Rooftop Romance (Chapter 12) – Shaekiran

Rooftop Romance

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

 Main Cast

Wendy (RV), Chanyeol(EXO)

Other Cast

Sehun, Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene (RV), Taeil (NCT), Jinwoo (WINNER), and others.

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea. Happy reading!

 

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | [NOW] Chapter 12 |

“Butuh tumpangan?”

 

 

 

-Chapter 12-

 

 

“Cukup Son Wendy.”

 

“Kau bisa pulang sendiri kan? Aku pergi.”

 

 

 

Author POV

 

Wendy menggerutu sepanjang jalan. “Tega-teganya dia menurunkanku disini.”, batinnya sambil memperhatikan motor Chanyeol yang kini semakin menjauh, keluar dari jalur ke gedung resepsi pernikahan. Wendy benar-benar tidak habis pikir, ternyata Chanyeol –yang semalam bilang akan menjaganya di depan appa-nya dan bahkan menciumnya meski hanya akting- kini menurunkannya sendirian di pinggir jalan, dan sialnya Wendy sama sekali tidak mengenal Seoul.

 

“Taxi!”, pekik Wendy saat melihat sebuah taxi biru melaju ke arahnya. Mobil itu berhenti, lalu dengan cepat Wendy masuk dan duduk di pojok taxi.

 

“Restoran Neo tteokboki pak.”, dan sedetik kemudian benda biru itu mulai melaju di jalan, dengan Wendy yang setia memalingkan wajahnya ke arah kaca taxi yang buram.

 

 

Motor sport merah itu melaju kencang tanpa arah, Chanyeol kalut. Bingung mau pergi ke mana untuk melampiaskan emosinya sekarang.  Namja itu kembali menggas motornya, namun sedetik kemudian dia merem motornya mendadak hingga benda merah besar itu sedikit oyong dan hampir jatuh ke aspal. Chanyeol menghela nafasnya kasar tidak beraturan. Hampir saja sebuah truk menghantam badannya sedetik yang lalu. Supir truk itu keluar, kemudian mengumpat Chanyeol serta merta lalu pergi begitu saja karena Chanyeol yang hanya diam tanpa membalas sepatah katapun.

 

“Park Chanyeol, percayalah…eomma tidak akan pernah meninggalkanmu.”

 

Lagi-lagi kalimat terakhir eomma-nya terngiang di telinga peri namja itu. Chanyeol mengerang, kemudian melempar helm-nya kasar ke jalan.

 

“Sial.” , pekiknya penuh emosi. Chanyeol berjalan ke arah pembatas jalan, kemudian menendangnya kuat-kuat hingga menimbulkan suara ‘brukk’ yang cukup keras. Untung saja jalanan itu kosong melompong, kalau tidak mungkin orang yang melihat tingkah Chanyeol barusan sudah menganggapnya gila atau paling parah melaporkan Chanyeol ke polisi karena sudah merusak fasilitas umum.

 

“Sial.”, pekiknya lagi, namun kini dia sudah duduk di aspal, menekuk kedua lututnya sambil menaruh tangannya di atas kepala. Menahan tangis.

 

Eomma.”, lirihnya pilu diiringi setetes air yang lolos dari sudut matanya.

 

Setengah jam Chanyeol diam dalam posisi meringkuk di pinggir jalan, membiarkan beberapa orang dan kendaraan yang lalu lalang di sekitarnya menatapnya aneh. Namja itu hanya diam, masa bodoh dengan orang-orang yang mulai berbisik-bisik tentangnya.

 

“Drttt…drttt..”

 

Atensi Chanyeol kini beralih ke arah kantong celananya yang agak bergetar. Dengan gerak malas lelaki itu kemudian mengambil benda persegi panjang yang setia melantunkan lagu rock kesukaannya sejak beberapa detik yang lalu. Chanyeol menatap layar handphone-nya nanar, kemudian dengan emosi mematikan panggilan telfon itu.

 

“Brengsek!”, pekiknya keras, kali ini bahkan diikuti tangan kanannya yang melambungkan benda hitam itu hingga tergores membentur aspal.

 

“Chanyeol-ah, eomma akan menunggumu.”

 

Chanyeol jelas meringis mendapati benda di aspal itu kini mengeluarkan suara khas yang sangat dia rindukan, pesan suara dari wanita yang paling dia benci. Suara parau itu jelas suara eomma-nya, wanita yang dengan kejam meninggalkan Chanyeol remaja begitu saja tanpa alasan. Wanita yang bilang akan selalu ada untuknya, namun malah seenaknya pergi tanpa sepatah pun kata perpisahaan. Chanyeol mengerang, bimbang dengan keputusannya sendiri.

 

Chanyeol ingin pergi, hatinya menuntut menemui wanita kejam itu. Tapi kenapa, saat hatinya ingin tetapi egonya malah selalu menolak?

 

 

 

Wendy duduk di pojok taxi dengan mata berkaca-kaca. “Sial,” umpatnya untuk kesekian kali hingga menimbulkan tanda tanya di kepala supir taxi yang dia naiki. Gadis itu meringis, mendapati matanya kini berlinang air mata tanpa bisa dia cegah. Apakah ini sakitnya mencintai orang yang salah? Kini gadis itu bahkan sadar, ini lebih menyakitkan.

 

“Apa nona baik-baik saja?”, Tanya si supir kemudian setelah melihat Wendy menangis lewat kaca spion mobilnya. Wendy hanya mengangguk ringan, enggan menjawab pertanyaan namja yang agaknya berumur awal 30-an  itu. Merasa tak diperdulikan, supir itu kemudian diam. Tak mau ikut campur masalah Wendy.

 

“Nona, kita sudah sampai.”, lirih supir itu beberapa menit kemudian. Wendy mengerjapkan matanya, kemudian menghapus sisa-sisa air di pelupuk maniknya. Gadis itu menatap rumah atapnya sebentar, kemudian membuka tas dan mengeluarkan dompetnya.

 

“Berapa?”, Tanya Wendy sambil menghitung uangnya sementara si supir kini menyebutkan sejumlah won yang harus dia bayar. Gerak tangan Wendy berhenti, dia meringis. Kapan Wendy yang congkak dan keras kepala berubah menjadi gadis melankolis seperti ini? Kenapa dia ingin peduli padahal dia nyatanya bukan siapa-siapa? Bukankah ini malah akan membuatnya semakin terlihat menyedihkan?

 

“Pak, tolong ke Hwarang Park Building.”

 

 

Motor sport itu melaju kencang, menembus jalanan Seoul yang mulai padat.  Chanyeol menepikan motornya, kemudian membuka helmnya seperti mencari-cari jejak seseorang. Namja Park itu meingis, gadis itu sudah pergi. “Huh, memangnya gadis bodoh mana yang mau menunggumu Park Chanyeol? Bahkan ibumu meninggalkanmu.” , batin Chanyeol dalam diam, menyadari bahwa dia ditinggalkan untuk ke-3 kalinya. Eomma-nya, cinta pertama-nya dan kini gadisnya.

 

Park Chanyeol memakai helm-nya kasar, kemudian mengemudikan motornya cepat, kembali membelah jalanan Seoul. Chanyeol kalut, bingung apakah keputusannya sekarang adalah keputusan yang benar. Mengikuti hati dan bukannya mengikuti egonya. Tak lama kemudian motor Chanyeol sudah menepi di depan sebuah bangunan bertuliskan ‘Hwarang  Park Building’, gedung pernikahan ibu-nya.

 

Chanyeol turun dari motornya.  Menghela nafasnya sebentar sebelum membuka helmnya. Penampilan Chanyeol jauh dari kata rapi, wajahnya kusut dan pakaiannya –kemeja dan jeans- agaknya kurang cocok untuk acara pernikahan formal seperti ini, terlebih ini adalah pernikahan ibunya sendiri. Namja itu menutup matanya sebentar, menetralkan emosinya sebelum akhirnya beralih menghadap kaca spion motornya untuk setidaknya merapikan rambut. Setelah merasa agak cukup, Chanyeol kemudian berjalan memasuki ruang resepsi dengan langkah tegap. “Kau bisa Park Chanyeol.”, ulangnya dalam hati untuk kesian kalinya.

 

Ruangan yang terbilang luas itu dihias mewah, serba putih dengan deretan meja bertaplak putih memenuhi tiap sudut ruangan. Belum lagi lantunan nada-nada piano klasik nan romantis yang langsung terdengar saat memasuki ruang pernikahan itu. Kedua pengantin nampak duduk di salah satu meja yang dekat ke arah panggung, tertawa bahagia bersama. Beberapa orang berpakaian tuxedo dan dress formal nampak ikut berbincang dengan pengantin, seakan ikut merasakan kebahagian pengantin saat ini.

 

“Baiklah, saat ini kita masuk ke acara yang kita tunggu-tunggu. Kepada pengantin yang berbahagia, kami persilahkan naik ke atas panggung.”, ucap MC dengan antusias.

 

Kedua pengantin berpakaian serba putih -yang tak lain adalah eomma Chanyeol dan suami barunya- bergandengan tangan naik ke atas panggung. Tak lama kemudian, seorang pelayan laki-laki berpakaian serba hitam muncul sambil mendorong sebuah kue tart bertingkat 3 yang super besar dengan hiasan patung 2 pengantin di bagian puncaknya. Suara riuh kemudian terdengar saat kedua insan itu memotong kue dan saling suap-menyuap kue, semuanya indah sampai akhirnya Choi Han Seul mendapati Chanyeol berdiri di sudut ruangan tanpa ekspresi.

 

Chanyeol tersenyum miring, eomma-nya terlihat sangat bahagia, berbeda jauh saat wanita itu masih bersama ayahnya yang terlalu sibuk bekerja hingga jarang pulang ke rumah. Sekarang Chanyeol mengerti kenapa Han Seul dulu lebih memilih berpisah dengan ayahnya dengan alasan dia tidak bahagia. Chanyeol meringis untuk kesekian kalinya, kemudian memilih pergi meninggalkan ruangan pesta itu saat sadar kalau dia hanya akan merusak suasana bahagia ini dengan kehadirannya.

 

“Chanyeol, kau Chanyeol kan?”, sebuah suara parau menahan langkah Chanyeol yang ingin keluar dari ruangan, namja itu berbalik lalu mendapati Han Seul yang sedang memegangi sebelah tangannya. Chanyeol meringis lagi, ibunya kini benar-benar ada di depannya.

 

“Kau Chanyeol kan?”, ulangnya sekali lagi seakan tak percaya putranya yang keras kepala dan arrogant itu benar-benar ada di hadapannya sekarang.

 

Oh, aku Chanyeol.”, jawab Chanyeol sinis kemudian, super dingin sambil perlahan melepaskan pegangan tangan wanita itu di tangannya. Han Seul menangis sesegukan, lantas memegangi kedua lengan Chanyeol. Jangan Tanya bagaimana perasaan wanita itu sekarang, bahagia…sekaligus menyesal Chanyeol tumbuh besar tanpanya, tanpa kasih sayang seorang ibu.

 

“Kau sudah tumbuh sebesar ini, eoh?”, lanjut ibunya sambil menepuk-nepuk lengan putra semata wayangnya itu. Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar, kemudian menghempaskan tangan ibunya.

 

“Asal kau tau, aku tumbuh besar meski tanpamu. Aku makan dan sekolah dengan baik, berteman, berkencan, kemudian bermain basket tanpa sedikitpun memikirkanmu.”, lanjut Chanyeol sarkatis. Han Seul terdiam. Kini suami barunya yang bisa dibilang cukup tampan itu sudah berdiri di sebelahnya, hendak menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Chanyeol yang kini berstatus sebagai anak tirinya itu. Chanyeol menatap tangan itu sebentar, kemudian menjabatnya dengan dingin.

 

“Semoga kau bahagia dengan pernikahanmu.”, ucap Chanyeol kemudian yang lebih ditujukan ke arah Han Seul sembari melepaskan jabat tangan khas lelaki itu. Rahang Chanyeol mengeras, kemudian memilih membalikkan badan keluar ruangan itu.

 

“Tunggu,” interupsi Han Seul sembari menarik tangan Chanyeol lagi. Namja itu hanya diam, kemudian memalingkan kepalanya ke belakang dengan arrogant.

 

“Tak bisakah kau memanggilku eomma lagi Chanyeol-ah?”, Tanya Han Seul lirih dengan mata berkaca-kaca. Chanyeol hanya bisa diam, masih dengan rahang yang mengeras dan sikap arrogantnya.

 

Eomma. Puas?”, ucap Chanyeol singkat kemudian langsung pergi dari ruang pesta itu tanpa menghiraukan tatapan mata para tamu yang sedari tadi memperhatikannya, seakan mengucapkan sumpah serapah  karena sikap kurang ajar Chanyeol pada ibu yang sudah tidak bertemu dengannya selama bertahun-tahun. Namja itu  tetap masa bodoh dan terus saja berjalan tegak keluar dari ruang terkutuk itu meski rungunya kini bisa mendengar suara tangis Han Seul. Tangis yang wanita itu sendiri tidak bisa artikan, ntah bahagia, sedih ataupun haru. Hanya tangis yang mendesak keluar karena sepatah kata ‘eomma’ yang keluar dari mulut putranya setelah beberapa lama.

 

 

Han Seul masih menangis, meringkuk di atas lantai sambil memperhatikan punggung Chanyeol yang semakin menjauh dan kini hilang dari pandangan matanya. Dia masih memangis, tak peduli meski Kim Jung Su –suami barunya- kini ikut duduk di lantai dan menepuk-nepuk bahu wanita itu pelan atau tamu yang kini semakin mengerubunginya. Yang ingin dia lakukan sekarang hanya menangis, meringkuk menyesali sikapnya yang dulu meninggalkan Chanyeol begitu saja.

“Permisi.”, kini atensi Han Seul teralih ke arah seorang gadis muda yang nampaknya masih belasan atau mungkin malah seumuran Chanyeol menerobos kerumunan itu dengan susah payah. Han Seul maupun Jung Su saling berpandangan, seakan bertanya siapa gadis belia itu karena mereka berdua sama-sama tidak mengenali sosok Wendy yang kini tersenyum sekilas setelah berhasil bertatap muka dengan pengantin baru itu.

 

“Maaf, kau siapa?”, Tanya Han Seul yang kini berdiri. Wendy tersenyum, kemudian menyodorkan tangannya pada Han Seul.

 

“Aku Son Wendy, aku…..teman Chanyeol.”, kata Wendy sambil menggigit bibir bawahnya saat menyebutkan kata ‘teman’. Hei, bukankah Chanyeol tidak menganggap Wendy? Jadi wajar saja kalo gadis itu bingung apa statusnya sekarang.

 

“Ah, ternyata kau temannya.”, balas Han Seul sambil tersenyum dan berusaha melepaska jabat tangannya, tapi Wendy menahannya. Han Seul lantas menatap gadis itu penuh tanda tanya.

 

“Chanyeol masih peduli denganmu ahjumma, bahkan sangat peduli. Dia selalu memikirkanmu,  mengingatmu bahkan menggumamkan namamu saat tertidur. Dia hanya bersikap sok tegar, nyatanya dia rapuh karena sangat merindukanmu.”, terang Wendy yakin sambil melepaskan tangan Han Seul yang kini terbelalak tak percaya, seakan meminta penjelasan lebih.

 

“Darimana kau tau? Buktinya dia…mengacuhkanku.”, balas Han Seul tak mau percaya begitu saja. Wendy menggigit bibirnya, darimana dia tau? Dia hanya mendengar cerita Baekhyun dan dia yakin kalau Chanyeol masih menyayangi ibunya, hanya itu saja. Wendy memperhatikan Han Seul yang kini menatapnya penuh harap, lantas matanya berhenti di leher Han Seul yang terlilit  sebuah kalung mungil yang jauh dari kata cocok untuk acara pernikahan, sebuah bintang kecil dengan warna perak yang nampaknya barang murahan. Melihat mewahnya pesta ini, rasanya tak mungkin Han Seul yang sukses sebagai seorang desaigner dan menikah dengan seorang pengusaha sukses malah berakhir dengan kalung murahan di pesta pernikahannya. Itu menurut mata Wendy, sebelum akhirnya dia menyadari sesuatu.

 

“Bukankah kalung itu kalung couple? Apa pasangannya berbentuk lingkaran mungil berwarna perak?”, Tanya Wendy kemudian. Han Seul menyentuh kalungnya, kemudian menatap Wendy tak percaya.

 

“Bagaimana kau tau?”, selidik Han Seul kemudian, karena setaunya kalung ini adalah barang lama yang tidak ada lagi di Korea.

 

“Karena Chanyeol sunbae masih memakai pasangannya ahjumma. Kapanpun dan dimanapun.”, terang Wendy yakin karena dia nyatanya melihat sendiri kalung itu memang terlilit di leher Chanyeol pagi ini, bahkan setiap saat Wendy melihat kalung itu tatkala leher Chanyeol tak sengaja terekspos. Han Seul menutup mulutnya terkejut mendengar penuturan Wendy, makin tak percaya dengan pendengarannya sendiri.

 

Jinnja? Kau tidak berbohong kan?”, Tanya Han Seul yang kini memegangi lengan Wendy. Gadis itu tersenyum penuh kemenangan, sadar kalau misinya kali ini berhasil meski Chanyeol tidak menganggapnya ada.

 

“Dia juga pernah bilang, dia lebih menyukai bintang daripada bulan. Katanya bulan hanya ada 1. Jadi saat ada 2 orang yang saling merindukan dan melihat bulan, tentu itu adalah bulan yang sama dan rindu mereka akan tersampaikan. Tapi bintang berbeda. Ada milyaran bintang di langit yang tak pernah terhitung jumlahnya. Lalu, bukankah sangat berkesan saat 2 manusia yang saling merindukan itu melihat bintang yang sama diantara milyaran bintang lainnya di langit? Katanya dia ingin jadi salah satu dari 2 orang itu. Ahjumma, awalnya aku bingung dengan maksud Chanyeol, tapi akhirnya aku sadar…itu perasaannya untuk ahjumma. Dia merindukan eomma-nya, dan dia berharap eomma-nya juga melihat bintang yang sama dengannya ntah dimanapun dan kapanpun itu. Chanyeol bukannya membenci ahjummma, malah sangat menyayangi ahjumma. Seperti kalung yang selalu dia pakai itu. Pastinya Chanyeol mengangap ahjumma ada di kalung itu, menjaganya dari jauh.”

 

Wendy terdiam. Dia bingung, ntah darimana kata-kata itu muncul di benaknya, dan anehnya sekarang matanya malah berkaca-kaca. Dia ingat perumpaan bintang malam itu, malam yang membuat detak jantungnya tak beraturan dan membuatnya yakin kalau dia menyukai Chanyeol. Dia sadar, kata-kata manis Chanyeol itu bukan untuknya, tapi untuk wanita yang sekarang menangis haru di depannya, untuk eomma Chanyeol. Dan bodohnya, Wendy jatuh hati hanya karena kalimat yang salah dia artikan itu. Mungkin Chanyeol adalah salah satu orangnya, tapi yang satunya bukanlah Son Wendy melainkan Choi Han Seul yang notabene eomma namja itu. Bukankah miris? Wendy terlanjur jatuh cinta dan sialnya lagi-lagi pada orang yang salah.

 

 

Langit sore itu agaknya mulai mendung, semendung peraasaan namja yang baru saja keluar dari gedung pernikahan itu. Bahu tegapnya yang sedari tadi berjalan angkuh kini perlahan bergetar, merosot hingga dia sendiri terduduk di sebelah motor sport-nya yang terparkir begitu saja, masa bodoh meski pakaiannya yang semula bersih berubah kotor.

 

Chanyeol kalut. Dia sudah pernah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tidak akan pernah menangis, ajaran ayahnya yang keras mengajarkannya untuk menjadi laki-laki tangguh yang tidak perlu air mata untuk mengungkapkan emosinya. Dia ingat bagaimana ayahnya dulu saat neneknya –ibu ayahnya- meninggal dunia saat dia masih berumur 7 tahun, ayahnya yang waktu itu masih bertugas di TKP datang terlambat ke acara pemakaman neneknya dan anehnya ayahnya sama sekali tidak menangis. Han Yeol hanya diam di dekat foto mendiang neneknya, berbeda dengan bibinya –adik ayahnya- yang menangis meraung-raung. Chanyeol kecil tau perasaan ayahnya yang sebenarnya remuk, tapi ayahnya hanya diam, tidak mengeluarkan air matanya sama sekali. Chanyeol ingin seperti ayahnya, menyembunyikan isi hatinya dan menyimpannya sendiri tanpa seorang pun yang tau. Dan sekarang Chanyeol gagal, karena buktinya dia menangis, mengingkari janjinya sendiri.

 

“Jangan cengeng.”

 

Chanyeol bisa merasakan matanya kini gelap karena sebuah tangan menutup kedua matanya yang berlinang air mata. Anehnya, namja itu hanya membiarkan tangan itu menutupi maniknya meski dia sendiri tidak tau tangan siapa yang dengan tanpa ijin ikut campur masalahnya itu. Chanyeol hanya merasa nyaman meski dia tidak mengenali si empunya tangan, hanya itu.

 

“Dasar Chanyeol cengeng.”

 

Dan sekon selanjutnya Chanyeol langsung membalikkan badannya seakan sadar siapa si empunya tangan. Namja itu membulatkan matanya tak percaya, “Bagaimana bisa?”, batinnya dalam diam sambil memperhatikan gadis yang sekarang ada di depan matanya itu.

 

Ya! Kenapa kau menatapku seperti itu?”, Tanya Sae Ron sambil menyubit pipi namja itu gemas. Chanyeol semakin mengerjapkan matanya tak percaya, kenapa Sae Ron bisa ada di sini?

 

“Sae Ron? Kenapa kau disini?”, Tanya Chanyeol bingung. Gadis itu hanya terkekeh kecil.

 

“Tadi aku ke toko buku, kemudian melihat seekor raksasa menangis di trotoar.”, terang Sae Ron sambil menunjuk sebuah toko buku di seberang jalan. Chanyeol tertawa hambar.

 

“Lalu kenapa kau menutup mata si raksasa?”, Tanya Chanyeol balik sambil menghapus sisa-sisa air matanya. Gadis itu mendecakkan lidahnya sebentar, lalu menarik telinga kanan Chanyeol cukup kuat.

 

“Masalahnya raksasa itu sahabat baikku.”, lanjut Sae Ron kemudian setelah puas menjewer telinga Chanyeol sampai memerah.

 

Ya! Lalu kenapa kau malah menjewerku kunyuk?!”, pekik Chanyeol kemudian setelah gadis itu melepaskan telinganya. Sae Ron tersenyum jahil.

 

“Hanya ingin menjewer saja.”, jawab gadis itu asal. Chanyeol semakin kesal, ntah kemana emosi campur aduk yang tadi menyerangnya hingga membuatnya meringkuk di trotoar dengan motor kesayanganya. Semuanya kini lenyap tak bersisa dan harus tergantikan perasaan kesal sekaligus bahagia karena kemunculan gadis yang notabene temannya sedari kecil . Anehnya, itu selalu membuatnya ingin terbang ke langit ketujuh. Ah, tunggu dulu. Mungkin Chanyeol harus mengingat sesuatu sebelum terbang ke langit ketujuh itu, dia harus ingat kalau Sae Ron adalah Pacar kakaknya.

 

“Kau tidak Tanya kenapa aku menangis?”, selidik Chanyeol kemudian. Sae Ron hanya memutar matanya malas, kemudian menatap namja itu intens seolah berkata “Untuk apa? Toh aku sudah tau setelah melihat kau ada di dekat gedung pernikahan ibumu.”

 

“Kau kan cengeng, jadi aku sudah terbiasa kalau kau menagis tanpa sebab. Anggap saja begitu.”, elak Sae Ron meski dia tau alasannya. Baginya, Chanyeol butuh privasi sendiri. Hidup namja itu tak sepenuhnya harus diketahui semua orang , dia juga butuh rahasianya sendiri.

 

“Kau bohong lagi.”, batin Chanyeol karena dia sendiri tau kalau Sae Ron tau alasan dia menangis, gadis itu hanya menyembunyikannya, membiarkan orang lain memilih ingin menceritakan sesuatu atau merahasiakannya sebagai privasi. Yah, salah satu point yang membuat Chanyeol mencap gadis di depannya itu sebagai cinta pertamanya.

 

Arasseo, anggap saja begitu.”, balas Chanyeol kemudian. Sae Ron tersenyum paham, dia kenal Chanyeol dan segala kode dari perkataan namja itu. Dia kenal si namja jenius sejak dulu, dan tanpa sadar dia terbiasa memahami Chanyeol, lebih dari dia memahami Baekhyun sekalipun. Mungkin faktor waktu membuat hatinya lebih nyaman berbicara dengan Chanyeol, dan lagi-lagi dengan semua perasaan terpendam namja Park itu.

 

“Mana Baekhyun? Kenapa dia tidak mengantarmu?”, Tanya Chanyeol basa-basi kemudian. Gadis itu menempeleng kepala Chanyeol pelan, seakan mengingatkan Chanyeol kalau ini adalah hari Minggu, yang artinya hari Baekhyun sepenuhnya berada di rumah dengan tumpukan buku, tidur sampai malan ataupun membantu pekerjaan rumah. Minggu adalah hari sakral tanpa gangguan bagi Baekhyun meskipun itu adalah ajakan kencan dari Sae Ron sekalipun.

 

“Ah, aku ingat kebiasaan Baek. Maaf, tadi aku agak lupa.” , kekeh Chanyeol kemudian sambil memegangi kepalanya yang baru saja ditempeleng dengan tidak terhormat oleh Sae Ron. Gadis itu hanya mengangguk-angguk ringan, bahkan dia kadang lupa kebiasaan Baekhyun dan pernah mengajak namja itu kencan di hari Minggu. Malangnya, Baekhyun tetap berpegang pada mottonya, ‘Minggu tanpa gangguan’.

 

“Mau kuantar pulang?”, lanjut Chanyeol kemudian sambil melirik motor sportnya.

 

“Jangan ngebut, aku masih ingin hidup Yeol.”, dan sekon selanjutnya Chanyeol mengangguk sambil menyodorkan sebuah helm yang diterima Sae Ron dengan senang hati. Tak lama kemudian kedua manusia itu naik ke atas motor, meluncur di aspal hingga menghilang sepenuhnya dari gedung pernikahan itu, menyisakan seseorang yang menatap kepergian mereka dari jauh.

 

 

Wendy keluar dari gedung itu dengan perasaan lega, puas setelah mengungkapkan yang sebenarnya kepada eomma Chanyeol. Dia tersenyum bahagia meski kini langit mulai mendung , baginya ini menyenangkan meski Chanyeol mungkin tidak akan pernah tau apa yang baru saja gadis itu lakukan. Wendy tulus, bukannya ingin meminta perhatian pada Chanyeol, hanya itu…sampai dia melihat seseorang meringkuk di trotoar jalan tepat di depan Hwarang Park Building . Itu Chanyeol, dia sangat yakin seribu persen, terlebih di sebelahnya terparkir motor yang menjadi saksi bisu pertengkarannya dan namja itu beberapa waktu yang lalu.

 

Gadis itu bisa melihat Chanyeol yang kini menagis, sesuai perkiraan Wendy. Chanyeol tak setegar kelihatannya dan sekarang buktinya malah terpampang jelas di depan mata gadis itu. Hati Wendy kini serasa ikut tersayat, agaknya dia mulai paham dengan permasalahan ibu anak itu. Dia tau kalau ego membelenggu Chanyeol untuk memeluk atau setidaknya mengungkapkan perasaan  namja itu pada ibunya, dan sekarang Chanyeol sedang menyesali keputusannya sendiri. Setidaknya itu yang nampak di mata Wendy sekarang.

 

Wendy melangkahkan kakiknya mendekati Chanyeol, namun baru 2 langkah, gadis itu menghentikan langkahnya kemudian berbalik ke belakang sambil memunggui Chanyeol. Dia bimbang, takut kalau Chanyeol akan menolaknya lagi.

 

“Ayolah Wen, kenapa kau jadi pengecut seperti ini?”, batin Wendy menyakinkan dirinya sendiri. Gadis itu menghembuskan nafasnya perlahan, berusaha menenangkan diri.

 

“Kau bisa Son Wendy.”, yakinnya lagi dalam hati. Wendy kemudian berbalik, kemudian bersiap menemui Chanyeol. Namun Tuhan sepertinya mengutuk hari ini atau mungkin Dewi Fortuna yang agaknya sedang memusuhi Wendy, gadis itu kemudian kembali ke tempatnya semula, mundur beberapa langkah kemudian bersembunyi di balik salah satu tiang pamphlet toko yang cukup besar. Wendy meneguk salivanya kasar. Itu Chanyeol, namun kini dia tidak sendiri lagi. Kini ada Sae Ron yang menemaninya, menghibur sekaligus menjaganya.

 

Wendy mencelos saat mendapati satu kenyataan lagi. Kenyataan kalau Sae Ron bukan hanya sekedar teman masa kecil Chanyeol, tapi juga cinta pertama namja itu. Nampak bagi Wendy fakta yang tak bisa dia pungkiri, Chayeol masih menyukai Sae Ron, terlepas dari fakta lain kalau Sae Ron adalah pacar Baekhyun. Mungkin Wendy bisa membantengi dirinya dengan fakta kalau Sae Ron sudah mempunyai pacar, tapi bukankah mereka hanya pacaran? Bahkan pasangan yang sudah menikah saja bisa berpindah ke lain hati, bukankah ada kemungkinan juga bagi Sae Ron? Terlebih dia mengenal Chanyeol lebih dulu dari Baekhyun dan kenyataannya Chanyeol sangat mempesona. Tak bisa dipungkiri, satu fakta lagi yang Wendy dapat hari ini. Dia cemburu.

 

 

Langit Seoul yang tadinya mendung ternyata tak jadi menurunkan hujan  ke bumi, malahan langit kini berubah semakin gelap dan menyuguhkan malam cerah dipenuhi milyaran bintang. Bintang lagi. Wendy yang kini berjalan tanpa arah di kota Seoul itu kini meracau tak jelas dalam hati, mungkin mengumpat bintang yang ntah kenapa selalu mengingatkannya pada Chanyeol yang sudah seenaknya membuatnya jatuh cinta tapi malah tidak menganggapnya sama sekali. Dia tidak masuk hitungan prioritas Chanyeol, itu yang Wendy yakini. Terlebih dia semakin yakin setelah melihat Chanyeol membonceng Sae Ron. Yah, anggap saja Wendy pengecut karena hanya berani melihat dari jauh. Toh, itu kenyataannya.

 

“Huft.”

 

Wendy menghela nafasnya kasar, sadar kalau dia sudah berjalan teralu jauh dan dia tidak tau dia ada dimana sekarang. Hari sudah malam dan sialnya tidak ada taxi yang lewat. Gadis itu memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan, seakan mecari tau dimana dia sekarang. Anehnya, di saat seperti ini dia berharap Taeil -si mantan bodyguardnya- itu ada di dekatnya , membuntutinya seperti biasa. Sialnya, appa-nya ternyata menepati janjinya pada Wendy yang membuat Taeil dipecat dari posisi bodyguard gadis itu sehingga otomatis Taeil tidak perlu membuntutinya lagi.

 

Ottokhe? Aku harus bagaimana?”, batin Wendy kini sambil menatap layar handphone-nya yang sudah mati. Lagi-lagi gadis itu merutuki sikapnya yang sok cool karena mendengarkan lagu lewat earphone sembari berjalan tanpa arah yang kini membuat handphone-nya mati. Dalam beberapa jam, Wendy kini jadi ‘gadis hilang.’

 

“Butuh tumpangan?”, sebuah suara khas lelaki mengalihkan atensi Wendy dari layar hitam handphone-nya. Dia menatap namja yang duduk di atas motor sport yang ntah kapan sudah terparkir manis di sebelah Wendy. Gadis itu mengerjapkan matanya tak percaya.

 

“Kau?”, pekiknya keras setelah mengenali siapa yang duduk di atas motor sport itu.

 

 

 

-To Be Continued-

 

 

 

Curcolan Eki ^^

 

Haloha, apa kabar? Eki balik setelah seminggu tanpa kabar/ plakk/ gak peduli -,-/

Ada yang rindu?/makin_plakkkk/

 

Jangan Tanya kemana Eki minggu lalu, minggu lalu itu bencana, kalo nggak, Eki udah update chap 12 ini dari dulu. Gara-gara tuh manusia, ieuh..pengen Eki bejek, syumpah deh. /sabar Ki, kumat mulu lo/plakk/ abaikan :v

 

Ceritanya makin abal”? Makin aneh dan feelnya receh? Haha-in aja, authornya masih author recehan :V

 

Pokoknya Thanks for reading untuk readers hitam maupun putihnnya Eki (?) (*kalo ada yg baca dan merasa :V)

 

Sekian curcol Eki, singkat kan? Wkwk/ plakkk/

Salam hangat dari istrinya bang tiang berinisial Park Chanyeol *PLAKKKK/ OPEN YOUR EYES EKI!😄

71 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 12) – Shaekiran

  1. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 14) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. Aaaaaaa tidaaaaaaaak!!!!! Chan Ama wendy aja… jangan pisahkan mereka!!! Ni saeron ngapain lagi mendem mendem perasaan,dikiranya jengkol apa di pendem pendem?

    Kayaknya bukan chan deh yang ngasih tumpangan…

    Keep writing and fighting eki☺

    • Waks, kok jadi jengkol kependem jadinya kak? Bau dong /plakk/ 😂

      Satuin wenyeol gak ya? Eki lagi labil soalnya /plakk/ 😂
      Siapa hayoo yg ngasih tumpangan? Chanyeol kah? Masih Rahasia yaw, baca next chap aja kak,.xixixi,😁

      Thanks for reading, Cintakuh padamuh kak..❤

  3. Kok mbak saeron labil ya kii. Jadi dia suka sama chan juga gitu? Tapi kenapa jadinya sama baek? Padahal awal pas baca chan nangis di trotoar, ngarepnya wendy yg nyamperin. Eh malah tau tau ada saeron. Sabar aja lah buat mbak wendy. Tapi btw itu yg nawarin tumpangan siapa? Taeil? Chan? Hun? Mau ngarep chan yg nyariin wendy berasa gamungkin. Sehun sama taeil si paling mungkin? Ah tau ah gamau sotoy hahah.
    Semangat ekiiiiii ^^
    -XOXO-

    • dia mah labil /plakk/😄
      Hati sae ron masih perlu dipertanyakan, wkwk /plakk/😄
      Awalnya eki pengen buat wendy yg nyamperin chanyeol pas nangis, cuman gegara eki ini author labil dan kebetulan mood lagi gak bagus, jadilah sae ron jadi kambing hitam /PLAKK/😄
      Sabar wen, maafkan kelabilan author somvlak ini, hiks :’)
      siapa hayo yg ngasih tumpangan? bisa salah satu dari ke-3 manusia itu, bisa juuga yg lain chingu, ingat..eki ini labil /plakk/😄
      BETEWE, chap 13 udah nongol lo chingu, monggo dibaca, wkwkwk /plakk/ malah promosi/😄

      Thanks for reading, cintakuh padamuh❤

  4. ITU SIAPAAA WEYYY, JAN BIKIN KEPOOOOO SEHUN ATO CHANYEOL? ATO JANGAN JANGAN TAEIL :V
    Tjiee Wendy cemburu…. Kau mesti kuadh nak,
    Jadi itu Sae ron sukanya ama siapa? Jangan poligami mbak :v /ditampar Sae ron/
    Wendy makany jan sok sokan, nyasar kan 😂😂
    Kutunggu nextnya wahai eki, fighting! 😘😘

    • SIAPA HAYOOO? SIAPA? BISA DIANTARA MEREKA BERTIGA, BISA JUGA NGGAK, WKWKWK /PLAKKK/😄
      iya, kamu harus kuat wen, wkwkw, cemburu itu tanda cinta /plakk/😄
      Sama siapa hayoo? ambigu dia mah, masih rahasia hati mbak sae ron dulu yaw /PLAKK/😄
      Nyasar kan, sok-sokan ngambek galau-galauan sih /plakk/😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh❤

    • syukur deh kalo ceritanya makin seru, wkwwk😀
      Hayooo, siaa hayoo? Masih rahasia perusahaan yaw chingu😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading😄
      Cintakuh padamuh❤

    • siapa hayoo yg nawarin wendy? masih rahasia perusahaan yaw /plakk/😄
      Ditunggu aja next chapnya kalo penasaran chingu /plakkk/ ngarep authornya /😄
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya😉
      Cintakuh padamuh❤

  5. Butuh tumpangan?
    Aaa makin penasaran itu siapa ya?
    Sehun kah chanyeol kah? Ahh mollaa~
    Makin seruu nih kak ditunggu yaa kelanjutannya ^^
    Fightingg kak ekii!!

    • siapa hayoo? monggo ditebak😄
      Bisa chanyeol, bia juga sehun chingu, atau bisa juga yg lain, masih rahasia perusahaan yaw /plakk/😄
      Syukur deh kalo epep abal” ini makin seru, wkwk😀
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading😉
      Cintakuh padamuh❤

  6. Aaaaah akhirnya apdett, jujur aku sampe lupa jalan ceritanya gimanaa😂 maapkan aku thor😂 wendy cemburu cie ciee haha, itu yg ajakin nebeng cy kan? Jan lama2 lg ya thor kalo apdet😂 kutunggu lanjutannya thorrr.fightinggg💖

    • duh, sebegitu lamakah epep ini update ampe” alurnya udah lupa chingu chingu? wkwkwk😄
      Dimaapin kok (baca aja udah syukur XD), yg penting sekarang udah inget ceritanya kan? /plakk/ ngarep/😄
      Cemburu chingu, itu kan tanda sayang /plakk/
      siapa hayoo yg ngajak nebeng? chanyeol kah? masih rahasia perusahaan yaw, Ditunggu aja next chapnya /plak/😄
      diusahain updatenya gak lama ya😉
      ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading😀
      Cintakuh padamuh❤

  7. KENAPA TO BE CONTINUED – NYA ALWAYS MUNCUL DI SAAT YANG ‘GAK PAS’ ?!!!
    As always kak ffmu membuatku jadi setiap hari ngeliatin wp ini cuma buat liat ffnya update apa enggak. (dan kayaknya habis ini bisa – bisa aku ngeceknya sehari tiga kali)
    si orang yang muncul terakhir – terakhir itu taeil bukan? atau sehun? (atau malah chanyeol?)

    • haduhh, kenapa ya? karena bumi mengelilingi matahari? /plakk/ gak nyambung ki -,-/
      wkwk, eki juga bingung kenapa tbc nya selalu disaat yg tidak tepat chingu, biar makin penasaran next chapnya mungkin? /plakk/😄
      ah masa? seriusan? duh, eki jadi tersanjung.😄
      Ampe segitunya ngecek wp buat liat rr update atau nggak, duh..kumawo chingu❤
      makasih lo rasa penasaranya😄😉
      Siapa hayo?? bisa taeil, sehun, atau chanyeol sih, masih rahasia perusahaan soalnya XD/ plakk/
      tunggu next chap aja ya chingu buat ngeliat siapa yg nawarin tumpangan, kali aja salah atu tebakannya benar😄
      Thanks for reading, ditungggu yaw next chapnya😀
      Cintakuh padamuh❤

  8. GAHHHHHH aku padamu Shaekiran~ kyaaaa, kayaknya yang mau ngantar Wendy itu siapa ya? bikin penasaran haduai aduh manisnya ini ff bikin aku yangpusing karena tugas rumah jadi segar kembali. lanjutannya yang cepat yaaaa ^_^

    • KYAAA,😄
      Kamu emangnya mau sama shaekiran? /plakk/😄
      siapa hayoo yg mau ngantar wendy? siapa hayoo? masih rahasia yaw😄
      Duh, abal” begini dibilang manis /plakk/
      padahal sedari tadi banyak yg ngoment ini nyesek lo chingu, kok chingu malah ngerasa manis? /plakk/ abaikan -,-
      syukur deh kalo epep yg ntah datang darimana ini bisa bikin syeger, KYAAAA…XD /plakk/
      doain aja yaw eki updatenya cepat , wkwk /plakk egen/
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😀
      Cintakuh padamuh❤

  9. gara gara chapter ini…. jadi benci sama saeron

    go away bitch wkwk chanyeol is belong to wendy

    huaaaaa gemesssssssss
    next tulung ki secepatnyaaaaa

    • kok malah jadi benci ama sae ron? wkwk, jangan gitu dong chingu (*kemudian eki digampar /plakk/ XD)
      udah jadi chanyeol wendy shipper yaw di epep ini chingu? /plakk/
      gemesan eki dong chingu /plakk/ digampar massa/😄
      diusahain secepatnya ya chingu, wkwk😄
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya.😀
      Cintakuh padamuh❤

  10. Abang Thehun.. Wkwkwk
    Iyakan#soktau..hihihi

    Ki tadi sedih Ihh..
    Nyesek pas chanyeol ktemu sama ibunya..huft

    Satuin wendy sama chanyeol aja ya..
    Eki gx tau knapa ini aku coment kok mampet ya(?) biasanya panjang, ini mah Tau ahh bingung mau ngomong apa lagi..

    Next ya EKI dtunggu klanjutanya^^

    • siapa hayoo kak ly? babang sehun yg udah lama gak nongol kah? masih rahasia yaw /plakk/😄
      sedih, baper mode on kan? /plakk/
      chanyeol ama emaknya, yalord, bikin baper eki pas ngetik juga /plakk/
      satuin gak ya? /plakk/
      iya, biasanya komentarnya kak ly bisa ampe jadi epep ficlet lo, tumben pendek /plakk/ wkwk😄
      Kalo bingung gpp, eki aja bingung mau ngelanjut epep ini gimana /plakk/😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading kak Ly😀
      Cintakuh padamuh❤

      • Abang thehun aja deh Ki#maksa.
        Iya abang sehun lo kemanain Ki masih di ajak Kencan di pedalaman/Plaakk
        Rhs lagiii?

        Iyaps mode on.
        Bner” bikin baper..
        Satuin aja dong, kalo bisa diiket jadi satu (?)#lukiraapa

        Huahahaha.. Ff ficlet..kkk
        Ehehe gx tau juga knapa tuh..wkwkwk , lah gitu?

        Okehh..
        You’re welcome Eki^^❤❤

      • tunggu nanti aja ya kak ly >.<
        eki masih asyik kencan diam" alias selingkuh ama sehun di pedalaman /plakkk/OPEN YOUR EYES EKI!!😄
        Rhs maksudnya? rahasia egenkah ? /plakk/
        baper pun merajalela :V
        kak ly kira sapu lidi kak diiket jadi satu? /plakkk/😄
        beneran ficlet lo kak, wkwk😀
        Eki juga gak tau kenapa kakak bisa mudet tetiba /plakk/😄
        Okedeh kak ly, cintakuh tetap padamuh❤

      • Oke deh.,
        Ya ya ya jgn gtu dong Ki chanyeol lo kmanain., ksian dia#plaakk OPEN YOUR EYES EKI/PakegayaalaEki..wkwkwk

        Iyaps rahasia^^
        Huahahaha., SAPU LIDI.. hahaha aku gx kpikiran kesitu Ki..wkwkwk aduh ki itu sapu lidi bkin ktawa …kkkk

        Hehehe.,
        Hwelehh mudet ya..wkwkwk

        Lope lope deh.. ❤❤

      • Chanyeol mah tetep di ati, cuman eki lagi manas-manasin dia aja dengan kedok selingkuh sama sehun /PLAKK/ OPEN YOUR EYES EKI!!!/😄
        Gaya eki, waks😄
        Sapu lidi is the best, wkwkwk..ngakak egen? masa? /plakk /😄
        mungkin mudet -,-
        lope yu kak❤

      • Yahh. Ki kasian abang sehun kalo gtu😦

        Uhmm., gaya Eki..kkk
        Bner loh Ki.,

        Wkwkwk.,
        Ngomong ” line masih gx?

      • wkwkwk, kasian sehun yakan /plakk/ kenal lo di dunia nyata juga kagak ki -,-
        gaya eki , waks /plakkk/😄
        kak ly kayaknya sering banget ngakak gegara eki /plakk/😄
        Line? eki lupa pass, jadi gak bisa buka line di pc. Paling ntar kalo hp eki udah dateng dan kembali duduk di pangkuan eki baru main line lagi kak, hiks :”)
        Cintakuh padamuh kak❤

      • Iya Ki kamu gmna sih#pout
        Wkwkwk., mungkin di mimpi ki^^
        Emg bner, aku sering ktawa sendiri gegara baca blsn comentmu and aku dikira apa coba sama teman “..huft

        kembali duduk di pangkuan eki., aduhh Ki aku bcanya serasa gmna gitu ya..hihihi^^v
        ❤❤

      • eki mah orangnya gitu /plakk/😄
        MIMPI is the best :V
        Jangan ketawa mulu, ntar dikira beneran sengklek cem eki /plakk/ comenant eki lawak sih /plakk/😄
        Ciee…di pangkuan eki nih? /plakk/😄
        Gimana” gitu yakan? /plakk/ apaan lo ki? /XD
        Cintakuh padamuh kak❤

      • Hihihi. Majjayo mimpi is the best^^

        Huahahaha., gmna gx ktawa Ki org kmunya bikin ane ktawa mulu..wkwkwk

        Iya’in aja deh biar cepet(?)..wkwkwk
        Prasaan pas di akhir slalu ada lopenya..wkwkwk ^^v
        ❤ kirim balik lagi deh, ini lope❤ jadi siapa yg nrima di oper" mulu/Plakkk/lukiraBolaapadioper..wkwkwk^^v

      • mimpi oh mimpi , wkwkwk😀
        Berarti eki lucu /plakk/😄
        Iya’in aja yakan /plakk/😄
        Wajib ada lope, eki pengumbar lope soalnya😄 /PLAKK/
        Selalu oper”an😄
        Cintakuh padamuh❤

    • hayoo siapa? sehun kah? masih rahasia perusahaan ya chingu >.< /plakk/
      ini udah masuk mode baper-baperan lo, awas aja , next chap ntar makin somplak ceritanya, makin gak karuan , hiks :") /plakk/
      nyesek mak, nyesek, huaa…😥
      ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading😀
      Cintakuh padamuh❤

  11. Itu chanyeol aja dong yg kasih tumpangan biar seru, tapi kalo bukan chanyeol apa boleh buat soalnya chanyeol emang lebih milih aku daripada wendy *ditimpukin tomat busuk. Oh ya maaf ya kak chap kemaren² aku gak komen 🙏. Pokoknya semangat terus lah buat kak eki
    Fighting!!

    • biar seu yakan /plakkk/😄
      iya, chanyeol lebih milih saya /PLAKK/ OPEN YOUR EYES EKI! /😄
      Oh, jadi kamu selingkuhan suami eki yg kesekian? /PLAKK/ OPEN YOUR EYES EKI!! /😄
      Gpp gak komen, yg penting sekarang udah bertransformasi jadi reader yg baik kan? /plakk/ lagian kalo gak salah aku liat kamu kadang nge-like epep rooftop romance ini /plakkk/😄
      Makasih semangatnya, wkwk😀
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya.😀
      Cintakuh padamuh❤

  12. pasti kakak tirinya wendy tuh yg nawarin tumpangan…
    kan chanyeol sm saeron masa balik lg…
    gk mgkn..pasti kaka tirinya tuh yg namanya aku lupa…hehehe

    lanjut….

    • kayaknya ini komenan yg dibawah juga kan? usernamenya juga sama, bedanya cuma pic gravatar waks😄
      Salah teknis kah? Gpp kog, balasannya sama kayak yg tadi yaw.😄
      Ditunggu aja next chapnya, moga rahasia siapa yg nawarin tumpangan terbongkar /plakk/😄
      Cintakuh padamuh❤

  13. pasti kakak tirinya wendy tuh yg nawarin tumpangan…
    kan chanyeol sm saeron masa balik lg…
    gk mgkn..pasti kaka tirinya tuh yg namanya aku lupa…hehehe

    lanjut….

    • Bisa jadi sih chingu, wkwkw…tapi blm tentu lo,😄
      hayoo, si sae ron ama chanyeol main baper-baperan noh /plakkk/😄
      Namanya Jinwoo chingu, wkwk….😄
      Ditunggu next chap aja kali yaw, siapa tau tebakan chingu bener, wkwkwk /plakk/
      Thanks for reading, cintakuh padamuh❤

    • tbc kadang emang asyem banget chingu, apalagi pas lagi seru”nya😄
      Mian, tapi itu memang harus tbc, biar ada bahan buat next chap /PLAKKK/😄
      Itu chanyeol gak ya? Masih rahasia perusahaan kalo itu mah >.< /plakk/
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😀
      Cintakuh padamuh❤

    • malang kan si wendy, hiks :”( (*gampar aja authornya yg udah buat cerita chingu😄 /PLAKK/)
      turut berduka, wkwkw :v
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya😀
      Cintakuh padamuh❤

      • Hayoo, siapa hayoo di pungujung chap 12 ini?😄
        Bang seh maksudnya bang cadel kah?
        wkwkw, masih rahasia yaw >.< /plakkk/
        Ditunggu yaw next chapnya, duh..chingu ngoment 2 kali ini yaw? xixixi…XD
        Thanks for reading, cintakuh padamuh❤

    • Duh yg kangen, wkwkw…seriusan kangen nih ceritanya?😄
      Sebegitu lamakah epep ini update? :”) /PLAKK/
      Iya, sae ron adem ayem aja ama baekhyun, chanyeol mah sama eki aja /PLAKK/ maksudnya sama wendy aja😄
      Tunangan? Jadi chingu selingkuhan kesekiannya suami eki? /PLAKK/ OPEN YOUR EYES EKI! /😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😀
      Cintakuh padamuh❤

    • wendy kayaknya jadi korban nista eki selama beberapa chap ini chingu , hiks :”) /PLAKK/
      udah ditinggal chan di tengah jalan, eh chan malah cabut bareng sae ron, kan jadi ingin berkata kasar :V
      Chanyeol mah emosian -,- /plakk/
      Ditunggu yaw next chapnya chingu, thanks for reading.😀
      Cintakuh padamuh❤

    • Yakin nih chingu? Kok kayaknya yakin amat itu bang chanyeol😄 /plakk/
      Buat chanyeol apa nggak ya? Mau gak ya???😄 /PLAKKK/ SOK JUAL MAHAL LO KI! -,-
      Meksoo? maksudya apa nih chingu?
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😀
      Cintakuh padamuh❤

    • Oalah, kok jadi nyalahin saeron chingu? Ini tuh salah nih author somplak (re: shaekiran) /PLAKK/😄
      Iya, sae ron kan udah dapat baek, jangan muncul tetiba napa / plakk/ ditabok massa/😄
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya.😀
      Cintakuh padamuh❤

    • Hayoo, dia siapa hayoo???
      wkwk, jangan buat readers baper yakan /plakkk/ wendy punya chan di epep ini woi😄 /plakk/
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😀
      Cintakuh padamuh❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s