[EXOFFI FREELANCE] Holler – Chapter 9

HOLLER Chapter 09

¤

HOLLER

¤

Choi’s

¤

Park Minah – Byun Baekhyun – Oh Sehun

¤

Ocs – EXO members – Others

¤

Complicated-romance – School Life – Fluff

¤

Chaptered

¤

T(eenager)

¤

The OCs and the stories are purely mine, EXO members belong to EXO-L

¤

“Knocking to your heart. Please open it widely.”

¤

Previous Chapters

Teaser and TrailerIIIIIIIVV

VIVIIVIII

 

¤ I X ¤

 

 

flashback 10 years ago.

“Mina-ya mulai sekarang kau adalah yeoja chinguku.”

“Wae? Kenapa aku? Dan apa itu yeoja chingu?”

“Aku tidak tau, aku melihatnya di TV tadi malam saat Kyuhyun hyung memutar drama kesukaannya.”

“Geurae, jika itu membuatku senang aku akan melakukannya.”

 

“Hun-ah bisakah kau menggendongku?”

“Eo? Akan kucoba, aku akan mengangkatmu dengan tanganku seperti yang dilakukan di drama tadi malam.”

“Hun-ah aku akan jatuh, aghh…”

“Mianhae Mina-ya, pegang tanganku. Aku berjanji aku akan lebih kuat sehingga aku dapat menggendong yeoja chinguku.”

“Arraseo Hun-ah. Kemarilah aku ingin mencoba menggendongmu.”

“Apa? Tidak! Jangan! Mina-ya, andweeee!”

flashback end.

¤ H O L L E R ¤

 

-Park Minah’s POV-

Entah mengapa sedari tadi aku terduduk mematung di sofa, menunggu Baekhyun pulang sekolah. Tidak ada satupun acara TV yang menarik. Sehun pun sudah kembali tidur setelah menghabiskan makan siangnya.

 

“Mina-ya…”

Aku menoleh kearah pintu mendengar siapa yang datang memanggil namaku. Baekhyun. Dan Geumhee. Aku meraih tangan Baekhyun dan memeluknya erat. Entah mengapa tiba-tiba aku melakukan hal itu di depan Geumhee.

 

“Kau sudah merindukanku ya?”

“Hm.” jawabku singkat sambil menenggelamkan wajahku di lengan Baekhyun.

“Lihat siapa yang datang ingin menjengukmu.”

Ahnyeong Mina-ya.”

Ahnyeong…”

Aku mencoba tersenyum selebar mungkin sambil menerima buah-buahan yang Geumhee bawakan.

“Kau tidak perlu sampai repot-repot seperti ini Geumhee-ah, sebenarnya aku sudah sembuh hanya saja Baekhyun tidak mengijinkanku pergi ke sekolah.”

Nan wae (aku kenapa)?” teriak Baekhyun yang sedang mengganti bajunya di kamar.

“Kau mau minum apa?”

“Air putih saja.”

Arraseo, silahkan duduk.”

 

Aku membawakan Geumhee segelas air putih dingin lalu aku duduk di sampingnya. Geumhee bercerita banyak tentang sekolah hari ini, tentang olimpiade matematikanya, dan sedikit tentang Baekhyun dan Sehun. Geumhee begitu cantik. Rambutnya panjang, lurus dan agak ikal, ia tidak memiliki poni. Tingginya kurang lebih sama denganku. Dan bola mantanya berwarna hitam pekat. Saat ia tersenyum, dua lubang di kedua sisi pipinya tercetak jelas membuatnya terlihat semakin menawan.

 

Baekhyun tengah menghabiskan makan siangnya di dapur. Ia keluar sambil menggigit sebuah Apel dari Geumhee lalu duduk bersama kami.

“Ya aku membawakannya untuk Mina, bukan untukmu Byun Baekhyun.”

Wae? Milik Mina juga milikku.”

“Bagaimana bisa? Bahkan dia belum memakannya dan kau sudah memakannya terlebih dahulu.”

“Jadi untuk apa kau membawanya jika tidak untuk dimakan?”

“Memang untuk dimakan tapi tidak olehmu.”

Wae?”

 

Aku hanya tersenyum melihat mereka berdua. Sangat akrab. Aku bahkan teringat Hani yang memeritahuku bahwa Baekhyun dan Geumhee bertengkar siang tadi, dan untuk sekarang aku sempat tidak percaya itu. Tapi Hani tidak mungkin berbohong padaku, pun Sehun yang telah menceritakan semuanya kepadaku.

 

“Mina-ya, aku akan mengupaskan beberapa buah Apel untukmu sebelum habis dimakan Baekhyun.”

“Haha, terimakasih banyak Geumhee-ah.”

Geumhee beranjak menuju dapur. Baekhyun beralih duduk disebelahku sambil tangan kanannya ia sandarkan pada sofa, melingkar di sekitar leherku.

 

“Kau mau?”

Ia menawarkan Apel yang telah ia gigit, aku mengigitnya sedikit.

“Baek?”

“Hm?”

“Kau memberi tau Geumhee kalau aku sakit?”

Ani, dia mengetahuinya dari yang lain.”

“Oh iya, bagaimana aku bisa langsung sampai di kamar saat pulang dari kunjungan sekolah? Seingatku terakhir aku masih berada di lapangan pondok.”

“Sehun menelfonku memakai ponsel Ahn sonsaengnim, memberitahukan bahwa kau pingsan. Aku langsung menjemputmu di sekolah.”

“Ah….”

“Kau membuatku khawatir Nona Park.”

“Aww..”

Baekhyun mencubit hidungku.

 

Tak lama, Geumhee membawakan sepiring Apel yang telah dikupas lalu duduk bersama kami. Sehun pun ikut keluar dari kamar namun masih dengan selimut yang ia gunakan untuk membungkus tubuhnya. Ia langsung duduk di sebelah Geumhee setelah mengambil beberapa Apel dari piring.

 

Kurang lebih satu jam kami bercengkerama, Geumhee berpamitan pulang. Baekhyun tidak mengantarnya karna ini masih sore. Aku mengantarkannya sampai kejalan setapak. Melambaikan tanganku padanya sampai ia menghilang dari pandanganku. Geumhee orang yang sangat hangat. Dia begitu sempurna. Cantik, pandai, dan baik hati. Sesaat aku lupa kalau ia pernah meninggalkan Baekhyun tanpa alasan, saat aku mengingatnya pun aku mencoba untuk tidak memikirkannya.

 

Aku kembali ke rumah, dan duduk di sebelah Sehun yang berbaring di sofa, sepertinya Baekhyun sedang di kamar mandi. Aku meraih ponselku yang bergetar.

 

One New Message
Lama tak bertemu, Nona Muda, kau semakin cantik saja. Sudah siap untuk menikah denganku? Berkunjunglah kapan saja di rumahku yang terletak tepat di sebelah rumah namja chingumu.

Sampai juma.

From: 010980189xxx

 

Saat itu juga aku melempar ponselku sembarangan. Sehun yang terkejut langsung memungutnya.

Wae? Meuseun iriseo (apa yang terjadi)?”

 

Aku menekuk kedua lututku dan memeluknya, tidak menjawab pertanyaan Sehun. Sehun pun melihat ponselku, tak lama kemudian ia mendengus kesal.

“Pria gila ini.” gumamnya.

 

“Apa kau ingin menemuinya?”

“Aku tidak tahu, menurutmu apa aku harus menemuinya?”

“Aku bisa menemanimu jika kau mau.”

“Baekhyun?”

“Apa kau ingin mengajaknya juga?”

“Tentu saja tidak!”

“Kalau begitu carilah alasan agar kau bisa pergi tanpa Baekhyun mengkhawatirkanku.”

“Tapi apa?”

“Kalau tidak tunggu saja sampai Baekhyun berlatih lagi.”

“Ide bagus Hun-ah.”

 

Sehun terlihat terkejut saat aku selesai bicara, matanya terbelalak bulat menatapku. Apa aku salah mengatakan sesuatu?

Wae?”

Ani, false alarm.”

“Huh? Apa maksudmu?”

“Lupakan.”

Apa yang sedang kalian bicarakan saat aku tidak ada?”

Aku terkejut saat Baekhyun keluar dari kamar mandi dan menimbrung, ia menyela duduk diantara aku dan Sehun. Sesegera mungkin aku menghapus pesan mengerikan itu dari ponselku.

 

-Author’s POV-

“Tidak apa-apa, hanya tugas sekolah.”

Kata Sehun menjawab pertanyaan Baekhyun.

“Benarkah? Sehun-ah?”

“Hm?”

“Apa kau menyukai Park Minah? Aku dengar kau menghabiskan banyak waktu dengannya saat kunjungan ke luar sekolah.”

Baekhyun berkata hampir berbisik, memastikan Mina yang sedang bermain dengan ponsel disampingnya tidak dapat mendengar perkataanya tadi.

 

“Apa yang kau bicarakan?”

“Aku hanya bertanya, kau menyukainya atau tidak.”

“Tentu saja tidak, lagi pula dia kan pacarmu.”

“Jika dia tidak pacarku, apa kau masih menyukainya?”

“Tidak.”

“Baguslah, aku hanya memastikan.”

“Siapa yang memberi tahumu?”

“Do Kyungsoo.”

 

Sehun bersumpah akan membunuh Kyungsoo saat ia bertemu dengannya. Sebenarnya Sehun sedikit terkejut dengan pertanyaan Baekhyun yang terakhir, yang sampai sekarang masih terngiang di dalam telinganya. Jika dia tidak pacarku, apa kau masih menyukainya?

Sehun tidak tau.

 

Baekhyun beralih mengganggu Mina. Ia terus meniup daun telinga Mina karna Mina yang masih terpaku pada ponselnya tak kunjung menghiraukannya.

“Kau tidak pulang? Apa Eommamu tidak mengkhawatirkanmu?”

“Huh? Emm tidak, aku sudah bilang kalau menginap di rumah temanku.”

“Ahh, temanmu?”

Ani, nae namja chingu (pacarku).”

 

Baekhyun tersenyum sambil menempelkan dahinya di pelipis Mina, ia berbisik ditelinga Mina.

“Aku menyayangimu Park Minah.”

Mina hanya tersenyum.

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

“Kau yakin akan membawanya ke sekolah?”

“Hm.”

Wae? By all of the sudden.”

Geunyang (just because)… Apakah kau akan latihan lagi sepulang sekolah hari ini?”

“Kemungkinan besar, karna Jung sonsaengnim sepertinya tidak ada jadwal hari ini.”

“Masuklah, aku ingin berbicara padamu.”

Baekhyun sedikit bingung dengan perubahan sikap Sehun. Ia hanya mengikuti Sehun masuk kedalam mobil.

 

Wae?” Baekhyun langsung bertanya saat mereka sudah duduk di dalam mobil.

“Apa kau benar-benar menyukainya?”

“Apa? Siapa?”

“Gadis itu.”

“Park Minah?”

“Hm.”

“Apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku menyukainya. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Kenapa dia?”

“Apa maksudmu? Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan padaku, Sehun?”

“Kau tau banyak gadis di sekolah yang menyukaimu, dan kenapa kau memilih Mina?”

“Aku hanya menyukainya.”

“Benarkah?”

“Ada apa denganmu? Jangan katakan padaku bahwa kau menyukainya!”

“Sudah kukatakan padamu aku tidak menyukainya. Aku hanya pernah mengenalnya, jadi aku tau seperti apa dia.”

“Maksudmu?”

“Kau tidak akan pernah melihatnya menangis. Kau tidak akan pernah melihatnya mengeluh. Tapi dia bukan gadis yang kuat, dia adalah gadis yang mencoba untuk menjadi kuat. Jangan sampai kenyataan bahwa kau masih belum dapat melupakan Geumhee nanti akan menyakitinya.”

“Tutup mulutmu Oh Sehun! Mengapa kau menyertakan Geumhee dalam pembicaraan ini?!”

“Kau bisa membohongi semua orang, tapi tidak diriku. Aku mengenalmu, sangat, dan kau bukanlah tipe orang yang dapat melupakan dengan mudah cinta pertamamu lalu tanpa alasan yang kuat dengan mudah menggantinya dengan cinta yang lain. Jujurlah pada hatimu.”

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Aku sudah tidak menyukai Geumhee lagi.”

“Ya itu benar, kau tidak menyukainya. Hanya saja kau belum bisa melupakannya. Aku takut kau memilih Park Minah hanyalah sebagai tempat singgah bagi hatimu yang kecewa. Aku tidak membela ataupun mengasihani Park Minah tapi Baekhyun, kau bertingkah bukan seperti dirimu yang biasanya. Jika gadis itu bukan Park Minah pun, aku masih akan mengatakan hal ini padamu.”

 

Baekhyun terdiam, membuang muka. Inilah Oh Sehun, sahabatnya yang acuh-tak acuh namun selalu mengamati dengan seksama bagaimana keadaan di sekitarnya. Entah setan apa yang merasuki Sehun sehingga ia dapat mengatakan hal seperti itu terhadap Baekhyun. Baekhyun pun, entah mengapa ia tidak dapat mencerna dengan baik perkataan Sehun yang sebagian besar ada benarnya.

 

Baekhyun tidak pernah memikirkan ini sebelumnya, bagaimana ia bisa menyukai Mina. Awalnya Baekhyun hanya tertarik dengan wajahnya yang cantik dan tingkah lakunya yang ramah, seiring waktu berjalan Baekhyun pun mulai menyukai Mina dan menyanyanginya, sampai saat ini.

 

Namun ruang kecil di hatinya, benar seperti yang Sehun katakan, Baekhyun masih belum bisa melupakan Geumhee, cinta pertamanya. Yang dulu adalah dunianya, senyumnya, tawanya, tangisnya, segalanya bagi Baekhyun. Yang memberikan kebahagiaan luar biasa kepada Baekhyun sekaligus kesedihan yang teramat sangat saat Geumhee mengakhiri hubungan mereka. Tidak bisa, sampai Baekhyun mengetahui alasan itu.

 

Mina keluar dari rumah, tak lupa ia mengunci pintunya. Ia langsung menghampiri Baekhyun dan Sehun yang sudah berada di dalam mobil, tidak menyadari bahwa atmosfer didalam sama masih begitu panas.

“Lihatlah betapa cantiknya dirimu, Park Minah.”

“Diamlah Byun Baekhyun.”

“Sabuk pengaman.”

“Sudah. Perlukah kita menghampiri Geumhee? Bukankah kita melewati rumahnya?”

“Coba saja.”

Sehun menginjak pedal gas dengan santai, tidak begitu cepat dan tidak terlalu lambat.

 

“Baek apa kau akan latihan lagi hari ini?”

“Mungkin. Wae? Sehun juga menanyakan hal yang sama tadi. Jangan katakan kalian akan pergi bersama saat aku tidak ada.”

Ania, mengapa kau tidak bilang kalau kau latihan hari ini? Kalau aku tau, aku kan bisa membuatkan bekal untukmu.”

Gwenchana.”

“Atau mungkin Geumhee sudah membuatkannya untukmu.”

Dua anak adam yang dudk di kursi depan langsung tercekat dengan perkataan Mina. Dalam batin Baekhyun bagaimana bisa Mina mengetahui bahwa sudah dua kali Geumhee membuatkannya bekal, sedangkan Sehun hanya melirik Baekhyun. Dalam batin Sehun dia bertanya-tanya bagaimana bisa Park Minah mengatakan hal itu langsung kepada Baekhyun. Keheningan melanda penumpang mobil Range Rover putih tersebut. Kedua anak adam itupun memutuskan untuk menutup mulut mereka.

 

Di halte bus Mina melihat Geumhee dan meminta Sehun untuk mengehentikan mobilnya. Ia mengajak Geumhee untuk berangkat bersama, Geumhee pun mau.

 

Sayangnya keheningan kembali melanda mereka. Mina yang terus bertanya-tanya dalam pikirannya apakah hari ini Geumhee masih membuatkan bekal untuk Baekhyun, namun ia tidak berani mengatakannya secara langsung. Baekhyun yang was-was jikalau Mina tiba-tiba membahas mengenai bekal. Geumhee yang hanya menikmati pemandangan kota melalui kaca mobil. Dan Sehun yang sesekali memperhatikan satu persatu wajah penumpangnya yang memasang berbagai macam ekspresi.

 

Sesampainya di sekolah mereka berpisah dan langsung menuju ruang kelas masing-masing. Selama pelajaran Sehun dan Mina terfokus pada sonsaengnimdeul (guru-guru) yang sedang mengajar, karna ujian tengah semester semakin dekat, materi yang mereka terimapun semakin sulit.

 

Baekhyun dan Geumhee pun sama. Ternyata Geumhee tidak membuat bekal hari ini karna pagi tadi ia agak sedikit terburu-buru. Jung sonsaengnimpun sudah mengatakan kepada mereka bahwa sepulang sekolah mereka langsung berlatih di Lab Matematika mengingat lusa mereka harus berperang lagi di babak Semi Final.

 

Saat istirahat pertama Sehun kembali menanyakan kepada Mina tentang rencananya yang ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun.

“Kau sudah memberitahukannya bahwa kau akan menemuinya hari ini?”

“Belum, baru saja aku akan mengirim pesan padanya.”

 

Me:
Aku ingin bertemu hari ini.

 

One New Message
Sure! Where and when?

 

From: 010980189xxx

 

Me:
Fave café, sepulang sekolah.

 

 

One New Message
My pleasure, Princess.

 

From: 010980189xxx

 

“Aku menyuruhnya datang ke Fave café sepulang sekolah.”

Sehun tidak merespon. Dalam hati Sehun juga sudah geram dan geregetan dengan pria itu. Tak henti-hentinya ia mempermainkan Mina, membuatnya selalu gelisah tiap kali teringat akan pria itu. Tak bisakah ia langsung saja memberitahukan yang sebenarnya pada Mina?

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

Tidak ada cerita menarik untuk diceritakan hari ini. Hanya siswa-siswi yang belajar saat jam masuk dan bermain saat jam istirahat. Sepulang sekolah Baekhyun dan Geumhee bersama Jung sonsaengnim langsung menyentuh beberapa soal dari olimpiade dari tahun sebelumnya. Jung sonsaengnim meninggalkan mereka berdua untuk mencari makan siang.

 

“Maafkan aku.”

Geumhee tidak terkejut dengan suara Baekhyun yang entah mengapa tiba-tiba langsung meminta maaf tanpa alasan yang tidak jelas, gadis itu hanya bingung.

“Kenapa kau meminta maaf?”

“Kau pasti sangat lelah bukan? Dengan sikapku yang terlalu keras padamu. Seperti kekanak-kanakan.”

Geumhee terdiam. Masih tidak mengerti kemana pembicaraan Baekhyun akan berlabuh.

“Aku terlalu egois dan aku benci ketika hanya berdua seperti ini. Tapi kau, aku terkejut ketika kau mengatakan padaku bahwa kau ingin kita berteman seperti biasa, seperti dulu. Aku berusaha keras agar kau pun membenciku, agar aku dengan mudah dapat membencimu juga.”

“Aku tidak pernah membencimu Baek, akulah yang seharusnya meminta maaf padamu.”

“Aku tidak bisa menemukannya. Alasan mengapa kau mengakhirinya.”

“Itulah alasan mengapa kau begitu ingin membenciku?”

“Tidak. Bukan. Aku membenci diriku sendiri. Aku membenci kenyataan bahwa aku tidak bisa melupakanmu.”

“Aku tau. Aku melihatnya. Aku merasakannya. Semakin kau mencoba, semakin kau tidak akan bisa. Kau tidak harus melupakanku Baek, you need to let it go, just let it go.

I know, thanks.

 

Entah sejak kapan wajah mereka begitu dekat, sangat dekat sampai Baekhyun hanya perlu untuk sedikit memajukan dagunya sehingga bibirnya menempel pada bibir Geumhee. Baekhyun menciumnya.

 

Sedari tadi jantung Baekhyun terus berdegub sangat kencang, semaking kencang ketika ia merasakan bulu mata Geumhee menyapu pipinya. Ia tidak tau mengapa ia melakukannya. Hanya perasaannya yang menuntunnya.

 

Saat itu juga dua pasang mata di depan pintu yang tidak ditutup oleh Jung sonsaengnim sedang menyaksikan adegan tersebut. Mina dan Sehun. Mina membawa makan siang untuk Baekhyun dan Geumhee, dan berniat untuk mengajak mereka makan siang bersama namun ia, kedua matanya harus menyaksikan kejadian yang benar-benar menghentikan dunianya.

 

Ia tercekat, membisu, mematung di tempat. Matanya menatap nanar ke dalam ruangan. Kedua tangannya bergetar kecil dan kakinya terasa berat hanya untuk menopang tubuhnya berdiri. Nafasnya kini mulai tersenggal. Sehun melihat tubuh kecil Mina sedikit berguncang.

 

Sehun hanya memperhatikan reaksi Mina dan sesekali melihat kedalam ruangan dimana kedua anak adam dan hawa itu masih beradegan. Sehun pun kesal. Kepada Baekhyun yang tak kunjung berhenti, juga kesal terhadap Mina yang hanya terdiam menyaksikan tak kunjung menghentikannya. Tapi ia beranggapan ia tidak memiliki hak apapun untuk mengambil tindakan dalam hal ini

 

Sehun memegang lengan Mina saat Mina mulai berjalan mundur menjauhi tempat itu.

“Kau mau kenana?” Mina masih terbungkam.

 

Sehun mengekor Mina masih dengan tangannya memegang lengan gadis itu. Mina berjalan menjauh dari Lab Matematika. Air matanya mengalir seiring ia melangkahkan kakinya, bermula dengan tetesan kecil namun semakin deras dan semakin deras sampai membasahi kerah dan dasi seragamnya. Langkahnya terhenti saat Sehun menarik lengannya dengan kuat, Sehun menatapnya tajam. Sehun berpikir mereka harus kembali kesana. Namun Mina masih terisak.

 

Dengan ragu-ragu, tangan Sehun mencoba mengelus rambut Mina, mencoba menenangkannya. Kepala Mina terhuyung jatuh di dada Sehun. Ia menangis sekencang-kencangnya sampai membuat seragam Sehun basah. Sehun mematung. Ia tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan sekarang.

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

Visit my personal blog.

16 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Holler – Chapter 9”

  1. Ya ya ya… Baekhyun lo bikin kesel ahh., tuh kn bner klo baekhyun masih ada rasa suka sama geumhee.,
    Dihh baekhyun kok gitu labil..

    Itu lagi si kyuhyun kok gx kapok kapok ya kak..

    Duhh next deh ya kak,
    Dtunggu klanjutanya^^

  2. tuh kan tuh kan baek..lu jg gtu sih baek..ahhha molla aku angkat tangan deh gk mau ikut campur..jangan panggil namaku klo lu butuh bantuan ya baek…*idihhh siapa jg yg minta bantuan situ*

    ahhh…sehun kok diem aja sih?? elus” kek peluk kek gitu dong..anak orang lg nangis kok didiemin..kok jadi gw yg sewot…okeee aku terlalu berlebihan..hahaha

    next..next..cepet ketemu kyuhyun biar jelas semua..

  3. Ya ampun sehun so sweet banget 😍😍
    baekhyun harusnya gk usah mainin perasaan mina klo masih suka sama geumhee kan kasian minanya 😢😢
    Next minn

  4. Ya ampun sehun so sweet banget 😍😍
    baekhyun harusnya gk usah mainin perasaan mina klo masih suka sama geumhee kan kasian minanya 😢😢
    Next minn and fighting

  5. Tuch baekhyun mwu.a pa sieh,bkin nyesik hati,klo qwu jd mina gwa cincang tuch geumhee,qwu ckek tuch baeki,heee,ikut sdih..fighting uat next chapyet

  6. Ping-balik: Chaptered | Choi's

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s