[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me – Chapter 7

coverr bgbm

Bad Guy Beside Me (Chapter 7)

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : General

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun, Byun Baekhyun

Additional cast : Xi Luhan, Kris Wu, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Yoon Jihye (OC)

🎬🎬🎬

 

Beijing,Cuaca yang sangat bersahabat dan tentunya orang-orang yang ditemui Sehun disepanjang jalannya menuju suatu tempat. Hampir semua orang-orang penting dikota ini mengenal pria bernama Oh Sehun. Ya! Putra satu-satunya mendiang Jonghun. Beberapa anggotanya tersebar di Cina termasuk Beijing.

 

Ini untuk kali pertamanya Sehun datang ke Beijing seorang diri tanpa Jonghun dan tanpa anak buah yang lain. Tak ada lagi yang boleh menghalanginya untuk menemui Luhan.

Sehun melangkah ragu kedalam sebuah gedung bertingka ditengah kota Beijing. Lu Corporation, perusahaan departement store terbesar di Cina. Bukankah hyungnya adalah orang yang hebat? Dia menjadi direktur utama disini. Siapa sangka bahwa pria 22 tahun yang diketahui sebagai adiknya itu adalag pria yang hina dan sangat kotor.

Sehun menghela nafasnnya panjang, lalu dua orang staff meghamirinya.

“Oh Sehun?”tanya salah seorang staff. Sehun mengangguk pelan dan mereka mengantarkan Sehun keruangan Luhan.

Pria bernama Luhan itu masih sibuk dibalik meja kerjanya dengan setumpuk berkas-berkas. Rambutnya berwarna coklat, dia memiliki hidung yang runcing dan rahang yang tegas. Sehun masoh berdiri diambang pintu karena merasa canggung.

“Sehun kan”tanya Luhan memastikan.

“Dduduklah dulu, aku harus menyelesaikan pekerjaanku.”Lanjutnya.

Sehun memandang Luhan lekat. Pria itu memiliki sebuah wibawa yang terpancar dari dalam dirinya. Berbeda dengan Sehun yang brutal.

‘Luhan itu direktur utama diperusahaannya dia sangat sibuk dan dia mau meluangkan waktunya untukmu, jadi jangan sia-asiakan kesempatanmu.’ucap Kris sebelum Sehun berangkat ke Cina tadi. Benar saja, Luhan memang super sibuk.

 

“Apa yang membawamu kemari?”tanya Luhan setelah meletakkan kembali secangkir kopinya.

 

“Apa kau benar kakakku?”tanya Sehun pelan. Dia masih sedikit ragu dengan ucapan Kris minggu lalu

 

Luhan tersenyum simpul. “22 tahun yang lalu kau bahkan masih sangat kecil, kau menangis sangat keras saat itu. Begitupun aku, melihat ibu yang terbunuh dengan begitu mengerikannya. Saat itu Jonghun datang dan membawa kita ke Korea. Namun sayang, aku harus ikut sahabatnya untuk tinggal di Cina. Beruntunglah aku kenal baik dengan Kris dia menceritakan apapun tentangmu.”ujar Luhan.

 

“Tentang Nayeon?”tanya Sehun.

 

Luhan kembali tersenyum. Bahkan Sehun lebih memilih menanyakan tentang Nayeon daripada Yeri. Lihat saja apa dia masih mau mengelak tentang perasaannya.

 

“Dan kau mencintainya.”ucap Luhan, Sehun terhenyak mendengar ucapan hyungnya itu.

 

“Jangan membuat Nayeon makin menderita lagi. Jangan membunuh siapapun lagi kau harus ingat pesan Youngho kala itu!” suara Luhan kini lebih tegas. Kemarin dia mendapat kabar dari Kris bahwa Sehun akan membunuh ayah Chanyeol. Sebenarnya Luhan sangat kecewa mendapati adiknya tumbuh dengan bengis seperti ini. Seandainya Luhan bisa memutar waktu maka ia akan memilih membawa Sehun bersamanya, tapi saat itu dia masih terlalu kecil untuk itu. Luhan kecil belum tahu apa-apa.

 

“Aku tidak memintamu untuk meninggalkan kehidupan gelapmu ini, hanya saja jangan membawa Nayeon terseret kedalam kehidupanmu itu. Jika kau mencintai Nayeon maka kau harus bisa membuatnya bahagia. Cinta itu bukan semata-mata memiliki orang yang kau cintai, tapi menjaganya dan membuatnya bahagia adalah hal yang utama”

 

Sehun tertunduk meresapi kata-kata hyungnya. Luhan dibesarkan dengan penuh kasih itu sebabnya dia banyak mengerti bagaimana cara mencintai seseorang dengan benar. Berbeda dengan dirinya, dia tidak pernah mengenal kasih sayang. Sejak kecil hanyalah kebengisan yang diajarkan Jonghun. Seandainya kala itu Sehun bisa memilih pasti dia akan memilih hidup di Cina daripada tinggal bersama Jonghun di Korea. Seandainya Sehun adalah direktur utama Lu corporation. Sehun yang duduk manis dibalik meja kerja. Sehun yang memimpin rapat. Bukan Sehun seorang mafia yang kejam. Sehun yang sesuka hati membunuh orang dengan cara yang kejam. Sehun yang menghabiskan malamnya dengan berpesta wine dan narkoba lalu tidur bersama wanita-wanita kotor.

“Kalau kau membunuh ayah sahabatnya itu berarti kau menyakitinya dan dia akan sangat terpukul akan hal itu, dia juga belum tau kan kalau kau yang membunuh Byun Baek?”Luhan menarik nafas sejenak sebelum meneruskan kata-katanya.

 

“Meskipun kau membunuh Park Ji Woo agar dia tak menguak kasus Byun Baek, cepat atau lambat Nayeon akan tahu dan dia akan pergi kapanpun itu”ujar Luhan sarat dengan ancaman. Sehun terhenyak, Tidak! Dia tidak ingin Nayeon pergi.

 

“Kau tidur dengan jalang semalam?”selidik Luhan ketika melihat kissmark dibalik kerah kemeja Sehun.

Oh! Salahkan Nayeon untuk ini.

***

 

“Suamiku, aku harus ikut denganmu”ucap seorang wanita dengan seorang bayi kecil digendongannya. Lalu anak laki-laki berusia 4 tahun berlari keluar dari rumah.

 

“Ibu jangan tinggalkan aku bu!”tangisnya.

 

Pria berseragam tentara itu menatap iba anak dan istrinya. Rasa tidak mungkin untuk membawa mereka ke medan perang, namun meninggalkannya di Korea bukanlah hal yang baik karenak keadaan di Korea juga tengah tidak baik saat itu.

 

“Eomma!!!”teriak anak laki-laki itu disamping tubuh ibunya yang tidak bernyawa sambil memeluk adiknya yang masih sangat kecil.

 

***

 

Luhan terbangun seketika setelah mimpi buruk itu kembali menghampirinya. Nafasnya memburu, detak jantungnya berdetak begitu cepat. Setelah bertemu dengan Sehun beberapa hari yang lalu, mimpi itu kembali hadir ditidurnya. Mimpi yang membuat kepala sangat pusing. Mimpi akan kenangan buruk 22 tahun yang lalu di Palestina.

 

Luhan sangat ingin melupakan kejadian mengerikan itu. Hanya saja dia selalu merindukan ibunya dan itu memaksa Luhan untuk mengingat kejadian mengerikan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kejadian yang membuat Sehun menjadi sosok yang mengerikan.

 

Sehun harus tau ini cepat atau lambat sebelum semuanya tidak bisa terungkapkan. Luhan tau benar bahwa adiknya akan terancam sebentar lagi mengingat Yeri tidak lagi dalam genggaman Sehun maka gadis itu bisa saja melakukan penyerangan tiba-tiba.

 

***

 

Nayeon duduk dikursi ujung dekat dengan jendela kedai. Lamunannya telah jauh entah kemana, tak bisa dipungkri dia sangat merindukan kehadiran Baekhyun sekarang. Biasanya dia akan datang lalu tersenyum cerah padanya.

 

Nayeon menghela nafasnya. Jengah, sejak tadi dia hanya duduk diam tanpa tahu apa yang dia tunggu.

“Kau mau caramel macchiato lagi?”tawar Kyungsoo sambil berjalan mendekat kearahnya.

Nayeon tersenyum simpul pada Kyungsoo.

 

“Duduklah Soo aku ingin mengatakan sesuatu.”

 

Kyungsoo kemudian duduk didepan Nayeon setelah mendengar titah Nayeon.

 

“Kau mau mengatakan apa?”tanya Kyungsoo lembut, seperi biasa.

 

“Aku merindukan Baekie”kini suara Nayeon terdengar sedang menahan tangisnya.

 

“Ya, sekeras apapun kau berusaha untuk baik-baik saja maka cepat atau lambat rindu akan membuatmu tidak baik-baik saja.”ujar Kyungsoo. Pria itu paham betul bagaimana perasaan Nayeon sekarang.

 

“Lalu bagaimana dengan rasa bersalahku karena aku masih tinggal bersama Sehun sampai saat ini?”

 

Kyungsoo menghela nafasnya panjang. Kali ini dia tidak bisa memberi masukkan apapun untuk Nayeon karena jika meminta Nayeon untuk meninggalkan rumah itu akan percuma. Sehun akan tetap membuat Nayeon kembali dengan cara apapun itu.

‘kring!!’ suara lonceng didepan pintu berdenting menandakan ada yang datang.

Nayeon mengerjap kala melihat seorang gadis yang tak asing lagi dimatanya berjalan kearahnya. Gadis itu tak menatap Nayeon tapi Nayeon tahu bawa pandangan kebencian yang ia tebar itu diperuntukan untuk dirinya

“Bukankah itu Kim Yeri?”tanya Kyungsoo setengah berbisik. Nayeon mengangguk cepat sebagai responnya sebelum gadis itu benar-benar tepat berada didepannya.

“Yoo Nayeon?”tanya Yeri sekedar memastikan.

“Ya?”

Yeri tersenyum kecut sambil menyebar pandangannya pada kedai kopi Kyungsoo. Lalu gadis itu memberi sejumlah uang untuk Kyungsoo, “Tutup tokomu untuk 15 menit kedepan, ada yang ingin ku bicarakan beruda dengannya.”ujar Yeri pada Kyungsoo. Kyungsoo masih terdiam menanti persetujuan dari Nayeon.

“Lakukan saja Soo-ya.”ucap Nayeon santai meskipun sekarang jantungnya berdebar cepat.

Yeri kemudian dudukdidepan Nayeon dengan terus mengeluarkan death glarenya membuat Nayeon bergidik ngeri.

“Jauhi Sehun, dia milikku!”tukas Yeri to the point karena gadis itu tidak suka basa-basi.

Nayeon menarik nafasnya untuk mengisi paru-parunya yang teramat sesak sekarang

“Tidak! dia milikku sekarang!”ucap Nayeon tegas namun sesaat kemudian gadis itu memejamkan matanya sejenak merutuki kebiasaan buruknya itu.

 

“Oh ya? Apa kau bisa melindunginya?”tanya Yeri menantang seolah hanya dialah orang yang bisa melindungi Sehun dan ada kenyataannya memanglah benar.

 

“Ya! Aku akan melindunginya, dia sudah melindungiku selama ini.”

 

“Lihatlah betapa bodohnya dirimu! Kau bahkan melindungi seseorang yang bahkan sudah menghancurkan hidupmu!”ucap Yeri sengit. Nayeon menelisik kata demi kata yang baru saja diucapkan gadis didepannya utuk mencerna ucapannya untuk mencari tahu maksud dari gadis itu.

 

“Semoga kau segera tahu Yoo Nayeon, Dan jika ka sudah tau maka kau tidak perlu bersusah payah untuk balas dendam karena aku akan segera menghancurkan Sehun.”

 

Nayeon menatap tajam Yeri.

“Bicara apa kau ini.”Nayeon kemudian meninggalkan Yeri dikedai kopi lalu pergi begitu saja tanpa mempedulikan Kyungsoo yang menatapnya cemas.

 

***

 

“Kris!”panggil Nayeon kala seorang pria bertubuh tinggi tengah membayar belanjaannya dikasir mini market.

 

Pria itu menoleh pada Nayeon dan kemudian menunjukkan senyum lebarnya.

“Nayeon-a! Apa yang kau beli?”tanya Kris.

 

Nayeon menunjukkan dua kaleng cola ditangannya.

“Biar aku yang membayarnya.”ujar Kris sambil meraih dua kaleng cola tadi dari tangan Nayeon lalu meminta kasir mini market untuk menjumlahkan bersama barang belanjaannya.

 

“Kau baik sekali.”Nayeon menepuk pundak Kris pelan.

 

Usai membayar belanjaannya, Kris mengajak Nayeon duduk didepan mini market.

“Kris?”panggil Nayeon sedikit ragu.

 

“Hm?”

 

“Yeri menemuiku tadi.”ucap Nayeon yang sontak membuat Kris tak percaya.

 

“Apa yang dia katakan?”tanya Kris dengan setenang mungkin.

 

“Dia akan menghancurkan Sehun.”

 

Kris menghela nafasnya panjang. Berusaha berfikir jernih setelah apa yang dikatakan Nayeon baruaan membuat otaknya sangat kacau.

 

Cepat atau lambat Sehun akan segera lenyap. Yeri bukanlah gadis biasa, dia adalah putri tunggal perdana mentri. Apapun yang ia katakan pada ayahnya maka ayahnya akan mempercayainya. Terlebih penuturan Yeri tentang keberadaan Sehun dan permintaan gadis itu untuk melenyapkan Sehun. Bukankah hebat jika seorang perdana mentri berhasil merobohkan seorang mafia besar yang sejak dulu menjadi musuh negara?

 

***

“Bicara apa kau ini Kris?”tanya Sehun meremehkan ucapan Kris. Pria cina itu baru saja memberitahunya tentang pertemuan Nayeon dan Yeri kemarin. Kris juga menasehatinya banyak hal agar Sehun tetap waspada. Tapi Sehun tetaplah Sehun. Pria itu tak mudah mundur dan mengaku kalah karena pada dasarnya dia memang tak pernah terkalahkan.

 

“Yang kau lawan sekarang bukan hanya Yeri Hun tetapi seluruh anggota pasukan khusus Korea Selatan. Apa kau masih sanggup?”

 

Sehun menyunggingkan senyum remehnya lalu beranjak meninggalkan Kris didalam mobil mewahnya. Pria itu lebih memilih untuk segera masuk kedalam bar daripada harus mendengarkan ocehan Kris yang membuat telinganya berdengung sakit.

 

Sehun pov’s

 

Sial! Kenapa tidak ada satupun wanita yang membuatku tertarik? Kenapa seperti ini?

 

Ini bukan seperti biasanya, bahkan ketika wanita-wanita jalang itu mendekatiku aku malah teringat wajah Nayeon. Sudah lebih dari satu jam aku duduk dibar sambil terus menenggak wine. Kris? Oh mungkin dia sudah bergulat dengan wanita dihotel sekarang.

 

Perkataa Kris masih saja bergelayut difikiranku. Bagaimana jika Nayeon terluka? Bagaimana jika aku mati dan Nayeon sendirian? Shit! Apa yang harus kulakukan?

 

Author pov’s

 

Kuharap kau bisa meluangkan waktumu untuk datang berkunjung ke Seoul Lu.”ucap Kris penuh harap pada Luhan yang tetap tak berkutik dari meja kerjanya.

 

“Selamatkan Sehun.”

 

Luhan memandang Kris tajam sarat akan ancaman. Jelas akan ketidaksukaan Luhan terhadap permintaan Kris.

 

“Sehun bisa menyelamatkan dirinya sendiri.”ucap Luhan setelah kembali pada tumpukan berkas-berkasnya.

 

“Lalu Nayeon?”

 

Luhan tersenyum kecut mendengar pertanyaan Kris.

 

“Siapa dia? Haruskah aku menyelamatkan gadis tak dikenal itu?”

 

Kris geram namun pria itu masih bisa mengatur emosinya. Ia harus ingat bahwa pria yang tengah dihadapnya adalah seorang direktur utama perusahaan besar. Sangat tidak lucu jika Kris membunuhnya dengan sekali tembak.

 

“Apa kau lupa? Nayeon adalah putri tunggal Youngho.”Kris masih mencoba meredam amarahnya.

 

“Dan aku benci Youngho. Dia telah mengjarkan Sehun bertarung, menembak, merampok.”

 

“Terserah kau saja Lu. Aku hanya perlu mengatakan bahwa pasukan khusus telah disiapkan oleh perdana mentri. Aku pergi!”Kris kemudian beranjak dari tempatnya duduk lalu segera pergi meninggalkan ruang kerja Luhan.

***

“Hei menurutmu siapa yang ada dibalik pembunuhan Baekhyun, Chan?”tanya Jihye ada Chanyeol yang masih asik dengan gamenya. Kedai Kyungsoo tidak begitu ramai jika siang hari, maka dari itu mereka menjadikannya untuk tempat berkumpul tiap siang usai perkuliahan.

 

“Sangat misterius karena itu begitu dirahasiakan anggota kepolisian.”ucap Kyungsoo sedikit memberi kode pada Chanyeol yang notabene adalah putra dari kepala penyidik kasus Baekhyun.

 

“Tanyakan pada ayahmu Chan!”pinta Jihye tanpa basa-basi membuat Chanyeol mengedarkan deathglare nya dan Jihye menyesali ucapannya. Mereka terdiam beberapa saat, posisi Chanyeol yang membelakangi pintu masuk membuat pria itu tak tahu siapa yang datang.

 

“Sehun yang membunuhnya.”ucap Chanyeol yang sontak membuat mata bulat Kyungsoo makin bulat dan mata sipit Jihye sedikit lebih lebar. Tidak! Bukan karena pernyataan Chanyeol tapi karena Nayeon yang baru saja sampai dan kini berdiri tepat dibelakang Chanyeol.

 

“Siapa yang dibunuh Sehun Chan?”tanya Nayeon lalu duduk disebelah Chanyeol.

 

“Tidak ada, hanya saja jika Jihye terus menggangguku saat main game maka aku akan menyuruh Sehun membunuhnya.”dusta Chanyeol diiringi cengiran polos Kyungsoo dan Jihye.

 

Nayeon hanya tersenyum simpul lalu menyerobot americano milik Chanyeol. Gadis itu tahu benar bahwa ketiga sahabatnya itu tengah memainkan sebuah peran.

***

Luhan melangkah pasti kearah Kris yang memang sejak tadi menunggu kedatangannya di Incheon.Kris Wu, sejak tadi wajahnya menunjukkan rona bahagia yang begitu jelas. Luhan akhirnya datang dan Kris benar-benar bahagia akan hal itu.

“Dimana Sehun?”tanya Luhan pada pria bertubuh tinggi didepannya.

 

“Dia dirumah.”

 

“Bersama Nayeon?”

 

“Siapa lagi”

Kris kemudian mengikuti langkah Luhan keluar dari bandara.

 

Korea Selatan, entah sudah berapa lama Luhan tak melihat tanah kelahirannya ini. Jonghun selalu melarang Luhan untuk datang ke Korea. Pria itu takut jika Luhan menemui Sehun secara diam-diam. Kini Jonghun sudah tak ada, maka Luhan akan bebas datang kapanpun ia mau. Datang kerumah Sehun kapanpun ia merindukan adiknya. Tapi mungkin ini bukan saat yang tepat dan Luhan harus menyesalinya karena menerobos kekamar adikknya tanpa mengetuk pintu.

 

“Maaf, kalian boleh melanjutkannya.”ucap Luhan lalu tersenyum malu mendapati pemandangan yang tidak seharusnya dilihatnya. Nayeon dengan baju handuknya duduk diperut Sehun dan dengan liarnya menghujani dada bidang Sehun dengan kissmark. Hebat ya? bahkan Luhan belum pernah sekalipun melakukannya. Pria itu lebih memilih menutup pintu kamar Sehun dan melangkah menuju ruang tamu dilantai satu.

 

“Siapa dia hun?”tanya Nayeon yang merasa terganggu akan kehadirannya.

 

“Hyungku, pakai baju yang benar ayo kita temui dia.”titah Sehun seraya menyambar kemeja hitam dibibir ranjang lalu segera memakainya.

“Kau punya kakak? kenapa tidak pernah memberitahuku?”tanya Nayeon sambil melepas baju handuknya. Nayeon, gadis itu dengan santainya memakai sweater ketika Sehun masih memandanginya. Apa yang harus disembunyikan? Sehun sudah melihat semuanya.

 

“Sudah ayo cepat!”Sehun menarik Nayeon untuk segera mengikutinya.

 

Gadis itu bersembunyi dibalik punggung lebar Sehun. Siapa yang tidak malu jika seseorang tanpa sengaja melihatnya bercumbu.

 

“Kenapa tidak memberi tahuku jika akan kesini Hyung?”tanya Sehun sambil menuruni satu persatu anak tangga rumahnya.

 

“Ya lain kali aku akan menelefonmu sebelum datang,aku menyesal untuk ini.”balas Luhan diakhiri senyum innocentnya.

 

“Ah itu pasti Nayeonkan?”Luhan memastikan seraya berusaha memandang Nayeon yang masih berada dibalik punggung Sehun.

 

“Hei! kenalkan dirimu!”titah Sehun kesal karena gadis itu terus memainkan kemeja bagian belakangnya.

 

Perlahan Nayeon menunjukan dirinya pada Luhan.

 

“Yoo Nayeon.”Nayeon membungkuk sopan.

 

“Apa saja yang diajarkan Sehun padamu selama ini?”goda Luhan sontak Nayeon kembali bersembunyi dibalik punggung Sehun. Sejak kapan gadis itu menjadi pemalu seperti itu.

 

“Ada yang ingin ku bicarakan.”ucap Luhan tanpa basa-basi lagi. Mata rusanya itu memandang Sehun tajam mengisyaratkan bahwa ini rahasia dan Sehun dengan sigap langsung mengerti.

“Ah baiklah ayo kita cari tempat yang nyaman.”

Luhan tersenyum lalu berdiri dan menepuk bahu Sehun bangga.

“Nayeon! Sehun kupinjam dulu ya, kau bisa melanjutkannya nanti. Lagipula melakukan seperti itu bukankah lebih nikmat jika malam hari?” goda Luhan diiringi kekehan jahilnya saat melihat wajah Nayeon semerah tomat. Sayangnya Luhan tidak bisa menggoda gadis itu lebih lama karena Sehun segera menariknya keluar rumah.

 

***

Sehun terdiam memandangi kopinya yang sudah dingin diatas meja. Luhan sejak tadi terus menasehatinya panjang lebar.

“Sebaiknya segera jauhi Nayeon dan biarkan dia hidup tenang hun.”

Sehun masih dalam keterdimannya. Pria itu sesekali menyapukan lidah bibir mungilnya untuk sekedar mengusir resah yang sejak tadi bergelayut didirinya.

 

“Aku akan menjaganya.”ucap Sehun pelan namun Luhan tahu bahwa suara adiknya kali ini menyimpan keraguan yang amat sangat.

 

“Kau yakin?”tanya Luhan memastikan meskipun pria itu sudah tahu kepastiannya.

 

Sehun menghela nafasnya “Ya!” jawabnya kali ini terdengar yakin.

 

“Pergilah keluar negri dan Nayeon akan baik-baik saja bersamaku.”ucap Luhan.

 

Sehun menatap tajam manik rusa milik kakaknya itu. Mencoba mencari-cari maksud dari pernyataannya. Apakah Luhan jatuh cinta pada Nayeon? Atau ada maksud yang lain?

 

“Bukan begitu, aku hanya akan melindunginya. Tidak lebih.”Luhan tersenyum menenangkan.

 

“Tidak!”

 

 

To be continued…

 

Haiiiii annyeong!!!! Aku kembali lagi, kangen sekaliii sama readers semua heehee ❤❤❤❤❤

Maafkan jung yang udah bikin kalian nunggu lama yaa ga lagi lagi dehh.

Gimana untuk chapter 7 ini ? Masih ada yang kurang kah? Alurnya masih kecepetan kah? Atau ada yang perlu diperbaiki lagi kah?

Butuh banget saran yaaa ❤

Terimakasih sudah setia menunggu fanfic ini dan sekali lagi maaf kalo masih ada yang kurang hehe

33 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me – Chapter 7”

  1. Aduh makin tegang nih cerita, apa sehun bakal dibunuh ama yeri??? Knapa sehun gk berubah aja kasian klo nayeon tahu yg sebenarnya nnti 😥😥

  2. Aku kira tadi chanyeol bakalan ngasih tau nayeon. Oh yaampun mereka knapa jadi kek bgitu yak? OMg aku belom cukup umur ihh buat baca bginian *bcanda hehehe
    Nayeon kayanya jadi open gitu ya ama sehun, ga dingin dingin kaya kmaren gitu. Tapi aku lebih suka dia yg dingin ke sehun daripada kek skrng, tapi ga papa koo. Tetep suka akuu >.< itu serius sehun mau ninggalin nayeon? Semoga aja gaa. Next yaa

  3. akan jd gmn kisah sehun nayeon yaaa, kayanya ada sesuatu yg luhan ketahui dr semua ini. makin penasaran lanjutkan deh

  4. ihhh… nayeon lucuu ya.. jadi manja” gitu sama sehun.. sembunyi di balik punggung nya sehun.. mainin kemeja nya.. sweet banget…

  5. Makin tegang aja ceritanya. Yeri serius tuh sanggup mau bunuh sehun? Sehun juga serusak tuh tetep mau lindungin nayeon? Kalo nayeon tau sehun yg bunuh baekhyun nggak bisa ngebayangin kacaunya

  6. Akhirnya update jugaa, ampe lumutan thorr nungguinnya.
    Waaa, keren keren! Tbc nya nge gantung bnget.
    Next ya! Update jangan lama2 thoorr

  7. Aaaaaaaa greget tbc nya gantung banget. Kalo menurutku nayeon dr apa yg d dengar d cafe tadi dia uda tau kalo sehunlah yg ngebunuh baekhyun. Ada 2 alasan kenapa dia masi sama2 sehun. Pertama karna dia emang suka ama sehun ato karna dia pengen nyari kebenaran kalo emang sehunlah yg bunuh baekhyun….
    Cepetan update chap 8 g sabaaaarrrr

  8. Duh takut klo smpee Nayeon tau sehun yg bnuh baekki😢😢 apa jdinya…

    luhan gege k korea mau blik k EXO lg ya ( abaikan*****)

    Makin seru thor ceritnya..semngat ya thorr😊😊

  9. Yeahhh akhirnya diupdate juga
    Puas banget deh ga sia sia nunggu selama ini ^^

    Sehun sama Nayeon kayanya makin jauh hubungan mereka
    Semoga mereka baik baik aja

  10. Duh duh makin seru aja thor!
    Yeri jahat ya mau hancurin sehun, tapi sehun jga kejam .. hmmm..
    Wah akhirnya luhan nurut apa kata kris ya..

    Next thor!

  11. Kyaaa, seru thor… Menurut aku alur.a ngak cepet kok udah bgus kya gitu^^(tapi itu menurut aku yaa)
    semangat!! NEXT ya thor

  12. duh, jangan sampe yeri hancurin sehun >,<
    smga nayeon ttp sama sehun 😀 . ditunggu next chapter authornm. fighting ^^

  13. Duhh., kak nanti bakalan tambah seru nih.,
    Sehun gx mau banget jauh dari nayeon ya..kkkk
    Huft., tadi untung nayeon gx denger ucapanya chanyeol ya, coba kalo denger bisa berabe tuh. Tapi sih nanti juga nayeon bakal tau kalo yg ngebunuh baekhyun itu sehun.

    Next ya kak dtunggu klanjutanya^^

  14. aduh kayanya mau perang hebat ini..gk sabar..gk sabar…untung ada kris sbg perantara yg baik buat sehun luhan..
    lah tdi itu nayeon gk jadi denger omongn chanyeol toh..kirain denger..hahaha kan bisa heboh tuh..
    wuihhh yeri kejam jg yaa..trus gimana nasib sehun??? trus kalo luhan nolongin..nolong yg kek gimana kan dia gk bisa perang atau semacamnya…apapun itu selamatkan sehunku lu!!! *sehunku?apaan sih

    next..next….

  15. tidak…..jangan biarin luhan sama nayeon 🙂
    setelah baekhyun pergi, terus skrg muncul luhan gitu????
    belum lagi yeri???
    bnyak bgt ya yg menghalangi sehun dan nayeon untuk hidup bhagia bersama….
    aq tunggu next nya.
    jangan pisahin sehun dan nayeon please 🙂
    apapun yg terjadi mereka harus tetap brsama…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s