersenyum manis ke arah Baekhyun berharap dia bisa menaklukan pria yang ada di depannya itu.

“Bagaimana rasanya bercinta di dalam ruang kerjamu sendiri? Ah, aku begitu iri dengan wanita itu.” sindir Sejeong masih dengan senyuman manisnya. Dia bukan wanita bodoh yang tidak mengerti situasi saat ini. Hanya dengan sekilas melihat penampilan Baekhyun saja, dia sudah tahu apa yang telah atau baru saja pria itu lakukan di ruang kerjanya itu.

“Itu bukan urusanmu.”

“Baiklah, saat ini itu memang bukan urusanku, dan aku tidak akan mencampuri urusanmu. Kau boleh bersenang-senang dengan wanitamu sampai kau puas sebelum pernikahan kita, karena setelah kita menikah, aku tidak akan membiarkanmu tidur dengan wanita mana pun selain aku.”

“Kau terlalu percaya diri, nona. Wanita yang baru kau temui itu adalah calon istriku, dan hanya dia yang akan tidur denganku sampai kapapun. Jadi, lebih baik kau kubur mimpimu itu dalam-dalam sekarang juga sebelum nanti kau menyesalinya.” Jelas Baekhyun dingin tapi tidak berpengaruh sama sekali pada Sejeong.

“Kau akan menikahi wanita yang sudah bertunangan? Jangan konyol, Myungsoo tidak akan melepaskannya begitu saja.”

“Aku tidak peduli. Akan aku pastikan pertunangan mereka batal secepatnya. Jika kau tidak ada urusan lain lagi, sebaiknya kau pergi sekarang karena aku ada meeting penting sebentar lagi.”

“Baiklah, kita lihat saja nanti.” Ucap Sejeong berdiri sambil merapikan pakaiannya. Kemudian dia berjalan ke arah meja kerja Baekhyun, berhenti tepat di depan meja tersebut, lalu mencondongkan badannya untuk menatap Baekhyun lebih dekat lagi. Tatapan tajam Baekhyun tidak berpengaruh pada dirinya saat manik mata mereka bertemu.

Tanpa Baekhyun duga, Sejeong pun mengecup singkat bibir Baekhyun yang ada di depannya hingga membuat Baekhyun membulatkan mata seketika ke arah wanita itu. Melihat ekspresi Baekhyun yang terkejut, Sejeong pun tersenyum penuh kemenangan ke arahnya. “Aku tidak suka bibir calon suamiku disentuh oleh wanita lain.” Ucapnya pura-pura sedih dan kesal sambil memandang bibir Baekhyun yang masih sedikit terbuka hingga membuatnya ingin kembali mengecup bibir itu. Bahkan Sejeong harus menahan dirinya untuk tidak melumat bibir yang begitu dirindukannya itu.

Sebelum Baekhyun sadar akan perbuatannya, Sejeong pun menegakkan kembali tubuhnya. “Aku pergi, sampai jumpa lain waktu, calon suamiku.” Ucap Sejeong sambil memberikan kecupan jauh dari bibir sensualnya yang bisa menggoda pria manapun kecuali Baekhyun. Baekhyun hanya bisa menatap punggung Sejeong yang berjalan meninggalkan ruangannya dengan perasaan kesal luar biasa.

“Sial!” ucap Baekhyun kesal sambil menggebrak meja kerjanya saat Sejeong sudah menghilang dari ruangannya. Lalu Baekhyun pun merebahkan tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya sambil menutup mata. Wanita keras kepala! Aku harus memikirkan cara agar dia menyerah. Pikir Baekhyun sambil mencoba menenangkan emosinya yang memuncak gara-gara kedatangan Sejeong yang begitu tiba-tiba di kantornya. Kemudian Baekhyun ingat kembali akan percakapannya dengan kedua orangtuanya beberapa minggu yang lalu saat dia pulang ke Inggris.

“Ini akan lebih rumit dari apa yang aku pikirkan selama ini.” Ujarnya kesal, lebih kepada dirinya sendiri.

 

~ Flashback ~

 

“Kau sudah sampai?” tanya seorang pria paruh baya yang tak lain adalah ayahnya pada Baekhyun saat dia sudah sampai di mansion keluarga Byun yang terletak di pinggiran kota London.

“Hm.” Jawab Baekhyun sambil menganggukkan kepalanya ke arah ayahnya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil menyesap secangkir teh panas. Keluarga Baekhyun memiliki tradisi acara minum teh di sore hari jika sedang tidak ada pekerjaan di kantor, dan hal itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh ayahnya itu.

“Oh, Baekhyun-na…kau sudah sampai?” tanya seorang wanita paruh baya yang merupakan ibu Baekhyun begitu antusias ketika melihat putera semata wayangnya akhirnya pulang ke rumah setelah sekian lama. “Eomma begitu merindukanmu.” rengeknya sambil memeluk erat Baekhyun seperti sebuah boneka. Kemudian melepaskan pelukannya, lalu menciumi seluruh wajah Baekhyun begitu gemasnya seperti mencium anak kecil yang sangat lucu.

Eom-ma, hen-tikan…” protes Baekhyun yang tidak ditanggapi apapun oleh sang ibu karena masih sibuk memberikannya ciuman. Dengan sedikit terpaksa Baekhyun menjauhkan tubuh ibunya agar tidak menciuminya terus, dan itu berhasil walaupun pada akhirnya dia mendapatkan tatapan tajam dari sang ibu.

“Aku bukan anak kecil lagi, eomma. Jadi kumohon hentikan tindakan seperti itu lagi, eoh?” mohon Baekhyun sedikit menyesal karena telah membuat ibunya kesal.

“Kau tidak suka ibu memperlakukanmu seperti itu?” tanya ibu Baekhyun kesal sambil bersidekap dada dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Baekhyun.

“Tapi bagi ibu kau masih Baekhyun yang berumur tiga tahun dan itu tidak akan berubah sampai kapanpun.” Ucap ibu Baekhyun manja yang berhasil membuat Baekhyun memutarkan matanya setengah jengkel akan sikap ibunya yang tidak pernah berubah. Masih saja seperti wanita umur dua puluhan awal yang baru memiliki bayi, padahal umurnya sudah hampir setengah abad. Inilah salah satu alasan Baekhyun jarang pulang ke rumah, karena ibunya selalu menganggapnya masih kecil.  Sedangkan ayahnya tidak berbuat apa-apa akan hal itu dan hanya menikmati pemandangan langka antara ibu dan anak itu dengan senyuman bahagia yang tercetak jelas di wajahnya.

“Oh, eomma. Please…” desah Baekhyun frustasi dengan sikap ibunya sendiri.

“Baiklah, baiklah. Ibu akan menghentikannya.” Ucap ibu Baekhyun yang langsung membuat mata Baekhyun menatapnya penuh harap. “Tapi kau harus memberiku seorang cucu, baru aku akan menganggapmu sudah dewasa.” Lanjutnya sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah Baekhyun yang sedang membulatkan matanya karena keinginan sang ibu. Bisa-bisanya ayah jatuh cinta dengan wanita seperti ibu. Pikir Baekhyun saat mengamati ibunya sendiri.

Baekhyun pun menghembuskan napasnya dalam untuk meredakan kekesalannya terhadap ibunya sendiri sebelum berujar menanggapi keinginan sang ibu. “Baiklah, akan aku turuti keinginan ibu, tapi ibu harus janji akan berhenti memperlakukanku seperti itu jika aku sudah memberikanmu seorang cucu. ” Ucapnya yang langsung membuat sang ibu pun tersenyum bahagia ke arahnya, kemudian memeluknya erat. Lagi.

“Ah….gomawoyo, Baekhyun-na. Eomma jadi tidak sabar menunggu hari itu tiba.” Ucapnya penuh kelegaan, lalu melepaskan pelukannya. “Mandilah, setelah itu kita makan malam bersama karena ada yang ingin eomma dan appa sampaikan padamu.” setelah mengatakan itu, ibu Baekhyun pun pergi ke arah ruang makan di mana beberapa pelayan sedang menyiapkan makan malam.

Selepas kepergian ibunya, Baekhyun pun kembali menatap ayahnya dengan tatapan herannya membuat alis sang ayah terangkat satu sambil menatap Baekhyun juga. “Kenapa ayah bisa mencintai wanita ajaib seperti ibu?” tanya Baekhyun yang langsung membuat ayahnya tertawa lepas seketika. Dapat dilihatnya ayahnya sedang menyeka sudut-sudut matanya yang sedikit berair karena tawanya sendiri sebelum menjawab pertanyaan Baekhyun tentang ibu kandungnya sendiri.

“Cinta itu membutakan segalanya, nak. Bagi appa, eomma mu itu adalah wanita paling sempurna yang diberikan Tuhan untuk appa, karena dia bisa menyempurnakan appamu ini.” Jawabnya dengan tatapan penuh cintanya. Mendengar hal itu membuat Baekhyun menghela napas dalam karena menyadari suatu makna yang coba ayahnya sampaikan padanya.

“Ya, eomma adalah wanita yang paling sempurna.” Ucap Baekhyun menyerah sambil berjalan melewati ayahnya untuk menuju kamarnya. Berdebat dengan orangtuanya tidak akan membuatnya menang. Sekuat apapun argumen yang dia berikan, perkataan orangtuanya selalu bersifat mutlak, dan Baekhyun tidak bisa membantahnya sama sekali.

Sesampainya Baekhyun di depan kamarnya, dia langsung membuka pintu kamar dan memasukinya. Baekhyun mengedarkan pandanganya ke segala penjuru ruangan, kemudian menghirup dalam-dalam aroma kamarnya yang beraroma seperti aroma tubuhnya walaupun sudah lama tidak ia tempati. Semuanya masih sama. Ujarnya dalam hati saat memperhatikan tata letak barang-barang yang ada di kamarnya.

Sebuah kamar mewah yang di desain oleh Baekhyun sendiri. Di dalamnya terdapat sebuah ranjang king size dengan desain seperti tempat tidur raja-raja di Eropa pada abad pertengahan. Terdapat pula sebuah sofa yang menghadap ke sebuah home theater home theater yang berukuran cukup besar. Selain itu, di kamar Baekhyun dilengkapi dengan sebuah kulkas berukuran cukup besar yang isinya tidak pernah kosong dan terletak di dekat home theaternya.

Baekhyun berjalan menuju tempat tidurnya yang selalu tertata rapi. Direbahkannya tubuhnya terletang sambil mengamati langit-langit kamarnya. Tidak berapa lama Baekhyun pun memejamkan matanya saat merasakan perasaan nyaman yang jarang dia temui. Setelah dirasa cukup beristirahat, Baekhyun pun berjalan ke arah kamar mandi mewahnya. Hampir seluruh kamar mandinya terbuat dari batu alam dengan kualitas terbaik.

Setelah selesai membersihkan dirinya, Baekhyun pun berjalan ke arah walk in closet nya yang berada di sebelah kamar mandinya. Walk in closet yang dimilikinya terbilang lengkap dan dipenuhi oleh barang-barang dari brand termana dunia. Mulai dari pakaian formal sampai pakaian santaipun tertata rapi di dalamnya. Tidak hanya pakaian, deretan sepatu pun berjajar rapi di dalam sebuah lemari kaca yang tingginya sekitar dua setengah meter dengan lebar hampir tiga meter. Di sana juga terdapat beberapa laci yang di dalamnya terdapat koleksi dasi, jam tangan, kaca mata, bahkan sapu tanganpun terdapat di dalamnya. Karena ini acara makan malam keluarga biasa, maka Baekhyun lebih memilih untuk memakai sebuah kaos polos berlengan panjang berwarna abu-abu kehitaman yang memperlihatkan lebar pundaknya. Kaos itu dia padukan dengan sebuah celana jeans hitam.

Rambut berantakannya yang masih meneteskan sisa-sisa air karena keramas dibiarkan begitu saja oleh Baekhyun. Hal itu menampilkan kesan nakal yang terlihat pada dirinya saat ini. Setelah semuanya selesai, Baekhyun pun berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang makan yang terletak di lantai satu mansionnya itu.

Begitu Baekhyun berada di ambang pintu, dapat dilihatnya sang ibu sedang menata makanan yang sudah memenuhi meja makan yang panjangnya hampir lima meter itu. Sambil tersenyum, Baekhyun pun berjalan mendekati sang ibu lalu memeluknya dari belakang setelah sebelumnya mengecup pipi sang ibu terlebih duhulu. Sebuah senyuman tercetak jelas di wajah ibunya saat mendapatkan perlakuan seperti ini dari Baekhyun. Baekhyun tetap bersikap manja pada ibunya, dengan mengabaikan tatapan heran dari beberapa pelayan yang melihatnya.

“Kenapa eomma masak makanan banyak sekali? Apa akan diadakan sebuah pesta?” tanya Baekhyun masih dengan memeluk ibunya.

“Ya, eomma sedang mengadakan sebuah pesta.” Ucapnya begitu senang.

Baekhyun mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban ibunya. Lalu memutar tubuh ibunya untuk mendapatkan penjelasan lebih akan maksud dari ucapan ibunya tadi. “Kenapa eomma tidak mengatakannya jika akan diadakan pesta? Aku tidak mungkin memakai pakaian seperti ini ke sebuah pesta.” Ucap Baekhyun sambil menatap kesal dan gemas kepada ibu.

“Kau tenang saja. Ini hanya sebuah pesta kecil untuk menyambut kepulanganmu. Lagi pula Cuma kita bertiga saja yang akan merayakannya.” Ucapnya santai sambil kembali menata makanan yang belum sempat ditatanya. Baekhyun hanya bisa membulatkan matanya mendengar jawaban ibunya itu.

“Ini….” lambai Baekhyun ke arah semua makanan yang ada di meja makan “Terlalu berlebihan.” Desahnya.

“Tentu saja tidak. Lagi pula, jika makanan ini tidak habis, kita bisa memberikannya pada pelayan. Jadi eomma harap kau tidak mengacak semua makanan ini. Ambil yang kau inginkan, kemudian habiskan semuanya jangan sampai ada yang tersisa, arrachi?” jelasnya sambil mengacungkan sebuah sendok ke arah Baekhyun.

Nde.” Jawab Baekhyun lesu. Selalu seperti ini. Percuma berdebat dengan eomma. Tambahnya dalam hati.

Setelah semuanya rapi, seluruh anggota keluarga Byun pun makan malam dengan khidmat. Sesekali mereka akan mengeluarkan suara untuk berbincang-bincang, tapi akan langsung ditegur oleh sang ibu karena menurutnya berbicara sambil makan itu merupakan perilaku yang tidak sopan.

Setelah acara makan malam selesai, mereka pun berkumpul dan bercengkrama di ruang keluarga mansion Byun. Beberapa sajian penutup tersaji di atas meja dekat sofa yang sedang mereka duduki saat ini. Percakapan yang berlangsung tidak hanya tentang menceritakan masalah pribadi, ataupun kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, tapi juga kadang pembicaraan tentang bisnis pun terselip di antaranya. Inilah bentuk quality time keluarga Baekhyun.

“Sebenarnya ada yang ingin appa sampaikan padamu.” ucap sang ayah pada Baekhyun yang sedang menyesap winenya. Baekhyun sedikit menaikkan alisnya karena tiba-tiba suasana di ruangan itu menjadi sedikit tegang, tidak seperti beberapa menit yang lalu.

“Kau masih ingat perjanjian yang kita buat saat umurmu 17 tahun?” tanyanya yang dijawab dengan anggukkan kepala oleh Baekhyun. “Kau tahu Kim Sejeong dari JK Grup?” lanjutnya yang kembali dijawab anggukkan kepala oleh Baekhyun. “Tuan Kim telah memintamu kepada appa untuk dijodohkan dengan puterinya. Sebagai seorang laki-laki yang telah membuat janji, appa akan menepati janji yang pernah kita buat untuk tidak mencampuri urusan pribadimu. Jadi, appa serahkan keputusannya padamu, apa kau akan menerima puteri Tuan Kim atau tidak. Terserah padamu.” jelasnya.

Baekhyun menghela napas dalam sebelum menanggapi ucapan ayahnya itu. “Aku tidak menyukainya appa. Lagipula aku sudah memiliki calon istri yang akan segera aku nikahi dalam waktu dekat ini.”

Appa tahu, dan appa sudah menyelidikinya.” Perkataan ayahnya itu sukses membuat Baekhyun membulatkan matanya terkejut.

Appa mengetahuinya?” tanyanya untuk memastikan perkataan ayahnya itu.

“Ya. Walaupun kau hidup bebas, tapi kau perlu appa awasi. Karena bagaimana pun kau tetap puteraku.” Ucapnya terhenti karena menyesap winenya. “Dan aku menyukai pilihanmu kali ini.”

Eomma juga menyukainya.” Tambah ibunya sambil mengedipkan sebelah matanya yang membuat senyuman Baekhyun semakin lebar. Akhirnya.

“Untuk urusan puteri Tuan Kim, biar appa bicara pada mereka. Kau fokus saja pada urusan bisnis dan puteri Tuan Bae.” Putus ayah Baekhyun.

“Kau harus membawa Suzy ke London secepatnya. Eomma tidak sabar untuk bertemu langsung dengannya.” Ucap ibu Baekhyun begitu bahagia.

“Akan aku usahakan. Terima kasih appa, eomma. Kalian memang yang terbaik.” Ucap Baekhyun penuh kebahagiaan. Setidaknya satu masalah telah teratasi. Pikir Baekhyun. Manusia hanya bisa merencanakan, sedangkan yang menentukan takdir selanjutnya hanya ada di tangan Tuhan.

 

~ tbc ~

 

17 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 21)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] DREAM – CHAPTER 25 | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 24) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 23) – EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] Dream (Chater 22) – EXO FanFiction Indonesia

  5. Alhamdulillah ceritanya gak mainstream yg gak direstui ortu gitu wkwkwk
    Sejeong nih sapa lagi toooh? Duh! Masalah myungsoo belum selesai niih huhu
    Ditunggu next chapnya! Makin menarik nih🙂

  6. Woahh suzy sma baekhyun udah direstuin sama ortunya baek, trs apa appa dan eomma baek juga tau kalo suzy udh punya tunangan?
    Tapi kok sejeong bilang baek tunangannya? Bukannya gak jdi ?
    Next chapter ditunggu
    Fighting🙂

  7. woww!! di restui.. baek suzy di restui oleh ibu bapaknya Baekhyun.. senengnyaaa..

    masih ada myungsoo dan sujeong.. Mereka tidak akan melepaskannya begitu saja..
    #inikonflik
    Btw bapaknya ngaeasin Baekhyun,pasti si Kai ya yang laporan sama bapaknya Baekhyun.*ah aku Sok tau*.
    Tapi mau Siapa lagi..😉

  8. Akhirnya di post jugaa, aku pikir ngga bakal di post minggu ini
    Arghhhh perusuh penghancur perusak dataangggg.. apa lagi itu lenjeh banget tuh cewe wkwkwk
    Aigooo suzy nnti klo tau gimna itu yaaa. Tuh cewe pasti ngga bakal tinggal diem kan.. ahhh suzy hwaighting, author eonnie hwaighting !!!

  9. The witch is coming. Bakalan berantakan kalo sejeong koar2 k myungsoo ttg hubungan suzy baekhyun…
    Walaupun ortu baekhyun uda setuju ama hubungannya dg suzy pasti dg akal licik sejeong semua bakal berantakan….
    D tunggu next chap

  10. yeah takdir Tuhan tetap yg paling mendominasi..jadi keluarga byun udh setujuhh nih…woahhh baekhyun berasa ditebarin bunga” dong..hahahaha..

    tapi konflik msh seru nih…msh ada myungsoo ketambahan lg sujeong..wahh baek PR lu berat loh…tetep semangat yah baek..semangat jg buat authornya biar bisa lebih menciptakan kata” yg wewww gitu…hahaha

  11. waah kirain baekhyun mau dipaksa dijodonin eh malah dapet restu dari ortux..😀
    tapi masih banyak hambatan yg lainnya.. tetep berjuanglah buat baekzy, setidaknya ada dukungan kuat buat hubungan mereka..🙂
    ditunggu next chapnya.. fighting..🙂

  12. yee ane kira itu baek selingkuh taauuunyaa,,yaa baekhyun cepat kau nikahin kelasihmu sblum maklampir brbuat sesuatu yg tdk kmu dugaa,,

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s