[EXOFFI FREELANCE] BROTHER : Introduce (Chapter 1)

BROTHER(S); Introduce [Chapter 1]

BROTHER(S); Introduce

Originally by Delza Algiwity

Love; incest, family, romance.

Cast: Park Daelja (OC); Kim Jongin (EXO), Park Chanyeol (EXO); Byun Baekhyun (EXO); Oh Sehun (EXO); Do Kyungsoo (EXO); Kim Myungsoo (INFINITE)

[Contain Harsh-Words; R-17; typo(s)]

“Dan adapun orang yang menganggap dosa itu indah. Salah satunya aku, yang melakukan berbagai hal yang tidak masuk akal dengan kakak kandung ku sendiri.”

 

Daelja POV

Namaku Park Daelja. Satu-satunya gadis di keluarga Park. Aku merupakan anugerah Tuhan yang dititipkan kepada Park Myungsoo dan Cho E     unsoo; yang pada nyatanya, hanya kepada Park Myungsoo. Mungkin aku tak pantas berpendapat seperti ini, namun Ibu ku tidak menyayangiku. Beliau menghembuskan napas terakhirnya tepat saat aku menghirup oksigen untuk pertama kalinya. Jadi, yah, kurasa Ibu tidak menyayangiku. Tidak memberiku, kakak dan adikku kesempatan untuk merasakan kasih saying darinya. Sehingga Ayah berjuang untuk membesarkan aku dan saudara-saudaraku seorang diri.

Ini sedikit lucu jika aku ceritakan secara rinci. Aku punya 4 kakak pria, dan kelahiran mereka hanya berselang 1 minggu. Jangan tanyakan ini sungguhan atau tidak, karena sampai sekarang pun aku masih belum bisa mempercayainya. 4 benih dalam satu janin? Sungguh menakjubkan.

Kadang, aku memaksa Ayah untuk jujur padaku mengenai saudara-saudaraku. Pasti ada salah satu di antara mereka yang bukan saudara kandungku. Namun, tiap kali aku bertanya seperti itu, aku hanya dihadiahi dengan jitakan di kepala; ucapanku ngawur, katanya.

Satu-satunya gadis di keluarga, membuatku tumbuh menjadi anak yang manja. Karena kebetulan, saudara ku semuanya berjenis kelamin pria, aku menjadi bergantung pada mereka. Ah, ya, sekarang aku duduk di bangku SMA kelas 11. Dan, aku akan memperkenalkan saudara-saudaraku.

 

Park Jongin,

Ini kakak pertamaku. Dia lahir lebih awal 15 menit dari kakak keduaku. Kulitnya sedikit lebih cokelat, mengikuti kulit Ibu ku. Tapi hey, jangan salah, dia terlihat lebih maskulin dengan warna kulit seperti itu; um, eksotis. Hanya dia yang bisa membujukku ketika aku sedang upset. Tak usah kujelaskan dulu bagaimana cara-caranya yang selalu berhasil untuk membujukku, karena… kalian akan kaget. Dia beda 1 tahun denganku, sekarang duduk di kelas 12.

Park Chanyeol

Sudah jelas ini kakak keduaku. Aku tak tahu bagaimana cara mendeskripsikannya pada kalian. Bisa kukatakan, ini adalah kakak favoritku. Aku menggilainya dari segi manapun. Walaupun dia jahil, dan kadang menyebalkan. Dia juga kelas 12, sekelas dengan kakak ketigaku.

Park Baekhyun

Ini kakakku yang selanjutnya. Lahir 1 minggu setelah kelahiran kakak pertama dan keduaku. Aroma tubuhnya memabukkan; keceriaan yang selalu ia pancarkan membuatku lebih senang bergaul dengannya.

Park Sehun

Kakakku yang terakhir. Hanya beda 5 menit dengan Baekhyun. Ini kakak tertampanku! Aku selalu membanggakannya di hadapan teman-temanku. Sifatnya sedikit dingin dan cuek, tapi itu hanya berlaku untuk orang asing saja. Buktinya, jika bersamaku, dia membuatku…..melayang. Sekelas dengan Jongin.

Park Kyungsoo

Dan yang terakhir, adikku. Walau kita hanya beda 10 menit, tetap saja dia adikku. Tidak ada komentar untuk yang satu ini, yang aku tahu, dia hanya…..mahir dalam hal kissing. Aku sekelas dengannya.

Ayahku orang yang sibuk, jarang sekali di rumah. Pernah “sekali”, beliau pulang. Tidur di rumah seharian, hal itu kuanggap sebagai keajaiban dunia. Sungguh, Ayahku orang yang sibuk. Kami ber-enam diurus dengan beberapa maid kepercayaan Ayah.

Sistem kamar, Chanyeol bersama Jongin, Baekhyun bersama Kyungsoo, dan Sehun memilih untuk tidur sendirian. Mengapa yang lainnya tidak meminta kamar sendiri? Karena, sebenarnya semua orang mengira Kyungsoo akan terlahir sebagai wanita, maka dari itu 3 kamar telah disiapkan untuk dihuni dua orang tiap kamar. Tapi, apa yang terjadi? Hanya aku satu-satunya gadis, dan untuk itu aku harus mempunyai kamar sendiri. Sehun tidur di kamar yang disediakan untuk tamu. Yang berarti, jika ada tamu, dia akan tidur di kamarku. Omo, aku memerah sekarang.

Baiklah, kurasa sekarang aku harus tidur. Besok sekolah.

 

Normal POV

Pagi hari merupakan musuh terbesar bagi Daelja. Silau sinar matahari tidak mampu membuat kelopak matanya terbuka; hanya guyuran air dingin, penarikan paksa selimut, dan kecupan hangat Park Baekhyun yang bisa membangunkannya.

“Pemalas, bangun!” Kyungsoo mencubit pipi Daelja. Tidak keras, namun tidak pelan pula. Dengan harapan Daelja bisa bangun dengan trik ini, Kyungsoo kembali bersuara, “Sudah jam 7.”

Tak mendapat respon, Kyungsoo menghela napas kemudian beranjak menuju kamar mandi. Ia menyiapkan air hangat untuk Daelja. Jadi, tinggal membangunkannya saja.

“Sudah bangun?” Itu bukan Kyungsoo, melainkan Sehun. Ke-lima pria itu telah siap dengan seragamnya masing-masing. Menyantap roti selai dengan damai.

“Rasanya aku ingin mengguyurnya saja, Hyung.” Ujar Kyungsoo kesal yang dibalas dengan tatapan tajam dari Sehun, “Jangan berani lakukan itu lagi atau kau kuhajar.” Ancamnya; kemudian berjalan meninggalkan kamar Daelja, “Panggilkan Baekhyun.”

Kyungsoo hanya menghela napas kemudian mengikuti jejak Sehun. Untuk saat ini, Baekhyun yang paling ampuh. Sekolah akan mulai dalam 1 jam, Daelja harus bersiap sekarang.

Beberapa menit setelah Kyungsoo dan Sehun meninggalkan kamar, Baekhyun dengan tampannya memasuki kamar Daelja.

“Oh~ my honey, belum bangun juga.” Ia duduk di tepi kasur, membelai surai Daelja dengan lembut. Bagaikan sihir, gadis itu mulai bergerak. Baekhyun membuka selimut dan melipatnya. Tangannya kembali beraktivitas; kali ini ia mengusap pipi Daelja.

Lagi, bagaikan sihir, “Ngggg—“ erangnya. Baekhyun yang melihat tingkah manis dari sang Adik, hanya bisa tertawa kecil. Ia mendekatkan tubuhnya pada Daelja dan mengecup pipinya dengan lembut. Kemudian, beralih ke kedua mata, hingga yang terakhir adalah bibir. Ini adalah puncaknya, dan Daelja berhasil bangun.

Ireona, sudah jam 7.” Ucap Baekhyun dengan posisi yang belum berubah. Bahkan, napasnya yang berderu menahan gejolak di dada, dapat dirasakan dengan jelas oleh Daelja. Alih-alih bangun, Daelja kembali menutup matanya, “Lagi.”

“Hm? Maksudnya, baby?”

“Tempelkan bibirmu sekali lagi.” Dan dengan itu, mereka menghabiskan waktu kurang lebih 7 menit untuk menyelesaikan “aktivitas” nya.

 

To Be Continued

 

 

 

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] BROTHER : Introduce (Chapter 1)”

  1. Kyaaa apa ini???
    Kaget aku bacanya itu daelja dg baekhyun?? Ahsudahla
    Mereka saudara kandung kan tapi kok gitu yaa ah penasaran ditunggu kak kelanjutannya ^^
    Fightingg!!

  2. Ya ampun cipokan ama saudara sendiri 😶😶
    Itu …….gimana rasanya?(yadong mode on)😆😆😕
    Keep writing kak penasaran kenapa daelja minta dicipok lagi ama si baek 😤😤😤😥😥😥😥😆😆😆

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s