SILHOUETTE | 10

Cover2

SILHOUETTE

Starring by :

Oh SehunKang Mirin | Xi Luhan | Song Yerin

PG 17

Sad  | Romance | Lil hurt

Chapter

[WARNING] :

terlalu banyak narasi. Waspada garing. Typo bertebaran. Feel yang ga nendang. Beberapa flashback ga dikasih tanda jadi kudu teliti. Siders hati-hati Keyo lagi PMS mode siap ngamuk.

Happy reading ^^*

***

Previous Part : PROLOG |1 | 2 | 3 | 4| 5 | 6| 7| 8 |9

***

 

 

 

 

 

Luhan PoV

Aku bukan seorang pendendam. Bukan termasuk kaum yang suka meratapi kehidupan. Bukan aku rasanya jika mengutuk nasib dengan ‘bahasa kebun binatang’. Bukan tipe orang yang suka mencaci Dia –penulis buku takdir milikku. Aku cukup sadar diri dengan siapa aku dan untuk apa aku diciptakan. Apa yang kudapat hari ini, adalah bayaran atas kesalahan yang kuperbuat sebelumnya. Aku hargai, bagaimana Tuhan menggerakkan tinta Nya, hingga sekarang atas scenario-Nya aku kembali kesini. Menghirup udara Seoul setelah bertahun-tahun tidak kemari untuk membayar apa yang dulu pernah aku lakukan.

Jika kau ingin tahu. Diantara derap langkahku yang kuangkat lebar-lebar membelah lorong rumah sakit. Dibalik kening berkerut yang tak kalah mencolok dari lebam biru dan luka yang tak tuntas dibersihkan disekitar wajah. Jauh didalam aku rasa aku ambruk. Nyaris hancur. Terkapar lemas. Hanya mulut yang mencaci bagaimana bisa semua terjadi? Apa yang kupikirkan saat pertama kali datang kemari? Apa motivasiku saat dengan lantang mengumumkan pada refleksi diri ingin membantu ‘dia’?

Apa kabar hatiku saat ini? Terluka? Retak? Patah? Hancur? Terinjak?

 

Biarkan kali ini. Untuk pertama kalinya, aku bergabung bersama orang-orang yang mengutuk takdir atas apa yang aku alami hari ini.

 

|Flashback| Author POV|

 

2 Years Ago…..

 

From : Yixing

Lu? Kau sudah sampai taman yang aku bilang? Tunggu sebentar. Aku harus mecari sepupuku yang pergi bawa dompetku tanpa bilang-bilang L Tunggu ya, 15 menit lagi aku jemput…

 

Luhan menghembuskan nafasnya jengah. Pesan singkat dari Yixing sudah sampai sejak dua jam yang lalu. Sudah dia terima dan dia baca juga dengan baik. Dia sudah sampai ditaman yang dimaksud Yixing itu limabelas menit sejak pesan itu dia terima. Dua puluh kali dia membaca pesan itu dengan alis berkerut dan wajah serius seperti mengerjakan soal olimpiade matematika yang berakhir buntu.

Iya, buntu. Karena Yixing tidak datang-datang.

Dia sudah nyaris mati karena bosan. Tidak tahu apa yang mau dia lakukan dengan badan lengket berjam-jam dipesawat dan koper besar super berat yang bisanya cuma diseret. Bodohnya dia yang mengiyakan saran Yixing untuk menunggunya di taman area luar bandara. Kenapa tidak dibandara saja yang jelas-jelas punya tempat duduk dan pendingin ruangan?

Dia melirik smartphone ditangannya. Rasanya ingin mengumpat, karena icon batere dipojok atas warnanya sudah merah tanda minta diisi. Niat hati ingin berselancar di internet jadi tidak bisa direalisasikan. Terpaksa, dia mengganti keinginannya itu dengan mencari tontonan menarik disekitar taman yang untungnya sudah ramai karena matahari mulai merangkak ke barat.

Anak kecil yang sedang bermain, tidak itu sudah biasa. Ibu-ibu muda yang bergosip, emmm…tidak menarik. Kucing dan anjing yang sedang adu tatapan tajam.. apalagi ini. Sampai akhirnya dia berhenti memilah tontonan saat matanya jatuh pada pasangan dengan seragam SMA tepat diujung taman. Yang tanpa sadar mengingatkannya pada kenangannya saat masih memakai seragam SMA.

Romantis. Si pria berkulit pucat yang dapat Luhan perkirakan masih melalui masa puber itu, memandang tulus pada si gadis yang berambut pendek tapi manis yang juga terlihat masih diawal puber menunjukkan sikap malu-malunya. Tidak ada yang menarik yang mereka lakukan. Hanya makan es krim biasa sambil berbincang. Dilihat dari sudut pandangnya, sepertinya umur hubungan mereka masih baru.

Luhan terpaku. Nyaris tidak berkedip. Bukan karena iri pada keduanya. Bukan juga terpesona pada ‘milik’ si pria yang masih tertawa hingga matanya terpejam.

Tapi sesuatu di belakang mereka dengan rambut panjangnya yang menutupi hampir sebelah wajahnya. Bersembunyi diantara semak-semak. Meremas tali ujung tasnya tanpa melepaskan matanya pada pemandangan yang juga dilihat Luhan sejak tadi.

Kesimpulan pertama Luhan, sigadis ada hubungannya dengan mereka. Kedua, dia tidak baik-baik saja. Ketiga, -yang ini masih hipotesis. Tapi feelingnya bilang dia bukan laki-laki baik. begitu sadar diperhatikan si perempuan rambut panjang, dia cepat-cepat berdiri tanpa lupa berbicara pada si rambut pendek. Kemudian menarik si rambut panjang yang tubuhnya sekaku batang pohon menjauh dari area taman. Meninggalkan si rambut pendek yang tidak tahu apa-apa hanya sendiri dengan kesibukkannya bersama es krim.

Kasian,itu yang terlintas dipikirannya saat melihat kedua gadis itu. Aura polos dari si rambut pendek menarik Luhan untuk mendatanginya. Mencoba memberitahunya tentang hipotesis dan kesimpulan yang barus saja dia buat. Lalu, wajah sakit hati si rambut panjang juga menarik sudut hatinya untuk merengkuhnya. Menurut Luhan, dua gadis itu masih terlalu kecil untuk merasakan sakit hati. Terlalu awal bagi mereka untuk menangis karena laki-laki.

“Maaf, menunggu lama, ya?” Luhan mengerjap. Tepukkan di bahu kirinya membatalkan niat awalnya untuk mendekati gadis-gadis itu.

“Kenapa?” Yixing yang ditatap aneh Luhan tidak mengerti. Mata itu seperti kesal karena ia tanpa sengaja menginterupsi kegiatannya.

Lalu Yixing mengikuti arah mata Luhan tadi, seorang gadis berambut pendek yang sedang asik dengan ice cream nya. “Ahhh… aku mengerti. Ternyata kau suka yang imut-imut. Tidak mau mendekat?”

“Tidak. Sudah ada yang punya,” jawab Luhan singkat. Dia masih sibuk memperhatikan sigadis rambut pendek dan si gadis rambut panjang bergantian.

Yixing baru akan bertanya darimana Luhan tahu, kalau saja laki-laki tinggi berkulit pucat itu tidak segera datang dan duduk disamping si gadis yang jadi incaran Luhan –menurut pandangan Yixing.

Yixing menepuk-nepuk bahu Luhan, “Sabar ya. Mungkin belum jodoh. Nanti aku suruh Ji Ae ajak teman-temannya kerumah,”

“Kau ini. Siapa yang bilang aku suka dia?”

“Lalu kenapa memperhatikannya?”

Luhan kembali diam. Dia ragu ingin memberikan jawaban pada Yixing karena bayangan respon Yixing yang menertawakan alasannya menari-nari dikepalanya.

“Tidak penting,” iya, biar dia saja yang tahu alasannya. Dia mendorong kasar kopernya ke arah Yixing yang untungnya masih bisa Yixing tangkap. Permintaan gamblang minta dibawakan, “Sebagai ganti rugi karena terlambat,”

Sekali lagi, sebelum menyusul Yixing yang sudah berjalan jauh didepan, dengan sebelah tangan menarik kopernya, Luhan melirik sigadis rambut pendek dan si rambut panjang. Kontras sekali. Yang satu tertawa dan yang satunya lagi menangis. Alasannya sudah terlihat jelas. Laki-laki yang sama.

Saat itu juga ia bersumpah ingin membantu salah satunya.

“Luhan!”

Salahkan sifat dasarnya yang tidak bisa melihat wanita menangis. Tidak peduli dengan teriakan Yixing diujung sana. Sekarang, dengan langkah pasti, saat dilihatnya laki-laki pucat itu meninggalkan gadis rambut pendek untuk membeli ice cream. Diikuti diam-diam gadis rambut panjang yang berjalan agak jauh dengan sebelah tangan membekap mulutnya.

Seperti sumpahnya, dia ingin membantu salah satu gadis itu.

 

 

|END OF FLASHBACK|

 

 

Kalau bukan karena Yixing yang menariknya paksa ke rumah sakit, Luhan tidak akan melihat apa yang sekarang terpampang didepannya. Entah dia harus bersyukur atau menangis. Tapi yang pasti, melihat kedepan sana membuatnya ingin mengumpat. Rasa bencinya pada takdir, juga kian memuncak.

Kenapa takdir begitu jahat pada mereka?

Belum ada duapuluh empat jam. Bahkan lukanya saja belum kering obatnya. Tapi urat-uratnya sudah kembali tegang. Gadis yang tadi dilindunginya sekarang tertawa bersama orang yang tadi dipukulinya habis-habisan.

 

“Kau tidak terima ya, muka tampannya jadi lecet-lecet karena tinjuku?”

 

“Dengarkan dulu Luhan. Aku –“

 

“Atau mungkin… sebenarnya kau kecewa karena aku masih bisa berdiri sementara Sehun terkapar nyaris mati?“

 

“CUKUP, LUHAN! AKU –“

 

“Kau apa?”

 

 

“ Kau masih mencintainya, Mirin”

Kata-katanya, ekspresinya, bahkan masih bisa Luhan ingat setiap detailnya. Tadi, Luhan ragu atas hipotesanya. Tapi melihat keadaan Mirin sekarang memperjelas semuanya.

Dia mungkin terluka secara fisik. Tapi hatinya jauh lebih parah. Hancur. Katakan saja begitu.

Lalu, dia membayangkan detik-detiknya bersama Yixing yang berusaha dia enyahkan.

 

|FLASHBACK|

“Tidak akan bisa,” Yixing berbicara tanpa menatapnya. Melainkan pada jendela kaca kecil tempat seorang suster akan memberikan obat atas nama Luhan nanti.

Oh begitu? Luhan yakin dia bisa. Saat itu. dia dengan senyum asimetris meragukan balik tatapan super ragu Yixing. Sama, dia juga enggan menatap Yixing.

“Aku masih punya waktu seminggu lebih,”

“Kau meremehkan kekuatan cinta mereka?”

Luhan menengok. Masih belum meredakan senyum asimetris diatas bibirnya yang setengah terluka. Malah sudut itu semakin tajam karena lonjakkan rasa tertantang bercampur emosi dalam dadanya. Yixing harusnya tahu, Luhan tidak pernah menolak tantangan. Dan dia paling tidak suka diremehkan.

“Aku yakin kau bukan remaja perempuan yang fanatik romantisme, Tuan Zhang,”

“Dan aku yakin kau juga bukan anak kecil yang fanatik mainan hingga lupa diri, Tuan Xi,”

Luhan menggeram. Senyum sinisnya mengendap dan wajah datarnya menampakkan diri. Menatap tidak suka wajah datar Yixing disebelahnya yang baru saja melemparkan balik sarkasmenya.

“Menyerahlah,” nada lirih Yixing diantara wajah datarnya.

“Tidak akan.,” Yixing menghembuskan nafasnya kasar. Bersiap mendengar argumen Luhan yang sudah berkali-kali ia dengar.

“Aku bisa mengatasi ini. Kau lupa kalau aku mantan laki-laki brengsek? Aku hapal betul sifat-sifat yang ditunjukkan Si brengsek itu. Aku juga sudah tahu bagaimana akhir ceritanya. Siapa yang akan tertawa, siapa yang akan menangis. Aku tahu Yixing,”

“Jangan jadikan kisahmu cerminan untuk kisah yang orang lain. Kalau kau melanjutkan ini, gelar laki-laki brengsek tidak akan lepas darimu. Sehun berbeda, dia tulus. Hanya saja dia labil,” Luhan termenung. Ekspresinya masih tajam meski tersirat kesedihan didalam sana. Pasti. Drama si brengsek dan gadis baik hati versi Luhan berputar lagi dikepala Luhan. Alasan yang akhirnya membawa Luhan kesini dulu, untuk pertama kalinya. Cerita manis berakhir tragis dengan Luhan sebagai bintang utamanya.

“Kuingatkan sekali lagi. Dulu, alasanku membawamu kesini untuk membuatmu melupakan rasa bersalah itu. dan sekarang kau kembali untuk kedua kalinya, kau malah menyiksa dirimu sendiri,dengan menggali ulang masa lalu,” Ucap Yixing mencoba menarik Luhan dari ingatan masa lalu.

“Ini caraku untuk menebus rasa bersalahku. Aku harus membantu dia sebelum dia semakin terluka. Aku kembali. Untuk ‘dia’”

Yixing memejamkan matanya. Menahan desakkan agar tidak meninju rahang Luhan.

“Lurus kesana, berbelok dua kali kekanan lalu cari kamar nomor XXX. Kuharap matamu masih berfungsi untuk membedakan yang mana ketulusan dan yang mana kebrengsekkan,”

|END OF FLASHBACK|

 

 

Masih dengan kedua tangan yang mengepal disisi tubuh dan mata yang menatap lurus dua manusia dibalik kaca. Kesal.

“Bagaimana ini?” suara itu berasal dari balik punggungnya. Nadanya putus asa. Tapi Luhan masih enggan berbalik.

“Apa dua minggu cukup?” melihat apa yang terjadi didepannya. Lalu apa yang dia lihat secara tidak langsung isi hati sebenarnya milik kedua orang itu, tentunya kau tahu sendiri apa jawabannya.

“Pasti bisa,” tapi logikanya masih menentang teriakkan lantang kata hatinya.

“Tapi aku sudah tidak kuat lagi. Rasanya ingin mati saja,” lantas Luhan akhirnya berbalik. menatap sumber suara bergetar yang wajahnya sudah dialiri air mata. Memeluk perlahan si pemilik hati yang sekarang sama hancurnya dengan hati Luhan.

“Jangan ucapkan ‘mati’ dengan mudah,”

“Ini tidak akan berhasil,”

“Berhasil,”

“Tapi mereka menunjukkan tanda-tanda akan kembali bersama,”

“Selama ada aku, aku tidak akan membiarkan mereka bersatu,”

“Tapi Luhan –“

“Kau percaya padaku kan?”

Luhan menarik lagi kata-kata kasarnya. Kata-kata menyerahnya. Bagaimana bisa dia berkata ingin menyerah dan melupakan fakta untuk siapa sebenarnya dia berjuang sejauh ini? Bagaimana dia bisa dengan mudah melupakan janji diplomatisnya yang katanya ingin membantu? Kenapa dia bisa selemah ini? Sementara gadis didepannya berjuang bertahun-tahun. Nyaris berhasil, dengan terapi jarak jauhnya dengan terus menghubungi gadis ini. Berkomunikasi lewat satelit. Menjadi diary hidup gadis itu selama bertahun-tahun sampai akhirnya saat dia bisa kembali kesini, untuk menemuinya lagi dan mencoba masuk kehatinya, bertepatan dengan hatinya yang kembali terluka. Tapi semua langsung gagal karena disaat yang sama, orang bernama Sehun itu kembali menarik Yerinnya. Menggoyahkan pertahan Yerin yang bertahun-tahun dibangun bersama Luhan.

Dengan gerakkan perlahan yang hati-hati, Luhan menggerakkan tangannya naik turun dipunggung gadis dipelukannya. Air mata yang membasahi bagian dada baju Luhan membuat Luhan marah. Karena secara tersirat, itu adalah tanda misinya diambang kegagalan.

“Sssstttt… jangan menangis lagi,” Luhan mendorong tubuh Yerin. Sedikit menunduk. Ditatapnya lekat wajah cantik itu yang sayangnya lagi-lagi tertutup airmata karena laki-laki itu. Wajah sedih yang menarik satu sisi hatinya untuk membawanya. Menolongnya. Merengkuhnya. Melindunginya. Melakukan apapun untuknya selama wajah penuh air mata ini berganti dengan senyum manisnya.

“Aku akan menepati janjiku menjauhkan Mirin dari Sehun. Asal kau, berhenti menangis dan tetap jadi Yerin yang kuat dengan mata tajamnya dan wajah galaknya,” Yerin mendecih. Ahh… sepertinya untuk misi sementara mengembalikan senyum Yerin hampir berhasil. Gadis itu menutup matanya. Mengusap airmata yang tersisa dengan punggung tanganya.

Dan akhirnya. Begitu kedua tangan itu diturunkan, Yerin menunjukkan apa yang tadi diminta Luhan.

“Nah… ini baru Yerin-ku,”

Dan Yerin kembali melesakkan wajahnya kedada Luhan. kali ini dipenuhi rasa sukur karena dipertemukan dengan orang seperti Luhan.

“Bertahan ya, sebentar lagi,” ucapan Luhan yang dibalas mengeratnya lingkarang tangan Yerin di pinggang Luhan.

 

***

 

“Obatnya jangan lupa diminum,” Mirin mengangkat bergantian dua botol obat berwarna coklat diatas nakas. Menunjukkannya pada Sehun yang menahan tawa dan sedikit kesal karena Mirin sudah mengatakan hal yang sama untuk yang ke sekian kalinya. Padahal ransel biru mudanya sudah tersampir dengan baik di bahunya.

“Okay.. sekarang cepat pulang,”

“Nanti dulu. Infuse nya sepertinya harus diganti,” tuh kan? Mirin sekarang berjalan mendekat kearah tiang infusenya. Melihat isinya dengan jeli. Lalu menyentuhnya hati-hati. Tidak sadar karena apa yang dia lakukan benar-benar sebuah hiburan untuk Sehun.

“Nanti malam juga dilepas infusenya. Tadi kau juga dengar ‘kan? Dokternya bilang apa? Cepat pulang. Eomma pasti menunggumu,”

Sehun menggigit bibirnya. Kebiasaan yang ini sulit hilang. Memanggil ibunya Mirin dengan panggilang sayang yang sama dengan Mirin. Tapi melihat Mirin yang masih asik dengan infuse didepannya, membuat Sehun bernafas lega. Dia tidak dengar, batinnya.

“Jangan lupa makan,”

“Tadi kan sudah. Kau yang suapi. Tidak lupa, ‘kan?”

Wajah Mirin dan Sehun kompak memerah.

“Ka –kalau begitu aku pulang,” Sehun mengangguk. Ditatapnya tanpa berkedip Mirin yang mulai berbalik dan berjalan kea rah pintu dengan kepala tertunduk. Menutupi rona merah dipipinya yang juga dimiliki Sehun. Mengingatnya membuat Sehun semakin merasakan darahnya berdersir bahagia tapi juga malu karena dia baru saja bertindak konyol. Dia tertawa tanpa suara, dengan sebelah tangan menutup wajah atasnya dengan posisi tubuh yang sekarang sudah berbaring.

“Terimakasih, Mirin. Datang lagi, ya,”

Dan….

 

blammm

 

Pintu tertutup keras. Disusul langkah kaki Mirin –yang terdengar berlari dikoridor tapi kemudian tiba-tiba berhenti.

 

“Ahhhhh… jantungku… kenapa jantungku,”

“Nona? Kau kenapa? Ruangan dokter spesialis jantung ada disana. Akan aku antar kalau perlu. Wajahmu merah sekali. Apa sebegitu sakitnya?”

“Ini semua gara-gara si bodoh Se- E-Eh? Aku tidak apa-apa… Maafkan aku membuatmu panik,”

 

Kali ini tawa Sehun meluncur tanpa bisa ditahan. Mirinnya masih sama ternyata. Polos mendekati bodoh. Ceroboh tapi manis. Meski tidak melihatnya langsung, Tapi bayangan ekspresi Mirin begitu detail tergambar di otaknya. Gerakkan bibirnya, bahkan kedipan matanya. Tidak dapat dipungkiri, ia senang mengetahui fakta jantung Mirin masih berdetak karenanya.

…..karena sudah dapat dipastikan jantungnya juga berdetak seirama dengan Mirin.

 

Tokk Tokk

 

Untuk kesekian kalinya hari ini. ketukkan dipintu putih itu menginterupsinya. Tapi kali ini, dia sama sekali tidak marah. Moodnya sedang sangat baik sekarang.

“Suster, sebenarnya infusenya tidak harus diganti, gadis tadi hanya berlebihan,”

Jika tadi Sehun bilang mood nya tidak akan hancur maka dia salah. Karena sekarang moodnya hancur kedasar.

Katakan terimakasih pada seseorang yang ia kira suster. Seseorang yang ternyata masuk kekamarnya tanpa ia duga dan ia inginkan. Yang juga dipandang tidak suka oleh si suster dibelakangnya yang membawa botol infuse baru.

“Aku sudah bilang tuan, jam berkunjung sudah habis,”

“Dipapan tertulis jam berkunjung habis pukul 06.00 pm . Kalau kau tidak punya jam, silahkan lirik punyaku. Masih ada dua menit sebelum jam enam tepat,”

Sama seperti si suster yang menatap Luhan tidak suka, Sehun juga sama. Orang ini, dengan nada datar sok kerennya baru saja membunyikan lonceng tanda dimulainya pertandingan ronde kedua.

“Aku hanya ingin mengatakan ini sekali, jadi dengar baik-baik,”seperti yang dia katakan. Sehun diam menutup rapat mulutnya. Bahkan giginya sampai ikut merapat hingga rahangnya mengeras.

“Jauhi Mirin,”

“Tidak,”

Iya, keputusannya sudah bulat. Tidak ada lagi menyerah untuk Mirin. Dia menegaskan ekspresinya saat Luhan menajamkan tatapannya. Tidak. dia tidak akan runtuh jika hanya ditatap seperti itu. Meski harus hancur karena pukulan orang ini, dia tidak akan menyesal. Karena alasannya hancur adalah untuk memperjuangkan Mirin dan detak jantungnya yang seirama dengan Mirin.

“Wooow… kau cukup keras kepala ya,”

Dia tertawa, menyeramkan. Tawa yang mengubah aura disekitarnya. Hingga siapapun bisa merinding mendengarnya. Tapi sekali lagi, Sehun tidak akan goyah.

“Kutawarkan sekali lagi keselamatanmu, untuk ditukar dengan Mirin,”

“Tidak,”

Luhan sempat diam. Tidak menduga akan mendapat jawaban setegas ini dari Sehun.

“Meski kau kubuat tidak dapat melihat senyum Mirin lagi?”

 

Untuk pertanyaan ini tidak bisa Sehun jawab selantang tadi. Senyum Luhan saat mengatakannya seperti cermin pada sesuatu yang licik dan kotor didalam otaknya. Kata-kata ini, bukan ancaman untuknya. Tapi lebih mirip kepada terror untuk dia dan kehidupannya.

“Aku tidak mengerti apa maksudmu. Tapi apapun itu,aku tidak akan membiarkan apapun hal buruk menimpa kami berdua,”

Dan lagi, untuk kesekian kalinya. Senyum asimetris Luhan terpampang sempurna.

Challenge accepted,

Luhan berbalik, bertepatan dengan denting jarum jam yang menunjukkan pukul enam tepat. Dan jantung Sehun yang berdetak tak karuan tanda bahaya. Dia memejamkan matanya. Silih berganti, bayangan senyum Luhan tadi, dan wajah Mirin dalam berbagai ekspresi terbayang dikepalanya.

 

 

 

 

 

 

 

-To be continued-

 

 

P.s :  Hollaaaaaa

Keyo minta maaf karena kemarren ga sempet update. Sebel rasanya sama tugas yang numpuk. Jadinya baru bisa ngebut bikin ceritanya sekarang. Dan di update malem ini juga.

Q : Mau dibawa kemana cerita ini?

A : Bingung keyo juga 😦 pusing sendiri diriku disini…

Ga deng becanda… pokoknya alurnya nanti bakal jadi ……*spoiler disensor*

Ini kebanyakan partnya bang Lulu. kemaren ada yang nanya kan dia kemana? Dia ngambek karena kemaren ga nongol wkwkwk

Udah segitu aja…

Keyo mau lanjut nugas… yang disana jangan lupa belajar yaa… baca ini nya ntar aja abis belajar/ nyelesain kerjaannya /sok bijak lu thor /digampar

Oh iya.. masa lalu Luhan ada yang kepo ga ? /luhan ngedip-ngedip genit

Well, selamat malem senin semuanya…ketemu lagi di chapter selanjutnya

Jangan lupa komentar atau like nya biar aku tahu yang salah dimana, mau kalian gimana. Tapi maaf Yerin belum bisa dimusnahkan karena dia masih ngutang beberapa scene sama author wkwkwk

XOXO

 

 

Keyo ❤

 

 

53 tanggapan untuk “SILHOUETTE | 10”

  1. Kirain mirin yg bkal dbntu sehun, trnyta yerin, uda kerasa sih wktu kjadian flashback d taman itu liad keadaan yerin yg nangis btuh prtolongan gtu,,
    jdi mereka brdua sma” serigala brbulu domba yaa, eh tp yerin 100persen srigala sih .-.
    Neexxxxxtttttt pnasaran ap yg bkal couple serigala ini prbuat k mirin n sehun ><

  2. Lah jadi ini udah direncanain? Apa gasengaja direncanain? Terus luhan-yerin itu rasa abang ade aja gitu? Luhan ke mirin itu beneran suka atau gimana? Jadi makin rumit yaampuunnnnnn. Tapi gapapa kok aku sukaaaa. Semangaatttt!!
    -XOXO-

  3. ooh.. baru paham kalo si luhan gk bner” baik sma si mirin.. tau gtu mah aq gak bkal nge shipper in luhan miron kalee keyooo..

    next lah next.. aq hanya ingin kelanjutan ceritanya, gak minta yg laiin..

  4. ohhh jadi gitu too…jeleknya luhan kelihatan..ternyata yg cowo jahat tuh dia..mau”nya bantu yerin buat jauhin sehun mirin, padahal dia gk tau yg jahat itu mirin kan…sehun mirin hubungannya tulus aja…

    aku jg belum ngeh kenapa sehun mirin pisah???bisa dijelasin lg gk di chapter selanjutnya..hehehehehe
    disini yg tau busuknya luhan cuma yixing…semoga yixing banyak membantu mirin…pulangin aja luhan, ngapain yixing ngajak kesini..deuhhh…tapi yixing tau gk ya kalo cewek yg dibantu luhan itu yerin,, setidaknya yixing udah tau buruknya yerin

    sekian dan terima kasih…kkkk~~~

    1. bisa-bisa… nextnya aku bikinin chapt yang mereka putus buat kamu :3

      iyapp cuma Yixing yang tahu busuk nya Luhan… wkwkwk
      terimakasih kembali Veehun ^^/

  5. Maaf ya kak baru komen lagi di chap ini. Soalnya ketinggalan cerotanya.
    Gak nyangka luhan jahat ama sehun. Semoga sehun dapat melindungi mirin dan dirinya ^^

  6. Luhan jadi busuk gitu yaa-_- menyebalkan😤 JANGAN PISAHKAN SEHUN DENGAN MIRIN TIDAAAKKK /digampar eonni/ penasaran juga kenapa luhan nyebut dirinya “laki-laki brengsek” hmm agak bingung juga, luhannya tuh suka sama mirin tapi kok manfaatin yerin juga sihh berarti dia gak ada bedanya sama sehun yang mainin 2 cewek kann?-_- lanjut ya eonn dan semangat nugasnyaaa huhah

    1. dia busuk tapi ganteng :3 /apasih thor. aku ga akan nampar, paling ngejambak hahhahhaha.
      penasaran? /evilsmirk.. tunguin nextnya aja yaaa
      Thanks for coming and reading !!! ^^/

  7. Oh my god ternyata luhan ga nyangka dia cma mau jauhin sehun sma mirin? Ganyangka luhan bermuka dua 😲 yawloh kasihan mirin ..
    Makin seru aja ka.. mudah2an sehun ga ngejauhin mirin ya meskipun luhan ngancem

    Next ka! Fighting!

  8. Waaaaaa masuk dalam ff favoritkuu😂
    Sehun sama mirin kasihan, please jangan biarin mereka pisah lagi *maksa banget-_-
    Semangat terus buat author lanjutin ffnya..!!!

    1. aduhh terharu nih aku /nangis bikin danau
      tapi sehun harus milih antara aku atau mirin /digampar lagi
      thanks for coming and reading !! semangat juga byunbaek !!! ^^/

  9. Ternyata selama ini luhan kerja sama dg yerin?
    Jadi dia itu cuma ngebantuin yerin biar bisa dekat lagi sama sehun? Yahh.. aku kira lu ge bakal tulus ngebantuin mirin taunya tak sebaik yang aku pikirkan padahal jujur aku uda mulai kasian sama luhan semenjak dia ngebantuin mirin saat dilempar telur hmm

    Oya kak masih ada bberapa part yang bikin aku bingung bgian flshbck nya dan aku juga penasaran sama masa lalunya luhan? Ditunggu yaa kelanjutannya kak ^^

    Fightingg kak keyoo!!~

  10. ah jadi ga suka smaa luhan,, padahal aku udah suka luhan sama minri tapi sekarang mending minri sama sehun aja,,, yerin juga maksa bnget buat sehun blik sama dia
    kesel jadinya

    1. iya, mereka kerja sama….
      Luhan mau ngelamar aku /digampar. engga deng Luhan mau melakukan sesuatu besok dichapter selanjutnya !!
      makasih udah mampir dan baca ^^

  11. Aku bingung ada bbrp part diatas yg kayanya flashback tp ga ada keteranganya eonn :s

    Sm bagian luhan-yerin itu mereka mantan apa cuma sekedar bareng buat jauhin mirin-sehun? Sampe pelukan bgitu :s

    Nextnya ditunggu eonn key^0^

    1. Tadinya sengaja sih.. soalnya ntar terlalu banyak kata ‘flashback’ awalnya aku kira bakal mengganggu, tapi ternyata malah bikin bingung wkwkwk.. tapi udah aku edit kok..

      nah kalau bingung sama yang ini, aku kasih spoiler deh,,, jadi, luhan sama yerin itu.. *Spoiler di sensor*

      okay.. maap ya atas kekurangannya… selamat menunggu !!! ^^

  12. Aaaahhh finally baru sempet buka wp muncul di story hehheeh
    Hmmmm jd selama ini pikiranku trhadap (?) Luhan salah, ternyata luhan tak sebaik yg dibayangkan oke baiklah *eh hahahahha, awalnya agak kurang paham dibagian flashback tp akhirnya paham, jd luhan ngelakuin ini semua cm buat yerin? Trs apa jd nya kalo mrk semua tau bye bye km ge eh hihihi 😂😂😂 semangat buat mirin sehun kembali aku mendukung kalian 🙌🙌🙌🙌 next next heheheh

    1. ahhh..aku juga baru sempet buka wp lagi dan bales-balesin komen TT
      kalau mereka semua tahu, Aku bakal jadi tameng untuk melindungi luhan /eaaa
      makasih udah mampir… selamat menunggu next nya ya ^^

  13. Jadi intinya luhan ngebantuin yerin gitu ya? Lu ge kamu kok gitu hiks..disini luhan keliatan jaat yaa hmm
    Trus hubungannya apa sm masa lalu luhan? Penasaran keyoooo..
    Next keyooo gpl ya😆fighting nulisnya💪

    1. Huuh, dia bantuin Yerin /jenggut rame-rame
      selamaat penasaaran hohoho.. next, masa lalu bang lu..
      inysaallah ga lama wkwkwk.. thanks for reading and coming !!

  14. Uhh., akhirnya di Up juga^^

    Ihh tapi disini kok luhan bikin kesel ya
    Knapa malah sekongkol sama yerin sih, luhan curang begitu. Kak kok Lu Ge dikasih bumbu pedas sih#lukiraapa
    Kok ada sisi jahat seorang luhan.

    Iya aku rada(?) penasaran sama masa lalunya luhan
    Next kak dtunggu klanjutanya^^

    1. wkwkwk maafkan luhan yang sedang aral /bow
      Luhan kaya keripik singkong yang pedes-pedes gitu ya? wkwkwk
      okay,,, next.. masa lalu Luhan.

      makasih ya udah mampir.. selamat nunggu ^^

  15. Minta ditabok xi luhan… luhan nyakitin mirin demi yerin terus apa bedanya dia ama sehun?? Udah sama yerin aja luhan mah. Duh semoga mirin tahu deh kelakuan luhan dibelakang dia. Part ini bikin nyesek dan ngak tahu kenapa udah ada feeling kalo part ini nyesek buat dibaca. Keyo ffnya udah keren dan aku seneng karena ffnya konsisten banget biarpun jarang update tapi feelnya iyu selalu ada keren keyo. Jangan lupa sama tugas sekolahnya yah… keep writing, fighting and keep learning keyo. be a good student and great author 😉

    1. jangan ditabok,dicium aja mending. hohoho.. iya semoga dia tahu ~~~
      aduhh aku terbang dipuji /hiks
      makasih ya udah baca.. udah nyemangatin juga… semangat juga chanchan!!

  16. Yakkk kakak author, kenapa bikin peran luhan kayak gini? Kenapa luhan harus punya sisi jahat kayak gini, luhan bersekongkol sama yerin? Sungguh diluar ekspetasiku thor, gak pernah nyangka bakal kayak gini. Tapi apa dayaku yg hanya seorang readers hehe hanya bisa mengubah cerita dalam hayalanku saja wkwk
    Ahh tapi aku tetap lebih suka luhan mirin, tapi aku juga gak suka kalo sehun sama yerin.
    Next kak, aku paling nungguin fanfic ini hehe (y)

    1. maafkan luhan yang masih ababbil ini ya /bow bareng luhan. iya.. dia sekongkol sama Yerin.. nakal dia mah
      hwaa ditungguin TT terharu saya.
      makasih ya… buat semuanya ❤

  17. akhirnya update juga, udah nunggu2 nih lanjutan ff yg satu ini,
    btw di sini ternyata luhan bantuin si yerin dengan kedok mau bantuin mirin ya, hmm
    jika pada akhirnya luhan cuma mau misahin mereka dan gak menaruh perasaan apapun sama mirin, itu artinya luhan udah mainin mirin dan jadi cowok brengsek lagi dong,
    tolong luhan jangan dijadiin jahat kek gitu ya,

    1. eh ini apa luhan udah benar2 brengsek? niatannya cuma buat misahin luhan sama mirin dan nyakitin mirin doang?
      ah mian aku nanya banyak banget, soalnya masih penasaran banget sama banyak hal dan juga perasaan luhan sama mirin itu gimana, hihi

  18. euuuuh ini ceritanya dendam masa lalu, kasian Mirinnya atuh, masa di gituin 😢
    semangat untuk next chap nyaa author 😗💞

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s