[EXOFFI FREELANCE] Real Life of Idol – Chapter 9

rloi9

Title : Real Life of Idol (Part 9)

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Jung Jijae (OC) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

Support Cast : SMFAMILY

Genre : Romance, Angst, Idol-life, Hurt.

Rating : PG-13

Lenght : Chaptered

Chapter sebelumnya:

Chapter 1A : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-1a-sellafeb/918240178293367

Chapter 1B : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-1b-sellafeb/918240944959957

Chapter 2 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-2-sellafeb/920269404757111

Chapter 3 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-3-sellafeb/926252544158797

Chapter 4 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-idol-chapter-4-sellafeb/928604840590234?__mref=message_bubble

Chapter 5 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-5-sellafeb/940267909423927?__mref=message_bubble

Chapter 6 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-part-6-sellafeb/945933778857340?__mref=message_bubble

Chapter 7 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-part-7-sellafeb/950075931776458

Chapter 8 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-8-sellafeb/953302188120499

Happy Reading^^

 

Real Life of Idol – Pure love

 

 

 

Jijae keluar dari ruangan pembuatan lagu, sudah semalaman dia disana. Penampilannya benar-benar berantakan sekarang. Dia memakai hoodie berwarna abu-abu dan celana pendek. Bahkan dia seperti sedang di dorm, dia benar-benar kacau.

 

Dia berjalan dengan mata terpejam dan menguap. Dia tidak tidur karena terus membuat lagu.

 

“Rasanya seperti aku mau mati saja.” Gumamnya sambil terus menguap.

 

Didepannya ada member EXO, mereka berpas-pasan tapi Jijae tetap menutup matanya dan terus menguap. Member EXO menatap Jijae bingung.

 

Jijae berhenti masih dengan mata tertutup, kemudian merenggangkan tangannya keatas. Sehun tertawa kecil melihat itu.

 

Dia lucu sekali. –Batin Sehun.

 

Kai menatap bingung Jijae. Apa dia tidak tidur? –Batin Kai.

 

Saat dia membuka matanya, dia membelalakan matanya saat melihat member EXO didepannya. Dia langsung menutupi wajahnya dengan rambutnya.

 

“Annyeonghasseyo.” Setelah sapaan Jijae itu, dia langsung melarikan diri karena malu.

 

“Jijae-ya!” Sehun berteriak, lalu tertawa kecil.

 

Kai menatap malas Sehun.

 

 

 

Real Life of Idol – Pure love

 

 

 

“Aku pasti sudah gila. Kenapa harus bertemu mereka dengan wajah kacau seperti ini?” Gerutu Jijae saat melihat pantulan dirinya dicermin toilet.

 

“Dan Sehun Oppa, kenapa dia menertawakanku? Ah, menyebalkan sekali.” Jijae membasuh wajahnya dengan air, lalu merapihkan rambutnya.

 

Tiba-tiba saja pintu toilet terbuka. Seulgi ada disana, Jijae hanya menatapnya malas, lalu kembali sibuk merapihkan dirinya. Seulgi berdiri disamping Jijae, dia mencuci tangannya di wastafel dan menatap pantulan dirinya di cermin.

 

Jijae tidak memperdulikan Seulgi yang ada disampingnya, dia masih sibuk merapihkan dirinya. Seulgi menatap pantulan Jijae di cermin. Kemudian tertawa kecil.

 

“Apa kau pikir aku akan berhenti? Kau salah, Jung Jijae.” Seulgi kini menatap Jijae dengan angkuhnya.

 

“Aku tidak tertarik dengan permainanmu, senior yang terhormat.” Jijae menatap malas Seulgi.

 

Seulgi terkekeh, “Kalau kau kira ini adalah akhir dari semuanya, kau salah. Karena aku baru saja ingin mulai.” Seulgi tersenyum dengan angkuhnya.

 

Jijae menghela napasnya dan menatap Seulgi tajam, “Arraseo, kalau kau mau bermain, mainlah denganku, cukup aku. Tidak perlu libatkan keluargaku.”

 

“Arraseo, lagipula yang kemarin sudah cukup bagiku, aku puas dengan kinerja Park Hani.” Seulgi tersenyum dengan bangganya, seolah dia merasa perbuatan sangat luar biasa.

 

Jijae menetralisir rasa emosinya, “Kalau kau berani melakukan hal itu lagi, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu.”

 

“Sepertinya kau salah, Jijae-ssi. Aku tidak perlu maaf darimu. Aku tidak butuh itu.” Seulgi melipat kedua tangannya didepan dada.

 

“Baiklah, aku akan pegang kata-katamu. Suatu saat kau akan menyesalinya.” Jijae pergi meninggalkan Seulgi seorang diri.

 

Seulgi tertawa dan kembali menatap pantulannya dicermin, “Aku akan menghancurkanmu, Jung Jijae.” Seulgi merubah ekspresinya menjadi sangat garang.

 

“Sehun tidak pernah memperlakukanku seburuk ini. Ini semua karenamu.”

 

 

 

Flashback On.

 

 

 

Usai tertawa melihat Jijae yang melarikan diri karena penampilannya yang kacau. Member EXO bergegas masuk ke dalam ruang latihan mereka. Tapi tiba-tiba ruang latihan Red Velvet terbuka, Seulgi keluar dari sana.

 

Seulgi menyapa EXO, hanya Sehun dan Kai yang tidak menyapanya, bahkan mereka sudah sangat malas melihat wajah Seulgi.

 

“Bisakah aku bicara dengan Sehun sebentar?” Tanya Seulgi pada member EXO.

 

Member EXO mengangguk, “Bicaralah! Kami masuk dulu.” Pamit Suho.

 

“Kamsahamnida.” Balas Seulgi.

 

Kai dan Sehun masih ditempatnya. Kai menatap tajam Seulgi, yeoja itu melihat tatapan Kai itu. Kai memutar bola matanya malas.

 

“Huh, benar-benar menyebalkan!” Gerutu Kai sambil memasuki ruang latihan EXO.

 

Seulgi menundukan kepalanya, kemudian menghela napasnya.

 

“Bicaralah!” Ucap Sehun tanpa menatap Seulgi.

 

“Sehun-ah…” Seulgi hendak menggapai tangan Sehun, tapi Sehun mundur.

 

Seulgi menelan salivanya berat.

 

Sementara itu, Kai menyandarkan tubuhnya di dinding dekat pintu latihan EXO yang sedikit terbuka. Dia tengah menguping pembicaraan Sehun dan Seulgi.

 

“Aku tahu apa yang kau pikirkan tentangku. Tapi aku tidak bermaksud melakukan itu pada Jijae. Sungguh! Mana mungkin aku setega itu?” Dusta Seulgi.

 

Sehun diam tak menjawab. Sedangkan Kai tertawa kecil mendengar itu, karena dia tahu semuanya usai mendengar perbincangan telepon Seulgi dan Hani kemarin.

 

“Aku bersungguh-sungguh, Sehun-ah. Aku tidak bohong. Aku rasa Jijae juga telah salah paham padaku.” Seulgi memulai dramanya.

 

Sehun menatap Seulgi.

 

Salah paham? Apa kau gila, Kang Seulgi? –Batin Kai.

 

“Sehun-ah, percayalah padaku! Kau tahu aku ‘kan? Aku tidak mungkin melakukan itu, Sehun-ah.” Seulgi berakting begitu baik bahkan sampai meneteskan air matanya.

 

Sehun mulai iba pada Seulgi.

 

Kai sudah benar-benar kesal dengan drama Seulgi, namja berkulit tan itu akhirnya keluar dari ruang latihan.

 

“Hentikan omong kosongmu, Kang Seulgi!” Kai menatap Seulgi, “Dan kau, apa kau percaya padanya? Jangan bodoh, Sehun-ah.”

 

“Seharusnya kau katakan yang sebenarnya pada namjachingu-mu. Katakan padanya bahwa kau sangat membenci Jijae, katakan juga padanya bahwa kau menyuruh seseorang untuk merusak kedai milik keluarga Jijae dan mengganggu mereka. Kau harus jujur, Seulgi-ya! Air matamu akan sia-sia sekarang, jangan main drama didepanku! Aku sungguh muak melihatnya.” Tandas Kai.

 

“Aku ‘kan sudah bilang itu hanya kesalahpahaman. Kenapa kau seperti ini, Kai-ya?” Seulgi masih memainkan dramanya.

 

Kai memijat dahinya karena terlalu muak dengan drama Seulgi. Kai menatap tajam Seulgi.

 

“Bukankah aku sudah bilang jangan main drama didepanku? Apa kau tidak dengar?” Kai masih tenang walaupun dirinya benar-benar emosi.

 

“Sehun-ah, tolong percaya padaku! Ini hanya kesalahpahaman.” Seulgi menatap Sehun dengan matanya yang sendu.

 

Kai mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah rekaman. Itu adalah rekaman saat Seulgi menelpon Hani kemarin. Terbongkar semuanya. Seulgi heran kenapa bisa Kai merekam itu.

 

“Kau tidak tahu ‘kan kalau aku merekam ini? Kau tidak sadar ‘kan?”

 

Sehun sungguh menampakan kekecewaannya pada Seulgi.

 

“Awalnya aku tidak mau memutar rekaman ini, tapi aku muak mendengar ocehanmu.” Ujar Kai.

 

“Aku benar-benar kecewa padamu, Seulgi-ya. Aku tidak menyangka kau melakukan ini.” Sehun menatap Seulgi.

 

“Sehun-ah, aku…” Lirih Seulgi.

 

“Aku tahu kenapa sekarang aku mulai menyukai Jijae, karena dia berbeda denganmu. Sangat berbeda.”

 

Kai menatap Sehun. Apa sekarang aku benar-benar harus bersaing dengannya? –Batin Kai.

 

“Sehun-ah, kumohon berikan aku kesempatan!” Lirih Seulgi yang benar-benar menangis didepan Sehun.

 

“Seharusnya kau katakan itu pada Jijae. Apa kau harus melangkah sejauh ini, Seulgi-ya?” Kai menatap Seulgi.

 

“Diam kau! Aku benci padamu.” Racau Seulgi.

 

“Heol! Baiklah, lagipula aku tidak peduli.” Kai pergi meninggalkan Seulgi dan Sehun.

 

“Nado, aku juga sudah tidak peduli. Sebaiknya kau urus dirimu sendiri!” Sehun mengatakan itu dengan dinginnya.

 

“Sehun-ah…”

 

“Aku peringatkan padamu. Jangan sentuh Jijae dan keluarganya! Atau aku akan benar-benar membencimu.”

 

 

 

Flashback Off.

 

 

 

“Sehun adalah namja yang aku cintai dan Kai yang merupakan sahabatku, sekarang mereka membenciku karenamu, Jung Jijae. Aku tidak akan tinggal diam. Tunggu saja pembalasanku.”

 

 

 

Real Life of Idol – Pure love

 

 

 

Konser SMTOWN kembali digelar di Seoul, para idola yang dilahirkan dari agensi ternama Korsel ini tengah melakukan rehearsal. Jijae menonton rehearsal Red Velvet dari kejauhan. Dia menatap Seulgi.

 

Sehun yang melihat Jijae langsung tersenyum, lalu Sehun mengikuti arah pandang Jijae.

 

Dia menonton Red Velvet atau menatap Seulgi? –Batin Sehun.

 

Sehun bergegas menghampiri Jijae.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Sehun.

 

Jijae hanya menatapnya 2 detik dan kembali terfokus pada Seulgi. Apa dia sedang berjuang sekarang? –Batin Jijae.

 

“Huh, baiklah. Ini memang pantas aku dapatkan. Aku tidak akan memaksamu untuk menjadi ramah padaku. Gwenchana.” Tutur Sehun yang juga menonton rehearsal Red Velvet.

 

Jijae melirik Sehun, lalu mengukir senyuman kecil dibibirnya.

 

“Apa rasa bencimu padaku sangat besar?” Tanya Sehun tanpa menatap Jijae.

 

Jijae kaget dengan pertanyaan Sehun itu.

 

“Aku tahu bahwa sikapku selama ini sangat keterlaluan. Mianhae. Aku baru menyadarinya sekarang, aku memang namja yang bodoh dan menyebalkan.” Tutur Sehun.

 

Jijae menatap Sehun.

 

“Aku tahu sulit bagimu untuk memaafkanku. Tapi… Aku tetap ingin terus minta maaf padamu, agar suatu saat kau bisa memaafkanku. Mianhae, JJJ.” Sehun menatap Jijae dikalimat terakhirnya.

 

Mereka saling melempar tatapan. Sementara itu, Seulgi yang baru saja menyelesaikan rehearsalnya melihat itu, dia menahan emosinya. Kai juga melihat itu, tapi Kai tidak lah emosi seperti Seulgi.

 

“Gwenchana?” Tanya Kyungsoo yang ada disampingnya.

 

“Selama Jijae bahagia, aku akan baik-baik saja.” Balas Kai.

 

 

 

Real Life of Idol – Pure love

 

 

 

Member EXO bersiap untuk tampil. Mereka tengah mempersiapkan mic dan mental mereka.

 

“Hampir waktunya. Ayo kita berdoa.” Ujar Suho.

 

9 namja tampan berkumpul membentuk lingkaran. Berdoa bersama dan usai berdoa, mereka menumpuk semua tangan mereka menjadi satu. Saling menatap satu sama lain sambil tersenyum.

 

“We are one. EXO saranghaja!” Kompak mereka.

 

Sementara itu, Section menunggu giliran tampil, Jijae tersenyum melihat EXO yang begitu kompak. Kai tidak sengaja melihat ke belakang, Jijae ada disana. Kai tersenyum pada Jijae. Kemudian Jijae tersenyum sambil menyemangatinya.

 

Sehun melihat itu. Sedikit menyakitkan melihatnya tersenyum pada temanku sendiri. –Batin Sehun.

 

Jijae menyadari Sehun yang menundukan kepalanya. Dia juga sadar bahwa Sehun menunduk setelah melihat Jijae tersenyum pada Kai.

 

Mianhae. Hanya saja aku masih penasaran seperti apa perasaanmu padaku saat ini, Oppa. Tunggulah sampai aku mengerti itu. –Batin Jijae.

 

EXO naik ke atas panggung. Penonton histeris bahkan sebelum musik menyala. Saat intro lagu Growl terdengar, penonton berteriak begitu keras.

 

“Wah! The power of EXO! Seperti yang diharapkan dari grup besar seperti mereka! Dengarlah betapa banyak penonton yang histeris karena mereka!” Kagum Nami.

 

“Namjachingu-mu memang keren, Maknae-ya!” Seorin mengatakan itu setelah Sehun muncul discreen.

 

Jijae tersenyum canggung karena itu.

 

“Ksatria pelindungnya juga sangat keren! Lihatlah smirk-nya itu! Sexy Kai Oppa.” Jijae hanya bisa tertawa mendengar perkataan Keyla.

 

“Yak! Chanyeol Oppa juga keren!” Eunji tak mau kalah.

 

“Yak! Kau mengatakan itu karena kau menyukainya ‘kan?” Goda Seojin.

 

Wajah Eunji langsung memerah. Member lain hanya tertawa melihat itu.

 

Sementara itu, EXO sudah hampir menyelesaikan penampilan mereka. Sebelum naik ke atas panggung, Section juga berdoa.

 

Member EXO hendak turun dari panggung. Sedangkan, member Section berbaris untuk naik ditangga yang lumayan sempit. Jijae berdiri paling depan. Sehun sudah ada dihadapannya sekarang.

 

Sehun tersenyum pada Jijae. Jijae juga membalas itu. Jijae mulai naik, dia hampir jatuh tapi untungnya tangan Sehun menahan tubuhnya.

 

“Gwenchana?” Tanya Sehun.

 

Jijae mengangguk, “Gomawo.”

 

“Berhati-hatilah! Fighting!” Sehun mengajak Jijae untuk ber-high five dengannya.

 

Jijae dengan senang hati melakukannya. Lalu saling melempar tatapan sambil tersenyum.

 

Jijae mulai naik ke atas panggung, “Fighting!” Kai berada dipaling belakang barisan member EXO.

 

Jijae mengangguk sambil tersenyum pada Kai. Member Section mempercepat langkahnya karena insiden Jijae dan Sehun menyita waktu mereka.

 

Musik menyala. Penonton tak kalah histeris untuk penampilan ini. Jijae melihat ke semua sisi penonton, dia takut insiden di Tokyo Dome terulang di Seoul. Tapi semakin lama, semakin banyak lightstick yang menyala.

 

Jijae tersenyum senang melihat itu. Sehun yang menonton di backstage juga merasa lega.

 

Terima kasih sudah memperlakukan Section dengan baik. –Batin Sehun.

 

Ice prince yang kita kenal ini, sudah sangat hangat sekarang. Dia sering tersenyum dan ceria. Dia menghilangkan sikap dinginnya dalam sekejap.

 

Disela-sela penampilan Section, Jijae merasa tidak nyaman dengan high heels yang ia pakai. Terlebih lagi tarian yang dilakukan Section benar-benar enerjik.

 

Saat melakukan tarian inti lagu mereka, tiba-tiba high heels Jijae copot dan membuatnya ingin terjatuh. Tapi untungnya dia bisa menyeimbangkan tubuhnya. Sehun kaget karena itu, dia memasang wajah khawatir.

 

“Kenapa high heels bisa copot?” Khawatir Manager Oppa.

 

Jijae meringis karena kakinya sedikit terkilir. Bagian bernyanyinya dimulai. Dia begitu profesional dengan terus tersenyum walaupun salah satu high heels-nya copot. Yoonji yang berdiri dibelakangnya kaget melihat itu.

 

Section menyelesaikan penampilannya dengan suara tepukan dan teriakan yang meriah dari penonton. Jijae mengepal tangannya untuk menahan rasa sakitnya saat pose terakhir lagunya.

 

Saat lampu panggung redup, Section mulai turun dari panggung. Yoonji memopong Jijae sampai turun dari panggung. Sehun yang sudah ada disana langsung memopong Jijae dan mendudukannya di kursi.

 

Sehun jongkok untuk melepas sepatu Jijae, Jijae tertegun. Apa dia khawatir padaku? –Batin Jijae.

 

Sehun melihat kaki Jijae yang sedikit membiru. Sehun tak sengaja menekan kaki Jijae.

 

“Appo.” Ringis Jijae.

 

“Appo? Mian.” Sehun menatap Jijae sebentar kemudian kembali fokus pada kaki Jijae.

 

Sehun membuka kotak kesehatan disampingnya. Sehun meng-gips kaki Jijae yang terkilir. Jijae benar-benar merasa asing dengan Sehun yang sekarang ini.

 

“Apa kau benar-benar Oh Sehun?” Gumamnya kecil.

 

Sehun menengok ke arahnya, “Apa katamu? Aku tidak dengar. Apa sakit?”

 

Jijae menggeleng cepat. Tubuh dan wajah yang sama, tapi sikap yang berbeda. Apa ini? –Batin Jijae.

 

Sementara itu, Seulgi melihat mereka dari kejauhan. Yeoja itu menghela napasnya.

 

“Bukan ini yang aku inginkan. Aku ingin menyelakainya bukan membuatnya bermesraan dengan Sehun. Kenapa malah seperti ini?” Seulgi menggerutu.

 

“Jadi kau yang membuat high heels Jijae copot?” Seulgi kaget dengan suara yang terdengar ditelinganya.

 

Seulgi langsung menengok ke arah sumber suara. Yoonji ada disana sambil menatapnya tajam.

 

“Yak, Kang Seulgi! Neo micheosseo?” Geram Yoonji.

 

“Wae? Aku sudah bilang padanya tentang ini. Aku baru memulai permainanku. Insiden kemarin bukanlah apa-apa.” Seulgi dengan santainya mengatakan itu.

 

“Mwoya? Jadi kau yang merusak kedai Jijae? Yak, Kang Seulgi!” Yoonji benar-benar emosi.

 

“Apa maknae kesayanganmu itu tidak mengadu padamu? Ah, aku kira dia sudah merengek dilenganmu.”

 

“Kau benar-benar keterlaluan! Jika saja sepatu yang aku pegang ini bukan untuk Jijae, aku sudah melemparkannya padamu, kau tahu?” Geram Yoonji.

 

“Jangan melakukan kekerasan, Kim Yoonji-ssi!” Seulgi melipat kedua tangannya didepan dada.

 

“Kau juga! Jangan melakukan kejahatan lagi, Kang Seulgi-ssi! Aku harap kau sadar.” Yoonji menatapnya malas.

 

“Itu bukan kejahatan. Hanya… Balas dendam. Maknae-mu itu merebut namjachingu-ku, dia pantas mendapatkannya.”

 

Yoonji hampir saja ingin menjambak rambut Seulgi. Tapi Kai menahannya.

 

“Yoonji-ya, hajima!”

 

“Lepaskan aku! Dia harus diberi pelajaran.” Yoonji memberontak.

 

Kai terus menghadang Yoonji, “Yoonji-ya, jebal.”

 

“Dia sudah melakukan banyak hal buruk pada Jijae tapi dia tidak merasa bersalah sama sekali. Apa aku hanya bisa diam saja?” Racau Yoonji.

 

Kai masih memegangi lengan Yoonji erat, “Yoonji-ya, dengarkan aku! Walaupun kau menjambak rambutnya, menampar pipinya atau bahkan berkelahi dengannya. Itu percuma saja, dia tidak akan sadar. Jadi biarkan saja!”

 

“Aniya. Dia harus diberi pelajaran.” Yoonji hampir menangis karena merasa sangat tersakiti dengan perlakuan Seulgi.

 

“Kim Yoonji, sadarlah!” Kai meninggikan suaranya.

 

Yoonji kaget dan langsung menghentikan aksinya, “Tenanglah!” Kai menepuk-nepuk bahu Yoonji.

 

Tiba-tiba Yoonji menangis. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kai menghela napasnya karena itu.

 

Tiba-tiba yang lain datang mendekat, Jijae dan Sehun juga ada disana. Jijae mendengar kegaduhan dan langsung berdiri walaupun Sehun melarangnya. Dan akhirnya mereka sampai disini. Jijae dibopong oleh Sehun.

 

“Ada apa ini?” Tanya Sehun.

 

“Eonni, kenapa kau menangis?” Cemas Jijae berjalan pincang ke arah Yoonji.

 

Sehun menatap Seulgi yang tengah menatapnya sendu, tapi dengan cepat Sehun memalingkan wajahnya. Seulgi mendengus kesal melihat itu.

 

“Oppa, aku mendengarmu berteriak tadi. Apa kau yang membuatnya menangis?” Tanya Jijae.

 

Yoonji menggelengkan kepalanya, “Aniya, bukan dia. Hanya saja… Aku merasa sangat tersakiti karena keadaanmu belakangan ini. Aku tidak bisa menjagamu. Mianhae, Jijae-ya.”

 

“Aniya, Eonni. Jangan seperti ini! Aku baik-baik saja.”

 

Kai beralih menatap Seulgi yang ada dibelakangnya. Namja itu menatap tajam Seulgi.

 

“Enyahlah! Aku benar-benar muak padamu. Aku menahan Yoonji bukan karena aku tidak mau dia menyakitimu, tapi karena aku tidak mau tangan Yoonji menyentuh yeoja sepertimu. Harusnya kau sadar, bukannya malah bangga dengan kelakuanmu.” Tandas Kai.

 

Semua orang tengah menatap Seulgi. Seulgi menelan salivanya berat.

 

“Kalian semua memojokanku dan membelanya padahal aku yang lebih tersakiti disini. Apa kalian pikir kalian adalah orang yang baik? Kalian tidaklah jauh berbeda dariku. Bahkan kalian lebih buruk dariku.” Racau Seulgi.

 

“Setidaknya kami tahu cara minta maaf dan merasa bersalah. Tidak sepertimu.” Tandas Yoonji.

 

 

 

Real Life of Idol – Pure love

 

 

 

Sehun masih terus menatap kaki Jijae. Jijae yang menyadari itu langsung menatap Sehun.

 

“Berhenti menatap kakiku!”

 

Sehun beralih menatap Jijae, “Kalau begitu bagaimana kalau aku menatapmu saja?” Sehun mulai menggoda Jijae.

 

“Berhenti menggodaku!”

 

“Wae? Kau tidak suka?” Sehun terus saja menggoda Jijae.

 

“Berhentilah! Jangan berlagak sok imut didepanku! Itu sama sekali bukan style-mu.” Balas Jijae.

 

“Wah! Apa kau sedang berlagak seperti ice princess? Itu bukan style-mu, Jijae-ssi.” Sehun melipat kedua tangannya.

 

“Lalu kenapa? Kau tidak suka aku menjadi ice princess untuk ice prince sepertimu? Kau ‘kan memang…” Jijae menutup mulutnya dengan tangannya.

 

Sehun tersenyum, “Kau melakukannya karena aku ice prince? Manisnya kau ini!” Sehun mengacak-acak rambut Jijae lembut.

 

Jijae tertawa kecil saat melihat Sehun yang bertindak semanis ini padanya.

 

“Kau benar-benar baik-baik saja? Aku khawatir padamu.” Sehun menatap Jijae sendu.

 

“Gwenchana. Ini hanya cidera ringan untukku. Jangan khawatir!”

 

“Katakan padaku jika Seulgi melakukan sesuatu padamu! Yaksok?” Sehun mengangkat kelingkingnya.

 

Jijae menatap kelingking Sehun sebentar, kemudian menatap matanya. Jijae melihat ketulusan dimata Sehun. Tatapan inilah yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Pertama kali ia melihat tatapan ini adalah saat Sehun menahan tangannya setelah bertengkar dengan Seulgi di SM waktu itu.

 

Sejak saat itu, Sehun terus saja menatap Jijae seperti ini, tatapan yang tulus hingga membuat Jijae tak bisa berkutik dibuatnya.

 

“Yaksok?” Sehun menyadarkan Jijae dari lamunannya.

 

Jijae mengangguk sambil tersenyum, kemudian menautkan kelingkingnya pada kelingking milik Sehun.

 

 

 

Real Life of Idol – Pure love

 

 

 

Semua idol SM berkumpul di atas panggung bersama untuk menyanyikan lagu penutup untuk konser SMTOWN. Sehun terus saja menatap kaki Jijae. Walaupun jarak mereka agak jauh, tapi itu tidak menghalangi Sehun untuk tetap khawatir pada Jijae. Bahkan karena jarak itulah yang membuat Sehun semakin mengkhawatirkan Jijae.

 

Jijae berjalan pelan menyusuri setiap sudut panggung sambil bernyanyi. Ia juga menyapa penggemar yang melambaikan tangan dan meneriaki namanya. Ia kelihatan bahagia walaupun kakinya sakit.

 

Sehun berada dibelakangnya, namja itu tetap menatap kakinya. Apa dia tidak kesakitan? –Batin Sehun.

 

Saat tengah menyapa penggemar, Jijae melihat sebuah banner bertuliskan ‘OSH JJJ’ yang dihiasi dengan gambar hati dan lainnya. Jijae tersenyum melihat itu, kemudian membungkuk kecil. Ia berjalan sambil terus menatap banner itu, ada yang melempar boneka didepannya, tapi dia tidak menyadarinya. Dia tersandung dan hampir jatuh, tapi Sehun berlari dan menahan tubuhnya sehingga dia tidak terjatuh.

 

Mereka saling melempar tatapan. Para penggemar histeris melihat itu, terutama penggemar yang memegang banner. Karena canggung Jijae melepaskan dirinya dari Sehun, kemudian menatapnya.

 

“Gwenchana?” Tanya Sehun.

 

Jijae hanya mengangguk, dia takut banyak penggemar yang tidak menyukai momen ini. Dia menatap penggemar yang ada didepannya. Mereka meneriaki Jijae.

 

“Gwenchana-yo?” Khawatir mereka.

 

Jijae kaget dengan reaksi mereka. Jijae tersenyum sambil membungkuk seolah mengatakan dia baik-baik saja.

 

“Gwenchana. Tidak perlu takut, mulai sekarang aku akan melindungimu.” Tutur Sehun.

 

Jijae hanya menatap Sehun tanpa menjawabnya.

 

“Apa kau masih bisa berjalan?” Tanya Sehun.

 

“Eum, gwenchana.”

 

 

 

TBC

 

 

 

Komen juseyo~

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Real Life of Idol – Chapter 9”

  1. Dih yaampun mbak seulgi kapan sadar yaa. Kan dia yg jahat. Segala ga sadar. Suruh ngaca gih cobaaaa biar sadar. Sebel sendiri jadinya 😐
    Dan OSH ♡ JJJ itu mereka yaampun manis banget! Sehun juga jadi sweet banget. Duh yaampun kang balok es bisa aja dah bikin meleleh. Kan jadi makin naksir yaaaa :3
    Ditunggu kelanjutannyah. Jangan lama lama kaya waktu itu yaah. Ff ini aku tungguin banhet loh hehehe. Semangaatttt!!!
    -XOXO-

  2. Asiiik ffnya apdet lagi🙌yuhuuu bahagia deh aku😂
    Ciee ehem ice prince udh hangat niiih..udh mulai deket sm jijae uhuyy
    Emang seulgi cocok bgt jd org ky gitu,cocok sm komuknya😂😂
    Kai oppa fighting yops!nanti kl nggak jadi sm jijae jd sama aku aja key??wkwkw
    Next kak gpl yaw😆seneng akutu kl apdetnya cepet,kan jd semungud bacanya😉
    Fighting nulisnya kak!!💪💪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s