[EXOFFI FREELANCE] Holler (Chapter 8)

HOLLER Chapter 08

¤

HOLLER

 ¤

 Choi’s

¤

 Park Minah – Byun Baekhyun – Oh Sehun

 ¤

 Ocs – EXO members – Others

 ¤

 Complicated-romance – School Life – Fluff

 ¤

 Chaptered

 ¤

 T(eenager)

  ¤

 The OCs and the stories are  purely mine, EXO members belong to EXO-L

 ¤

“Why are you hiding behind that sparkling poker face?”

¤

Previous Chapters

Teaser and TrailerIIIIIIIVV

VIVII

 

¤ V I I I ¤

 

 

Mereka terus berjalan lurus sampai pondok. Siswa-siswi yang sudah menunggu mereka langsung mengerumuni Mina dan Sehun, bertanya-tanya apakah mereka berdua baik-baik saja.

“Panggil petugas P3K, dan bawa handuk sebanyak-banyaknya.”

Kyungsoo berteriak.

 

 

¤ H OL L E R ¤

 

 

Mina membungkus Sehun yang masih memeluk dirinya sendiri dengan handuk di ruang istirahat, petugas P3K membawakan mereka dua cangkir teh hangat sementara Hani dan Kyungsoo mengambilkan baju ganti untuk Mina dan Sehun. Gadis tidak peduli dengan tubuhnya yang masih basah kuyup, hanya berlapiskan sebuah handuk, handuk yang lain ia gunakan untuk Sehun.

 

“Sehun-ah, gwenchana?” tanyanya sambil menyodorkan teh hangat.

Mina tahu ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan bagaimana Sehun bisa hilang dalam hutan.

 

Wajah Sehun kini mulai berubah, kembali datar seperti biasanya, setelah kedua anak manusia itu terdiam untuk waktu yang cukup lama. Ahn sonsaengnim menyuruh mereka berganti baju lalu beristirahat di pondok masing-masing.

 

 

Baekhyun sendiri hanya menjalani harinya seperti biasanya. Sekolah, dan latihan soal olimpiade bersama Geumhee dan Jung sonsaengnim. Baekhyun masih berusaha keras untuk professional dengan latihannya tanpa memperdulikan Geumhee, sang mantan kekasih sebagai rekannya. Baekhyun hanya berharap semoga hari cepat berlalu dan Mina serta Sehun cepat kembali ke rumahnya. Ia merasa khawatir dan kesepian.

 

 

¤ H O L L E R ¤

Rika dan Hani membantu Mina mengemasi barang-barang Mina, ia terlihat sedikit pucat dan juga mengeluh agak tidak enak badan pagi ini. Untung saja kelompok mereka tidak mendapat jatah untuk membantu penjaga pondok membersihkan pondok, jadi mereka bisa menggunakan waktu luangnya untuk beristirahat dan bersiap menunggu bus datang.

 

Kyungsoo berulang kali meneriaki Sehun yang tak kunjung terbangun dari tidurnya. Kyungsoo juga telah mengemasi barang Sehun dibantu oleh beberapa teman sekamarnya.

 

“Sehun-ah jebal ireona (tolong bangun). Kau bisa tidur lagi saat di bus nanti, kau harus mandi dan bersiap sekarang.”

Kyungsoo menarik paksa selimut Sehun dan meraih tangannya, “Panas.” Gumam Kyungsoo. Ia menarik selimut dari tubuh Sehun dan membantu Sehun berdiri, menyuruhnya untuk berganti baju. Setelahnya Kyungsoo menuntunnya ke lapangan bersama yang lain.

 

“Sehun-ah!”

Mina berlari menghampiri Sehun dan Kyungsoo. “Gwenchana?” tanyanya sambil ikut membantu Sehun duduk.

 

“Park Minah kau juga terlihat pucat.” kata Kyungsoo.

“Aku baik-baik saja, bagaimana dengan Sehun?”

“Badannya sangat lemas dan ia juga demam.”

“Tunggu sebentar aku akan memintakan plaster penurun panas dan paracetamol.”

“Ya! Ya!”

Mina langsung berlari tanpa menunggu jawaban dari Kyungsoo ataupun Sehun.

 

“Ya bagaimana bisa kau terpisah dari rombongan? Dasar bodoh.”

“Aku pikir aku melihat lilin, jadi aku berjalan kearahnya tapi aku malah menemukan kotak oranye.” Jawab Sehun lirih.

“Kau tau betapa khawatinya Mina mendapati kau tidak ada di rombongan? Ia yang pertama kali menyadari bahwa kau menghilang. Aku juga khawatir karna kau takut gelap.”

“…………..”

“Bagaimana Mina bisa menemukanmu?”

“Aku tidak tahu.”

Jawab Sehun. Ya, ia memang tidak tahu. Lebih tepatnya ia tidak ingat. Setelah menemukan kotak oranye Sehun tidak mengambil kotak tersebut tapi langsung meninggalkannya. Ia terus berjalan sambil memanggil Kyungsoo namun ia justru tersesat di tepi sungai saat hujan sudah mulai mengguyurnya. Tak lama kemudian ia merasakan Mina merangkul dirinya dari belakang. Jujur Sehun begitu senang ada yang datang menyelamatnyannya, apalagi setelah mengetahu bahwa itu adalah Park Minah. Wajahnya sedikit memerah mengingat Mina menuntunnya menuju pondok tadi malam.

 

“Ini hanya ada plester penurun panas, paracetamolnya sudah habis.”

“Aku tidak mau memakainya.” Sehun mengelak saat Mina hendak memasangkan plester pada dahi Sehun.

Wae?”

Sirho (tidak suka).”

“Tapi..k-kau..har-rus..m-mem-mak-kai…nyahh…”

Tubuh Mina terjatuh di pangkuan Sehun. Kyungsoo menyentuh dahi gadis itu. “Panas” ia menambahkan.

“Tck! Dasar gadis bodoh.”

Gumam Sehun.

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

-Park Minah’s POV-

Aku merasakan pusing yang teramat sangat di kepalaku. Dingin. Sangat dingin disini. Berulang kali aku mengerjapkan mataku, mengucek pelan kelopak mataku berusaha memfokuskan pandanganku kembali. Ini di kamar Baekhyun.

 

“Diam di tempat Park Minah.”

Baekhyun masuk ke kamar sambil membawa baskom dan langsung berteriak saat aku hendak turun dari ranjang.

 

“Jangan bergerak sedikitpun.”

Ia menyuruhku kembali berbaring dan membenahi selimutku, lalu ia mengompres dahiku. Aku memperhatikan setiap gerakan yang ia lakukan.

“Aku memang berharap kau segera pulang, tapi tidak dengan keadaan demam seperti ini.” katanya sambil memeras handuk yang ia celupkan ke dalam baskom.

Mian.” jawabku singkat. Aku bahkan berusaha keras hanya untuk mengatakan satu kata tersebut. Kerongkonganku terasa tercekat dan kering.

“Dimana Sehun?” tanyaku berbisik pada Baekhyun.

“Ia tertidur di ranjang bawah, demamnya sangat tinggi tapi ia terus mengeluh kedinginan.”

 

Ini salahku, aku yang terlalu lama membuat Sehun menunggu sehingga ia kehujanan padahal ia sedang ketakutan. Aku menyesali diriku sendiri.

“Hei, kau kenapa?” tanya Baekhyun sambil menyibakkan rambutku lalu mengelus pipi kananku.

“Apa Sehun baik-baik saja?”

“Dia akan baik-baik saja, sayang.”

“Ini semua salahku, Baek.”

“Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Tapi bagaimana bisa kalian berdua demam disaat yang bersamaan?”

“Ceritanya panjang, aku akan menceritakannya kepadamu nanti.”

Arraseo. Beristirahatlah, aku akan membeli plester, paracetamol dan bubur untuk kalian.”

Aku mengangguk pada Baekhyun, ia mengecup kecil keningku lalu meninggalkan kamar.

 

Aku melirik jam di atas meja, sekarang pukul 5 sore. Sehun, aku ingin melihat keadaannya. Aku memaksakan diriku turun kebawah, menahan pusing yang begitu kuat mengikat kepalaku.

 

Sehun tertidur, terbaring dengan dua selimut tebal membungkus tubuhnya. Aku memegang dahinya. Panas. Lebih panas dari dahiku sendiri. Tangan kanannya keluar dari selimut, aku meraihnya.

“Sehun. Maafkan aku.”

Ia hanya menggerakkan kepalanya saat aku berbisik sambil menggenggam tangannya. Telapak tangannya pun juga panas dan berkeringat. Aku menggenggamnya erat, sambil tanganku yang lain mengelus dahinya. Menyibakkan anak rambutnya yang tidak begitu panjang ke atas keningnya. Aku memejamkan kedua mataku ketika pusing di kepalaku kembali berdengung.

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

-Author POV-

“Tuan Cho, apa tidak sebaiknya kita membawa Nona muda Park ke rumah sakit?”

“Tidak perlu, aku yakin namja chingunya akan merawatnya dengan baik. Kita akan menemuinya setelah ia sembuh nanti.”

Ne, Tuan.”

Mata Kyuhyun masih terus memandangi Baekhyun yang kembali ke rumah membawa dua kantong plastik besar. Sampai Baekhyun masuk kedalam rumah, barulah mobil Kyuhyun menjauh dari sana.

 

 

Baekhyun kembali tercengang melihat gadisnya tertidur terduduk disebelah ranjang Sehun sambil kedua tangannya menggenggam tangan Sehun. Baekhyun menghembuskan nafasnya berat. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Sudah dua kali Baekhyun melihat pemandangan seperti ini. Kali ini ia masih menangkis rasa curiganya itu.

 

Baekhyun membangunkan Mina dengan halus. Membantunya kembali keranjang lalu menyuapkan bubur kepada gadis itu, memberinya obat, memasangkan plester penurun panas pada keningnya, dan kembali menyuruhnya beristirahat.

 

“Baek, Sehun?”

“Iya. Aku juga akan merawatnya. Beristirahatlah.”

Baekhyun mengecup kedua pipi Mina, dahi Mina dan terakhir di bibirnya.

 

Baekhyun juga melakukan hal yang sama pada Sehun, bukan menciumnya, tapi Baekhyun juga merawat Sehun. Bedanya, Baekhyun membiarkan Sehun memakan buburnya sendiri tanpa Baekhyun menyuapinya. Kedua anak Adam itu saling membisu. Sampai akhirnya Baekhyun yang terlebih dahulu memecah keheningan diantara mereka.

“Masih merasa dingin?”

Sehun menggeleng. Ia menengok ke ranjang atas tempat Mina tertidur.

“Ia baik-baik saja, tapi mungkin besok aku tidak akan mengijinkannya berangkat sekolah.” jelas Baekhyun karna wajah Sehun seperti sedang bertanya-tanya bagaimana keadaan Mina. Sehun tidak merespon. Ia menyerahkan mangkuk kosongnya kepada Baekhyun.

“Beristirahatlah.”

Kata Baekhyun sebelum meninggalkan kamar.

 

Sehun sudah kembali terbaring namun belum tertidur. Entah dari mana ide itu berasal ia ingin melihat keadaan Mina sekarang. Ia memanjat tangga ranjang, mengintip Mina dari sudut ranjang. Sehun memperhatikan Mina yang sedang tertidur pulas beberapa saat sebelum akhirnya ia kembali ke ranjangnya karna mendengar langkah Baekhyun menuju kamar.

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

“Tidak!”

“Baek kumohon, aku sudah benar-benar sembuh sekarang.”

“Tidak Park Minah! Tidakkah kau mendengar perkataanku?”

Please…”

“Kau bisa menemani Sehun di sini, aku sudah membelikan bubur untuk kalian. Aku berangkat.”

Tak lupa Baekhyun  mengecup kening Mina sedikit kasar sebelum akhirnya meninggalkannya di rumah. Mina merengek ingin berangkat sekolah, merasa dirinya sudah sembuh total namun Baekhyun tidak mengijinkannya.

 

Mina mendengus, setidaknya ia akan menemani Sehun yang masih tertidur sampai sekarang. Mina sudah merasa lebih baik sekarang walau terkadang ia masih merasakan pusing di kepalanya, setidaknya demam di tubuhnya sudah menurun.

 

Ia membawakan Sehun semangkuk bubur, segelas air dan paracetamol serta vitamin. Membangunkan Sehun halus dan membantunya bangkit untuk duduk bersandar pada tembok. Sehun menolak saat Mina menyuapkan sesendok bubur, namun Mina memaksanya.

“Aku akan memakannya sendiri.”

Geurae (baiklah), makanlah sampai habis.”

 

Setelah menghabiskan semangkuk bubur, Sehun kembali menangkis tangan Mina yang menyodorkan obat padanya.

“Aku tidak suka minum obat.”

“Tidak ada orang yang suka minum obat, Tuan Oh. Cepat minum karna tubuhmu membutuhkannya.”

Sehunpun meminum obat itu sambil menekuk wajahnya. Mina terus memperhatikannya.

 

“Beristirahatlah lagi, Sehun.”

Mina merapikan rambut Sehun yang berantakkan. Saat itu juga jantung Sehun berdegub begitu kencang karenanya sampai ia memegangi dadanya sendiri. Sehun menangkis kasar tangan Mina. Ini tidak baik untuk hatinya. Sehun meraih selimut dan kembali berbaring menghadap tembok.

“Pergilah.” katanya kasar pada Mina karna ia tau Mina masih terduduk di ranjangnya.

Arraseo, cepatlah sembuh.”

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

“Baek, aku membawakanmu bekal.”

Baekhyun mendengus kesal. Ia tau siapa yang sedang berbicara degannya saat ini dan ia membencinya. Baekhyun langsung berdiri dari bangkunya dan meninggalkan gadis itu. Tapi, gadis itu kembali menahan lengannya.

“Baek bisakah kau bersikap biasa saja? Aku membuatkanmu bekal karna aku tau kau tidak suka sarapan dan kau juga tidak bisa membuat bekal. Aku melakukannya sebagai temanmu Baek, tidak bisakah kau menganggapku sebagai teman?”

Baekhyun berbalik, rahangnya mengeras, kedua matanya tajam menatap gadis itu.

“Lepaskan aku.”

Baekhyun berkata sedikit menggeram.

“Tidak, aku tidak bisa lagi bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa saat kita latihan bersama Jung sonsaengnim. Aku tidak mau memaksakan dirimu yang begitu benci untuk bekerja sama denganku demi mengahrumkan nama sekolah. Aku tidak bisa, jika kau terpaksa melakukkannya lebih baik aku mundur mulai sekarang.”

“Aku tidak membencimu!”

“Lantas mengapa? Mengapa kau menganggapku seperti tidak ada di dunia ini? Saat di kelas pun saat kita berlatih, kau selalu melakukan semuanya sendiri.”

Tubuh Baekhyun kembali melemas saat Geumhee memegang kedua lengan Baekhyun.

“Aku hanya ingin berteman denganmu, diluar masa lalu kita. Mari kita bekerja sama layaknya pasangan lomba yang lain.”

 

Baekhyun merasa sangat bodoh sekarang ini, bahkan Geumhee sama sekali tidak pernah menyertakan perasaannya saat berlatih bersama Baekhyun. Baekhyun lah yang entah mengapa ia begitu tidak ingin bersama dengan Geumhee. Ia teringat Mina disaat seperti ini. Sekarang ia sudah memiliki Mina yang ia percaya lebih baik baik dari Geumhee, jadi mengapa ia harus merasa tidak nyaman dengan kehadiran Geumhee? Itulah yang Baekhyun masih pikirkan sampai sekarang. Seberapa kuat ia menahan, ia tetap tidak dapat bertahan untuk terus berada disekitar Geumhee. Tanpa alasan yang jelas.

 

“Aku dengar Mina dan Sehun sedang sakit, bisakah aku menjenguknya sepulang sekolah? Jung sonsaengnim harus menghadiri rapat hari ini, jadi latihan untuk hari ini ditiadakan.”

“Tentu saja, tapi dia sudah lebih baik.”

Geumhee mengangguk, ia kembali mengarahkan salah satu bekal yang ia bawa kepada Baekhyun. Butuh waktu yang cukup lama bagi Baekhyun untuk berpikir sebelum ia meraih kotak makan itu dari tangan Geumhee.

“Terimakasih. Aku akan memakannya di kantin.”

Geumhee mengangguk.

 

Geumhee dan Baekhyun tidak menyadari bahwa sedari tadi Hani terus menguping mereka. Awalnya Hani hanya ingin menaruh absen dan jurnal di meja guru di ruang kelas D itu namun ia tidak bisa menahan dirinya untuk mendengarkan percakapan Baekhyun dan Geumhee. Entah itu hanya insting atau hasrat dari Hani, ia tiba-tiba ingin memberi tahu Mina tentang apa yang baru saja ia dengar tadi. Hani tau Baekhyun adalah namja chingu Mina dan Hani tidak bermaksud untuk mengadukan hal yang tidak-tidak kepada Mina. Hani hanya mengambil peran sebagai seorang sahabat Mina yang memberitahukan hal yang perlu diketahui oleh Mina. Ia pun menelfon Mina.

 

Yeobeoseo?

“Eo Mina-ya bagaimana keadaanmu?”

Sudah lebih baik, kapan kau akan menjengukku?

“Mian, sepulang sekolah aku harus mengantar adikku ke Busan dan baru akan pulang nanti malam jadi aku belum bisa menjengukmu.”

Gwenchana Hani-ah.

“Sepertinya Baekhyun akan pulang cepat hari ini karna ia tidak latihan untuk hari ini.”

Benarkah?

“Hm. Dan Mina-ya?”

Wae?

“Aku melihat Geumhee membawakan bekal untuk Baekyun.”

Jinjja?! Baguslah, Baekhyun memang tidak suka sarapan.

“Kau tidah marah?”

Kenapa aku harus marah? Geumhee teman lama Baekhyun jadi mungkin ia tau bahwa Baekhyun tidak suka sarapan dan terkadang lebih suka makan di kantin saat jam makan siang.

“Jadi kau tau bahwa mereka adalah teman lama?”

Ya, mereka berteman saat SMP.

“Apa kau juga tau bahwa mereka dulu berpacaran?”

Huh? Tidak.

“Maafkan aku harus memberitaumu tentang ini, tapi aku sempat melihat Baekhyun dan Geumhee bertengkar di kelas. Aku hanya menangkap intinya bahwa mereka pernah berpacaran dan sepertinya Baekhyun masih merasa kurang nyaman dengan Geumhee.

Benarkah?”

Hani mulai khawatir karna suara Mina di seberang sana mulai melirih.

 

“Mina-ya? Gwencha-”

Eo, gwenchana. Aku yakin Baekhyun akan memberitahuku nanti. Dan Hani-ah aku harus menutup telefonnya sekarang karna aku sedang melaundry baju.

“Geurae? Kau tidak seharusnya beraktifitas yang berat seperti itu Park Minah. Cepat sembuh, aku merindukanmu.”

Na do (aku juga), ahnyeong.”

“Bye.”

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

-Sehun’s POV-

Gadis itu kembali ke kamar dengan sedikit menekuk wajahnya. Aku yakin ia baru saja menerima telefon dari seseorang karna aku mendengarnya samar sedang berbicara, tangannya juga masih menggenggam telefonnya. Ia naik dan duduk di sudut ranjangku sambil melihatku dengan wajahnya-yang-sedikit-menakutkan.

Wae?!”

“Sehun… Bisakah kau ceritakan padaku siapa itu Lee Geumhee?”

 

Gadis ini, mengapa ia tiba-tiba bertanya seperti itu? Apa sesuatu terjadi pada Baekhyun? Apa aku harus memberitahunya? Tidak. Itu adalah hak Baekhyun.

 

“Sehun…”

 

Tidak. Tidak lagi. Gadis ini kembali menitikkan air matanya. Oh God, apa yang harus aku lakukan sekarang?

 

“Ceritakan padaku, Sehun…”

“Mengapa kau tidak tanya pada Baekhyun?”

“Aku tidak tahu.”

Air matanya semakin deras mengalir. Aku bangun dari tidurku dan menyodorkan tisu padanya.

 

Arraseo, arraseo. Aku akan menceritakannya padamu, uljima (jangan menangis).”

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

“Tidak ada yang perlu kau tangisi. Mereka hanya pernah berpacaran saat SMP.”

Gadis ini masih termenung setelah aku selesai menjelaskan mengenai Baekhyun dan Geumhee padanya. Sungguh aku tidak mengerti dengan gadis ini, ia memang berhenti menangis tapi ia masih memasang wajahnya yang-menakutkan-itu.

 

Aku melambaikan tanganku di depan matanya. Ia kini menatapku.

 

“Jadi Baekhyun masih belum tau mengapa Geumhee memutuskan hubungan mereka?”

“Mungkin.”

“Sehun, apa mungkin Baekhyun masih menyukainya?”

“Tidak, jangan bodoh. Aku mengenal Baekhyun dengan baik, sekarang ia telah jatuh pada dukun cinta yang kau gunakan padanya.”

Gadis itu sedikit tersenyum.

 

“Sehun, apa kau pernah berpacaran sebelumnya?”

“Seingatku tidak.”

Wae? Kau tinggi dan tampan, kau bisa mendapatkan siapapun yang kau suka.”

“Menurutku itu tidak penting.”

Wae?”

“Diamlah. Aku akan kembali tidur.”

“Tak bisakah kau jawab dulu pertanyaanku?”

“Tidak.”

Aku kembali menarik selimutku sebelum gadis ini kembali bertanya yang tidak-tidak.

 

flashback 10 years ago.

“Mina-ya mulai sekarang kau adalah yeoja chinguku.”

“Wae? Kenapa aku? Dan apa itu yeoja chingu?”

“Aku tidak tau, aku melihatnya di TV tadi malam saat Kyunho hyung memutar drama kesukaannya.”

“Geurae, jika itu membuatku senang aku akan melakukannya.”

 

“Hun-ah bisakah kau menggendongku?”

“Eo? Akan kucoba, aku akan mengangkatmu dengan tanganku seperti yang dilakukan di drama tadi malam.”

“Hun-ah aku akan jatuh, aghh…”

“Mianhae Mina-ya, pegang tanganku. Aku berjanji aku akan lebih kuat sehingga aku dapat menggendong yeoja chinguku.”

“Arraseo Hun-ah. Kemarilah, aku ingin mencoba menggendongmu.”

“Apa? Tidak! Jangan! Mina-ya, andweeee!”

flashback end.

 

 

¤ H O L L E R ¤

 

 

Visit my personal blog.

12 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Holler (Chapter 8)”

  1. Ping-balik: Chaptered | Choi's
  2. Aku masih penasaran dengan masalalu merekaaaaaaa dan kenapa mina bisa sampe lupa sama sehun dan kyuhyun ._.
    Aku harap sih mina berakhir dengan sehun hehehe.
    Semangat Choi-ssi!!
    -XOXO-

  3. aku gk bisa bayangin ntar minah sukanya sama siapa??? takut pada kit ati…kyuhyun itu kenapa sih..jadi stalker kok cuma seencrit” doang..ihhh gemes akunya

  4. Please dong baekhyun tetep sama Minah. Jangan sama sehun apa lagi kyuhyun 😮
    Kasihan baekhyun merasa nggak nyaman karena geumhee. belum lagi Minah masih nggak mau cerita soal masalahnya. Tapi malah sama sehun mulu 😬

  5. Daebak ♥♥
    Apakah ini tanda” baekhyun akan kembali dg geumhee sdgkan sehun akan bersama dengan mina (?)
    Penasarann banget kelanjutannya 😣
    Next min and fighting 👊👊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s