I’m Sorry – deagoldea

I'm Sorry - ficlet.jpg

I’m Sorry by deagoldea. ficlet. sad, hurt, angst.

 

Starring by EXO’s Xiumin with anneandreas OC’s Reen

 

You can find the other cast in the story

 

The story is purely from my imagination. Don’t be plagiator and siders!

 

Thanks IRISH for the poster! Happy Reading!

 

 

“Tidakkah.. ini kelewatan?”

Gadis itu berkata sambil terus menundukkan kepala dalam-dalam. Sama sekali tidak berani menatap lawan bicaranya. Sedangkan lelaki yang sedari tadi berdiri di hadapannya mulai melempar tatapan bingung.

“Apa maksudmu?”

“Kau tahu jelas apa maksudku.”

Lelaki itu menghembuskan napasnya dengan sedikit kasar. Ya, sekarang ia mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini. Hubungan yang sudah mereka jalin selama setahun belakangan sedang berada di ujung tanduk.

“Sungguh, aku minta maaf.”

Setetes air mata tanpa sadar menetes dari sepasang manik sang gadis. Lelah? Tentu saja, selama ini ia yang terus memahami kekasihnya, tidak pernah sebaliknya. Memang lelaki itu sudah meminta maaf, tapi tentu kata maaf saja tidak cukup untuk mengobati luka yang sudah terlalu dalam ia torehkan.

“Apa kau.. masih mencintaiku?”

Dengan perlahan gadis itu mengangkat wajahnya dan berusaha menatap lurus tepat di kedua mata lelaki bermarga Kim di hadapannya. Sebisa mungkin ia menahan air matanya agar tidak menetes meskipun sudah menggenang di pelupuk mata. Pandangannya bahkan sudah sedikit mengabur karena air mata sialan itu.

“Apa maksud pertanyaan itu? Tentu saja aku mencintaimu, Reen.”

Gadis bernama Reen ini menyunggingkan senyum tipis. Tatapan yang sarat akan luka sudah tergambar jelas di matanya. Mencintainya? Benarkah lelaki bernama Minseok di hadapannya ini berkata jujur? Lalu mengapa gadis ini justru tidak merasakan cinta yang Minseok katakan barusan?

“Aku.. sama sekali tidak merasa bahwa kau mencintaiku.”

Minseok terdiam. Sejenak merasa tidak percaya setelah mendengar penuturan gadisnya. Benarkah ia sejahat itu? Sungguh, selama ini ia tidak sadar sudah melukai gadisnya.

“Tidakkah kau memikirkan perasaanku saat melihat anak baru itu sangat dekat denganmu? Apa tidak sedikit pun terlintas di pikiranmu tentang bagaimana perasaanku?”

Minseok masih tetap terdiam. Benar, ini salahnya. Bahkan gadis ini sudah cukup terluka karena sikap acuhnya tapi Reen hanya diam saja selama ini, sama sekali tidak mengatakan apapun padanya. Tapi sungguh, ia sangat mencintai gadis ini. Hanya saja, memang benar jika lelaki itu tidak dapat mengekspresikan perasaannya dengan benar.

“Maaf, aku minta maaf. Aku sadar kau terluka, tapi kami tidak memiliki hubungan apapun.”

“Apa dengan mencium pipimu masih disebut tidak memiliki hubungan?”

Memang benar anak baru itu mencium pipinya beberapa hari yang lalu dan sialnya Reen melihatnya. Hei, ini semua bukan keinginan Minseok. Anak baru itu yang tiba-tiba mencium pipinya. Sejak itu Reen tidak bisa dihubungi dan baru hari ini mereka bertemu karena Reen yang mengajak.

“Itu terjadi secara tiba-tiba, dia mencium pipiku. Sungguh, dia bukan siapa-siapa.”

“Orang yang mencium pipimu kau bilang bukan siapa-siapa? Lalu sudah berapa lama aku menjadi ‘bukan siapa-siapa’ di hidupmu?”

“Aku lelah dengan semua ini.” nada bicara gadis ini bahkan sudah melemah.

Cukup sudah. Reen sudah tak sanggup untuk menahan tangisnya. Akhirnya butiran bening itu mengalir setetes demi setetes dari pelupuk matanya. Isak tangis yang sedikit tertahan makin membuat Minseok merasa bersalah pada Reen. Minseok segera menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Sebentar, kumohon sebentar saja. Biarkan aku menjelaskannya.” bisik Minseok pelan saat gadis itu sedikit berontak dalam pelukannya.

“Memang sebulan belakangan aku terlalu sibuk dengan kegiatanku, tidak pernah meluangkan waktu untukmu. Untuk itu maafkan aku. Dan tentang anak baru itu, ya memang kami cukup dekat, tapi kami tidak memiliki hubungan apapun. Selama ini kau hanya diam saja, karena itu aku tak menyangka kau sangat terluka seperti ini. Untuk itu juga aku minta maaf.”

Reen masih dalam dekapan Minseok. Masih setia menangis namun isak tangisnya sudah tidak terdengar. Gadis itu menangis dalam diam.

“Sungguh, aku sangat mencintaimu. Tapi dengan menjadi kekasihku kau justru terluka seperti ini. Dan aku tidak mau gadis yang kucintai terluka. Cukup aku saja, jangan sampai kau juga.”

“Aku tidak akan menahanmu jika memang kau tidak mau bersamaku, aku tidak seegois itu. Aku sudah memikirkannya, aku.. akan melepasmu jika memang itu keinginanmu dan yang terbaik untuk kita.”

Setelah mengatakan itu, Minseok segera melepas pelukannya. Tangannya terangkat untuk menghapus air mata yang masih mengalir di wajah Reen.

“Bolehkah.. aku bertanya sesuatu?” tanya Minseok setelah melihat tangis Reen mulai berhenti. Gadis itu hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.

“Apa kau masih mencintaiku?”

Hening. Keduanya saling terdiam cukup lama. Bukan bermaksud apa-apa, Minseok hanya ingin memastikan perasaan Reen padanya. Walau bagaimana pun, Minseok masih tetap mencintai gadis ini. Hatinya masih berharap bahwa Reen masih mencintainya dan hubungan mereka masih bisa dipertahankan walaupun sepertinya–

“Aku.. tidak tahu.”

–mustahil.

Sesak. Dada Minseok terasa sangat sesak mendengar tiga kata yang keluar dari mulut gadisnya beberapa sekon yang lalu. Ah, apa Reen masih bisa disebut gadisnya? Nyatanya gadis itu bahkan tidak tahu masih mencintainya atau tidak.

Mungkinkah rasa sakitnya terlalu dalam? Sampai Reen sudah tidak menyadari apa perasaannya pada Minseok? Ah, rasanya sesak di dada Minseok tidak sebanding dengan rasa sakit yang Reen derita selama ini. Terlebih lagi Minseok justru membiarkan gadis itu menderita sendirian.

“Maaf. Aku minta maaf karena telah menyakitimu sedalam ini. Dan membiarkanmu menderita sendirian, sungguh aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku.”

“Sebanyak apapun kau meminta maaf, semuanya tak akan terulang. Semuanya sudah terjadi, Minseok.”

Setelah mengatakan itu, Reen segera melepaskan genggaman tangan Minseok kemudian berjalan menjauh, meninggalkan lelaki bermarga Kim itu sendirian. Ya, Minseok sepenuhnya sadar jika mereka berdua sama-sama terluka. Dan Minseok sangat merasa bersalah karena sudah menyakiti Reen sedalam ini. Menyesal? Tentu saja, Minseok merasakannya sekarang.

Tapi bukankah memang hukumnya seperti ini? Penyesalan memang selalu datang di saat kita sudah melakukan suatu kesalahan bukan?

 

 

-END-

Sebelumnya mau minta maaf dulu ama kakne karna request nya aku buat lama banget wkwk😄 jujur aja aku lupa ini ff di request kapan, yang jelas udah berapa bulan yang lalu. Kakne, maapkan hasilnya cuma begini, lagi ga ada inspirasi waktu itu:”)

Setelah sekian lama ga post ff baru, akhirnya aku muncul lagi haha. Ada yang nyariin? Enggak? Yaudah, ga ngarep dicariin juga sih /digampar/

Lagi ga mood buat cuap cuap nih haha. Cuma mau bilang aja, kalo mau dihargai ya harus mulai menghargai orang lain dulu hehe🙂

Regards,

Dea

12 thoughts on “I’m Sorry – deagoldea

  1. Jadi….. Minseok sama reen putuuuussssss????!!!!
    Andwaeeee..
    Itu tidak mungkin terjadiiihhhhh!!!!
    Andweeeehhhh!!!
    *kesurupan*

    Minsok sih menel sih pake mau aja di ciyom ciyom anak baru. Kan kan reen uda sabar sabar, laki mah gitu kalo didiemin makin jadi, diputusin baru sadaaar. Huuuuhhh. *ini apaan malah marahmarah*

    Maaciiihhh deaaaaaaa…
    Indah sekali minggu pagi iniii,, ada umin reen dua bijiiii.. *menari bahagia*

    • Kakne jangan kesurupan di sini, di tempat lain ajaa wkwkwk😄
      Tau tuh si umin, diem aja di ciyom ciyom, aku juga sebel /author gajelas/
      Maapkeun pengerjaannya yang lelet banget macem lomba siput jalan :”)
      Jangan kapok rikues sama aku lagi ya :”)

      • Aku mau kesurupannya di siniiii,, di tkp umin sama reen putusan waakkk..
        Iyah sebel sama umin :v
        Wkwkkwkkw gakpapaah selama umin reen aku selalu bahagia koookk :3

  2. Duh, apa rasa sakitnya sperti itu?
    gx bisa kah minseok oppa dikasih kesempatan sekali lagi?
    Minseok oppa juga knapa gx peka sih!

    “Aku tidak akan menahanmu jika memang kau tidak mau bersamaku, aku tidak seegois itu. Aku sudah memikirkannya, aku.. akan melepasmu jika memang itu keinginanmu dan yang terbaik untuk kita.” duhh nyesekk kak.

    Dtunggu cerita yg lainnya^^
    Fighting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s